Ditemukan 213049 dokumen yang sesuai dengan query
Zahra Sabrina
"Berbeda dengan penyakit akut yang berlangsung singkat, penyakit kronis umumnya memerlukan jangka waktu lama untuk sembuh, bahkan bisa berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Penyakit ini sering kali tidak memiliki obat yang dapat menyembuhkan sepenuhnya dan bersifat progresif, di mana gejala dan efeknya dapat bertambah parah seiring waktu. Contoh umum penyakit kronis meliputi kanker, penyakit jantung (seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, aritmia, dan lainnya), stroke, diabetes, dan radang sendi. Penelitian ini mengkaji dan menganalisis resep polifarmasi pada pasien penyakit kronik yang dilayani di Apotek Kimia Farma 055 OSHCS. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan mengambil data sekunder dari empat resep yang diresepkan oleh dokter di klinik Kimia Farma dan pasien dari fasilitas kesehatan sekitar. Setiap resep dievaluasi berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis, dengan fokus pada identifikasi interaksi obat potensial. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar resep administratif memenuhi persyaratan, meskipun ada kekurangan dalam beberapa aspek identifikasi pasien dan praktik dokter. Secara farmasetik, semua obat memiliki stabilitas dan kompatibilitas yang baik, sementara dari segi klinis, sebagian besar resep terbukti rasional namun perlu pemantauan lebih lanjut terhadap kemungkinan interaksi obat. Direkomendasikan untuk meningkatkan dokumentasi dengan mengisi form pengkajian resep dan pemantauan terapi obat yang lebih efektif di lingkungan apotek.
Unlike acute illnesses with a short duration, chronic diseases typically require a prolonged recovery period, often exceeding three months. These conditions often lack definitive cures and exhibit a progressive nature, where symptoms and effects worsen over time. Common examples of chronic diseases include cancer, cardiovascular ailments (such as hypertension, hypercholesterolemia, arrhythmias, and others), stroke, diabetes, and arthritis. This study examines and analyzes polypharmacy prescriptions for chronic disease patients served at Kimia Farma 055 OSHCS Pharmacy. A non-experimental descriptive approach was employed, utilizing secondary data from four prescriptions issued by Kimia Farma clinic physicians and patients from surrounding healthcare facilities. Each prescription was evaluated based on administrative, pharmaceutical, and clinical aspects, with a focus on identifying potential drug interactions. The findings indicate that most prescriptions met administrative requirements, despite some shortcomings in patient identification and physician practices. Pharmaceutically, all medications demonstrated adequate stability and compatibility. Clinically, while most prescriptions were deemed rational, further monitoring for potential drug interactions is warranted. Recommendations include enhancing documentation by completing prescription assessment forms and implementing more effective medication therapy monitoring within the pharmacy setting."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Darsih Sarastri
"Pengkajian dan pelayanan resep penting dilakukan untuk menganalisis adanya masalah terkait obat, sebagai upaya pencegahan kesalahan pemberian obat (medication error). Pengkajian resep dilakukan pada beberapa aspek yaitu aspek administratif, farmasetik dan klinis dengan beberapa komponen pada setiap aspeknya. Masalah terkait obat salah satunya dikarenakan adanya polifarmasi dalam peresepan obat. Beberapa jenis penyakit kronis dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit, sehingga memungkinkan terjadinya polifarmasi. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian aspek administratif, farmasetik dan klinis dari resep pasien BPJS dengan penyakit kronis di Apotek Kimia Farma 389 Depok periode resep bulan Juli 2023. Resep yang dikaji sebanyak 5 resep dengan kriteria berupa resep pasien BPJS dengan penyakit kronis, terdiri dari minimal 5 obat, dan resep periode Juli 2023. Resep yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan dikaji pada aspek administratif, farmasetik dan klinis. Hasil yang diperoleh yaitu kelima resep yang dikaji belum lengkap secara administrasi dan diperlukan konfirmasi lebih lanjut kepada dokter penulis resep. Aspek farmasetik resep 1, 4 dan 5 telah lengkap memuat keterangan nama, bentuk dan kekuatan sediaan. Sedangkan aspek farmasetik resep 2 dan 3 belum lengkap karena tidak terdapat keterangan bentuk dan kekuatan sediaan. Aspek klinis dari kelima resep menunjukan adanya polifarmasi dan interaksi obat yang memerlukan pemantauan kondisi pasien
lebih lanjut.
