Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 215018 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erinna Putri Damayanti
"Apoteker bertanggung jawab dalam menjalankan pelayanan kefarmasian untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pelayanan kefarmasian di apotek meliputi 2 kegiatan yaitu pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta pelayanan farmasi klinik dalam bentuk pelayanan obat atas resep dokter. Dalam alur pelayanan resep, apoteker menganalisis adanya permasalahan terkait obat (drug related problem) yang dapat mengganggu keberhasilan proses terapi (Kemenkes RI, 2016). Pengkajian resep memiliki peranan penting dalam menjamin legalitas suatu resep dan meminimalisir kegagalan terapi yang disebabkan oleh kesalahan penulisan resep atau informasi obat yang tidak sesuai (Harahap, 2020). Identifikasi potensi interaksi antar obat yang tercantum saat pengkajian resep dapat meningkatkan pemahaman Apoteker dalam pemberian informasi obat kepada pasien penyakit kronis (Kurniapuri & Supadmi, 2015). Tugas khusus ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan resep obat penyakit kronis dari RS Graha Permata Ibu di Apotek Kimia Farma 389 periode Oktober 2023 dengan meninjau aspek administratif, farmasetik, dan pertimbangan klinis khususnya terkait efek samping dan interaksi obat sesuai PerMenkes No. 73 Tahun 2016. Pada analisis ini, metode pemilihan sampel resep yang digunakan adalah metode Purposive Sampling. Sebelum dilakukan analisis, resep obat yang masuk di Apotek Kimia Farma 389 dipisahkan berdasarkan beberapa kriteria. Kemudian, dilakukan analisis kelengkapan resep obat terkait aspek administratif, farmasetik, dan pertimbangan klinis untuk mengetahui masalah terkait pengunaan obat pada pasien penyakit kronis tersebut. Hasil pengkajian resep obat penyakit kronis pada pasien RS GPI yang masuk di Apotek Kimia Farma 389 menunjukkan beberapa masalah terkait kelengkapan resep, terutama pada aspek administratif dan pengkajian klinis.

