Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 143400 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurul Hasanah
"Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT. Glaxo Wellcome Indonesia. Kegiatan PKPA ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang segala aspek industri farmasi yang berhubungan dengan CPOB serta mengetahui penerapan CPOB di PT. Glaxo Wellcome Indonesia. Selain itu, mahasiswa profesi apoteker diharapkan mengetahui dan memahami peran dan tanggung jawab Apoteker dalam industri farmasi khususnya di PT. Glaxo Wellcome Indonesia. sehingga dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Terdapat dua tugas khusus dalam laporan ini. Pertama berjudul Reduksi Waktu Change Over di Filling Liquid Line dan Packaging Liquid Line dengan tujuan untuk menghasilkan standard kerja change over untuk tiap personil berikut target durasi tiap kegiatan. Kedua berjudul Alur Proses Investigasi Masalah dengan Metode Root Cause Analysis. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui proses dan tahapan RCA yang dilakukan oleh PT. Glaxo Wellcome Indonesia.

Pharmacist Internship Program is held in PT. Glaxo Wellcome Indonesia, Pulogadung East Jakarta. The objective of this internship is to increase knowledge and perspective about every aspect in pharmaceutical industry related to GMP and its implementation in PT. Glaxo Wellcome Indonesia. In addition, profession pharmacist is expected to know and understand their role and responsibility in pharmaceutical industry particularly in PT. Glaxo Wellcome Indonesia, hence will be able to face the job in the real world. The title of the first specific assignment is Change Over Time Reduction in Liquid Filling Line and Packaging Liquid Line with the aim to produce a standard work for each personnel change over the duration of each activity targets the following. The title of the second specific assignment is Investigation Process Flow Problems with Root Cause Analysis Methods. Special task aims to identify the processes and stages RCA conducted by PT. Glaxo Wellcome Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rachman Ramadhan
"Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT. Glaxo Wellcome Indonesia, Pulogadung Jakarta Timur. Kegiatan PKPA ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat melihat langsung aktivitas yang berlangsung dalam suatu industri farmasi, memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang segala aspek yang terkait di industri farmasi terutama dalam hal penerapan CPOB di PT. Glaxo Wellcome Inonesia dan dapat memiliki pemahaman yang mendalam mengenai peran dan tugas apoteker di industri farmasi. Tugas khusus yang diberikan berjudul Training Sebagai Salah Satu Cara Untuk Pemenuhan CPOB / GMP. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui peran training dalam penerapan CPOB / GMP di industri farmasi dan membuat modul training yang efektif dan efisien.

Pharmacists Professional Practice (PKPA) implemented in PT. Glaxo Wellcome Indonesia, Pulogadung East Jakarta. PKPA activity is intended that students can see the direct profession pharmacists activity that takes place in the pharmaceutical industry, gaining knowledge and insight into everything related aspects in the pharmaceutical industry, especially in terms of the implementation of GMP in PT. Glaxo Wellcome Indonesia and may have a deep understanding of the role and duties of the pharmacist in the pharmaceutical industry. Special assignment titled Training As One Way To Fulfillment GMP / CPOB. This special task aimed to determine the role of training in the application of GMP / CPOB in the pharmaceutical industry and create effective and efficient training modules.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Purwa Indah Septi Mahanani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT. Glaxo Wellcome Indonesia Jl. Pulo Buaran III Jiep Blok Dd No. 2 – 4 Pulogadung Jakarta Timur. Kegiatan PKPA ini bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker dapat melihat langsung kegiatan yang berlangsung dalam suatu industri farmasi, memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang segala aspek yang terkait di industri farmasi terutama dalam hal penerapan CPOB di PT. Glaxo Wellcome Indonesia dan dapat memiliki pemahaman yang mendalam mengenai peran dan tugas apoteker di industri farmasi. Tugas khusus yang diberikan berjudul Penerapan System Impact Assessment (SIA) dalam Penilaian Dampak Sistem Terhadap Kualitas Produk Di PT. Glaxo Wellcome Indonesia. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem yang memiliki dampak langsung, tidak langsung, maupun tidak berdampak terhadap kualitas produk sehingga aktifitas validasi dan kualifikasi menjadi lebih efisien.

