Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 119332 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Faris Ariq Naufal
"Biomachining merupakan teknologi micromachining alternatif yang memanfaatkan makhluk hidup yaitu bakteri untuk melakukan pemesinan seperti pemotongan pada benda kerja. Proses biomachining dapat diperbarui terus menerus tanpa menimbulkan dampak negative yang signifikan pada lingkungan. Ditambah lagi, biomachining memiliki biaya pengoperasian yang rendah karena bakteri dapat dikultur atau dikembangbiakkan secara terus menerus. Berdasarkan keunggulan-keunggulan tersebut, biomachining menjadi pilihan penulis untuk membuat pipa kalor, khususnya adalah pembuatan sumbu kapiler yang merupakan salah satu komponen dari pipa kalor. Pipa kalor tersebut dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan performa capillary pumping yang lebih baik dari penelitian sebelumnya. Benda kerja yang dibuat menjadi pipa kalor adalah 4 buah foil tembaga dengan ketebalan 0,1 mm, 4 buah pipa tembaga dengan diameter ¼ inchi dan juga 4 buah pipa tembaga dengan diameter 3/8 inchi. Benda kerja yang dilakukan biomachining hanya 3 buah foil dengan variasi yaitu tanpa pola, pola lurus dan juga pola miring. Selain itu, pipa tembaga yang berukuran ¼ inchi juga dilakukan biomachining pada permukaan luarnya. Setelah semua proses selesai, benda kerja tersebut digulung menjadi 3 lapisan yaitu lapisan terdalam adalah pipa ¼ inchi, lapisan tengah foil tembaga dan lapisan terluar adalah pipa 3/8 inchi. Pipa kalor lalu diuji untuk mencari koefisien capillary pump-nya. Hasil terbaik yang didapatkan adalah sampel dengan foil tanpa pola yang dilakukan biomachining dan pipa tembaga yang juga dilakukan biomachining dengan nilai koefisien 0,828 g/s. Nilai koefisien tersebut lebih baik dibandingkan penelitian oleh Fitriana, namun masih kurang baik apabila dibandingkan dengan nilai koefisien oleh penelitian Ariantara.

Biomachining is an alternative micromachining technology that utilizes living things, namely bacteria to perform machining processes such as cutting on the workpiece. With the use of living things, the biomachining process can be renewed continuously without causing significant negative impacts on the environment. In addition, biomachining has low operating costs because bacteria can be cultured or bred continuously. Based on these advantages, biomachining is the author's choice to make a workpiece, namely a heat pipe, specifically the manufacture of a capillary wick which is one of the components of the heat pipe. The heat pipe was made with the aim of producing better capillary pumping performance than previous research. The workpieces that were made into a heat pipe were 4 pieces of copper foil with a thickness of 0.1 mm, 4 pieces of copper pipe with a diameter of ¼ inch and 4 pieces of copper pipe with a diameter of 3/8 inch. The workpieces that were biomachined are only 3 pieces of foil with variations such as without pattern, straight pattern, and oblique pattern. In addition, the ¼ inch copper pipe was also biomachined on its outer surface. After all the processes are completed, the workpiece was rolled into 3 layers, namely the innermost layer is ¼ inch pipe, the middle layer is copper foil, and the outermost layer is 3/8-inch pipe. The heat pipe is then tested to find the capillary pump coefficient. The best result obtained was the sample with foil without pattern that was biomachined and copper pipe that was also biomachined with a coefficient value of 0.828 g/s. The coefficient value is better than the research by Fitriana, but still less good when compared to the coefficient value by Ariantara's research."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Weinberger, Robert
Boston : Academic Press , 1993
547.7 WEI p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Bagas Diko Firmansyah
"Senyawa adenosin fosfat bervariasi jumlah gugus fosfatnya yakni adenosin monofosfat (AMP), adenosin difosfat (ADP) dan adenosin trifosfat (ATP). Untuk mendeteksi ketiga jenis senyawa secara simultan, dikembangkan sistem elektroforesis menggunakan detektor elektrokimia dengan elektroda boron-doped diamond. AMP, ADP dan ATP dalam bufer fosfat pH 7 memiliki kesamaan potensial oksidasi sekitar +0,93 Volt (vs. Ag/AgCl). Potensial yang sama juga ditemukan pada oksidasi adenin dan adenosin, yang mengindikasikan bahwa reaksi oksidasi terjadi pada gugus adenin.
