Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ulul Albab
" Angka kematian ibu masih tinggi di Indonesia. Tahun 2012 angka kematian ibu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian ibu antara lain disebabkan kurangnya pemanfaatan pelayanan asuhan antenatal (ANC), serta pelayanan asuhan antenatal yang dilakukan oleh ibu hamil masih belum efektif karena secara kualitas belum sesuai dengan standar yang ditetapakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas asuhan antenatal ibu hamil yang ditata laksana di UGD RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian observasional dengan desain cross sectional untuk mengetahui efektifitas asuhan antenatal ibu hamil yang ditatalaksana di UGD RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo dan faktor-faktor yang berhubungan. Subjek penelitian ibu hamil yang ditatalaksana di UGD RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo bulan Desember 2013 – Mei 2014 yang memenuhi kriteria inklusi, dilakukan wawancara dan mengisi kuisioner yang telah disusun sesuai asuhan antenatal WHO. Dilakukan penilaian tentang data sosiodemografi ibu, tempat pelayanan kesehatan, petugas kesehatan, kesesuaian dengan asuhan antenatal WHO, pengetahuan, sikap dan perilaku responden serta efektifitas asuhan antenatal yang dilakukan. Jumlah total responden 100 orang. 54% berusia 20-34 tahun, 72% berpendidikan SMU atau sederajat, 45 % paritas 2-3, 74 % tidak bekerja, 67% pendapatan keluarga menengah ke bawah dan 79% mendapatkan dukungan dari keluarga. 48 % Responden mendapatkan asuhan antenatal di puskesmas, dan oleh 74% oleh bidan. 52 % asuhan antenatal yang dilakukan tidak sesuai dengan asuhan antenatal WHO. Tingkat pengetahuan dan perilaku responden tentang asuhan antenatal kurang, sedangkan sikap responden tergolong baik. Berdasarkan luaran pengetahuan, sikap dan perilaku responden 78% asuhan antenatal yang dilakukan tidak efektif. Tidak terdapat hubungan yang bermakna (P> 0.05) antara faktor usia, pendidikan,paritas,pendapatan, dukungan keluarga, faktor tempat pelayanan kesehatan, faktor petugas kesehatan dengan efektifitas asuhan antenatal. Terdapat hubungan yang bermakna (P<0.05) antara pekerjaan dengan efektifitas asuhan antenatal. Terdapat hubungan yang bermakna (P<0.05) antara usia, pekerjaan, dukungan keluarga dan pelayanan asuhan antental oleh dokter spesialis dengan perilaku responden. Kesimpulan penelitian ini, Asuhan antenatal ibu hamil yang ditata laksana di UGD RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo 78% tidak efektif.

Maternal mortality ratio in Indonesia is still high, as high as 359 / 100.000 live births in 2012. This number may be due to limited use of antenatal care and ineffective antenatal care because of substandard quality. The objective of this study determine the effectivity of antenatal care of pregnant women managed in emergency room of Cipto Mangunkusumo National Referral Hospital and associated factors. This is an observational study with cross sectional design. Subjects recruited are pregnant womenmanaged in emergency room of Cipto Mangunkusumo National Referral Hospital from December 2013 – Mei 2014, who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. We conducted an interview and filled a questionnaire accoring to WHO standards. We assessed maternal sociodemographical data, health facility, health professional, accordance to WHO antenatal care standards, knowledge, attitude, and practice of respondents and effectivity of antenatal care performed. One-hundred subjects were recruited. 54 % 20-34 years old, last education high school (72%), parity 2-3 (45%), not working (74%), lower to middle income class (67%), and had support from family (79%). Respondents received antenatal care in primary health centre (48%), performed by midwives (74%). 52 % received antenatal care doesn’t meet the standard antenatal care model by WHO. Knowledge and practice of respondents about antenatal care were low, but the attitude was good. Based on knowledge, attitude and practice, 78% antenatal care whose performed are ineffective There was no correlation (P>0.0) between age, education level, parity, income, family support, health facility, and health professional with effectivity of antenatal care. There was a correlation (P<0.05) between job with effectivity of antenatal care. There was a correlation (P<0.05) between age, job, family support, and antenatal care performed by specialist with practice. Conclusion of this study Antenatal care of pregnant women managed in emergency room of Cipto Mangunkusumo National Referral Hospital 78% ineffective. "
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Astrid Yunita
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikinerjaDokter
Penanggung Jawab Pasien (DPJP) sebagai staf pengajar oleh
peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di
Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo pada bulan Januari hingga Juni 2013 dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode Desain penelitian ini adalah potong lintang menggunakan
kuesioner yang sudah divalidasi, dengan responden peserta
PPDS di ruang rawat, poliklinik, dan instalasi gawat darurat
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSCM pada bulan
Januari - Juni 2013.
