Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 46343 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sukartini
"The increase in the efficiency of fuel utilization is an important aspect in transportation. This can be obtained by reduction of vehicle weight. The application of light weight materials is being intensively assessed and studied. Reinforced plastics/ composites is one of the materials that can be used for this aim . The investigation was directed to Spectra-900 fiber/ UP and E-glass fiber/ UP composites. The investigation consists of composites compound analysis and testing of its mechanical properties. The composites was made by hand lay-up molding process and the fiber in the matrix was arranged in an unidirectional. Results showed that Spectra-900 fiber, as is E-glass, has the function as reinforce material/ fiber. Therefore, Spectra-900 fiber has the opportunity to be utilized in the construction of transportation vehicle.

Dalam bidang transportasi, peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar merupakan aspek yang sangat panting. Hal ini dapat dicapai dengan cara mengurangi berat kendaraan yang bersangkutan. Penggunaan material yang lebih ringan masih terus dikaji ditelaah. Salah satu bahan/ material yang mungkin digunakan untuk tujuan tersebut adalah plastik yang diperkuat komposit. Penelitian diarahkan pada komposit serat Spectra-900/ UP dan serat gelas-E/ UP. Penelitian ini terdiri dari analisa terhadap komponen penyusun komposit dan pengujian sifat mekanik dari komposit. Komposit yang diuji dibuat dengan proses pencetakan secara hand lay-up dan serat disusun satu arah dalam matriks. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa serat Spectra-900 berfungsi sebagai bahan/ serat penguat yang sama dengan serat gelas-E. Dengan demikian serat ini mempunyai peluang untuk digunakan dalam pembuatan konstruksi alat transportasi."
Depok: Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gaylord, M.W.
Boston: Cahners Books, 1974
620.192 3 GAY r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nazarudin
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T39888
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arinta
"Industri galangan kapal FRP (Fiberglass Reinforced Plastics) di Indonesia saat ini sudah cukup pesat berkembang. Tetapi sayangnya masih banyak terdapat galangan kapal yang belum memiliki tata letak yang baik. Padahal tata letak akan berpengaruh terhadap produktifitas galangan. Dengan desain tata letak yang baik dan optimal tentu saja produktifitas galangan akan maksimal. Karena hal inilah sehingga penulisan tugas akhir ini dibuat, untuk mendapatkan desain tata letak yang optimal bagi galangan kapal fiberglass sehingga industri ini akan lebih maju lagi ke depannya dengan pengaplikasian tata letak yang baik. Analisis yang dilakukan adalah dengan melakukan perancangan desain tata letak bagi galangan kapal fiberglass berdasarkan batasan masalah yang telah ditetapkan yaitu berdasarkan alur produksi, alur jalannya material dan karakteristik material. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan sehingga didapatkan data-data yang bisa mendukung pendesainan pada tugas akhir ini. Pengolahan data dilakukan dengan proses perancangan desain tata letak galangan dengan menggunakan program AutoCad 2004 berdasarkan data - data yang didapat dilapangan sehingga tercipta desain tata letak yang optimal untuk diaplikasikan pada galangan-galangan kapal fiberglass.

FRP shipyard industry in Indonesia has been developing sufficiantly. Eventhough there is still a number of the FRP shipyard has not yet an optimal designed lay-out. Actually, the lay-out of the shipyard has an important role in shipyard?s productivity. Based on this reason, the writer try to find a better lay-out design which can be applicable in the FRP shipyard industry. For this purpose, the writer try to analyze in designing an optimal FRP shipyard lay-out based on limited scope which has been focused around the line of process production and material, including the characteristic of material. The methods of collecting datas has been carried out by field research in FRP shipyards. The collected datas has been analyzed to design an optimal lay-out by using AutoCad 2004."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S38045
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Kardito
"Tabung gas Oksigen portabel yang dibuat adalah wadah gas Oksigen yang mempunyai tekanan-dalam 17 har rnerupakan salah satu bentuk alat kesehatan yang digunakan untuk suatu kenyamanan dan mempakau sumber konsumsi gas Oksigen murni ketika seseorang mengalami gangguan pemafasan. Biasanya tabung gas Oksigen merupakan tabung bertekanan tinggi yang ukurannya besar dan berat sehingga sangat sulit apabila dibawa atau disimpan Untuk hal tersebut, telah dirancang tabung gas Oksigen portabcl yang mempunyai persyaratan ringan, kuat, ukuran kecil dan bentuknya menaril-L Sehingga mudah untuk dibawa dan dlsimpan, sehingga secara pasti Oksigen dapat dihasilkan dengan kondisi pengoperasian yang sederhana dan tidak membutuhkan pengawasan dan perawatan. Serta komponennya mudah didapatkan dipasaran yang dari basil sampingannya tidak baerbahaya bagi manusia dan lingkungan. Tabung ini dibuat dari bahan lcomposit Fiberglass-Epoxy (serat gelas Loose Plain Fibercloth MS 250 dan Plain WR RH 600-AA dengan resin Epoxy EUREDUR 710/140) dengan proses produksi Hand Lay up dan Filament Winding Metode untuk mengetahui kekuatan tabung adalah dengan metode analitis (perhitungan tabung secara isotropis dan perhitungan kekuatan lapisan serat kornposit), simulasi clengan perangkat lunak ANSYS 5.4 dan pengujian Hydostaric. Perbandingan dari keempat metode ini dihasilkan nilai perbedaan minimum sebesar 2,82 % dan maksimum 351 % hal tersebut karena benda diasumsikan isolropis. Faktor kegagalan dalam pengujian adalah adanya kebocoran, namnm dari data uji yang diolah dihasilkan tegangan maksimum 184,959l bar dan harga ini masih jauh dari nilai tegangan bahan benda, yaitu l.923 bar.

