Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wawan Setiawan
"Salah satu masalah yang sampai sekarang cukup menarik perhatian para peneliti adalah getaran. Telah banyak studi yang meneliti masalah ini. Studi-studi tersebut umumnya meneliti gerakan berosilasi dan kondisi-kondisi dinamisnya. Gerakan ini dapat berupa gerakan beraturan dan berulang secara kontinyu, atau dapat juga berupa gerakan tidak beraturan seperti gempa bumi. Salah satu jenis lain dari getaran adalah getaran respons singkat akibat beban tumbukan (impact) yang bekerja pada struktur. Beban ini umumnya menghasilkan respons yang cukup besar. Oleh karena itulah diperlukan adanya pengetahuan yang cukup mengenai gaya ini, karena tidak semua material cukup mampu untuk menanggung beban yang diakibatkannya. Dalam skripsi ini akan dibahas respons dari struktur pelat tipis kantilever akibat beban tumbukan. Benda uji yang digunakan terbuat dari mortar fiber mutu K 300 dengan kandungan fiber yang berbeda-beda, dan variasi kadar per m3 adalah 0 Kg, 0.7 Kg, 0.9 Kg dan 1.1 Kg. Dari keempat jenis benda uji ini akan diteliti untuk mendapatkan kondisi yang paling optimum terhadap beban tumbukan, dengan menggunakan parameter frekuensi dan faktor peluruhan. Keempat jenis mortar ini masing-masing dijepitkan ke dalam pelat penjepir sedemikian rupa sehingga dapat diasumsikan sebagai kantilever, kemudian diuji terhadap beban tumbukan dengan tinggi jatuh yang bervariasi hingga benda uji mengalami keruntuhan. Sinyal percepatan yang dihasilkan dari struktur tercatat pada osiloskop dan terekam oleh komputer. Sinyal inilah yang mempakan bahan memah yang nantinya akan diolah dengan menggunakan program-program yang telah ada untuk mendapatkan parameter-parameter frekuensi dan faktor peluruhan Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penambahan fiber pada mortar memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap beban tumbukan (impact). Hal ini dapat terlihat pada perbandingan besarnya nilai frekuensi dan faktor peluruhan yang dihasilkan oleh mortar dengan kandungan fiber dengan mortar tanpa fiber. Mortar dengan fiber umumnya menghasilkan frekuensi yang lebih besar, terutama pada mortar fiber 1.1 Kg/m3.

One of the problems that has attracted the attention of researchers until now is vibration. There have been many studies examining this problem. These studies generally examine oscillatory motion and its dynamic conditions. This motion can be a regular and continuously repeated motion, or it can also be an irregular motion such as an earthquake. Another type of vibration is the short response vibration due to the impact load acting on the structure. This load generally produces a fairly large response. Therefore, sufficient knowledge is needed regarding this force, because not all materials are capable of bearing the resulting load. This thesis will discuss the response of a thin cantilever plate structure due to impact loads. The test specimens used were made of K 300 quality fiber mortar with different fiber contents, and the variation in content per m3 was 0 Kg, 0.7 Kg, 0.9 Kg and 1.1 Kg. From these four types of test specimens, they will be studied to obtain the most optimum conditions for impact loads, using frequency parameters and decay factors. These four types of mortar are each clamped into the clamping plate in such a way that it can be assumed as a cantilever, then tested against impact loads with varying drop heights until the test object collapses. The acceleration signal generated from the structure is recorded on an oscilloscope and recorded by a computer. This signal is the cement material that will later be processed using existing programs to obtain frequency parameters and decay factors. From the results of this study, it was found that the addition of fiber to the mortar provides a fairly good contribution to the impact load. This can be seen in the comparison of the frequency values ​​and decay factors produced by mortar with fiber content with mortar without fiber. Mortar with fiber generally produces a higher frequency, especially in 1.1 Kg/m3 fiber mortar.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S34682
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Prasetyo Arifin
