Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Samperuru, Maria A.
"PT XYZ sebagai salah satu organisasi air express yang lahir sejak tahun 1969 di Amerika Serikat dan telah tersebar di seluruh dunia bergerak sangat cepat dan sangat tergantung pada kondisi pasar secara global sehingga tidak jarang mereka menghadapi tantangan-tantangan yang belum pernah ditemui sebelumnya. Ia pun harus bersaing tidak hanya dengan sesama didalam satu negara melainkan juga dengan organisasi-organisasi lainnya dari seluruh dunia.
Strategi baru harus diciptakan yang akan menyebabkan tidak cocoknya budaya organisasi yang lama dengan strategi baru. Karena itu budaya perusahaan harus diarahkan pada terbentuknya learning culture, yang pada akhirnya akan membentuk learning organization yaitu organisasi global yang dapat memiliki kemampuan mengatur dan menguasai pasar global dengan segala ketidakpastian dan tantangannya.
Dengan PT XYZ sebagai learning organization, maka semua karyawan dapat mengembangkan dan mempersiapkan diri mereka secara terus menerus dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi misalnya saja terjadi perubahan pemegang saham maupun persaingan yang semakin ketat."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2002
T18840
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"PT Bank Mandiri, Tbk. as the biggest state-owned bank in Indonesia must perform changes and its employees must continuously adapt to its environment in order to exist in its endeavour to be the best in the banking world. This quantitative research uses samples taken randomly from the population of the entire employees of Bank Mandiri central office located in Jakarta. The analysis of the data uses the regression design to perceive the influence of five disciplines of learning organization—i.e. personal mastery, shared vision, mental model, system thinking, and team learning—toward the competence improvement of Mandiri Bank Central Office’s employees in Jakarta, signified by motives, traits, self concept, knowledge, and skill. The result of the research shows that learning organization has a strong relation and a significant influence toward the competence improvement of the employees at Mandiri Bank Central Office in Jakarta.
"
Bisnis & Birokrasi: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 16 (1) Jan-Apr 2009: 25-35, 2009
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Batubara, Faisal Hasbullah
"Perubahan lingkungan bisnis di abad 21 sangat dinamis dan sulit diprediksi baik dalam bidang ekonomi, sosial dan politik, menuntut organisasi untuk selalu rnenyesuaikan diri pada perubahan lingkungan, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Untuk itu, sebuah organisasi harus lebih progresif, inovatif dan mampu melakukan integrasi secara terus-menerus. Penopang keunggulan bersaing sebuah organisasi adalah keunggulannya dalam belajar, yang merupakan proses yang mendasari dan melahirkan perubahan. Dengan demikian sebuah organisasi harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar tingkat penerapan learning organization di Akaderni Pimpinan Perusahaan dan menjelaskan apakah Akademi Pimpinan Perusahaan termasuk dalam kategori learning organization? kemudian mendeskripsikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh Akademi Pimpinan Perusahaan agar menjadi learning organization? Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tingkat eksplanasi deskriptif, sedangkan metode penelitian yang dipakai adalah metode survey yang diperkuat dengan wawancara dan studi dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 147 orang dan teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 65 responden dengan kriteria yang ditentukan yaitu karyawan tetap Akademi Pimpinan Perusahaan yang terdiri dari tenaga pengajar tetap baik yang memiliki jabatan struktural maupun tidak dan tenaga administratif, memiliki tugas yang erat keterkaitannya dengan dimensi-dimensi dari lima sub sistem, dan memiliki jenjang pendidikan SLTA ke atas. Instrumen yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah kuesioner learning organization profile yang diambil dari buku karangan Marquardt berjudul Building The Learning Organization; A System Approach to Quantum Improvement and Global Success". Kuesioner ini digunakan untuk mengukur variabel tingkat penerapan learning organization. Kuesioner disusun berdasarkan kisi-kisi instrumen penelitian, komponen yang diukur, sub komponen yang diukur dan nomor item instrumen dapat dengan jelas diurut keterkaitannya satu dengan lainnya dan hasil analisis data dan deskripsi