Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 22 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Zaini
"[ABSTRAK
Bencana alam menimbulkan masalah psikologi. Masyarakat yang menjadi korban
harus memiliki resiliensi dan kesejahteraan spiritual supaya bersikap adaptif.
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan resiliensi
dan kesejahteraan spiritual survivor erupsi Gunung Kelud. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif korelasi cross sectional, jumlah sampel sebanyak
136 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor paling dominan
berhubungan dengan resiliensi adalah riwayat trauma. Faktor paling dominan
berhubungan dengan kesejahteraan spiritual adalah pendidikan. Pelayanan
keperawatan pasca bencana perlu dilakukan secara komprehensif, melibatkan
dukungan sosial serta nilai kepercayaan atau budaya sehingga meningkatkan
resiliensi dan kesejahteraan spiritual.

ABSTRACT
Natural disaster could inpact the psychological conditions of disaster affected
persons. The survivors must have resilience and spiritual well-being to enable
them to adapt positively to an unexpected situation. The purpose of this study was
to determine the factors related to resilience and spiritual well-being of
survivors. The design of this study was the correlation descriptive to wards 136
respondents. The results showed that the dominant factors related to resilience
was traumatic experiences. The dominant factors related to spiritual well-being
was level of education. The nursing care in the post disaster needs to be
comprehensive; involving community supports as well as spirituality in the
context of culture of survivors, so that it would improve the resilience and
spiritual well-being.;Natural disaster could inpact the psychological conditions of disaster affected
persons. The survivors must have resilience and spiritual well-being to enable
them to adapt positively to an unexpected situation. The purpose of this study was
to determine the factors related to resilience and spiritual well-being of
survivors. The design of this study was the correlation descriptive to wards 136
respondents. The results showed that the dominant factors related to resilience
was traumatic experiences. The dominant factors related to spiritual well-being
was level of education. The nursing care in the post disaster needs to be
comprehensive; involving community supports as well as spirituality in the
context of culture of survivors, so that it would improve the resilience and
spiritual well-being., Natural disaster could inpact the psychological conditions of disaster affected
persons. The survivors must have resilience and spiritual well-being to enable
them to adapt positively to an unexpected situation. The purpose of this study was
to determine the factors related to resilience and spiritual well-being of
survivors. The design of this study was the correlation descriptive to wards 136
respondents. The results showed that the dominant factors related to resilience
was traumatic experiences. The dominant factors related to spiritual well-being
was level of education. The nursing care in the post disaster needs to be
comprehensive; involving community supports as well as spirituality in the
context of culture of survivors, so that it would improve the resilience and
spiritual well-being.]"
2015
T42944
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Ayu Made Ari Santi Tisnasari
"Kanker payudara merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada perempuan di seluruh dunia. Kanker payudara maupun pengobatannya memberikan dampak langsung pada segala aspek kehidupan seorang perempuan termasuk pada penyintas kanker payudara, sehingga memengaruhi pemenuhan kebutuhannya. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi masalah kesehatan dan kebutuhan yang tidak terpenuhi (unmet need) pada penyintas kanker payudara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Wawancara semi terstruktur dilakukan pada 14 orang dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memunculkan lima tema antara lain: 5 tema utama yaitu : 1) Masalah Kesehatan pada Penyintas Kanker Payudara; 2) Cara Mengatasi Stigma Masyarakat tentang Penyintas Kanker; 3) Kebutuhan Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Terbaik; 4) Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Informasi tentang Perawatan Kanker; serta 5) Adanya Masalah Finansial (Financial Burden). Masalah kesehatan yang dialami oleh penyintas kanker payudara seperti kelelahan, ketakutan akan kekambuhan kanker, hingga masalah spiritual yang dirasakan dapat berdampak buruk bagi penyintas kanker payudara seperti ketakutan untuk melakukan restaging. Peran dari perawat onkologi maupun tenaga profesional lainnya dibutuhkan untuk memahami masalah dan kebutuhan yang tidak terpenuhi pada penyintas kanker payudara demi meningkatnya angka harapan hidup atau survival rate pasca perawatan kanker di Indonesia.