"ABSTRAK
Keselamatan menjadi persoalan vital dalam perancangan kendaraan modern. Maka dari itu, dalam perancangan harus mempertimbangkan sistem keamanan dan keselamatan penumpang. Dalam merancang sistem tersebut, maka engineer merancang 2 zona yaitu safety zone dan crumple zone. Crumple zone adalah zona yang didesain untuk dihancurkan saat terjadinya tabrakan. Zona ini menjadi fokus penelitian pengembangan sistem keselamatan pada produk mobil. Penelitian pada crumple zone fokus pada struktur chasis terutama front rail produk mobil. Dalam melakukan penelitian, pembebanan dilakukan dengan beban aksial dan geometri front rail ini disederhanakan menjadi struktur berdinding tipis dengan variasi terhadap desain. Salah satu variasi desain yang dilakukan adalah dengan memberi ellipsoidal crush initiator. Pemberian crush initiator mampu meningkatkan penyerapan energi absorpsi dan mengurangi gaya impak puncak dari tumbukan aksial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh letak dan diameter crush initiator berbentuk elipsoidal terhadap kriteria crashworthiness pada struktur berdinding tipis dengan variasi ketebalan. Analisis yang dilakukan dengan cara uji numerikal simulasi dan analitikal. Hasil dari penelitian ini menunjukan spesimen dengan ketebalan 0.6 posisi 20 mm dan diameter crush initiator 6.5 memiliki hasil yang optimum dalam mengurangi peak dan meningkatkan CFE dan SEA. Error dari persamaan analitikal untuk mean dan peak crushing force masing-masing 20.66 dan 12.12.

ABSTRACT
Safety became a vital issue in the design of modern vehicles. Therefore, the vehicle product must consider the security and safety for passengers. One of security feature is the utilization of the collision zone to transform the collision energy into plastic deformation energy. Research on the collision zone mainly focus on the chassis structure of the front rail car products. In this study, the force was done by axial load and front rail geometry was simplified into a thin walled structure with a variation ellipsoidal crush initiator. Giving crush initiator able to increase the energy absorption and reduce peak force. This paper aims to determine the influence of the position and diameter of ellipsoidal crush initiators to crashworthiness criteria on thin walled structures. The specimens has variation thickness 0.6, 0.8 and 1 mm and 36.5 side length with coefficient reduction of crush initiator 1 of total area. Analysis was carried out by numerical simulations and analytical then sorted using VIKOR method. The results of this study show specimens with a thickness of 0.6, position 20 mm and diameter 6.5 of ellipsoidal crash initiator have optimum results to reduce peak and increase CFE and SEA. Error of analytical equations for mean and peak crushing force are 20.66 and 12.12 respectively.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68536
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Situngkir, Christoforus Deberland
"Dewasa ini, beban panas yang semakin besar akibat meningkatnya kecepatan operasi
dan densitas komponen pada suatu piranti elektronik menyebabkan perlunya sistem
pendingin baru yang lebih efisien atau mempunyai disipasi panas yang tinggi. Jet
sintetik potensial untuk digunakan sebagai pendingin komponen elektronik. Paper ini
melaporkan hasil dari studi eksperimental mengenai pengaruh Jarak Tumbukan
(impinging distance) pada performa pendinginan dengan tumbukan jet sintetik. Rasio
jarak aksial antara permukaan yang dipanaskan dan jet (L) terhadap diameter orifis jet
(d) berada pada jangkauan 0-3.3. Investigasi dilakukan dengan menggunakan
prototipe jet sintetik yang memiliki 16 lubang dengan diameter tiap lubang 3 mm dan
digerakkan oleh dua membran piezoelektrik 5 volt dengan eksitasi gelombang
sinusoidal. Dengan sistem aparatus tersebut diteliti karakteristik dari perpindahan
panas konvektif yang dihasilkan membran yang berosilasi. Hasil penelitian
menunjukkan adanya pengaruh ketinggian orifis yang signifikan terhadap laju
perpindahan panas yang didapat. Pada frekuensi eksitasi tinggi 160 Hz, kenaikkan
nilai perpindahan sebanding dengan kenaikkan rasio L/d hingga nilai L/d sebesar 2
kemudian turun hingga L/d sebesar 3,3.