data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tight penerapan learning organization di Akademi Pimpinan Perusahaan adalah bernilai rata-rata 19,24 dan berada pada range result 16-23 = fair (cukup) 1 Nilai ini lebih rendah 2,76 dari tidak rata-rata learning organization 500 organisasi dunia hasil penelitian Marquardt. Untuk masing-masing sub sistem nilai rata-ratanya adalah sebagai berikut: pertama, Dinamika Pembelajaran 19.05, kedua, Transformasi Organisasi 20.11, ketiga, Pemberdayaan Manusia 19.98, ke-empat, Pengelolaan Pengetahuan 19.45, dan kelima, Pemberdayaan Teknologi 17.58. Secara keseluruhan tingkat penerapan learning organization, menurut penilaian responden berada pada tingkat diterapkan pada bagian tertentu (39.75%), dan belum/sedikit diterapkan (37:23%). Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai akhir maupun nilai masing-masing sub sistem learning organization di Akademi Pimpinan Perusahaan lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata yang dicapai oleh 500 organisasi di dunia hasil penelitian Marquardt, dan tingkat penerapannya baru pada tahap diterapkan pada bagian tertentu organisasi (skala 2) dan belum/masih sedikit diterapkan (skala 1), artinya tingkat penerapan learning organization di Akademi Pimpinan Perusahaan belum cukup baik, sehingga Akademi Pimpinan Perusahaan belum dapat disebut sebagai learning organization. Untuk dapat disebut sebagai learning organization menurut Marquardt, penerapan ke lima sub sistem learning organization harus berada pada skala 3 (diterapkan pada sebagian besar organisasi) dan skala 4 (diterapkan secara penuh/menyeluruh dalam organisasi). Upaya-upaya yang perlu dilakukan agar Akademi Pimpinan Perusahaan dapat meningkat ke tahap menjadi learning organization adalah membangun komitmen bersama antara pimpinan dan seluruh karyawan untuk menjadi organisasi pembelajar, dalam perekrutan pegawai dijaring dengan sister recruitment yang baik sehingga menghasilkan orang-orang yang berkualitas dan memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus belajar, untuk membangun pembelajaran yang efektif semua anggota organisasi harus memiliki persamaan persepsi dan pandangan atas kegiatan, tujuan dan arah organisasi di masa depan melalui adanya visi yang jelas, budaya yang mendukung, dan strategi-strategi yang inovatif untuk mendorong terjadinya pembelajaran, mernberi kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan pemberian beasiswa. Pimpinan harus bertindak sebagai instruktur dan mentor dalam aktivitas pembelajaran, pimpinan juga harus menjadi model dan asisten pembelajar. Menciptakan kesadaran bagi semua karyawan akan pentingnya mengumpulkan dan menyebarkan pengetahuan melalui workshop, simposium dan internal benchmarking. Dalam aplikasi teknologi APP perlu menyediakan dan membangun sistem informasi yang berbasis komputer, interne, sistem Online komputer, LAN, dan lain-lain.

The change of business environment in 2151 century which is very dynamic and difficult to be predicted in the field of economy, social and politic, makes the organization has to keep adjusting to the change of environment, both in internal environment and external environment. Therefore, an organization has to be more progressive, innovative, and be able to carry out the integration continuously. Support of the competition success of an organization is a superiority in learning which is a process that becomes the basis and produces the change. Thus, an organization has to be developed as could as possible to be able to become a learning organization. This research is aimed at describing of how is the learning organization applied at The Academy For Industrial Management, and explaining whether The Academy for Industrial Management is categorized as a learning organization, and then describing the efforts which have to be carried out by The Academy For Industrial Management to be able to become a learning organization.
The research design utilized is a research with descriptive explanation level, while the research method utilized is a survey method supported by interview and documentation study. Population in this research is as many as 147 persons and the sample method utilized is a purposive sampling which has 65 respondents with determined criteria namely, the permanent employees of The Academy For Industrial Management which consist of lecturers both those who have a structural position or not and the administration staffs, who have the duty closely related to the dimensions of the five learning organization sub-systems, and have educational background of Senior High School and upper level.