Hasil Penelitian ini menghasilkan 131 kuesioner yang diisi oleh 40
peserta PPDS. Sebanyak 58.78% responden menyatakan
kinerja DPJP sebagai pembimbing sudah baik, sementara
46.56% menyatakan fungsi DPJP sebagai pendidik sudah
sangat baik. Terdapat hubungan antara lamanya DPJP
menjadi konsultan dengan kinerja DPJP, bahwa DPJP yang
menjadi konsultan kurang atau sama dengan 10 tahun
dinilaimemilikikinerja lebih baik. Terdapat hubungan yang
bermakna antara cara komunikasi langsungdan sering dengan
kinerja DPJP yang sangat baik. Faktor lain yang dinilai pada
penelitian ini, yaitu tahap PPDS, tempat penugasan DPJP,
dan jabatan DPJP tidak menunjukkan hubungan yang
bermakna.
Kesimpulan Secara keseluruhan, dari ketiga fungsinya, kinerja DPJP
dinyatakan baik. Hasil ini dinilai dari 2 sisi yaitu dari faktor
DPJP maupun faktor PPDS, dan diketahui bahwa kinerja
DPJP dipengaruhi oleh lamanya menjadi konsultan, dan juga
intensitas dan cara diskusi dengan PPDS.

Objective To assess the performance of Doctors-In-Charge of Patients
(DICPs) as teaching staffby doctors enrolling in the Specialty
Doctor Education Program (PPDS) in The Department of
Obstetrics and Gynecology of Ciptomangunkusumo Hospital
during the period of January to June 2013 as well as to
explore the factors influencing their performance.
Study design It is a cross-sectional study using a validated-questionnaire.
Respondents of the study are doctors enrolling in the
Specialty Doctor Education Program (PPDS) or generally
referred to as residents in the inpatient rooms, outpatient
clinic and emergency department of the Department of
Obstetrics and Gynecology of Ciptomangunkusumo Hospital
(RSCM) on January - June 2013.
Results The study outcome was 131 questionnaires filled by 40
residents. The result showed that 58.78% of respondents
stated that the performance of DICP as a counselor had been
good, while 46.56% stated that DICP’s function had been
very good. There was a relationship between the duration of
DICP’s role as consultants with their performance, in which
DICPs who had been consultants for 10 years or less were
assessed to have better performances. There was also a
significant relationship between the communication
methodand frequency of DICPs and their performance. Other
factors assessed are resident’s level of PPDS education, point
of DICP’s assignment, and job position of DICPs did not
show significant relationship.
Conclusion Among its three functions, DICPs’ performance was
considered as good. The result was assessed from two sides,
including DICP factors and residents’ factors, and it was
known that the performanceof DICP was influenced by the
duration of their role as consultants; and their intensity of
interaction and way of discussions with their residents.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfi Rustina Yuniati
"Evaluasi Kualitas Pelayanan Kesehatan Maternal Di Rumah Sakit Ponek DKI JakartaAlfi Rustina Yuniati, Arietta Pusponegoro, Omo Abdul MadjidDepartemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas IndonesiaJakarta Indonesia Latar belakang : Angka Kematian Ibu AKI di Indonesia sebagai salah satu indikator pembangunan kesehatan dasar masih menjadi pembahasan nasional. Berbagai studi melaporkan tentang estimasi kematian ibu yang luas, pada kisaran 350 hingga 400 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Saat ini di Indonesia seorang wanita meninggal dunia setiap jam akibat komplikasi kehamilan selama persalinan, rujukan ke rumah sakit yang terlambat atau pelayanan obstetri emergensi yang buruk. Penelitian mengenai evaluasi kualitas pelayanan maternal pada RSUD PONEK di DKI Jakarta masih belum dilakukan. Pada penelitian kali ini, peneliti ingin melihat gambaran kualitas pelayanan maternal pada RSUD PONEK, menggunakan Supervisi Fasilitatif yang merupakan metode evaluasi baku dari Jaringan Nasional Pelatihan Klinik ndash; Kesehatan Reproduksi JNPK-KR , pada 4 RSUD PONEK yang tersebar di wilayah DKI Jakarta yang telah mendapat pelatihan tim PONEK.Tujuan : Diketahuinya gambaran pelayan kesehatan maternal pada 4 RSUD PONEK di Jakarta.Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode potong lintang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penilaian langsung daftar tilik On the Job Training OJT dan kualitatif wawancara mendalam, observasi dan telaah data sekunder .Hasil : Standar Masukan Input sumber daya manusia dan perbaikan sarana pengendalian infeksi masih diperlukan sesuai standar PONEK. Standar Proses, kepatuhan pelayanan antenatal, intranatal dan penanganan kasus komplikasi maternal secara keseluruhan sudah baik dengan skor kepatuhan mencapai 100 . Standar luaran Output indikator angka kematian ibu dan juga rasio seksio sesaria yang masih cukup tinggi perlu dievaluasi kembali. Hal ini dikarenakan ke 4 RSUD ini merupakan pusat rujukan sekunder dari masing-masing wilayahnya.Kesimpulan : Evaluasi kualitas pelayanan kesehatan maternal di 4 RSUD PONEK DKI Jakarta masuk dalam kategori sedang.Kata kunci: Evaluasi pelayanan kesehatan maternal, Superfisi Fasilitasif, Input, Proses, Output, RSUD PONEK DKI Jakarta