Pharmacists are responsible for carrying out pharmaceutical services to improve the quality of life of patients. Pharmaceutical services in pharmacies include 2 activities, which are the management of pharmaceutical preparations, medical devices, and consumable medical materials and clinical pharmacy services in the form of prescription drug services. In the flow of prescription services, pharmacists analyze drug-related problems that can interfere with the success of the therapeutic process (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2016). Prescription review has an important role in ensuring the legality of a prescription and minimizing therapeutic failures caused by prescription writing errors or inappropriate drug information (Harahap, 2020). Identifying potential interactions between drugs listed during prescription review can improve pharmacists' understanding in providing drug information to patients with chronic diseases (Kurniapuri & Supadmi, 2015). This special assignment aims to analyze the completeness of chronic disease drug prescriptions from Graha Permata Ibu Hospital at Kimia Farma Pharmacy 389 for the period October 2023 by reviewing administrative aspects, pharmaceuticals, and clinical considerations, especially related to side effects and drug interactions according to PerMenkes No. 73 of 2016. In this analysis, the prescription sample selection method used was the Purposive Sampling method. Before the analysis was carried out, incoming drug prescriptions at Apotek Kimia Farma 389 were separated based on several criteria. Then, an analysis of the completeness of drug prescriptions related to administrative aspects, pharmaceuticals, and clinical considerations was carried out to find out problems related to the use of drugs in these chronic disease patients. The results of the assessment of chronic disease drug prescriptions in GPI Hospital patients admitted to Kimia Farma 389 Pharmacy showed several problems related to prescription completeness, especially in administrative aspects and clinical assessment."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Fitriana Lupitaningrum
"Apotek merupakan tempat yang menyediakan, menyimpan, dan mendistribusikan obat- obatan serta produk kesehatan lainnya. Apotek juga berperan sebagai pusat informasi, pelayaan kesehatan, dan sebagai mitra manajemen penyakit kronis. Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di Apotek harus dapat menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan juga berkhasiat. engkajian resep pasien merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas pelayanan kefarmasian dan mencegah terjadinya medication error. Data didapatkan dengan mengklasifikasikan resep yang diterima di Apotek Kimia Farma 389 berdasarkan tanggal diterima resep dan asal rumah sakit pasien. Data yang diambil adalah sebanyak lima resep pasien penyakit kronis RS Bhakti Yudha Depok selama bulan Oktober 2023 di Apotek Kimia Farma 389 yang diambil secara acak.Pada resep pasien ditemukan beberapa masalah terkait obat pada aspek administratif seperti paraf/tanda tangan dokter, berat badan pasien, dan alamat pasien. Masalah terkait obat padapertimbangan klinis seperti dosis obat yang kurang dan interaksi antara obat yang perlu diperhatikan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan mengatur jadwal konsumsi obat pasien dan mengkonsultasikan kembali kepada dokter terkait pemberian obat yang kurang dosis.Perlu dilakukan pengkajian resep secara rutin untuk menjamin rasionalitas dankesesuaian dosis obat yang akan diterima pasien dan meminimalisir terjadinya kesalahan medikasi (medication error) dan masalah terkait obat.
A pharmacy is a place that provides, stores and distributes medicines and other health products. Pharmacies also act asinformation centers, health services, and as chronic disease management partners. The provision of pharmaceuticalservices in pharmacies must be able to guarantee the availability of safe, quality and efficacious medicines. Reviewing patient prescriptions is important in maintaining the quality of pharmaceutical services and preventing medication errors. Data was obtained by classifying prescriptions received at Kimia Farma 389 Pharmacy based on the date theprescription was received and the patient's hospital origin. The data taken were five prescriptions from patients withchronic diseases at Bhakti Yudha Hospital, Depok during October 2023 at Kimia Farma 389 Pharmacy which weretaken randomly. In the patient prescriptions, several drug-related problems were found in administrative aspects such as the doctor's initials/signature, the patient's weight, and patient address. Drug-related problems in clinical considerations such as insufficient drug dosage and interactions between drugs that need to be considered. This problem can be overcome by arranging the patient's medication consumption schedule and consulting the doctor again regarding administering insufficient doses of medication. It is necessary to review prescriptions regularly to ensure the rationality and suitability of the dosage of medication that the patient will receive and minimize the occurrence of medication errors and problems. drug related."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Ainun Nisa
"Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker ini membahas terkait kesesuaian resep pasien BPJS Kronis Poli Jantung dan Pembuluh di Apotek Kimia Farma 0389 jika ditinjau dari segi administratif, farmasetik, dan klinis yang dianalisis melalui hasil DRPs (Drug Related Problems) yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ini disarankan agar kegiatan pemberian informasi obat dan konseling oleh apoteker lebih ditingkatkan terutama pada pasien polifarmasi yang memiliki risiko interaksi antara obat yang digunakan dan perlu adanya peningkatan pengetahuan bagi pihak rumah sakit atau penulis resep melalui sosialisasi peraturan obat yang dipersyaratkan oleh BPJS sehingga pasien bisa mengklaim obat sesuai dengan apa yang doketr resepkan untuk menghindari indikasi yang tidak diobatai karena ketidaktersediaan obat dan fakktor tidak sesuai persyaratan BPJS.

This Pharmacist Professional Work Practices Report discusses the suitability of prescriptions for BPJS Chronic Heart and Vessel Poly patients at Kimia Farma 0389 Pharmacy when viewed from an administrative, pharmaceutical, and clinical perspective which is analyzed through the results of the DRPs (Drug Related Problems) that occur. This research was conducted observationally using descriptive methods. From the results of this research, it is recommended that the activities of providing drug information and counseling by pharmacists be improved, especially for poly pharmacy patients who have a risk of interactions between the drugs used and there needs to be increased knowledge for hospitals or prescribers through socialization of drug regulations required by BPJS so that patients can claim medicine according to what the doctor prescribed to avoid indications that are not treated due to unavailability of medicine and factors that do not meet BPJS requirements.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Faathimah Adiibah
"Hipertensi adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia dengan prevalensi sebesar 25,8% pada tahun 2013. Apotek Kimia Farma Raya Bogor bekerja sama dengan Rumah Sakit Tugu Ibu dalam pemberian obat pada pasien BPJS rawat jalan. Dalam kajian ini, lima resep antihipertensi dipilih untuk dievaluasi dari aspek administrasi, farmasetis, dan klinis. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa resep-resep tersebut memenuhi semua aspek yang diharuskan kecuali informasi berat badan yang tidak ada. Telaah klinis menunjukkan bahwa semua resep tepat indikasi, dosis, dan pemberiannya.