Instrument utilized in carrying out this research is a questionnaire of learning organization profile quoted from the book written by Marquardt with the title " Building The Learning Organization: A System Approach to Quantum Improvement and Global Success." This questionnaire is used to measure the application level variable of the learning organization. The questionnaire is arranged based on the centers of the research instrument, measured components, measured sub-components, then the item number of instrument can be clearly traced relating to the each other relationship. From the results of data analysis and the description of research result data, it can be known that the application level of learning organization at The Academy For Industrial Management has an average point of 19,24 and it means that it is in 16-23 result range - fair. This point is lower 2,76 point of the average point of the learning organization from 500 world organizations based on Marquardt's research results. The average point of each sub-system is as follows: first. Learning Dynamic is 19,05 point. second. Organization Transformation is 20,11 point. third. People Empowerment is 19,98 point. fourth. Knowledge Management is 19,45 point. Fifty. Technology Application is 17,58 point. In overall, application level of learning organization according to the respondents is in a certain determined level (39,75%) and haven't been applied yet (37,23%). So, it can be concluded that the final point and the point of each sub-system of learning organization is tower than the average point reached by 500 world organizations based on the results of Marquardt's research, and the application level of learning organization at The Academy For Industrial Management has just been applied at a certain part of the organization (scale-2) and has not been applied yet or has just been little applied (scale-1), it means that the application level of learning organization at the Academy For Industrial Management has not well enough done, so that the Academy For Industrial Management hasn't been able yet to be categorized as the learning organization. To be able to be considered as a learning organization according to Marquardt, the application of the five sub-systems of learning organization has to be in scale-3 (applied at the most part of the organization) and scale-4 (fully/comprehensively applied in the organization). Efforts required to be carried out in order that the Academy For Industrial Management can be in the level to become a learning organization is, by making the commitment together between the leader/head and all employees. The employee recruitment is carried out by a good recruitment system so that it can have the quality people who has ability and will to continuously learn to form an effective learning. All members of the organization have to have the same perception and opinion upon the activities, objectives and organization's direction in the future through a clear vision, supporting culture, and innovative strategies to support the learning. to give the opportunity as wide as possible for the employees to continue their study to the upper level education by giving scholarship. The Leader has to act as an instructor, trainer and mentor in learning activity; the leader has also to become the model and assistant of the learning. The leader has to build the awareness to all employees about the importance of pursuing and wide spreading knowledge through the workshop, symposium, and internal benchmarking. In the technological application, The Academy For Industrial Management has to provide and establish an information system with the basis of computer, internet, computer on-line system, and others.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T21578
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deon Montasser
"Penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh orientasi pembelajaran dan orientasi pasar kepada keinovasian perusahaan, dilakukan dengan menggunakan metode survey kepada 96 karyawan Divisi Corporate Solutions pada PT Excelcomindo Pratama, Tbk. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linier bergada dan pengujian hipotesis.
Hasil penelitian didapatkan bahwa (1) Orientasi pembelajaran merupakan komitmen perusahaan untuk meningatkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di internal dan eksternal. Penerapan pembelajaran yang dilakukan oleh perusahaan melalui kesamaan persepsi dalam mencapai tujuan bersama, keterbukaan dan adanya saling berbagi pengalaman di antara karayawan dan unit kerja; (2) Orientasi pasar merupakan ukuran dimana perusahaan memiliki kemampuan dalam mendapatkan, mengelola dan menggunakan informasi pasar untuk tujuan strategik perusahaan.
Perusahaan selalu mendengarkan informasi dari pelanggan melalui riset sehingga digunakan untuk melakukan perencanaan dan pengembangan produk/layanan terbaru untuk mengusai pasar yang dituju; (3) perusahaan selalu melakukan inovasi dalam produk dan layanan hal ini terlihat bahwa dalam kurun waktu lima tahun terjadi peningkatan dalam pengenalan produk dan layanan terbaru. Keinovasian yang dilakukan tersebut nampak pada kemampuan perusahaan untuk menghadirkan ide-ide produk dan layanan terbaru di pasar, dan memiliki cara baru dalam menyelesaikan masalah internal perusahaan; dan (4) secara statistik, orientasi pasar dan orientasi pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan positif kepada keinovasian perusahaan, namun orientasi pasar merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi keinovasian perusahaan. Artinya inovasi yang dilakukan perusahaan lebih didasarkan dalam memenuhi keinginan pelanggan dan penguasaan terhadap pasar yang ingin diraih.

The purpose of this thesis is to examine the relations among learning orientation, market orientation and innovativeness in PT.Excelcomindo Pratama, Tbk, Corporate Solutions division. The study involves a questionnaire-based survey of medium-high level employees with a total of 96 respondents. The data were analyzed with double liner regression and hypothetical testing.
