Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 84868 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Supriady Marjimi
"ABSTRAK
Organisasi bersifat abstrak dan berinteraksi dengan lingkungannya. Organisasi Rumah Sakit Islam Jakarta mempunyai beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi seperti peningkatan mutu, keseimbangan antara fungsi nirlaba dan fungsi cost recovery, dan terwujudnya kapasitas 600 tempat tidur di tahun 2000. Untuk mendapatkan gambaran permasalahan secara tepat, maka elemen-elemen organisasi diamati secara terpadu melalui analisa faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika proses internal organisasi, yaitu pengukuran dan pengkajian terhadap rancangan jabatan dalam organisasi dan pengukuran dan pengkajian terhadap kelompok kerja atau unit dalam organisasi, untuk kemudian diteliti perannya dalam mencapai tujuan, sasaran dan organisasi. Analisa ini didasarkan pada kerangka teori Organization Assessment yang. dikembangkan oleh Van de Ven dan Ferry.
Dari hasil pengolahan data statistik dan analisa hasil pengolahan data terdapat sepuluh faktor utama yang paling berpengaruh terhadap tercapainya tujuan, sasaran dan misi organisasi, yaitu profesionalisme, standarisasi, discretion, incentive, loyalitas, ketergantungan, teknologi, spesialisasi, kesulitan/keragaman tubas dan koordinasi. Masing-masing faktor mempunyai nilai Contingency Coefficient 0,5 atau lebih. Faktor-faktor ini mencerminkan gambaran secara umum kondisi organisasi Rumah Sakit Islam Jakarta kini yang terus berupaya untuk berkembang melalui berbagai program peningkatan sarana dan prasarana, dan program restrukturisasi dan reorganisasi. Disamping itu, kesepuluh faktor ini perlu mendapat perhatian dalam pengembangan organisasi di masa datang."
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elfitria Wiratmani
"Setiap perusahaan (organisasi) berusaha menjaga keberlangsungan, peningkatan dan pengembangan usahanya. Persaingan ketat yang terjadi saat ini meyebabkan perusahaan harus memilih strategi tertentu untuk bersaing di pasar, baik pasar domestik maupun pasar internasional. Salah satu strategi yang berfokus pada jaminan mutu sistem mutu adalah standar ISO 9001. Standar ini mensyaratkan suatu organisasi mendokumentasikan sistem mutu dengan cara tertentu, sehingga manajemen dan pegawai dapat mengerti, menerima dan memakainya.
Pedoman perusahaan untuk mencapai sasarannya di masa mendatang adalah misi dan misinya. Visi merupakan pedoman jangka panjang, sedangkan misi menyangkut ruang lingkup kegiatan bisnis yang dijalankan perusahaan. Usaha perusahaan mencapai cita-cita tersebut yang telah dijalankan sampai saat ini merupakan kinerja perusahaan. Dengan demikian salah satu indikator keunggulan perusahaan dapat dilihat dari kinerjanya. Kondisi ini menyebabkan strategi yang diterapkan perusahaan seyogyanya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil dari penerapan ISO 9001 terhadap peningkatan kinerja organisasi. Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Pacific Prestress Indonesia yang telah menerapkan ISO 9001 untuk produk spun pile sejak tahun 2002. Hasilnya menunjukkan kinerja organisasi yang dibentuk oleh indikator proses production process yang terdiri dari sub indikator perbaikan waktu produksi dan kesesuaian terhadap spesifikasi produk. Setelah penerapan ISO 9001 hasilnya menunjukkan adanya sedikit peningkatan pada sub indikator perbaikan waktu produksi dengan menilai output per menit yang dihasilkannya. Sedangkan pada sub indikator kesesuaian terhadap spesifikasi produk tidak menunjukkan adanya peningkatan, untuk produk reject justru lebih besar ditemukan setelah penerapan ISO 9001. Dengan demikian penerapan ISO 9001 pada PT. Pacific Prestress Indonesia untuk produk spun pile dikatakan belum bisa meningkatkan kinerja perusahaan.