Evaluation of Maternal Healthcare Quality in PONEK Hospital in JakartaAlfi Rustina Yuniati, Arietta Pusponegoro, Omo Abdul MadjidDepartement of Obstetrics and Gynecology Faculty of Medicine Universitas Indonesia ABSTRACTBackground Maternal mortality rate in Indonesia is being a national focal point as one of the basic healthcare development indicator.Aim To obtain information on maternal healthcare service in 4 hospitals with Comprehensive Emergency Obstetric and Neonatal Care PONEK in Jakarta.Methods This was a cross sectional study using direct quantitative measurement through On the Job Training OJT check list and qualitative evaluation by in depth interview, observation, and secondary data analysis.Results Improvement in input standards which are human resources and infection control facilities was necessary. In process standards, we found good results in antenatal and intranatal care compliance as well as maternal complication management with compliance score reaching 100 . Maternal mortality and caesarean section rate as indicators in output standards were still high and required further evaluation.Conclusion The quality of maternal healthcare in 4 PONEK hospitals in Jakarta reached medium score.Keywords Maternal healthcare evaluation, facilitative supervision, input, process, output, Jakarta PONEK Hospital "
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nanda Intan Sawani Roesman
"Kehamilan remaja merupakan salah satu masalah dalam Obstetri dan Ginekologi,
di negara maju sekalipun dan terutama di negara berkembang. Kehamilan remaja
membawa morbiditas dan mortalitas, tidak hanya maternal namun juga neonatal.
Beragam faktor risiko ikut menentukan morbiditas dan mortalitas kehamilan
remaja. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan consecutive
sampling dimana data penelitian ini diperoleh dari Rumah Sakit dr. Zainoel
Abidin, Banda Aceh selama periode waktu Juni hingga November 2012.

Teenage pregnancy is one of the problems in Obstetric and Gynecology, even in
this modern era of Obstetric, mainly in developed country such as Indonesia.
Teenage pregnancy can come out with morbidity and mortality, not merely for the
mothers but also for the neonates. Several factors may contribute to the morbidity
and mortality of teenage pregnancy. This study was using cross sectional design
with consecutive sampling data. The data obtained in dr. Zainoel Abidin Public
Hospital, Banda Aceh in period of June until November 2012.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2103
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yanto Kusnawara
"Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2019 belum mencapai 2 target yakni, peningkatan penggunaan kontrasepsi modern dan menurunkan tingkat unmet need. Hal ini menjadi dasar dari peneliti untuk mengambil sampel di Jakarta Utara. tingkat kemiskinan yang tinggi dan laju pertumbuhan penduduk di Jakarta Utara yang tinggi 1.03% dibandingkan dengan target 0.75%. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang secara kuantitatif untuk mencari faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang tinggal di pemukiman kumuh Jakarta Utara tentang program keluarga berencana dan metode wawancara mendalam secara kualitatif untuk memperoleh penyebab perilaku keluarga. Jumlah sampel diteliti dalam penelitian ini
adalah 70 orang. Didapatkan hasil terdapat hubungan antara kegiatan sosial dengan perilaku keluarga tentang program KB di pemukiman kumuh Jakarta Utara (nilai P <0.05). Perilaku keluarga yang tinggal di pemukiman kumuh Jakarta Utara tentang program KB adalah rendah dan faktor yang berhubungan hanya kegiatan sosial. Hasil wawancara mendalam mendapatkan kegiatan sosial yang berpengaruh adalah interaksi warga membagikan pengalaman saat kegiatan.