Nowadays, A greater heat load due to miniaturization of electronic products causes
the need for a new cooling system that works more efficient and has a high thermal
efficiency, Synthetic jet is potentially useful for cooling of electronic components. In
this study, numerical simulations are performed to investigate the effect of various
the distance between the orifice and the heated surface (L) on the ensuing synthetic
jet flow. In this research the investigation was carried out by comtutational methods
using the software CFD (Computational Fluid Dynamics), it will be seen the
characteristics of convective heat transfer by moving the synthetic jet membrane. A
circular orifice synthetic jet is simulated assuming axisymmetric behaviour. The
quality of results is verified by time and convective heat transfer studies, and the
results are validated against existing experimental. In this research the model was
simulated to examine the distribution of heat flow on the walls using a mathematical
turbulen model k-w SST. Meshing order was elements Tet/Hybrid and type Tgrid.
The boundary conditions were inlet velocity of 1.5 m/s, 2 m/s and 1 m/s, the
frequency of membrane vibration were 80 Hz, 120 Hz, 160 Hz and the amplitude
were 1 mm/s, 2 mm/s, 1.5 mm/s. The Reynolds number (Re) is in the range of 1421 –
2843 based on average velocity, while the normalized axial distance varies between 0
and 3.3. The movement of the piezo membrane is assumed of sinusoidal motion
which moves up and down correspond to the suction and blowing phase respectively.
The results showed the significant influence of L/D Ratio and sinusoidal wave
frequencies to the heat transfer rate that obtained. At small axial distance (L),
recirculation of fluid occurs due to confinement, owing to the presence of the orifice
plate. However, at large axial distances, the jet velocity reduces due to entrainment of
still ambient air, which again reduces the heat transfer coefficient.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35771
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Saad
"Jembatan adalah sebuah bangunan yang menghubungkan dua tempat yang memiliki rintangan. Kendala tersebut berupa sungai, laut, jurang, atau antar bangunan. Salah satunya laut dimana perencanaan harus memperhitungkan tinggi bebas jembatan agar jembatan tidak tertabrak oleh lalu lintas kapal. Namun upaya pencegahan tersebut tidak dapat diprediksi karena ketinggian air laut melebihi kondisi tinggi yang direncanakan sehingga terjadi kecelakaan dimana jembatan tersebut tertabrak kapal. Kondisi ini menyebabkan jembatan mengalami deformasi melintang akibat kondisi beban tumbukan pada jembatan dengan arah melintang. Perilaku tidak biasa yang terjadi pada jembatan, terutama pada daerah tekan dan tarik jembatan, memerlukan evaluasi lebih lanjut sesaat terhadap jembatan tersebut. Kejadian kapal menabrak jembatan diambil dari studi kasus Jembatan 6 Barelang dimana Jembatan Tipe Boks Girder Beton terkena Kapal LB. APC. Aussie One pada tahun 2012. Perilaku jembatan ditinjau menggunakan analisis geometri non-linear dan pendekatan beban statik tumbukan kapal metode AASHTO. Kondisi model kemudian dibandingkan dengan data historis kerusakan jembatan sebagai verifikasi pemodelan struktural.

