Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 209053 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zahra Silmi Kaffah
"Penelitian ini membahas prosedur dan teknik penerjemahan teks berbahasa sumber Arab yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis prosedur dan teknik yang digunakan oleh penerjemah dalam mengalihkan makna teks informatif berupa siaran pers Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta yang dipublikasikan pada 21 Mei 2018. Penelitian ini berfokus pada tataran leksikal penerjemahan yaitu penyepadanan pada tataran kata. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kualitatif. Objek yang diteliti adalah seluruh kata pada teks sumber. Teori yang digunakan yaitu teori prosedur penerjemahan oleh Vinay dan Dalbernet (1995) dan teori techniques of adjustment penerjemahan oleh Nida (1964). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 5 prosedur penerjemahan yaitu peminjaman (borrowing) sebanyak 8,8%, terjemahan literal sebanyak 60%, modulasi (modulation) sebanyak 6,8%, kesepadanan (equivalence) sebanyak 6%, transposisi (transpotition) sebanyak 6,8%, dan 2 teknik penerjemahan yaitu penambahan (addition) sebanyak 4,3%, dan penghilangan (subtraction) sebanyak 10,3%.

This research discusses procedures and techniques for translating Arabic source texts translated into Indonesian. This research aims to analyze the procedures and techniqu eused by translators in diverting the meaning of informative texts of press release from the Embassy of the Kingdom of Saudi Arabia in Jakarta published on May 21, 2018. This research focuses on the lexical level of translation. Qualitative methods was used as the research design of the research. The objects studied are all words contained in the source text. The theories used in this research are the theory of translation procedures by Vinay and Dalbernet (1995) and the theory of techniques of adjustment translation by Nida (1964). The results reveals that the translator use five procedures of translation and two techniques of adjusment translation with the most frequently used translation procedure is literal translation (60%), then it was followed by subtraction (10,3%), borrowing (8,8%), modulation (6,8%), transpotition (6,8%), equivalence (6%), and addition (4,3%)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Faris Aditya Widyagani
"Penelitian ini membahas fenomena pergeseran makna yang terjadi dalam proses penerjemahan dalam manga Bleach, serta melakukan perbandingan antara versi online dengan versi cetak Bleach. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbasis pada studi pustaka.
Hasil penelitian menyatakan bahwa pergeseran makna benar terjadi dalam proses penerjemahan atas dasar beberapa alasan dari pihak penerjemah. Hasil penerjemahan yang ada pada kedua versi hanyalah satu dari banyaknya kemungkinan hasil penerjemahan yang lain, sehingga penerjemah yang berbeda dapat menghasilkan penerjemahan yang berbeda.

This research discusses translation shift phenomena that happen during a translation process of a manga series, Bleach, as well as comparing both the online version of Bleach and the printed version. This research utilizes a qualitative method with literature studies as its ground.
The result of the research proves that translation shift does happen during the process of translation based on several reasons that translators have, and also that the result of the translation process is just one out of many other possibilities, as different translators produce different translations.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42039
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Ajeng Koeshamimurti Amanda Zenitha
"Buku ajar Bahasa Mandarin susunan penulis Tiongkok, Singapura, dan Taiwan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia banyak beredar di toko buku Jakarta saat ini, salah satunya adalah buku “Tionghoa Interaktif III”. Dalam buku ini ditemukan beberapa frase nominal yang tidak diterjemahkan dengan baik oleh penerjemah buku ajar. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, penulisan ini bertujuan untuk menganalisis frase nominal tersebut, serta memberikan terjemahan yang seharusnya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu para pengguna buku, khususnya pelajar Bahasa Mandarin tingkat pemula agar dapat lebih memahami makna frase-frase nominal tersebut, serta memahami metode yang sebaiknya digunakan untuk menerjemahkan frase-frase nominal tersebut.