Every company (organization) always attempts to increase and develop their business. In the high competitiveness atmosphere recently, they have to choose the certain strategy to compete into domestic and international market. A strategy, which is focused to ensure quality system, is ISO 9001 Standard. This standard requires an organization to document its quality system in such away that management and employee can understand, accept and use it.
The company's guidance to reach their purposes is dependent on their vision and mission. The vision is a kind of long guidance while the mission is the scope of the business activities. The goals, which have been obtained by now, are company's performance and it is one of company ability indicator. Based on this condition, a chosen implemented strategy should increase the company's performance.
This research objective is to evaluate of ISO 9001 implementation to organization performance. The research is a case study at PT. Pacific Prestress Indonesia which ISO 9001 has been implemented for spun pile product since 2002. The outcome shows production process indicator, which is contained of improvement of production time and improvement in product specifications, formed performance. The result after ISO 9001 implementation determined not much increase in improvement of production time, on the other hand there is much declining in product reject for improvement in product specifications. Based on this reason, the ISO 9001 implementation in Pacific Prestress Indonesia has not given an increment performance yet.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14715
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yumna Puspita
"Tesis ini membahas mengenai Analisis dan Implementasi Sistem Integrasi Bisnis Proses Pada Perusahaan Jasa Konsultan. Penelitian ini mengambil kasus pada perusahaan jasa konsultan di Indonesia dengan penelitian kualitatif dan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan uji coba. Perusahaan konsultan membagi pekerjaan dalam bentuk proyek-proyek sesuai dengan jumlah klien. Proses bisnis yang terintegrasi ke setiap proyek sangat penting untuk mendukung kegiatan pelaksanaan proyek dan pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akurat. Dampak dari sistem yang tidak terintegrasi akan mengurangi efektifitas dan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan dalam bisnis Selain itu, manajemen harus mengetahui informasi perkembangan kegiatan proyek secara realtime, terperinci dan tepat waktu agar manajemen dapat mengambil keputusan dengan cepat, tepat dan akurat. Maka dari itu, optimalisai proses bisnis sistem perusahaan perlu diperhatikan agar proses bisnis perusahaan menjadi efektif dan efisien. Dalam penelitian ini penulis akan mengoptimalisasikan prosedur sistem sebelum memperoleh proyek, implementasi proyek dan proyek selesai dan memberikan rekomendasi mengenai penyusunan sistem yang berkaitan dengan proses bisnis tersebut. 

This thesis discusses the Analysis and Implementation of Business Process Integration System at Consulting Services Company. This study took the case of a consulting services company in Indonesia with qualitative research and data collection process through observation, interviews and data collection. The consulting firm divides the work in the form of projects according to the number of clients. Integrated business processes for each project are essential to support project implementation and prompt, precise and accurate decision-making. The impact of an unintegrated system will reduce the effectiveness and efficiency in the business decision-making process. In addition, management must be aware of real-time, detailed and timely development of project activities so that management can make decisions readily, properly and accurately. Therefore, optimization business process system of the company needs to be considered for the process bisnus company to be effective and efficient. In this study the authors will optimize the system procedures before obtaining the project, project implementation and the project is completed and provide recommendations on the preparation of systems related to the business process."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Danistya Smara Putri
"Laporan magang ini membahas evaluasi atas kesesuaian antara teori eksekusi dan pemantauan strategi organisasi dengan praktik riil yang dijalankan oleh PT Konsultan di dalam pendampingan proses setup organisasi Klien. Lingkup pembahasan meliputi eksekusi strategi organisasi, khususnya eksekusi crash program, pemantauan atas eksekusi strategi organisasi, efektivitas tim proyek dan stakeholder management tim proyek. Penulis melakukan evaluasi dengan membandingankan kerangka evaluasi, yaitu teori yang telah dipelajari pada mata kuliah Pengantar Manajemen, Pengantar Manajemen Operasi, Struktur, Proses, dan Perilaku Organisasi, Strategi dan Manajemen Kinerja Organisasi, serta beberapa referensi relevan lain, dengan pengalaman penulis selama menjalani magang pada proyek Klien di PT Konsultan. Melalui analisis yang dilakukan, penulis menemukan bahwa praktik PT Konsultan, walau agak berbeda dengan teori, memiliki esensi yang sama dengan kerangka evaluasi.

