Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1161 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Grun, Bernard.
New York: Published by Simon & Schuster, 1991
902.2 GRU t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Indyrra Chrisyadewi
"Aksesibilitas di lingkungan pendidikan bagi kaum difabel merupakan hal mendesak dikarenakan oleh meningkatnya jumlah kaum difabel dari hari ke hari. Kedisabilitasan mereka memiliki hubungan yang kuat dengan lingkungan fisik. Oleh karena itu, menghilangkan penghalang di lingkungan fisik dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip “universal design” sangatlah penting. Tidak hanya kaum difabel yang akan menikmati hal ini, namun semua orang akan merasakan dampak positifnya. Namun, lingkungan pendidikan di Indonesia masih tidak dapat diakses oleh kaum difabel. Ini menjadi alasan utama mengapa kaum difabel tidak dapat mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak.
Fokus dari penulisan ini adalah penyediaan fasilitas penghubung di lingkungan pendidikan bagi kaum difabel. Mobilitas merupakan hal yang sangat penting bagi pengguna fasilitas ini. Harvard University menjadi parameter bagi penelitian ini karena Harvard University telah memiliki fasilitas penghubung yang layak bagi mahasiswa, dosen, karyawan, dan bahkan pengunjung di wilayah kampus mereka. Hal ini akan digunakan untuk mengevaluasi penyediaan fasilitas penghubung di Universitas Indonesia, Depok.
Berdasarkan hasil analisis, penyediaan fasilitas penghubung di Universitas Indonesia masih belum dapat diakses oleh kaum difabel. Hal ini menghalangi mereka untuk berpindah dengan mudah dan mandiri. Namun, Universitas Indonesia memiliki potensi untuk memiliki lingkungan pendidikan yang dapat diakses oleh kaum difabel dengan mengaplikasikan standar desain dan petunjuk teknis yang telah disusun oleh pemerintah. Perubahan yang kecil dapat memberikan dampak positif yang sangat berarti. Dengan begitu, Universitas Indonesia akan diakui sebagai sebuah intitusi pendidikan yang dapat diakses oleh siapapun, tak terkecuali oleh kaum difabel.

Accessibility in educational environments for people with different abilities is an urgent matter since the number is increasing day by day. Their disabilities have a strong relation with the physical environment. So, it is important to remove the physical barriers by applying the principles of universal design. It is not only people with different disabilities who will be pleased by this, but also everyone in general. However, the educational environment in Indonesia is still not accessible for people with disabilities. It becomes the main reason why they cannot have a proper education and life.
The focus of this writing is about the provision of linkage facilities in the educational environment. It is very important for the mobility of the users. It helps them to move around and travel from one place to another. Harvard University will set the parameters about this research since they have a very good linkage facility for students, faculties, employees, and even visitors in their campus area. It will be used to evaluate the provision of linkage facility in Universitas Indonesia Campus in Depok.
Based on the analysis, the linkage facility in Universitas Indonesia Campus is inaccessible for people with different abilities. It restricts them to move around easily and independently. However, it has potential to become accessible by applying the design standards and technical guidelines that has been set by the government. The minor changes in the design will give a big impact about the level of accessibility for each element on linkage facility. Then, an accessible educational environment in Universitas Indonesia can be realized and everyone with diverse abilities can enjoy it.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55063
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andersch, Alfred
Frankfurt: Fischer Bucherei, 1957
833.92 AND s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Adhipradana Prabu Swasito
"[Kebijakan yang didasarkan pada hubungan antar sektor (linkage) menjadi semakin populer beberapa tahun terakhir, dan kebijakan ini telah pula diterapkan di berbagai negara berkembang. Di Indonesia, pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan pelarangan eksor mineral mentah yang didasarkan pada hubungan antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keterkaitan antara besarnya nilai hubungan antar sektor dengan kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sektor yang memiliki nilai hubungan antar sektor yang besar tidak selalu berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian. Oleh sebab itu, kebijakan yg didasarkan pada hubungan antar sektor belum tentu tepat sasaran;Policies based on intersectoral input linkages have been very popular and have been implemented in many developing countries. Recently, the Government of Indonesia introduces a policy to restrict exports of unprocessed material, which is based on forward intersectoral input linkages. This essay examines the relationship of