Chinese language textbook that written by China, Singapore, and Taiwan writer were translated into bahasa Indonesiaare circulating in bookstores Jakarta today, one of them is"Tionghoa Interaktif III" book. In this book, writer discovered a lot ofnominal phrases that do not translated well. By using descriptive analysis method, this paper aims to analyze and give a supposed translation of the nominal phrase. Hopefully this research can help book user, especially the beginner learners to better understand the meaning of these nominal phrases, as well as to understand the methods that should be used to translate these nominal phrases."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Reyna Vidyantari
"Penelitian bertujuan menimbang strategi yang efektif untuk menerjemahkan istilah TI dari bahasa Inggris ke bahasaIndonesia khususnya di bidang pelokalan. Teknik analisis yang digunakan adalah model deskriptif dengan kajian pustaka. Tahap pertama analisis adalah menyatakan ideologi penerjemahan dari teks dan metodenya, lalu memilah prosedur yang paling banyak digunakan dalam menerjemahkan istilah TI. Kemudian strategi dinilai kesesuaiannya dengan fungsi dantujuan teks, serta konteks. Dari 64 istilah TI yang dianalisis, ditemukan bahwa ideologi yang digunakan adalah pengasingan dengan metode semantis. Beberapa prosedur yang paling sering digunakan dan berhasil mencapai skopos, yaitu prosedurtransferensi sebanyak 24, pemadanan harfiah sebanyak 13, kalke sebanyak 7, naturalisasi sebanyak 8, pemadanan kulturalsebanyak 2, pemadanan berkonteks sebanyak 2, transkreasi sebanyak 2, penghapusan sebanyak 1, serta gabungan dari beberapa prosedur (kuplet) sebanyak 3. Prosedur itu berhasil menghasilkan terjemahan yang dapat dipahami olehpengguna dan mencapai fungsi dari sebuah teks petunjuk pengguna.

This study aims to consider effective strategy for translating IT terms from English to Indonesian especially in localizationindustry. The analysis method used is a descriptive model with a literature review. The first stage of the analysis is to sortout what translation ideology and methods were used and what techniques were most widely used in translating IT terms.Then the strategy was assessed for its suitability with the function and purpose of the text, as well as the context. Of the 64 IT terms analyzed, it was found that foreignization is the ideology of the text with the semantic translation method. Several translation techniques were found and were most frequently used and succeeded in achieving skopos, namely 24transferences, 13 literals, 7 calques, 8 naturalizations, 2 cultural equivalence techniques, 2 contextual conditioning, 2transcreations, 1 deletion, and 3 combinations of several techniques (couplets). The techniques have succeeded in producing a translation that can be understood by the user and fulfilled the function of a user manual text."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septy Tria Utami Supeno P.
"Skripsi ini membahas penggunaan gaya bahasa pada tataran sintaksis yang digunakan pada tiga teks sumber cerita dongeng bertema putri karya Grimm Bersaudara, yaitu Sneewittchen atau Putri Salju, Rapunzel, dan Aschenputtel atau Cinderella. Selain membahas penggunaan gaya bahasa yang digunakan pada teks sumber, penelitian ini juga membahas terjemahan gaya bahasa tersebut yang ada pada teks sasaran dan penggunaan teknik penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan gaya bahasa dari teks sumber ke teks sasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan merupakan tiga cerita kumpulan dongeng karya Grimm Bersaudara dari buku yang berjudul Kinder- und Hausm rchen yang diterbitkan pada tahun 1857 dan teks sasaran merupakan tiga teks terjemahan yang diambil dari buku yang berjudul Dongeng Cerita Grimm Bersaudara yang diterbitkan oleh Penerbit Abdi Tandur pada tahun 2010. Terdapat sembilan macam gaya bahasa yang ditemukan pada teks sumber dengan tiga bentuk gaya bahasa pada tataran sintaksis. Gaya bahasa yang ditemukan tersebut ada yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk gaya bahasa sumber dan ada yang tidak. Selain itu, kalimat pada teks sumber yang mengandung gaya bahasa tersebut diterjemahkan dengan menggunakan berbagai teknik penerjemahan, di antaranya adalah transposisi, modulasi, penjelasan tambahan contextual conditioning , penerjemahan resmi/baku, dan tidak diberikan padanan.