Breast cancer is the most common malignancy in women worldwide. Breast cancer and its treatment have direct impacts on all aspects of a woman's life, also on breast cancer survivors, thus affecting the achievement of their needs. The purpose of this study was to explore health problems and unmet needs in breast cancer survivors. This study used descriptive qualitative method. Semi-structured interviews were conducted on 14 survivors in this research. The results of this study find five themes, including: 1) Health Problems of Breast Cancer Survivors; 2) How to Address Society's Stigma about Cancer Survivors; 3) The need to get best health services; 4) Unfulfilled Information Needs about Cancer Treatment; and 5) Existence of Financial Burden. Health problems experienced by breast cancer survivors such as fatigue, fear of cancer recurrence, and perceived spiritual problems make breast cancer survivors afraid to do restaging. Therefore, role of oncology nurses and other professionals is needed to understand the problems and unmet needs of breast cancer survivors in order to increase life expectancy or survival rate after cancer treatment in Indonesia. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luttrell, Marcus
New York: Little, Brown and Company, 2007
958.104 LUT l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fanra Budiman Arief
"Dalam menghitung probabilitas survive atau gagalnya suatu status kehidupan majemuk, aktuaris selalu mengasumsikan bahwa T; waktu sampai saat meninggal dunia kehidupan yang menjadi anggota status kehidupan majemuk adalah saling bebas. Padahal kenyataannya, selalu ditemukan bahwa kehidupan-kehidupan yang ditanggung oleh asuransi atau annuitas kehidupan majemuk sering mempunyai korelasi dalam bentuk tertentu sepeiti pertalian darah, perkawinan, hubimgan pekeqaan dsb. Tugas akhir ini membahas suatu model untuk probabilitas kegagalan status lastsurvivor Rq-xy dengan menggunakan asumsi T: waktu sampai saat meninggal dunia kehidupan yang menjadi anggota status kehidupan majemuk tidak saling bebas yang disusun berdasarkan model khusus dari fungsi distribusi bivariat dengan suatu koefisien korelasi grade. Disamping itu juga akan dilihat apakah pengaruh penggunaan asumsi tidak gating bebas ini, cukup berarti terhadap perubahan nilai annuitas beserta beberapa contoh sederhana penerapannya pada fungsi aktuaria lain."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Audi Kemala Husinsjah
"Kekerasan terhadap perempuan selalu menjadi perhatian utama dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan dapat bersatu membentuk persaudaraan untuk berbagi kekuatan dan sekaligus meluncurkan gerakan feminis untuk berdiri dalam solidaritas dalam memerangi penindasan yang berlapis-lapis. Meskipun begitu, penekanan pada persaudaraan juga bisa menjadi masalah ketika kelas atau ras tertentu terus mendominasi wanita lain untuk mengikuti agenda mereka sendiri. Salah satu karya yang menggambarkan gagasan persaudaraan ini adalah serial TV How to Get Away with Murder, yang ditulis oleh Peter Nowalk, dan juga dikenal sebagai salah satu produksi dari Shonda Rhimes. Menggunakan analisis tekstual dan konsep bell hooks tentang persaudaraan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran persaudaraan seperti yang ditunjukkan oleh Annalise Keating dalam menangani kasusnya serta dengan Bonnie Winterbottom. Sebagai hasilnya, penulis berpendapat bahwa meskipun persaudaraan antara Annalise, kliennya, dan Bonnie secara signifikan alami muncul atas pengalaman mereka yang serupa sebagai korban pelecehan, masih terlihat elemen-elemen yang bermasalah di dalam penggambaran Annalise sebagai penyelamat wanita dan hubungannya dengan Bonnie, karena hal tersebut menyerupai visi persaudaraan yang ditimbulkan oleh wanita kulit putih yang dikritik oleh hooks.

