Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Trestasya Kusumah
"Konstruk citra tubuh atau body image merupakan salah satu topik yang belum terlalu banyak diteliti di Indonesia. Biasanya diasumsikan bahwa hanya wanita yang mengkhawatirkan masalah ini sedangkan pria sama sekali tidak memperhatikan penampilan fisik mereka sehingga masalah yang terkait dengan hal ini seperti misalnya gangguan pola makan dianggap sebagai masalah wanita saja. Namun pada teori, penelitian ataupun studi terbaru, terdapat bukti bahwa citra tubuh bukan suatu masalah yang didominasi wanita saja. Pria gay ditemukan memiliki masalah serupa dan mereka memiliki reaksi yang sama dengan wanita mengenai penampilan fisik mereka. Sebagai kaum minoritas yang kerap mendapatkan diskriminasi dan juga ejekan dari masyarakat luas, terdapat beberapa faktor yang terkait serta berinteraksi dalam hidup mereka yang berkontribusi pada ketidakpuasan citra tubuh mereka. Faktor-faktor ini misalnya seperti keluarga, pelecehan seksual, tekanan untuk mendapatkan pasangan, diejek karena penampilan fisik, pernah mengalami kegemukan, tekanan dari komunitas atau teman sesama gay yang mementingkan penampilan fisik menarik dan usia yang muda, atau pernah mengalami gangguan pola makan dan juga diet yang tidak sehat. Studi kasus yang menggunakan subyek dari Indonesia dan membandingkannya dengan subyek dari Spanyol ini tidak menemukan perbedaan yang terkait dengan faktor budaya dari negara masing-masing.

Researchs about body image has not been fully explored or generate a wide interest in Indonesia. It is assumed that only women who worried or thinking about this problem, while men usually did not pay attention to their physical looks and problems related to it.Like for example eating disorders were considered to be women "problem". Nevertheless, recently there are many theories, researchs or studies that found evidence that body image is a problem that is not only dominated by women. Gay men has been found to have the same problem and they reacted in the same way women reacted to their physical looks. As a minority that often got discrimination, mocking or teasing from the heterosexual society because of their sexual orientation, there are few factors that entangled and contribute to their body image dissatisfaction. These factors such as family, sexual abuse, pressure to look good in order to have a partner, teasing regarding their physical looks, been overweight in the past, pressure from the community or gay friends about physical looks and their fear about getting old, or had eating disorder and unhealthy diet in the past. The case study with comparison between subjects from Indonesia and subjects from Spain has not found any differences related to cultural factors from each countries."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Trestasya Kusumah
"Salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam mencapai visi dan misinya adalah penerapan nilai-nilai inti dalam seluruh sektor bisnisnya (Collins, 2001). Oleh karena itu, organisasi perlu secara pro-aktif giat memberikan sosialisasi nilai-nilai inti agar nilai-nilai inti ini tertanam dalam diri karyawan dan diharapkan bisa muncul dalam perilaku karyawan. Sebagai organisasi di bidang logistik, PT. X memiliki nilai-nilai inti yang diharapkan dapat menjadi cerminan perilaku bagi karyawannya. Akan tetapi, saat ini banyak dari karyawan yang tidak menyadari pengertian dari nilai-nilai tersebut sehingga timbul perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Salah satu faktor adalah minimnya informasi yang diberikan pihak PT. X mengenai nilai tersebut dan belum pernah ada sebelumnya kegiatan sosialisasi yang khusus berkaitan untuk memperkenalkan nilai inti.Berdasarkan keadaan tersebut, peneliti memberikan intervensi sosialisasi nilai inti terhadap para karyawan menggunakan media visual statis. Dengan adanya intervensi tersebut, diharapkan bahwa media visual statis mampu meningkatkan kesadaran nilai inti hanya pada domain kognitif karyawan saja. Target domain kognitif diberikan karena menurut teori sikap tricomponent attitude model, domain ini merupakan tahap pertama yang paling penting agar karyawan bisa menyadari nilai inti PT. X. Pada pelaksanaannya, intervensi sosialisasi nilai inti juga memasuki sebagian level afektif. Hasil penelitian yang menggunakan metode pengambilan data kuantitatif dan kualitatif memberikan informasi bahwa intervensi sosialisasi nilai inti dengan menggunakan media visual statis tidak memberikan pengaruh yang signifikan dan hanya berfungsi sebagai pengingat kembali atau reminder dari nilai inti PT. X yang sudah dilupakan oleh karyawannya.
One of the successful keys that the organization applies in order to achieve its vision and mission is the core values application in its every business sector (Collins, 2001). In regards to this situation, an organization requires a pro active socialization within their core values for their employees and expect it to appear frequently on their employee behavior at work. As one of the leading logistic companies, X company comprises six core values that were expected to appear on their employee's behavior. Unfortunately, many of the employees don't possess any awareness of these core values. One of the factors is the lack of information on core values that X company provide to their employees. Moreover, there had never been any socialization activity conducted that specializes in company core values. Regarding the situation, the researcher decided to offer an intervention for employees, specializing in core values socialization using visual static media. The intervention is expected to increase core values awareness on employees' cognitive level, with the support of the visual static media. Cognitive domain was the objective for this research as referred to tricomponent attitude model theory, where this domain is the first and the most important stage. This will result in employees' awareness for X company core values. During the intervention's implementation, it is found that core values socialization also manages to 'penetrate' half of the affective level. Two kinds of methods that is applied for this reseach; quantitative and qualitative. These methods provide important results, that socialization intervention using visual static media didn't contribute any significant influence and it solely functions as a reminder for the X company employees."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2010
T38292
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library