Elektroforesis kapiler dilakukan menggunakan kapiler fused silica(d: 0,05 mm). Dengan mengaplikasikan potensial 10 Kvolt, AMP, ADP dan ATP dapat dipisahkan dengan waktu retensi berturut-turut 1439 detik, 1202 detik dan 848 detik. Linieritas dapat dicapai untuk ketiga senyawa tersebut dengan batas deteksi beruturut-turut yakni 0,5946 μM, 0,5619 μM and 1,7795μM. Hasil tersebut menunjukkan bahwa elektroforesis berdetektor elektrokimia dapat digunakan untuk deteksi simultan senyawa adenosin fosfat AMP, ADP dan ATP.

Adenosine phosphates were varied with the number of phosphate groups, including adenosine monophosphate (AMP), adenosine diphosphate (ADP), and adenosine triphosphate (ATP). In order to detect them simultaneously, a capillary electrophoresis coupled with electrochemical detection using boron-doped diamond electrode is developed. AMP, ADP and ATP in phosphate buffer pH 7 have similar oxidation potentials at around +0.9 V (vs. Ag/AgCl). This potential is also similar to that of adenin and adenosine, indicated that the oxidation occurred at adenin moiety.
Capillary electrophoresis, which was then performed using fused silica capilar (d: 0,05 mm) at an appied potentials of 10 KVolt can separate the adenosine phosphate AMP, ADP and ATP with the retention times of 848 s, 1202 s, and 1439 s, respectively. Liniear calibration curve can be achieved with the limits of detection of 0,5946 μM , 0,5619 μM and 1,7795μM, respectively the result shows that electrophoresys with electrochemical detector is promising for simultaneous detection of adenine phosphates.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S64784
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Udiyani Prayika Putri
"Elektroda micro-band boron-doped diamond BDD berhasil difabrikasi dengan metode laminasi, dimana boron-doped diamond diletakkan diantara dua plat insulator, yaitu Teflon dan karet silikon. Karakterisasi lapisan BDD dilakukan menggunakan spektra Raman dan XPS, sedangkan micro-band terfabrikasi dikarakterisasi dengan SEM. Elektroda ini diuji untuk siklik voltametri dari larutan adenosin monofosfat AMP, adenosin difosfat ADP, and adenosin trifosfat ATP, dimana teramati sebuah puncak oksidasi yang muncul disekitar 0.9V vs. Ag/AgCl. Pengaruh pH juga dipelajari dan ditemukan bahwa respon arus tertinggi berada pada pH 2. Koefisien difusi dari adenosin fosfat adalah 0,0874 m2/s.
Luas permukaan efektif dari elektroda BDD ditentukan menggunakan koefisien difusi tersebut dan diperoleh nilai sebesar 1,11x10-7 m2. Untuk mengembangkan deteksi berkelanjutan dari larutan AMP, ADP, dan ATP, digunakan elektroforesis kapiler atau capillary zone electrophoresis CZE dengan deteksi elektrokimia berbasis elektroda micro-band BDD. Ketiga adenosin fosfat dalam larutan buffer Britton-Robinson dapat terpisah secara sempurna pada kapiler silica 30 cm dengan voltase pemisahan sebesar 10 kV. Hubungan yang linear antara respon arus dan konsentrasi pada rentang 0.1-2 mM diperoleh dengan batas deteksi 0.0041 ?M, 0.006 ?M, dan 0.0109 ?M untuk AMP, ADP, dan ATP. Perbandingan elektroda micro-band dengan makroelektroda sebagai detektor pada CZE menunjukkan bahwa micro-band lebih sensitif dari pada makroelektroda. Metode ini berhasil diaplikasikan pada sampel urin manusia yang diinjeksikan dengan AMP, ADP, dan ATP, serta ditemukan pula spesi elektroaktif lainnya, yaitu adenin dan guanin.