Assessment and prescription services are crucial for analyzing medication-related issues, as part of efforts to prevent medication errors. Prescription assessment covers several aspects: administrative, pharmaceutical, and clinical, each with specific components. One of the medication-related issues is due to polypharmacy in prescribing. Various chronic diseases can lead to disease complications, thereby potentially causing polypharmacy. The research aims to determine the completeness and appropriateness of the administrative, pharmaceutical, and clinical aspects of prescriptions for BPJS patients with chronic diseases at Apotek Kimia Farma 389 Depok, during the prescription period of July 2023. Five prescriptions were reviewed, each meeting the criteria of being for BPJS patients with chronic diseases, consisting of at least 5 medications, and being from the July 2023 period. These prescriptions were assessed for administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. The results revealed that all five prescriptions reviewed were incomplete administratively, necessitating further confirmation from the prescribing doctor. Pharmaceutically, prescriptions 1, 4, and 5 were complete with information regarding drug name, form, and strength, while prescriptions 2 and 3 lacked information on form and strength of the drugs. Clinically, all five prescriptions showed polypharmacy and drug interactions requiring further patient condition monitoring."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Bunga Atqiya Qutrunnada
"Apotek termasuk salah satu sarana pelayanan kefarmasian sebagai tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker. Apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahun serta keterampilannya dalam memberikan informasi obat kepada pasien serta memberikan konseling kepada pasien yang membutuhkan. Apoteker juga harus menyadari kemungkinan terjadinya kesalahan penyerahan obat dalam proses pelayanan sehingga perlu diidentifikasi untuk mencegah terjadinya kesalahan penyerahan obat. Salah satu upaya untuk menjamin kesehatan masyarakat adalah melakukan penyerahan obat dengan tepat yaitu dilakukan pengkajian resep terlebih dahulu sebelum melakukan pelayanan resep obat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dalam pemberian informasi obat kepada pasien sehingga meminimalkan kesalahan dalam pemberian obat serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan optimal. Pengkajian resep dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek yang terdiri dari aspek administratif, kesesuaian farmasetik, dan pertimbangan klinis. Dari hasil analisis, kelima resep dinyatakan tidak lengkap secara administratif karena tidak mencantumkan secara lengkap mengenai umur pasien, berat badan pasien, alamat dokter, dan nomor telepon dokter. Pada aspek farmasetik, resep 2 dan 5 telah memenuhi kesesuaian farmasetik sedangkan resep 1, 3, dan 4 tidak memenuhi syarat karena tidak lengkap mencantumkan bentuk dan kekuatan sediaan. Pada aspek kesesuaian klinis, hanya 1 resep yang tidak terjadi interaksi obat yaitu resep 4.
