Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 52899 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Harahap, Stevie Constant
"Tujuan dari tesis ini adalah melihat bagaimana hubungan antara beta CAPM dengan beta Multifactor Models. Yang menjadi variabel dependen ialah beta CAPM. Dan variabel independennya ialah beta inflasi, beta nilai tukar, dan beta suku bunga. Sampel yang dipilih merupakan saham-saham yang termasuk kategori LQ45 selama periode 2005-2007 yaitu sebanyak 12 saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel beta inflasi yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap beta CAPM, sedangkan variabel beta nilai tukar dan beta suku bunga tidak
The purpose of this thesis is to see how the relationship between beta CAPM and beta Multifactor Models. The dependent variable is the CAPM beta. And the independent variables are inflation beta, exchange rate beta, and interest rate beta. The sample selected is stocks that are included in the LQ45 category during the period 2005-2007, which are 12 stocks. The results of this study indicate that only the inflation beta variable has a significant effect on the CAPM beta, while the exchange rate beta and interest rate beta do not. Keywords."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25369
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Dual beta become a debate between researchers in finance especially investment and portfolio. This research test CAPM using dual beta predictions in conditional market timing. The research tested unconditional and conditional beta, that show linear and positive affect of return toward risk on single and multiperiods. The beta’s slope skewed but with moderate skewness, and there is no zero beta. However if the investors have less diversified portfolio, its show idiosyncratic risk and systematic risk determine the securities pricing model. Conditional beta test, showed positive slope for SML on bullish market, and negative for bearish market. There is also showed a shock to volatility because of leverage effect and or volatility feedback. The responsiveness of positive shock (bullish market) and negative (bearish market) is positive, howevet the magnitude of SML slope higher for bearish and bullish market. Dual beta remains consistent in explaining positive effect of risk and return. Dual beta able to reduce ethe idiosyncratic risk on bearish market rather than on bullish market. "
MB 11:2 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Raudhatul Hidayah
"Beta pasar adalah ukuran sensitivitas secara umum suatu saham atas gejolak pasar. Karel dan Sackley (KS, 1993) mengemukakan bahwa perbedaan beta pasar antara berbagai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh faktor-faktor khusus perusahaan yang dapat diukur dengan informasi akuntansi.
Dengan informasi akuntansi dapat dihitung beta akunting. Beta akunting adalah cara lain yang dapat digunakan dalam menentukan risiko. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji korelasi antara beta pasar dengan beta akunting pada perusahaan perbankan Indonesia yang telah go public di Bursa Efek Jakarta. Jika beta akunting merupakan estimator yang baik dalam menentukan beta pasar maka beta akunting dapat menggantikan peran beta pasar.
Selain itu penulis juga menguji korelasi antara beta pasar dengan beberapa rasio keuangan pada perusahaan perbankan Indonesia yang termasuk dalam sampel. Risiko yang dihitung dengan rasio keuangan ini mempunyai korelasi yang tinggi dengan risiko pasar. Penentuan korelasi antara beta akunting dan rasio keuangan dengan beta pasar diterapkan pada perusahaan perbankan secara individual.
Pada perbankan secara individual terdapat hubungan yang signifikan antara beta akunting dengan beta pasar. Dan semua variabel yang diuji, beta akunting berdasarkan ROA, beta akunting berdasarkan ROE, GRO (tingkat pertumbuhan) dan CAP (rasio nilai buku modal terhadap total harta) mempunyai hubungan signifikan dengan beta pasar.
Korelasi antara beta pasar dengan beta akunting berdasarkan ROE memperlihatkan tanda koefisien regresi yang tidak konsisten dengan prediksi semula. Beta akunting berdasarkan ROE mempunyai koefisien yang negatif. Hubungan beta akunting berdasarkan ROE negatif terhadap beta pasar ini kemungkinan karena tingkat keuntungan yang diperoleh dari total equity tidak besar, bahkan banyak bank yang mengalami kerugian yang sangat besar. Karena koefisien regresi yang tidak konsisten dengan prediksi semula maka berdasarkan penelitian ini, beta akunting berdasarkan ROE tidak dapat menggantikan peran beta pasar.
