Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siregar, Houtman P.
"Pada waktu penggulungan kawat menjadi pegas ulir sedang berlangsung, terjadi perpatahan dan retakan sebelum diperoleh pegas ulir yang sesuai dengan standar. Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa: Perpatahan kawat dengan diameter 5,7 mm, disebabkan oleh porositas dan perpatahan kawat dengan diameter 5,2 mm, disebabkan oleh cacat goresan dipermukaan kawatnya, disamping adanya porositas yang turut melemahkan bahannya. Selanjutnya retakan-retakan yang terjadi pada pegas ulir dengan diameter kawat 3,2 mm, setelah proses pembentukannya selesai, disebabkan oleh adanya lapisan putih yang sifatnya getas yang terdapat pada permukaan luar pegasnya atau tepatnya pada daerah yang mengalami retakan-retakan yang ketebalannya sekitar 30 mikrometer dan lapisan putih tersebut mencapai angka kekerasan Vickers, VHN = 891,2 kgf/mm2, sedangkan kekerasan bahannya hanya mempunyai VHN =451,45 kgf/mm2. Lapisan putih tersebut kemungkinan besar merupakan "UNTEMPERED MARTENSITE". Hal ini dilihat dari kekerasan serta hasil uji komposisi kimianya dengan energi dispersif. Pada penelitian ini diteliti juga tentang pengaruh suhu pembebasan tegangan terhadap struktur mikro dan sifat mekanis pegas ulir dan kawat baja. Dari hasil penelitian yang diperoleh, ternyata terjadi perbaikan sifat mekanis kawat baja dan pegas ulir hingga pemanasan sampai dengan suhu 350ºC, sedangkan pemanasan selanjutnya yaitu mulai dari suhu 4000C hingga suhu 500ºC, terjadi penurunan kekerasan dan kekuatan tarik, sedangkan struktur mikronya tidak mengalami perubahan."
Depok: Universitas Indonesia, 1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Danang Aditia Pranoto
"Persaingan industri yang semakin kompetitif di bidang steel wire mendorong PT. A untuk meningkatkan efisiensi khususnya dalam proses produksi dengan menggunakan sumber daya yang ada saat ini. Kriteria utama pencapaian efisiensi produksi ini diukur dari jumlah lost production yang didefinisikan sebagai selisih antara jumlah aktual bahan baku yang digunakan dengan jumlah aktual barang jadi yang dihasilkan. Semakin besar lost production yang terjadi akan berakibat semakin banyak bahan baku yang terbuang dalam proses. Oleh karena itu diperlukan pengendalian dan perbaikan dalam proses produksi.
Penelitian ini memfokuskan pada faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya lost production dalam hal ini adalah cacat pada permukaan steel wire dengan menggunakan metode Six Sigma (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), dicari akar permasalahan dan dilanjutkan dengan mencari solusi yang mungkin.
Sebagai hasil penelitian, kinerja perusahaan saat ini diterjemahkan dalam level sigma adalah sebesar 4.375 sigma, dimana nilai tersebut berada dalam standar perusahaan manufaktur namun masih belum mencapai tingkatan 6 sigma. Penyebab utama dari masalah cacat permukaan adalah gesekan permukaan material dengan dinding dapur annealing. Sebagai solusinya adalah mendisain bentuk dinding dapur annealing agar kemungkinan gesekan permukaan steel wire yang terjadi dapat dikurangi.

An increasing steel wire industry competition are getting aggressive forced PT. A to increase its efficiency especially on production process using current resources. The main criteria is measured by the number of lost production, which is define as the difference between actual total raw material used and finish good resulted. As increasing in lost production means raw material lost during process indeed. There for production process control and improve are needed.
This research focused on investigate what factors will causing lost production in this case is defect on steel wire surface using six sigma methodology which are (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) to find out the root caused and then the possible solution.
As the result of the research, performance of company is on 4.375 sigma level, which is on standard manufacture company however its still below optimum performance 6 sigma level. The main cause of defect on steel wire surface is friction between surface material and annealing furnace wall. As solution is make new design annealing furnace wall to reduce friction occurrence.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52024
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library