Pharmacy is one of the pharmaceutical service facilities as a place for pharmacists to practice pharmacy. Pharmacists are required to improve their knowledge and skills in providing drug information to patients and providing counseling to patients in need. Pharmacists must also be aware of the possibility of drug administration errors in the service process so that they need to be identified in advance. One of the efforts to ensure public health is to deliver drugs appropriately, namely by assessing the prescription first before carrying out prescription drug services. This is done to increase the effectiveness of providing drug information to patients so as to minimize errors in drug administration and can improve the quality of life of patients optimally. Prescription review can be done by considering several aspects consisting of administrative aspects, pharmaceutical suitability, and clinical considerations. From the analysis, the five prescriptions were declared administratively incomplete because they did not include the patient's age, weight, doctor's address, and doctor's telephone number. In the pharmaceutical aspect, prescriptions 2 and 5 have met the pharmaceutical suitability while prescriptions 1, 3, and 4 did not meet the requirements because they did not include the dosage form and strength. In terms of clinical suitability, only 1 prescription did not have drug interactions, namely prescription 4."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Fadil Moch Al-Ridha
"Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan kelainan pada alveolar yang disebabkan oleh paparan signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya sehingga mengakibatkan penyumbatan pada paru-paru dan keterbatasan aliran udara. Dalam upaya pencegahan dan pengobatan PPOK, apoteker berperan peting dalam pelayanan farmasi klinik yang berkaitan dengan sediaan farmasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan farmasi klinik yang dapat dilakukan oleh apoteker untuk menganalisa masalah terkait obat serta mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek administrasi, kesesuaian farmasetik, dan pertimbangan klinis, serta kerasionalan 5 resep pasien paru di Apotek Kimia Farma Raya Bogor periode April 2023. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan dan pengkajian resep pasien paru pada bulan april 2023. Hasil penelitian menunjukkan kelima resep pasien paru di Apotek Kimia Farma Raya Bogor telah memenuhi aspek administratif, aspek kesesuaian farmasetik, aspek pertimbangan klinis, dan resep rasional.
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a disease characterized by alveolar abnormalities caused by significant exposure to harmful particles or gases, resulting in blockage of the lungs and limited air flow. In efforts to prevent and treat COPD, pharmacists play an important role in clinical pharmacy services related to pharmaceutical preparations to improve the quality of life of patients. Prescription review is one of the clinical pharmacy services that can be carried out by pharmacists to analyze drug-related problems and prevent medication administration errors. This research aims to examine administrative aspects, pharmaceutical suitability and clinical considerations, as well as the rationale for 5 prescriptions for pulmonary patients at Kimia Farma Raya Bogor for the period April 2023. This research was conducted by collecting and reviewing pulmonary patient prescriptions in April 2023. The research results showed that the five prescriptions for pulmonary patients at Kimia Farma Raya Bogor Pharmacy had fulfilled administrative aspects, pharmaceutical suitability aspects, clinical consideration aspects, and rational prescriptions."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ricky Midi Candra
"Apotek merupakan sarana kefarmasian dan merupakan tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker.Pekerjaan apoteker di apotek yaitu pengelolaan sediaan farmasi , alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik. Pengkajian resep merupakan salah satu bentuk pelayanan kefarmasian dalam aspek klinis di apotek. Pengkajian resep dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat, meningkatkan hasil terapi dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping karena obat. Bentuk permasalahan terkait obat yang sering terjadi adalah interaksi obat. Polifarmasi saat ini sering digunakan untuk pasien lansia dan/atau pasien dengan penyakit komplikasi. Penting bagi apoteker di apotek untuk melakukan kajian aspek klinis khususnya pada interaksi obat pada saat pelayanan resep untuk menjamin keamanan dan keefektifan obat yang diterima pasien. Pada praktik kerja ini dilaksanakan tugas khusus melakukan analisis interaksi obat pada pasien polifarmasi dan penyakit kronis di apotek kimia farma 202.
