Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 60336 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ita Syamtasiyah Ahyat
"Dasawarsa setelah Perang Dunia II menunjukkan kemajuan teknologi yang teramat pesat dan banyak melahirkan ciptaan baru. Tidak hanya kepada penemuan peralatan dan mesin modern, tetapi juga membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Salah satu yang menonjol di bidang sosial-ekonomi dalam masyarakat kita adalah fenomena yang disebut sebagai pasar swalayan (super market) yang menggeser peranan pasar tradisional.
Pasar tradisional, sebagai suatu bentuk awal kegiatan ekonomi sederhana dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama di Batavia/Jakarta, mempunyai sejarah yang panjang. Ini dibuktikan dengan nama-nama sejumlah wilayah di kawasan DKI Jakarta yang mengambil nama pasar dan nama hari pasar, seperti: Pasar Ikan, Pasar Baru, Pasar Glodok, Pasar Tanah Abang, dan Pasar Senen.
Sejarah pemberian nama wilayah berkaitan dengan nama pasar dan hari pasar bermula dari aturan yang dibuat oleh pemerintah kolonial di jaman VOC Hindia Belanda, kegiatan pasar ditentukan harinya untuk wilayah-wilayah tertentu. Jadi Pasar Senen yang dulunya dikenal sebagai Vinke Bazaar mendapat giliran hari pasar yang jatuh pada hari Senen. Demikian pula pasar juga merupakan suatu peristiwa sejarah pada waktu penyerangan tentara Mataram ke Batavia."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1998
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Cithasara P
"
ABSTRAK
Keanekaragaman kegiatan yang dilakukan penduduk Jakarta memerlukan sarana dan prasarana penunjang. Salah satu sarana untuk meningkatkan hasil usaha dalam kaitannya dengan perdagangan dan bisnis adalah Pasar Bunga. Walaupun Pasar Bunga ini bukan sarana dasar, tetapi Pasar Bunga sebagai sarana tambahan memiliki fungsi yang besar pula dalam menunjang berbagai kegiatan. Adapun fungsi Pasar Bunga adalah sebagai tempat untuk membeli bunga yang khusus telah dirangkai sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap suatu perusahaan ataupun ucapan selamat lainnya. Pasar Bunga ini juga menjual bunga dalam bentuk tangkai atau rangkaian kecil (dalam pot) yang biasanya disediakan untuk pembeli peribadi.
"
1997
S33654
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ari Indrayono Mahar
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1995
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Dita Pertiwi
"Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada balita dan sering menyebabkan kematian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap diare pada balita. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 April-18 Mei 2008 di RW 02 Kelurahan Baru Pasar Rebo Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif sederhana. Teknik pengambilan sampel random sampling sejumlah 62 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner berisi pernyataan tentang persepsi orang tua mengenai definisi, penyebab, tanda gejala, penanganan, akibat dan pencegahan diare pada balita. Hasil penelitian menunjukkan 44 orang tua (70,97%) bersepsi negatif dan 18 orang tua (29,03%) berpersepsi positif. Kesimpulan penelitian ini persepsi orang tua terhadap diare pada balita adalah negatif. Penelitian ini merekomendasikan penelitian berikutnya membahas hubungan antar variabel dengan jumlah sampel lebih besar."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5878
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Victor Boris
"Peningkatan profit merupakan bagian dari kinerja dan hasil akhir yang ingin dicapai dari pengelolaan pasar secara keseluruhan. Untuk mencapai peningkatan tersebut diperlukan bentuk atau pola kerjasama serta pendanaan yang baik, namun setiap bentuk atau pola kerjasama tentu memiliki suatu resiko yang dapat terjadi, baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan, sehingga perlu dilakukan identifikasi dan analisa resiko untuk melihat dan menentukan tindakan penanganannya jika resiko tersebut terjadi. Salah satu teknik penanganan resiko yang banyak diterapkan saat ini adalah suatu sistem penanganan yang menggunakan software Project Management System, namun teknik tersebut belum memberikan solusi yang maksimal. Untuk mengatasi masalah tersebut telah dikembangkan suatu sistem komputer yang disebut knowledge based system, yaitu sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan pasar yang didisain sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan dengan merekomendasikan tindakan penanganan resiko pengelolaan pasar di DKI Jakarta.

