Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 115253 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ade Sutrimo
"Pendahuluan: Tingginya prevalensi harga diri rendah kronik dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan psikofarmaka pada klien dengan gangguan jiwa dapat menghambat proses penyembuhan dan kualitas hidup mereka. Terapi keperawatan jiwa spesialis diharapkan dapat memberikan pendekatan yang holistik dan efektif untuk mengatasi masalah ini melalui peningkatan kesadaran diri, penerimaan diri, dan pengembangan makna hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan terapi keperawatan jiwa spesialis, yaitu Cognitive Therapy (CT) dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT), dalam meningkatkan harga diri dan kepatuhan psikofarmaka pada klien menggunakan pendekatan teori transendensi diri Reed.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan kuantitatif case series dengan desain riset operasional. Sampel penelitian dengan purposive sampling yang erdiri 20 klien dengan dibagi dalam 2 kelompok intervensi yaitu kelompok 1 yang mendapatkan CT dan ACT serta kelompok 2 yang mendapatkan CT. Data dikumpulkan melalui form keperawatan jiwa lanjut/scanning, instrumen tanda gejala dan kemampuan HDRK serta instrumen MMAS-8.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa intervensi CT dan ACT secara signifikan meningkatkan harga diri dan kepatuhan psikofarmaka pada klien. Peningkatan ini dikaitkan dengan elemen-elemen utama dari teori transendensi diri yang meliputi input: kerentanan psikologis yaitu klien skizofrenia dengan HDRK dan ketidakpatuhan psikofarmaka, proses: points of interventions: terapi keperawatan jiwa spesialis CT dan ACT dan faktor personal dan kontekstual dan output transendensi diri serta outcome kualitas hidup dengan ditandai penurunan tanda gejala HDRK, peningkatan kemampuan klien dalam mengatasi HDRK dan peningkatan nilai kepatuhan psikofarmaka.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan terapi keperawatan jiwa spesialis dengan pendekatan teori transendensi diri efektif dalam mengatasi masalah harga diri rendah kronik dan ketidakpatuhan psikofarmaka pada klien dengan gangguan jiwa. Implementasi terapi ini direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi holistik dalam praktik keperawatan jiwa untuk meningkatkan pemulihan dan kualitas hidup klien.

Introduction: The high prevalence of chronic low self-esteem and non-adherence to psychopharmacological treatment among clients with mental disorders can hinder their recovery process and quality of life. Specialist psychiatric nursing therapy is expected to provide a holistic and effective approach to addressing these issues by enhancing self awareness, self-acceptance, and the development of life. This study aims to examine the effectiveness of specialist psychiatric nursing therapies, namely Cognitive Therapy (CT) and Acceptance and Commitment Therapy (ACT), in improving self-esteem and psychopharmacological adherence in schizofrenic clients using the Reed self-transcendence theory approach.
Methods: This study employs an experimental design with a quantitative case series approach using operational research design. The sample using purposive sampling which consists of 20 clients divided into two intervention groups: Group 1, which receives both CT and ACT, and Group 2, which receives only CT. Data were collected using advanced psychiatric nursing forms/scanning, symptom and ability instruments, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8).
Results: The study demonstrates that CT and ACT interventions significantly improve self-esteem and psychopharmacological adherence in clients. This improvement is associated with key elements of the self-transcendence theory, which include input: psychological vulnerability, specifically clients with schizophrenia who have chronic low self-esteem and non-adherence to psychopharmacology; process: points of intervention such as specialist mental health nursing therapies, CT and ACT, as well as personal and contextual factors; and output: self-transcendence with outcome: quality of life, marked by a reduction in chronic low self-esteem symptoms, an increase in the client's ability to cope with chronic low self-esteem, and improved adherence to psychopharmacology.
Conclusion: This study concludes that the application of specialist psychiatric nursing therapies with a self-transcendence theory approach is effective in addressing chronic low self-esteem and psychopharmacological non-adherence in clients with mental disorders. The implementation of these therapies is recommended as part of holistic interventions in psychiatric nursing practice to enhance clients’ recovery and quality of life.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Jalil, examiner
"Klien gangguan jiwa cenderung tidak produktif dan berpenghasilan mempengaruhi stigma sehingga menyebabkan Harga Diri Rendah (HDR) dan isolasi sosial. Klien memerlukan pemulihan jangka panjang, yang dipersulit insight buruk.
