Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 154729 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sudadi Hirawan
"ABSTRAK
Ruang lingkup dan cara penelitian :
Dalam bidang industri masih banyak alat-alat yang didatangkan dari luar negeri , yang ukuran alat tersebut tidak sesuai dengan antropometri tenaga kerja Indonesia. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan penerapan ergonomi yang didasari ilmu biomekanika. Penelitian ini dilakukan dengan metode Pre experimental pretest - posttest 1 group.
Tujuan penelitian adalah untuk melihat tingkat produktivitas sebelum perlakuan dibandingkan setelah perlakuan dan keluhan-keluhan sebelum dan setelah perlakuan. Pada penelitian ini dilakukan dengan mengambil total sampel.
Untuk mengetahui peningkatan produktivitas digunakan parameter detik/potong, sedangkan untuk melihat keluhan dipakai kuestioner. Data yang didapat dilakukan uji statistik dengan Related t-test, sedangkan untuk keluhan dilakukan Analisis non parametrik.
Hasil dan kesimpulan :
Hasil menunjukkan perbedaan bermakna dalam menyelesaikan menit/50 potong sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Perbedaan antara minggu 2 sebelum perlakuan dan minggu 1 setelah perlakuan terdapat perbedaan bermakna ( p < 0,001 ).
Juga terdapat perbedaan bermakna pada berkurangnya rasa pegal di bahu ( P<0.001) dan rasa nyeri pergelangan tangan ( P<0.001)."
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muzakkiy Putra Muhammad Akhir
"Hamburan partikel ber-spin 0 dan 1/2 dikerjakan secara teoretis pada energi tinggi. Interaksi yang ditinjau adalah model pertukaran meson berbasis potensial Yukawa dengan penambahan suku spin orbit. Persamaan Lippmann-Schwinger untuk matriks T hingga beberapa suku hamburan ulang dan juga yang mengandung semua suku diselesaikan secara numerik dengan menggunakan teknik 3D. Penampang lintang diferensial serta besaran-besaran spin dihitung dari matriks T. Efek-efek proses hamburan ulang dan juga kinematika relativistik pada besaran-besaran tersebut ditunjukkan.

Scattering of spin 0 and spin 1/2 particles is calculated at higher energy. The interaction being considered is a meson exchange model based on Yukawa potential including spin orbit terms. Lippmann-Schwinger equation for T-matrix up to a few lowest order terms as well as one with full term is solved by means of a 3D technique. Differential cross section and spin observables are calculated from the T-matrix. Effects of rescattering process and relativistic kinematics on those observables is shown.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S46624
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Adi Kusuma Yudha
"Hamburan K+n dihitung dalam basis ruang momentum tiga dimensi (3D). Sebagai input digunakan interaksi yang dijabarkan sebagai pertukaran meson dan hiperon antar kaon dan nukleon. Dua tipe perhitungan dikerjakan, tipe satu menggunakan kinematika nonrelativistik dan tipe dua memakai kinematika relativistik. Perhitungan tipe dua dibandingkan terhadap perhitungan tipe satu untuk melihat efek relativistik pada energi yang bervariasi.

K+n scattering is calculated in three-dimensional (3D) momentum space basis. As input interaction described as meson and hyperon exchange between kaon and nucleon is taken. Two types of calculations are carried out, type one uses nonrelativistic kinematics and type two takes relativistic kinematics. Calculations of type two are compared to those of type one to see some relativistic effects at various energies.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S55364
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Isa Randra
"Hamburan K+p dimodelkan sebagai pertukaran satu hadron. Hadron yang dipertukarkan berupa meson skalar σ; meson vektor ρ dan ω; hyperon Λ dan Σ; dan resonans Σ∗ (1385). Besaran yang dihitung adalah spin-averaged differential cross section yang dihitung menggunakan kinematika relativistik serta menggunakan teknik tiga dimensi sehingga tanpa ekspansi gelombang parsial. Penelitian dilakukan untuk melihat kontribusi suku rescattering pada hamburan K+p. Kontribusi suku rescattering dengan melibatkan semua pertukaran partikel dihitung pada energi 700 MeV - 3400 MeV. Kemudian, kontribusi suku rescattering untuk tiap pertukaran partikel dihitung pada energi 700 MeV - 2200 MeV dan energi 5 GeV - 10 GeV.

