Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shofi Azzahra
"Meningkatnya prevalensi hipertensi di Indonesia mempengaruhi jumlah penggunaan obat antihipertensi, serta masih banyak penderita hipertensi yang belum mendapatkan pengobatan yang efektif dan rasional membuat evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi penting untuk dilakukan. Penggunaan obat antihipertensi harus mengikuti acuan yang berlaku di Indonesia yaitu Formularium Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi. Desain penelitian adalah cross-sectional dan bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dari resep dan rekam medis dengan metode retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah sebanyak 2814 resep. Berdasarkan hasil penelitian, hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan 65,79, kelompok usia 45-64 51,78, dan pasien Non BPJS 68,68. Jumlah total penggunaan obat antihipertensi sebesar 38972,03 DDD dengan peringkat tiga besar obat antihipertensi dengan penggunaan terbanyak diantaranya adalah amlodipin 24812,97 DDD, 1,4096 DDD/1000 pasien/hari, dan 0,7698 DDD/1000 penduduk/hari , valsartan 5397,22 DDD, 0,3066 DDD/1000 pasien/hari, dan 0,1674 DDD/1000 penduduk/hari, dan kaptopril 4979,64 DDD, 0,2829 DDD/1000 pasien/hari, dan 0,1545 DDD/1000 penduduk/hari. Kesesuaian penggunaan obat antihipertensi di RSUD Jagakarsa pada tahun 2017 dengan Formularium Nasional adalah 100. Penggunaan obat antihipertensi telah sesuai dengan Formularium Nasional, sehingga penggunaan obat antihipertensi yang efektif diharapkan dapat tercapai.

Increasing prevalence of hypertension in Indonesia affecting the amount of antihypertensive use, and there were still many hypertensive patients who did not receive effective and rational treatment made it necessary to evaluate the use of antihypertensive. The uses of drugs in health facilities must comply with national reference, namely the National Formulary. This study was conducted to evaluate the use of antihypertensive in hypertensive patients. The research design was cross sectional and descriptive. Data used were secondary data from prescriptions and medical records by retrospective method. Sampling was done in total sampling, with total samples of 2814 prescriptions. The results showed that 65,79 of hypertension outpatients were females, 51,78 were 44 to 64 years old, and 68,68 did not follow the BPJS Program. The total use of antihypertensive was 38972,03 DDD and the three most widely used antihypertensives were amlodipine 24812,97 DDD, 1,4096 DDD 1000 patients day, and 0,7698 DDD 1000 inhabitants day, valsartan 5397,22 DDD, 0,3066 DDD 1000 patients day, and 0,1674 DDD 1000 inhabitants day, and captopril 4979,64 DDD, 0,2829 DDD 1000 patients day, and 0,1545 DDD 1000 inhabitants day. The use of antihypertensive was 100 appropriate according to National Formulary. The use of antihypertensive was appropriate according to National Formulary, therefore effective use of antihypertensive is expected to be achieved."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shofi Azzahra
"Seorang apoteker memegang peranan penting di apotek, pedagang besar farmasi, dan industri farmasi. Seorang apoteker harus memenuhi standar kompetensi apoteker sebagai persyaratan untuk memasuki dunia kerja dan menjalani praktik profesi. Standar kompetensi apoteker Indonesia terdiri dari sepuluh standar kompetensi sebagai kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh seorang apoteker. Sebagai bekal dan pengalaman bagi calon apoteker untuk dapat memahami peran apoteker dan meningkatkan kompetensi, maka dilaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Kimia Farma No 375 Depok, PT Anugerah Pharmindo Lestari dan PT Sydna Farma Periode Bulan Februari-Mei 2019. Melalui PKPA, calon apoteker diharapkan dapat memperluas wawasan, pemahaman, serta pengalaman untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di tempat praktik kerja profesi.

A pharmacist plays an important role in pharmacy, pharmaceutical wholesalers, and the pharmaceutical industry. A pharmacist must meet pharmacist competency standards as a requirement for entering the workforce and undergoing professional practice. Indonesian pharmacist competency standards consist of ten competency standards as a capability expected by a pharmacist. As a provision and experience for prospective pharmacists to be able to understand the role of pharmacists and improve competence, the Pharmacist Professional Work Practice (PKPA) was implemented at Apotek Kimia Farma No. 375 Depok, PT Anugerah Pharmindo Lestari and PT Sydna Farma for the February-May 2019 Period. Through PKPA , prospective pharmacists are expected to broaden their horizons, understanding, and experience to do pharmaceutical work in professional workplaces."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library