Violence against women has always been a major concern in everyday life. Women can bond together as a form of sisterhood to share strengths and launch a feminist movement to stand in solidarity in fighting multi-layered oppression. However, the emphasis on sisterhood can also be problematic when a certain class or race maintains to dominate other women to follow their own agenda. One of the literary works that depicts this idea of sisterhood is the TV series How to Get Away with Murder, created by Peter Nowalk, also known as one of Shonda Rhimes` productions. Using textual analysis and bell hooks` concept of sisterhood, this research aims to analyze the portrayal of sisterhood as shown by Annalise Keating in dealing with her cases as well as with Bonnie Winterbottom. As a result, I argue that although the sisterhood between Annalise, her clients, and Bonnie naturally arises and is significant to their similar experiences as victims of abuse, problematic elements still persist in the portrayal of Annalise as a savior of women and of her relationship with Bonnie, as it resembles the vision of sisterhood evoked by white women criticized by hooks."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Haridana Indah Setiawati Mahdi
"Latar belakang. Prevalensi kasus AIDS menunjukkan kenaikan tajam dalam beberapa tahun terakhir, antara lain disebabkan pemakaian narkoba suntik yang meningkat di populasi berisiko. Penggunaan obat-obat antiretroviral untuk AIDS telah banyak terbukti memperbaiki harapan, kualitas hidup dan survival pasien-pasien dengan AIDS di negara-negara maju. Penggunaan obat antiretroviral di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2001, walaupun penggunaannya belum meluas. Belum ada laporan mengenai kesintasan pasien AIDS yang mendapat antiretroviral selama 1 tahun di Indonesia.
Tujuan. Mengetahui kesintasan 1 tahun pasien-pasien AIDS yang mendapat obat antiretroviral di Rumah Sakit Kanker Dharmais, serta membandingkan kesintasan berdasarkan jenis kelamin, usia, hitung CD4 dan cara penularan.
Metodologi. Penelitian ini merupakan studi retrospektif dengan menelusuri rekam medik pasienpasien AIDS yang berobat ke Rumah Sakit Kanker Dharmais dengan CD4<2001mm3, yang menggunakan obat antiretroviral secara teratur sampai 1 tahun atau sampai pasien meninggal. Diidentifikasi usia, jenis kelamin, hitung CD4 (5.501mm3dan>50/mm3), cara penularan (IDU dan non-IDU). Analisis kesintasan dilakukan terhadap seluruh pasien, jugs terhadap beberapa faktor risiko (jenis kelamin, kelompok usia, hitung CD4 dan cara penularan), dengan menggunakan Kurva Kesintasan dari Kaplan-Meier dengan uji log-rank untuk menyatakan perbedaan kesintasan.
Hasil. Selama bulan April 2005 sampai Mei 2005 dilakukan penelusuran terhadap rekam medik pasien AIDS yang berobat ke RS Kanker Dharmais pada periode Januari 2002 - Mei 2005, terdapat 196 orang yang terdiri dari 182 laki-laki dan 14 perempuan dengan rentang umur antara 15 sampai diatas 36 tahun, dengan mayoritas pads kelompok umur 26-35 tahun (55,61%), median usia 3138 tahun Kesintasan pasien AIDS selama 1 tahun dengan CD4<2001mm3 didapatkan rerata kesintasan 9,03 bulan (IK 95% 8,37-9,70) median kesintasan 12 bulan, kesintasan berhubungan dengan jenis kelamin didapatkan laki-laki (rerata kesintasan 8,93 bulan) lebih pendek daripada perempuan, kesintasan berhubungan dengan cars penularan (IDU rerata 8,85 bulan) lebih pendek dari non IDU. Kesintasan berhubungan dengan usia, diantara semuanya, usia >36 tahun (rerata 8,82 bulan) paling pendek. Kesintasan berhubungan dengan CD4<501mm3 (rerata 8,15 bulan) lebih pendek dari CD4>50/mm3. Terdapat hubungan yang bermakna antara hitung CD4 dengan kesintasan (P=0,0007). Diteliti faktor penentu yang berhubungan dengan CD4 melalui uji Chi Square, didapatkan OR sebesar 3,39 (P= 0,001 dengan IK 95% 1,58 - 7,40).
