Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 99813 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agus Suhartono
"Analisa unjuk kerja penggunaan skema kontrol N15T dan skema kontrol ERICA dalam satu jaringan ATM untuk layanan Available Bit Rate (ABR) dengan simulasi sudah dilakukan. Analisa penggunaan kedua skema kontrol tersebut dilakukan dengan menggunakan sebuah model topologi jaringan ATM point to point, Dengan topologi jaringan tersebut, kedua skema control dikonfigurasikan dalam 1 6 skenario konfigurasi jaringan.
Berdasarkan hasil simulasi dan analisa, skenario konfigurasi 16 menghasilkan throughput paling besar yaitu 99.30% dari ideal throughput sedangkan skenario konfigurasi 11 memberikan hasil throughput paling kecil yaitu 94.03% dari ideal throughput. Nilai Fairness index paling besar dihasilkan oleh skenario konfigurasi 12 yaitu 0.9930 dan paling kecil dihasilkan oleh skenario konfigurasi 2 yaitu 0.9755.
Untuk konfigurasi dengan komposisi dan posisi skema kontrol N15T dan skema kontrol ERICA seperti skenario konfigurasi 6 dan 11, pengubahan posisi skema kontrol NIST dengan skema kontrol ERICA (konfigurasi 11 menjadi konfigurasi 6) meningkatkan throughput sebesar 4.15% dari 94.0396 menjadi 98.18%.
Hasil pembobotan berdasarkan nilai throughput dan nilai fairness index dari 16 skenario konfigurasi, diperoleh skenario konfigurasi dengan kategori best case mempunyai nilai bobot 0,9867, middle case dengan nilai bobot 0.9783 dan worst case dengan nilal bobot 0.9642.
Hasil pembobotan unjuk kerja untuk menentukan kestabilan berdasarkan nilai throughput dan nilai fairness index hasil simulasi tahap 2, menghasilkan nilai bobot rata-rata untuk konfigurasi best case sebesar 0.9784, middle case sebesar 0.9728 dan worst case 0.9491. Dari hasil pembobotan ini, konfigurasi best case mempunyai unjuk kerja yang stabil dengan throughput rata-rata sebesar 98.8596 dari throughput ideal.

Performance analysis of usage of both ERICA and NIST control scheme in an ATM network for ABR service has been performed. The analysis of usage of those two control scheme was performed in a point to point ATM network topology model. Both of control schemes was configure in 16 configuration scenarios.
Based on the simulation and analysis results, the 16' configuration scenario giving the biggest throughput, that is 99.30% from expected throughput, while the 11" configuration scenario giving the smallest throughput (=94.03% from expected). The biggest of fairness index value giving by 12h (=0.9930) configuration scenario, while the smallest of fairness index value giving by 2' configuration scenario (=0.9755).
The configuration was arranged by ERICA and N15T control scheme like a 1st and 16th scenario, replacing the position each other (l 1" to be 16=h configuration) enhance about 4, 15% of throughput.
Three category of selected scenario configuration based on the throughput and fairness index value; labeled best case, middle case and worst case.
Performance stability of three category best case, middle case and worst case was decided by rank of the throughput and fairness index value of part two simulation results. The best case configurations have good stability with 98.85% from expected throughput."
2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Suhartono
"Analisa unjuk kerja penggunaan skema kontrol NIST dan skema kontrol ERICA dalam satu jaringan ATM untuk layanan Available Bit Rate (ABR) dengan simulasi sudah dilakukan. Analisa penggunaan kedua skema kontrol tersebut dilakukan dengan men9gunakan sebuah model topologi jaringan ATM point to point, Dengan topologi jarin9an tersebut, kedua skema kontrol dikonfigurasikan dalam 16 skenario konfigurasi jaringan. Berdasarkan hasil simulasi dan analisa, skenario konfigurasi 16 menghasilkan throughput paling besar yaitu 99.30% dari ideal throughput sedangkan skenario konfigurasi 11 memberikan hasil throughput paling kecil yaitu 94.03% dari ideal throughput. Nilai Fairness index paling besar dihasilkan oleh skenario konfigurasi 12 yaitu 0.9930 dan paling kecil dihasilkan oleh skenario konfigurasi 2 yaitu 0.9755. Untuk konfigurasi dengan komposisi dan posisi skema kontrol NIST dan skema kontrol ERICA seperti skenario konfigurasi 6 dan 11, pengubahan posisi skema kontrol NIST dengan skema kontrol ERICA (konfigurasi 11 menjadi konfigurasi 6) meningkatkan throughput sebesar 4.15% dari 94.03% menjadi 98.18%. Hasil pembobotan berdasarkan nilai throughput dan nilai fairness index dari 16 skenario konfigurasi, diperoleh skenario konfigurasi dengan kategori best case mempunyai nilai bobot 0,9867, middle case dengan nilai bobot 0.9783 dan worst case dengan nilai bobot 0.9642. Hasil pembobotan unjuk kerja untuk menentukon kestobilon berdasarkan nilai throughput dan nilai fairness index hasif simufasi tahap 2, menghasilkan nilai bobot rata-rata untuk konfigurasi best case sebesar 0.9784, middle case sebesar 0.9728 dan worst case 0.9491. Dari hasil pembobotan ini, konfigurasi best case mempunyai unjuk kerja yang stabil dengan throughput rata-rata sebesar 98.85% dari throughput ideal.