Profit is part performance from entire market management. Appropriate management, financial and suitable cooperation in type and pattern will be needed for increasing the profit, but every cooperation type and pattern has some predictable and unpredictable risks. Regarding to this condition, identification and risk analysis will be required to review and determine corrective action if the risk is happened. Nowadays, one of many risk treatment, which is implemented, is Software Project Management System, but it has not given satisfactory solution yet. Computerize system modification, called Knowledge Based System, is designed and applicable for this purpose, it is a computer software based on scientific knowledge (expert system) as a supporting tool in decision process to recommend corrective action of market management in Jakarta."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14729
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
TA3501
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ayomi Dita Rarasati
"Kebakaran dapat mengakibatkan kerugian, baik fatal mau pun tidak fatal, terhadap bangunan itu sendiri serta bangunan yang ada di sekitarnya. Kebakaran dapat berakibat langsung, yaitu adanya kerusakan bangunan dan meninggalnya penghuni bangunan. Selain itu kebakaran dapat juga berakibat tidak langsung, yaitu terhentinya aktivitas yang ada dalam bangunan tersebut.
Kebakaran pasar di Jakarta cukup sering terjadi dikarenakan kurangnya kepedulian penghuni pasar terhadap risiko kebakaran, minimnya fasilitas pencegah kebakaran dan kondisi lingkungan pasar yang tidak tertata rapi. Oleh sebab itu, dibutuhkan manajemen risiko kebakaran pasar yang baik untuk pencegahannya. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan dalam manajemen risiko kebakaran adalah dengan cara mengidentifikasi, mengurangi dan mengalihkan risiko.
Penelitian dilakukan pada pasar yang terrnasuk dalam kategori kelas A dengan kondisi fisik yang sama, yang dikategorikan pasar kelas sedang. Kemudian juga dibandingkan dengan pasar-pasar yang memiliki kondisi yang sangat baik dan sangat buruk.
Asesmen risiko kebakaran dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data-data melalui survei responden yang kemudian data-data tersebut ditransformasikan ke dalam fungsi kerapatan probabilita. Nilai risiko kebakaran didapatkan dari perhitungan berbasis formula Gretener di mana padanya dimasukkan fungsi kerapatan probabilita terkait, berdasarkan variabel-variabel yang telah ditentukan sebelumnya.
Nilai asesmen risiko kebakaran pasar didapatkan melalui simulasi Monte Carlo, dan berdasarkan simulasi tersebut elemen-elemen yang mempengaruhi asesmen risiko kebakaran juga dapat diketahui.
Pada penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan asesmen yang dilakukan tingkat risiko kebakaran pasar di DKI Jakarta dengan kelas sedang dimulai dari yang paling aman terhadap kebakaran adalah Pasar Kramat Jati, Pasar Palmerah, Pasar Minggu, Pasar Jatinegara, Pasar Mayestik, Pasar Tomang Barat, dan Pasar Senen Blok III.
Hasil yang didapat pada penelitian ketika pasar kelas sedang dibandingkan dengan pasar dengan kondisi ekstrim adalah pasar kelas sedang tersebut diapit oleh pasar dengan kondisi sangat baik dan pasar dengan kondisi sangat buruk.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pasar yang memiliki sistem proteksi dan sistem manajemen kebakaran yang baik memiliki kecenderungan nilai risiko kebakaran yang kecil, dan pasar yang tidak memiliki sistem proteksi dan sistem manajemen kebakaran yang kurang baik memiliki kecenderungan nilai risiko kebakaran yang besar.

Fire can caused losses, event fatal or not, to the building itself or the building nearby. Fire can gives direct losses, which is building damage or human death. For the indirect losses, fire can stop the activities that happened inside the building.
Fire in traditional markets in Jakarta mostly happened because of unawareness people in fire risk, minimum fire protection facility and messy traditional markets setting. Therefore, a good fire risk management is needed as avoidance. Things that can be done in fire risk management are identifying, reducing and transferring the risk.
The research was done in traditional markets in A-Class categorization, and then compared with traditional markets in extremely good condition and extremely bad condition.
Fire risk assessment was done by collecting some data through respondents. Those data then transformed to probability distribution function. The risk assessment was gained from a calculation based on Gretener formulation, which has probability distribution function related inside.
Monte Carlo simulation was used to gain the fire risk assessment. From the simulation above, the elements that give effect to the assessment were also obtained.
According to the assessment, it is gained that the risk of fire in traditional markets in Jakarta from the safest are Kramat Jati, Palmerah, Minggu, Jatinegara, Mayestik, Tomang Barat and Senen Blok III.
The result then compared by traditional markets with extreme condition, and those extreme markets are outside the markets mentioned above.
According to the research, it is concluded that traditional market with a good fire system protection and fire system management has a low indication of fire risk.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T16924
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sellina Windri
"Indonesia telah mengimplementasikan program imunisasi nasional yang mencakup 5 imunisasi dasar, termasuk campak, namun, penyakit campak masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak. Pengetahuan dan sikap orangtua terhadap imunisasi merupakan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku vaksin campak di DKI Jakarta dan hubungannya dengan pengetahuan serta sikap orangtua.
