Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 96900 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ansell Alvarez Anderson
"Interaksi RKKY (Ruderman-Kittel-Kasuya-Yosida) adalah interaksi exchange tidak langsung antara dua buah momen magnet terlokalisasi yang dimediasi oleh elektron pita konduksi. Interaksi exchange tidak langsung dalam struktur multilayer magnetik spin valve bisa dimediasikan oleh elektron konduksi milik lapisan pemisah non-magnetik. Interaksi RKKY umum ditemukan pada struktur multilayer yang lapisan pemisahnya bersifat konduktor listrik. Namun dalam eksperimen ditemukan lapisan pemisah LaAlO3 dalam struktur spin valve bisa memediasikan interaksi exchange berjarak jauh meskipun memiliki sifat sebagai insulator. Dalam penelitian ini, kami meneliti mekanisme interaksi RKKY di dalam LaAlO3. Dalam eksperimen lain, ditemukan bahwa transfer muatan bisa menginduksi munculnya sifat konduktor pada LaAlO3. Untuk mempelajari efek transfer muatan, pendekatan density functional theory (DFT) dilakukan di dalam penelitian ini untuk mendapatkan struktur pita elektronik LaAlO3 dengan doping muatan. LaAlO3 yang tidak terdoping memiliki celah pita sebesar 3 eV dengan puncak pita valensi dan lembah pita konduksi masing-masing berada di titik R dan Γ. Kami menunjukkan sifat konduktor muncul dari energi Fermi yang meningkat melalui doping muatan. Dengan tambahan doping muatan pada perhitungan DFT, kami menunjukkan bahwa LaAlO3 bisa memiliki sifat konduktor yang sesuai dengan eksperimen transfer muatan pada LaAlO3. Selanjutnya, LaAlO3 bersifat konduktor bisa memediasi interaksi RKKY dalam struktur spin valve. Penelitian ini bermanfaat untuk aplikasi LaAlO3 dan semikonduktor dalam heterostruktur magnetik.

RKKY interaction is an indirect interaction between localized magnetic moments mediated by conduction electron. Indirect exchange interactions between two magnetic layers in spin valve structure can be mediated by the conduction electron of the nonmagnetic spacer. RKKY exchange interaction is mostly found in magnetic multilayer involving conductor as the non-magnetic spacer. However, recent experiment shows that LaAlO3 spacer can intermediate of long-range exchange interaction even though it is an insulator. Here we study the mechanism of RKKY interaction in LaAlO3. An experiment shows that charge transfer can induce a conducting characteristic of LaAlO3. To study the effect of charge transfer, we perform a density functional theory (DFT) approach to obtain the band structure of LaAlO3 with charge doping. Undoped LaAlO3 has an indirect band gap around 3 eV with peak valence at R symmetry point and lowest conduction point at Γ point. We show that the conducting characteristic arise from Fermi energy shifts via charge doping. By adding charge doping into DFT calculation, we show that LaAlO3 can have conductor characteristic, in agreement with charge transfer experiment on LaAlO3. Furthermore, the conducting LaAlO3 is able to mediate RKKY interaction in spin valve structure. Our study is useful for application of LaAlO3 and semiconductor by extension in magnetic heterostructures."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
TA3367
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ulanski, Wayne
New York: McGraw-Hill, 1991
621.84 ULA v (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Skousen, Philip L.
New York: McGraw-Hill, 2011
621.84 SKO v
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Evi Damaiyanti
"Suatu formalisme yang didasari oleh pendekatan isobarik dengan menggunakan teknik diagram Feynman, termasuk nukleonik (spin 6 5/2), hyperionik (spin 1/2), dan resonansi kaonik telah dibangun. Dengan menggunakan formalisme ini perhitungan spin 5/2 pada elektroproduksi kaon eN - eKY telah dilakukan.