Performance analysis of usage of both ERICA and NIST control scheme in an ATM network for ABR service have been performed. The analysis of usage of those two control scheme was performed in a point to point ATM network topology model. Both of control scheme was configure in 16 configuration scenarios. Based on the simulation and analysis results, the 16th configuration scenario glVmg the biggest throughput, that is 99.30% from expected throughput, while the 1 Jth configuration scenario giving the smallest throughput (=94.03% from expected). The biggest of fairness index value giving by 12th (=0.9930) configuration scenario, while the smallest of fairness index value giving by 2nd configuration scenario (=0.9755). The configuration was arranged by ERICA and NIST control scheme like an 7 7rh and 1 &"configuration scenario, replacing the position each other (1 Ph to be 16th configuration) enhance about 4, 1 5% of throughput. Three category of selected scenario configuration based on the throughput and fairness index value, labeled best case, middle case and worst case. Performance stability of three category best case, middle case and worst case was decided by rank of the throughput and fairness index value of part two simulation results. The best case configuration have good stability with 98.85% from expected throughput.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T40677
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dandun Widhiantoro
"Analisa unjuk kerja penggunaan empat skema kontrol explicit rate untuk layanan Available Bit Rate (ABR) dalam satu jaringan ATM telah dilaksanakan. Empat skema kontrol tersebut adalah EFCI, EPRCA, ERICA dan KIST. Analisa penggunaan keempat skema kontrol tersebut dilakukan dengan menggunakan sebuah model topologi jaringan ATM point to point dengan konfigurasi `parking lot'. Dengan topologi jaringan tersebut, keempat skema kontrol tersebut dikonfigurasikan dalam dua tahap penelitian, yaitu 4 dan 12 skenario konfigurasi jaringan.
Berdasarkan hasil simulasi dan analisa penelitian tahap 1, skenario konfigurasi 2 menghasilkan throughput terbesar yaitu 98,58 % dari throughput ideal dan juga menghasilkan nilai fairness index terbesar 0,9865. Skenario konfigurasi 1 menghasilkan throughput terkecil 96,33 % dari throughput ideal dan juga menghasilkan nilai fairness index paling kecil 0,9806.
Berdasarkan hasil simulasi dan analisa penelitian tahap II, Skenario konfigurasi 6 menghasilkan throughput terbesar 96,52 % dari throughput ideal dan juga menghasilkan nilai fairness index terbesar 0,9887. Skenario konfigurasi 10 menghasilkan throughput terkecil 88,84 % dari throughput ideal dan juga menghasilkan nilai fairness index terbesar 0,9532.