This research discusses the use of the syntactic style used in the three texts of the princess story of Grimm Brothers. These texts are Sneewittchen or Putri Salju, Rapunzel, and Aschenputtel or Cinderella. In addition to discussing the use of the styles used in the initial texts, this research also addresses the style translation present in the translated texts and the use of translation techniques used in translating the style from the initial text to the translated text. The method used in this research is literature study method with qualitative descriptive approach. The main data the three stories of a collection of fairy tales by the Grimm Brothers from a book ldquo Kinder und Hausm rchen rdquo 1857 and the translated texts are taken from a book ldquo Dongeng Cerita Grimm Bersaudara rdquo 2010 published by Abdi Tandur. There are nine kinds of styles found in initial texts with three forms of style on a syntactic level. The styles are translated back into the same initial texts style and some are not. In addition, the sentence in the initial texts that contains the style is translated using various translation techniques, such as transposition, modulation, contextual conditioning, official translation, and no equivalent."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sarah Siti Mintosih
"Artikel ini membahas dan menganalisis hasil terjemahan yang dihasilkan oleh mesin penerjemah otomatis yang terdapat pada media sosial Twitter. Twitter adalah salah satu media sosial yang sangat populer dan masih sering digunakan di seluruh dunia. Media awam dan para selebritis menampilkan cuitan-cuitan mereka lewat media sosial ini. Dewasa ini, Twitter juga sudah memiliki mesin penerjemah otomatis yang berfungsi untuk menerjemahkan cuitan-cuitan ke dalam berbagai bahasa antara lain bahasa Rusia dan bahasa Indonesia. Beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan hasil terjemahan mesin menyebutkan bahwa, mesin penerjemah otomatis masih sering melakukan kesalahan. Dalam artikel ini, akan menganalisis hasil terjemahan cuitan twitter yang dilakukan oleh mesin penerjemahan dari bahasa Rusia ke bahasa Indonesia. Setiap hasil terjemahan cuitan yang diteliti diambil dari akun twitter «ТАСС» TASS yang merupakan akun resmi kantor berita Rusia. Cuitan dari akun ini akan diterjemahkan dari bahasa Rusia ke bahasa Indonesia oleh mesin penerjemah. Setelah itu, semua hasil penerjemahan akan dilihat dan dikelompokkan ke dalam beberapa kesalahan penerjemahan yang didasarkan pada teori Newmark dan Koponen.

This article discusses and analyses the translation results generated by automatic translation machines on Twitter social media. Twitter is a social media that is very popular and still frequently used around the world. The news agency and celebrities display their tweets through this social media. Nowadays, Twitter also has been equipped with an automatic translation machine that functions to translate tweets into various languages, including Russian and Indonesian. Some previous research related to machine translation results mentioned that automatic machine translators still often make mistakes. This article the author will analyse the translation of tweets on twitter produced by machine translation from Russian to Indonesian. Every tweet from the researched twitter were taken from the Russian news media account «ТАСС» TASS, which is the official account of the Russian news agency. Tweets from this account will be translated from Russian to Indonesian by a machine translator. After that, all translation results will be viewed and grouped into several translation errors based on the Newmark and Koponen translation theories."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Harberts, Kurt
New York: Frederick A. Preager, 1963,
701.8 HER c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Elysia Ryastephanie
"Literary translation, especially when translating literature from a culture that is vastly different from the target language culture, is complex and challenging. This study aims to find out what meaning-related translation strategies were used in the Indonesian translation of Oscar Wilde’s 1888 short story “The Happy Prince” and how those strategies affect the translation of items that contain taboo topics in the target text. This study is conducted through descriptive qualitative method, and the meaning-related strategies are compiled by Dewi & Wijaya (2021) from various authors. The study finds that in total there are 285 translation strategies used in the translation, addition being the most frequently found strategy with 148 instances found. Next, there are 56 deletions, 40 scope of meaning modulation procedures, 33 POV modulation procedures, 2 descriptive terms, 2 semantically translated idioms, and one of each for loan word, substitution, couplet, and cultural equivalent. The study also finds that the Indonesian translation, aside from two attempts of softening the theme of homosexuality, remains relatively faithful to the original. It is suggested for future researchers to analyze more English-Indonesian literature containing taboo topics in order to obtain a more thorough res.