K+p scattering is modeled as one-hadron exchange. The hadrons being exchanged are scalar meson σ; vector meson ρ and ω; hyperon Λ and Σ; and resonance Σ∗ (1385). Spin-averaged differential cross section is calculated using relativistic kinematics and three-dimensional technique thus without partial wave expansion. The research was conducted to see the contributions of rescattering terms on K+p scattering. Rescattering terms contributions involving all exchanged particles are calculated for energies 700 MeV - 3400 MeV. Furthermore, rescattering terms contributions for each exchanged particles are calculated for energies 700 MeV - 2200 MeV and energies 5 GeV - 10 GeV."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Weeke Budhyanti
"ABSTRAK
Tujuan:Penelitian dilakukan untuk mengetahui kinematika trunkus selama gerak melangkah normal pada kecepatan yang dipilih sendiri oleh subjek. Penelitian dilakukan setelah mendapatkan pernyataan lolos kaji etik dengan nomor 783/UN2.F1/ETIK/2015.Subjek: Subjek yang digunakan 44 orang, terdiri dari 5 orang batita(11-24 bulan), 6 orang balita (3-5 tahun), 20 orang remaja (9-13 tahun), dan 13 orang dewasa muda (19-24 tahun). Semua subjek sehat, telah memenuhi tahapan tumbuh kembang lengkap hingga kemampuan berjalan, tanpa deformitas maupun riwayat cedera yang berpotensi mengganggu pemeriksaan.Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis rekaman pada bidang sagital, frontal dan transversal pada setiap fase dalam 1 siklus melangkah dengan menggunakan software Kinovea. Hasil:Didapatkan perbedaan signifikan pada bidang gerak frontal dan fase single leg support bidang transversal. Tidak ada perbedaan pada bidang sagital dan fase double limb support bidang transversal. Sudut gerak trunkus pada batita pada bidang frontal sebesar 1,67o-4,20o, mencapai puncak pada fase foot flat; pada bidang sagital 3,25o-7,75o, mencapai puncak pada fase mid swing; dan pada bidang transversal 11,50o-17,20o, mencapai puncak pada fase foot flat.Sudut gerak trunkus pada balita pada bidang frontal sebesar 1,89o-3,50o, mencapai puncak pada fase deceleration; pada bidang sagital 3,19o-6,75o, mencapai puncak pada fase deceleration; dan pada bidang transversal 8,22o-13,75o, mencapai puncak pada fase midswing.Sudut gerak trunkus pada remaja pada bidang frontal sebesar 1,57o-2,49o, mencapai puncak pada fase deceleration; pada bidang sagital 3,53o-7,95o, mencapai puncak pada fase deceleration; dan pada bidang transversal 6,73o-9,56o, mencapai puncak pada fase heel off.Hasil pengukuran pada orang dewasa dalam penelitian ini sebesar 1,74o-2,77o pada bidang frontal, mencapai puncak pada fase midstance; 2,55o-4,74o pada bidang sagital, mencapai puncak pada fase deceleration; dan 4,23o-6,13o pada bidang transversal, mencapai puncak pada fase deceleration. Besaran sudut menurun seiring pertambahan usia, namun maturasi melangkah masih terjadi pada kelompok usia remaja

ABSTRACT
Aim: This study was conducted to find trunk kinematics during normal walking with self selected speed. Study held after get ethical approval 783/UN2.F1/ETIK/2015.Subjects: 44 subjects participated, consists of 5 toddlers (11-24 months), 6 preschoolers (3-5 yo), 20 teenagers (9-13 yo), and 13 young adults (19-24 yo). Each subjectwas healthy, with normal stages of development, without deformity or injury that may cause disorders.Method: Study held with analyzing video of sagittal, frontal, and transverse plane of each phase from single gait cycle using Kinoveasoftware. Result:Significant differences were found on frontal plane and single leg supportphase of transversal plane.No differences found on sagital planeanddouble limb supportof transversal plane. Trunk?s angle movement on toddlers 1,67o-4,20ofor frontal plane, peak on foot flat phase; 3,25o-7,75ofor sagital plane, peak onmid swing phase;and 11,50o-17,20ofor transversal plane, peak onfoot flat phase. Trunk?s angle movement on preschoolers 1,89o-3,50o for frontal plane, peak on deceleration; 3,19o-6,75ofor sagital plane, peak on deceleration; and 8,22o-13,75ofor transversal plane, peak on midswing. Trunk?s angle movement on teenagers 1,57o-2,49o for frontal plane, peak on deceleration; 3,53o-7,95ofor sagital plane, peak on deceleration; and 6,73o-9,56ofor transversal plane, peak on heel off. Trunk?s angle movement on young adults 1,74o-2,77ofor frontal plane, peak on midstance; 2,55o-4,74ofor sagital plane, peak on deceleration; and 4,23o-6,13ofor transversal plane, peak on deceleration. Angle of movement decreased with aging, and gait maturation still happens on teenagers."
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Patton, William J.
Reston VA: Reston Publishing, 1979
621.811 PAT k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dwitiya Sharaswati
"Pelacakan banjir yang dilakukan pada daerah tangkapan air dapat menggunakan transform method. Berdasarkan tingkat kebutuhan data yang diperlukan terdapat 2 perbedaan metode pada Komponen Transform Method yang cukup signifikan, yaitu SCS Unit Hydrograph dan Kinematic Wave. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efisiensi penggunaan metode pada Komponen Transform Method HEC-HMS dengan membandingkan hidrograf aliran menggunakan metode SCS Unit Hydrograph (metode bersifat lump sump) dengan metode Kinematic wave (metode kebutuhan data saluran detail) terhadap sifat DAS Urban dan Rural. Efisiensi penggunaan metode akan dilihat berdasarkan perbandingan hasil hidrograf aliran. Perbandingan dilakukan dari 2 cara yaitu menghitung perbandingan debit puncak hidrograf pada masing-masing kondisi perhitungan dan tingkat kecocokan hidrograf. Tingkat kecocokan hidrograf dilihat dengan memplot nilai debit secara akumulatif dari kedua hidrograf hasil simulasi metode SCS Unit Hydrograph dengan metode Kinematic Wave. Hasil perbandingan hidrograf pada penelitian ini menunjukan bahwa Sifat DAS Urban lebih sesuai menggunakan metode Kinematic wave dimana membutuhkan data yang lebih detail dikarenakan kondisi DAS yang lebih komplex. Sehingga apabila penggunaan metode pelacakan banjir lebih disesuaikan dengan kondisi sifat DAS, maka akan mendapatkan hasil analisis hidrologi yang lebih efektif.

