Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 159725 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ravi Hakeem Kusuma Rahman
"Artikel ini membahas strategi dan kebijakan General Motors untuk bertahan pada masa Great Depression dari tahun 1929 sampai tahun 1935. Great Depression yang melanda negara Amerika Serikat mengakibatkan sektor industri goyah, tidak terkecuali General motors yang saat itu sedang mengalami kemajuan pesat sebagai manufaktur mobil tersukses mengungguli Ford dan Chrysler. Alfred P. Sloan sebagai direktur utama beserta jajaran direksi General Motors bertanggung jawab untuk mengeluarkan General Motors dari jurang depresi ekonomi. Sejumlah strategi diformulasikan untuk mempertahankan eksistensi General Motors, seperti menurunkan harga mobil mewah, mengurangi jumlah pekerja, hingga memberikan menggunakan bantuan kredit bernama General Motors Acceptance Corporation (GMAC) yang sudah lebih dulu dibentuk sejak 1919. Strategi perusahaan yang dirumuskan Sloan bersama timnya bertujuan membantu General Motors agar bisa bertahan ditengah kekacauan depresi ekonomi yang melanda Amerika Serikat. Oleh karena itu, penulis berargumen bahwa General Motors mengeluarkan kebijakan dan strategi seperti pemotongan biaya produksi dan pengurangan pekerja agar tetap bertahan selama gempuran Great Depression. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Berbeda dengan kajian-kajian sebelumnya yang membahas dampak Great Depression terhadap manufaktur mobil di Amerika Serikat secara umum, penelitian ini terfokus pada strategi General Motors serta dampaknya terhadap perusahaan dan masyarakat Amerika Serikat. Sumber-sumber yang digunakan pada artikel ini adalah surat kabar, poster, buku serta jurnal yang terkait dengan General Motors.

The article discusses General Motors strategies and policies to survive the Great Depression from 1929 to 1935.The Great Depression that hit the United States caused the industrial sector to falter, including General Motors, which at that time was experiencing rapid progress as the most successful car manufacturer outperformed Ford and Chrysler. Alfred P. Sloan as the president director and board of directors of General Motors is responsible for getting General Motors out of the brink of the economic depression. Strategies are formulated to maintain the existence of General Motors, such as reducing the price of luxury cars, reducing the number of workers, to providing credit assistance called the General Motors Acceptance Corporation (GMAC) which was formed in 1919. The company strategy formulated by Sloan together aims to help General Motors to can survive amid the economic turmoil that engulfs the United States. Therefore, the authors argue that General Motors issued policies and strategies such as cutting production and worker costs in order to survive during the Great Depression. This study uses a historical method which includes stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. In contrast to previous studies that discussed the impact of the Great Depression on car manufacturing in the United States in general, this study focuses on General Motors' strategy and its impact on US companies and society. The sources used in this article are newspapers, posters, books and journals related to General Motors."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Harcourt, Brace, 1964
338.476 GIA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"The financial crisis which has occurred since last year in the united State has spread up to the whole world including to Europe. This financial crisis gave impacts in many industrial sectors such as in the automobile industry and banking...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ginting, Albina Br; Tampubolon, Jongkers; Aritonang, Johndikson
"The aim of this study; a) identification of food commodities and fruit that has the potential to be processed into intermediate products and finished products in Deli Serdang Regency, b) to determine priorities and strategies for the development of food commodities as raw fruit processing industry in Deli Serdang Regency. This study uses analysis Location quetion (LQ), descriptive and SWOT analysis. Based on the results of the study concluded; a) Commodity featured food .that has the potential to be processed as raw material for agro-industries in Deli Serdang Regency are; cassava, maize, soybean and rice. Then conunodity fruits featured potentially be developed in Deli Serdang are; rambutan, guava, banana and barking, b) Priorities featured food commodities to be developed as a raw material processing industry, 4n Deli Serdang is cassava fox industrial starch, chips, opaque, noodles and animal feed; commodity com for the manufacture of noodles,- crackers/ snacks and animal feed; Soybean for tempe and tauco, c) The priority commodities that can be developed seeded fruit farmers for the purpose of raw materials processing industry in Deli Serdang are rambutan, guava barking and for the manufacture of candied fruit in cans or plastic. And bananas for the manufacture of raw materials for chips and cake/bread. Based on the conclusions suggested; a) the Government through the Department of Agriculture of Deli Serdang Regency needs to provide capital support farming on a rolling basis so that farmers can increas production in a sustainable manner, b) In order to develop food commodities featured the necessary cooperation between farmers/ farmer gror facilitating farmers/ farmer groups to establish partnerships with industries in the region this."