sectors’ forward linkages to sectors’ contribution to net export earnings, employment generation and value added creation of Indonesia’s manufacturing sectors between 1995 and 2005. This study finds that industrial sector with high forward linkages not always have high contribution to the economy. Therefore, placing emphasis on forward linkage for policy making is unwarranted, Policies based on intersectoral input linkages have been very popular and have been
implemented in many developing countries. Recently, the Government of Indonesia
introduces a policy to restrict exports of unprocessed material, which is based on
forward intersectoral input linkages. This essay examines the relationship of
sectors’ forward linkages to sectors’ contribution to net export earnings,
employment generation and value added creation of Indonesia’s manufacturing
sectors between 1995 and 2005. This study finds that industrial sector with high
forward linkages not always have high contribution to the economy. Therefore,
placing emphasis on forward linkage for policy making is unwarranted]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T44246
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. G. Soekadijo
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000
338.479 1 SOE a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Blarr, W. Henning
"Today’s companies in diverse industries perceive increasing competition and an accelerating pace of change. To cope with these challenges, they need to leverage their current competencies and exploit existing products and services, while simultaneously build new capabilities to develop innovative solutions. Therefore, instead of selecting and maintaining a focus on either efficiency or flexibility, these firms balance resource allocation and become so-called ambidextrous organizations. W. Henning Blarr analyzes this balancing act, requiring the ability to simultaneously pursue both incremental and discontinuous change. He shows that compared to organizations focusing on either exploitative or explorative activities, ambidextrous organizations significantly obtain higher levels of financial performance."
Wiesbaden: Gabler Verlag, 2012
e20397198
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Tengku Ezni Balqiah
Depok: Jasatama Teguh Jaya Buana, 2017
330 UI-SEAM 11:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nuri Wulandari
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
S26345
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fransiska
"Hidup bertetangga pada sebuah lingkungan kota merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam dunia arsitektur. Bila berbicara dalam konteks desain urban, maka arsitektur harus berlaku positif terhadap ruang lingkupnya yang besar. Saat ini, kecenderungan yang terjadi pada kota-kota besar di Indonesia adalah adanya munculnya konsep pembangunan parsial dengan dominasi pembangunan yang egois yang hampir tidak pernah memiliki keterkaitan dengan bangunan-bangunan di sekitarnya, serta banyaknya fungsi-fungsi ruang di bagian dasar bangunan yang cenderung tidak bersifat publik. Hal ini memiliki dampaknegatif pada terputusnya ruang jalan sebagai sarana sirkulasi publik yang kontinu dan nyaman, serta terhambatnya interaksi sosial manusia pada ruang jalan penghubung di lantai dasar yang menghubungkan bangunan publik. Namun dibalik fenomena itu, banyak orang yang telah menyadari pentingnya fungsi sebuah ruang jalan sebagai peghubung bangunan. Banyak pula yang sudah mulai memikirkan bentuk penyelesaian hubungan bangunan yang mempertimbangkan tidak hanya mengutamakan kepentingan pengguna kendaraan bermotor saja, namun juga memperhatikan kepentingan interaksi sosial manusia. Bentuk penyelesaian hubungan yang terletak di lantai dasar ini akan membuat aktivitas manusia yang terjadi dalam ruang jalan tersebut menjadi lebih bermakna. Dengan mengangkat tema ruang jalan sebagai penghubung di lantai dasar bangunan publik, penulis mencoba menggali maknanya lebih dalam melalui studi literatur dan studi pengalaman dengan melakukan pengamatan dan analisis pada ruang jaian penghubung bangunan pusat perbelanjaan di Jakarta dan pusat perbelanjaan di Singapura.

Living in the neighborhood is one of the most important things in architectural world. Architecture must act positively toward the urban context. Nowadays, Jakarta city is dominated by the arrogance of parcel by parcel building development concept; each building has no relation with others. This caused uncomfortable and unpleasant human public circulation in Jakarta. In addition, the existences of ground floor area become so bad that brings us another problem. Systematically, those factors mentioned above, will kill the probability of human interaction along the corridor. However, many people have realized how important the corridor function is. There are also many people who begin to think about the building linkage solution, which consider about the pedestrians and its social interaction. With the theme of linkage as the public building connection, I try to dig its deeper meaning, by using literature and analysis about the commercial public building linkage in Jakarta and Singapore."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S48538
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>