This internship report discusses the evaluation of the suitability of the theory of execution and monitoring of organizational strategy with the real practice carried out by PT Konsultan in assisting Klien’s organizational setup process. The scope of discussion includes the execution of organizational strategy, particularly the crash program execution, monitoring of organizational strategy execution, project team effectiveness and project team stakeholder management. The author evaluates by comparing the evaluation framework, namely the theory that has been studied in Introduction to Management, Introduction to Operations Management, Structure, Process and Organizational Behavior, Strategy and Organizational Performance Management courses, as well as several other relevant references, with the author's experience of interning in Klien project at PT Konsultan. Through the analysis carried out, the author found that PT Konsultan's practice, although somewhat different from theory, has the same essence as the evaluation framework."
Depok: Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Chika Maharani Iskandar
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap organizational citizenship behavior karyawan shared service PT. Elnusa, Tbk Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 63 karyawan tetap non-manajerial PT. Elnusa, Tbk Jakarta dengan menggunakan metode non-probability sampling serta teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan linear regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antar variabel pada penelitian ini adalah kuat menuju sangat kuat, dengan angka koefisien sebesar 0.613. Pemberdayaan karyawan yang dilakukan PT. Elnusa, Tbk mempengaruhi organizational citizenship behavior karyawan sebesar 36.6%, sedangkan sisanya sebesar 63.4% dipengaruhi oleh faktor lain.

The objective of this research is to analyze how the effect of employee empowerment toward organizational citizenship behavior of shared service employees in PT. Elnusa, Tbk Jakarta. This research applied quantitative approach. The samples of this research are 63 employees of PT. Elnusa, Tbk Jakarta, collected using non-probability sampling and stratified random sampling. This research used questionnaire as research instrument and analyzed with linear regression. The result of this research indicates that the correlation between two variables is strong to very strong. Employee empowerment effects employee?s organizational citizenship behavior equal to 36.6%, and the residue equal to 63.4% affected by other factor."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Asri Aprillia
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perbedaan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Satuan Fungsi Intel dan Satuan Fungsi Reskrim di Polres Metro Jakarta Utara beserta faktor penghambatnya. Dilatarbelakngi oleh adanya perbedaan OCB antar individu pada satuan fungsi Intel dan Reskrim dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri. Dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini mengambil sumber data dengan teknik kuesioner, observasi, pengamatan, wawancara, dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan di Polres Metro Jakarta Utara dengan menggunakan analisis data berupa pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi courtesy, conscientious, civic virtue, dan sportmanship dalam OCB telah diterapkan sangat baik oleh anggota Satuan Fungsi Intel. Sedangkan dimensi altruism masih perlu ditingkatkan karena mendapatkan rata-rata terendah. Sementara pada Satuan Fungsi Reskrim, dimensi courtesy, conscientious, civic virtue, dan altruism telah diterapkan dengan sangat baik. Sedangkan dimensi sportmanship yang masih harus ditingkatkan. Meskipun demikian, diantara penerapan dimensi-dimensi tersebut pada Satuan Fungsi Intel dan Reskrim, tidak ada perbedaan yang signifikan. Yang mana perbedaan tersebut disebabkan karena adanya faktor yang mempengaruhinya, seperti motivasi, kepribadian individu, komitmen organisasi, kepuasan kerja, kepercayaan pada pimpinan, dan budaya organisasi.  