A micro band boron doped diamond BDD electrode was successfully fabricated by lamination method. This method was done by sealing process a piece of boron doped diamond film inside a sandwich of two insulating plates, namely Teflon and silicon rubber. Characterization of the BDD film was performed using Raman and XPS spectra, while the fabricated micro band was characterized by using its SEM image. The electrode was examined for cyclic voltammetry of adenosine monophosphates AMP, adenosine diphosphates ADP, and adenosine triphosphates ATP solutions, where an oxidation peak at around 0.9V vs. Ag AgCl was observed. The influence of pH was also studied and it was discovered that the maximum currents occurs at pH 2. The diffusion coefficient of adenosine phosphates was found to be 0,0874 m2 s.
The effective surface of BDD electrode determined using this diffusion coefficient was 1,11x10 7 m2. In order to develop a simultaneous detection of AMP, ADP, and ATP in a mixture solution, a capillary zone electrophoresis CZE with an electrochemical detection using this micro band was arranged. The three of adenosine phosphates can be well separated in a 30 cm length of fused silica capillary at a separation voltage of 10 kV using Britton Robinson buffer pH 2. The current responses in the concentration range of 0.1 to 2 mM were linear with the detection limits of 0.0041 M, 0.006 M, and 0.0109 M for AMP, ADP, and ATP, respectively. Comparison with a macroelectrode BDD as the detector in CZE showed that the micro band was more sensitive than macroelectrode. The method was successfully applied for urine human sample injected with those three adenosine phosphates,adenine, and guanine.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T47119
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitriana Bahtiar
"Biomachining sebagai salah satu jenis mikrofabrikasi memiliki banyak potensi untuk terus dikembangkan. Metode ini telah terbukti mengungguli metode-metode lain pada bidang yang sama. Selain mampu menghasilkan panas yang lebih rendah sehingga tidak memberikan pengaruh termal pada benda kerja dan ramah lingkungan, dengan ukuran bakteri sebagai cutting tool yang berkisar antara 0.5 sampai 1 μm, metode ini mampu menghilangkan sebagian kecil bagian dari benda kerja. Didorong oleh keefisienannya tersebut, penulis melakukan penelitian yaitu memfabrikasi sumpu kapiler pada pipa kalor dengan metode biomachining. Pada selembar pelat tembaga dibuat pola dengan interval 1 mm, kemudian direndam pada kultur bakteri, divariasikan selama 24 jam dan 48 jam. Pelat ini lalu digulung dan dimasukkan ke dalam pipa tembaga berukuran 3/8 inchi.
Hasil pengujian terhadap sumbu kapiler tersebut didapatkan nilai t yang berkisar antara 0.368 s sampai 0.460 s, lebih kecil dari metode slip casting yang menandakan permeabilitas yang lebih baik. Namun, nilai coefficient capillary pumping rate-nya berkisar antara 0.294 g/s sampai 0.347 g/s, masih di bawah metode slip casting dan material koral, menandakan performanya sebagai sumbu kapiler yang masih kurang dibandingkan dengan metode slip casting dan material koral. Hasil tersebut tidak mustahil untuk lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.

Biomachining as one type microfabrication has a lot of potential to be developed. This method has been proven to outperform other methods in the same plane. Aside from being able to produce a lower heat so there?s no thermal effect on the workpiece and environmentally friendly, with the size of the bacteria as a cutting tool that ranged from 0.5 to 1 μm, this method is able to eliminate a small part of the workpiece. Motivated by its efficiency, the author conducted a study that fabricate wick for heat pipe application using biomachining method. On the piece of copper plate created a pattern with intervals of 1 mm, and then soaked it in a bacterial culture, varied during 24 hours and 48 hours. This plate is then rolled up and inserted into 3/8 inch copper pipe.