Two indicators of Population and Family Planning Development Year 2019, have not reached the target, namely, increasing modern contraceptive use and reducing unmet need. This is the basis for researchers to take samples in North Jakarta. slums have high poverty rates and high rates of population growth. This study use a quantitative cross-sectional method to find the factors related to family behaviour in slum settlements in North Jakarta on family planning program in 2019 and in-depth interview method to find the cause of family behaviour. The number of samples examined in this study were 70 people. Results obtained are there is a relationship between social activities and family behavior on family planning program in North Jakarta slum settlements in 2019 (p value <0.05) It is known that the family behaviour in slum settlements in North Jakarta on family planning program in 2019 are low and the only factor related to it is social activities. From in-depth interview, communication among them by sharing their experience affected their social activities."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Dokumentasi  Universitas Indonesia Library
cover
Jasmine Iskandar
"Latar Belakang: Mortalitas neonatus global terjadi pada 19/1000 kelahiran hidup dan 35% diakibatkan komplikasi prematuritas dan ketuban pecah dini (KPD) preterm terjadi pada 30-40% dari seluruh kasus. Manajemen KPD preterm memerlukan ketepatan diagnosis, rujukan, dan intervensi agar tidak terjadi morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Di RS Cipto Mangunkusumo terdapat 737 persalinan preterm dari 1524 total kelahiran tahun 2017.
Tujuan: Mengetahui hubungan proses rujukan terhadap luaran neonatus pada kasus ketuban pecah dini pada kehamilan preterm.
Metode: Kohort retrospektif di RS Cipto Mangunkusumo pada pasien rujukan KPD preterm bulan Januari 2016-September 2017. Analisis statistik dengan SPSS 20.0.
Hasil:
Terdapat 214 kasus KPD preterm. Asal rujukan terutama dari rumah sakit dan 36 kasus dirujuk karena tidak ada NICU dan 66 kasus karena fasilitas yang ada tidak mencukupi. Pemeriksaan sesuai standar pada 91 kasus, pemberian antibiotika pada 161 kasus dan pemberian kortikosteroid di tempat rujukan 143 kasus. Terdapat 94 neonatus dengan komplikasi; korioamnionitis klinis(18.69%), APGAR skor menit 1<7(19.16%), APGAR skor menit 5<7 (9.8%), RDS(32.34%), sepsis(37.38%) dan mortalitas(9.8%). Dari analisis multivariat, hubungan didapatkan antara asal rujukan dengan APGAR skor menit 1, usia kehamilan dan kortikosteroid dengan RDS, usia kehamilan, lama rujukan, kortikosteroid dan korioamnionitis klinis dengan sepsis neonatus.
Kesimpulan: Alur rujukan KPD preterm berlangsung sesuai alur rujukan berjenjang. Terdapat hubungan antara proses rujukan dengan luaran neonatus.

Background:  Neonatal mortality rate is 19/1000 live birth worldwide with 35% mortality due to complication of prematurity. Preterm premature ruptured of membrane caused 30-40% preterm birth. In Cipto Mangunkusumo hospital, total of peterm birth in 2017 was 737 cases from 1524 total birth. To prevent neonatal and maternal morbidity and mortality, prompt diagnosis, referral process and obstetric intervention are needed.
Purpose: To evaluate the correlation between referral process and neonatal ocutcome in preterm premature ruptured of membrane.
Method: This research was conducted in Cipto Mangunkusumo hospital on January 2016 to September 2017 with retrospective cohort study. Referral data and neonatal outcomes who fulfilled the inclusion criteria were collected and analyzed.