This research was conducted to find out the implementation and differences of Organizational Citizenship Behavior (OCB) in the Intel Functional Unit and the Investigation Function Unit at the North Jakarta Metro Police along with the inhibiting factors. This was motivated by differences in OCB between individuals in the Intel and Criminal Investigation function units in carrying out their duties as members of the National Police. With a quantitative and qualitative approach, this research will take data sources using questionnaires, observations, observations, interviews and document reviews. The research was carried out at the North Jakarta Metro Police using data analysis in the form of data collection, data condensation, data presentation, and conclusions. The results show that the dimensions of courtesy, conscientiousness, civic virtue, and sportsmanship in OCB have been applied very well by members of the Intel Functional Unit. While the altruism dimension still needs to be improved because it gets the lowest average. Meanwhile, in the Crime Unit, the dimensions of courtesy, conscientiousness, civic virtue, and altruism have been implemented very well. Meanwhile, the dimensions of sportsmanship still need to be improved. However, between the application of these dimensions to the Intel Functional Unit and the Criminal Investigation Unit, there is no significant difference. This difference is caused by the factors that influence it, such as motivation, individual personality, organizational commitment, job satisfaction, trust in leadership, and organizational culture."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Romina Saraswati Himawan
"ABSTRAK
YPF-Maus Southeast Sumatra, LLC. adalah salah satu perusahaan minyak asing
yang beroperasi dl indonesia sebagai kontraktor bagi hasil Pertamina. Satu setengah tahun
yang lalu tepatnya 1 Mei I997, manajemen memutuskan untuk mengadakan perubahan
struktur organisasi di Departemen Eksploitasi dan struktur organisasi fungsional menjadi
unit bisnis. Peralihan dan pelaksanaan perubahan tersebut memberikan dampak positif dan
negatif baik pada perusahaan maupun pada karyawan perusahaan.
Persepsi dari karyawan Departemen Eksploitasi mengenai perubahan ini didapatkan
dengan melakukan jajak pendapat secara random. Jajak pendapat merupakan salah satu cara
yang efektif untuk mengumpulkan data terutama mengenai persepsi responden. Studi
persepsi ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang paling akurat yang berkenaan
dengan karyawan yang terkait, sebab karyawanlah yang terkena dampak adanya perubahan
ini.
Responden dipilih secara acak dan diminta untuk mengisi jajak pendapat. Responden
cukup bervariasi dalam hal jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, masa kerja, tingkat
pekerjaan, dan latar belakang pekerjaan. Responden adalah mereka yang mengalami masa
berlakunya kedua struktur organisasi tersebut, sehingga dapat membuat perbandingan dan
keduanya.
Responden memberikan persepsinya atas hal-hal tersebut di atas, dan juga persepsi
atas unit bisnis yang kini diberlakukan. Persepsi tersebut mencakup beberapa hal seperti
struktur organisasi yang sesuai untuk perusahaan dan yang sesuai untuk pengembangan
karir karyawan. Keadaan unit bisnis saat ini, misalnya komposisi unit bisnis, komunikasi
antar anggota, sistem kontrol dan koordinasi, sistem penghargaan atas kinerja, adalah
beberapa hal yang mendapatkan perhatian dari adanya perubahan struktur organisasi.
Pada akhirnya karyawan sebagai bagian dari unit bisnis harus mengetahui secara
jelas konsep dan tujuan unit bisnisnya, demikian pula dengan target yang telah ditetapkan
oleh kantor pusat dan harus dicapai oleh tiap unit bisnis.
Berdasarkan studi persepsi yang dilakukan di Departemen Eksploitasi ini dapat
disimpulkan bahwa karyawan menerima perubahan struktur organisasi tersebut, tetapi dalam
pelaksanaannya memerlukan waktu dan profesionalisme dari semua pihak. Bukan berarti
bahwa struktur yang sebelumnya tidak baik, tetapi dengan perkembangan
perusahaan organisasi, struktur unit bisnislah yang sesuai dengan tujuan dari
perusahaan/organisasi saat ini.
