Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Christye Aulia
"Penyakit inflamasi usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada kolon, penyakit ini sebaiknya diobati dengan sistem penghantaran obat tertarget pada bagian spesifik. Sistem penghantaran yang ditargetkan untuk pengobatan IBD dirancang untuk meningkatkan konsentrasi obat pada jaringan lokal. Deksametason merupakan obat yang memiliki efek anti inflamasi dan antifibrosis yang dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan parut yang timbul pasca operasi IBD. Penelitian ini bertujuan untuk membuat beads kalsium-alginat deksametason yang hanya dilepas pada kolon. Beads dibuat menggunakan natrium-alginat yang disambung silang dengan Ca2+ melalui metode gelasi ionik, dengan perbandingan antara natrium alginat-deksametason (3:1). Konsentrasi natrium-alginat yang digunakan sebesar 3% b/v dengan varian konsentrasi CaCl2 sebagai agen sambung silang yakni 2% (formula 1), 3% (formula 2), dan 4% (formula 3). Beads yang telah dibuat akan dikarakterisasi untuk mengetahui bentuk dan morfologi beads, distribusi ukuran partikel beads, kadar air, efisiensi proses, indeks mengembang, uji kandungan obat, efisiensi penjerapan deksametason dalam beads dan evaluasi pelepasan obat secara in vitro yang kadar deksametasonnya ditetapkan secara spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya diperoleh bentuk beads yang hampir bulat dengan kisaran ukuran antara 630 - >800 µm. Efisiensi penjerapan terbesar diperoleh dari beads formula 1 yaitu sebesar 98,14% sedangkan setelah disalut dengan eudragit® S100 menggunakan alat fluid bed dryer diperoleh beads formula 4 dengan efisiensi penjerapan sebesar 67,78%. Beads formula 1 hanya bersifat enterik dan belum mampu menahan pelepasan zat aktif hingga di pH kolon, sedangkan beads formula 4 memiliki profil pelepasan yang lebih baik karena dapat melepas zat aktif sampai di pH kolon secara bertahap dan bertahan selama 8 jam saat di pH kolon.

Inflammatory Bowel Disease (IBD) is a disease of inflammation in the colon, therefore this disease should be treated with targeted drug delivery systems on site-specific. Targeted delivery systems for the treatment of IBD is designed to increase the drug concentration in the local tissue. Dexamethasone is a drug having anti-inflammatory and antifibrosis effects which is used to repair scar tissue arising from postoperative IBD. This research purpose to create calcium-alginate beads dexamethasone to be released only in the colon. Beads were made ​​by using sodium-alginate and Ca2+ as crosslinker by ionic gelation method, with ratio between sodium alginate-dexamethasone (3:1). A concentration of solution sodium alginate 3 % b/v with variation concentration of crosslinker is 2% (formula 1), 3% (formula 2), and 4% (formula 3). Beads ​​will be characterized to determine the form and morphology of the beads, particle size distribution of the beads, moisture content, process efficiency, swelling ratio, drug content, encapsulation efficiency and drug release determined by spectrophotometry UV-Vis. The results obtained were spherical beads with a size range between 630 -> 800 μm with the greatest encapsulation efficiency obtained from the beads formula 1 with the amount of 98.14% and after coated with Eudragit® S100 using a fluid bed dryer apparatus, beads of formula 4 was obtained with an encapsulation efficiency of 67,78%. Beads formula 1 were only released in stomach pH and not able to hold up the release of the active substance in colonic pH, whereas beads of formula 4 releasing dexamethason gradually more than 8 hours in colonic pH, and has a better release profile for the active substance.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
S44878
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christye Aulia
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia bertujuan mengetahui tugas, fungsi dan ruang lingkup kegiatan pengawasan obat dan makanan, serta peran apoteker dalam melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria dan prosedur, serta pelaksanaan pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian dan standardisasi obat tradisional, kosmetik dan produk komplemen. Tugas khusus yang dilakukan adalah melakukan kajian ASEAN Cosmetic Directive (ACD). Tujuannya untuk mengkaji apakah terdapat pasalpasal bermasalah dalam ACD yang mempengaruhi perkembangan pasar kosmetik di ASEAN khususnya Indonesia serta keterkaitannya dalam pencapaian tujuan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Memahami peran BPOM RI sebagai delegasi Indonesia dalam harmonisasi ASEAN di bidang kosmetik.