Flood tracking carried out in the catchment area can use transform method. Based on the level of data needed, there are 2 significant differences in the Transform Method method, namely the SCS Unit Hydrograph and Kinematic Wave. The purpose of this study was to test the effectiveness of using the method on the Transform Method Component of HEC-HMS by comparing flow hydrographs using the SCS Unit Hydrograph method (method is lump sump) with the Kinematic wave method (method of detailed channel data requirements) on the nature of Urban and Rural Watersheds. The effectiveness of using the method will be seen based on the comparison of the results of the hydrograph. Comparison is done from 2 ways, namely calculating the ratio of peak hydrograph discharge to each calculation condition and the level of hydrograph compatibility. The hydrograph suitability level was seen by plotting accumulative discharge values from the two hydrographs produced by the SCS Unit Hydrograph method using the Kinematic Wave method. The results of the hydrograph comparison in this study indicate that the nature of the Urban Watershed is more suitable to use the Kinematic wave method which requires more detailed data because the watershed conditions are more complex. So that if the use of the flood tracking method is more adapted to the conditions of the watershed nature, it will get a more effective hydrological analysis."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmat Fajri Adhwiyan
"Pertumbuhan ekonomi global berdampak pada meningkatnya permintaan bahan bakar. Indonesia menggunakan biodiesel sebagai alternatif yang ramah lingkungan dengan penggunaan yang diatur secara bertahap. Namun, masalah penyumbatan filter pada mesin biodiesel menjadi tantangan. Penggunaan ceramic membrane filter telah ditemukan sebagai metode untuk mengurangi masalah ini, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengkaji sifat fisika kimia serta kontaminan yang terbentuk dari campuran bahan bakar biodiesel (B30) pada tangki penyimpanan kapal laut sebelum dan setelah menggunakan ceramic membrane filter. Pengujian yang dilaksanakan meliputi nilai densitas, viskositas kinematik, water content, cleanliness, FBT, total gliserin, dan bacterial growth. Hasil penelitian menunjukkan beberapa perbedaan pada setiap variabel yang diuji. Nilai densitas dan viskositas kinematik cenderung tidak memiliki perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah menggunakan ceramic membrane filter. Sementara itu, hasil pengujian karakteristik menunjukkan menurunnya nilai karakteristik kontaminan yang terbentuk dari penggunaan ceramic membrane filter dengan variasi ukuran pori 0.05 µm, 0.1 µm, 0.2 µm, dan 1.2 µm. Water Content menurun dari yang sebelumnya bernilai 305 ppm menjadi 290 ppm, 158 ppm, 289 ppm, 201 ppm, dan 206 ppm pada masing-masing sampel ukuran ukuran pori. Nilai cleanliness menggunakan ISO Code 4406 sebelum menggunakan ceramic membrane filter adalah 21/19/15. Setelah menggunakan ceramic membrane filter terdapat penurunan dengan sampel yang paling baik mengurangi jumlah kontaminan adalah sampel 0.1 µm dengan nilai 15/14/13. Nilai FBT turun yang sebelumnya bernilai 7.57 menjadi 1-1.05. Bacterial Growth juga menurun yang sebelumnya bernilai 80 menjadi 8-43 RLU. Sementara itu, nilai total gliserin cenderung tidak memiliki perubahan yang signifikan dengan rentang hasil uji antara 0.04 %-massa sampai 0.05 %-massa pada setiap sampel yang diuji.