Pharmacists Professional Practice implemented in PT. Glaxo Wellcome Indonesia Jl. Pulo Buaran III Jiep Blok Dd No. 2 – 4 Pulogadung, East Jakarta. PKPA activity is intended that students can see the direct profession pharmacists activity that takes place in the pharmaceutical industry, gaining knowledge and insight into everything related aspects in the pharmaceutical industry, especially in terms of the implementation of GMP in PT. Glaxo Wellcome Indonesia and may have a deep understanding of the role and duties of the pharmacist in the pharmaceutical industry. Special task given Requalification entitled Application of System Impact Assessment (SIA) on the Quality Products at PT. Glaxo Wellcome Indonesia. Special task aims to identify systems that have direct impact, indirect, or no impact on the product quality so that the validation and qualification activities become more efficient.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dira Aztiani
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ghea Shafa Aldora
"Dalam rangka memenuhi permintaan konsumen dan bertahan pada pasar yang kompetitif, suatu perusahaan farmasi seperti PT Takeda Indonesia seringkali menggunakan lean manufacturing yang mengurangi pemborosan dalam proses produksi sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Salah satu alat dari lean manufacturing adalah takt time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan konsumen. Oleh karena itu, dilakukan analisis perbandingan takt time dan cycle time, serta identifikasi dan pemberian solusi terhadap pemborosan yang mungkin terjadi di PT Takeda Indonesia untuk memastikan proses pengemasan produk tablet V berjalan dengan efisien. Pengambilan data waktu operasi mesin dan jumlah tablet yang diproduksi diambil dari Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin stripping H dan S yang sejalur dengan proses pengemasan sekunder, sedangkan data jumlah permintaan konsumen untuk produk tablet V diambil dari Purchase Order (PO). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan terjadinya produksi berlebih yang ditandai dengan lebih kecilnya cycle time jika dibandingkan dengan takt time sehingga dapat menyebabkan berlebihnya inventaris. Hal ini disebabkan terdapatnya penurunan permintaan konsumen yang cukup signifikan dari masa COVID sebelumnya. Oleh karena itu, rekomendasi yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan penyesuaian jadwal dengan permintaan konsumen saat ini, serta dapat melakukan perhitungan takt time untuk tiap langkah pengemasan produk V secara real time agar dapat mengidentifikasi pemborosan secara detail dan mengoptimalisasi efisiensi di tiap langkah pengemasan.

To meet consumer demand and survive in a competitive market, a pharmaceutical company such as PT Takeda Indonesia often uses lean manufacturing which reduces waste in the production process to increase productivity. One of the tools of lean manufacturing is takt time, which is the time needed to meet consumer demand. Therefore, a comparative analysis of takt time and cycle time was carried out, as well as identifying and providing solutions to waste that might occur at PT Takeda Indonesia to ensure that the packaging process for tablet V products runs efficiently. Data collection on machine operating time and the number of tablets produced were taken from the Overall Equipment Effectiveness (OEE) of H and S stripping machines which are in line with the secondary packaging process, while data on consumer requests for tablet V products were taken from Purchase Orders (PO). Based on this study, the smaller cycle time when compared to the takt time indicates the occurrence of overproduction which can lead to excess inventory. This was due to a significant decrease in consumer demand from the previous COVID period. Therefore, recommendations that can be considered are adjusting the schedule to current consumer demand, and being able to calculate takt time for each step of product V packaging in real time to identify waste in detail and optimize efficiency at each packaging step."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anas Maulana
"Proses pengemasan merupakan salah satu bagian penting dalam produksi sediaan farmasi. Proses pengemasan adalah proses dimana obat dikemas ke dalam pengemas yang kompatibel sehingga menjadi produk jadi. Proses pengemasan produk, khususnya liquid terdiri dari proses pengemasan primer, sekunder, dan tersier. Dimana proses ini diharapkan berlangsung cepat untuk mendapatkan output sesuai dengan target. Namun, adanya loss time pada proses pengemasan akan mengakibatkan output yang diperoleh akan berkurang, selain itu waktu yang diperlukan untuk tahap pengemasan juga akan menjadi lebih lama. Loss time adalah waktu yang hilang dan yang tidak dapat dipergunakan untuk memberikan nilai tambah pada suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya Loss time serta improvement dalam mengatasi permasalahan pada pengemasaan sediaan liquid. Pelaksanaan perbandingan kesesuaian dilakukan berdasarkan studi observasi pada grey area pengemasan primer dan sekunder sediaan liquid. Hasil yang didapatkan terkait penyebab Loss time pada PT. Soho Industri Pharmasi secara garis besar ada 3, yaitu yang pertama planned stoppages berupa waktu istirahat yang lebih dari 30 menit dan pergantian shift. Kemudian yang kedua unplanned stoppages, terkait permasalahan pada flap box depan terbuka. Sedangkan kejadian yang menyebabkan loss time terakhir adalah unexplained stoppages, berupa kendala pada jembatan penghubung yang tidak rata dan lengket.