Penerjemahan sastra merupakan hal yang kompleks dan menantang untuk dilakukan, terlebih lagi saat menerjemahkan sastra dari budaya yang sangat berbeda dari budaya bahasa sasaran. Studi ini bertujuan untuk mencari strategi penerjemahan berkaitan dengan makna apa yang digunakan dalam terjemahan Bahasa Indonesia dari cerita pendek Oscar Wilde yang berjudul “The Happy Prince”, juga bagaimana strategi-strategi tersebut mempengaruhi penerjemahan bagian yang mengandung tema tabu di teks sasaran. Studi ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan strategi penerjemahan yang disusun oleh Dewi & Wijaya (2021) dari beragam penulis. Studi ini menemukan bahwa ada 285 strategi penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan “The Happy Prince”, dengan penambahan sebagai strategi terbanyak, diikuti dengan penghapusan, modulasi cakupan makna, modulasi sudut pandang, penerjemahan deskriptif, penerjemahan idiom secara semantis, loan word, penggantian, penerjemahan gabungan dua prosedur, dan padanan kultural. Studi ini juga menemukan bahwa terjemahan Indonesia cerita pendek ini, selain dari dua terjemahan yang menghaluskan tema homoseksualitas yang terkandung di dalamnya, diterjemahkan dengan cukup setia dengan teks sumbernya. Agar hasil menjadi lebih lengkap, studi ini menyarankan pada peneliti-peneliti selanjutnya untuk mempelajari lebih tentang terjemahan karya sastra Inggris-Indonesia lainnya yang mengandung tema tabu."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Zalfa Luthfiyyah Humaira
"Terjemahan media mulai banyak dikaji dalam studi penerjemahan seiring dengan tumbuhnya minat para pembaca untuk mengakses berita-berita internasional. Oleh karena itu, lembaga yang bergerak di bidang jurnalistik mulai menyajika berita-berita dengan dua bahasa. Dalam teks berita, judul berita memiliki peran yang penting guna menarik perhatian para pembaca. Karya tulis ini bermaksud untuk mendeskripsikan strategi terjemahan yang digunakan oleh penerjemah serta menelisik tingkat kesamaan makna dalam judul berita yang diterjemahkan secara dua arah, yaitu Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Terjemahan judul berita yang dikaji dalam karya ini diambil dari 4 (empat) situs, yaitu CNN, BBC, Tempo, dan Berita2Bahasa. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode deskriptif dengan membandingkan strategi dan tingkat kesamaan makna dalam dua terjemahan tersebut. Penelitiana ini menunjukkan bahwa terjemahan dalam judul-judul berita tersebut mengaplikasikan strategi penerjemahan yang dapat mempengaruhi pesan yang disampaikan melalui terjemahan. Penggunaan strategi tertentu juga mempengaruhi tingkat kesamaan makna di judul berita yang diterjemahan. Terkait dengan tingkat kesamaan makna, hampir seluruh terjemahan dalam sampel yang digunakan memperlihatkan terjemahan yang lema (weak translations) yang disebabkan oleh informasi detil yang dihapus maupun ditambahkan di teks sasaran. Hal ini memperlihatkan adanya informasi yang kurang konsisten antara teks sumber dan teks sasaran tanpa mengubah ide utama yang terkandung dalam teks sumber.

Due to the demand for accessing international news, media translation has become widely discussed in translation studies, especially for journalism texts. Therefore, many journalistic institutions have provided bilingual news. Headline is very significant in grabbing the readers’ attention. This paper aims to describe the translation strategies and explore the degrees of equivalence in the translations of headlines in four news sites, namely CNN, BBC, Tempo, and Berita2Bahasa. The research is conducted by employing a descriptive comparative method. The results of this study show that the translations in Indonesian-English and English-Indonesian headlines apply translation strategies that could influence the messages conveyed through the translation. The strategies also affect which degrees of equivalence in the translated headlines. The majority of translations in English-Indonesian and Indonesian-English headlines, in terms of degree of equivalence, depict weak translations, due to additional and omitted details, that provide inconsistent information between the source and target texts without changing the original main ideas in the target texts."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Doni Jaya