Simpulan. Hitung CD4 yang rendah merupakan faktor prognostik yang buruk. Umur, jenis kelamin dan cara penularan tidak berhubungan dengan kesintasan.

Backgrounds: Prevalence of HIV/AIDS cases showed dramatically increased in the last few years, it is due to increasing injecting drug users (IDU) in risk population_ The use of antiretroviral (ARV) drugs for HIVIAIDS can reduced the mortality and morbidity in developed countries and increased the survival in AIDS's patients. The use of ARV in Indonesia has begun since 2001 even though it is not used widely. The survival report had not been published yet in Indonesia.
Objectives: The one year survival analysis for AIDS patient who received antiretroviral therapy in Dharmais Cancer Hospital based on sex, age, CD4 count and route of transmission.
Methods: Retrospective studies from medical records of AIDS patients in Dharmais Cancer Hospital with CD4 count 52001mm3 , who received ARV regularly for 1 year or until death based on sex, age, CD4 count, route of transmission with Survival Curve from Kaplan-Meier and log rank test to exam the survival differences .
Results: Between April until May 2005 from AIDS's medical records in January 2002 through May 2005, there were I96 patients (182 men and 14 women). Majority age 26-35 years old (55.61%), median age 31.38 years old. One year survival analysis with CD4 count 5 2001mm3 (mean 9.03 CI 95% 8.37-9.70) median 12 months, survival analysis in male patient (mean 8.93 month) shorter than female, survival analysis according to the route of transmission, IDU (mean 8.85 month) shorter than non IDU, survival analysis in age over 36 shortest (mean 8.82 month) from the other age and CD45501mm3 ( mean 8.15 month) shorter than CD4>50/mm 3. There's significantly survival analysis in CD4 count (P=0.0007). CD45501mm3 had 3.39 times mortality risk compare than CD4>50frnm3 (Chi Square test, with OR=3.39 (P= 0.001, CI 95% 1.58 - 7.40).
Conclusions: Low count CD4 is a bad prognostic factor. Sex, age and the route of transmission are statistically not significantly.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T58435
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuanita Ani Susilowati
"Kualitas hidup survivor kanker payudara merupakan keadaan sehat sejahtera yang dipersepsikan oleh tiap individu, dipengaruhi oleh karakteritik individu dan karakteristik lingkungan. Menggunakan Cross- sectional dengan mengambil variable dependen dan independen secara bersamaan. Sampel 174 diambil secara consecutive sampling, responden diminta mengisi kuesioner yang telah disediakan. Data yang didapat dilakukan analisa data secara distribusi frekuensi, chi-square dan LR-Test. Terdapat empat belas faktor yang mempengaruhi kualitas hidup survivor kanker payudara, namun hanya ada tiga faktor yang berpengaruh secara significant dan menjadi faktor protektif terhadap penurunan kualitas hidup survivor kanker payudara, ketiga faktor tersebut yaitu: Stadium kanker (p=0,025) lama terdiagnosa (p = 0,001) dan jenis pengobatan (p=0,014). Kualitas hidup merupakan keadaan sehat sejahtera yang dipengaruhi oleh berbagai faktor karakteristik demografi. Dari 14 karakteristik, terdapat tiga (3) karakteristik yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup survivor kanker payudara yaitu stadium kanker, lama terdiagnosa dan jenis pengobatan. Diadakan sosialisasi pentingnya skrining kanker payudara pada wanita usia subur."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
T42155
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asep Tantula
"ABSTRAK