The test results of the wick obtained by that method, t values ranged from 0.368s to 0.460s, lower than slip casting method indicating better permeability. However, the value of coefficient capillary pumping rate was ranged from 0.294 g /s to 0.347 g/s, still lower than slip casting method and coral material, indicating its performance as a capillary wick is still less compared with slip casting method and coral material. It's possible that the result can be improved in the future.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63625
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S37174
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M.M. Vita Kurniati
"Talasemia adalah suatu penyakit kelainan darab yang diturunkan secara resesif dan orang tua kepada anaknya, Pada talaseinia terjadi ketidakseimbangan rasio antara rantai globin or dan rantai globin B, sehingga ada rantai globin yang tidak berpasangan. Presipitasi rantai globin yang tidak berpasangan pada membran dapat mengakibatkan otooksidasi membran sel darah merah penderita talasemia. Salah satu penelitian yang telah dilakukan melaporkan adanya peningkatan pembentukan malondialdehid, penunman kadar asam lemak tak jenuh jamak Serta texjadinya ikatan lintas silang antar protein mernbran sel darah merah talasemia akibat oksidasi. Perubahan komponen protein membran sel darah merah talasemia merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan destruksi dini sel darah merah talasemia. Oleh karena itu, penelitian ini berrujuan menganalisis perbedaan pola protein membran sel darah merah talasemia dan sel clarah merah normal. Analisis pola protein membran dilakukan dengan teknik elektroforesis dan imunokirnia pada sampel sel darah merah normal, sel darah rnerah talasemia pernah transfusi dan sel darah merah talasemia belum pernah transfusi baik dengau maupun tanpa pemberian beban oksidatif. Hasil dan Kesimpulan, Perbedaan pola protein membran sel darah merah normal dan sel darah merah talasemia terutama dapat dilihat pada pita 3. Perubahan protein pita 3 pada membran sel darah merah talasemia disebablcan oleh oksidasi. Oksidasi protein pita 3 ini akan mengakibatkan degradasi protein pita 3. Analisis pola protein membran secara imunokimia tidak dapat dilakukan dengan menggunakan antibodi antighosl normal. Antibodi yang digunakan hendaknya merupakan suatu anttbodi terhadap salah satu komponen protein membran."
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2000
T3727
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Angelina Wening Widiyanti
"Bakteriosin telah dikenal sebagai polipeptida kecil yang memiliki aktivitas antimikroba dan disintesis oleh banyak bakteri. Pada penelitian sebelumnya, ditemukan adanya tiga peptida dengan motif glisin ganda yang diduga bakteriosin dalam Weissella confusa MBF8-1. Ketiga bakteriosin tersebut telah berhasil diklon pada Bacillus subtilis DB403. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi dan karakterisasi peptida rekombinan bakteriosin, khususnya Bac1 menggunakan metode elektroforesis Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrilamide Gel (SDS - PAGE). Bacillus subtilis DB403 dibiakkan dan diinduksi dengan Xylosa untuk melihat ekspresi peptida rekombinan. Kemudian sel diresupensi dan dipurifikasi dengan Kolom Afinitas HisTrap FF 5 mL yang diikuti dengan liofilisasi. Karakterisasi diamati menggunakan SDS - PAGE dan dikonfirmasi menggunakan uji aktivitas antimikroba yang menunjukkan konsentrasi hambat minimal (KHM). Bakteri indikator yang digunakan adalah Leuconstoc mesenteroides TISTR120. Adanya gen bac1 dibuktikan dengan Polymerase Chain Reaction menggunakan plasmid sebagai template dan pasangan primer spesifik. Berdasarkan terjadinya misfolding dan agregasi yang disebabkan adanya penambahan Histidin tag pada bac1, peptida Bac1 tidak berhasil dikarakterisasi menggunakan SDS - PAGE. Fraksi elution buffer Bac1 menunjukkan adanya pita tunggal pada ukuran 96 kDa. Sedangkan prediksi kalkulasi berat molekul menggunakan sekuens asam amino menunjukkan bobot molekul Bac1 adalah 4,9 kDa. Hasil Uji KHM tidak menunjukkan aktivitas potensial Bac1 sebagai bakteriosin tunggal.