Penelitian dilaksanakan menggunakan metode cross sectional, melalui kuesioner. Terdapat pertanyaan Ya, Tidak dan Tidak tahu mengenai pengetahuan dan Skala Likert mengenai sikap dan perilaku terhadap vaksin campak. Kuesioner dibagikan kepada orangtua dari anak berumur 2-5 tahun di KB dan PAUD di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara untuk kemudian dianalisa dengan program SPSS (Ver. 24) untuk dan meto chi-square.
Seratus lima puluh dua responden dari 200 memiliki pengetahuan yang buruk, 114 responden bersikap positif dan 188 responden memvaksinasi anak mereka dengan vaksin campak. Tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dan pengetahuan orang tua serta pada hubungan antara sikap orang tua dan perilaku terhadap vaksin campak. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan orangtua dan perilaku dari vaksin campak dengan nilai p 0.009 dan odds ratio sebesar 5.01. Faktor lain; campur tangan pasangan/keluarga, kepercayaan, kekhawatiran terhadap efek samping dapat mempengaruhi perilaku orang tua terhadap vaksin campak.

Indonesia has implemented a national immunization program with 5 basic immunizations, including measles. However, measles remains to be one of the leading causes of death in children. Parents knowledge and attitude towards immunization is a factor affecting the practice. This research aims to know how is the practice of measles vaccine in DKI Jakarta and its association with parental knowledge and attitude towards it.
This is a cross sectional study using a questionnaire that includes Yes, No and Dont know questions regarding knowledge and Likert Scale questions regarding attitude towards measles vaccine. Questionnaires were distributed to parents of children of the age 2-5 years from playgroups and kindergartens in South and North Jakarta and was analyzed using SPSS for Macintosh (Ver. 24) and chi-square method.
One hundred and fifty-two out of 200 respondents had good knowledge about measles, 114 had positive attitude towards it and 188 respondents vaccinated their children with measles vaccine. P values of <0.05 were obtained on the relationship between parents education level and their knowledge about measles and measles vaccine and the relationship between parents attitude and their practice. A significant association was revealed between parents knowledge and their practice, shown by a p value of 0.009 and an OR of 5.01. Other factors; partners and familys involvement, beliefs and the fear of side effects may also affect the practice of measles vaccine.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Widya Larasati
"Telah dilakukan sebuah studi penelitian tingkat konsentrasi gas Radon dan Thoron pada gedung tua yang berada di DKI Jakarta. Konsentrasi gas Radon dan Thoron diukur dengan monitor Radon DURRIDGE RAD7 yang menggunakan detektor alfa semikonduktor untuk mencacah partikel alfa yang dipancarkan oleh gas Radon. Tempat pengukuran dilakukan di gedung tua di DKI seperti Museum Nasional, Fatahillah, Museum Keramik, Museum Wayang, Gedung Kesenian Jakarta dan 1 gedung baru sebagai perbandingan, selama kurang lebih 60 hari. Monitor Radon ini diletakkan pada 1 m dari lantai selama 2 jam/titik sampel. Konsentrasi rata-rata Radon dan Thoron di bangunan tua berkisar antara 2.82 - 12.62 Bq/m3. Konsentrasi Radon yang tertinggi adalah 12.62 Bq/m3 yang diperoleh pada pengukuran di Museum Nasional lantai 3 yang beruangan AC. Dosis gas efektif tahunan Radon yang masuk kedalam saluran pernafasan pada manusia di bangunan tua sebesar 0.16 mSv/thn. Sedangkan untuk Thoron sebesar 0.14 mSv/thn. Dosis efektif tahunan ini masih bawah ambang batas yang dijinkan, sehingga masih aman bagi manusia yang berada di bangunan tersebut.

A study on Radon and Thoron emission has been done on several antiquated building in Jakarta dated back to 17-19th century. Radon and Thoron concentration were measured using DURRIDGE RAD 7 Radon Monitor that has a semiconducting alpha detector and counter. Locations were chosen as the National Museum, the Fatahillah Museum, the National Ceramic Museum, Jakarta Art Performance Building (GKJ) and one new building as a comparison. Measurements were done during the course of 60 days. The Radon Monitor were placed 1 m above the floor for at least 2 hours per sample point. The average readings for all building were found to vary between 2.62 – 12.62 Bq/m2. The highest reading were taken from 3rd floor of the National Museum which is used for ffice use and fully airconditioned. The average annual Radon effective dose through human respiration were calculated to be 0.16 mSv/year while for Thoron were found to be 0.14 mSv/year. These two numbers were below safe allowed thresholds."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S29135
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>