Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16841 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Loughary, John W.
New York : Harper & Row, 1966
371.334 LOU m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Solomon, Cynthia
Cambridge, UK: MIT Press, 1986
371.334 SOL c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"This volume explores ways how to manage change in educational processes and contexts, focusing, in particular, on the concepts of transition and transformation. How do we educate a skilled workforce, sensitive professionals and responsive citizens who are able not only to cope with change but also to adopt required roles as agents of change? How do we prepare students and employees to cope adequately with changes and transitions in their careers and personal lives?"
Dordrecht, Netherlands: Springer, 2012
e20401253
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Knowles, Malcolm S.
New York: Cambridge University Press, 1980
374.07 KNO m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Arbab, Farzam
Otawa: International Development Research Centre , 1984
378.007 ARB r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Suryanti
"Latar belakang: Interprofessional education (IPE) merupakan strategi yang digunakan untuk menyiapkan tim kolaborasi interprofesional di masa mendatang. Namun dengan adanya berbagai pembatasan interaksi sosial di masa pandemi COVID-19 mendorong adanya inovasi dalam metode pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah modul pembelajaran interprofesional daring di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA) sebagai strategi untuk mempersiapkan tim kolaborasi di masa yang akan datang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pemangku kepentingan terhadap rancangan pembelajaran IPE daring. Responden terdiri dari pimpinan PRODI, dosen dan mahasiswa beberapa PRODI di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dan focus group discussion (FGD). Data direkam dan dibuat verbatim, selanjutnya dilakukan coding dan disusun menjadi tema dan subtema. Evaluasi terhadap rancangan pengajaran IPE daring dilakukan dengan mengukur persepsi mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional sebelum dan sesudah mengikuti modul menggunakan kuesioner IEPS (Interdisciplinary Education Perception Scale)
Hasil: Penelitian kualitatif (wawancara terstruktur dan FGD) terhadap unsur pimpinan, 2 orang dosen, dan 5 orang mahasiswa setiap program studi menghasilkan sebanyak 14 tema dan 47 subtema yang dijabarkan ke dalam capaian pembelajaran modul, topik kajian, aktivitas pembelajaran, dan karakteristik peserta didik modul IPE daring. Evaluasi modul dilakukan dengan menguji perbedaan persepsi 252 mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional pra dan pascamodul. Hasil uji bivariat Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna skor persepsi terhadap pendidikan inteprofesional pascamodul dibandingkan pramodul( p=0,00). Terdapat perbedaan bersifat positif, yaitu adanya jumlah perolehan skor pascamodul yang lebih tinggi daripada perolehan skor pra modul sebanyak 141 orang. Peningkatan skor persepsi juga terlihat dari hasil analisis bivariat Prodi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, dan Psikologi.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi modul IPE daring FK UNIBA telah berhasil meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap kompetensi dan otonomi, kebutuhan yang dirasakan untuk bekerjasama, dan persepsi mengenai bekerjasama interprofesional. Terobosan ini merupakan sebuah solusi alternatif yang dapat dipertimbangkan bagi pembelajaran interprofesional di masa pandemi.
Latar belakang: Interprofessional education (IPE) merupakan strategi yang digunakan untuk menyiapkan tim kolaborasi interprofesional di masa mendatang. Namun dengan adanya berbagai pembatasan interaksi sosial di masa pandemi COVID-19 mendorong adanya inovasi dalam metode pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah modul pembelajaran interprofesional daring di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA) sebagai strategi untuk mempersiapkan tim kolaborasi di masa yang akan datang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pemangku kepentingan terhadap rancangan pembelajaran IPE daring. Responden terdiri dari pimpinan PRODI, dosen dan mahasiswa beberapa PRODI di Fakultas Kedokteran Universitas Batam (FK UNIBA). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dan focus group discussion (FGD). Data direkam dan dibuat verbatim, selanjutnya dilakukan coding dan disusun menjadi tema dan subtema. Evaluasi terhadap rancangan pengajaran IPE daring dilakukan dengan mengukur persepsi mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional sebelum dan sesudah mengikuti modul menggunakan kuesioner IEPS (Interdisciplinary Education Perception Scale)
Hasil: Penelitian kualitatif (wawancara terstruktur dan FGD) terhadap unsur pimpinan, 2 orang dosen, dan 5 orang mahasiswa setiap program studi menghasilkan sebanyak 14 tema dan 47 subtema yang dijabarkan ke dalam capaian pembelajaran modul, topik kajian, aktivitas pembelajaran, dan karakteristik peserta didik modul IPE daring. Evaluasi modul dilakukan dengan menguji perbedaan persepsi 252 mahasiswa terhadap pendidikan interprofesional pra dan pascamodul. Hasil uji bivariat Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna skor persepsi terhadap pendidikan inteprofesional pascamodul dibandingkan pramodul( p=0,00). Terdapat perbedaan bersifat positif, yaitu adanya jumlah perolehan skor pascamodul yang lebih tinggi daripada perolehan skor pra modul sebanyak 141 orang. Peningkatan skor persepsi juga terlihat dari hasil analisis bivariat Prodi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, dan Psikologi.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi modul IPE daring FK UNIBA telah berhasil meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap kompetensi dan otonomi, kebutuhan yang dirasakan untuk bekerjasama, dan persepsi mengenai bekerjasama interprofesional. Terobosan ini merupakan sebuah solusi alternatif yang dapat dipertimbangkan bagi pembelajaran interprofesional di masa pandemi.