A bridge is a structure that connects two places separated by an obstacle. These obstacles are in the form of rivers, seas, ravines, or gaps between buildings. One of them is the sea, where planning must consider the bridge’s free height so as not to be hit by ship traffic. However, these efforts could not be expected because the sea level exceeded the planned high conditions, resulting in an accident where the bridge was hit by a ship. As a result of the impact load conditions on the bridge in the transverse direction, this condition causes the bridge to experience transverse deformation. The odd behaviour of the bridge, particularly in the compression and tension sections, warrants a brief further examination. The incident of the ship crashing into the bridge was taken from the case study of the 6 Barelang Bridge, where the concrete box girder type bridge was affected by LBW APCs. Australian One Ship in 2012. Bridge behaviour was reviewed using non-linear geometric analysis and static impact load estimated with AASHTO Method. The condition of the model is then compared with historical data on bridge damage for structural modelling verification."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Susila Windarta
"ABSTRAK
Salah satu aspek pengamanan informasi yang diberikan oleh kriptografi adalah
layanan keutuhan data (data integrity). Layanan keutuhan data salah satunya dipenuhi
oleh fungsi hash kriptografis. Saat ini banyak fungsi hash yang dikonstruksi
berdasarkan konstruksi Merkle-Damgård, di antaranya keluarga Secure Hash Algorithm
(SHA). Serangan yang berhasil dilakukan oleh Wang dkk. (2005) terhadap
sifat collision resistant pada SHA1 menuntut adanya konstruksi fungsi hash yang
baru. Pada tahun 2007, Charles dkk. mengusulkan konstruksi fungsi hash yang
berdasarkan graf ekspander. Salah satu graf ekspander yang diusulkan adalah graf
ekspander Lubotzky Phillips Sarnak (LPS).
Konstruksi, aspek keamanan, serangan serta modifikasi terhadap fungsi hash
tersebut dibahas pada tesis ini. Serangan tersebut berdasar pada Tillich dan Zemor
(2008) yang berhasil menemukan tumbukan (collision) secara efisien. Modifikasi
dilakukan dengan mengganti setiap elemen pada himpunan generator graf dengan
kuadratnya. Modifikasi tersebut mengakibatkan serangan untuk menentukan tumbukan
yang berdasar Tillich dan Zemor (2008) lebih sulit untuk dilakukan.

Abstract
One aspect of information security that given by cryptography is data integrity.
Cryptographic hash function can be used to obtain data integrity. Today many hash
functions are constructed based on the Merkle-Damgård construction, including family
of Secure Hash Algorithm (SHA). The consequence of successful attack carried
out by Wang et al. (2005) on collision-resistant properties of SHA1 is the need
of new construction for hash function. In 2007, Charles et al. proposed construction
of hash functions based on expander graphs. In the proposal, one of expander graph
used is Lubotzky Phillips Sarnak (LPS) expander graph.
The construction of hash function based on LPS expander graph, its security
aspects, an attack and modification on the hash function are discussed in this thesis.
The attack is based on Tillich and Zemor (2008) who managed to find a collision
efficiently. Modification is done by replacing each element in graph generator set
with the square of the element, hence collision attack based on Tillich and Zemor
(2008) is more difficult to do."
2011
T26783
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Malawat
"Latar belakang penelitian ini adalah munculnya beberapa isu global terkait dengan kendaraan bermotor. Isu tersebut antara lain isu keselamatan, isu lingkungan hidup, dan isu konservasi energi. Isu keselamatan lebih menyoroti pada angka tabrakan dan fatalitas yang cukup tinggi. Sehingga perlu dicari jalan untuk menurunkan angka tersebut. Sementara itu, isu lingkungan hidup dan isu konservasi energi lebih menyoroti pencarian energi baru, terbarukan yang pada akhirnya mengerucut pada energi listrik. Di sisi lain, perhatian Pemerintah Republik Indonesia (RI) ditujukan pada penggunaan angkutan Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah perkotaan. Berdasarkan isu global dan perhatian Pemerintah maka dilakukan penelitian dengan tujuan mengembangkan penyerap energi tumbukan (PET) dan optimasi pemicu rusak untuk meningkatkan keselamatan tabrakan pada bus listrik.