Soluble CD14-ST presepsin merupakan penanda sepsis baru untuk diagnosis dan prognosis sepsis neonatorum. Kadar presepsin meningkat pada keadaan sepsis disebabkan oleh aktivitas protease di fagolisosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pemeriksaan serial kadar presepsin sebagai penanda pemantauan respons terapi dan prognosis pada pasien SNAL secara bedside dengan menggunakan sampel darah kapiler. Desain penelitian kohort prospektif. Subjek penelitian terdiri dari 20 neonatus sehat dan 42 pasien SNAL. Pemeriksaan kadar presepsin dengan alat Pathfast pada hari ke-1, ke-3, dan ke-6 setelah diterapi. Kadar presepsin pada pasien SNAL 1104 pg/mL (608 ? 6225 pg/mL) lebih tinggi dibandingkan pada neonatus sehat 448 pg/mL (191 ? 513 pg/mL), nilai p 0,000. Pada pasien SNAL kelompok respons terapi kadar presepsin lebih rendah dibandingkan dengan kelompok non respons pada hari ke-3 dan ke-6 (p<0,05). Pada pasien SNAL kelompok non survivor kadar presepsin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok survivor hari ke-6 (p<0,05). Kadar presepsin berkorelasi positif dengan kadar CRP (r=0,488) dan jumlah leukosit (r=0,321). Nilai cut-off kadar presepsin hari ke-6 untuk penentuan prognosis 1365 pg/mL mempunyai AUC 0,789 (IK 95% 0,652 ? 0.926), sensitivitas 90.9%, dan spesifisitas 67,7%. Pemeriksaan presepsin hari ke-3 atau ke-6 secara bedside dengan darah kapiler bermanfaat untuk pemantauan terapi dan prognostik pasien SNAL.ABSTRACT
Soluble CD14-ST presepsin as a new septic marker for diagnostic and prognostic of neonatal sepsis. Concentration of presepsin significantly increases in bacterial sepsis induced by phagolysosome protease activity. The objective of this study is to investigate the prognostic and monitoring value of presepsin in late onset neonatal sepsis (LOS) with serial capillary whole blood assay. This was prosphective cohort, from 20 healthy neonates and 42 LOS patient. The concentration of presepsin was analysed using Pathfast analyzer at 1st, 3rd & 6th day after therapy. Median of presepsin in LOS patient is 1104 pg/mL (608 ? 6225 pg/mL) significantly higher than healty neonates 448 pg/mL (191 ? 513 pg/mL), p value 0.000. Median of presepsin at 3rd & 6th day after therapy in LOS with therapeutic respons is significantly lower than LOS with no respons (p<0.05). Median of presepsin at 6th day after therapy in nonsurvivor is significantly higher than in survivor (p<0.05). There are positive correlation between presepsin and CRP (r=0.488) or leucocyte count (r=0.321). Cut-off presepsin at 6th day after therapy 1365 pg/mL is found with AUC 0.789 (CI 95% 0.652 ? 0.926), sensitivity 90.9%, dan spesificity 67.7%. Presepsin assay at 3rd or 6th day after therapy with capillary whole blood can be used to predict the prognostic and therapeutic respons in LOS patient.;Soluble CD14-ST presepsin as a new septic marker for diagnostic and prognostic of neonatal sepsis. Concentration of presepsin significantly increases in bacterial sepsis induced by phagolysosome protease activity. The objective of this study is to investigate the prognostic and monitoring value of presepsin in late onset neonatal sepsis (LOS) with serial capillary whole blood assay. This was prosphective cohort, from 20 healthy neonates and 42 LOS patient. The concentration of presepsin was analysed using Pathfast analyzer at 1st, 3rd & 6th day after therapy. Median of presepsin in LOS patient is 1104 pg/mL (608 ? 6225 pg/mL) significantly higher than healty neonates 448 pg/mL (191 ? 513 pg/mL), p value 0.000. Median of presepsin at 3rd & 6th day after therapy in LOS with therapeutic respons is significantly lower than LOS with no respons (p<0.05). Median of presepsin at 6th day after therapy in nonsurvivor is significantly higher than in survivor (p<0.05). There are positive correlation between presepsin and CRP (r=0.488) or leucocyte count (r=0.321). Cut-off presepsin at 6th day after therapy 1365 pg/mL is found with AUC 0.789 (CI 95% 0.652 ? 0.926), sensitivity 90.9%, dan spesificity 67.7%. Presepsin assay at 3rd or 6th day after therapy with capillary whole blood can be used to predict the prognostic and therapeutic respons in LOS patient.;Soluble CD14-ST presepsin as a new septic marker for diagnostic and prognostic of neonatal sepsis. Concentration of presepsin significantly increases in bacterial sepsis induced by phagolysosome protease activity. The objective of this study is to investigate the prognostic and monitoring value of presepsin in late onset neonatal sepsis (LOS) with serial capillary whole blood assay. This was prosphective cohort, from 20 healthy neonates and 42 LOS patient. The concentration of presepsin was analysed using Pathfast analyzer at 1st, 3rd & 6th day after therapy. Median of presepsin in LOS patient is 1104 pg/mL (608 ? 