Hypertension is one of the major global health problems, including in Indonesia with a prevalence of 25.8% in 2013. Apotek Kimia Farma Raya Bogor collaborates with Tugu Ibu Hospital in providing medication for BPJS outpatients. In this study, five antihypertensive prescriptions were selected for evaluation from administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. The evaluation results indicate that the prescriptions meet all required aspects except for the missing weight information. Clinical review shows that all prescriptions are appropriate in indication, dosage, and administration.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Darsih Sarastri
"Pengkajian dan pelayanan resep penting dilakukan untuk menganalisis adanya masalah terkait obat, sebagai upaya pencegahan kesalahan pemberian obat (medication error). Pengkajian resep dilakukan pada beberapa aspek yaitu aspek administratif, farmasetik dan klinis dengan beberapa komponen pada setiap aspeknya. Masalah terkait obat salah satunya dikarenakan adanya polifarmasi dalam peresepan obat. Beberapa jenis penyakit kronis dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit, sehingga memungkinkan terjadinya polifarmasi. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian aspek administratif, farmasetik dan klinis dari resep pasien BPJS dengan penyakit kronis di Apotek Kimia Farma 389 Depok periode resep bulan Juli 2023. Resep yang dikaji sebanyak 5 resep dengan kriteria berupa resep pasien BPJS dengan penyakit kronis, terdiri dari minimal 5 obat, dan resep periode Juli 2023. Resep yang memenuhi kriteria kemudian dilakukan dikaji pada aspek administratif, farmasetik dan klinis. Hasil yang diperoleh yaitu kelima resep yang dikaji belum lengkap secara administrasi dan diperlukan konfirmasi lebih lanjut kepada dokter penulis resep. Aspek farmasetik resep 1, 4 dan 5 telah lengkap memuat keterangan nama, bentuk dan kekuatan sediaan. Sedangkan aspek farmasetik resep 2 dan 3 belum lengkap karena tidak terdapat keterangan bentuk dan kekuatan sediaan. Aspek klinis dari kelima resep menunjukan adanya polifarmasi dan interaksi obat yang memerlukan pemantauan kondisi pasien
lebih lanjut.

Assessment and prescription services are crucial for analyzing medication-related issues, as part of efforts to prevent medication errors. Prescription assessment covers several aspects: administrative, pharmaceutical, and clinical, each with specific components. One of the medication-related issues is due to polypharmacy in prescribing. Various chronic diseases can lead to disease complications, thereby potentially causing polypharmacy. The research aims to determine the completeness and appropriateness of the administrative, pharmaceutical, and clinical aspects of prescriptions for BPJS patients with chronic diseases at Apotek Kimia Farma 389 Depok, during the prescription period of July 2023. Five prescriptions were reviewed, each meeting the criteria of being for BPJS patients with chronic diseases, consisting of at least 5 medications, and being from the July 2023 period. These prescriptions were assessed for administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. The results revealed that all five prescriptions reviewed were incomplete administratively, necessitating further confirmation from the prescribing doctor. Pharmaceutically, prescriptions 1, 4, and 5 were complete with information regarding drug name, form, and strength, while prescriptions 2 and 3 lacked information on form and strength of the drugs. Clinically, all five prescriptions showed polypharmacy and drug interactions requiring further patient condition monitoring.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Restu Dwi Khairani
"Penulisan laporan tugas khusus praktik kerja profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Kimia Farma 048 Matraman bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit kronis dan menganilisis resep untuk pasien rujuk balik (PRB) berdasarkan kajian yang berlaku di Apotek. Penulisan laporan ini menggunakan data resep pasien rujuk balik sebanyak 20 resep yang memiliki riwayat penyakit kronis kemudian rujuk balik ke Apotek Kimia Farma 048 Matraman. Hasil yang didapatkan adalah rata – rata pasien yang dirujuk balik ke Apotek memiliki obat untuk penyakit kronis seperti Hipertensi yaitu Amlodipin Besilat, Bisoprolol. Selain itu, penyakit kronis lainnya terdapat Diabetes Melitus dengan contoh obat yang didapatkan seperti Metformin, Glimepirid, dan Insulin baik insulin kerja panjang maupun kerja pendek. Dari obat – obat tersebut dianalisis bagaimana mekanisme kerjanya dan indikasi serta dosis yang direkomendasikan di resep telah sesuai atau belum sesuai. Tidak hanya analisis resep, namun pengkajian kesesuaian resep juga dilakukan berdasarkan persyaratan administratif, farmasetik, dan klinis. Dari analisis 20 resep tersebut, diketahui bahwa resep telah sesuai dengan persyaratan administratif, farmasetik, dan klinis sehingga disimpulkan bahwa telah memenuhi aturan yang berlaku.