Metode penelitian pengembangan ini adalah analisis eksperimen menggunakan uji jatuh, analisis teori menggunakan mekanisme lipat dasar, serta analisis numerik menggunakan metode elemen hingga dan aplikasi Pam Crash sebagai alat bantu. Sementara itu, untuk optimasi menggunakan Response Surface Method (RSM). Eksperimen uji jatuh menggunakan menara tinggi 6 m dengan tinggi jatuh 1,5 m dan beban jatuh 80 kg (1.175 J). Alat ukur berupa load cell berkapsitas 88,9 kN dan kamera berkecepatan tinggi 960 fps.
Hasil penelitian ini terkait, posisi pemicu rusak pada komponen PET (k-PET) yang memiliki gaya puncak yang rendah dan penyerapan energi yang tinggi terletak paling dekat dari arah datang gaya tumbukan yaitu 10 mm pada baja selongsong bujur sangkar dengan tebal dinding 0,6 mm serta desain struktur PET (s-PET) pada bus listrik dengan konfigurasi 2 (dua) k-PET pada cross member paling depan di mana nilai gaya puncak 4.900,53 kN mengurangi 11,4% dari 5.529,86 kN dan penyerapan energi 1.193.328 J. Desain s-PET memiliki kemampuan menyerap energi 48.497 J hanya 4% dari 1,26 MJ dan memenuhi standar UN ECE R29 di mana harus memiliki kemampuan menyerap energi ≥ 44.100 J.

The background of this research is the arising of several global issues related to motor vehicles. These issues were including safety issues, environmental issues, and energy conservation issues. Safety issues more highlight on the high number of accidents and fatalities. We need to find a way to reduce those number. Meanwhile, environmental issues and energy conservation issues further highlight the search for new or renewable energy which ultimately converges on electrical energy. On the other hand, the attention of the Government of the Republic of Indonesia (RI) was aimed at the use of Bus Rapid Transit (BRT) in urban areas. Based on global issues and the attention of the Government, the research was conducted with the aim of impact energy absorbers (IEA) developing and crush initiators optimization to improve the crashworthiness on electric buses.
The method for research development are the experimental analysis using drop test, theoretical analysis using basic folding mechanism, and numerical analysis using finite element method and also Pam Crash software as a tools. Meanwhile, for optimization using Response Surface Method (RSM). The drop test using a tower with 3 m high, effective drop height of 1,5 m and drop load of 80 kg or 1.175 J. The measuring instrument is an 88.9 kN load cell and a 960 fps high speed camera.
The results of this study related the position of the crush initiators in component of IEA (c-IEA) which had a low peak force and high energy absorption located close to the initial of the impact force which was 10 mm on a steel square tube with 0.6 mm wall thickness and structure of IEA (s-IEA) on an electric bus with a configuration of 2 (two) c-IEA on the front cross member where the value of the peak force is 4.900,53 kN reducing 11,4% from 5.529,86 kN and energy absorption is 1.193.328 J. The s-IEA had the ability to absorb 48.497 J only 4% of 1,26 MJ and comply to the UN ECE R29 where it had the ability to absorb the energy ≥ 44.100 J.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
D2649
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Restiana
"Salah satu masalah yang sampai sekarang cukup menarik perhatian para peneliti adalah getaran. Salah satu jenis lain dari getaran adalah getaran respons singkat akibat beban tumbukan ( impact ) yang bekerja pada struktur. Beban ini umumnya menghasilkan respon yang cukup besar, karena tidak semua material cukup mampu untuk menanggung beban yang diakibatkannya. Dalam skripsi ini akan dibahas respons dari struktur balok yang ditumpu pada perletakan sendi-rol akibat beban tumbukan. Benda uji yang digunakan adalah balok beton dengan komposisi balok beton tanpa serat, balok beton dengan kadar serat metal 1% dari volume, balok beton prategang tanpa serat, balok beton prategang dengan kadar serat metal 1% dari volume. Beton yang digunakan adalah beton ready mix dari PT. Jaya Mix dengan mutu beton K-300.