Result: From data collection from January 2016 to July 2017, 334 cases with preterm premature ruptured of membrane and 214 cases fulfilled the inclusion criteria. Patients most  reffered from hospital due to limited facility (35.29%) and due to NICU was full (64.71%). Administration of antibiotic was found in 75.23% cases and 66.82% cases with corticosteroid administration from the first referral provider. Newborn with complication was found in 43.93%; clinical chorioamnionitis (18.69%), APGAR score minute 1 <7 (19.16%), APGAR score minute 5 <7 (9.8%), RDS (32.34%), neonatal sepsis (37.38%) and early neonatal mortality (9.8%). From bivariate analysis, first care provider has correlation with APGAR score minute 1 < 7 (p=0.00 1), RDS (p=0.003), and neonatal sepsis (p=0.01). Administration of corticosteroid correlated significantly with APGAR score minute 1 < 7 (p=0.003, RR 0.4, CI95% 0.23-0.96), RDS (p=0.002, RR 0.46, CI95% 0.27-0.79) and neonatal sepsis (p=0.001, RR 0.46, CI95% 0.28-0.75). Time of referral correlated significantly with neonatal sepsis (p=0.014, RR 1.7, CI95% 1.2-1.26). After multivariate analysis, correlation found in: first care provider with APGAR score minute 1, gestational age and corticosteroid administration with RDS, gestational age, length of referral and corticosteroid administration with neonatal sepsis.
Conclusion: There is correlation between referral process and neonatal outcome."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Alfi Rustina Yuniati
"Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sebagai salah satu indikator pembangunan kesehatan dasar masih menjadi pembahasan nasional. Berbagai studi melaporkan tentang estimasi kematian ibu yang luas, pada kisaran 350 hingga 400 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Saat ini di Indonesia seorang wanita meninggal dunia setiap jam akibat komplikasi kehamilan selama persalinan, rujukan ke rumah sakit yang terlambat atau pelayanan obstetri emergensi yang buruk. Penelitian mengenai evaluasi kualitas pelayanan maternal pada RSUD PONEK di DKI Jakarta masih belum dilakukan. Pada penelitian kali ini, peneliti ingin melihat gambaran kualitas pelayanan maternal pada RSUD PONEK, menggunakan Supervisi Fasilitatif yang merupakan metode evaluasi baku dari Jaringan Nasional Pelatihan Klinik-Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR), pada 4 RSUD PONEK yang tersebar di wilayah DKI Jakarta yang telah mendapat pelatihan tim PONEK.
Tujuan: Diketahuinya gambaran pelayan kesehatan maternal pada 4 RSUD PONEK di Jakarta.
Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode potong lintang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penilaian langsung daftar tilik On the Job Training (OJT) dan kualitatif (wawancara mendalam, observasi dan telaah data sekunder).
Hasil: Standar Masukan (Input) sumber daya manusia dan perbaikan sarana pengendalian infeksi masih diperlukan sesuai standar PONEK. Standar Proses, kepatuhan pelayanan antenatal, intranatal dan penanganan kasus komplikasi maternal secara keseluruhan sudah baik dengan skor kepatuhan mencapai 100 %. Standar luaran (Output) indikator angka kematian ibu dan juga rasio seksio sesaria yang masih cukup tinggi perlu dievaluasi kembali. Hal ini dikarenakan ke 4 RSUD ini merupakan pusat rujukan sekunder dari masing-masing wilayahnya.
Kesimpulan: Evaluasi kualitas pelayanan kesehatan maternal di 4 RSUD PONEK DKI Jakarta masuk dalam kategori sedang.

Background: Maternal mortality rate in Indonesia as one of indicator of fundamental health development remain the major issue in the last decades. Studies reported that maternal mortality rates were estimated 350 to 400 mortality in 100.000 live birth. Contributing factors that may play role in this phenomenon might be complicated pregnancies, delayed in referral system, or bad onstetrical essential care. This study was conducted to observe dan evaluated the quality of maternal services in RSUD PONEK Jakarta using facilitative supervision, which was the standard evaluation methods in JNPK-KR, in several hospital in Jakarta.
Objective: To observe maternal health service quality evaluation in PONEK based hospital in DKI Jakarta.
Methods: Cross sectional approach, quantitave analaysis using checklist on On The Job Trainning (OJT) and qualitative analysis using deep interview, observation, and analysis of secondary data.