A special assignment report pharmacist professional internship is writing at Apotek Kimia Farma with the purpose to identified chronic disease and to analyzed prescriptions for patients with referral back (PRB) based on applicable studies at pharmacy. The writing of this report used prescriptions data for 20 referral patients who have a history of chronic disease and then referral back to Apotek Kimia Farma 048 Matraman. The results was obtained that the average of the patients who has referral back to drugstore have drugs for chronic disease such as hypertension, like Amlodipine Besylate and Bisoprolol. In addition to, another chronic disease there’s Diabetic with the example of drugs are Metformin, Glimepiride and Insulin both long acting and short-acting insulin. From these drug, it was analyzed how the mechanism of action and the indications and the dosage was recommended in the prescriptions was appropiate or not. Not only prescriptions was analyzed, but also the assessment of the prescriptions suitability was carried out based on administrative, pharmaceutical, and clinical requirements. From the analyzed of the 20 prescriptions, it was found that the prescriptions were in accordance with administrative, pharmaceutical, and clinical requirements so that it was concluded that they had met the applicable regulations.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aqqilla Rinanda Arenta Putri
"Perencanaan merupakan tahapan yang penting karena faktor perencanaan obat yang baik dapat mencegah terjadinya kekurangan dan kelebihan stok obat, serta pemborosan anggaran. Perencanaan merupakan kegiatan penentuan penyusunan daftar kebutuhan obat (jenis dan jumlah) sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, sebelum dilakukannya proses pengadaan. Terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk perhitungan kebutuhan pada perencanaan, diantaranya Metode Konsumsi, Metode Morbiditas dan Metode Proxy Consumption. Pada tahap perencanaan juga terdapat analisis atau evaluasi rencana kebutuhan sediaan farmasi yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan obat dan efesiensi anggaran. Analisis perencanaan pengadaaan obat tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu Analisis ABC, Analisis VEN, dan Analisis Kombinasi. Diantara ketiga metode tersebut, metode analisis ABC pareto merupakan metode evaluasi perencanaan perbekalan farmasi di apotek yang sering digunakan. Analisis ABC Pareto digunakan untuk mengetahui prioritas item yang digunakan di apotek dengan melihat persentase kumulatif dari jumlah pemakaian (nilai pakai), persentase kumulatif dari jumlah investasi (nilai investasi), serta nilai indeks kritis (melalui skor total dari nilai pakai dan nilai investasi). Analisis ABC Pareto dapat membantu Apoteker untuk merencanakan obat- obat atau barang dengan nilai ekonomi paling menguntungkan, sehingga dapat memperoleh keuntungan lebih banyak dan lebih cepat dengan penjualan obat- obat tersebut.

Procurement is an important stage because good drug planning can prevent shortages and excesses of drug stock, as well as wasting the budget. Procurement is the activity of determining the preparation of a list of drug requirements (type and quantity) in accordance with needs and budget, before the procurement process is carried out. There are three methods that can be used to calculate needs in procurement, including the Consumption Method, Morbidity Method and Proxy Consumption Method. At the planning stage there is also an analysis or evaluation of the planned need for pharmaceutical supplies which aims to ensure drug availability and budget efficiency. Analysis of drug procurement planning can be carried out using various methods, namely ABC Analysis, VEN Analysis and Combination Analysis. Among these three methods, the ABC Pareto analysis method is a method for evaluating pharmaceutical supply planning in pharmacies that is often used. ABC Pareto analysis is used to determine the priority of items used in pharmacies by looking at the cumulative percentage of the amount of use (use value), the cumulative percentage of the investment amount (investment value), as well as the critical index value (through the total score of use value and investment value). ABC Pareto analysis can help pharmacists to plan medicines or goods with the most profitable economic value, so that they can gain more and faster profits from selling these medicines.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Chinthia Rahadi Putri
"Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap akses kesehatan pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan yang berkualitas, terjamin mutunya, dan terjangkau. Sebagai wujud keselarasan dengan tujuan adanya JKN, maka apoteker perlu memaksimalkan pengobatan yang diberikan kepada pasien. Salah satu upaya dalam memaksimalkan pengobatan tersebut ialah dengan melakukan pengkajian resep. Dengan adanya pengkajian resep ini akan menurunkan kejadian ketidakrasionalan penggunaan obat. Pengkajian resep ini dilakukan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan Program Rujuk Balik (PRB) serta pada pasien umum.