A formalism, based on an isobaric approach using Feynman digrammatic technique, which includes the nucleonic (spin 6 5/2), hyperonic (spin 1/2), and koanic resonances, is developed. Using this formalism, a calculation of spin 5/2 resonance for kaon electroproduction eN - eKY has been performed.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
T20840
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jutri Taruna
"Data total penampang lintang terbaru SAPHIR p(γ, K +)A menunjukkan struktur resonan pada energi total pusat massa sekitar 1900 MeV. Kami menyelidiki keadaan ini dengan menggunakan model isobarik, dan mencoba membandingkan 3 jenis formalisme propagator spin 3/2, yaitu formalisme propagator Adelseck, Behrends-Pronsdal dan Pascalutsa. Kami menemukan bahwa struktur ini dapat dijelaskan dengan memasukkan resonan baru D13 pada 1895 MeV. Selain itu ternyata formalisme propagator spin 3/2 Pascalutsa memberikan hasil yang terbaik dibandingkan dengan formalisme yang lain.

New SAPHIR p(γ, K+)A total cross section data show a resonance structure at a total c.m. energy around 1900 MeV. We investigate this feature with an isobar model, and try to compare 3 models of spin 3/2 propagator of Adelseck, Behrends-Fronsdal, and Pascalutsa. We find that the structure can be well explained by including a new D13 resonance at 1895 MeV. We also find that the spin 3/2 propagator of Pascalutsa shows the best result.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2000
T9319
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Hayu Weka Prasetya
"Sebagai salah satu perusahaan inspeksi yang melakukan maintenance dalam area industri industri minyak dan gas bumi, PT. X memiliki fasilitas ruang kerja workshop. Fasilitas ini digunakan untuk menunjang pengujian katup pengaman. Kebanyakan aktivitas utama di workshop ini berkaitan dengan penanganan material. Penanganannya adalah pergerakan tangan pekerja untuk mengangkat, menurunkan, mengisi, mengosongkan, atau membawa barang secara manual. Materi penanganan ini dapat memberikan paparan kepada pekerja terhadap kondisi fisik yang dapat menyebabkan kecelakaan, konsumsi energi dan waktu yang berlebihan. Potensi cedera lainnya yang dapat terjadi saat memindahkan material adalah strain dan keseleo saat mengangkat beban, serta memar, tergores, dan terjepit oleh material. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Data didapatkan dari wawancara, observasi, serta hasil kuisioner dan pengukuran. Adapun instrument yang digunakan adalah Kuisioner SNI 9011 tahun 2021 untuk mengukur survey keluhan GOTRAK dan potensi bahaya faktor ergonomi. Subjek penelitian ini adalah total pekerja pada area workshop di PT X sebanyak 30 orang yang merupakan jumlah populasi dan mereka merupakan inspector di ruang lingkupnya. Penelitian ini dilaksanakan di Workshop PT X yang berada di area kerja Jakarta, Balikpapan dan Surabaya. Keluhan gangguan otot rangka pada kategori umur >35 Tahun. Proporsi keluhan terbesar berada pada bahu, punggung, lengan dan pinggul berjumlah 84,6 %, Berdasarkan  hasil statistiknya, hasil Pvalue 0,22 > 0,05 yang artinya tidak memiliki hubungan bermakna/signifikan terhadap keluhan risiko Gotrak. Keluhan gangguan otot rangka dengan inspektor dengan lama kerja 5-10Tahun berisiko itu sebanyak 10 orang (35,7%), hasil Pvalue 0,33 > 0,05 yang artinya tidak memiliki hubungan bermakna / signifikan terhadap keluhan risiko Gotrak, Inspektor yang mempunyai kebiasaan merokok  berisiko mengalami risiko keluhan gangguan otot rangka yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dengan hasil Pvalue 0,28> 0,05 yang artinya tidak memiliki hubungan bermakna/signifikan terhadap keluhan risiko Gotrak. Dalam risiko pekerjaan dilakukan penilaian tingkat risiko dan analisis risiko ergonomi untuk ukuran katup pengaman 1x2 inch mendapatkan tingkat risiko dengan level rendah dengan skor 2 dengan analisis resiko ergonomi di skor 3. Dalam identifikasi keluhan Gotrak, sebanyak 21 responden inspektor (70%)  merasakan keluhan dan tidak nyaman pada bagian bahu kanan, bagian lengan kanan, pinggul kanan, bagian punggung atas dan 9 responden (30%) tidak mengalami keluhan. Dan penilaian tingkat risiko dan analisis risiko ergonomi untuk ukuran katup pengaman 6x6 inch mendapatkan tingkat risiko dengan level sedang dengan skor 6 dengan analisis resiko ergonomi di skor 6. Potensi bahaya yang terjadi pada pekerjaan pengujian katup pengaman, namun tergolong ke dalam pekerjaan yang memerlukan pengamatan lebih lanjut. Dalam pengukuran bahaya ergonomi untuk pengujian katup pengaman perlu diperlukan tindakan perbaikan untuk rekayasa teknik dan kontrol administrasi.