The research indicates four findings, (1) commitment to learning was used by the company to improve the ability to adapt with internal and external changes. (2) The company always listen from customer trough research and used the information for planning and developing new products in order to win the market. (3) firm innovativeness has proved positively with the increasing of introduction/new product in the last five years also the ability to serve new ideas products in the market and continue to provide new method of internal process. (4) The research indicates that learning orientation and market orientation has positively affects firm innovativeness. However market orientation show dominant impact in firm innovativeness which means that the innovation is drive by customer and the target market."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2007
T22731
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Enty Evasari Hot Asi
"Industri telekomunikasi di Indonesia saat ini berkembang dengan sangat cepat dan kompetitif, terutama di era digital. Perkembangan teknologi dan preferensi pasar menggeser batas-batas industri sehingga pendekatan analisa pasar dianggap kurang relevan dan tidak memberikan landasan yang aman untuk merumuskan strategi jangka panjang. Pendekatan kapabilitas dinamik sebagai perpanjangan teori resource-based view merupakan orientasi perilaku organisasi untuk terus memperbaharui dan menciptakan kembali sumber daya dan kapabilitasnya dalam menanggapi lingkungan yang berubah cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh organization learning culture, organizational process alignment secara langsung terhadap kinerja organisasi, maupun dimediasi oleh kapabilitas dinamik. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer melalui pembagian kuesioner dan diolah dengan teknik statistik SEM dengan metode PLS. Unit analisisnya adalah perusahaan-perusahaan dalam value chain industri telekomunikasi dengan responden yang berpartisipasi sebanyak 116 responden.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa walaupun organization learning culture dan organizational process alignment memiliki pengaruh yang positif terhadap kapabilitas dinamik. Namun, kapabilitas dinamik tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatkan kinerja organisasi secara langsung. Hal ini disebabkan dalam lingkungan dinamis dimana perubahan terjadi dengan cepat dan sering tidak teratur, kapabilitas dinamik dianggap proses yang mahal dan manfaatnya secara ekonomis tidak dapat terlihat langsung. Selanjutnya, temuan lainnya adalah organization learning culture tidak berpengaruh terhadap kinerja organisasi, tetapi organizational process alignment memiliki pengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Hal ini disebabkan bahwa tidak semua pembelajaran menghasilkan kinerja yang produktif secara langsung, tergantung tingkatan pembelajaran yang diterapkan dalam organisasi, sebaliknya penyelarasan dirancang untuk menata berbagai bagian dalam perusahaan sehingga dapat mencapai tujuan bersama.
Temuan penting lainnya adalah organization learning culture memiliki pengaruh yang positif terhadap organizational process alignment. Hal ini disebabkan mekanisme pembelajaran dianggap penting untuk mengisi kesenjangan pengetahuan antar bagian dalam perusahaan Hasil temuan ini menegaskan bahwa kapabilitas dinamik merupakan konsep yang abstrak dan sukar dipahami sehingga memberi masukan kepada perusahaan di dalam implementasinya memerlukan sumber daya yang mendahuluinya yaitu organization learning culture dan organizational process alignment untuk membantu untuk mengevaluasi lingkungan eksternalnya sehingga memberikan kontribusi besar terhadap kinerja yang diharapkan.

The telecommunication industry in Indonesia is currently growing rapid and competitively, especially in the digital era. Technological developments and market preferences shift industry boundaries so that market-based view are considered less relevant and do not provide a solid foundation for formulating long-term strategies. The dynamic capability approach, as an extension of the resource-based view theory, is an organizational behavioral orientation to continually renew and reconfigure its resources and capabilities in response to rapidly changing environments. The purpose of this research is to analyze the influence of organizational learning culture, organizational process alignment directly to organizational performance, or indirectly mediated by dynamic capability. This study is a quantitative research, using primary data through the distribution of questionnaires and processed by SEM with PLS method. The unit of analysis is the companies in the value chain of the telecommunications industry with 116 respondents participated.
The finding indicates that notwithstanding organizational learning culture and organizational process alignment have a positive effect on dynamic capability. However, the dynamic capability has no effect on the improvement of organizational performance directly. This happens to the dynamic environment in which changes occur quickly and often irregularly, dynamic capabilities are considered costly processes and the economic rents cannot examine directly. Furthermore, other findings are that organizational learning culture has no effect on organizational performance, but organizational process alignment has a positive effect on organizational performance. This happens because not all learning leads to productive performance directly, depending on the level of learning applied in the organization, but alignment is designed to coordinate various parts of the company to achieve company goals.
Another important finding is that organizational learning culture has a positive influence on organizational process alignment. This happens due to the mechanism of learning is considered important to fill the knowledge gap between various parts of the company. These findings confirm that dynamic capability is an abstract and elusive concept that provide advice to the company in order to its implementation requires antecedent variables the organization learning culture and organizational process alignment to help to sense its external environment to achieve superior performance.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T54012
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yesi Febriani
"Sebagai organisasi pelayanan publik, Kementerian Pemuda dan Olahraga belum efektif dalam melaksanakan proses pembelajaran organisasi khususnya dalam pengelolaan anggaran dan keuangan. Berdasarkan pengamatan terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kemenpora yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kurun waktu tahun 2005 sampai dengan tahun 2012, ditemukan cukup banyak permasalahan yang sama dan berulang dalam pengelolaan anggaran dan keuangan dalam kurun waktu tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transaksional dan motivasi terhadap pembelajaran organisasi dengan studi kasus pada pengelolaan anggaran dan keuangan di Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian explanatory dengan pendekatan kuantitatif yang menjelaskan hubungan kausal antar variabel penelitian melalui pengujian hipotesis. Penelitian ini memakai kuesioner sebagai instrumennya. Dari 182 kuesioner yang disebar, sebanyak130 kuesioner kembali atau dengan tingkat pengembalian 71,4%. Hipotesis pada penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis jalur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transaksional yang terdiri atas contingent reward, management by exception-active, dan management by exception-passive berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi secara parsial maupun simultan, kepemimpinan transaksional yang terdiri atas contingent reward, management by exception-active, dan management by exception-passive berpengaruh positif signifikan terhadap pembelajaran organisasi secara parsial maupun simultan, motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap pembelajaran organisasi, dan kepemimpinan transaksional dan motivasi secara simultan berpengaruh terhadap pembelajaran organisasi. Berdasarkan hasil analsis jalur, ditemukan pengaruh secara langsung dan tidak langsung dalam hubungan kepemimpinan transaksional dengan pembelajaran organisasi.