Sementara itu beta akunting berdasarkan ROA memiliki hubungan negatif pula dengan beta pasar. Hubungan beta akunting berdasarkan ROA yang negatif terhadap beta pasar ini mengindikasikan bahwa tingkat keuntungan yang diperoleh dari total aktiva tidak besar. Bank-bank dalam penelitian ini rata-rata memiliki ROA yang kurang dari rata-rata tingkat bunga deposito. Beta ROA negatif kemungkinan disebabkan oleh ROA yang negatif pada hampir semua bank. Ini dapat diartikan bahwa hampir seluruh perusahaan mengalami kerugian mulai dari tahun 1997 sampai tahun 1999 atau mass krisis moneter. ROA bertanda negatif sangat besar, terjadi hampir pada seluruh perusahaan. Hal ini berarti perusahaan pada umumnya mengalami kerugian sangat besar.
DP (dividend payout) berpengaruh negatif terhadap beta pasar yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi DP akan semakin rendah beta pasar. Sebaliknya, semakin rendah DP akan semakin tinggi beta pasar.
GRO (tingkat pertumbuhan) berpengaruh positif terhadap beta pasar yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi GRO akan semakin tinggi pula beta pasar
Penelitian ini menemukan adanya korelasi yang signifikan antara ranking
yang dibuat berdasarkan beta pasar dengan ranking yang dibuat berdasarkan beta akunting (ROA)."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
T20167
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agustin Palupi
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan variabel beta (risiko sistematis) sebagai variabel intervening antara variabel akuntansi (dividend payout ratio, pertumbuhan asset, ukuran perusahaan, likuiditas, financial leverage, variabilitas laba, dan beta akuntansi) dengan return saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, Data yang digunakan adalah dan tahun 2001-2005 yang terdiri dari 624 firm years yang dianalisis dengan menggunakan stucural equation model (SEM).
hasil uji empiris penelitian ini menunjukkan bahwa antara dividend payout ratio, ukuran perusahaan, dan hutang perusahaan terbukti signifdran berpengarnh terhadap return saham dengan beta sebagai variabel intervening. Sedangkan pertumbuban asset perusahaan dan variabilitas laba terbukti memiliki hubungan langswig dengan return saham tanpa melalui beta sebagai variabel intervening. Pada perosahaan kecil, informasi yang terbukti signifikan dapat langsung digunakan dalam analisis pembuatan keputusan investasi adalah ukuran perusahaan, variabilitas laba, dan beta akuntansi. Sedangkan variabel akuntansi yang barus dihubungkan dahulu dcngan beta adaiah dividend payout ratio. Untuk likuiditas perusahaan, dalain penelitian ini tidak terbukti signifikan berhubungan secara langsung dengan return maupun dengan melalui beta, balk pada analisis keseluruhan sampel maupun pada perusahaan kecil. Hasil keseluruhan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua informasi akuntansi dapat digunakan dalam melakukan analisis investasl. Namun ada beberapa informasi akuntansi yang harus terlebih dahulu dihubungkan dengan beta.

The purpose of this research is to analyze beta (systematic risk) as on intervening variable between accounling variables (Dividend Payout Ratio, Assets Growth, Size, Liquidity, Financial Leverage, Earning Variability, and Accounting Beta) and stock return of companies listed at the Jakarta Stock Exchange.
Data employed in thi$ study was pooled data during the period of 2001- 2005 which consist of 624firm-years. The analysis tools used i1r this research i's stroctural equation model (SEM),
The results of this research how that beta acts as an variable between Dividend Payout Ratio, Firm Size, and Financial Leverage n1ith stock return, whilest the other accounting variables (assets growth and earnings variability), have direct effect on tlte stock return. Evidence in small firms indicate that certain factors have significant direct influence to investing decision such as size, eami12gs variability and accounting beta. The test also suggests that beta affect relation between dividend payout ratio and stock return. This research find no support for the role of liquidity neither directly to return nor intervened by beta. The whole result is consistent ivith the proposition that beta has itnporlant role in investing decision beside accounting information.
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2007
T25514
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Iwan Arianto
"Sebagian masyarakat sadar bahwa dana yang mereka miliki dari waktu ke waktu nilainya akan berkurang apabila tidak dimanfaatkan atau dibiarkan menganggur ( time value of money ).
Menentukan tingkat harapan atau expected return dari sebuah sekuritas dapat dilakukan dengan beberapa metodae, salah satu di antaranya yang cukup popular digunakan oleh praktisi keuangan khususnya pasar modal adalah dengan menggunakan CAPM. Metoda ini pada dasarnya memerlukan asumsi - asumsi yang sebenamya sangat sulit dipenuhi oleh dunia nyata. Namun penggunaannya cukup dipercaya dan membantu dalarn menentukan tingkat pengharapan pengembalian atau expected return dari suatu sekuritas.
