Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Heru Suhartanto
"Penyunting kata elektronis telah banyak beredar sejak munculnya perangkat komputer di masyarakal. Keberadaanya sangat membantu pemakai (user) dalam merancang dan mem prod uksi sualu dokumcn. Sayangnya kebanyakan pcnyunting icrsebut clirancang kluisus unluk bahasa asing sehingga pemakaiannya dalam penyiapan dokumcn berbahasa Indonesia kurang mcmbantu. Untuk menmupi kekurangan tersebul beberapa piliak lelah dan sedang mengembangkan perangkal lunak pendukung yang bisa disisipkan pada penyunting yang sudah ada. Perangkat pendukung tersebut anlara lain adalab Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBII) elektronik [6],fasilitas pemenggalan Kata Indonesia [1), fasililas remeriksa Ujaan[ 3]. dan fasilitas Tesaurus [10]. Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan prototipe yang tengah dikembangkan sebagai pemeriksa adalah bahsa Indonesia. pemeriksa ini diharapkan mampu memeriksa validitas sualu kalimat bahasa Indonesia sesuai dengan Tata bahasa Baku bahasa Indonesia."
1995
LESA-25-Jan1995-106
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Bobby Achirul Awal Nazief
"Komputer, yang semula dirancang sebagai alat pengolah data yang umumnya bertipe numerik, telah berkembang fungsi dan cakupannya. Saat ini komputer tidak lagi semata-mata dikaitkan dengan perhitungan numerik, namun juga mencakup banyak aspek pengolahan informasi yang menyangkut data bertipe non-numerik. Mulai dan pengolahan dokumen tekstual dalam bentuk penyunting kata elektronis, sampai dengan pembuatan efek-efek visual yang menjadikan sebuah film lebih menakjubkanuntuk ditonton.
Dari luasnya fungsi komputer pada saat ini, kami akan menyoroti satu penggunaannya yang mungkin merupakan penggunaan terbesar, yaitu sebagai alat bantu yang memungkinkan penyuntingan kata secara elektronis. Bersama suatu paket perangkat lunak penyunting kata, komputer menggantikan peran mesin ketik sebagai alat bantu yang memungkinkan para penulis/wartawan/penyunting menghasilkan karya-karya tulis mereka dengan cepat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1995
LESA-25-Jan11995-18
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lim Yohanes Stefanus
"Makalah ini membahas salah satu masalah yang sangat umum dalam pemrosesan teks dengan bantuan komputer, yaitu bagaimana melacak dengan cepat suatu kata atau ungkapan tertentu dalam suatu berkas teks yang besar. Dalam banyak situasi, kata yang akan dilacak itu mungkin tidak diketahui dengan persis. Misalnya, ejaan kata itu sendiri kurang betul, atau teks tersebut mengandung kesalahan-kesalahan penulisan. Jadi bagaimana seharusnya kriteria untuk menentukan kesuksesan pelacakan? Jika sistem disuruh mencari kata "objek" dalam teks yang mengandung kata "obyek", apakah sistem harus menyatakan bahwa pelacakan itu berhasil menemukan kata yang sesuai?
Untuk membantu manusia yang pada umumnya bersifat mudah membuat kesalahan, sistem pelacakan teks sebaiknya bekerja berdasarkan kriteria kesuksesan pelacakan yang longgar. Tentu saja kelonggaran ini harus dibatasi. Kita tidak menginginkan sistem yang melemparkan ratusan jawaban untuk satu permintaan melacak kata yang kita yakin ejaannya benar. Sebaiknya sistem itu bekerja sebagai berikut: mula-mula ia akan berusaha menemukan kata yang persis; kalau kata yang persis tidak ada, ia akan berusaha menemukan kata yang ejaannya paling mendekati menurut ukuran kedekatan tertentu; dan seterusnya. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana bentuk ukuran kedekatan tersebut.
"
1995
LESA-25-Jan1995-54
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Muhadjir
"Penyaji makalah ini bukan ahli atau tehnolog kumputer, telapi pemakai biasa saja, yang memiliki sedikit pengalaman penggunaan komputer untuk penelitiannya. Penyajian pengajaraan di forum ini lebih bersifat memancing masukan daripada memberikan informasi.
Sclama ini para peneliti bahasa tampak merasa tidak perlu benar akan bantuan teknologi komputer sebagai alat bantu untuk penelilian struktur intern bahasa. Memang penelitian struktur bahasa yang dilaksanakan dengan 500-600 contoh kalimat, masih dapat dilakukan dengan tidak terlalu memerlukan peralatan pembantu; sekalipun demikian dengan alat bantu komputer akan lebih cepat dan teliti. Tetapi, bilamana kita ingin merencanakan tata bahasa yang bersifat komprehensif, dengan polulasi yang bersifat nasional, seperti misalnya bila kita ingin menyusun tata bahasa seperti dilakukan Rondolph Quirk untuk tata-bahasa bahasa Inggris A Comprehensive Grammar of The English Grammar (1985), bantuan komputer mutlak diperlukan. Sama halnya kalau kita ingin menyusun kamus bcrdasarkan bahasa yang hidup, yang memerlukan contoh yang sebenarnya hidup dalam masyarakat bahasa, bantuan komputer mutlak diperlukan.
"
1995
LESA-25-Jan1995-81
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library