Perubahan struktur organisasi ini diyakini menjadi hal yang menunjukkan
kedinamisan suatu perusahaan pada saat struktur yang lama tidak memuaskan lagi. Persepsi
ini bukan untuk menentukan struktur organisasi yang terbaik, tetapi untuk memberi
gambaran struktur yang sesuai untuk tiap perusahaan.
"
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adrianus Adhiwira Yoga Pradhana
"Sejumlah literatur dan teori mengenai perilaku organisasi mengungkapkan bahwa tinggi rendahnya komitmen organisasi dari anggota organisasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Tiga di antaranya adalah kepemimpinan, kecerdasan emosional, dan keterlibatan karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan guna memahami danmenganalisis pengaruh kepemimpinan pelayanan (servant leadership), kecerdasan emosional, dan keterlibatankerja terhadap komitmen organisasi pada anggota polisi di Polres Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah anggota polisi yang berada di Polres Jakarta Selatan,yang terdiri dari fungsi-fungsi operasional, dengan total populasi sebanyak 403 anggota polisi. Sampel diambil dengan teknik klaster random sampling dan menggunakan total sampel 149 responden. Data dikumpulkandengan teknik kuesioner. Penganalisisan data dilakukan dengan regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji f, uji t, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel kecerdasan emosional, servant leadership, serta keterlibatan kerja secara parsial berpengaruh pada komitmen organisasi. Sementara itu secarasimultan, ketiga variabel tersebut secara bersama-sama juga berpengaruh pada komitmen organisasi. Variabel keterlibatan kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh pada komitmen organisasi sehingga variabel iniberperan sangat penting untuk kenaikan komitmen organisasi. Dari hasil penelitian disarankan pimpinan organisasi Polres Jakarta Selatan dapat melakukan seperti menambah ruang maupun kesempatan bagi anggota untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karir. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorongketerlibatan anggota organisasi yang kemudian akan berdampak terhadap peningkatan komitmen kerja personel Polres Jakarta Selatan sehingga mendorong juga tercapainya tujuan organisasi.

A number of literatures and theories on organizational behaviour reveal that the level of the organizationalcommitment of organizational members is influenced by a number of factors. Three of them are leadership, emotional intelligence, and employee engagement. The study aims to understand and analyse the influence ofservice leadership (servant leadership), emotional intelligence, and work involvement on organizational commitment of police personnel of South Jakarta Metropolitan Police Resort. The study employs the quantitative approach. The population of the research is police personnel posted at South Jakarta Metropolitan Police Resort, which consists of operational functions, with a total population of 403 police officers. The sample is taken by the cluster random sampling technique and used a total sample of 149 respondents. Data are collected by distributing questionnaires. Data analysis is carried out with the multiple linear regressions, the coefficient of determination, the f-test, the t-test, and the classical assumption test. The results of the study reveal that the variables of emotional intelligence, servant leadership, and work involvement partially affect the organizationalcommitment. Meanwhile, the three variables together also simultaneously affect the organizational commitment.Job involvement variable is the most influential variable on the organizational commitment so that this variable plays a very important role in increasing the organizational commitment. Based on the results of the research, it is highly recommended that the organizational leadership of South Jakarta Metropolitan Police Resort can do things such as adding space and opportunities for members in order to improve their abilities and develop careers. The police organization is expected to encourage the involvement of its members which will eventuallyhave increase their work commitment as well as to encourage the achievement of the organizational goals"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yongki Yeremia
"ABSTRAK
Atasan atau pemimpin dan bawahan atau pengikut merupakan dua komponen
yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia organisasi. Seorang atasan tidak hanya
memimpin sekelompok individu sebagai pekerja. Seorang atasan adalah pemimpin
organisasi. Demikian pula halnya para bawahan, bukan sekedar para pekerja yang bekerja
secara bersama-sama. Bawahan adalah pada individu yang menjadi bagian dari sebuah
organisasi, yang tidak hanya harus bekeija, tetapi memiliki kepentingan yang lebih luas
terhadap keberadaan organisasi, sebagaimana halnya seorang atasan atau pemimpin.