Result: Input standart of human resources and revitalization of infection control fasilitiesstill need to be improved. Process standard, compliance of antenatal care and intranatal care as well as maternal complication management were good enough globally, with compliance up to 100%. Output standart of maternal mortality rate indicator and rates of cesarean section were still high. Hence it's needed to be evaluated. This 4 hospital are the center of secondary referral of each districs in Jakarta.
Conclution: Evaluation of maternal health services in 4 RSUD PONEK in Jakarta were categorized as moderate.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Andre Putra
"Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi perhatian utama di Indonesia. Pilar Safe Motherhood oleh WHO, diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Asuhan antenatal sangat penting, dan profesional perawatan kesehatan yang kompeten sangat penting untuk penyediaannya. Menilai kompetensi petugas layanan kesehatan sangat penting untuk memastikan asuhan antenatal yang berkualitas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi asuhan antenatal dokter umum yang bekerja di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jakarta dan untuk meningkatkan kompetensi mereka.
Metode: Penelitian cross-sectional ini menilai kompetensi asuhan antenatal menggunakan kuesioner yang telah dikembangkan sebelumnya yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner terdiri dari 22 pertanyaan yang dikategorikan ke dalam lima kelompok topik: layananasuhan antenatal terpadu, layanan terkait preeklampsia, rekomendasi nutrisi ibu hamil, USG dasar, dan persiapan persalinan.
Hasil: Dari 98 peserta, hanya 8,2% yang menunjukkan kompetensi yang baik dalam pelayanan antenatal care secara keseluruhan. Secara spesifik, masing-masing 50%, 13,3%, 23,5%, 68,4%, dan 12,2% menunjukkan pengetahuan yang baik tentang layanan terpadu, layanan asuhan antenatal terkait preeklampsia berat, rekomendasi nutrisi untuk ibu hamil, USG dasar, dan persiapan persalinan. Uji chi-square yang dilakukan pada faktor sosiodemografi, pendidikan, dan pekerjaan menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kompetensi dan pengetahuan dokter umum dalam layanan asuhan antenatal secara keseluruhan.
Kesimpulan: Pelayanan asuhan antenatal oleh dokter umum yang bekerja di Puskesmas di Jakarta perlu ditingkatkan. Program pemberdayaan direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan asuhan antenatal. Penelitian di masa depan harus fokus pada program pelatihan yang disesuaikan untuk dokter umum dan metode penilaian alternatif untuk mengevaluasi keterampilan layanan asuhan antenatal.

Introduction: Maternal Mortality Ratio (MMR) is a major concern in Indonesia. Initiatives, such as the Safe Motherhood pillar by WHO, are being implemented to address this issue. Antenatal care (ANC) is crucial, and competent healthcare professionals are vital for its provision. Assessing healthcare workers' competence is essential for ensuring quality ANC.
Objective: This study aims to investigate the ANC competence of general practitioners working at Primary Health Care in Jakarta and to enhance their competence.
Methods: This cross-sectional study assesses the ANC competency using a pre-developed questionnaire that had undergone a validity and reliability testing. The questionnaire consists of 22 questions categorized into five topic groups: integrated ANC services, preeclampsia- related services, recommendations for pregnant women's nutrition, basic ultrasound, and labor preparation.
Results: Out of the 98 participants, only 8.2% demonstrated good competence in antenatal care services overall. Specifically, 50%, 13.3%, 23.5%, 68.4%, and 12.2% exhibited good knowledge regarding integrated services, ANC services related to severe preeclampsia, nutrition recommendations for pregnant women, basic ultrasound, and labor preparation, respectively. The chi-square tests conducted on sociodemographic, educational, and occupational factors revealed no significant relationships with the competence and knowledge of general practitioners in ANC services overall.
Conclusion: ANC services by general practitioners working at Primary Health Care in Jakarta require improvement. An empowerment program is recommended to enhance ANC service quality. Future research should focus on tailored training programs for general practitioners and alternative assessment methods to evaluate ANC service skills.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Bintari Puspasari
"Latar Belakang : Pandemi COVID-19 merupakan sebuah kejadian dengan dampak luar biasa terutama pada populasi berisiko seperti ibu hamil. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pasien COVID-19 tertinggi di dunia memiliki banyak kasus kehamilan dengan luaran maternal dan perinatal yang buruk akibat infeksi COVID-19. Namun, hingga saat ini belum terdapat studi yang secara komprehensif menilai faktor klinis dan non-klinis yang berpengaruh terhadap luaran buruk pada pasien hamil dengan COVID-19.
