Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 41 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Naufal Abi Nubli
Pengaruh Pemanfaatan Low-Grade Bioethanol dan Aditif Oxygenated Cyclooctanol Terhadap Daya, Torsi, dan Coefficient of Variation Pada Motor Honda Supra 125 cc = Indonesia’s consumption of oil energy for transportation sector in in 2018 as much as 40% of total energy consumption in Indonesia, which is the largest energy consumption in Indonesia compared to other sectors. However, the high needs of oil energy in Indonesia is not balanced with it’s production. For the last 10 years, the production of oil energy became decline. In 2009, Indonesia produced a total of 346 million barrels of oil, while in 2018 it fell to 283 million barrels of oil. So, to fulfill the needs of oil energy in Indonesia, the government have to import oil as much as 35% mainly from Middle Eastern countries. Therefore, the needs of alternative fuel energy as bioethanol and the addition of additives to make the property of fuel become better, so that the government can reduce imports of oil from other countries and the need of oil energy can be fulfilled. This research was conducted to analyze the effect of COV’s value change from each fuel variable to the power and torque that produced from the engine. The fuel variable used is E10, E10 + 0.3% cyclooctanol, E10 + 0.5% cyclooctanol, and E10 + 1, 3% cyclooctanol. The results of this research are E10 with the addition of 1,3% concentration of oxygenated cyclooctanol addtitive resulted in the smallest value of COV is 5% at 8500 rpm and the largest value of COV is 10,1%, obtained by E10 fuel without additives at 4000 rpm. With the addition of the concentration of cyclooctanol additive to E10, it can make the value of COV become smaller, so the combustion process becomes better and more stable. This is proved by the increased power and torque that generated by the engine with the addition of the concentration of the oxygenated cyclooctanol additive to E10
"Konsumsi energi minyak bumi pada sektor transportasi di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 40% dari total keseluruhan konsumsi energi di Indonesia, dimana trasnportasi merupakan konsumsi energi minyak bumi terbesar di Indonesia dibandingkan dengan sektor – sektor lainnya. Akan tetapi, dengan banyaknya kebutuhan energi minyak bumi di Indonesia, produksi minyak bumi yang dihasilkan pada 10 tahun terakhir menjadi penurunan. Pada tahun 2009, Indonesia memproduksi minyak bumi sebanyak 346 juta barel, sedangkan pada tahun 2018 turun menjadi 283 juta barel minyak bumi. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, Indonesia harus mengimpor minyak bumi sebanyak 35% terutama dari negara timur tengah. Oleh karena itu dibutuhkannya energi bahan bakar alternatif seperti bioetanol dan penambahan zat aditif untuk membuat properties dari bahan bakar menjadi lebih baik, sehingga pemerintah dapat mengurangi impor minyak bumi dari negara lain dan kebutuhan energi minyak bumi dapat dipenuhi dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh perubahan nilai COV dari masing – masing variabel bahan bakar terhadap daya dan torsi yang dihasilkan. Variabel bahan bakar yang digunakan yaitu E10, E10+0,3% cyclooctanol, E10+0,5% cyclooctanol, dan E10+1,3% cyclooctanol. Hasil penilitan ini menunjukkan bahwa E10 dengan penambahan konsentrasi zat aditif sebanyak 1,3% menghasilkan nilai COV yang terkecil yaitu 5% pada putaran mesin 8500 rpm, sedangkan COV yang terbesar diperoleh pada bahan bakar E10 tanpa zat aditif sebesar 10,1% pada putaran 4000 rpm. Dengan adanya penambahan konsentrasi zat aditif cyclooctanol kepada E10, dapat memberikan nilai COV yang semakin kecil, sehingga proses pembakaran menjadi lebih baik dan lebih stabil. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya daya dan torsi yang dihasilkan dengan penambahan konsentrasi zat aditif oxygenated cyclooctanol kepada E10.