A pharmacy is a pharmaceutical facility and is a place where pharmaceutical practice is carried out by pharmacists. The work of pharmacists in pharmacies is the management of pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials, and clinical pharmacy services. Reviewing prescriptions is one form of pharmaceutical service in the clinical aspect in pharmacies. Prescription reviews are carried out to prevent medication administration errors, improve therapeutic results and minimize the risk of side effects due to medication. A form of drug-related problem that often occurs is drug interactions. Polypharmacy is currently often used for elderly patients and/or patients with complicated diseases. It is important for pharmacists to carry out studies of clinical aspects, especially drug interactions, during prescription services to ensure the safety and effectiveness of the drugs received by patients. In this internship, a specific task was carried out to analyze drug interactions in polypharmacy and chronic disease patients at Kimia Farma 202 Pharmacy."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Novia
"Apotek Kimia Farma Unit 389 merupakan salah satu apotek yang melayani resep pasien BPJS di Depok. Laporan ini disusun untuk mengkaji dan menganalisis resep di Apotek Kimia Farma Unit 389 Depok sehingga dapat memberikan informasi mengenai kelengkapan resep dan kejadian 'drug related problems' (DRPs) pada resep. Sampel yang digunakan berjumlah lima resep pasien BPJS kronis poli penyakit dalam di Apotek Kimia Farma Unit 389 periode April 2023. Hasil pengkajian dan analisis resep menunjukkan bahwa semua resep tidak lengkap ditinjau dari aspek administratif, aspek farmasetik, dan aspek klinis berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Kejadian DRPs terjadi pada semua resep. DRPs yang berkaitan dengan masalah efektivitas terapi terjadi pada resep 1 dan 3, sedangkan yang berkaitan dengan masalah keamanan terapi terjadi pada resep 1, 2, 4, dan 5.
Kimia Farma Pharmacy Unit 389 is one of the pharmacies that serve prescriptions for BPJS patients in Depok. This report was prepared to assess and analyze prescriptions at the Kimia Farma Pharmacy Unit 389 Depok so that it can provide information about the completeness of prescriptions and the incidence of drug related problems (DRPs) in prescriptions. The sample used consisted of five prescriptions for chronic BPJS patients of internal medicine poly at Kimia Farma Pharmacy Unit 389 for the period of April 2023. The results of the assessment and analysis of prescriptions showed that all prescriptions were incomplete in terms of administrative aspects, pharmaceutical aspects, and clinical aspects based on the Regulation of the Minister of Health Number 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. DRPs occurred in all prescriptions. DRPs related to therapeutic effectiveness issues occurred in prescriptions 1 and 3, while those related to therapeutic safety issues occurred in prescriptions 1, 2, 4, and 5."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Nur Ainun Nisa
"Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker ini membahas terkait kesesuaian resep pasien BPJS Kronis Poli Jantung dan Pembuluh di Apotek Kimia Farma 0389 jika ditinjau dari segi administratif, farmasetik, dan klinis yang dianalisis melalui hasil DRPs (
Drug Related Problems) yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ini disarankan agar kegiatan pemberian informasi obat dan konseling oleh apoteker lebih ditingkatkan terutama pada pasien polifarmasi yang memiliki risiko interaksi antara obat yang digunakan dan perlu adanya peningkatan pengetahuan bagi pihak rumah sakit atau penulis resep melalui sosialisasi peraturan obat yang dipersyaratkan oleh BPJS sehingga pasien bisa mengklaim obat sesuai dengan apa yang doketr resepkan untuk menghindari indikasi yang tidak diobatai karena ketidaktersediaan obat dan fakktor tidak sesuai persyaratan BPJS.