Tujuan: menjelaskan penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Cognitive Behavior Social Skills Training (CBSST) menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy (MAR) dan Model Tidal. MAR sebagai kerangka utama dan Teori Model Tidal pada proses kontrol koping. Analisis dilakukan pada 32 klien ACT+CBSST, dan 22 klien CBSST.
Hasil: ACT+CBSST memperbaiki insight dan meningkatkan keterampilan sosial, perilaku adaptif meningkatkan penurunan tanda gejala HDR kronis dan isolasi sosial.
Saran: kombinasi ACT+CBSST pilihan pada awal program pemulihan.

Clients of mental disorders tend to be non- productive and non-income that affect stigma the impact Low Self-Esteem (LSE) and social isolation. The client required a long-term recovery, which compounded a poor insight.
Objective: explained the application of Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Cognitive Behavior Social Skills Training (CBSST) by using the approaches of Roy Adaptation Model (RAM) and the Tidal Model. RAM as the main framework and the Tidal Model Theory as coping control process. Analysis was performed on 32 ACT + CBSST clients, and 22 CBSST client.
Results: ACT improved insight and increased social skills, improved adaptive behavior and decreased in signs and symptoms of chronic LSE and social isolation.
Recomendation: the combination of ACT + CBSST choice at the beginning of the recovery program.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Alfunnafi Fahrul Rizzal
"Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa yang memiliki ciri khas adanya gangguan pada pikiran perasaan dan perilaku. Secara spesifik skizofrenia memiliki dua tanda gejala utama yaitu tanda gejala positif dan negatif. Bentuk dari tanda gejala negatif yang muncul adalah harga diri rendah. Kondisi ini ditandai dengan evaluasi diri yang negative sehingga berdampak pada perubahan alam perasaan hingga potensi untuk bunuh diri. Tujuan penulisan ini adalah memaparkan hasil proses asuhan keperawatan jiwa spesialistik pada klien dengan harga diri rendah kronis menggunakan pendekatan model stress adaptasi stuart. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif analitik dengan total 26 klien yang mendapatkan asuhan keperawatan jiwa spesialistik. Hasil evaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan jiwa spesialistik menunjukan peningkatan kemampuan klien dalam mengatasi masalah harga diri rendah kronis sehingga mampu menurunkan tanda gejala yang dimiliki. Penulisan karya ilmiah ini merekomendasikan untuk asuhan keperawatan jiwa spesialistik dapat digunakan sebagai peningkatan kualitas pelayanan keperawatan jiwa.

Schizophrenia is one of the mental disorders that have the characteristic disturbances in the mind's feelings and behavior. Specifically, schizophrenia has two main symptoms, namely positive and negative signs. The form of negative symptoms that appear is low self-esteem. This condition is characterized by negative self-evaluation so that the impact on natural changes in feelings to the potential for suicide. The purpose of this paper is to describe the results of the specialist mental nursing care process to clients with chronic low self-esteem using a standard stress adaptation approach. The writing method uses a descriptive-analytic method with a total of 26 clients who received specialist mental health nursing care. The results of the evaluation of the implementation of specialized mental nursing care showed an increase in the ability of clients to overcome the problem of chronic low self-esteem to reduce the signs of symptoms they have. The writing of this scientific paper recommends that specialist mental nursing care be used as an improvement in the quality of mental health nursing services"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rita Rahayu
"Alasan klien gangguan jiwa masuk rumah sakit karena adanya perilaku nyata yang maladaptif, seperti mencederai diri sendiri, orang lain atau lingkungan, sehingga membutuhkan perawatan segera, yaitu dengan mengontrol perilaku klien yang mengganggu. Terapi perilaku merupakan terapi yang digunakan untuk memodifikasi perilaku maladaptif. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi perilaku pada klien halusinasi dan risiko perilaku kekerasan. Analisa ini dilakukan pada 5 klien yang mendapatkan terapi perilaku dengan diagnosa keperawatan halusinasi dan risiko perilaku kekerasan. Hasil analisa menunjukkan ada perubahan tanda gejala serta kemampuan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi perilaku. Terapi perilaku dapat dilakukan bukan hanya pada klien defisit perawatan diri, namun pada setiap klien yang mempunyai perilaku maladptif, baik halusinasi, perilaku kekerasan atau perilaku lain. Terapi perilaku tepat digunakan bagi klien di ruang akut yang memperlihatkan perilaku maladaptif.

