Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwi Ari Pujianto
"Dalam rangka mencari altematif kontrasepsi untuk pria, telah dilakukan berbagai penelitian mengenai tanaman-tanaman yang diduga mengandung zat-zat antifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak cairan perasan (juice) buah paria (Momordica charantia L) terhadap kesuburan dan kadar hormon testosteron dalam darah mencit jantan strain AJ. Pemberian ekstrak dilakukan dengan dosis 800 mg/ml, 900 mg/ml, dan 1000 mg/ml selama 40 hari.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 macam perlakuan yakni dosis 800 mg/ml, 900 mg/ml, 1000 mg/ml, kontrol dengan perlakuan, dan kontrol tanpa perlakuan, dan masing-masing perlakuan dengan 6 kali ulangan.
Ekstrak buah paria diperoleh dengan cara penguapan cairan perasan (juice) buah paria menggunakan penangas air bersuhu 50 ° C. Kemudian dibuat dosis ekstrak 800 mg, 900 mg, dan 1000 mg dalam aquabides. Cairan ekstrak diberikan pada mencit secara oral dengan menggunakan spuit khusus sebanyak ± 0,5 ml dua kali sehari (pagi dan sore) selama 40 hari.
Setelah masa pemberian selesai mencit dikawinkan dengan betina dewasa fertil untuk mengetahui jumlah anak yang dilahirkan. Setelah 5 hari dicampur dengan betina, mencit dikorbankan untuk meniiai beberapa parameter kesuburan dan kadar hormon testosteron dalam darah. Parameter kesuburan yang diteliti antara lain :
A. Jumlah anak
B. Konsentrasi spermatozoa vas deferens
C. Jumlah sel-sel spermatogenik yakni :
1. Spermatogonium
2. Spermatosit preleptoten
3. Spermatosit primer pakhiten
4. Spermatid"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1997
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Asmarinah
"Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak cairan perasan (juice) buah paria terhadap kesuburan mencit jantan strain AJ. Pemberian ekstrak dilakukan pada dosis 800 mg/kg beret badan (bb), 900 mg/kg bb, dan 1000 mg/kg bb selama 40 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (PAL) dengan variasi dosis perlakuan sebanyak 5 perlakuan yaitu dosis 800 mg, 900 mg, 1000 mg, kontrol dengan perlakuan, dan kontrol tanpa perlakuan. Ekstrak buah paria diperoleh dengan cara penguapan cairan perasan (juice) buah paria menggunakan penangas air bersuhu 50°C. Selanjutnya dibuat dosis ekstrak 804 mg, 900 mg, dan 1000 mg dalam akuabides. Ekstrak diberikan pada mencit secara oral menggunakan spuit khusus sebanyak 0,5 ml.
Setelah pemberian ekstrak dilakukan selama 40 hari, mencit-mencit dikawinkan dengan mencit betina untuk menilai parameter jumlah anak yang dilahirkan. Setelah lima hari dicampur, mencit jantan perlakuan dikorbankan untuk menilai beberapa parameter kesuburan antara lain:
a. Berat testis
b. Konsentrasi spermatozoa vas deferensr
c. Populasi sel-sel spermatogenik pada tahap VII siklus epitel seminiferus, yaitu :
- Spermatogonia A
- Spermatosit preleptoten
- Spermatosit primer pakhiten
- Spermatid
d. Diameter tubulus seminiferus tahap VII siklus epitel semin iferus, dan sebagai data tambahari berat badan mencit setelah perlakuan.
Hasil yang diperoleh dan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Ekstrak juice buah paria yang diberikan pada mencit drreis 000 mg, 900 mg, dan 1000 mg selama 40 hari tidak berpengaruh terhadap :
a. Berat testis
b. Jumlah spermatogonia A, spermatosit preleptoten, dan jumlah spermatosit primer pakhiten.
c. Ukuran diameter tubules seminiferus
d. Jumlah anak
2. Ekstrak juice buah peria yang diberikan pads mencit berpengaruh terhadap:
a. Konsentrasi spermatozoa vas deferens. Dosis 900 mg dan 1000 mg berpengaruh bermakna dibandingkan dengan kontrol.
b. Jumlah spermatid. Dosis 800 mg, 900 mg, dan 1000 mg berpengaruh sangat bermakna, dan an tar ketiga dosis tersebut terdapat perbedaan bermakna."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1996
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library