Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 163099 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Akbar Yusa Putra
"Pulau Seram merupakan salah satu dari ribuan pulau yang ada di Indonesia. Karena kondisi geografis, sistem kelistrikan di Pulau Seram masih isolated hingga saat ini. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, terdapat rencana pengembangan sistem interkoneksi 150 kV di Pulau Seram dan beberapa pembangkit skala menengah. Namun demikian, pertumbuhan beban yang rendah menyebabkan reserve margin di Pulau Seram akan menjadi sangat tinggi hingga melebihi 100%. Dengan kondisi ini, rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan di Pulau Seram berpotensi tidak optimal secara tekno-ekonomi. Penelitian ini akan menganalisis pengembangan sistem isolated sebagai alternatif terhadap rencana pengembangan sistem interkoneksi 150 kV untuk mendapatkan alternatif terbaik yang dapat diterapkan di Pulau Seram. Kedua alternatif ini akan dibandingkan secara tekno-ekonomi. Analisis teknis dilakukan dengan menggunakan software ETAP untuk mengevaluasi kualitas sistem, sedangkan analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung beberapa parameter finansial serta faktor penentu yaitu nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai LCOE sistem isolated berada di bawah BPP Pembangkitan Pulau Seram saat ini yaitu 20,85 cents USD/kWh, serta dapat menghasilkan kualitas sistem yang baik sesuai ketentuan grid code.

Seram Island is one of the thousand islands in Indonesia. Due to geographical condition, the power system in Seram Island is currently remain isolated. However, based on Electricity Power Supply Business Plan (RUPTL) 2019-2028, there are power system development plan including 150 kV interconnected grid and several medium-sized power plant in this island. Unfortunately, as demand growth is low, reserve margin in related system tend to be very high, which will be exceeding 100%. With this circumstance, the development plan based on RUPTL 2019-2028 will not be viable both technically and economically. This study will analyze isolated system development as an alternative to high voltage interconnected grid in order to perceive optimum configuration for Seram Island. These two alternatives will be compared both technically and economically. Technical analysis will be conducted using software ETAP to investigate power quality. For economical analysis, several economics parameter will be evaluated as well as Levelized Cost of Electricity (LCOE) to perceive the most economically viable alternative. The result shows that isolated system yield lower LCOE than existing generation cost in Seram Island that is 20,85 cents USD/kWh, as well as complying the grid code requirement.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Reyhanfasya Mulyadi
"Seiring dengan kemajuan teknologi dan pertambahan penduduk di bumi yang semakin meningkat maka kebutuhan listrik juga akan meningkat, PLN telah berupaya untuk menambah jumlah pembangkit dan saluran transmisi untuk mengatasi permintaan yang terus meningkat. Namun ada ancaman yang datang dengan pembangkit listrik terpusat yaitu terkadang tidak dapat diandalkan. Membangun sistem pembangkit energi terbarukan milik sendiri dapat menjadi jawaban atas masalah sistem pembangkit listrik terpusat, tidak hanya kita dapat memiliki kendali sytem tersebut iuga akan membantu dengan mengurangi ancaman produksi gas rumah kaca. Sistem photovoltaic dapat berkembang baik dikarenakan Indonesia tidak hanya memiliki penyinaran matahari yang tinggi tetapi juga konstan, dengan pemikiran ini sekarang muncul masalah konfigurasi mana yang paling hemat biaya sementara juga mampu menghasilkan cukup untuk dianggap layak untuk digunakan sebagai sumber pembangkit listrik, masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan yang juga dapat menjadi faktor untuk menentukan mana yang paling layak, tesis ini diharapkan dapat memberikan simulasi sistem photovoltaic dengan konfigurasi yang berbeda dan diharapkan dapat menganalisis konfigurasi mana yang bekerja paling baik. untuk profil beban residensial di Jakarta dengan membandingkan 2 aplikasi konfigurasi yang berbeda dengan beban residensial. Tesis ini akan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak HOMER pro, hasil simulasi diharapkan akan menunjukkan konfigurasi mana yang bekerja paling baik di perumahan tingkat menengah Jakarta (berdaya sekitar 3500) yang akan dinilai oleh apakah sistem mampu menurunkan biaya untuk menghasilkan listrik sambil meningkatkan produksi listrik untuk rumah tangga. Namun, produksi energi dan biaya sistem berbeda di setiap lokasi. Karena perbedaan indeks penyinaran dan kejernihan matahari, setiap sistem dapat menghasilkan jumlah listrik yang berbeda dan menghasilkan perbedaan biaya, dan simulasi ini juga dijalankan pada masa pandemi yang menyebabkan tren beban perumahan melonjak dan malah menciptakan tren konsumsi listrik bisa di bilang tinggi.