Clients with mental disorder usually admited to the hospital because of their maladaptive behavior, such as hurting themselves, other people or destroying environment. This condition need immediate treatment by controling client’disruptive behaviors. Behavior therapy is a therapy used to modify maladaptive behavior becomes adaptive. The purpose of this study was to determine the application of behavior therapy for hallucination and violent risked behavior clients. The analysis of this paper consisted of 5 clients with hallucination and violent risked behavior who were the subjects of behavior therapy. The results showed that there were alteration of signs and symptoms, and ability of clients. Behavior therapy can be used not only for clients with self care deficit but also for clients with hallucinations and violent risked behavior. Behavior therapy appropriately used for acute inpatients with maladaptive behavior."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kens Napolion
"Isolasi sosial adalah salah satu gejala negatif dari skizofrenia (Stuart, 2009) yang paling banyak ditemukan di ruang Bratasena. Isolasi sosial dapat diartikan sebagai keadaan seorang individu yang mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya, mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain (Keliat, dkk, 2011). Social skills training merupakan salah satu pendekatan psikoedukasional untuk memperbaiki kekurangan pada beberapa kemampuan interpersonal dalam berinteraksi dengan orang lain (Stuart &Laraia, 2005). Cognitive behavior therapy merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang didasarkan pada teori bahwa tanda dan gejala fisiologis berhubungan dengan interaksi antara pikiran, perilaku dan emosi (Pedneault, 2008).
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan terapi social skills training dan cognitive behavior therapy pada klien isolasi sosial dengan pendekatan Model Hubungan Interpersonal Peplau. Penerapan social skills trainingdilakukan pada 26 kliendan cognitive behavior therapydilakukan pada 15 orang klien di ruang Bratasena pada kurun waktu 20 Pebruari - 20 April 2012.
Hasil terapi Social skills training sangat efektif pada 26 klien isolasi sosialdengan menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Terapi Cogntive behavior therapy juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 15 klien mampu menunjukkan kemampuan mengubah pikiran otomatis yang negatif terhadap diri, orang lain, dan lingkungannya. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa social skills trainingdan cognitive behavior therapydapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Social isolation is one of the negative symptoms of skizofrenia (Stuart, 2009) is mostcommonly found in the Bratasena. Social isolation can be interpreted as the state of an individual who had a reduction or even not at all able to interact with others around them, may feel rejected, not accepted, lonely, and unable to establish meaningful relationships with others (Keliat, et al, 2011). Social skills training is one approach psikoedukasional to correct deficiencies in some interpersonal skills in interacting with others (Stuart &Laraia, 2005). Cognitive behavior therapy is a form of psychotherapy that is based on the theory that the physiological signs and symptoms associated with the interaction between thoughts, behaviors and emotions (Pedneault, 2008).
Purpose of this final scientific work is to describe the application of social skills training therapy and cognitive behavior therapy in client's social isolation with Peplau Interpersonal Relations Model approach. Application of social skills training carried out at 26 clients and cognitive behavior therapy performed on 15 clients in the Bratasena during the period 20 February - 20 April 2012.
Social skills training outcomes are very effective in social isolation with 26 clients showed an increase in communication, both verbal and non verbal. Cogntive therapy behavior therapy also showed its effectiveness in which as many as 15 clients were able to demonstrate the ability to change negative automatic thoughts to yourself, others and the environment. Based on the above results need to be recommended that social skills training and cognitive behavior therapy can be used as standard therapy nursing specialists need to be socialized to whole structure of health services.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Eyet Hidayat
"Gangguan jiwa 13% dari penyakit keseluruhan, kemungkinan berkembang menjadi 25% tahun 2030 (WHO,2009).
Tujuan : mendapatkan gambaran pengaruh CBT dan REBT terhadap penurunan gejala dan peningkatan kemampuan PK dan HDR.
Metoda : quasi experimental pre post test with control group, teknik purposive sampling terhadap 60 sampel : 30 intervensi dan 30 kontrol. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala dan peningkatan kemampuan klien PK dan HDR yang mendapat CBT dan REBT lebih besar disbanding yang tidak mendapat CBT dan REBT (p-value < 0,05).