This Pharmacist Professional Work Practices Report discusses the suitability of prescriptions for BPJS Chronic Heart and Vessel Poly patients at Kimia Farma 0389 Pharmacy when viewed from an administrative, pharmaceutical, and clinical perspective which is analyzed through the results of the DRPs (Drug Related Problems) that occur. This research was conducted observationally using descriptive methods. From the results of this research, it is recommended that the activities of providing drug information and counseling by pharmacists be improved, especially for poly pharmacy patients who have a risk of interactions between the drugs used and there needs to be increased knowledge for hospitals or prescribers through socialization of drug regulations required by BPJS so that patients can claim medicine according to what the doctor prescribed to avoid indications that are not treated due to unavailability of medicine and factors that do not meet BPJS requirements."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Shanifa Dianmurdedi
"PRB (Program Rujuk Balik) merupakan salah satu program pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang menderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama atas rujukan atau rekomendasi dari dokter spesialis. Pasien PRB adalah pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, PPOK dan sebagainya yang umumnya mendapatkan lebih dari satu obat dalam satu resep yang disebut dengan polifarmasi. Pasien dengan resep polifarmasi memiliki risiko untuk mengalami interaksi obat lebih tinggi dibanding pasien yang menggunakan satu jenis obat. Potensi interaksi obat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah obat yang diresepkan dalam satu resep. Pasien yang menerima resep polifarmasi berpotensi mengalami interaksi antar obat sebanyak 40% sehingga dibutuhkan pemantauan terapi obat dan interaksi obat dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas terapi dan menghindari terjadinya efek samping obat yang tidak diinginkan. Tugas khusus praktik kerja di Apotek Kimia Farma 562 Sunter periode Oktober 2023 ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat yang dapat terjadi pada resep polifarmasi pasien PRB di Apotek Kimia Farma 562 Sunter periode Oktober 2023. Pengidentifikasian potensi interaksi obat dilakukan dengan mengumpulkan resep pasien PRB yang ditebus di apotek sejumlah 446 resep. Resep diseleksi berdasarkan jumlah obat di dalam resep dan didapatkan 82 resep polifarmasi. Potensi interaksi obat pada masing-masing resep diidentifikasi melalui situs www.drugs.com dan didapatkan 82 resep memiliki potensi interaksi dan 2 resep tidak memiliki potensi interaksi, didapatkan total 542 interaksi obat yang dikelompokkan menjadi 58 interaksi mayor, 403 interaksi moderat, dan 81 interaksi minor. Pengumpulan data interaksi obat diperlukan oleh apoteker sebagai bentuk pemantauan terapi obat sehingga tujuan pengobatan tetap dapat tercapai secara maksimal dan meminimalisir kemungkinan terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
PRB (Program Rujuk Balik) is one of the health service programs provided to JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) participants who suffer from chronic diseases but currently in a stable condition and still require treatment or long-term nursing care which is carried out at first level health facilities based on referrals or recommendations from medical specialist. PRB patients are patients with chronic diseases such as diabetes mellitus, hypertension, heart disease, asthma, COPD and so on who generally receive more than one drug in one prescription, which is called polypharmacy. Patients with polypharmacy prescriptions have a higher risk of experiencing drug interactions than patients who use one type of drug. The potential for drug interactions increases as the number of drugs prescribed in one prescription increases. Patients who receive polypharmacy prescriptions have the potential to experience interactions between drugs as much as 40%, so monitoring of drug therapy and drug interactions is needed as an effort to increase the effectiveness of therapy and avoid the occurrence of unwanted side effects. This internship assignment at Kimia Farma 562 Sunter Pharmacy for the October 2023 period aims to identify potential drug interactions that could occur in polypharmacy prescriptions for PRB patients at Kimia Farma 562 Sunter Pharmacy for the October 2023 period. Identifying potential drug interactions is carried out by collecting PRB patient prescriptions that are redeemed in pharmacy with a total of 446 prescriptions. Prescriptions were selected based on the number of drugs in the prescription and 82 polypharmacy prescriptions were obtained. Potential drug interactions in each prescription were identified using www.drugs.com and it was found that 82 prescriptions had potential interactions and 2 prescriptions did not have potential interactions. A total of 542 drug interactions were obtained which were grouped into 58 major interactions, 403 moderate interactions, and 81 minor interactions. Pharmacists need to collect drug interaction data as a form of monitoring drug therapy so that treatment goals can still be achieved optimally and minimize the possibility of unwanted drug interactions occurring."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Uswatun Hasanah
"Pengkajian resep adalah bagian dari pelayanan farmasi klinik yang dilakukan oleh Apoteker untuk menganalisa adanya masalah terkait obat dan menghindari terjadinya medication error terutama pada tahap peresepan (presribing error. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resep pasien dengan diagnosis hiperlipidemia di Apotek Kimia Farma 049 dan mengetahui adanya medication error. Hiperlipidemia merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol dengan atau tanpa peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode analisis data resep pasien dengan diagnosis hiperlipidemia yang diterima di apotek selama periode penelitian. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk menilai kepatuhan resep dan jenis obat yang diresepkan. Hasil pengkajian resep yang telah dilakukan secara administratif masih terdapat beberapa aspek yang kurang lengkap, seperti; Surat Izin Praktik (SIP) dokter, alamat dokter, nomor telepon dokter, paraf dokter, umur pasien, jenis kelamin pasien, dan berat badan pasien. Berdasarkan pertimbangan klinis secara umum dapat dikatakan tidak ada permasalahan yang terlalu signifikan tetapi hanya perlu monitoring mengenai efek samping pada masing-masing obat, serta konfirmasi kepada dokter mengenai interaksi beberapa obat yang bersifat moderate.
