Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"The flash flood at Sitobondo (East Java) on February 9, 2008 had caused many victims and loss of material. Discharge magnitude of this flood cannot determine the extent and return period of flood because water level in the area was not observed. Therefore, in 2007, the Research Center for water Resources had developed a formula to estimate design flood in un-gauged basin by carrying out research on regional watershed characteristics for estimation of design flood in un-gauged catchment..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Iskandar
"Dalam setiap hal yang berkaitan dengan pemanfaatan air dalam suatu wilayah tangkapan hujan (Catchment Area), peranan analisa hidrologi menjadi sangat penting. Salah satu metode analisa hidrologi yang dipakai adalah dengan melakukan pendekatan-pendekatan statistik, yang dengan melakukan pendekatan ini dapat dilakukan pengolahan data untuk menjajaki kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang. Berkaitan dengan proyek-proyek bangunan air , maka perencanaan dengan memperhatikan faktor-faktor keamanan sangat diperlukan agar bangunan tersebut dapat bennanfaat sesuai dengan kegunaannya. Misalnya untuk pembangunan bendungan untuk keperluan irigasi, seorang perencana bangunan air haruslah dapat mengetahui keadaan sebenarnya yang terjadi di lapangan. Besarnya debit air rencana yang akan diperhitungkan, bagi seorang perencana bangunan air sangat menentukan dimensi dari bangunan air tersebut. Dan seorang perencana bangunan air haruslah dapat memperkirakan umur bangunan yang akan dibangunnya. Pada kenyataannya, walaupun seorang perencana bangunan air telah dapat memperkirakan dengan baik perencanaan pembebanan yang mungkin akan ditanggung oleh bangunan tersebut, tetapi ia tidak berani menjamin apakah beban-beban perencanaan itu akan terlampaui atau tidak. Sehubungan dengan hal tersebut maka ia lalu membuat asumsi-asumsi dan memberikan faktor keamanan yang cukup besar. Agar mendapatkan hasil yang diinginkan maka dalam pelaksanaannya, pendekatan statistik melalui suatu distribusi peluang untuk analisa debit banjir rencana merupakan altematif dalam melihat karakteristik hidrologi yang mendekati dengan keadaan yang sebenarnya. Kemajuan teknologi pada saat ini melalui proses komputerisasi dapat memberikan kemudahan-kemudahan dalam melakukan suatu analisa agar menjadi lebih cepat, mudah dan menghemat waktu kerja, serta dapat memberikan hasil analisa yang optimum. Oleh karena itu dalam tugas akhir ini lebih ditekankan kepada pemodelan perangkat lunak dengan metode statistik untuk analisa debit banjir rencana, sehingga hasil yang diperoleh dapat dipakai sebagai acuan (data dasar) dalam perencanaan-perencanaan berbagai konstruksi bangunan air."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S35072
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Is Heryanto
"Kali Bekasi merupakan slur alam yang mempunyai daerah pangaliran sungai yang cukup luas, yaitu 389 km2. Lingkungan yang berada disepanjang Kali Bekasi merupakan daerah pemukiman bare, sebagai akibat dari perkembangan daerah yang saat ini berfungsi sebagai daerah penyangga ibukota Jakarta. Bencana banjir pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari 2002 pada slur-alur sungai atau ruas-ruas tertentu pada aliran Kali Bekasi yang merusakkan sarana dan prasarana yang telah dibengun dan menimbulkan kerugian harta clan jiwa. Berdasarkan hal tersebut diatas maka harus segera diambil langkah-langkah yang terpadu untuk dapat mencegah banjir pada kali Bekasi tersebut, diantaranya adalah merencanakan perbaikan pada kali Bekasi. Data hidrologi untuk kali Bekasi ini adalah data hujan yang terdapat pada stasiun-stasiun pengamatan hujan Bekasi, Cibinong, Hambalang, dan stasiun pengamat hujan Bogor. Adapun lamanya tahun pengamatan hujan ( n ) adalah selama 16 tahun pengamatan masing-masing stasiun. Lokasi kali Bekasi yang diamati adalah dari pertemuan antara kali Cikeas dan Cileungsi sebagai hula sampai pintu air kali Bekasi sebagai hilirnya, yaitu sepanjang 10,950 km. Perhitungan perencanaan perbaikan kali Bekasi ini menggunakan metode Gumbell untuk menghitung curah hujan rencana, metode poligon Thiesen untuk menghitung curah hujan wilayah, sedangkan debit banjir rencana kali Bekasi dihitung berdasarkan hidrograf satuan Nakayashu dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun lalu dibandingkan dengan debit banjir yang terjadi pada tahun 2002 yaitu sebesar 578 m3ldet, dan sebagai hasilnya didapatkan debit banjir rencana sebesar 620 M3 Met. Dad data-data dapat dihitung dimensi penampang pada kali Bekasi tersebut dengan menggunakan rumus untuk penampang pada saluran terbuka, sebagai pencegahan luapan banjir kali Bekasi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35700
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simatupang, A. Vrenky
"Banjir yang sering terjadi di daerah jakarta selalu memakan korban manusia. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu terlambatnya evakuasi korban banjir. Hal ini seharusnya sudah menjadi hal utama yang harus dipikirkan oleh pemerintah daerah Jakarta supaya kedepannya korban bencana banjir dapat segera dievakuasi dengan cepat. Untuk itu telah dikembangkan salah satu kendaraan yang dapat mengevakuasi para korban banjir secara cepat. Kendaraan tersebut adalah kendaraan amfibi yang mana dapat bergerak di daerah yang kebanjiraan dan juga di daerah yang tidak kena banjir. Serta ukuraan yang tidak terlalu besar, kendaraan amfibi ini dapat manelusuri daerah-daerah di Jakarta yang mana memiliki akses-akses jalan yang sempit.