Introduction: Interprofessional education (IPE) is an approach used to prepare future interprofessional collaboration teams. However, restrictions of social interaction during the COVID-19 pandemic has driven innovation in learning strategies. Therefore, this study is aimed at designing an online interprofessional learning module at the Faculty of Medicine, University of Batam (FK UNIBA) as a strategy to prepare collaborative teams in the future.
Method: This study utilised a mixed-method approach. Semi-structured interview and focus group discussions were used to explore the needs of stakeholders (dean, 2 teachers, and 5 students from each study program) regarding online IPE instructional design. Evaluation of the online IPE instructional design was carried out by measuring 252 students' perceptions towards interprofessionalism before and after completing the module by using Interdisciplinary Education Perception Scale, Indonesia version.
Result: The first phase of qualitative research resulted in 14 themes and 47 sub-themes which were translated into learning outcomes, study topics, learning activities, and student characteristics of online IPE modules. The second phase of quantitative research was carried out by examining the differences in 252 students' perceptions of pre- and post-module. The results of the Wilcoxon bivariate test showed that there was a significant difference in perception scores for post-module compared to pre-module (p<0,05). There is a positive improvement, in which 141 students had higher post-module scores compared to those of the pre-module. The increase in perception scores was also seen from the results of the bivariate analysis of all study programmes.
Conclusion: This study shows that the implementation of the online IPE module has succeeded in increasing students' perceptions of competence and autonomy, the perceived need to cooperate, and the perception of interprofessional collaboration. This innovative learning strategy can be considered for interprofessional learning during a pandemic.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saragih, Agus Mariani
"Perguruan tinggi vokasi di Indonesia merupakan organisasi pendidikan terapan sekaligus sebagai wadah penghasil sumber daya manusia yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri/bisnis.Sebagai gambaran umum, jumlah pengangguran lulusan pendidikan tinggipada tahun2015 berjumlah 911.000 orang (BPS, 2015). Data ini menunjukkan lulusan perguruan tinggi di Indonesia belum memenuhi syarat kualifikasi tenaga kejra di sektor industri/bisnis. Politeknik Negeri Medan (Polmed) merupakan salah satu dari 6 (enam) politeknik yang berdiri pada tahun 1979 di Indonesia, telah menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi yang terserap memenuhi permintaan industri/bisnis. Namun sejak program pelatihan dan pendidikan calon pengajar maupun tenaga pendidikan politeknik di Pusat Pendidikan Politeknik di Bandung dihentikan pada tahun 1995, terlihat adanya penuruan serapan lulusan Polmed. Bahkan sejak tahun 1997, para pengajar yang direkrut di Polmed tidak lagi mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Sehingga program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas tenaga pengajar yang terkonsentrasi dalam bidang keahlian di Polmed tidak ada lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktorfaktor pendorong Praktik Organisasi Pembelajar di Politeknik Negeri Medan sesuai visi dan misi serta meningkatkan kapabilitas Politeknik Negeri Medan untuk mencapai keunggulan daya saing.
Penelitian ini menggunakan konsep The Fifth Discipline, Learning Organization Senge, yaitu Shared Vision, Mental Model, Systems Thinking, Team Learning dan Personal Mastery dengan indikatornya menjadi variabel penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif (mixed method) dengan 2 jenis populasi yaitu tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan analisis frekuensi dan analisis faktor untuk menganalisis data. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik Praktik Organisasi Pembelajar di Politeknik Negeri Medan adalah a) Keunggulan Kompetensi Keahlian; 2) Filosofi Organisasi ; 3) Kemampuan adaptasi dan inovasi; 4) Komitmen danInisiatif yang tinggi; 5)Kesiapan Sistem Jaringan Organisasi yang baik. Faktor bentukan ditemukan sebagai pendorong Praktik Organisasi Pembelajar untuk meningkatkan kapabilitas Politeknik Negeri Medan adalah faktor Disiplin, Pemahaman Filosofis, Motivasi Pimpinan, Kompetensi Anggota. Faktor Disiplin dan Pemahaman Filosofis merupakan faktor yang kuat sebagai budaya organisasi yang kuat. Namun, peningkatan kapasitas dosen yang ditunjukkan dengan pendidikan lanjut dosen masih sangat rendah menjadi hal yang krusial untuk melaksanakan UU PT No. 12 tahun 2012 dengan segera.