Prescription review is part of clinical pharmacy services carried out by pharmacists to analyze drug-related problems and avoid medication errors, especially at the prescribing stage (prescribing errors). This study aims to examine prescriptions for patients diagnosed with hyperlipidemia at Kimia Farma 049 Pharmacy and determine whether there are medication errors. Hyperlipidemia is a condition where there is an increase in cholesterol levels with or without an increase in triglyceride levels in the blood. This study used a descriptive approach with a data analysis method for prescriptions from patients diagnosed with hyperlipidemia received at the pharmacy during the research period. The main focus of this study is to assess the fulfillment of prescriptions and the type of medication promised. The results of the review of prescriptions that have been carried out administratively still contain several aspects that are incomplete, such as; Doctor's Practice License (SIP), doctor's address, doctor's telephone number, doctor's initials, patient's age, patient's gender, and patient's weight. Based on clinical considerations in general, it can be said that there are no problems that are too significant, but it is only necessary to monitor the side effects of each drug, as well as confirm with the doctor regarding moderate drug interactions."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Putri Pajariana
"Masalah terkait peresepan obat merupakan kejadian medication error yang dapat merugikan pasien. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah ini ialah melalui kegiatan pengkajian resep. Oleh sebab itu dalam karya tulis ini dilakukan pengkajian terhadap kelengkapan administratif, farmasetik serta keseuaian klinis pada resep dari 5 pasien poli saraf yang diterima oleh apotek Kimia Farma unit 0389 dalam rangka melihat dan mengevaluasi permasalahan yang sering terjadi dalam peresepan obat. Hasil pengkajian terhadap kelima resep obat tersebut menunjukkan bahwa dari aspek administrasinya, drug related problem atau medication error yang sering terjadi ialah mengenai tidak tercantumnya informasi terkait alamat dokter, nomor telepon dokter, alamat pasien serta berat badan pasien. Berdasarkan aspek farmasetiknya, informasi mengenai bentuk sediaan obat serta cara dan lama pemberian obat tidak tercantum pada 3 dari 5 resep yang dikaji. Pengkajian terhadap kesesuain klinis menunjukkan bahwa drug related problem yang terjadi pada resep yang dikaji ialah DRP kategori P2 mengenai keamanan pengobatan dengan domain sekunder berupa kejadian obat merugikan yang mungkin terjadi. DRP tersebut diantaranya adalah adanya polifarmasi obat, interaksi obat serta efek samping obat yang merugikan.
Problems related to drug prescribing are medication errors that can harm patients. One effort that can be made to prevent this problem is through reviewing recipes. Therefore, in this paper, an assessment was carried out on the completeness of the administration, pharmacy and clinical suitability of prescriptions from 5 polyneurology patients received at Kimia Farma 0389 Sin order to see and evaluate problems that often occur in drug prescribing. The results of research on the five drug prescriptions show that from the aspect of drug administration, the most common drug-related problems or medication errors that occur are the absence of information regarding the doctor's address, doctor's telephone number, patient address, and patient's weight. Based on the pharmaceutical aspect, information regarding the dosage form of the drug as well as the method and duration of drug administration was not included in 3 of the 5 prescriptions studied. The clinical suitability assessment showed that the problem related to the drug that occurred was DRP category P2 regarding drug safety with a secondary domain in the form of the possibility of drug side effects. This DRP includes drug polypharmacy, drug interactions, and drug side effects."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library