Saran bagi Kemenpora adalah lebih mengintensifkan implementasi pendekatan kepemimpinan transaksional, terutama dimensi contingent reward, dibarengi pemberian motivasi secara aktif untuk meningkatkan pembelajaran organisasi dalam pengelolaan anggaran dan keuangan.

As a public service organization, Ministry of Sport and Youth Affair haven't implemented the organization learning process effectively particularly in budget and finance management. Based on the observation of Ministry of Sport and Youth Affair Audit Reports published by State Audit Board in the period of 2005 until 2012 show that Ministry of Sport and Youth Affair have several problems related to budget and finance management recurred every year.
The objective of this study is to analyze the influence of transactional leadership and motivation to organization learning focusing on budget and finance management in Indonesia Ministry of Sport and Youth Affair as study case. This study is explanatory research and applies quantitative approach that explains causal relationship among research variables through hypothesis testing. This study uses questionnaire as its tool. Among the 182 questionnaires are distributed, 130 were returned back, or in other words, approximately 71,4% of the total amount of the distributed ones. The hypotheses in this study are tested through Path Analysis.
The results of the study show that transactional leadership, which is consist of contingent reward, management by exception-active, and management by exception-passive, have positive impact on motivation significantly in partial or simultaneous way, transactional leadership, which is consist of contingent reward, management by exception-active, and management by exception-passive, have positive impact on organization learning significantly in partial or simultaneous way, motivation have positive impact on organization learning significantly, and transactional leadership and motivation have positive impact on organization learning simultaneously and significantly. Based on path analysis, there are direct and indirect impact to relationship between transactional leadership and organization learning.
According to the result of this study, Ministry of Sport and Youth Affair should apply better implementation of transactional leadership, mainly on contingent reward aspect, and also practice more exertion to increase motivation in order to improve organization learning of budget and finance management.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kusuma Adisaputra
"ABSTRAK
Imbal balik investasi (ROI) yang positif dan proses pembelajaran yang mendorong
inovasi dalarn sebuah program prornosi penjualan sangatlah penting untuk membantu
memastikan perusahaan mencapai target pertumbuhan labanya. Penelitian pada tesis
ini inembahas bagaimana Departemen Penjualan PT XYZ menganalisa faktor-faktor
yang menjadi penyebab negatifnya ROI dan tidak adanya inovasi dari promosi-
promosi yang telah dilakukan dengan menggunakan kerangka dimensi organisasi
pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem untuk memperoleh dan
berbagi pengetahuan belum terwujud di organisasi ini. Tesis ini memberikan
rekomendasi inte1'vensi berupa penerapan tahapan-tahapan pembelajaran dalam
program pengembangan promosi di PT XYZ. Intervensi ini bertujuan untuk
memastikan terjadinya aktivitas-aktivitas pembelajaran secara kontinyu yang
diharapkan dapat mendukung pencapaian ROI yang positif dan inovasi pada promosi-
promosi yang dilakukan Departemen Penjualan PT XYZ di masa yang akan datang.

ABSTRACT
To deliver a positif return on investement (ROI) dan learning process which drive
innovation in sales promotion programs is important in helping a company in
achieving its profit growth target. This study discusses how sales department of PT
XYZ analyze factors which drives the negative ROI and the absence of innovations in
their past promotions by using learning organization framework. The study results
show that the organization is still lack of system to capture and share knowledge. This
thesis will provide the recommendation of intervention by applying the learning
phases in the promotion development program at PT XYZ. This intervention is
intended to ensure that learning activities occur continually which in the end is
expected to support the achievement of positive ROI and innovation at promotions in
the future."
2012
T30858
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library