Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Inggrid Galuh Mustikawati
"Dalam studi ini bermaksud untuk menggambarkan hubungan antarkelompok pengungsi dan penduduk lokal di Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pasca Konflik Sampit pada tahun 2001. Pembahasan hubungan antarkelompok pengungsi dan penduduk lokal ini dalam konteks prasangka dan stereotip yang berkembang pada masing-masing kelompok. Pada saat membahas mengenai prasangka dan stereotip, akan selalu ada beberapa kemungkinan yang terjadi sebagai akibat dari hubungan antarkelompok tersebut, jika tidak mengarah pada konflik, dapat pula mengarah pada integrasi, atau mungkin keduanya. Studi yang dilakukan terhadap 15 informan ini dilakukan secara mendalam dengan menggunakan metode kualitatif dalam bentuk penyajian secara deskriptif. Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan pengungsi sebagai kelompok etnis Madura yang terintegrasi secara geografis, berbeda dengan pengungsi yang pada umumnya berlokasi terpisah secara geografis dengan penduduk lokal. Trauma secara psikologis atau peristiwa pengungsian yang mereka alami dan identitas diri sebagai kelompok etnis Madura mewarnai hubungan yang terbentuk antara pengungsi dan penduduk lokal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa potensi konflik lebih mendominasi hubungan yang terbentuk antara pengungsi dan penduduk lokal. Hal ini tidak berarti proses-proses ke arah integrasi tidak ada, hanya saja kuatnya prasangka dan stereotip terhadap kehadiran pengungsi dan pilihan menetap yang kemudian dilakukan oleh pengungi menimbulkan reaksi yang negatif pada sejumlah penduduk lokal. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa sikap dan perilaku yang menjadi kebiasaan kelompok etnis Madura yang tidak disukai oleh penduduk lokal. Meskipun nampak adanya usaha untuk mengubah citra diri, tidak berarti penduduk lokal dapat dengan mudah mengubah prasangka dan stereotip terhadap kelompok etnis Madura."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S10589
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boma Baswara
"Pandemi COVID-19 diikuti dengan fenomena prasangka terhadap tenaga kesehatan dan banjir informasi di media terkait penyakit tersebut. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat efek perbedaan jenis pesan (IV) pada prasangka
terhadap tenaga kesehatan (DV) dengan mediasi persepsi ancaman realistis dan simbolis (M). Pesan dalam penelitian ini dimanipulasi pada aspek format pesan (naratif, statistik) dan ancaman yang ditekankan dalam pesan (realistis, simbolis).
Penelitian dilakukan secara survei-eksperimental daring between-subject. Partisipan penelitian berjumlah 550 orang warga daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Partisipan secara acak dikelompokkan ke dalam salah satu kondisi, yaitu pesan statistikal, naratif ancaman realistis, naratif ancaman simbolis, dan satu kelompok kontrol. Setelah membaca teks stimulus penelitian, dilakukan pengukuran pada tingkat persepsi ancaman COVID-19 dan juga prasangka terhadap tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dalam kondisi naratif ancaman simbolis memiliki prasangka terhadap tenaga kesehatan yang lebih rendah secara signifikan jika dibandingkan dengan kelompok lainnya. Selain itu, tidak ditemukan efek perbedaan format pesan dan peran mediasi persepsi ancaman COVID-19 dalam pembentukkan prasangka terhadap tenaga kesehatan. Hasil ini mengindikasikan bahwa pesan tentang penyakit tidak selalu mengaktivasi mekanisme behavioral immune system (BIS), namun juga memiliki potensi untuk mendeaktivasi mekanisme BIS, bergantung pada penekanan gambaran dampak penyakit di dalam pesan.

The COVID-19 pandemic is followed by cases of prejudice against healthcare workers and informations flooding in the media about the disease. This research was conducted to examine the effects of message type (IV) on prejudice against healthcare workers (DV) mediated by realistic dan symbolic threat perceptions (M). Message type was manipulated in two aspects, which were message format (narrative, statistical) and the threats emphasized in the message (realistic,
symbolic). Online between-subject survey-experimental design was employed to 550 participants resided in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi (Jabodetabek) areas. Participants were randomly assigned into one of four conditions which were statistical message, realistic threat-narrative message, symbolic threat-narrative message and control gorup. After reading the stimulus, their COVID-19 threat perception and prejudice level on healthcare workers were measured. Result showed that the group exposed to symbolic threat-narrative message had significantly lower prejudice compared to the other conditions. Moreover, there was no significant difference between message format. The mediating role COVID-19 threat perception in forming prejudice against healthcare workers did not showed as well. This result indicates that information about diseases can both activate behavioral immune system mechanism (BIS) and deactivate the mechanism, depending on the emphasis put on the disease impacts pictured in the message.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library