Performance analysis of usage of fourth explicit rate control scheme for ABR services in an ATM network have been performed. The fourth control schemes are EFCI, EPRCA, ERICA and NIST. The analysis of usage of fourth control scheme was performed in a point to point ATM network topology model with 'parking-lot configuration'. With that network topology, the fourth control scheme was configured in two phase of research, which is 4 and 12 configuration scenarios.
Based on the first phase research' simulation and analysis results, the 2nd configuration scenarios giving the biggest throughput, that is 98.58% from expected throughput and also giving the biggest fairness index value, that is 0.9865. The 1st configuration scenarios giving the smallest throughput, that is 9633% from expected throughput and also giving the smallest fairness index value that is 0.9806.
Based on the second phase research' simulation and analysis results, the 6th configuration scenarios giving the biggest throughput, that is 96,52% from expected throughput and also giving the biggest fairness index value, that is 0.9887. The 10th configuration scenarios giving the smallest throughput, that is 88.84% from expected throughput and also giving the smallest fairness index value that is 0.9532.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T9772
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dandun Widhiantoro
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
TA3260
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hannah Gracia Tiurinda
"Melalui penelitian dan penulisan ini, program Sistem Penilaian Esai Otomatis (SIMPLE-O) dikembangkan untuk penilaian esai berbahasa Indonesia menggunakan algoritma hybrid CNN dan Bidirectional GRU dengan metrik Manhattan Distance dan Cosine Similarity. CNN digunakan untuk melakukan ekstraksi fitur dari masukan teks. Bidirectional GRU digunakan untuk menangkap makna atau konteks teks dari dua arah. Pengembangan program ini menggunakan bahasa pemrograman Python untuk proses deep learning. Hasil rata-rata selisih penelitian ini adalah 15.04 untuk model metrik Manhattan Distance dan 22.02 untuk model Cosine Similarity.

Through this research and writing, the Automatic Essay Scoring System (SIMPLE-O) program was developed for evaluating essays in the Indonesian language using a hybrid CNN and Bidirectional GRU algorithm with Manhattan Distance and Cosine Similarity metrics. CNN is employed to extract features from the input text, while Bidirectional GRU captures the meaning or context of the text from both directions. The development of this program utilizes the Python programming language for deep learning processes. The average differences results of this research is 15.04 for the Manhattan Distance metric model and 22.02 for the Cosine Similarity model."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S37986
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ainina Shadrina
"Mengacu kepada berkembangnya komunikasi dengan cepat yang menyebabkan jumlah trafik yang besar, serta terbatasnya spektrum makro seluler, dibutuhkan teknologi yang dapat mengatasi permasalahan ini. Wi-Fi Offload menjadi salah satu solusi dengan menggunakan keuntungan -keuntungan dari jaringan seluler dan jaringan Wi-Fi. Akan tetapi penerapan offload tanpa adanya protokol yang mengatur proses pemindahan trafik ini akan memberikan batasan - batasan terutama bandwidth dan penggunaan energi, karena setiap node memiliki daya baterai dan kapasitas yang terbatas. Dengan menerapkan protokol yang diambil dari teknologi MANET dan algoritma vertical handover (VHO) yang disesuaikan dengan jaringan yang dirancang, beban pada masing - masing jaringan dan penggunaan energi pada setiap node dapat dikontrol. Media Independent Handover dibutuhkan dalam mengatur proses handover dalam jaringan heterogen tersebut. GZRP sebagai hybrid routing protocol memiliki keuntungan dari kedua jenis protokol routing konvensional sehingga cocok digunakan untuk penyeimbangan beban trafik (load balancing). Integrasi jaringan HSDPA dan 802.11g dilakukan dengan menggunakan algoritma vertical handover dengan MIH dan kontrol parameter jaringan, serta protokol routing GZRP. Selain itu pengubahan radius pada protokol routing dengan transmission power level dapat meningkatkan efisiensi energi dari jaringan. Peningkatan performa jaringan dengan pengubahan algoritma protokol routing GZRP serta kontrol vho dengan parameter jaringan didapatkan jika dibandingkan dengan jaringan vho biasa, secara keseluruhan terdapat peningkatan 54% untuk throughput dan peningkatan 50% pada efisiensi energi.