A portable Oxygen cylinder is a design has internal-pressure I 7 bar and is a design of medical equipment can be convenientbi used as a source of fure Oxygen when someone has difficulty in breathing. Usually a portable Oxygen cylinder using a high-pressure Oxygen cylinder is well known, and until very dificulty for carry and store. About this case, this design to provide a portable Osygen inhaler have regulations samall, lightweight, strong and interesting, and hence is convenient to carry and slore, and with which Oxygen can be propth produced by a very simple operations and to provide a portable Oxygen inhaler which requires no inspections during it 's service lje and is easy to maintain and a disposal type and which, a)?er disposal, has no ill ejjects on humans and the environment. An object of the present invention is to provide a portable Oxygen inhaler from Fiberglass-Epoxyu composite (Loose Plain Fiberclotlt MS 250 and Plain WR RH 600-AA with Epoxy EUREDUR 710/140 resin) with used production methode Hand Lay up and Filament Winding. The methode for known strength of cylinder are isotropic and fibre-composites analytical, ANSYS 5.4 sojware simulation and hydrostatic test. Comparations from this methode is different produce 2,82 % of minimum and 35 l % of maximum. This case, because the object used isotropic methode. T he failure factor of hydrostatic test is the leak, however from testing data produced maximum stress is l8-4,9591 bar and so far from material stress ofobject (I.923 bar)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T3755
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elkhobar M. Nazeh
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Plastic limit is an important property of fine-grained soils. The standard thread-rolling method for determining the plastic limit has long been criticized for requiring considerable judgments from the operator. This study was conducted to seek for a new method on the determination of the plastic limit in a way to overcome the inconsistence result produce by using the standard thread-rolling method. Four different methods were tested. The first method was the modified fall cone method, a method commonly used to obtain a liquid limit. The second method was the rolling device method which is previously proposed by Bobrowski and Griekspoor (1992). The third method was proposed by Wood and Wroth (1978) using a heavier cone. The fourth method was the one proposed by Tao-Wei Feng (2004) which made use of a small soil container. Eight soil samples representing plasticity index (PI) ranging from 15 to 42% were tested. The results indicated that the correlation factor between the standard methods and the suggested methods were in the range 0.72 and 0.99. Regarding to the regression analysis result, the first method is more comparable to the standard thread method"
620 MJCE 20:2 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yudi
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2003
T40283
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budiman Chandra
"Sebagai kemasan, Jelly Cup pada prinsipnya hanya sekali pakai saja (disposable) sehingga menjadi tuntutan utama agar kemasan seringan mungkin untuk menghemat biaya material dan juga isu lingkungan yang menganjurkan sesedikit mungkin penggunaan plastik. Optimasi awal produk Jelly Cup 100 ml dilakukan dengan simulasi CAE menggunakan perangkat lunak mpa (moldflow plastic advisor) dan dilanjutkan dengan mpi (moldflow plastic insight) dengan parameter utama ketebalan dinding yang berhubungan dengan berat produk Tujuannya adalah mendapatkan tebal dinding setipis mungkin untuk diproses pada cetakan injeksi. Analisis hasil simulasi komputer menunjukkan ketebalan yang optimum untuk produk Jelly Cup 100 ml ini adalah 0.5 mm. Optimasi berikutnya adalah desain cetakan yang dilakukan meliputi 4 bagian utama pada cetakan yaitu: konstruksi pada rongga cetak, sistem saluran masuk (feeding system), sistem pendingin (cooling system), sistem pengeluaran produk (ejection system). Percobaan eksperimental dengan metoda trial and error dilakukan dalam tiga macam ketebalan yaitu: 0.42, 0.46, dan 0.50 mm. Hasilnya menunjukkan pada ketebalan 0.46 dan 0.50 memungkinkan untuk mencetak produk yang baik, perbedaannya ada pada tekanan injeksi dan waktu siklus. Setelah dilakukan analisa dan diskusi, maka didapatkan bahwa ketebalan 0.50 mm memang merupakan ketebalan yang ideal dan mendekati hasil simulasi (waktu siklus 4.1-4.2 detik dan berat produk 4.1 gram), tetapi secara ekonomis, berdasarkan asumsi saat ini, ketebalan 0.46 mm lebih menguntungkan untuk diproduksi (waktu siklus 4.5-4.6 detik dan berat produk 3.8 gram). Produk Jelly Cup teroptimasi menjadi Thin Wall Product dengan flow length/wall thickness ratio (111) terbesar 128.111. Perubahan ketebalan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kekuatan impak produk setelah dilakukan percobaan drop test.