The National Health Insurance Program (JKN) is a form of government concern for access to health in the community so that people can get quality, guaranteed quality, and affordable treatment. As a form of alignment with the objectives of JKN, pharmacists need to maximize the treatment given to patients. One of the efforts in maximizing the treatment is by conducting a prescription review. This prescription review will reduce the incidence of irrational use of drugs. This prescription review was conducted on patients participating in the BPJS Health Referral Program (PRB) and on general patients."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aliza Farhan
"Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian dimana apoteker sebagai penangung jawab praktik yang telah diatur dalam undang-undang. Standar pelayanan kefarmasian menjadi tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Resep tertulis dari dokter dapat menyumbangkan pemasukan yang tinggi terhadap apotek. Semakin banyak resep obat dari dokter yang masuk akan memberikan keuntungan dan membuat keuangan menjadi lebih sehat untuk operasional apotek. Analisis keuntungan apotek dapat dilihat melalui metode pareto atau ABC. Metode ini memfokuskan pengelola apotek dalam menganalisis keuntungan operasional apotek yang didapat dari resep dokter yang masuk sehingga dapat mengetahui resep dokter yang memberi pemasukan yang besar bagi omzet apotek. Penggunaan metode ini akan mengelompokkan menjadi kelompok A, B, dan C berdasarkan nilai pemakaian dan nilai investasi. Pelaksanaan analisis pareto terhadap resep yang diterima Kimia Farma 382 Depok menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode analisis pareto. Hasil pendapatan dari resep dokter klinik audi dental untuk Apotek Kimia Farma 382 Depok pada periode februari 2023 sebesar Rp21.393.535,00.

A pharmacy is a pharmaceutical service facility where pharmaceutical practice is carried out where the pharmacist is responsible for the practice as regulated by law. Pharmaceutical service standards are benchmarks used as guidelines for pharmaceutical personnel in providing pharmaceutical services. Written prescriptions from doctors can contribute high income to pharmacies. The more drug prescriptions that come in from doctors will provide profits and make finances healthier for pharmacy operations. Pharmacy profit analysis can be seen using the Pareto or ABC method. This method focuses pharmacy managers on analyzing the operational profits of pharmacies obtained from incoming doctor's prescriptions so that they can find out which doctor's prescriptions provide large income for pharmacy turnover. Using this method will group them into groups A, B, and C based on usage value and investment value. The implementation of Pareto analysis on recipes received by Kimia Farma 382 Depok uses a quantitative approach using the Pareto analysis method. The income from prescriptions from Audi Dental clinic doctors for Kimia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Handayani
"Hipertensi menurut WHO adalah ketika tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi (140/90 mmHg atau lebih tinggi). Hal ini umum terjadi, namun dapat menjadi serius jika tidak ditangani. Seiring dengan perkembangan ekonomi, hipertensi pada awalnya mempengaruhi mereka yang memiliki status sosial ekonomi tinggi, tetapi pada tahap perkembangan ekonomi selanjutnya, prevalensi hipertensi dan konsekuensinya paling besar pada mereka yang memiliki status sosial ekonomi rendah. Tujuan dari penulisan tugas khusus ini adalah Menganalisis aspek administrasi, aspek farmasetik, dan aspek klinis resep PRB (Program Rujuk Balik) pasien dengan diagnosis hipertensi yang terdapat di apotek Kimia Farma 48 Matraman Jakarta dan Mengidentifikasi obat antihipertensi yang termasuk dalam PRB (Program Rujuk Balik). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil 2 (dua) sampel resep program rujuk balik (PRB) dengan diagnosis hipertensi. Hasil yang diperoleh adalah masih terdapat ketidaksesuaian terutama dalam aspek administratif dengan peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 35 Tahun 2014 dan Obat antihipertensi yang diresepkan sesuai dengan diagnosis pasien tersebut dan menggunakan terapi 2 kombinasi serta tercantum di dalam fornas.

Hypertension according to WHO is when the pressure in the blood vessels is too high (140/90 mmHg or higher). It is common, but can be serious if left untreated. Along with economic development, hypertension initially affects those with high socioeconomic status, but in later stages of economic development, the prevalence of hypertension and its consequences is greatest in those with low socioeconomic status. The purpose of writing this special assignment is to analyze the administrative, pharmacetic, and clinical aspects of PRB (Program Rujuk Balik) prescriptions for patients with a diagnosis of hypertension found at Kimia Farma 48 Matraman Jakarta pharmacy and to identify antihypertensive drugs included in the PRB (Program Rujuk Balik). Data collection was carried out by taking 2 (two) samples of program rujuk balik (PRB) prescriptions with a diagnosis of hypertension. The results obtained were that there were still discrepancies, especially in administrative aspects with the Ministry of Health Regulation Number 35 of 2014 and the antihypertensive drugs prescribed were in accordance with the patient's diagnosis and used 2 combination therapies and were listed in fornas.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>