Referring to the rapid development in telecommunication, which leads to big amount of traffic, and additionally limitation of macro cellular spectrum, a certain technology that could handle these problems is needed. Wi-Fi offload is one of the solutions, using the advantages of both cellular network and Wi-Fi network. The implementation of this technology without a protocol to control the offloading process of traffic will give some limitation, especially on capacity and energy usage, seeing that each node has limited battery power and constrained bandwidth. Implementation of protocol from MANET technology and vertical handover (VHO) algorithm, with respect to proposed network and its environment, traffic load on each network and energy usage on each node could be controlled. Media Independent Handover is needed to regulate handover process in heterogeneous network. GZRP as hybrid routing protocol has advantage from the two kind of conventional routing protocol, therefore it is more compatible for load balancing network than the former routing protocol. HSDPA - 802.11g network integration is conducted using vertical handover algorithm with MIH standard and network parameters for control, routing protocol GZRP is used in addition. Furthermore, radius decision on routing protocol is changed with transmission power level in order to improve the network energy efficiency. Network performance improvement with GZRP algorithm alteration and vho control with network parameters is achieved with 54% increment on throughput and 50% on energy efficiency, compared to the former vho network."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S59149
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Arya Galuh Damar Jati
"Karakter fiksi merupakan salah satu unsur yang tidak terpisahkan dari suatu karya khususnya karya sinematografi. Suatu karakter fiksi merupakan kerja keras dan jerih payah pencipta dari hasil olah kreativitas dan imajinasinya. Karakter fiktif juga merupakan salah satu unsur utama yang mendukung tema dan konflik dalam suatu narasi. Dalam Undang-Undang Hak Cipta saat ini belum mengatur secara khusus berkaitan dengan perlindungan terhadap suatu karakter fiksi. Perlindungan terhadap suatu karakter fiksi secara umum masih terhadap media dimana tempat karakter tersebut berada. Berbeda dengan Amerika Serikat, perlindungan terhadap karakter fiksi disana telah diakui dengan menerapkan standar-standar seperti Character Delineation Test dan Story Being Told Test, sehingga diperoleh kepastian perlindungan terhadapnya. Lebih lanjut, hal itu akan berpengaruh terhadap penggunaan yang wajar pada suatu karakter fiksi. Penggunaan yang wajar atau fair use merupakan salah satu doktrin sebagai bentuk pembatasan terhadap hak eksklusif yang dimiliki oleh pencipta. Penggunaan yang wajar terhadap suatu karakter fiksi di Indonesia sejatinya merupakan penggunaan yang wajar terhadap suatu karya sinematografi khususnya film. Sebab karakter merupakan bagian utama dari suatu karya film yang membangun cerita dalam mendukung tema dan konflik. Sehingga penggunaan yang wajar terhadap suatu karakter fiksi termasuk di dalam penggunaan yang wajar terhadap suatu karya film. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, tulisan ini akan menganalisis mengenai bagaimana perlindungan dan prinsip penggunaan yang wajar terhadap suatu karakter fiksi di dalam ketentuan Undang-Undang Hak Cipta

Fictional characters are one of the integral elements of a work, especially a cinematographic work. A fictional character is the result of the creator's work and effort, as well as his creativity and imagination. Fictional characters are also one of the main elements that support the theme and conflict in a narrative. The current copyright law in Indonesia does not specifically regulate the protection of a fictional character. In general, the protection of a fictional character still on the media where the character is located. In contrast to the United States, the protection of fictional characters has been recognized in that country by using standards such as the character delineation test and the story being told test to ensure certainty of protection against it. Furthermore, it will affect the fair use of a fictional character. Fair use is one of the doctrines that limit the exclusive rights owned by the creator. Fair use of a fictional character in Indonesia is actually a fair use of a cinematographic work, especially a movie. Because characters are the main part of a movie, they build a story for supporting themes and conflicts. Therefore, the fair use of a fictional character is included in the fair use of a film work. By using the normative juridical research method, this paper will analyze how the protection and principle of fair use of a fictional character are addressed in the provisions of the Copyright Act."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shanti Andriyanti
"Cloud computing merupakan teknologi mutakhir yang dapat digunakan oleh organisasi dalam mendukung proses bisnisnya. Cloud computing memungkinkan organisasi melakukan efisiensi biaya dan pengelolaan sistem TI. Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi akan memanfaatkan Teknologi cloud untuk membangun Sistem Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional. Tujuan dari penggunaan teknologi cloud adalah untuk memudahkan pengelolaan infrastruktur Sistem Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional dengan tetap terpenuhinya kebutuhan keamanan sistem. Penelitian ini akan membahas perancangan arsitektur keamanan Sistem Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional berbasis Infrastructure as a Service dengan menggunakan NIST Cloud-adapted Risk Management Framework dari dokumen NIST SP 500-299 mengenai Arsitektur Referensi Keamanan Cloud.

Cloud computing is cutting-edge technology that can be used by organization to support its business processes. Cloud computing allows organization to do efficiency for IT system cost and management. Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi will use Cloud technology to build a Sistem Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional. The goal of cloud technology use is to simplify the infrastructure management of Sistem Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional while fulfilling the system security requirement. This study will discuss cloud security architecture design for Sistem Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional on Infrastructure as a Service using NIST Cloud-adapted Risk Management Framework from NIST SP 500-299 documents about Cloud Security Reference Architecture.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>