As a packaging, Jelly Cup in principle only for one time use (disposable), so the main factor is the cup has to be as light as possible to save material cost and considering of environment issues suggesting a few possible plastic uses. CAE simulation with mpa (moldflow plastic adviser) software and continued by mpi (moldflow-plastic insight) conducted as early optimization stage and the main parameter is wall thickness which deal with product weight. The target is get wall thickness as thin as possible to be processed at injection molding. Analyze result of computer simulation show the optimum wall thickness for the product of this Jelly Cup 100 ml is 0.5 mm. Next stage is optimization of molding design that consist of 4 main system i.e. cavity, feeding system, cooling system, and ejection system. Experimental process done to validate the optimization. Method that used in this experiment is trial and error of injection molding of Jelly Cup 100 ml with 3 kind of wall thickness i.e. 0.42, 0.46, and 0.50 mm. These trials used practical process parameters as close as the real production condition. The result shows Jelly Cup with wall thickness 0.46 and 0.50 mm have possibility to produce. The differences between them are the value of injection pressure and cycle time. After analysis and discussion, wall thickness 0.50 mm is the ideal wall thickness and very close to simulation result (cycle time is 4.1-4.2 s and product weight is 4.1 g), but according to economic calculation, with recent assuming, show the advantage to produce 0.46 mm product slightly higher than another (cycle time is 4.54.6 s and product weight is 3.8 g). Jelly Cup product optimized to thin wall product with flow length 1 wall thickness ratio (1J) 128.111. The drop test result shows the changes of thickness not significant for drop impact resistance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16152
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendra Prasetio
"Penerapan teknologi berbasis bahan komposit dewasa ini banyak berkembang. Berbagai macam aplikasi dibuat dan dikembangkan dengan bahan komposit yang memang memiliki kelebihan dari faktor kemudahan mendapatkan materialnya hingga proses produksinya. Dalam dunia kemaritiman yang dalam hal ini perkembangan riset dan teknologi di bidang perkapalan, bahan komposit memang sudah menjadi alternatif dalam hal bahan material pembuatan kapal, misalnya saja Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) serat kaca berpenguat resin (plastik) yang telah banyak digunakan kedalam pembuatan sebuah kapal. Namun adanya bahan material komposit baru seperti Glassfiber Reinforced Concrete (GRC) serat kaca berpenguat semen yang dijadikan pula sebagai bahan material pembuatan sebuah kapal atau perahu, menjadikan sebuah penelitian didalam skripsi ini.
Pengujian dalam penelitian ini juga dilakukan dengan penambahan zat aditif Flexible Concrete (Flexcon) dalam upaya menambahkan daya fleksibilitas dan kedap air. Faktor kuat lentur dari karakteristik material properties yang diuji dengan dilakukannya bending test dan hammer test, menjadi hal penting dalam menentukan layak tidaknya bahan material tersebut dijadikan sebuah kapal dan serta itu pula penentuan dimensi utamanya. Perbandingan dari hasil pengujian dengan standar rules dan regulasi Biro Klasifikasi yang ada merupakan hal penting guna mengetahui batasan nilai kekuatan material komposit yang telah diuji. Penentuan dimensi utama didapatkan pula dari nilai hasil pengujian dengan tujuan mendapatkan dimensi yang maksimal. Semoga pada akhirnya penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan teknologi bahan komposit yang diaplikasikan kedalam bidang perkapalan.

The implementation of composite-based technology has been grown nowadays. Various applications has been made and developed by using composite material because it is easy to be found and to be produced. In maritime, in this case the ship construction technology, composite has become an alternative material in ship construction. As an instance is Fiberglass Reinforced Plastic (FRP), fiberglass with resin (plastic) that is commonly used in ship construction. However, the existence of a new composite material such as Glassfiber Reinforced Concrete (GRC), fiberglass with cement that is also used as the material in ship or boat construction, has aroused this research.
The testing in this research was done by adding additive substance, Flexible Concrete (Flexcon) to increase flexibility power and water proof characteristic. The bending factor of properties material that was tested with bending test and hammer test was an essential concern in determining the proper ness of that material to be used in ship construction and the determination of the principal dimension. The equivalence from test result of the standard rules and the regulation of classification bureau was essential to find the power percentage limit of composite material tested. The determination of the principal dimension was found from the result of the bending test to get the maximum dimension. Hopefully, this research may give contribution and development of composite-based technology that is implemented in ship construction.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S38042
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>