Efektivitas kepemimpinan seseorang dapat bergantung dari hubungan antara dirinya
dengan bawahan, pekerjaan yang harus dilaksanakan, serta persepsi tentang kekuasaan
manajer. Persepsi bawahan terhadap gaya kepemimpinan atasan atau pemimpin tersebut
dapat mempengaruhi perilaku dari para pekerja terhadap perilaku pemimpinnya dan
bahkan dapat mempengaruhi kinerja atau output dari organisasi serta pencapaian tujuan
organisasi yang banyak ditentukan oleh peran seorang atasan, apalagi bila apa yang
dipersepsikan pada kenyataan terhadap atasannya jauh berbeda dengan ekspektasi atau
apa yang diharapkan oleh bawahan. Perbedaan apa yang dipersepsikan bawahan pada
kenyataannya dalam organisasi dengan apa yang diharapkan atau menjadi ekspektasi
didalam pikiran mereka mengenai atasan mereka dapat menimbulkan konflik dalam diri
mereka dan berpengaruh terhadap sikap, perilaku dan tentu saja produktivitas mereka
dalam bekerja.
Penelitian ini membandingkan disposisi dua kelompok pemimpin dari asal negara
yang berbeda untuk melihat persepsi dan ekspektasi dari para pekerja lokal terhadap gaya
kepemimpinan mereka. Hal ini perlu menjadi perhatian karena pada era globalisasi ini,
dunia kepemimpinan di Indonesia tidak hanya di kuasai oleh pemimpin-pemimpin lokal,
semakin banyak pemimpin asing masuk ke Indonesia sejalan dengan masuknya investasi
dan perdagangan bebas ke Indonesia. Partisipasi dalam kelompok-kelompok kerja lintasbudaya
pun telah menjadi hal yang lumrah terjadi sehari-hari di era globalisasi ini.
Semakin baik dan sesuai perilaku atau gaya kepemimpinan pemimpin yang mereka
persepsikan dan sesuai dengan ekspektasi dan nilai-nilai budaya mereka, maka semakin
besar kemungkinannya untuk mengikuti dan menerima pengaruh kepemimpinan atas
mereka.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaif dengan
desain Ex Posi Facio Fieid Studi es. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
kuesioner dengan menggunakan kuesioner persepsi dan kuesioner ekspektasi bawahan terhadap gaya kepemimpinan atasan yang telah di susun sendiri oleh peneliti berdasarkan
lima tipe gaya kepemimpinan Managerial Grid dari Blake dan Mouton.
Uji coba kuesioner persepsi dan kuesioner ekspektasi bawahan terhadap gaya
kepemimpinan atasan dilakukan sebanyak dua kali pada partisipan dengan karakteristik
yang sesuai kedua dengan kelompok partisipan penelitian. Kedua uji coba diolah dengan
metode korelasi poin! biserial dan memang masih terdapat beberapa item yang memiliki
korelasi yang masih kurang baik namun telah dapat membedakan kelima gaya
kepemimpinan tersebut.
Uji lapangan dilakukan di CNOOC SES, Ltd, sebuah perusahaan industri minyak
yang berkantor pusat di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
bawahan memiliki ekspektasi akan seorang pemimpinan lokal maupun ekspatriat dengan
dimensi tugas maupun hubungan yang tinggi dalam memimpin atau gaya kepemimpinan
Team Leader (9,9). Pada kenyataannya, sebagian besar atasan atau pemimpin asing dan
lokal di CNOOC SES,Ltd memang dipersepsikan memiliki dimensi tugas maupun
hubungan.yang tinggi. Hal ini terlihat dengan 56,67% atasan ekspatriat China dan
83,33% atasan lokal dipersepsikan menerapkan gaya kepemimpinan Team Leader (9,9)
oleh para pekerja lokal. Menurut peneliti hasil penelitian tersebut kemungkinan
disebabkan oleh sistem kerja team work yang membuat ciri gaya kepemimpinan Team
Leader (9,9) berlaku pula pada sebagain besar pemimpin di CNOOC SES, Ltd.