Universitas HKBP Nonmensen, 2017
VISI 25:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Syahresmita
"ABSTRAK
Industri pengolahan rotan sangat diharapkan menjadi salah satu tumpuan sumber penerimaan devisa bagi Indonesia. Melihat dari sumber daya hutan (rotan) dan jumlah tenaga kerja yang dimiliki Indonesia, produk barang jadi rotan dapat dikatakan mempunyai keunggulan komparatif dipasar internasional, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk barang jadi rotan Indonesia, namun daya saing tersebut cenderung semakin menurun. Dalam era globalisasi setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saingnya. Untuk itu perlu adanya strategi yang tepat dalam rangka peningkatan daya saing industri pengolahan rotan Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya saing produk barang jadi rotan Indonesia dipasar internasional, mengetahui peran pemerintah dan memberikan alternatif strategi peningkatan keunggulan daya saing industri pengolahan rotan Indonesia.
Identifikasi daya saing produk barang jadi rotan Indonesia dilakukan melalui perhitungan Revealed Comparative Advantage (RCA); sedangkan penentuan strategi peningkatan keunggulan daya saing industri pengolahan rotan Indonesia menggunakan teknik Proses Hirarki Analitik dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan bersaing menurut Diamond Porter's.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang lebih berperan dalam peningkatan keunggulan daya saing industri pengolahan rotan adalah: kondisi permintaan, diikuti secara berurutan oleh faktor kondisi; industri terkait dan pendukung; strategi; struktur dan persaingan; kebijakan pemerintah dan kesempatan/peluang. Pelaku yang diharapkan dapat lebih berperan aktif dalam peningkatan keunggulan daya saing industri pengolahan rotan Indonesia adalah industri, diikuti oleh pemerintah, lembaga keuangan/ perbankan, industri pemasok, asosiasi, negara tujuan ekspor dan negara pesaing.
Sedangkan alternatif strategi yang lebih diprioritaskan adalah penciptaan iklim usaha kondusif, diikuti oleh peningkatan promosi dan informasi pasar serta penguatan keterkaitan aktivitas dalam rantai nilai, walaupun bobot setiap alternatif strategi tidak jauh berbeda."
2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azhar Fitri
"Industri manufaktur sebagai penghasil devisa negara, berperan penting dalam memperkuat struktur perekonomian Indonesia. Kuatnya struktur industri hulu dan antara (termasuk pertambangan, pengolahan, pertanian, kehutanan, dan barang modal lainnya) sebagai penghasil bahan baku yang berkontribusi terhadap pendapatan devisa negara, serta penyelaras faktor pertumbuhan sub sektor ekonomi, akan memperkuat dasar dan mendukung percepatan pertumbuhan industri turunan/hilirnya. Krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia dan negara Asia lainnya pada pertengahan tahun 1997 mengakibatkan penutupan industri yang mengandalkan bahan baku impor. Penguatan struktur industri melalui pengisian kekosongan pohon industri diharapkan mampu mengisi peluang perluasan dan pengembangan industri hilir yang berimplikasi pada penguatan struktur industri, pertumbuhan kesempatan berusaha, pertumbuhan tenaga kerja, serta alternatif penambahan devisa negara. Melalui penelusuran pohon industri petrokimia dan besi baja diharapkan akan ditemukan peluang penumbuhan industri yang kompeten dalam menyediakan bahan baku/pendukung bagi industri hilir sesuai resource base (kekayaan sumber daya) Indonesia, added value dan prospek pasar yang cerah, sehingga menghasilkan produk yang memiliki daya saing dan daya tahan di pasar internasional didukung strategi dan kebijakan yang kondusif.