Rekomendasi: CBT dan REBT dijadikan terapi spesialis terpadu disamping terapi generalis.

The goal: get an overview of CBT and REBT effect on reducing symptoms and increasing the ability of PK and HDR.
Method: quasi-experimental pre-post test with control group, purposive sampling technique on 60 samples: 30 intervention and 30 control. The study found a decrease symptoms and increase the ability of PK and HDR clients who received CBT and REBT is larger compared to that did not receive CBT and REBT (p-value <0.05).
Recommendation: CBT and REBT is used as therapy in addition to an integrated specialist generalist therapy."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Guilford Press, 1987
616.8 COG
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
London: John Wiley & Sons, 2003
616.89 COG
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Heppi Sasmita
"Di Indonesia diperkirakan 1% - 2% penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa terkena gangguan jiwa. Survei tentang penderita gangguan jiwa tercatat 44,6 per 1.000 penduduk menderita gangguan jiwa berat seperti skizofrenia Seseorang yang mengalami skizoprenia sering diawali dengan masalah harga diri rendah dengan gejala: konsentrasi dan perhatian kurang, kepercayaan diri kurang, rasa bersalah, tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan pesimistis. Salah satu terapi yang dilakukan untuk meningkatkan kognitif dan perilaku klien adalah cognitive behaviour therapy(CBT).
Tujuan penelitian: menilai efektivitas cognitive behaviour therapy untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku klien harga diri rendah.
Metode penelitian: quasi eksperimen dengan penerapan cognitive behaviour therapy dengan pendekatan pre-post test. Analisis yang digunakan dependen dan independent sample t- Test regresi linier sederhana, chi-square dan Anova. Penelitian dilakukan di RSMM Bogor terhadap 58 klien yaitu 29 orang kelompok intervensi dan 29 orang kelompok kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan cognitive behaviour therapy meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku klien skizoprenia dengan harga diri rendah secara bermakna (p value< 0,05). Efektiiitas cognitive behaviour therapy meningkatkan kemampuan kognitif sebesar 29,31% dan kemampuan perilaku sebesar 22,4%. Kemampuan kognitif dan perilaku lebih tinggi secara bermakna pada klien yang mendapatkan cognitive behaviour therapy dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan.
Rekomendasi hasil penelitian cognitive behaviour therapy dijadikan salah Satu terapi spesialis pada klien skizopronia dengan masalah harga diri rendah."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
T22870
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Rochdiat M.
"Klien yang dirawat di rumah sakit umum memiliki risiko untuk mengalami harga diri rendah (HDR) situasional dan ketidakberdayaan. Jumlah klien yang memiliki HDR situasional dan ketidakberdayaan di Ruang Dahlia Atas dan Soka Atas RSUP Persahabatan adalah sebanyak 56%. Tujuan penulisan yaitu menjelaskan hasil manajemen kasus klien HDR situasional dan ketidakberdayaan dengan melakukan terapi kognitif dan logoterapi di Ruang Dahlia Atas dan Soka Atas RSUP Persahabatan. Metode penulisan adalah studi serial kasus dengan pemberian tiga paket terapi. Evaluasi menunjukkan bahwa paket tindakan ketiga: kombinasi terapi kognitif dan logoterapi paling efektif menurunkan respon HDR situasional dan ketidakberdayaan serta meningkatkan kemampuan klien dan keluarga dalam mengatasinya. Rekomendasi laporan ini adalah penggunaan terapi kognitif dan logoterapi dapat menjadi standar terapi spesialis keperawatan jiwa pada klien HDR situasional dan ketidakberdayaan. Selain itu, laporan ini menjadi data dasar dari penelitian selanjutnya.

Client who's nursed at general hospital had risk of having situational low self esteem and powerlessness. The amount of client that nursed at Dahlia Atas and Soka Atas ward of Persahabatan Hospital who had situational low self esteem and powerlessness are fifty six percent. The purpose of this report is to show nursing care management result of situational low self esteem and powerlessness client. This report used serial case study method using three therapy package. The results showed that the third package of therapy (cognitive and logotherapy) had most effective to reduce situational low self esteem responses and also improve the ability of client and family to overcome the problem. Based on the result, it’s important to recommended that cognitive and logo therapy can be made standard of therapy of nursing specialist to client with situational low self esteem and powerlessness.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>