As one of the inspection companies that carries out maintenance in the oil and gas industrial area, PT. X has workshop work space facilities. This facility is used to support safety valve testing. Most of the main activities in this workshop are related to manual handling. Handling is the movement of the worker's hands to lift, lower, fill, empty or carry goods manually. These handling materials can expose workers to physical conditions that can cause accidents, excessive energy and time consumption. Other potential injuries that can occur when moving materials are strains and sprains when lifting loads, as well as bruises, scratches and pinching by materials. The type of research used is descriptive qualitative research with a cross sectional approach. Data was obtained from interviews, observations, as well as the results of questionnaires and measurements. Instrument questionnaire to measure a survey of complaints about musculoskeletal disorders and potential dangers from ergonomic factors. The subjects of this research were the total number of workers in the workshop area. This research was carried out at the PT X Workshop in the Jakarta, Balikpapan and Surabaya work areas. The questionnaire was prepared in the form of questions related to dominant hand, duration of work, frequency of mental and physical complaints, pain/pain or discomfort, as well as complaints of musculoskeletal disorders using the SNI 9011:2021. Complaints of musculoskeletal disorders in the age category > 35 years, the largest proportion of complaints were in the shoulders, back, arms and hips amounting to 84.6%. Based on the statistical, the Pvalue result was 0.22 > 0.05, which means that it does not have a meaningful/significant relationship with complaints about the risk of musculoskeletal disorders. There were 35.7% workers who complained about musculoskeletal disorders with inspectors who had worked for 5-10 years, the result was Pvalue 0.33 > 0.05, which means that there was no meaningful/significant relationship with complaints about the risk of musculoskeletal disorders. Having a smoking habit is at risk of experiencing the risk of complaints of musculoskeletal disorders, namely 20 people (76.9%) with a P value of 0.28> 0.05, which means it does not have a meaningful/significant relationship with complaints of the risk of musculoskeletal disorders. In terms of occupational risks, a risk level assessment and ergonomic risk analysis for safety valve size 1x2 inch was carried out, obtaining a low risk level with a score of 2 with an ergonomic risk analysis at a score of 3. In identifying complaints of musculoskeletal disorders, as many as 21 inspector respondents (70%) felt complaints and discomfort in the right shoulder, right arm, right hip, upper back and 9 respondents (30%) did not experience complaints. And the risk level assessment and ergonomic risk analysis for the 6x6 inch safety valve size obtained a moderate level of risk with a score of 6 with an ergonomic risk analysis at a score of 6. Potential dangers that occur in safety valve testing work, however, are classified as work that requires closer observation. carry on. In measuring ergonomic hazards for testing safety valves, corrective action is needed for engineering engineering and administrative control."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Artati
"Latar belakang: Penyakit katup jantung merupakan penyakit yang disebabkan ketidakmampuan katup dalam menjalankan fungsinya dengan penyebab penyakit katup jantung yang paling umum yaitu demam rematik. Walaupun telah dilakukan pembedahan, readmisi terjadi dengan angka kejadian yang terus meningkat pada pasien pasca operasi katup jantung.. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan readmisi pasien pasca operasi katup jantung. Desain yang digunakan yaitu crossectional dengan pendekatan retrospektif dengan sampel sebanyak 111 responden. Uji statistik menggunakan Chi Square alternatif exact fisher dengan signifikasi (α < 0,050) menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, dukungan keluarga, aktivitas fisik dan fleksibilitas, kepatuhan minum obat pengencer darah (warfarin) dengan  readmisi pasien pasca operasi katup jantung (p=0,047, p= 0,030, p= 0,030, p=0,029, p= 0,024). Direkomendasikan untuk pendidikan kesehatan pada pasien pasca operasi katup jantung dilakukan oleh perawat pendidik yang dapat memberikan edukasi kesehatan yang tepat sesuai dengan kondisi, dan mengembangkan metode untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya readmisi, serta meningkatkan  pengetahuan dan pemahaman pasien readmisi pascaoperasi katup jantung.