Analisa kali ini adalah mencoba menghitung besarnya hambatan dan juga menghitung besarnya tenaga yang dibutuhkan dari kendaraan amfibi ini. Metode yang digunakan dalam perhitungan hambatan kali ini adalah dengan menggunakan peranti lunak hullspeed. Dengan perhitungan rancangan kali ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu referensi yang dapat digunakan untuk membuat kendaraan amfibi tersebut.

The flood that frequently happens in Jakarta region always takes victims. This thing happened due to several factors, one of it is the lateness of victim evacuation process. This should be the main concern of the government of Jakarta so in the future flood victims can be evacuated immediately. In order to handle the flood and its victims immediately, a special vehicle has been developed. The vehicle is an amphibious vehicle which can operate without problem not only in a normal condition but also in a flooded area. Due to its compact size this amphibious vehicle can reach Jakarta areas that have narrow access.
The analysis is try to figure out the amount of resistance and also tries to calculate the power in this amphibious vehicle. The method that is used at this resistance calculation is using hullspeed software. This design calculation later can be used as a reference for making the amphibious vehicle.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S38098
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Amanatunnawfal Ammar
"Banjir di perkotaan menjadi masalah, biasanya dapat mempengaruhi aktivitas-aktivitas antropogenik. Penduduk di negara berkembang biasanya memiliki persepsi risiko yang rendah. Oleh karenanya penting untuk dibahas mengenai bagaimana manusia menangani banjir di Pasar Minggu dan bagaimana persepsi risikonya. Diserahkannya informasi mengenai persepsi risiko banjir oleh penduduk penting untuk dibahas karena akan menggambarkan bagaimana proses berpikir seseorang yang melakukan tindakan mitigasi banjir baik secara kolektif maupun individu. Lanskap permukiman yang mengandung lanskap bahaya dan perkotaan diambil sebagai faktor utama. Dengan metode kualitatif keruangan, peneliti berhasil menemukan bahwa faktor yang membentuk persepsi risiko penduduk dan berbagai elemennya adalah kedalaman banjir, lanskap perkotaan, jarak dari sungai, social bond, dan moda komunikasi. Hasilnya mengungkapkan bahwa secara umum, terdapat beberapa faktor yang membentuk persepsi risiko banjir, yaitu kedalaman banjir, lanskap perkotaan, jarak dari sungai, social bond, dan moda komunikasi. Jarak dari sungai, lanskap perkotaan, kedalaman banjir, dan elemen afektif membentuk social bond yang kemudian social bond tersebut membentuk moda komunikasi. Moda komunikasi sendiri kemudian membentuk kognitif kemudian afektif, namun elemen kognitif tidak dibentuk oleh kedalaman banjir. Berbeda dengan elemen afektif yang dibentuk oleh kedalaman banjir layaknya social bond dan moda komunikasi yang kemudian membentuk konatif. Lalu ketiga elemen tersebut akhirnya membentuk kategori persepsi risiko banjir. Adapun untuk kategori persepsi risiko yang ditemukan sendiri adalah safety dan control. Safety dan control dibentuk oleh kedalaman banjir, jarak dari sungai, social bond, dan moda komunikasi dengan asosiasi positif. Lalu untuk hubungannya dengan lanskap perkotaan adalah asosiasi negatif. Hanya lanskap perkotaan yang memiliki asosiasi negatif dengan semua faktor.