Indonesia’s consumption of oil energy for transportation sector in in 2018 as much as 40% of total energy consumption in Indonesia, which is the largest energy consumption in Indonesia compared to other sectors. However, the high needs of oil energy in Indonesia is not balanced with it’s production. For the last 10 years, the production of oil energy became decline. In 2009, Indonesia produced a total of 346 million barrels of oil, while in 2018 it fell to 283 million barrels of oil. So, to fulfill the needs of oil energy in Indonesia, the government have to import oil as much as 35% mainly from Middle Eastern countries. Therefore, the needs of alternative fuel energy as bioethanol and the addition of additives to make the property of fuel become better, so that the government can reduce imports of oil from other countries and the need of oil energy can be fulfilled. This research was conducted to analyze the effect of COV’s value change from each fuel variable to the power and torque that produced from the engine. The fuel variable used is E10, E10 + 0.3% cyclooctanol, E10 + 0.5% cyclooctanol, and E10 + 1, 3% cyclooctanol. The results of this research are E10 with the addition of 1,3% concentration of oxygenated cyclooctanol addtitive resulted in the smallest value of COV is 5% at 8500 rpm and the largest value of COV is 10,1%, obtained by E10 fuel without additives at 4000 rpm. With the addition of the concentration of cyclooctanol additive to E10, it can make the value of COV become smaller, so the combustion process becomes better and more stable. This is proved by the increased power and torque that generated by the engine with the addition of the concentration of the oxygenated cyclooctanol additive to E10"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Purnama Adrian
"Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 8,19% hingga tahun 2017. Meningkatnya jumlah kendaraan menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan ketersediaan bahan bakar yang banyak untuk memfasilitasi kegiatan sehari - hari. Tetapi, pertumbuhan jumlah kendaraan tidak diiringi dengan peningkatan produksi minyak dan juga menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap sumber energi tak terbarukan masih tinggi. Salah satu sumber energi yang berpotensi untuk dikembangkan dan dapat menjadi alternatif bahan bakar adalah bioetanol. Campuran bioetanol membuat bahan bakar lebih sulit terbakar dengan sendirinya sehingga tekanan yang dihasilkan akan lebih konsisten. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan campuran bahan bakar bioetanol E10 dengan modifikasi penggunaan zat aditif oxygynated cyclooctanol sebesar 0,3%; 0,5%; dan 1,3% terhadap produksi emisi gas buang yaitu nilai CO, CO2, HC, dan O2 serta kaitannya dengan Coefficient of Variations (COV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak persentase zat aditif oxygenated cyclooctanol menyebabkan nilai CO dan HC menurun sedangkan nilai CO2 dan O2 meningkat. Nilai COV terkecil diperoleh sebesar 5% juga dihasilkan oleh campuran E10+1,3% oxygenated cyclooctanol pada putaran 8500 rpm. Penambahan zat aditif oxygynated cyclooctanol memiliki pengaruh yang baik terhadap produksi emisi gas buang. Penurunan COV juga memberikan dampak yaitu membuat proses pembakaran yang lebih konsisten dan juga memiliki pengaruh yang baik terhadap emisi gas buang yang dihasilkan.

