Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2001
320 IND k
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Sukarno
Jakarta: Departemen Penerangan, 1964
320.5 SUK t
Buku Teks Universitas Indonesia Library
"
It is wisely advised that Indonesians need to think of sane and insanity society while they enjoy growing development. As a developing country, Indonesia is known to be located between two oceans and two big continents and inevitably is an open “conflicting” area for several parties. The parties are conflicting for ideological reasons, economical reasons, technological reasons and other reasons which may influence a society's behavior. Alienation and insanity might inevitably come as consequences for ...
"
PSJUILP 1:3 (2010)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Darji Darmodiharjo
Surabaya: Usaha Nasional , 1991
320.5 S 34
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Anggia Prasetyoputri
Bandung: UNPAR, 1984
320.509 PRA s
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Malang: Laboratorium Pancasila, IKIP Malang , 1976
320.5 SAN
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Soesanto Darmosoegondo
Bandung: Alumni, 1977
320.5 SOE f
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Malang: Laboratorium Pancasila, IKIP Malang , 1981
320.5 SAN (1)
Buku Teks Universitas Indonesia Library
"
Karakter adalah lukisan sang jiwa; ia adalah cetakan dasar kepribadian seseorang/sekelompok orang, yang terkait dengan kualitas-kualitas moral, ketegaran serta kekhasan potensi dan kapasitasnya, sebagai hasil dari suatu proses pembudayaan dan pelaziman (habitus). Karakter menentukan eksistensi dan kemajuan sekolompok orang, seperti sebuah bangsa. Bangsa yang berkarakter memiliki kepercayaan pada nilai-nilai kepribadian dan kemandirian bangsanya sendiri. Dasar dari semua sila pada Pancasila adalah gotong royong. Prinsip-prinsip dalam Pancasila mampu mengantisipasi dan merekonsiliasikan antara paham kenegaraan radikalisme sekularis ...
"
MAARIF 9:1 (2014)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
"
Bangsa ini sesungguhnya memiliki pahlawan-pahlawan dengan keagungannya sendiri dalam pelbagai bidang kehidupan, baik dari kalangan wong elit maupun wong alit. Tetapi kisah-kisah keteladanan mereka tidak terpublikasikan secara menarik dan meluas. Meskipun Indonesia melahirkan banyak sarjana lulusan S-1 hingga S-3, namun tingkat kualitas mereka layaknya pohon pisang, berbuah satu kali kemudian mati. Setelah mendapatkan gelar sarjana, mereka tidak mau berkarya kembali. Namun ada juga sarjana yang menunjukkan kualitasnya layaknya pelari jarak jauh. Selain memiliki nafas panjang ...
"
MAARIF 9:1 (2014)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library