Vocational Higher Education in Indonesia is an organisation of applied education organization at once as place to produce high-ability and knowledgeable human resources and in accordance with the needs of the industry and business. As general description, the amount of unemployment higher education graduates in 2015 were 911 000 people (BPS, 2015). This data shows the graduates of higher education have not met the requirement of worker in industrial and business field. Politeknik Negeri Medan (Polmed), is one of the 6 (six) polytechnics which established since 1979 in Indonesia, has delivered highly competent graduates which absorbed and meet the demands of industry and business. But since the education and training programs for prospective teachers and educators in the Polytechnic Education Development Center in Bandung was stopped in 1995, it appears the decreasing of uptake of Polmed graduates. Even since 1997, the teacher which are recruited in Polmed do not get training and education anymore. So that education and training program to improve the capability of education which concentrated in the areas of expertise in Polmed are no longer exist. This research intends to know the supportive characteristics and factors of Learning Organization practice in Politeknik Negeri Medan to improve organizational capability of Politeknik Negeri Medan to achieve the competitive advantage.
This research use the concepts of the Fifth Discipline Learning Organization Senge, which are Shared Vision, Mental Models, Systems Thinking, Team Learning and Personal Mastery with indicators become the variables in this research. This research use quantitative and qualitative method (mix method) with 2 (two) population which are lectures and administrative employees. This research use frequency and factor analysis to analyze the data. The result of this research found that characteristics of Learning Organization Practice in Politeknik Negeri Medan is in 1) Competence Skill Excellence 2) High Philosophical Organization, 3) Good adaptability and inovation; 4) High Commitment and Initiative; 5) Readiness network system organization is good. Factor formation found as the supporter of Learning Organization Practice to improve the capability of Vocational Higher Education in Politeknik Negeri Medan are: a) Discipline, b) Philosophical understanding, c) Leadership motivation, and d) Members? Competencies. Discipline and Philosophical understanding are strong factors to be able to create a strong organization culture. But, from the side of lecture's futher education are still low, it becomes a crucial thing to be payed attention by Polmed to improve the capabiltiy of the lecturer to be able to implement UU PT No. 12 in year of 2012 immediately."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
D2235
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arsala Majid
"Pada dunia Pendidikan, pencapaian akademik setiap peserta didik dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah keterlibatan agentik atau agentic engagement. Akan tetapi, sejak diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terjadi penurunan student engagement dalam belajar yang berdampak pada berbagai hal seperti putus sekolah. Student engagement sendiri juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kelekatan dengan teman sebaya atau peer attachment. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dan agentic engagement selama PJJ. Partisipan penelitian ini terdiri dari 215 mahasiswa baru perguruan tinggi di Jabodetabek dengan rentang usia 18-21 tahun (M =19,1, SD = 0.81). Alat ukur yang digunakan adalah Agentic Engagement Scale (AES) untuk mengukur variabel agentic engagement dan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur variabel peer attachment. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis korelasi pearson. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa peer attachment memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap agentic engagement (r = 0.23, p < 0.01, r2 = 0.05). Artinya, semakin tinggi peer attachment.

In education's world, the academic achievement of each student is influenced by various things, one of them is agentic engagement. However, since the implementation of Distance Learning (PJJ), there has been a decrease in student engagement in learning which has an impact on various things such as dropping out of school. Student engagement itself is also influenced by various factors, such as peer attachment. Therefore, this study aims to determine the relationship between peer attachment and agentic engagement during PJJ. The participants of this study consisted of 215 freshmans of higher education in Jabodetabek with an age range of 18-21 years (M = 19.1, SD = 0.81). The measuring instrument used is the Agentic Engagement Scale (AES) to measure the agentic engagement variable and the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) to measure the peer attachment variable. The analysis conducted in this research is Pearson correlation analysis. The results obtained indicate that peer attachment has a positive and significant relationship to agentic engagement (r = 0.23, p < 0.01, r2 = 0.05). That is, the higher the peer attachment to students, the higher the level of agentic engagement in learning. Vice versa."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Athanassios Jimoyiannis
"This book aims to serve as a multidisciplinary forum covering technical, pedagogical, organizational, instructional, as well as policy aspects of ICT in education and e-learning. Special emphasis is given to applied research relevant to educational practice guided by the educational realities in schools, colleges, universities and informal learning organizations. In a more generic scope, the volume aims to encompass current trends and issues determining ICT integration in practice, including learning and teaching, curriculum and instructional design, learning media and environments, teacher education and professional development, assessment and evaluation, etc."
New York: Springer, 2012
e20400779
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>