The number of motorized vehicles in Indonesia experienced a growth of 8.19% until 2017. The increasing number of vehicles shows that Indonesia needs the availability to a lot of fuel to facilitate daily activities. However, the growth in the number of vehicles was not accompanied by an increase in oil production and this also showed a high dependence on non-renewable energy sources. One source of energy that has the potential to be developed and can be an alternative fuel is bioethanol. Bioethanol mixture will make the fuel more difficult to burn by itself so that the pressure generated in the combustion chamber will be more consistent. This research was conducted to analyze the effect of using a mixture of bioethanol E10 with the modification of using oxygynated cyclooctanol by 0.3%; 0.5%; and 1.3% to the fuel emissions released namely CO, CO2, HC, O2 and its relation to the Coefficient of Variations (COV). The results showed that the increasing percentage of oxygenated cyclooctanol additives caused CO and HC values ​​to decrease while CO2 and O2 values ​​increased. The smallest COV value that is 5% was also produced by a mixture of E10 + 1.3% oxygenated cyclooctanol at 8500 rpm. This shows that the addition of oxygynated cyclooctanol additive has a good effect on the production of exhaust emissions. The reduction in COV also has an impact of making the combustion process more consistent and has a good effect on the resulting emissions produced.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rilam Alfa Firdaus
"Tert amyl methyl ether (TAME) adalah senyawa aditif oksigenat dari golongan eter yang dapat diproduksi dengan distilasi reaktif. Masalah utama dari penggunaan kolom distilasi reaktif adalah adanya kombinasi sistem reaksi dan pemisahan dalam satu kolom sehingga menghasilkan sistem yang sangat kompleks akibat dari interaksi setiap variabel proses yang saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Oleh karena itu, dibutuhkan jenis pengendalian dengan kinerja yang dapat menjaga kondisi operasi tetap stabil dan mampu menangani gangguan proses dengan baik seperti Model Predictive Control (MPC). Pada penelitian ini, dilakukan simulasi pengendalian proses produksi TAME yang menggunakan kolom distilasi reaktif berskala pabrik dengan MPC dan proportional integral (PI) pada simulator HYSYS V11. Model untuk mewakili kondisi dinamis pada sistem ini didekati dengan model FOPDT. Untuk mendapatkan hasil yang optimal parameter MPC di-tuning menggunakan metode fine-tuning, yang kemudian dibandingkan kinerjanya dengan pengendali PI yang di­-tuning menggunakan autotuner yang sudah tersedia pada simulator HYSYS. Hasil simulasi menunjukan bahwa MPC memberikan hasil yang lebih baik dibanding pengendali PI dengan peningkatan kinerja pengendalian sebesar 54.4% dalam uji pelacakan setpoint. Selain itu, uji gangguan pun dilakukan dengan meningkatkan laju alir umpan kolom distilasi reaktif sebesar 10%. Pada uji gangguan MPC memberikan respon yang lebih cepat dan stabil sehingga menghasilkan peningkatan kinerja pengendalian sebesar 64.4% dibanding pengendali PI.

Tert amyl methyl ether (TAME) is an ether used as oxygenated fuel additive that can be synthesized using reactive distillation. The major problem with the use of reactive distillation is the existence of the combination of reaction and separation on a single column that makes the reactive distillation process become very complex systems due to its interaction among process variables. Therefore, it is very important to use the types of control methodologies that can stabilize the operating condition and provide satisfactory control performance due to the complexity of the reactive distillation process dynamics such as model predictive control (MPC). In this study, a simulation of plantwide control by MPC and PI for TAME production is investigated in HYSYS V11. In this research, the dynamics model representing the process was approached by the first order plus dead time (FOPDT) model. MPC was tuned by fine-tuning method, meanwhile the PI controller was tuned by autotuner that is available in HYSYS. The results show that MPC can produce an improvement in setpoint tracking test by 54.4% compared to the PI controller. A disturbance of 10% increases in the feed flow rate of reactive distillation was done to see the controller responses. MPC has faster dan more stable responses than the PI controller and 64.4% improvement was produced by MPC compared to the PI controller."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andika Ramadhan Gurnida
"Pohon memiliki kerentanan tumbang terutama di musim tertentu. Seperti pohon Sengon (P.Falcataria) di lingkungan kampus Universitas Indonesia yang sangat rentan tumbang. Kayu dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan kandungan air di dalamnya, yaitu kayu segar (Green Wood) dan kayu kering (Dried Wood). Masing – masing kayu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam fungsi penggunaannya. Kayu segar (Green Wood) sendiri diartikan sebagai kayu yang baru saja dipotong dari pohon tanpa dilakukan pengeringan dengan moisture content-nya diatas 50%. Sedangkan kayu kering (Dried Wood) diartikan sebagai kayu dari pohon yang telah dipotong dan telah diberikan perlakuan pengeringan kayu. Berdasarkan sifat kayu diatas ketahanan pohon terhadap gaya-gaya mekanik berpengaruh terhadap perubahan kadar air di dalam pohon tersebut. Sayangnya data kerentanan dan kekuatan pohon dengan kadar kelembapan diatas 12% masih sangat langka dan menggunakan data mechanical properties dari kayu yang telah melalui proses pengeringan sebagai dasar untuk mencari kapasitas kerentanan tumbang pohon hidup akan berujung kepada suatu kekeliruan. Penilitian ini memiliki tujuan untuk mencari dan menganalisis kerentanan dan kekuatan pohon sengon dalam keadaan hidup dengan simulasi uji tarik dan tekan menggunakan software finite element analysis. Pada simulasi pohon dianggap sebagai material ortotropik dengan simplifikasi pada material data dan modelling. Model dari pohon mempunyai dimensi panjang 12 meter dan diameter 25 cm. Setelah dilakukan simulasi ditemukan bahwa pohon Sengon paling rentan terhadap beban kantilever dengan beban maksimum mencapai 2256 N. Sedangkan pada pembebanan tarik dan tekan beban maksimum mencapai 650000 N dan 900000 N secara berurutan.