6225 pg/mL) significantly higher than healty neonates 448 pg/mL (191 ? 513 pg/mL), p value 0.000. Median of presepsin at 3rd & 6th day after therapy in LOS with therapeutic respons is significantly lower than LOS with no respons (p<0.05). Median of presepsin at 6th day after therapy in nonsurvivor is significantly higher than in survivor (p<0.05). There are positive correlation between presepsin and CRP (r=0.488) or leucocyte count (r=0.321). Cut-off presepsin at 6th day after therapy 1365 pg/mL is found with AUC 0.789 (CI 95% 0.652 ? 0.926), sensitivity 90.9%, dan spesificity 67.7%. Presepsin assay at 3rd or 6th day after therapy with capillary whole blood can be used to predict the prognostic and therapeutic respons in LOS patient.;Soluble CD14-ST presepsin as a new septic marker for diagnostic and prognostic of neonatal sepsis. Concentration of presepsin significantly increases in bacterial sepsis induced by phagolysosome protease activity. The objective of this study is to investigate the prognostic and monitoring value of presepsin in late onset neonatal sepsis (LOS) with serial capillary whole blood assay. This was prosphective cohort, from 20 healthy neonates and 42 LOS patient. The concentration of presepsin was analysed using Pathfast analyzer at 1st, 3rd & 6th day after therapy. Median of presepsin in LOS patient is 1104 pg/mL (608 ? 6225 pg/mL) significantly higher than healty neonates 448 pg/mL (191 ? 513 pg/mL), p value 0.000. Median of presepsin at 3rd & 6th day after therapy in LOS with therapeutic respons is significantly lower than LOS with no respons (p<0.05). Median of presepsin at 6th day after therapy in nonsurvivor is significantly higher than in survivor (p<0.05). There are positive correlation between presepsin and CRP (r=0.488) or leucocyte count (r=0.321). Cut-off presepsin at 6th day after therapy 1365 pg/mL is found with AUC 0.789 (CI 95% 0.652 ? 0.926), sensitivity 90.9%, dan spesificity 67.7%. Presepsin assay at 3rd or 6th day after therapy with capillary whole blood can be used to predict the prognostic and therapeutic respons in LOS patient."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ghaisa Marin Hartono
"ABSTRAK
Perilaku sehat merupakan salah satu hal penting yang dapat membantu penyintas kanker untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih sehat. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melihat faktor apa saja yang dapat memengaruhi intensi berperilaku sehat penyintas kanker. Berdasarkan Health Action Process Approach (HAPA), intensi berperilaku sehat dipengaruhi oleh self-efficacy dan outcome expectancies (Schwarzer dan Luszczynska, 2008). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan alat ukur The Health Behavior Intention untuk mengukur intensi berperilaku sehat sebagai variabel terikat Health Specific Behavior Self-Efficacy Scale (HSBSES) untuk mengukur self-efficacy berperilaku sehat sebagai variabel bebas I, dan Life Orientation Test-Revised (LOT-R) untuk mengukur outcome expectancies sebagai variabel bebas II. Penelitian ini dilakukan pada 90 orang penyintas kanker usia 15-50 tahun di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya di pulau Jawa melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan teknik analisis Regresi Linear, ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara self-efficacy berperilaku sehat terhadap intensi berperilaku sehat pada penyintas kanker (b= 0,888, p<0,01). Hal yang sama juga terjadi pada variabel outcome expectancies, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara outcome expectancies terhadap intensi berperilaku sehat pada penyintas kanker (b= 0,728, p<0,01).