Tujuan : Mengetahui faktor klinis dan non-klinis yang berhubungan dengan luaran buruk maternal dan perinatal pada ibu hamil dengan COVID-19.
Metode : Penelitian kohort retrospektif dilakukan pada perempuan hamil yang terinfeksi COVID-19 yang dirawat Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto selama periode Januari 2021 - April 2022. Pasien dengan data tidak lengkap dieksklusi dari penelitian. Faktor klinis yang dinilai adalah usia maternal, usia gestasi, beratnya gejala COVID-19 saat admisi, status obstetrik, status vaksinasi COVID-19, lama rawat instalasi gawat darurat, lama rawat inap biasa, lama rawat inap intensif, dan komorbiditas. Fakotr non-klinis yang dinilai adalah lama waktu sejak gejala hingga datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, keengganan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, tingkat pendapatan, dan tingkat pendidikan.
Hasil : Didapatkan sebanyak 79 subjek penelitian yang diikutsertakan dalam penelitian. Sebanyak 9 subjek mengalami luaran buruk berupa kematian ibu (n = 1), janin meninggal (n = 5), dan gejala COVID-19 berat (n = 6). Faktor klinis yang berpengaruh terhadap luaran yang buruk adalah usia maternal yang lebih tua, usia gestasi yang lebih muda, gejala COVID-19 yang lebih berat, serta durasi perawatan di instalasi perawatan intensif yang lebih lama (p < 0,05). Faktor non-klinis yang berpengaruh terhadap luaran yang buruk adalah lama gejala awal yang lebih lama, keberadaan kendala mencari pertolongan, dan pendapatan yang lebih rendah (p < 0,05).
Kesimpulan : Luaran maternal dan perinatal yang lebih buruk pada kehamilan dengan COVID-19 terjadi akibat interaksi dari faktor klinis dan non-klinis. Diperlukan edukasi terhadap klinisi maupun masyarakat guna meningkatkan luaran pada kehamilan dengan COVID-19.
Kata Kunci : COVID-19, infeksi, kehamilan, maternal, perinatal.

Background: The COVID-19 pandemic is an event with a tremendous impact, especially on higher risk populations such as pregnant women. Indonesia as one of the countries with the highest number of COVID-19 patients in the world has many cases of pregnancy with adverse maternal and perinatal outcomes due to COVID-19 infection. However, there have been no studies that have comprehensively assessed clinical and non-clinical factors that influence adverse outcomes in pregnant patients with COVID-19.
Objective: To determine clinical and non-clinical factors associated with adverse maternal and perinatal outcomes in pregnant women with COVID-19.
Methods: A retrospective cohort study was conducted on pregnant women infected with COVID-19 who were treated at the Gatot Soebroto Army Central Hospital (RSPAD) during the period January 2021 - April 2022. Patients with incomplete data were excluded from the study. The clinical factors assessed were maternal age, gestational age, severity of COVID-19 symptoms upon admission, obstetric status, COVID-19 vaccination status, length of stay in the emergency department, length of regular hospitalization, length of intensive hospitalization, and comorbidity. The non- clinical factors assessed were the length of time from symptoms to arrival to health care facilities, reluctance to come to health care facilities, income level, and education level.
Results: There were 79 research subjects who were included in the study. A total of 9 subjects experienced adverse outcomes in the form of maternal death (n = 1), fetal death (n = 5), and severe COVID-19 symptoms (n = 6). Clinical factors that influenced poor outcomes were older maternal age, younger gestational age, more severe COVID-19 symptoms, and longer duration of treatment in intensive care (p < 0.05). The non- clinical factors that influenced the poor outcome were a longer duration of initial symptoms, the presence of obstacles in seeking help, and lower income (p < 0.05).
Conclusion: The worse maternal and perinatal outcomes in pregnancies with COVID-19 occur due to the interaction of clinical and non-clinical factors. Education for clinicians and the public is needed to improve outcomes in pregnancies with COVID- 19. Keywords: COVID-19, infection, maternal, perinatal, pregnancy
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library