"Skema budaya divergen SBD adalah himpunan pengetahuan yang terkait dengan berbagai unsur budaya yang diperlukan untuk memahami dan menafsirkan teks Cook, 1989; Seel, 2012; Mandler, 1984, yang diasumsikan dimiliki oleh pembaca sumber PSu tetapi tidak dimiliki oleh pembaca sasaran PSa Jaya, 2012. SBD adalah salah satu tantangan besar di dalam penerjemahan teks sastra karena sering kali ditampilkan secara padat di dalam teks sumber tanpa informasi yang memadai Newmark, 1988. Untuk menjembatani kesenjangan atau divergensi antara skemata PSu dan PSa, penerjemah menerapkan berbagai strategi Newmark, 1988; Baker, 1992 yang diasumsikan berada pada posisi ideologis tertentu Venuti, 1995. Penelitian ini memilih novel Dracula yang terdiri dari pasangan teks sumber TSu berbahasa Inggris dan teks sasaran TSa berbahasa Indonesia sebagai sumber data karena berlatar Eropa zaman victorian sehingga berpotensi mengandung banyak SBD. Penelitian ini berupa studi kasus Saldanha O rsquo;Brien, 2013, menerapkan ancangan kualitatif, dan termasuk wilayah kajian 'perbandingan antara terjemahan dan teks sumbernya. di dalam kajian penerjemahan Williams Chesterman, 2002. Satuan terjemah ber-SBD dipilih sebagai data dan dikategorikan ke dalam skemata atau subskemata berdasarkan kesamaan ciri skematis tertentu. Analisis data menghasilkan beberapa kategori temuan. Pertama adalah satuan analisis n = 758 yang dikelompokkan ke dalam berbagai skemata n = 21 dan subskemata n = 84. Kedua adalah berbagai jenis divergensi yang terkandung di dalam TSu n = 13. Ketiga alasan penerapan strategi berideologi domestikasi n = 16 dan pengasingan n = 12, beserta kelemahannya n = 20. Keempat adalah ideologi dominan penerjemahan satuan ber-SBD di dalam novel Dracula, yaitu domestikasi, dengan sejumlah alasan, seperti penghilangan masif, adaptasi alusi, penetralan dialek, pengawaman istilah teknis, dan penggantian citra metafora. Kelima adalah berbagai fenomena menarik yang terkait dengan pengalihan SBD n = 25, seperti ideologi berkadar tinggi atau rendah, perbedaan kadar divergensi di kalangan PSa, metafora berstrategi ganda, serta ldquo;pengasingan rdquo; dan ldquo;domestikasi rdquo; oleh penulis TSu. Penelitian ini menunjukkan kompleksitas penerapan strategi dan ideologi yang ditentukan oleh banyak faktor, seperti konteks narasi, relevansi wacana Jaya, 2015, batasan linguistis, divergensi TSu, atau skema PSa.

Divergent cultural schema DCS is a collection of knowledge related to various cultural features required to understand and interpret a text Cook, 1989; Seel, 2012; Mandler, 1984, which is assumed to be present in source readers SR but absent in target readers TR Jaya, 2012. DCS poses a particularly great challenge in literary text translation because it typically takes the form of a highly concise source text without any sufficient information Newmark, 1988. In order to bridge the schematic gap or divergence between SR and TR, the translator applied various strategies Newmark, 1988; Baker, 1992 which are assumed to occupy certain ideological positions Venuti, 1995. Bram Stoker rsquo;s Dracula, consisting of the original English source text ST and its Indonesian target text TT was chosen as data source due to its strong Victorian-European setting which contains many potential DCS. This case study Saldanha O'Brien, 2013 applies qualitative approach and falls into the area of 'comparison of translations and their source texts' within translation studies Williams Chesterman, 2002. Translation units with DCS were selected as data and categorized into appropriate schemata or subschemata on the basis of certain similarities in schematic characteristics. Data analysis generated several categories of results. The first is units of analysis n = 758 which are classified into various schemata n = 21 and subschemata n = 84. The second is various types of ST divergence n = 13. The third is the reasons for applying domesticating n = 16 or foreignizing n = 12 strategies, as well as their weaknesses n = 20. The fourth is domestication as the dominant ideology of the translation of units with DCS in Dracula, with its supporting arguments such as massive omissions, allusion adaptations, dialect neutralizations, technical term generalizations, and metaphorical image substitutions. The fifth is a number of interesting phenomena n = 25 which are related to the transfer of DCS such as high or low ideological levels, different levels of divergence among TR, metaphor with multiple strategies, and ldquo;foreignization rdquo; and ldquo;domestication rdquo; by ST writer. This research amply demonstrates the complexity of strategy applications and ideological positions which are dependent on many factors such as narrative context, discourse relevance Jaya, 2015, linguistic constraints, ST divergence, or TR schemata.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
D2530
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>