Ditemukan 39130 dokumen yang sesuai dengan query
Budiyanto
"Pada tesis ini dibahas mengenai suatu motor induksi yang dimanfaatkan sebagai generator. Kelebihan generator induksi dibandingkan generator sinkron adalah dalam hal konstruksinya yang sederhana, dan tidak diperlukannya eksitasi magnet. Bila rotor diputar dengan kecepatan lebih besar dari kecepatan medan magnet putar stator, maka pada generator induksi dapat timbul tegangan. IJntuk membangkitkan tegangan yang lebih besar, maka rotor harus diputar dengan kecepatan putar yang lebih besar lagi. Namun, kecepatan putar yang besar akan memperbesar frekuensi generator. Agar dapat berfungsi sebagai generator dengan tegangan dan frekuensi sama dengan tegangan dan frekuensi jala jala, maka putaran rotor harus sama dengan putaran nominal motor induksi yang dijadikan generator. Tegangan hanya dapat timbul bila ada sisa magnet pada rotor. Untuk memperoleh tegangan nominal, dipasang kapasitor paralel pada terminal kumparan stator. Pengujian untuk studi ini menggunakan motor induksi tiga fasa 0,2.E Hp, 220/380 Volt tanpa beban dan dibebani.
This thesis discusses about an induction motor being used as a generator. The advantage of an induction generator compared to a synchronous generator is its simplicity in construction, where a separate magnetic excitation is not needed. Lithe rotor is rotated with a speed bigger than the speed of the stator rotating magnetic field, than an induction voltage will be generated. To generate a bigger voltage, the rotor has to be rotated with a bigger speed but a bigger rotating speed will cause a bigger frequency. In order to operate with the voltage and frequency of the electrical network, the rotor speed must be the same as the motor nominal speed. There will be a voltage only if there is rotor residual magnetism. To get a nominal voltage, capacitors are being installed at stator windings terminals. In this study a three phase 0,25 Hp, 2201380 V induction motor with and without load is being used."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14664
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Budiyanto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
TA3263
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Sutrisno
"Making of this script final duty, needed turbine prototype or small object appliance Pelton to be examination of activator characteristic. Making of appliance with material design changing when unable to function or experience of failure. Design of last turbine use material stainless steel with tacking on welding with axis runner turbine. Election and making of electrics generator shall precisely can release supply 50 I-lz - 60 Hz. Generator is not have to rotate 1500 rpm, but with design addition of magnet pattem tide and our bobbin place ang|e=cornel‘5 make I HZ, hence velocity tum around generator can be degraded- With this method of course will growing bigly size measure of generator. Exsperiment turbine characteristic to look working efficiency from effect change head pressure energy or elevation source. Capacity water How constitute parameter velocity from elevation source and extensive squirt for bucket. Intake of data with measuring water capacities function entry, value pressure gauge of actual head at point gauge and tum around velocity moment turbine work without burden with tachometer. Making difference water squirt for turbine to use n02.Z|c with diameter 0.005 m and 0.008 m to compare effect result of water velocity. Diference head pressure energy and kinetic energy from nonle constitute efliciency loss network piping and using nozzle. Test turbine characteristic make input head energy from water velocity at nozzle and potential elevation noule from bucket. Power energy output turbine is torsion theory, not measuring actual condition. With result equation of momentum will yield energy output of turbine or equation Euler head energy. Energy torsion turbine or BHP (Brake Horse Power) from activator of turbine required to transfer velocity tum around for the burden of electrics generator torsion. Analysis indicate that speed turn around turbine can be arranged by controlling input energy irrigate to bucket. Input energy from head depress conversion of velocity water in bucket and water capacities direction into turbine. Relation of WHP (Water Horse Power) and speed tum around although non linear but we earn to design velocity tum around with condition of different."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S37551
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Adi Pratomo
"Gedung The Energy yang berlokasi di jalan Jenderal Sudirman direncanakan disuplai daya dari PLN sebesar 10 MVA. Suplai daya cadangan (back up power) generator direncanakan 4 x 2020 kVA. Daya cadangan ini untuk mengantisipasi bila aliran daya dari PLN padam. Berdasarkan perhitungan optimasi, mengingat tingkat keandalan pada lokasi tersebut tinggi, maka untuk daya cadangan pada lokasi tersebut hanya diperlukan generator 2 x 2020 kVA. Selain itu berdasarkan perencanaan total beban daya elektris darurat (ketika terjadi pemadaman total oleh PLN) adalah sebesar 1.948.797 VA. Dengan pemakaian generator cadangan (genset) sebanyak 2 x 2020 kVA maka dapat dihemat peralatan, biaya (investasi awal) dan bahan bakar. Biaya investasi awal yang dihemat sebesar RP. 5.800.000.000,- (lima milyar delapan ratus juta rupiah) atau sebesar 22.35% dari total biaya investasi awal menggunakan generator cadangan 4 x 2020 kVA.