Pharmacist Internship at Directorate of Standardization Traditional Drug, Cosmetics and Complement Product Nation Agency of Drug and Food Control of the Republic Indonesia aims to knowing about the duties, functions and scope of drug control activities and food, as well as the pharmacist's role in carrying out the preparation of policy formulation, development of guidelines, standards, criteria and procedures, as well as the implementation of control, technical guidance and evaluation in the field of control and standardization of traditional medicine, cosmetics and products complement. Specific task done is to study the ASEAN Cosmetic Directive (ACD). The goal is to assess whether there are clauses in the ACD problems affecting the development of the cosmetics market in ASEAN, especially Indonesia and its relevance in achieving the goals of the ASEAN Free Trade Area (AFTA). Aim NAFDC Indonesian RI's rules as delegated in ASEAN Cosmetics Harmonization"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2015
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Christye Aulia
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Safa bertujuan untuk memahami peran apoteker dalam kegiatan pelayanan kefarmasian di apotek, memahami kegiatan pengelolaan apotek yang baik melalui pengamatan langsung kegiatan administrasi, pelayanan dan manajemen di Apotek Safa serta mengetahui lokasi, desain eksterior-interior, produk farmasi yang ditawarkan, pelayanan kefarmasian serta harga perbekalan farmasi di apotek pesaing. Sedangkan tugas khusus yang dilakukan adalah mengevaluasi pengadaan persediaan obat dengan metode analisis pareto (ABC) di Apotek Safa periode Agustus - Oktober 2014. Hasilnya diketahui bahwa 199 item merupakan pareto A, 233 item merupakan pareto B, dan 302 item merupakan pareto C.

Pharmacist Internship at Apotek Safa aims to understand the role of the pharmacist in the pharmacy pharmacy service activities, understand the good pharmacy management activities through direct observation of administrative activities, services and management in pharmacy Safa and knowing the location, exterior-interior design, pharmaceutical products offered, pharmacy services and prices of pharmaceuticals in pharmacies competitors. While the specific task done is to evaluate the drug supply procurement Pareto analysis method (ABC) in Pharmacy Safa period from August to October 2014. The results revealed that the Pareto A 199 items, 233 items are Pareto B, and 302 items are Pareto C.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2015
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Christye Aulia
"Praktek Kerja Profesi Apoteker PT. Glaxo Wellcome Indonesia bertujuan untuk mengetahui serta mempelajari penerapan CPOB dan peran apoteker di dalam industri farmasi. Melalui praktek kerja profesi apoteker ini dapat diketahui bahwa peran apoteker dalam struktur organisasi PT. Glaxo Wellcome Indonesia tidak hanya terletak pada tiga personil kunci. Apoteker juga memiliki peran pada divisi lainnya, yaitu Technical, Compliance, dan Logistik. Tugas khusus mengenai standar kerja repacking di PT. Glaxo Wellcome Indonesia dilakukan untuk mengetahui tujuan pengembangan standar kerja repacking dan mengidentifikasi pemborosan yang terjadi terkait standar kerja berdasarkan hasil observasi pada proses repacking vaksin. Pemborosan yang teridentifikasi pada kegiatan repacking meliputi defect, waiting, motion dan processing yang menghasilkan variasi proses dan waktu sehingga menyebabkan inkonsistensi proses pada setiap siklus repacking yang dilakukan membantu dalam memastikan konsistensi proses kerja melalui standar kerja yang telah dikembangkan.

Practice Pharmacist Profession PT. Glaxo Wellcome Indonesia aims to determine and study the implementation of the GMP and the role of pharmacists in the pharmaceutical industry. Through the practice of a pharmacist's professional work can be seen that the role of the pharmacist in the organizational structure of PT. Glaxo Wellcome Indonesia not only lies in three key personnel. Pharmacists also have a role in other divisions, namely Technical, Compliance, and Logistics. Specific tasks concerning labor standards repacking in PT. Glaxo Wellcome Indonesia was conducted to determine the purpose of developing standards and identify waste repacking work taking place in the working standard is based on the observation on repacking the vaccine. Waste identified in repacking activities include defect, waiting, motion and processing that produces a variety of processes and time, causing inconsistencies in each cycle repacking process conducted assist in ensuring the consistency of the process of working through labor standards that have been developed"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2015
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library