Global economic growth has led to an increasing demand for fuel, which is still predominantly dominated by fossil energy sources. Indonesia has been using biodiesel as an environmentally friendly alternative, with its usage regulated gradually. However, filter clogging issues in biodiesel engines remain a challenge. The use of ceramic membrane filters has been discovered as a method to reduce these problems, but further research is needed to examine their effect. This study aims to investigate and evaluate the physicochemical properties and contaminants formed from the biodiesel fuel mixture (B30) in marine vessel storage tanks before and after using ceramic membrane filters. Testing includes density, kinematic viscosity, water content, cleanliness, FBT, total glycerin, and bacterial growth. The research results indicate several differences in each tested variable. Density and kinematic viscosity values tend to show no significant differences before and after using a ceramic membrane filter. However, the testing results of characteristic parameters show a decrease in the values of contaminant characteristics formed from the use of ceramic membrane filters with pore size variations of 0.05 µm, 0.1 µm, 0.2 µm, and 1.2 µm. Water content decreased from its initial value of 305 ppm to 290 ppm, 158 ppm, 289 ppm, 201 ppm, and 206 ppm for each pore size sample. The cleanliness value using ISO Code 4406 before using the ceramic membrane filter was 21/19/15. After using the ceramic membrane filter, there was a decrease, with the best sample reducing the number of contaminants to a value of 15/14/13 for the 0.1 µm sample. The FBT (Filter Blocking Tendency) value decreased from its initial value of 7.57 to 1-1.05. Bacterial growth also decreased from 80 to 8-43 RLU (Relative Light Units). Meanwhile, the total glycerin value tends to show no significant change, with test results ranging from 0.04% to 0.05% by mass for each tested sample."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Grosjean, Jacques
London: McGraw-Hill , 1991
621.811 GRO k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hafid Budiman
"Milling robot 5 derajat kebebasan ini merupakan robot movemaster yang merupakan robot jenis artikulasi. Penelitian kali ini merupakan simulasi gerakan robot menggunakan MATLAB. Penelitian ini diawali dengan pemecahan inverse kinemtaics. Untuk dapat menggerakkan robot manipulator maka perlu menjelaskan posisi dan orientasi dari bagian-bagian manipulator (joint, link dan end effector), maka pada masing-masing joint diletakkan koordinat sistem, atau FRAME. Pergerakan ini tidak lain adalah perubahan diskripsi dari frame lama ke frame yang baru, proses ini disebut proses mapping. Pe-mapping-an melibatkan proses translasi dan rotasi, posisi frame berubah dengan translasi dan orientasi frame berubah dengan rotasi. Dalam penelitian ini perubahan orientasi ini dengan menggunakan perhitungan roll dan pitch. penelitian ini dibantu dengan pembuatan GUI(Graphic User Interface) untuk memudahkan penggunaan. Pergerakan ini berdasarkan informasi point-point pada CL-File (Cutter Location file). Kinematika/pergerakkan robot terdiri dari dua jenis yaitu forward kinematics dan inverse kinematics. Dengan pendekatan inverse kinematics yang dipecahkan secara analitik maka posisi dan orientasi part dapat dirubah ke joint angle robot, sehingga memungkinkan milling robot bergerak sesuai informasi CL-point. Hasil dari simulasi memperlihatkan pergerakan robot yang digunakan untuk proses milling, dan sampai sejauh mana keakuratan robot tersebut.

This milling robot is movemaster robot, which is kind of articulation manipulator .This research is simulation the robot movement using MATLAB. This research started by solution of inverse kinematics problems. Position and orientation from each part of manipulator can be described by attaching coordinate or called Frame on it. And to change description from the old frame to the new frame, we do mapping process. Mapping involves transformation, translation and rotation, so that it make possible to change position frame by translation, and orientation by rotation. In this research the method of describing orientation of a frame is by roll, pitch angles. This research did kinematics, both forward and inverse, simulation of milling robot 5 degree of freedom (Dof). And also created Graphical User Interface (GUI) to help the research be easy. The kinematics of milling robot based on information cutter location point in CL-File (Cutter Location File). By analytical approach we found the inverse kinematics. And it make possible the milling robot moved based on CL-point. The result of this research shown the simulation of kinematics milling robot, and how far the accuracy of it."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
T23316
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>