The Energy building which have location at the Jenderal Sudirman road in Central of Jakarta planned by supply of power from PLN equal 9690 kVA. The generator back up power planned about 4 x 2020 kVA. The generator back up powerusing to antisipate if the main power from PLN has gone. According optimation calculation, considering the realibility at this location, so for the back up power just needed generator capacity about 2 x 2020kVA. Beside that according from design, total emergency load (at condition totaly no power from PLN) is 1.948.797 VA. With the 2 unit generator 2020 kVA capacity, we can reduce cost and fuel. We can save money Rp. 5.800.000.000, (five billion eight hundred million rupiahs) that?s equal with 22.35% from totally investation value before."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S40000
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Adi Santosa
"Kemampuan generator sinkron mencatu daya dibatasi oleh pemanasan yang terjadi pada inti besi, belitan rotor dan belitan stator dari generator. Faktor daya generator sinkron menentukan bagian-bagian yang akan mengalami pemanasan. Faktor daya leading menyebabkan pemanasan inti besi, faktor daya lagging menyebabkan pemanasan belitan rotor, sedangkan faktor daya di antara keduanya menyebabkan pemanasan belitan stator. Pemanasan inti besi, .belitan rotor dan belitan stator ditentukan oleh besar rugi-rugi yang terjadi pada bagian yang dimaksud, luas permukaan-permukaan pernindah panas, konduktivitas panas bahan-bahan isolasi, konduktivitas arah aksial inti besi, ketebalan isolasi belitan dan isolasi alur, serta kecepatan dan temperatur udara pendingin yang mengalir pada permukaan pemindah panas. Batasan-batasan pemanasan generator sinkron pada tiga daerah faktor daya memberikan suatu daerah kerja yang disebut sebagai daerah kemampuan daya reaktif. Dengan membandingkan daya keluaran generator sinkron dan batasan ini bisa didapatkan suatu sistem pemantauan pembebanan generator sinkron. Pemanfaatan lebih lanjut dari penelitian ini adalah untuk menganalisa daerah kerja suatu generator sinkron berdasarkan tingkat pemanasan yang masih mampu diterima oleh belitan stator, belitan rotor dan inti besi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S38253
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Asep Saepudin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S39023
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Bhakti Yudho Suprapto
"Pada tesis ini dilakukan pemodelan generator dengan menggunakan pendekatan matematis akan mengacu pada referensi yang ada untuk mewakili sistem yang rumit. Dengan pemodelan ini, dapat dilakukan simulasi sistem lingkar terbuka untuk mengetahui tanggapan sistem terhadap perubahan tegangan dengan memberikan fungsi step pada sistem masukan lingkar terbuka.
Untuk memperbaiki unjuk kerja generator tersebut digunakan pengendali PI atau pengendali PID. Penalaan parameter kendali dilakukan berdasarkan metode Ziegler Nichols dan metode Heuristik. Pengendalian dengan parameter-parameter kendali tersebut dapat dilakukan dengan simulasi lingkar tertutup. Dan hasil simulasi yang dilakukan ternyata pengendali PID melakukan pengendalian lebih baik dibandingkan dengan pengendali PI.
This thesis discusses the modeling of generator based on mathematic approximation to represent the existing generator systems. Using the model, the open loop generator system can be simulated and the response to a step function can be recorded.To get a better performance of the generator, it will be put under closed loop control using a PI controller or PID controller. The controller parameters can be found using Ziegler Nichols method and the Heuristic method. Simulation of the closed loop system using these parameters shows that the PID controller gives better performance than the PI controller."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14606
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S37989
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Wahyu Adhie Candra
"Field Steam Generator merupakan bagian dari steam generator yang berukuran ringkas dan mempunyai kapasitas yang tidak terlalu besar. Field Steam Generator bekerja dengan membakar aliran air yang dilewatkan melalui pipa di dalam tungku pembakaran. Aliran air yang lewat diharapkan berubah menjadi uap air dengan kadar 70% hingga 80% pada keluarannya. Karena sifatnya yang ringkas dan berkapasitas tidak besar maka alat ini banyak digunakan sebagai steam injector pada sumur-sumur minyak yang telah mengalami penurunan kapasitas tekanan. Salah satu perusahaan yang menggunakan alat ini adalah PT. Caltex Pasifik Indonesia. Tulisan ini dibuat dengan latar belakang adanya proyek modifikasi Field Steam Generator milik PT. Caltex Pasific Indonesia. Salah satu ruang lingkup modifikasi ini dalam hal pengontrolan kadar oksigen pada gas buang yang dihasilkan dari pembakaran yang menggunakan bahan bakar gas alam (natural gas). Pengontrolannya dilakukan dengan mengatur banyaknya udara yang masuk ke dalam ruang pembakaran. Sedangkan kecepatan aliran bahan bakar gas yang masuk adalah tetap. Field Steam Generator yang lama hanya menggunakan damper untuk mengatur besar kecilnya aliran udara yang masuk, sedangkan blower yang digerakkan oleh motor, dalam kecepatan konstan. Karena kecepatan motor konstan maka pemakaian listrik untuk motor menjadi tidak efisien sehingga terbetik keinginan untuk mengubah pengaturan udara yang masuk dengan pengaturan kecepatan motor."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40230
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library