Metoda ini memperhitungkan aspek resiko sistematis dan risk premium yang dimiliki oleh suatu sekuritas serta opportity cost / suku bunga bebas resiko yang berlaku, di mana tingkat pengembalian yang diperoleh sesuai dengan tingkat resiko (diwalkikan oleh indeks tunggal beta ).
Pada kondisi pasar modal dalam hal ini Bursa Efek Jakarta mempunyai karakter sekuensi tidak merata, hanya sedikit emiten yang mempunyai kapitalisasi besar menggerakan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T270
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Ismail Haq
"Perkembangan di industri semen saat ini sangat terasa dengan munculnya beberapa pabrik semen baru. Proses pembuatan semen pada suhu 1500 - 2000°C, peralatan-peralatan yang besar dan teknologi tinggi menimbulkan potensi yang tinggi terhadap timbulnya bahaya. PT. X salah satu penghasil semen terbesar di Indonesia menjadikan keselamatan adalah yang utama sebagai dasar dalam menjalankan bisnisnya. Tetapi kecelakaan kerja masih saja terjadi meskipun trend yang terjadi dari tahun 2009 - 2014 terlihat menurun. Dari jumlah laporan kecelakaan yang cukup banyak, penulis ingin mengetahui sebaran penyebab dasar yang menyebabkan kecelakaan terjadi.
Metode yang digunakan untuk menganalisa data kecelakaanan adalah Tripod Beta. Tripod Beta memiliki beberapa kelebihan dibandingan metode yang digunakan PT. X untuk melakukan investigasi kecelakaan antara lain : adanya gambaran yang berbeda antara target, bahaya, dan kejadian, serta hambatan yang akan dijelaskan dengan penyebab langsung, kondisi awal, dan penyebab dasarnya. Selain itu dengan metode Tripod Beta ini urutan kejadian kecelakaan bisa terlihat dengan jelas.

The development of the cement industry currently is very pronounced with the advent of several new cement plants. Cement manufacturing process at temperature 1500 - 2000°C, heavy equipments, and high technology create a high potential og hazards. PT. X which one of the largest cement producers in Indonesia make ?safety first? as a basis in its business. However accidents still happen despite the trend going from the year 2009 - 2014 looks to decline. From a lot of number of accident, the writer intend to know the distribution of the basic causes that led to the accident occurred.
The method used to analyze accident report is Tripod Beta. Tripod Beta has several advantages compared to methods used by PT. X to investigate the accident, among which are: illustrates graphically a target, a hazard, and the event, in addition to the failedor missing barrier caused by the direct cause, initial conditions, and the underlying cause. In addition Tripod Beta can give event sequence from the accident."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T42955
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rambe, Adrianus
"Distribusi Beta-Pareto merupakan distribusi kontinu yang dapat memodelkan data yang unimodal dan heavy-tailed. Distribusi Beta-Pareto merupakan hasil pengkombinasian antara distribusi Pareto dan distribusi Beta menggunakan distribusi Beta-Generated. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai pembentukan distribusi Beta-Pareto, fungsi kepadatan probabilitas, dan karakteristik-karakteristik distribusi Beta-Pareto lainnya. Penaksiran parameter dari distribusi Beta-Pareto menggunakan metode maksimum likelihood. Sebagai ilustrasi, akan digunakan data debit aliran air sungai Sunter selama setahun pada tahun 1995 yang akan dimodelkan dengan distribusi Beta-Pareto.

Beta-Pareto distribution is a continuous distribution which can model unimodal and heavy-tailed data. Beta-Pareto distribution is derived from Pareto distribution and Beta distribution using the Beta-Generated distribution. It will be explained how to construct the Beta-Pareto distribution, probability density function, and other characteristics of Beta-Pareto distribution. Maximum likelihood method is used for estimating Beta-Pareto?s parameters. Discharge rates of the Sunter River in 1995 are used to illustrate the applicability of Beta-Pareto distribution."
2016
S62728
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inggriani Listiawan
"Ruang Lingkup dan Cara Penelitian: Adenosin Trifosfat (ATP) sintase berfungsi sebagai tempat sintesis ATP dari ADP dan Pi dengan menggunakan energi gradien proton. Kompleks ATP sintase marupakan satu dari enzim penting yang sangat diperlukan untuk metabolisme sel secara umum. Enzim ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang mengandung situs katalitik (F1) dan bagian proton channel (F0). Subunit β dari F1 merupakan salah satu subunit kunci karena memiliki situs aktif atau situs katalitik bagi ATP dan merupakan protein yang highly conserved memiliki 70 % homologi antara manusia dengan E. coli, yang memberikan indikasi akan pentingnya bagian tersebut.