Trees have collapsing vulnerability especially in certain seasons. Such as the Sengon tree (P. Falcataria) in the University of Indonesia campus environment that is very vulnerable to collapse. Wood are divided into 2 categories based on its moisture content, which are fresh wood (Green Wood) and dry wood (Dried Wood). Each wood has advantages and disadvantages in the function of its use. Fresh wood (Green Wood) itself is defined as wood that has just been cut from a tree without undergoing any drying process, where its moisture content is higher than 50%. Whereas dry wood (Dried Wood) is defined as wood from trees that have been cut and have been given wood drying treatment with moisture content below 12%. Based on the nature of the wood above the resistance of trees to mechanical forces fluctuating in response to moisture content in the tree. Unfortunately the data and research of tress vulnerability with moisture content above 12% is still scarce and using mechanical data properties from wood that has been through the process of drying as a basis for finding the vulnerability capacity of fallen live trees will lead to a mistake. This study aims to find and analyse the strength and vulnerability of green wood through tension and compression test simulation by using finite element analysis software. In the simulation, the tree is considered as an orthotropic material with few simplification on the material data and modelling. The model of the tree has the dimension of 12 m in length and 25 cm in diameter. After the model has been simulated through cantilever, tensile and compression test the it has been found that Sengon tree is mostly vulnerable with canliver load, with its maximum load at 2256 N. Whereas in tension and compression load the tree was able to hold until maximum load at 650000 N and 900000 N, respectively"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurnia Novianti
"ABSTRAK
Isu energi terbarukan telah banyak dibahas dengan berbagai perspektif. Dari
beberapa kajian tentang energi terbarukan, perhatian terhadap isu akses lahan
masih minim. Penelitian ini mengangkat masalah akses lahan sebagai salah satu
isu yang terkait erat dengan masalah penyediaan bahan baku bagi produksi energi
terbarukan: bioetanol. Penelitian yang dilakukan di perkebunan singkong di
Cianjur, Jawa Barat yang aksesnya dikuasai oleh PT. EKM menunjukkan bahwa
akses terhadap lahan sangat penting untuk menjamin pasokan bahan baku bagi
produksi bioetanol. Dengan demikian, isu akses menjadi penting dibahas
mengingat jaminan pasokan bahan baku yang merupakan hulu dari proses
produksi energi terbarukan tidak dapat diperoleh tanpa ketersediaan lahan yang
memadai. Dalam penelitian ini, pendekatan akses dan aktor digunakan untuk
memahami bagaimana akses ?bekerja?. Temuan lapangan menunjukkan bahwa
akses terhadap lahan di beberapa lokasi pengamatan melibatkan banyak aktor
yang saling berelasi dalam bentuk kontestasi maupun negosiasi. Relasi sosial
antaraktor tersebut sarat dengan relasi kuasa. Oleh karena itu, untuk memahami
mengapa dan bagaimana pihak-pihak tertentu menjalin relasi satu dengan lainnya
guna memperoleh kontrol atas sumber daya-sumber daya tersebut, penulis
menggunakan metode etnografi dengan pengamatan dan wawancara mendalam

Abstract
The issue of renewable energy has been discussed from various perspectives. Of
the few studies on renewable energy, attention to the issue of access to land is still
rare. This research focused on the issue of land access as one of the issues that
closely related to the problem of providing raw materials for renewable energy
production. Fieldwork made in cassava plantation in Cianjur, West Java, to which
access land is controlled by PT. EKM, indicates that access to land is essential to
ensure supply of raw materials for bio-ethanol production. Thus, issue of land
access is important to discuss regarding that security of supply of raw material
cannot be obtained without the availability of adequate land. In this research,
access and actor-based approaches are utilized to understand how access "works".