Background: Heart valve disease is a disease caused by the inability of the valve to carry out its function with the most common cause of heart valve disesase, rheumatic fever. Despite surgery, readmissions occur with an increasing incidence. This study aims to identify the factors associated with patient readmissions after heart valve surgery. This research design used a cross -sectional with a retrospective approach with a sample of 111 respondents. Statictical test using Chi Square alternative exact fisher with significant ( α < 0,050) showed a significant relationship between education level, family support, physical activity and flexibility, adherence to taking blood thinners (warfarin) with patient readmission after heart valve surgery (p=0,047, p= 0,030, p= 0,030, p=0,029, p= 0,024). It is recommended that health education for post-heart valve surgery patients be carried out by educating nurses who can provide proper health education according to the conditions, and develop methods to prevent or minimize readmissions, as well as increase the knowledge and understanding of patients with postoperative heart valve readmissions."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lucas, Brian
"Pendahuluan : Prevalensi penyakit katup jantung telah mengalami penurunan hingga mencapai 0,5-2 per 100,000 penduduk di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini, namun masih merupakan masalah di negara berkembang. Berbagai penelitian telah dilakukan selama ini mencoba mencari modalitas radiologi lain selain pemeriksaan ekokardiografi (baku emas) sebagai modalitas penapisan kelainan katup mitral, namun pemeriksaan yang ada merupakan pemeriksaan mahal dan ketersediaannya yang masih terbatas.
Tujuan : menghitung nilai sensitivitas, spesifisitas dan predicitve value dari radiografi toraks proyeksi posteroanterior dibandingkan ekokardiografi dalam mendeteksi kelainan katup mitral pada pasien dengan pembesaran atrium kiri.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik cross sectional secara retrospektif dengan menggunakan data sekunder pasien yang mengalami pembesaran atrium kiri di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.
Hasil : Tingkat sensitivitas dan spesifisitas radiografi toraks proyeksi posteroanterior dibandingkan dengan ekokardiografi dalam mendeteksi kelainan katup mitral pada pasien dengan pembesaran atrium kiri adalah 85,7% dan 43%. Nilai positif predictive value adalah 94,7% dan nilai negatif predictive value adalah 20%.
Kesimpulan : Pemeriksaan radiografi toraks proyeksi posteroanterior dengan pembesaran atrium kiri dapat digunakan untuk penapisan pada pasien dengan kecurigaan kelainan katup mitral stadium dini, sedangkan pada stadium lanjut dapat digunakan sebagai pengganti pemeriksaan ekokardiografi.

Prevalence of valvular heart disease has been decreasing in the past few decade approximately 0,5-2 over 100.000 population in the country like USA. However this still be a problem in the developing countries. Many research already done to search an alternative radiology modality besides echocardiography (gold standard) as a modality for screening mitral stenosis but the modality is expensive and not well distributed.
Objective : to assess the sensitivity, specificity and predictive value of radiography thorax posteroanterior projection in patient with enlargement of left atrium to detect mitral valve diseases compared with echocardiography findings.
Methods : This study is a diagnostic study by cross sectional design with retrospective approach by using secondary data from patient with enlargement of left atrium in Jantung Harapan Kita Hospital.
Results : The sensitivity and specificity of radiography thorax posteroanterior projection in patient with enlargement of left atrium in detecting mitral valve disease compared with echocardiography is 85,7% and 43%. Positive predictive value is 94,7% and negative predictive value is 20%.
Conclusions : Radiography thorax posteroanterior projection with enlargement of left atrium can be used as a screening in patient with mitral valve disease in the early stage, meanwhile in late stage can be used to replace echocardiography examination.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>