Saat ini telah diketahui secara lengkap dua sekuens gen ATP sintase subunit β yaitu dari Ohta S. et al.(1988) dan Neckelmann et. al. (1989) yang menunjukkan adanya variasi polimorfik. Karena perbedaan sekuens dapat mempengaruhi ekspresi dan fungsi protein ATP sintase subunit β dalam metabolisme energi mitokondia, dan mungkin berasosiasi dengan keadaan patologis tertentu, maka dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mencari bukti adanya variasi polimorfik ATP sintase subunit β dengan memanfaatkan keragaman etnik di Indonesia. Sekuens DNA dari gen ATP sintase subunit β ditentukan dengan menentukan disain primer dan mengamplifikasi daerah penyandi asam amino (ekson 1 sampai dengan ekson 10) dari gen tersebut. Penapisan varian polimorfik dilakukan dengan metode PCR-RFLP.
Hasil dan Kesimpulan: Hasil sekuens DNA pada dua individu populasi Indonesia ternyata serupa dengan sekuens Neckelmann dan memiliki banyak perbedaan dengan sekuens Ohta. Dari hasil metoda PCR-RFLP serta analisis hasil sekuensing ini ditemukan adanya delapan artefak sekuens pada daerah penyandi asam amino pada sekuens gen ATP sintase subunit β hasil publikasi Ohta S. et al. Oleh karena itu sekuens gen ATP sintase subunit β hasil publikasi Ohta S. et. al. tidak dapat digunakan sebagai sekuens referensi. Dengan menggunakan sekuens referensi baru ditemukan adanya polimorfisme pada sekuens gen ATP sintase subunit β pada etnik Jawa dengan frekuensi 20 % dan frekuensi alel 10%.
Varian polimorfik baru yang ditemukan, mengakibatkan perubahan asam amino dari prolin menjadi leusin (P12L). Perubahan asam amino P12L dari ATP sintase subunit β ini terletak pada daerah presekuens sehingga tidak berpengaruh terhadap struktur maupun fungsi dari ATP sintase subunit β akan tetapi mungkin berpengaruh pada efektivitas penghantaran protein subunit β ke membran dalam mitokondria.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Sekuens Ohta tidak dapat digunakan sebagai sekuens referens karena mengandung sejumuah artefak. (2) Konservasi gen ATP sintase subunit β tinggi karena sebagian besar populasi Indonesia termasuk Papua sama dengan populasi Kaukasia dan Jepang. (3) Ditemukan polimorfisme baru pada sekuens gen ATP sintase subunit β (P12L) pada populasi etnik Indonesia dengan: (a) alel frekuensi polimorfisme pada populasi Jawa sebesar 10%, (b) terdapat perubahan asam amino yang non konservatif, (c) P12L terdapat pada daerah presekuens yang unik untuk manusia. (4) Ada empat kumparan heliks yang memperlihatkan adanya gambaran amfipatik."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2000
T4019
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hari Guntoro Ridha Saputro
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beta bias yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disebabkan oleh perdagangan yang tidak sinkron. Terdapat 45 perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2003-2007 yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Metode koreksi beta yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Blume (1971) dan Dimson (1979). Hasil analisis menyimpulkan bahwa saham-saham di BEI memiliki beta bias yang disebabkan oleh beberapa sekuritas tidak mengalami perdagangan untuk beberapa waktu. Hal ini mengakibatkan perhitungan IHSG periode ke-t mengalami bias karena menggunakan harga penutupan saham periode ke- t-1. Dalam penelitian ini metode koreksi bias beta Blume (1971) lebih baik daripada metode koreksi bias beta Dimson (1979).

This research aims to analysis the bias in beta in Indonesian Stock Exchange (IDX) due to nonsynchronous trading activities. 45 companies that listed in IDX period 2003-2007 became sample in this research. Blume method (1971) and Dimson Method (1979) are used to calculate the beta correction. The result concludes that stocks in IDX have bias in beta since some of stocks are not trading actively. This cause the calculation of IHSG became biased because of the difference trading period. In this research, Blume method (1971) is superior than Dimson method (1979)."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28110
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2004
TA1214
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>