Dari parameter yang ada, akan diteliti untuk mendapatkan kondisi yang paling optimum terhadap beban tumbukan dengan menggunakan parameter frekuensi. Keempat jenis beton ditumpu pada perletakan sendi - rol, yang kemudian diuji terhadap beban tumbukan dengan tinggi jatuh dimulai dari 3 cm dan kemudian naik secara bertahap setelah 100 tumbukan sebesar 1 cm hingga benda uji mencapai keretakan.
Sinyal percepatan yang dihasilkan dari struktur tercatat pada osiloskp dan terekam oleh komputer. Sinyal inilah yang merupakan bahan mentah yang nantinya akan diolah dengan menggunakan program - program yang telah ada untuk mendapatkan parameter - parameter frekuensi.
Dari keempat jenis benda uji didapatkan urutan benda uji dari yang paling kuat menahan beban tumbukan adalah balok beton prategang dengan kadar serat metal 1% dari volume, balok beton prategang tanpa serat, balok beton dengan kadar serat metal % dan balok beton tanpa serat."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S35774
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Rizki Rustam
"ABSTRAK
Radio Frequency Identification (RFID) merupakan sistem identifikasi yang tidak memerlukan kontak secara langsung antara reader dan tag. Di dalam RFID terdapat berbagai macam permasalahan salah satunya ialah tumbukan antar reader. Masalah tumbukan antar reader merupakan salah satu masalah paling penting dalam sistem RFID. Di dalam skripsi ini dibahas tentang simulasi dan analisa data dari sebuah protokol multi channel anti collision yang bertujuan untuk mengurangi tumbukan yang terjadi antar reader sehingga didapatkan throughput dan effisiensi yang tinggi serta waktu tunggu yang kecil. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk mencapai throughput yang tinggi diperlukan reader yang banyak sedangkan untuk mencapai effisiensi yang optimal hanya dibutuhkan sedikit reader. Untuk waktu tunggu sebuah reader dapat berkomunikasi kembali dengan tag setelah sebelumnya berhasil berkomunikasi dengan tag adalah makin besar jumlah time slot maka semakin kecil pula waktu tunggu yang dibutuhkan. Oleh karenanya, untuk menghasilkan waktu tunggu yang kecil dibutuhkan time slot yang banyak.

ABSTRACT
Radio Frequency Identification (RFID) is an identification system that does not require direct contact between reader and tag. RFID system has many problems one of them is collision between reader. In this paper, simulation and analysis of data from a multi-channel anti-collision protocols to reduce collisions between reader and to obtain a high throughput and efficiency and small waiting time is proposed. The simulation results show that a lot of number of readers are needed to achieve high throughputs and a few number of readers are needed to optimize efficiency. A reader can communicate back to tag after the previous communication to tags is success. The higher number of time slot is required to reduce the waiting time."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1034
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kevin Irdyan Hardwin
"[ABSTRAK
Teknologi gelembung pada saat ini digunakan diberbagai industri dan berbagai aspek. Teknologi gelembung yang digunakan pada penelitian kali ini adalah proses flotation. Proses flotasi ini prinsipnya adalah pemisahan material dengan menggunakan gelembung. Pemisahan yang dilakukan adalah dengan memisahkan material berharga dan tidak berharga. Material berharga tersebut dapat dipisahkan dari material pengotor seperti tanah, pasir, dan debu karena adanya sifat material yaitu hydrophobic dan hydrophilic. Dalam penelitian kali ini, parameter proses flotasi yang diteliti adalah kinematika dari partikel yang berinteraksi dengan gelembung. Kinematika partikel ini dipelajari untuk mendapatkan hasil pengaruh geometri dan ukuran pada partikel di proses flotasi. Partikel yang digunakan adalah partikel berukuran 300, 212, 150 dan 106 mikron. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan High Speed Video Camera. Data hasil pengamatan ini didapatkan hasil partikel yang digunakan dominan berbentuk bladed – sub angular. Jarak Rc paling efektif didapatkan pada jarak Rc = 0 atau tepat ditengah gelembung dan jarak Rc = 1/2 r gelembung serta probabilitas tumbukan dan pelekatan partikel berdasarkan Rc. Kecepatan terminal juga didapatkan tren 300 mikron > 212 mikron > 150 mikron > 106 mikron. Terakhir adalah interaksi antara partikel dengan gelembung yang memiliki lima zona berdasarkan perpindahannya terhadap waktu. Hasil pengamatan dan analisis ini diharapkan dapat mendukung pengembangan proses flotasi kedepannya.