Bacteriocin is a well-known ribosommally synthesized polypeptide by many bacteria, which has antimicrobial effect. In a previous study, three putative double glycine motive peptide encoded in Weissella confusa MBF8-1. These putative bacteriocins were cloned in Bacillus subtilis DB403. This study aims to observe expression and characterization recombinant bacteriocin, in particular Bac1 using Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrilamide Gel (SDS - PAGE) method. B.subtilis DB403 was cultivated and induced with xyllose to observe the expression of recombinant peptide. Then, cell was resuspended and purified with HisTrap FF Affinity Column 5 mL, followed by lyophilization. Characterization was done by SDS ? PAGE and was confirmed by antimicrobial activity assay performing Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Indicator bacteria used was Leuconostoc mesenteroides TISTR120. The existence of bac1 gene has been proved by Polymerase Chain Reaction (PCR) using plasmid as template and specific primer pairs. It is assumed that due to malfolding and aggreggation caused by Histidin tag added to bac1 gene, Bac1 peptide cannot be succesfully characterized by SDS - PAGE. Analysis of Bac1 fraction from elution buffer step resulted a single band at 96 kDa. While, predictive calculation of molecular weight by Bac1 amino acid sequence is 4.9 kDa. MIC assay result did not show potential activity of Bac1 as a single bacteriocin.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
S65678
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ichsan Indhiarto
"[ABSTRAK
Kebutuhan terhadap teknologi baru dalam pipa kalor terus meningkat terutama dalam kemampuan sumbu kapiler mengalirkan fluida. Sebuah biomaterial telah dibuktikan memiliki performa yang baik untuk menjadi bahan dasar sumbu kapiler. Namun, penggunaannya membawa permasalahan tersendiri bagi lingkungan. Oleh karena itu diperlukan material yang dapat meniru atau bahkan melebihi performa dari koral. Lotus-Type Porous Material (LTP) diproyeksikan mampu mengalahkan performa koral. Pada penelitian ini dikembangkan fabrikasi LTP dengan metode slip-casting berbahan dasar serbuk tembaga dan memberikan hasil yang baik. Disamping itu parameter proses untuk menghasilkan LTP yang optimum juga didapatkan.
ABSTRACT
Demands on state of the art technology in heat pipe field rising especially in capillary pumping performance. Prior research concluded biomaterial has superior performance as basic material for capillary wick. However, it was followed by consequences of harnessing the ecosystem. A new material that mimick and exceed the performance of coral will be necessity. Lotus-Type Porous Material (LTP) projected can pass over performance of coral and it is proofed to be true through this research. Besides that, process parameter for fabricating optimum capillary wick with LTP configuration also being concluded.
, Demands on state of the art technology in heat pipe field rising especially in capillary pumping performance. Prior research concluded biomaterial has superior performance as basic material for capillary wick. However, it was followed by consequences of harnessing the ecosystem. A new material that mimick and exceed the performance of coral will be necessity. Lotus-Type Porous Material (LTP) projected can pass over performance of coral and it is proofed to be true through this research. Besides that, process parameter for fabricating optimum capillary wick with LTP configuration also being concluded.
]"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S61700
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maulana Rasis
"Teknologi penghantar panas terus mengalami perkembangan karena kebutuhan yang terus meningkat. Salah satunya adalah teknologi pipa kalor yang terus dikembangkan dari segi kemampuan sumbu kapilernya dalam memompa fluida kerja. Sebuah pengembangan berupa Lotus-Type Porous Material yang diterapkan pada sumbu kapiler di pipa kalor diprediksikan akan meningkatkan kemampuan dari pipa kalor tersebut. Metode fabrikasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah Centrifugal casting dengan bahan dasar berupa serbuk tembaga. Komposisi serbuk tembaga dan juga kecepatan rotasi yang dihasilkan dari mesin Centrifugal casting turut memberikan pengaruh pada porositas yang terbentuk pada sumbu kapiler yang tentunya juga akan mempengaruhi performa dari sumbu kapiler tersebut.

Heat transfer technology continues to development because of the increasing demands. One of which is heat pipe technology are continuously being developed in terms of wick ability to pumping the working fluid. Lotus-Type Porous Material is one of fabrication development which applied to the wick is predicted will increase it's ability. Fabrication method in this research to make heat pipe's wick is use Centrifugal casting method that use copper powder as base material. The composition of copper powder and rotational velocity of the centrifugal casting machine can influence the performance of heat pipe and also the thickness of the wick that will be formed."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S65654
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>