Some findings indicate that access to land on several observation sites involving
many actors in the form of contestation and negotiation. Social relation among
actors in this study is closely related to what is so called ?power relation?.
Therefore, in order to understand why and how do certain parties get benefit from
the resources, I use ethnographic method combined with observation, and in-depth
interview."
2012
T30376
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Paulus Pirton Bertona Saraton
"Skripsi ini membahas pengujian konsumsi bahan bakar pada motor otto empat langkah menggunakan mekanisme fuel mixer yang mencampurkan bensin dan bioetanol dengan perbandingan terkontrol melalui bukaan valve. Pengujian ini merupakan uji jalan sepeda motor untuk dilihat nilai konsumsi bahan bakarnya. Uji jalan sepeda motor dilakukan sejauh 100km dengan kecepatan 30 km/jam. Variasi bahan bakar yang digunakan yaitu E0, E5, E10, E15. Hasil pengujian menjelaskan bahwa semakin tinggi kandungan etanol dalam campuran bahan bakar, maka akan meningkatkan efisiensi termal dan menghasilkan nilai fuel consumption yang rendah.

The focus of this study is testing fuel consumption in four stroke Otto engine using fuel mixer mechanism with mixed gasoline and bioethanol by controlled comparison with valve. The test is motorcycle road test to see the value of fuel consumption. Motorcycle road test was done for 100 km with speed 30 km/hour. The variance of the fuel being used is E0, E5, E10, E15. The result of the test explains that the higher ethanol contained in fuel mixture, the higher thermal efficiency and produce lower fuel consumption value.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64275
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nazrul Rahman
"Bio-oil fraksi non-oksigenat memiliki kandungan alkena yang tinggi hal tersebut menyebabkan tingginya ignition delay time dan nilai kalor yang rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar diesel komersial. Reaksi hidrogenasi diperlukan sebagai upgrading Bio-oil fraksi non-oksigenat agar dapat memiliki karakteristik mendekati bahan bakar diesel komersial. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek kecepatan putar impeller tipe flat blade turbine terhadap karakteristik biofuel produk upgrading Bio-oil fraksi non-oksigenat. Parameter yang dinilai mencakup kandungan ikatan rangkap, branching index, viskositas dan nilai kalor. Investigasi dilakukan terhadap kecepatan putar pengaduk reaksi hidrogenasi pada 200 s.d. 500 rpm dengan rentang 100 rpm. Kemudian dianalisis dengan menggunakan metode FTIR, GC-MS, H-NMR, dan viskometer. Penggunaan self-inducing impeller diharapkan dapat menghemat penggunaan gas hidrogen. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan self-inducing impeller berhasil mengkonveksi gas hidrogen ke dalam fasa liquid namun tanpa memerlukan suplai hidrogen yang kontinu sehingga penggunaannya lebih hemat. Peningkatan kecepatan putar pengaduk pada reaksi hidrogenasi menyebabkan peningkatan tingkat hidrogenasi Bio-oil untuk range 200 s.d. 400 rpm dan sedikit penurunan pada kecepatan putar 500 rpm karena terbentuknya vortex kearah posisi impeller. Biofuel pada kecepatan putar 400 rpm yang paling mendekati diesel komersial ditinjau dari HHV dan viskositas. Berdasarkan parameter branching index maka biofuel pada kecepatan putar 200 rpm yang paling mendekati diesel komersial.