ABSTRACT
Bubble technology is currently being used in various industries and various aspects. Bubble technology used in this research is the process of flotation. The flotation process is the principle of separation of materials by using a bubble. Separation is done by separating the valuable material and worthless. The valuable material can be separated from material impurities such as soil, sand, and dust because of the nature of the material that is hydrophobic and hydrophilic. In the present study, the flotation process parameters studied were the kinematics of particles that interact with the bubbles. Particle kinematics is studied to get the effect of the geometry and size of the particles in the flotation process. Particles diameter are 300, 212, 150 and 106 microns. Data collection was performed by using a High Speed Video Camera. Data from these observations showed that the particles are used predominantly shaped bladed - sub angular. Rc most effective distance obtained at the distance Rc = 0 or right in the middle of bubbles and distance Rc = 1/2 r bubble as well as the probability of collision and adhesion of particles based Rc. Terminal velocity also found a trend of 300 microns> 212 microns> 150 microns> 106 microns. The latter is the interaction between particles with the bubble which has five zones based on the displacement of the time. The observation and analysis is expected to support the future development of the flotation process., Bubble technology is currently being used in various industries and various aspects. Bubble technology used in this research is the process of flotation. The flotation process is the principle of separation of materials by using a bubble. Separation is done by separating the valuable material and worthless. The valuable material can be separated from material impurities such as soil, sand, and dust because of the nature of the material that is hydrophobic and hydrophilic. In the present study, the flotation process parameters studied were the kinematics of particles that interact with the bubbles. Particle kinematics is studied to get the effect of the geometry and size of the particles in the flotation process. Particles diameter are 300, 212, 150 and 106 microns. Data collection was performed by using a High Speed Video Camera. Data from these observations showed that the particles are used predominantly shaped bladed - sub angular. Rc most effective distance obtained at the distance Rc = 0 or right in the middle of bubbles and distance Rc = 1/2 r bubble as well as the probability of collision and adhesion of particles based Rc. Terminal velocity also found a trend of 300 microns> 212 microns> 150 microns> 106 microns. The latter is the interaction between particles with the bubble which has five zones based on the displacement of the time. The observation and analysis is expected to support the future development of the flotation process]"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S58853
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ryan Junaldi
"Perlakuan panas dilakukan untuk membebaskan tegangan pada baja tahan karat dua fasa SAF 2205 hasil pengerjaan dingin. Perlakuan panas dilakukan pada temperatur 350°C, 450°C, 550°C dengan waktu tahan 10 dan 40 menit. Pengujian korosi erosi pada sampel hasil perlakuan panas dengan menggunakan metode slurry pot dalam larutan HCL 0.3 M dan pasir silika (SiO2) dengan mekanisme tumbukan partikel padat dalam kondisi asam dengan pH 0.85. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan panas yang dilakukan pada baja tahan karat dua fasa SAF 2205 menurunkan tingkat ketahanan korosi erosi pada permukaan logam.

Heat treatment was conducted for stress relieving in duplex stainless steel SAF 2205 as cold worked. The annealing was conducted in temperature of 350°C, 450°C, 550°C with holding time 10 and 40 minutes. Erosion-corrosion testing was conducted on the heat treated samples with slurry pot method in chloride acid 0.3 M solution and silica sand (SiO2) with solid particles impingement mechanism in acid condition with pH 0.85. The results showed that heat treatment can reduce the resistance of erosion-corrosion on the surface of duplex stainless steel SAF 2205."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S53793
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library