Penelitian bertujuan menggali peluang usaha industri turunan petrokimia dan besi baja yang berpotensi ditumbuhkembangkan berdasarkan ketersediaan bahan baku (local content) dan permintaan (demand) produk industri. Penelitian dilakukan dengan metode kajian kepustakaan/survei dokumentasi, metode wawancara (dan pengisian kuesioner) dari narasumber terkait, serta metode evaluasi. Analisis metode deskriptif menggunakan SWOT (Strength - Weakness - Opportunities- Threat) analysis untuk mendapatkan posisi kekuatan dan kelemahan struktur industri secara internal-eksternal, selanjutnya dievaluasi dengan uji AHP (Analytical Hierarchy Process) melalui pengolahan data primer hasil wawancara/kuesioner narasumber dari DJ-ILMEA (Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka), DJ-IKAH (Direktorat Jenderal Industri Kimia, Agra, dan Hasil Hutan), DJ-KLIPI (Direktorat Jenderal Kerjasama Lembaga Industri dan Perdagangan), serta DJ-IKDK (Direktorat Jenderal industri Kecil dan Dagang Kecil), Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Skenario prioritas pengembangan industri dengan pendekatan konsep Porter's Diamond, mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhi daya saing industri meliputi : kondisi faktor, kondisi permintaan; industri terkait/pendukung; struktur dan persaingan; serta kebijakan pemerintah. SWOT analysis terhadap posisi industri didapat turunan petrokimia dan besi baja yang sangat berpeluang dikembangkan meliputi : Acetic Anhydride; Acrylonitrile; Aniline (phenyl amine, ammobenzene); Monoethanolamine; (Ethanol amine); 0-, M- , P-Phenylenediamine; Poly methyl methacrylate; serta Vinyl acetat (Ethanyl ethanoat); Industri turunan besi baja : Alloy Pig Iron, Shaft Bars dan Semi-finish Stainless Steel. Optimalisasi sumber daya industri dalam rangka meningkatkan daya saing industri dilakukan melalui pemanfaatan potensi internal berupa maksimalisasi kekuatan struktur industri serta minimalisasi kelemahan/dampak eksternal industri. Faktor internal meliputi : optimalisasi pemanfaatan sumber daya bahan baku, orientasi pasar, penguatan ketrampilan sumber daya manusia, fasilitas manufaktur, dan jalur distribusi. Faktor eksternal meliputi : pertumbuhan permintaan, pengguna, teknologi, harga produk, serta persaingan."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T 1804
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusuf Nugroho
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S41449
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Sugiyono
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kompon karet ban dalam sepeda dengan menggunakan bahan pelunak minyak minarek dan minyak kernel kelapa sawit. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 (dua) faktor, yaitu konsentrasi minyak yang digunakan (5 phr, 10 phr dan 15 phr) dan jenis minyak sebagai bahan pelunak (minyak minarek dan minyak kernel kelapa sawit).
Hasil penelitian diperoleh untuk parameter kekerasan semua perlakuan tidak memenuhi persyaratan SNI ban dalam dari karet untuk sepeda motor (SNI 06-1542-1989), sedangkan parameter Tegangan putus dan Perpanjangan putus untuk semua perlakuan memenuhi persyaratan SNI ban dalam sepeda (SNI 06-7066-1989). Nilai tegangan putus untuk masing-masing perlakuan yaitu A1B1 = 109,67 kg/cm2, A1B2 = 108,67 kg/cm2, A2B1 = 123,33 kg/cm2, A2B2 = 120,67 kg/cm2, A3B1 = 142,33 kg/cm2, dan A3B3 = 141,33 kg/cm2. Nilai perpanjangan putus yaitu A1B1 = 640 %, A1B2 = 639 %, A2B1 = 675,33%, A2B2 = 668,67%, A3B1 = 691,67%, dan A3B3 = 685,33%."