The packaging process is an important part in the production of pharmaceutical preparations. The packaging process is a process where drugs are packaged into compatible packaging so that they become finished products. The product packaging process, especially liquids, consists of primary, secondary and tertiary packaging processes. Where this process is expected to take place quickly to get output according to the target. However, the presence of loss time in the packaging process will result in the output obtained being reduced, besides that the time required for the packaging stage will also be longer. Loss time is time that is lost and cannot be used to provide added value to a product. This research aims to determine the causes of loss time and improvements in overcoming problems in the packaging of liquid preparations. The conformity comparison was carried out based on observational studies in the gray area of primary and secondary packaging of liquid preparations. The results obtained are related to the causes of loss time at PT. In general, there are 3 Soho Industrial Pharmacies, namely the first is planned stoppages in the form of rest periods of more than 30 minutes and shift changes. Then the second is unplanned stoppages, related to problems with the front flap box opening. Meanwhile, the incident that caused the latest loss time was unexplained stoppages, in the form of obstacles on the connecting bridge that were uneven and sticky.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arifa Rafrillia
"ABSTRAK
Praktek Kerja Profesi Apoteker di GlaxoSmithKline Jalan Pulobuaran Raya Kav
III Blok DD No. 2-3-4 Jakarta Timur bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker
dapat mengetahui dan memahami peran serta tanggung jawab apoteker di industri farmasi serta mengetahui dan memahami peran serta tanggung jawab apoteker di departemen pengawasan mutu GlaxoSmithKline. Tugas khusus yang diberikan berjudul Pembuatan Template Excel Spreadsheet untuk Pengolahan Data Hasil Analisis Sirup Pseudoephedrine HCl, Triprolidine HCl, dan Dextromethorphan HBr Menggunakan Gas Chromatography. Tujuan dari tugas khusus ini adalah memahami tahapan dalam pembuatan sistem komputerisasi yang digunakan di industry farmasi dan membuat excel spreadsheet pengolahan data hasil analisis sirup Pseudoephedrine HCl, Triprolidine HCl, dan Dextromethorphan HBr menggunakan gas chromatography.

ABSTRACT
Internship in GlaxoSmithKline Jalan Pulobuaran Raya Kav III Blok DD No. 2-3-4
East Jakarta aims to make the pharmacists may know and understand the roles and responsibilities of pharmacists in the pharmaceutical industry as well as to know and understand the roles and responsibilities of pharmacists in the quality control department in GlaxoSmithKline. Given the special task entitled Excel Spreadsheet Template for Processing Data Analysis Pseudoephedrine HCl, Triprolidine HCl, and Dextromethorphan HBr Syrup using Gas Chromatography. The purpose of this special task is to understand the stages in the manufacture of computerized systems used in the pharmaceutical industry and create an excel spreadsheet data processing analysis results Pseudoephedrine HCl, Triprolidine HCl, and Dextromethorphan HBr syrup using gas chromatography."
2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Diar Siti Hazar Sukandi
"Industri Farmasi adalah badan usaha yang memiliki izin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat. Pembuatan obat adalah seluruh tahapan kegiatan dalam menghasilkan obat meliputi pengadaan bahan awal, produksi, pengemasan, pengawasan dan pemastian mutu hingga diperoleh obat untuk didistribusikan. Setiap industri farmasi perlu mengikuti pedoman dari Cara Pembuatan Obat yang Baik dalam menjalankan seluruh proses produksi obat. Pedoman CPOB dimaksudkan untuk digunakan oleh industri farmasi sebagai dasar pengembangan aturan internal sesuai kebutuhan. PT. Glaxo Wellcome Indonesia merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang farmasi baik produk yang di produksi di dalam negeri maupun produk impor dari perusahaan GlaxoSmithKline (GSK) yang berada di luar negeri. Penerapan CPOB di PT. Glaxo Wellcome Indonesia sudah memenuhi persyaratan dari seluruh aspek yang ada di CPOB.

Pharmaceutical industry is a business entity which has a license from Ministry of Health to doing some manufacturing of drugs or pharmaceutical ingridients. Manufacturing of drug is in producing a drug includes preparing raw material procurment, production, packaging, quality control, quality assurance to obtain the drug for distribution. Pharmaceutical industry need to follow the guiglines of Good Manufacturing Practice in conducting the entire process of drug manufacturing. GMP guidelines are intended for use by the pharmaceutical industry as the basic for internal rules as needed. PT. Glaxo Wellcome Indonesia is one of pharmaceutical industry which has both pharmaceutical products in domestic manufacturing and imported from GlaxoSmithKline (GSK) supplying site. PT. Glaxo Wellcome Indonesia already meet the requirements of the whole aspects of the Good Manufacturing Practice.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>