Dominansi gaya kepemimpinan ini pada kedua kelompok pemimpin yang berbeda bangsa
juga membuktikan bahwa nampaknya fimctional culiure atau budaya bekerja di CNOOC
SES.Ltd lebih kuat pengaruhnya dari pada budaya nasional masing-masing pemimpin.
Sedangkan dari hasil perbandingan dengan perhitungan Chi-Square disimpulkan bahwa
asal negara atau bangsa atasan (Indonesia dan China) dalam penelitian ini tidak
berpengaruh terhadap kesesuaian persepsi-ekspektasi bawahan terhadap mereka. Namun,
bila dicermati perbedaan kesesuaian persepsi-ekspektasi bawahan yang lebih redah pada
kelompok atasan ekspatriat China dibanding kelompok atasan Indonesia,
mengindikasikan bahwa potential problem antara atasan-bawahan sepertinya memang
lebih besar terjadi pada atasan asing yang berbeda latar belakang budaya. Implikasinya
tingkat kepercayaan dan kekuatan followership terhadap pemimpin lokal pun lebih besar
dibanding terhadap pemimpin asing atau ekspatriat.
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai penelitian awal yang perlu dikembangkan
lagi dengan mengambil sampel yang lebih besar agar dapat digeneralisasikan lagi pada
populasi yang lebih luas. Agar penelitian ini lebih baik, peneliti juga menyarankan untuk
menambah variasi kelompok penelitian pada kelompok pimpinan ekspatriat yang
memiliki ciri budaya nasional yang secara signifikan berbeda dengan Indonesia, seperti
negara-negara barat. Selain itu untuk memperkaya dan memperkuat hasil penelitian
alangkah baiknya jika pada penelitian berikutnya bila memungkinkan dikombinasikan
dengan metode kualitatif."
2004
S3437
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizalul Durrun Pasundani
"Skripsi ini membahas bagaimana pengambilan keputusan etis pada 120 mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2010-2012 saat dihadapkan pada situasi yang dapat memancing pelanggaran etika.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan eksperimen sebagai teknik pengambilan data.Terdapat empat grup ekspeirmen, dimana satu grup merupakan control group dan sisanya mendapatkan perlakuan (treatment).Hasil eksperimen menyarankan bahwa saat mahasiswa diberi kesempatan untuk menyontek dalam mengerjakan tes, mereka cenderung menyontek; saat mahasiswa diminta untuk membaca dokumen kode etik kompleks lalu diberi kesempatan untuk mencontek dalam mengerjakan tes, mereka cenderung menyontek; namun saat kode etik yang diberikan sederhana, mereka cenderung tidak menyontek. Kesimpulannya adalah, apabila kode etik dikomunikasikan dengan cara yang lebih sederhana, pegawai akan cenderung patuh terhadap kode etik, karena pada dasarnya penelitian mengenai cheating pada mahasiswa merupakan penerka yang cukup akurat terhadap perilaku patuh etika pada pegawai.

This thesis discusses about the ethical behavior of 120 students of the Faculty of Economics and Business Universitas Indonesia when faced with a situation that may provoke the violation of ethical standard. The current study employs an experiment research design. There are four experimental groups. One group is categorized as control group while the other is treatment group. The results of the study suggest that when students are given the opportunity to cheat in doing tests, they tend to cheat; and it is the same as when they read a complicated code of conduct beforehand, but if the code of conduct is simple, the result is contradictory. Since the research on student cheating is an accurate predictor on employee’s ethical behavior, the corporate code of conduct is correctly used as the stimulus. The result shows that if a code of conduct is communicated in a simpler way, people will obey the ethical standards."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S57663
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>