Yogyakarta: Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik, 2016
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sirma Oktaviani
"Efek liberalisasi impor terhadap produktivitas industri dapat terjadi melalui peningkatan akses variasi input serta transfer teknologi yang melekat pada produk impor. Selain kegiatan impor, faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas adalah kompleksitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh impor bahan baku terhadap produktivitas perusahaan yang lebih banyak menghasilkan produk kompleks. Dengan menggunakan data Survei Industri Besar dan Sedang tahun 2010-2014, produktivitas level perusahaan dihitung berdasarkan metode Levinshon-Petrin (2003) untuk mengendalikan bias seleksi dan simultanitas. Sedangkan Product Complexity Index (PCI) dihitung menggunakan konsep keragaman dan ubiquity produk yang dikenalkan oleh Hidalgo&Hausmann (2009). Hasil perhitungan PCI menunjukkan rata-rata kompleksitas produk pada industri ISIC 3 digit adalah 0.0946 dengan nilai minimum -2.1324 dan maksimum 2.2157. Dengan melibatkan efek tetap perusahaan dan waktu, hasil empiris menunjukkan impor bahan baku mempengaruhi produktivitas perusahaan penghasil produk kompleks secara signifikan sebesar -0.0405. Selain itu, diketahui bahwa industri manufaktur memerlukan waktu yang lebih lama (learning effect) untuk menyerap teknologi pada produk kompleks sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

The effect of import liberalization on industrial productivity can occur through increased access to input variations and technology transfer inherent in imported products. In addition to import activities, another factor that can affect productivity is the complexity of the products produced by firms. This study aims to look at the effect of imported raw materials on the productivity of firms that produce more complex products. By using the 2010-2014 Large and Medium Industry Survey data, firm-level productivity is calculated based on the Levinshon-Petrin (2003) method to control selection and simultaneity bias. Whereas Product Complexity Index (PCI) is calculated using the concept of product diversity and ubiquity introduced by Hidalgo & Hausmann (2009). PCI calculation results show the average product complexity in the 3-digit ISIC industry is 0.0946 with a minimum value of -2.1324 and a maximum of 2.2157. By involving the firm's fixed effects and time, empirical results show that imports of raw materials significantly influence the productivity of firms producing complex products by -0.0405. In addition, it is known that the manufacturing industry requires a longer time (learning effect) to absorb technology in complex products so as to increase firm productivity."
Depok: Universitas Indonesia, 2019
T52947
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Candra Bangun Wiguna
"Penelitian ini membahas mengenai pembutan serious simulation game peranan manajemen armada dalam distribusi. Manajemen armada merupakan salah satu faktor penting dalam distribusi karena berkaitan dengan kapasitas distribusi, penjadwalan pengiriman dan pemeliharaan kendaraan. Belum adanya serious simulation game yang membahas peranan manajemen armada. Penelitian ini menggagaskan media pembelajaran manajemen armada menggunakan serious simulation game. Penelitian ini menggunakan media permainan papan sebagai sarana pembuatan permainan. Berdasarkan hasil ketika menjalankan permainan, serious simulation game peranan manajemen armada ini sudah cukup menggambarkan dan dapat menyampaikan poin pembelajaran yang terdapat pada permainan.

This research discusses the designing of serious simulation game the role of fleet management in distribution and logstic. The main factors in transportation are the distribution capacity, operational of fleet, and fleet maintenance. Those are the top element in fleet management. Serious simulation games that concern in distribution and logistic has not reach the fleet management factors. This paper answer the need of learning media in teaching the role of fleet management in distribution and logistic. This research use board game as a media in building the game. The pilot testing result of this game shows that this game can accommodate the learners need in fleet management role in distribution and logistic.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S47160
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>