ABSTRACT
Health behavior is one of the most important thing that can help cancer survivors to increase their quality of life. Therefore, researcher came up with the idea of a study that can determine health behavior intention of cancer survivors. According to Health Action Process Approach (HAPA), self-efficacy and outcome expectancies are the predictors of health behavior intention (Schwarzer and Luszczynska, 2008). This is a quantitative study using The Health Behavior Intention to measure health behavior intention as the dependent variable (DV) , Health Specific Behavior Self-Efficacy Scale (HSBSES) to measure health behavior self-efficacy as the independent variable (IV1), and Life Orientation Test-Revised LOT-R to measure outcome expectancies as the independent variable (IV2). Participants are 90 cancer survivors, age between 15-50 years old, lived in Jabodetabek and the other city of Java, selected by purposive and snowball sampling techniques. The result indicate that health behavior self-efficacy (b= 0,888, p<0,01) has a positive and significant impact on cancer survivor’s health behavior intention. In addition, outcome expectancies also has a positive and significant impact on cancer survivor’s health behavior intention (b = 0,728, p<0,01).
"
2016
S64372
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luthfia
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas resistensi yang dilakukan oleh perempuan bercerai terhadap stigma janda. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana resistensi perempuan bercerai terhadap stigma janda dengan melihat pada tiga ranah daerah berdasarkan pengalaman perempuan, yaitu pada saat proses pengambilan keputusan, persidangan cerai, dan pasca resmi menjadi janda dengan menggunakan teori feminis radikal. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang perempuan janda cerai yang mendapatkan stigma dan melakukan perlawanan atas opresinya. Penelitian ini menemukan bahwa i Faktor ekonomi, kultural, agama memberikan pengaruh terhadap keberadaan stigma janda yang menimpa perempuan bercerai hidup; ii Seksualitas perempuan janda merupakan konstruksi sosial patriarki; iii Bentuk perlawanan perempuan bercerai dalam penelitian ini adalah pelawanan tertutup; iv Keempat subyek penelitian memiliki kemampuan agensi yang berdasar pada refleksi, kesadaran diri, dan kekuatan ide-ide untuk menjadi survivor.

ABSTRACT
This research is explicating the resistance of divorced women towards the widow stigmatization. This research has a goal to discover the resistance that was done by divorced women towards the widow stigmatization by seeing it in three aspects decision making, divorce trial, and post widow official status, analyzed by radical feminism theory. The subjects of this research are four divorced women who got stigmatized and eventually did the resistance against the oppression. This research found that i Economic, cultural and religious factors have an effect on the existence of the widow stigmatization experienced by divorced woman ii Women sexuality of widows is a patriarchal social construction iii The form of divorced women resistance in this research is hidden resistance iv The subjects of this research have agency capabilities based on reflection, self awareness, and the power of ideas to be a survivor."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>