As the technology progress and the population increases on earth increases the growing demand for electricity will also increase, PLN has made effort to increase the number of generators and transmission line to combat the growing demand. But there is a creeping threat that comes with centralized power generation which is the unreliably of it. Constructing a selfowned renewable energy generation system may be the answer to the problem of a centralized power generation system, not only that we could have control over it would also help with the growing threat of greenhouse gas production. A photovoltaic system can thrive since Indonesia has not only high but also constant solar irradiance, with this in mind now comes the problem of which configuration will be most cost-effective while also able to generate enough to be considered viable to use as a source of electricity generation, each system has its pros and cons that could also be a factor to determining which is the most viable one, this thesis will hopefully provide a simulation of the photovoltaic system under different configurations and hopefully then be able to analyze which configuration works best for residential load profile in Jakarta by comparing the 2 different configuration application to the residential load. This thesis will be conducted using HOMER pro software, the result of the simulation will hopefully show which configuration works best under on Jakarta’s mid-tier housing (around 3500 in power) which will be determined by whether the system is able to lower the cost to generate electricity all the while increasing the production of electricity for the simulated household. However, the energy production and cost of the system are different in every location. Due to the difference in solar irradiance and clearness index, every system could generate different amounts of electricity and result in differences of the cost, and this simulation also is run under pandemic times which causes the trend of residential load to spike and instead creating a relatively high trend of electricity consumption."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendras Dwi Wahyudi
"Tesis ini membahas tentang pengembangan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia dengan melakukan kajian tekno-ekonomi dari pemasangan energy storage pada sistem photovoltaic yang terhubung ke jaringan interkoneksi Jawa-Bali. Floating Photovoltaic yang berlokasi di bendungan Cirata, Purwakarta tersebut memiliki kapasitas 200 MW dan terhubung ke sub sistem pusat tegangan 150 kV Cirata. Pemasangan energy storage diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas dispatch energi listrik yang dihasilkannya sehingga mampu mendukung sistem pada saat beban puncak. Metode sizing energy storage dengan mempertimbangkan prediksi energi dispatch photovoltaic yang diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik sebesar
647.11 MWh dalam sehari, serta kebutuhan beban jaringan sub sistem Cirata yang diperkirakan membutuhkan energi sebesar 1.546 MWh untuk proses peak shaving. Untuk selanjutnya perhitungan kapasitas energy storage dan biaya instalasi dari tipe energy storage yang dipilih yaitu baterai tipe lithium ion dan lead acid yang memiliki Levelized Cost of Storage (LCOS) pada kisaran 88.5 Rp/kWh dan 48.6 RP/kWh. Perkiraan load profile dan parameter LCOS tiap skenario digunakan untuk melakukan simulasi dalam software joint Resource Optimization and Scheduler (jROS) untuk mendapatkan perkiraan biaya penggunaan energi listrik pada sub sistem pusat tegangan Cirata. Selanjutnya selisih perhitungan biaya sub sistem tanpa penggunaan energy storage dan dengan penggunaan energy storage digunakan untuk menghitung arus kas
dan NPV sebagai parameter ekonomi dari proyek pemasangan energy storage tersebut.

This thesis discusses the potential development of renewable energy in Indonesia by conducting a techno-economic study on installation of energy storage in photovoltaic systems connected to Java-Bali interconnection network. Floating Photovoltaic 200 MW located at Cirata dam, Purwakarta are connected to the sub-system central voltage 150 kV Cirata. Installation of energy storage is expected to increase the flexibility of electrical energy dispatch generated to support the system at peak load. Sizing method of energy storage by considering the prediction of photovoltaic dispatch energy which is expected to generate 647.11 MWh of electrical energy a day as well as the need of Cirata sub-system network load which is estimated to require energy of 1,546 MWh for peak shaving process. Furthermore, energy storage capacity and installation costs of the selected energy storage types are lithium ion batteries and lead acid which have Levelized Cost of Storage (LCOS) in the range of 88.5 Rp / kWh and 48.6 RP / kWh. Estimated load profile and LCOS parameters of each scenario are used to simulate using
joint software Resource Optimization and Scheduler (jROS) to get the estimated cost of electrical energy usage in the sub-system voltage center of Cirata. Cost difference between systems without the use of energy storage and with the use of energy storage is used to calculate cash flow and NPV as the economic parameters of the energy storage installation project.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T50810
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zahwan Arfellino Lutnan Azis
"Berkembangnya teknologi di era digitalisasi membuat permintaan atas penggunaan energi listrik semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) permintaan energi listrik pada tahun 2023 mencapai 1.285 kWh/kapita. Hal tersebut dapat memungkinkan permintaan energi listrik yang semakin meningkat setiap tahunnya yang dibarengi dengan penggunaan energi fosil yang semakin meningkat. Maka dari itu, dalam upaya mengurangi penggunaan energi fosil dengan mengganti menjadi penggunaan energi terbarukan seperti pemanfaatan penggunaan Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) Atap pada lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi contoh untuk masyarakat dalam penggunaan energi terbarukan seiring berjalannya target pencapaian pemerintah akan bauran energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025. Dalam penelitian ini membahas terkait perancangan sistem PLTS Atap On-Grid pada Gedung Departemen Teknik Elektro FTUI dengan membandingkan dua sudut kemiringan atap untuk mengetahui sistem PLTS yang optimal dan potensi penggunaan listrik yang lebih efisien dengan ditinjau dari aspek teknis dan ekonomi melalui simulasi pada perangkat lunak PVsyst. Perancangan sistem PLTS pada penelitian ini berkapasitas 22.1 kWp dengan luas atap optimal sebesar 108 m2 . Dari hasil simulasi diperoleh sistem PLTS dengan sudut kemiringan 10° dapat memproduksi energi sebesar 31.4 mWh/tahun dan sistem PLTS dengan sudut kemiringan 45° dapat memproduksi energi sebesar 27.4 mWh/tahun. Proyek ditargetkan dengan jangka waktu investasi selama 25 tahun, dilihat dari sisi ekonomi modal awal biaya investasi memiliki selisih sebesar Rp16.200.000,00 karena sudut kemiringan 10° membutuhkan biaya kerangka tambahan, dengan jangka waktu pengembalian modal (payback period) orientasi 1 pada tahun ke-15 dan orientasi 2 pada tahun ke-16. Selain itu, perancangan kedua orientasi sistem tersebut mampu mengurangi penghematan biaya tagihan energi listrik sebesar 24.91% pada sudut kemiringan 10° dan 22.02% pada sudut kemiringan 45° selama 25 tahun.

The development of technology in the digitalization era has made the demand for electrical energy use increase every year. Based on data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM), the demand for electrical energy in 2023 reached 1,285 kWh/capita. This can allow the demand for electrical energy to increase every year coupled with the increasing use of fossil energy. Therefore, to reduce the use of fossil energy by replacing it with the use of renewable energy such as the use of rooftop solar power plants (PLTS) in the campus environment is expected to be an example for the community in the use of renewable energy along with the government's target of achieving a national energy mix of 23% by 2025. This study discusses the design of an On-Grid rooftop PLTS system in the FTUI Electrical Engineering Department Building by comparing two roof tilt angles to determine the optimal PLTS system and the potential for more efficient electricity use in terms of technical and economic aspects through simulations on PVsyst software. The design of the PLTS system in this study has a capacity of 22.1 kWp with an optimal roof area of 108 m2 . From the simulation results, the PLTS system with a tilt angle of 10° can produce energy of 31.4 mWh/year and the PLTS system with a tilt angle of 45° can produce energy of 27.4 mWh/year. The project is targeted with an investment period of 25 years, seen from the economic side of the initial capital investment cost has a difference of Rp16,200,000.00 because the tilt angle of 10° requires additional frame costs, with a payback period orientation 1 in year 15 and orientation 2 in year 16. In addition, the design of the two system orientations was able to reduce the cost savings of electric energy bills by 24.91% at a tilt angle of 10° and 22.02% at a tilt angle of 45° for 25 years."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ikhsan Hernanda
"ABSTRAK
Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa, memiliki potensi energi matahari sebesar 4,8 kWh/m2/hari, sudah saatnya energi terbarukan berbasis panel surya terus dikembangakan. Pengembangan potensi panel surya di Jawa Bali di rencanakan PLN sebesar 800 MW bedasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik RUPTL tahun 2018-2027. PLTS-PV Rooftop 2 kWp yang dirancang pada sektor rumah tangga Jawa Bali dibuat berdasarkan pendapatan perkapita, jumlah pelanggan, jumlah penjualan tenaga listrik, dan jumlah penduduk. Energi yang dihasilkan PLTS dapat menghemat pemakain bahan bakar batu bara pada tahun 2019 sebesar 1,07 triliyun rupiah dan hingga tahun 2027 dapat menghemat sekitar 11,08 triliyun rupiah. Skema Net Metering dengan adanya insentif 30 dapat diterapkan untuk pembangunan PLTS-PV Rooftop 2 kWp. Dengan pemasagan pada sektor rumah tangga di Jawa Bali dapat menghemat pembayaran listrik rumah tangga sebesar 37,9-41 .

ABSTRACT
Indonesia as a country located on the equator, has 4.8 kWh m2 day the potential of solar energy, it is time for expanded renewable energy based solar panels. The potential development of solar panels in Java Bali is planned to 800 MW based on Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik RUPTL year 2018 2027. PLTS PV rooftop 2 kWp designed on the Java Bali household sector is based on per capita income, number of customers, total electricity power sales, and number of population. The energy produced by PLTS can save the use of coal fuel in 2019 of 1.07 trillion rupiah and until 2027 can save about 11.08 trillion rupiah. The Net Metering scheme with a 30 incentive can be applied to PLTS PV Rooftop 2 kWp development. With installation in the household sector in Java Bali can save household electricity payment by 37.9 41 . "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadya Myesha
"Di zaman modern ini, manusia telah mengembangkan kebutuhan mendasar akan listrik. Dalam Skenario Kebijakan yang Dinyatakan, permintaan listrik dunia meningkat dengan kecepatan 2,1% per tahun hingga tahun 2040, yang merupakan dua kali lipat tingkat permintaan energi primer. Hal ini meningkatkan persentase listrik dalam total konsumsi energi final dari 19% pada tahun 2018 menjadi 24% pada tahun 2040. Di negara-negara yang kuat secara ekonomi, konsumsi listrik diperkirakan akan meningkat dengan sangat cepat. Sayangnya, tantangan di Indonesia adalah permintaan listrik tumbuh lebih cepat daripada pasokannya. Kebijakan Energi Nasional (KEN) atau Kebijakan Energi Nasional memperkirakan tingkat elektrifikasi energi terbarukan sekitar 23% pada tahun 2025. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya sebagai sumber tenaga listrik utama, karena letak geografisnya yang berada di garis khatulistiwa. . Namun, jumlah ruang yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik tenaga surya ini harus dipertimbangkan. Di lingkungan perkotaan, dimungkinkan untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya di atap bangunan untuk meningkatkan kuantitas energi yang dapat diakses. Kajian ini dilakukan untuk mensimulasikan kemungkinan sistem PLTS terkoneksi jaringan rooftop pada gedung perkantoran Graha PDSI.

In these modern times, humans have developed a fundamental need for electricity. In the Stated Policies Scenario, the worldwide demand for electricity rises at a pace of 2.1% per year until 2040, which is double the rate of the demand for primary energy. This increases the percentage of electricity in total final energy consumption from 19% in 2018 to 24% in 2040. In economically powerful countries, electricity consumption is expected to increase at an especially rapid rate. The challenge in Indonesia, unfortunately, is that the demand for electricity has grown faster than the supply. The Kebijakan Energi Nasional (KEN) or National Energy Policy forecasts a renewable energy electrification rate of about 23% by 2025. Indonesia has a high potential to develop solar energy as its primary source of electrical power, due to its geographical location seated on the equator. However, the amount of space required for these solar power plants must be taken into consideration. In urban settings, it is possible to install solar power plants on the roof of a structure in order to increase the quantity of accessible energy. This study was conducted to simulate the possibility of a rooftop grid-connected solar power system on the Graha PDSI office building."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alya Nurul Shafira
"Penyediaan akses listrik bagi masyarakat yang tinggal di desa terisolir yang tergolong dalam kategori daerah 3T mengalami hambatan karena tantangan infrastruktur. Padahal, akses energi menjadi salah satu penggerak utama untuk mengembangkan peluang ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Salah satu desa yang berada di daerah 3T adalah Desa Mahaleta di Kabupaten Maluku Barat Daya. Hanya 9,4% masyarakatnya dapat menikmati fasilitas listrik yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sistem energi terbarukan hybrid terintegrasi (IHRES) berbasis energi surya dan angin yang layak secara ekonomi serta dapat memenuhi kebutuhan listrik sektor residensial, komersial, dan pengembangan sektor produktif berupa penyimpanan dingin dan pengeringan untuk hasil laut. Metode analisis menggunakan pendekatan tekno-ekonomi. Perancangan sistem energi hybrid terbarukan dengan optimisasi menggunakan perangkat lunak HOMER Pro dan perhitungan desain sistem kegiatan produktif menggunakan Microsoft Excel. Analisis keekonomian dilakukan dengan metode cash flow. Didapatkan hasil desain sistem energi berupa 271,62 kW panel surya, 80 kW turbin angin, dan 132 baterai. Skema pendanaan sistem energi hybrid layak jika mendapatkan hibah yang signifikan dan insentif fiskal dengan tarif listrik Rp 1.172/kWh. Skema pendanaan kegiatan produktif seluruhnya layak secara ekonomi dengan tarif penyimpanan dingin Rp 507/kg dan tarif pengeringan Rp 1.182/kg. Integrasi sistem energi dengan sistem kegiatan produktif dapat meningkatkan kelayakan ekonomi sistem.

The provision of electricity access for citizens living in isolated villages in 3T regions is experiencing obstacles due to infrastructure challenges. In fact, access to energy is one of the main drivers for developing economic opportunities and increasing community productivity. One of the villages located in the 3T region is Mahaleta Village in Southwest Maluku Regency. Only 9.4% of the people have access to limited electricity. The purpose of this research is to obtain an integrated hybrid renewable energy system (IHRES) based on solar and wind energy that is economically feasible and able to meet the electricity demand of the residential, commercial and productive sectors in the form of cold storage and drying for marine commodities. The analysis uses a techno-economic approach method. The renewable hybrid energy system is designed by optimization using HOMER Pro software, and productive activity system design calculations are done in Microsoft Excel. The cash flow method is used for economic analysis. System energy design results in 271.62 kW solar PV, 80 kW wind turbines, and 132 batteries. Financing schemes for hybrid energy system are feasible when given a significant grant and fiscal incentives with electricity tariff of Rp 1,172/kWh. Schemes for productive activities are all economically feasible with Rp 507/kg cold storage cost and Rp 1,182/kg drying cost. Integrating the energy system with productive activity systems may improve the economic feasibility of the system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayas Kalyana Pendit
"Munculnya EBT memberikan solusi terhadap ketergantungan terhadap listrik yang semakin meningkat. Indonesia, negara yang terletak di garis khatulistiwa dengan rata-rata Iradiasi Horisontal Global (GHI) sebesar 4,8kWh/m2 per hari di daratan yang hanya memiliki musim kemarau dan hujan memberikan potensi tenaga surya yang sangat besar untuk dimanfaatkan. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, rasio elektrifikasi pada tahun 2022 sebesar 99,63%, meningkat 1,8% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2022 saja, penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 81,2GW dimana 12,5GW atau sekitar 15% berasal dari pembangkit listrik terbarukan. Konferensi pers dari kementerian yang sama juga menambahkan bahwa pada tahun 2023, Indonesia Timur akan mengalami kenaikan tarif elektrifikasi. Sebagai perbandingan, Malaysia telah mencapai tingkat elektrifikasi 100% sejak tahun 2019 berdasarkan data Bank Dunia, dimana 18% berasal dari sumber terbarukan. Skripsi ini akan memberikan analisis teknis dan ekonomi penggunaan konfigurasi on-grid, off-grid, dan hybrid untuk tenaga surya dari simulasi HOMER untuk menentukan metode penerapan sumber energi tenaga surya yang paling hemat biaya di Mentawai, sebuah rangkaian pulau 150 kilometer lepas pantai barat Sumatera, khususnya di desa Saibi Samukop. Hasilnya menunjukkan bahwa konfigurasi hybrid merupakan konfigurasi yang paling hemat biaya dibandingkan konfigurasi lain maupun konfigurasi eksisting, dengan Net Present Cost (NPC) sebesar Rp22,2 miliar dan Cost of Energy (COE) sebesar Rp2.381,00/kWh. Dari produksi listrik tersebut, pembangkit listrik PV menyumbang 64% atau 386.717 kWh/tahun pada bauran energi terbarukan sebagai jalan untuk mencapai target SDG’s ke-7 yaitu energi terjangkau dan bersih.

The advent of renewable energies provides a solution to the ever-growing dependency on electricity. Indonesia, a country located on the equator with an average Global Horizontal Irradiation (GHI) of 4,8kWh/m2 per day on land with only dry and rainy seasons provides an immense solar power potential to be harvested. According to Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources, the electrification ratio in 2022 was 99,63%, a 1,8% increase from the previous year. In 2022 alone, the added electricity generation capacity was 81,2GW of which 12,5GW or around 15% came from renewable plants. A press conference from the same ministry also added that in 2023, East Indonesia would be subject to an increase in electrification rates. As a comparison, Malaysia has reached a 100% electrification rate since 2019 based on the data from The World Bank, in which 18% is derived from renewable sources. This thesis will provide the technical and economic analysis of utilizing on-grid, off-grid, and hybrid configurations for solar power from HOMER simulation to determine the most cost-effective method of implementing a solar power energy source in Mentawai, an island chain 150 kilometres off the western coast of Sumatra, especially in Saibi Samukop village. The results show that the hybrid configuration is the most cost-effective configuration compared to the other configurations as well as the existing configuration, with a net present cost (NPC) of Rp22,2 billion and a cost of energy (COE) of Rp2.381,00/kWh. From the electricity production, the PV power plant contributes 64% or 386.717 kWh/year to the renewable energy mix as a path to secure the 7th SDG’s target of affordable and clean energy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adjar Hadiyono
"Biaya pokok produksi (BPP) di sistem ketenagalistrikan Bangka cukup tinggi dikarenakan sebagaian besar pembangkitnya mengunakan PLTD. Salah satu solusi untuk menekan BPP sekaligus mengurangi emisi karbon dari sektor pembangkit listrik adalah dengan menggantikan jam operasi PLTD dengan PLTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekno ekonomi penggantian jam operasional PLTD dengan PLTS. Kapasitas PLTS dibatasi 20% dari beban puncak sistem di Bangka guna menjaga stabilitas sistem. Berdasarkan data potensi energi matahari, biaya-biaya pengembangan sistem PLTS dan konsumsi bahan bakar PLTD pada sistem Bangka didapat hasil COE PLTS sebesar Rp. 2.305,11/kWh, dan biaya bahan bakar PLTD sebesar Rp. 2.390,88/kWh. Harga energi PLTS lebih kecil dari biaya bahan bakar PLTD. Dengan penerapan PLTS sebagai mengantikan operasi PLTD guna mengurangi konsumsi bahan bakar maka dalam satu tahun terjadi penghematan sebesar Rp. 3.075.543.012 per tahun. Sehingga secara ekonomis penerapan PLTS sebagai pengganti jam operasional PLTD layak diterapkan pada sistem ketenagalistrikan Bangka.

Electricity production cost of Bangka electrical system is considerably high as the system's mainly operates Diesel Power Plants. A possible solution to decrease the production cost and hence reducing the system's carbon emission is to replace operating hours of the Diesel power plants with Solar power plant (PV). This research intends to analyse techno-economic of this replacement. The total capacity of PV shall not exceed 20% of Bangka electrical system's peak load in order to maintain system's stability. Based on the solar energy potential, solar power system costs and fuel consumption of diesel in Bangka, cost of energy for PV is Rp 2,301.11/kWh, while for cost of diesel fuel is Rp 2,390.88/kWh. It is clear that cost of generation from PV is cheaper than that of Diesel fuel. Substituting Diesel power plant with Solar power plant in Bangka electrical system might save as much as Rp. 3,075,543,012 yearly. Therefore, it is feasible to replace Diesel power plants with solar power plants in Bangka electrical system.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T42384
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alif Putra Alikha
"Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia terdiri dari puluhan ribu pulau yang tersebar di 34 provinsi, dan total jumlah penduduk di negara tersebut mencapai 278 juta jiwa. Populasi yang terus bertambah dan kemajuan teknologi mendorong tuntutan akan pemerataan akses terhadap listrik. Pemerintah masih berupaya menyediakan listrik yang merata bagi seluruh wilayah penduduk selama satu dekade terakhir, dan rasio elektrifikasi nasional saat ini mencapai 99,2%. Di sisi lain, pemanfaatan energi terbarukan masih belum optimal karena berpotensi meningkatkan angka rasio elektrifikasi nasional. Energi terbarukan juga merupakan salah satu solusi utama untuk memenuhi permintaan sekaligus memenuhi Target Nol Emisi Bersih Indonesia pada tahun 2060. Skripsi ini menggunakan HOMER Pro untuk menilai usulan solusi kinerja keuangan dan kelistrikan di salah satu wilayah 3T di Indonesia. Analisis tekno-ekonomi akan dilakukan untuk mengevaluasi sistem tenaga energi terbarukan berbasis angin. Dalam analisis ini, perbandingan utama dibuat mengenai keseluruhan biaya, ketergantungan, kelayakan, dan efektivitas. Berdasarkan hasil simulasi, konfigurasi hybrid terbukti menjadi solusi paling efektif dengan menghasilkan biaya produksi energi yang lebih rendah.

Based on the Central Statistics Agency (BPS) report, Indonesia consists of tens of thousands of islands spread across 34 provinces, and the total number of citizens in the country has reached up to 278 million people. This ever-growing population and the advancement of technology push the demand for equal access to electricity. The government is still trying to provide equal electricity to all populated areas over the last decade, and the national electrification ratio is currently summed up to 99.2%. On the other hand, the utilization of renewable energy is still not yet optimal knowing it has the potential to increase the number of national electrification ratios. Renewable energy is also one of the primary solutions to keep up with the demand while following Indonesia's Net Zero Emission Target by 2060. This thesis utilizes HOMER Pro to assess the proposed financial and electrical performance solutions in one of Indonesia's 3T areas. The techno-economic analysis will be carried out to evaluate the wind-based renewable energy power system. In this analysis, the primary comparisons are made regarding overall cost, dependability, feasibility, and effectiveness. According to the simulation results, hybrid configuration proved to be the most effective solution by resulting in a lower Cost of Energy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>