Bio-oil non-oxygenate fraction has a high alkene content which causes high ignition delay time and low heating value when compared to commercial diesel fuel. Hydrogenation reaction is needed as upgrading process for non-oxygenate fraction Bio-oil in order to have the characteristics close to commercial diesel fuel. The purpose of this study is to determine the effect of the rotating speed of the flat blade turbine type impeller on the biofuel characteristics from upgrading process. The parameters assessed include the double bond content, branching index, viscosity and heat value. Investigations were carried out on the rotational speed of the hydrogenation reaction stirrer at 200 s.d. 500 rpm with a range of 100 rpm. Then analyzed using FTIR, GC-MS, H-NMR, and viscometer methods. The use of self-inducing impeller is expected to save the use of hydrogen gas. From the results of the study it was found that the use of self-inducing impeller succeeded in converting hydrogen gas into the liquid phase but without the need for a continuous supply of hydrogen so that it is more efficient. Increasing the stirring speed of the stirrer in the hydrogenation reaction causes an increase in the extent of hydrogenation for the range of 200 s.d. 400 rpm and a slight decrease in the rotational speed of 500 rpm due to the formation of vortex towards the impeller position. Biofuel at a rotational speed of 400 rpm which is most close to commercial diesel when viewed from HHV and viscosity. Based on the branching index parameters the biofuel at the rotational speed of 200 rpm which is the closest to commercial diesel.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faiq Aziz
"ABSTRACT
Bahan bakar fosil menjadi salah satu kebutuhan utama manusia modern, terutama untuk kendaraan bermotor. Namun, kekurangan bahan bakar fosil memunculkan berbagai alternatif, salah satunya adalah bioetanol. Bioetanol memiliki Angka RON nilai Oktan lebih tinggi dibanding BBM sehingga dapat meningkatkan performa mesin. Namun, penggunaan bioetanol masih terbatas pada pencampuran dengan bahan bakar fosil pada persentase tertentu. Bioetanol yang digunakan merupakan bioetanol fuel grade dengan kadar air dibawah 0,1. Selain meningkatkan performa, penggunaan bioetanol dapat menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna sehingga menghasilkan emisi yang lebih baik. Selain bioetanol, solusi lain dalam mengurangi emisi sekaligus memperkecil nilai COV Coefficient of Variation pada mesin adalah penambahan zat aditif Oxygenate dengan kandungan oksigen lebih tinggi sehingga dapat menghasilkan emisi lebih baik dibanding bahan bakar murni saat pembakaran. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan bioetanol fuel grade dengan perbandingan E5, E10 dan E15 dengan zat aditif Oxygenate Cyclohexanol yang nantinya hasil torsi akan dibandingkan dengan bahan bakar murni E0. Pengujian dilakukan menggunakan Engine Dynamometer Test. Dari penelitian ini disimpulkan: Pambahan Bioetanol dapat meningkatkan torsi; semakin banyak persentase bioetanol yang dicampurkan maka akan semakin tinggi nilai torsinya. Namun, penambahan aditif membuat rasio udara dan bahan bakar menjadi lean dikarenakan oksigen yang sangat banyak dan menyebabkan nilai torsi menurun.

ABSTRACT
Fossil fuel has become one of modern human primary needs, mainly for motorized vehicles. Nonetheless, due to its drawback, people have created its alternatives, including bioethanol. Bioethanol has higher octane number which produces better emission compared to fossil fuel. However, bioethanol usage is still limited to just mixing it with fossil fuel in a certain ratio. Bioethanol used for this method is fuel grade bioethanol with water percentage less than 0.1 which can improve engine performance as well as produce better emission. Another solution that can reduce emission and lessen Coefficient of Variation COV is by adding Oxygenate additive which has higher oxygen level that helps reducing emission during ignition. In this experiment, writer used fuel grade bioethanol with E5, E10, and E15 ratio with Oxygenate Cyclohexanol additive. Afterwards, torques generated from the experiments will be compared to ones from pure fossil fuel E0 usage. The experiment is conducted by using Engine Dynamometer Test. From the results obtained, it can be concluded that adding bioethanol will increase torque The more bioethanol being added, the higher torque will be generated. However, additive addition makes the ratio between air and fuel become lean and reduce torque due to high level of oxygen. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>