Flooding in urban areas is a problem, it usually affects anthropogenic activities. People in developing countries usually have a low risk perception. Therefore, it is important to discuss how humans handle flooding in Pasar Minggu and how the risk is perceived. The submission of information regarding the perception of flood risk by residents is important to discuss because it will illustrate the thought process of someone who takes flood mitigation actions both collectively and individually. Residential landscapes containing hazard and urban landscapes are taken as the main factors. Using spatial qualitative methods, researchers succeeded in finding that the factors that shape residents' risk perception and its various elements are flood depth, urban landscape, distance from river, social bond, and mode of communication. The results reveal that in general, there are several factors that shape flood risk perceptions, namely flood depth, urban landscape, distance from the river, social bonds, and mode of communication. Distance from the river, urban landscape, depth of flooding, and affective elements form a social bond which then forms a social bond as a mode of communication. The mode of communication itself then forms cognitive and then affective, but cognitive elements are not shaped by the depth of the flood. In contrast to the affective elements which are formed by the depth of the flood, such as social bonds and modes of communication which then form conative. Then these three elements finally form a flood risk perception category. The categories of risk perception that were found were safety and control. Safety and control are formed by flood depth, distance from the river, social bonds, and modes of communication with positive associations. Then the relationship with the urban landscape is a negative association. Only urban landscape had negative associations with all factors."
Depok: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Dalam kurun waktu belakangan ini, permasalahan banjir adalah permasalahan yang dekat dengan keseharian kita dimusim hujan. Bahkan banjir terjadi tidak hanya di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi, namun disebabkan juga oleh rendahnya nilai kebersihan dan letak daerah yang lebih rendah dari ketinggian air sungai. Faktor keselamatan jiwa adalah faktor yang utama di setiap terjadinya bencana alam. Ada beberapa kendala yang pada umumnya kita hadapi tatkala evakuasi korban banjir terutama di pemukiman padat penduduk dan sempit. Diantaranya adalah lokasi pemukiman yang berdekatan, gang-gang sempit, pemukiman kumuh yang nilai kebersihan di daerah tersebut sangat rendah. Maka di perlukan sebuah alat transportasi yang dapat memfasilitasi kegiatan penyelamatan banjir dengan beberapa perlakuan yang berbeda. Keberadaan alat transportasi untuk penyelamatan banjir sangat diharapkan dapat mengurangi jatuhnya korban akibat bencana alam banjir. Untuk memfasilitasi kegiatan penyelamatan banjir untuk para manula, wanita hamil, orang sakit dan mereka yang memiliki keterbatasan untuk berpindah tempat, maka penulis melakukan perancangan dan pembuatan kendaraan amphibi prototype I. Dalam proses perancangan ini penults lebih menitikberatkan pada stabilitas kendaraan amphibi ketika berada di air. Hasil analisa yang di peroleh nantinya akan dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dan rekomendasi untuk pembuatan prototype kendaraan amphibi selanjutnya."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S38064
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Bayu Aji
"Jakarta sebagai Ibu kota negara, merupakan pusat perhatian public terhadap berbagai macam masalah yang muncul. Sebagai contoh adalah masalah banjir yang kian tidak terselesaikan, kota jakarta akhir-akhir ini sering sekali tergenang banjir baik yang dangkal bahkan sampai menggenangi atap rumah. Dalam suatu bencana alam, hal utama yang harus diperhatikan adalah keselamatan jiwa dari korban bencana tersebut, oleh karena itu dibutuhkan suatu sarana baru yang dapat mengakomodir pertolongan, dan sarana tersebut dapat mengatasi rintangan/halangan dalam membantu korban bencana, khususnya bagi para korban yang sudah tidak mempunyai daya atau kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Penelitian ini mengulas tentang disain awal sebuah sarana angkut yaitu kendaraan amfibi yang sangat berguna dalam membantu korban banjir, karena Kendaraan ini dapat memasuki wilayah banjir yang keadaannya dangkal bahkan keadaan yang relatif dalam. Tulisan ini juga Menjelaskan stabilitas dari disain kendaraan amfibi tersebut. Hingga pengecekkan kemiringan maksimum agar dek tidak terbenam dan masuk air, sehingga dapat membahayakan jiwa penumpang.

Jakarta as the Capital City, was the public cynosure concerning all of emerging problems. For example, flooding disaster that is becoming is not finalized, jakarta recently often is suffused shallow flooding even suffusing housing roof. In a natural disaster, a principal thing of which must be paid attention is safety of human victim, therefore it must be required a new supporting facilities of which can accomodate salvation, and the supporting facilities can overcome all barrier to assisting disaster victim, especially to all the human victim which doesn't have a power to saving their own life.
This research study about initial designing of a supporting facilities that is amphibious vehicle, a real useful in assisting flooding victim. Because, this vehicle can enter the flooding region which the state is shallow, even more deep. this research also analyzed about the stability from designing the amphibious vehicle until checking the maximum inclination, which is the dek is immersion and entered water, so it can't causing an endanger passenger life.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S38104
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover