Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 48182 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nada Anisa Purnamaputri
"ABSTRAK
Polusi plastik menjadi masalah lingkungan yang semakin serius dan banyak dorongan dari berbagai pihak untuk memberhentikan pemakaian plastik sekali pakai dan plastik non-biodegradable. Polyhydroxyalkanoate (PHA) adalah termoplastik biodegradable dan bioderived yang menunjukkan potensi besar sebagai pengganti untuk plastik yang selama ini digunakan dalam berbagai aplikasi. Pasar PHA saat ini memiliki pasokan yang terbatas, padahal ini adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan pasar plastik biodegradable dan bioderived yang berkembang ini. Fasilitas manufaktur untuk memproduksi 5000 ton per tahun PHA bioplastik dari jus tebu harus didesain. Berbagai proses pembuatan dievaluasi untuk menentukan proses yang paling cocok untuk aplikasi ini. Kultur murni Ralstonia eutropha adalah bakteri yang direkomendasikan untuk menghasilkan polimer PHA karena menghasilkan produk akhir yang banyak, stabil secara genetik, cocok untuk bahan baku sari tebu dan mampu menghasilkan PHB dan PHV, yang merupakan persyaratan ketat dalam laporan singkat proyek. Keseluruhan pabrik dibagi kedalam lima bagian terpisah: pra-pengolahan bahan baku, fermentasi, ekstraksi PHA, pemurnian dan peletisasi PHA, serta pemulihan aseton-air. Dalam tugas akhir ini, desain peralatan proses pemurnian dan peletisasi diselidiki lebih lanjut. Bagian pemurnian dan peletisasi bertujuan untuk mengendapkan PHA, mengeringkan dan membentuk produk padatan akhir sehingga menjadi produk PHA yang berbentuk pelet dengan diameter 3 mm. Dampak lingkungan telah diminimalisir semaksimal mungkin terutama dalam mencegah pelepasan aseton. Emisi debu, kebisingan, bau, dan gas buang adalah beberapa dari dampak lingkungan potensial yang diidentifikasi dan perlu dikelola secara efektif untuk mencegah kerusakan lingkungan.

ABSTRACT
Plastic pollution is becoming an increasingly serious environmental issue and there is a growing push to phase out single use and non-biodegradable plastics. Polyhydroxyalkanoate (PHA) is a biodegradable and bioderived thermoplastic that shows great potential as a cost-effective replacement to the existing plastics in a variety of applications. The market is currently supply constrained and it is an opportune time to capitalize on this expanding market. A manufacturing facility to produce 5000 tonnes per annum of PHA bioplastic from sugarcane juice is to be designed. A range of manufacturing processes were evaluated to determine the most suitable process for this application. A pure culture of Ralstonia eutropha was the recommended bacteria to produce the PHA polymers as it is high yielding, genetically stable, suited to cane juice feedstock and capable of producing both PHB and PHV, which is a strict requirement in the project brief. The overall plant was split and designed in five separate sections: feedstock pre-treatment, fermentation, PHA extraction, PHA purification and palletization, as well as acetone-water recovery. In this paper, the purification and palletisation process equipment designs are further investigated. The purification and pelletising section is responsible for precipitating the PHA, drying and forming the final solid product. Environmental impacts have been minimised as much as possible with a particular focus on preventing acetone from being discharged. Dust, noise, odor, and flue gas emissions are among some of the potential environmental impacts identified that will need to be managed effectively in order to prevent environmental harm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Sugarcane industry and trade (SIT) in Indonesia is significantly influenced by the government policies. This paper reviewed SIT policies from colonial period up to now to obtain valuable lessons for future development of SIT. Lessons learned include: (1) During the colonial era, the peak triumph was achieved through farmers' sacrifice; (2) High financial support for research institutions to produce super varieties, such as POJ 2838 and 3016 with productivity as high as 18 ton/ha of crystal; (3) In the beginning of independence, Indonesia's institutions and manpower were not exclusively ready to optimally develop SIT; (4) There were no comprehensive policies and several of the existing one were conflicting. Based on these lessons, a comprehensive policy issued by related institutions are strongly required for future development of SIT."
FOPEAGE
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sukartini
"The increase in the efficiency of fuel utilization is an important aspect in transportation. This can be obtained by reduction of vehicle weight. The application of light weight materials is being intensively assessed and studied. Reinforced plastics/ composites is one of the materials that can be used for this aim . The investigation was directed to Spectra-900 fiber/ UP and E-glass fiber/ UP composites. The investigation consists of composites compound analysis and testing of its mechanical properties. The composites was made by hand lay-up molding process and the fiber in the matrix was arranged in an unidirectional. Results showed that Spectra-900 fiber, as is E-glass, has the function as reinforce material/ fiber. Therefore, Spectra-900 fiber has the opportunity to be utilized in the construction of transportation vehicle.

Dalam bidang transportasi, peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar merupakan aspek yang sangat panting. Hal ini dapat dicapai dengan cara mengurangi berat kendaraan yang bersangkutan. Penggunaan material yang lebih ringan masih terus dikaji ditelaah. Salah satu bahan/ material yang mungkin digunakan untuk tujuan tersebut adalah plastik yang diperkuat komposit. Penelitian diarahkan pada komposit serat Spectra-900/ UP dan serat gelas-E/ UP. Penelitian ini terdiri dari analisa terhadap komponen penyusun komposit dan pengujian sifat mekanik dari komposit. Komposit yang diuji dibuat dengan proses pencetakan secara hand lay-up dan serat disusun satu arah dalam matriks. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa serat Spectra-900 berfungsi sebagai bahan/ serat penguat yang sama dengan serat gelas-E. Dengan demikian serat ini mempunyai peluang untuk digunakan dalam pembuatan konstruksi alat transportasi."
Depok: Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Benjamin, B.S.
New York: Van Nostrand Reinhold, 1969
693.9923 BEN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Kardito
"Tabung gas Oksigen portabel yang dibuat adalah wadah gas Oksigen yang mempunyai tekanan-dalam 17 har rnerupakan salah satu bentuk alat kesehatan yang digunakan untuk suatu kenyamanan dan mempakau sumber konsumsi gas Oksigen murni ketika seseorang mengalami gangguan pemafasan. Biasanya tabung gas Oksigen merupakan tabung bertekanan tinggi yang ukurannya besar dan berat sehingga sangat sulit apabila dibawa atau disimpan Untuk hal tersebut, telah dirancang tabung gas Oksigen portabcl yang mempunyai persyaratan ringan, kuat, ukuran kecil dan bentuknya menaril-L Sehingga mudah untuk dibawa dan dlsimpan, sehingga secara pasti Oksigen dapat dihasilkan dengan kondisi pengoperasian yang sederhana dan tidak membutuhkan pengawasan dan perawatan. Serta komponennya mudah didapatkan dipasaran yang dari basil sampingannya tidak baerbahaya bagi manusia dan lingkungan. Tabung ini dibuat dari bahan lcomposit Fiberglass-Epoxy (serat gelas Loose Plain Fibercloth MS 250 dan Plain WR RH 600-AA dengan resin Epoxy EUREDUR 710/140) dengan proses produksi Hand Lay up dan Filament Winding Metode untuk mengetahui kekuatan tabung adalah dengan metode analitis (perhitungan tabung secara isotropis dan perhitungan kekuatan lapisan serat kornposit), simulasi clengan perangkat lunak ANSYS 5.4 dan pengujian Hydostaric. Perbandingan dari keempat metode ini dihasilkan nilai perbedaan minimum sebesar 2,82 % dan maksimum 351 % hal tersebut karena benda diasumsikan isolropis. Faktor kegagalan dalam pengujian adalah adanya kebocoran, namnm dari data uji yang diolah dihasilkan tegangan maksimum 184,959l bar dan harga ini masih jauh dari nilai tegangan bahan benda, yaitu l.923 bar.

A portable Oxygen cylinder is a design has internal-pressure I 7 bar and is a design of medical equipment can be convenientbi used as a source of fure Oxygen when someone has difficulty in breathing. Usually a portable Oxygen cylinder using a high-pressure Oxygen cylinder is well known, and until very dificulty for carry and store. About this case, this design to provide a portable Osygen inhaler have regulations samall, lightweight, strong and interesting, and hence is convenient to carry and slore, and with which Oxygen can be propth produced by a very simple operations and to provide a portable Oxygen inhaler which requires no inspections during it 's service lje and is easy to maintain and a disposal type and which, a)?er disposal, has no ill ejjects on humans and the environment. An object of the present invention is to provide a portable Oxygen inhaler from Fiberglass-Epoxyu composite (Loose Plain Fiberclotlt MS 250 and Plain WR RH 600-AA with Epoxy EUREDUR 710/140 resin) with used production methode Hand Lay up and Filament Winding. The methode for known strength of cylinder are isotropic and fibre-composites analytical, ANSYS 5.4 sojware simulation and hydrostatic test. Comparations from this methode is different produce 2,82 % of minimum and 35 l % of maximum. This case, because the object used isotropic methode. T he failure factor of hydrostatic test is the leak, however from testing data produced maximum stress is l8-4,9591 bar and so far from material stress ofobject (I.923 bar)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T3755
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Shalahuddin
"Kemasan plastik kaku adalah salah satu jenis kemasan yang paling banyak digunakan di dunia karena fleksibilitas, daya tahan, dan efektivitas biayanya dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya. Namun, kemasan plastik memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan karena sifatnya yang tidak dapat terdegradasi, yang menyebabkan penumpukan sampah. Upaya untuk mengatasi masalah ini termasuk regulasi, daur ulang, dan pemanfaatan kembali sampah plastik. Nilai jual kembali yang rendah dari kemasan plastik kaku daur ulang membuat para pendaur ulang enggan karena biaya proses yang tinggi. Prof. Djoko Gabriel Sihono mengusulkan paradigma Konservasi Nilai Material (KNM), yang menyarankan bahwa jika nilai sampah plastik tidak turun secara signifikan dibandingkan dengan keadaan aslinya, para pendaur ulang akan lebih cenderung untuk mendaur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan pemesan kemasan plastik kaku untuk mengadopsi desain yang memenuhi kriteria KNM. Menggunakan metode PLS-SEM, penelitian ini menemukan bahwa kepedulian lingkungan, nilai ekonomi yang dirasakan, nilai lingkungan yang dirasakan, nilai pemasaran dan promosi yang dirasakan, pengetahuan tentang manfaat desain KNM, dan sikap terhadap pengadopsian desain KNM secara signifikan mempengaruhi kesediaan untuk mengadopsi desain tersebut. Pengetahuan memiliki dampak paling besar terhadap sikap, yang pada gilirannya mempengaruhi kesediaan untuk mengadopsi desain kemasan yang sesuai dengan kriteria KNM.

Rigid plastic packaging is one of the most widely used types of packaging globally due to its flexibility, durability, and cost-effectiveness compared to other types of packaging. However, plastic packaging has a significant negative impact on the environment due to its non-degradable nature, leading to waste accumulation. Efforts to address this issue include regulations, recycling, and reusing plastic waste. The low resale value of recycled rigid plastic packaging discourages recyclers due to high processing costs. Prof. Djoko Gabriel Sihono proposed the Material Value Conservation (MVC) paradigm, suggesting that if the value of plastic waste does not significantly decrease compared to its virgin state, recyclers will be more inclined to recycle. This research aims to analyze the factors influencing the willingness of rigid plastic packaging customers to adopt designs that meet MVC criteria. Using the PLS-SEM method, the study found that environmental concern, perceived economic value, perceived environmental value, perceived marketing and promotional value, knowledge about the benefits of MVC design, and attitude towards adopting MVC design significantly influence the willingness to adopt such designs. Knowledge has the most substantial impact on attitudes, which in turn affects the willingness to adopt MVC-compliant packaging designs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dadan Heryada
"Keunggulan pembuatan tooling dengan teknik rapid tooling dapat dilakukan dengan cepat dan murah, khususnya untuk produk yang memiliki kontur permukaan yang kompleks, dan hanya dapat dikerjakan melalui mesin CNC, EDM. Salah satu aplikasi rapid tooling adalah soft injection mould. Cetakan untuk memproduksi produk plastik dalam jumlah produksi terbatas (low volume production). Dalam penelitian ini part/produk yang akan dibuat didesain menggunakan CAD. Data geometri CAD kemudian dipergunakan untuk membuat prototip part melalui mesin rapid prototyping Fused Deposition Modeling (FDM). Metode pembuatan tooling menggunakan indirect tooling dimana prototip yang dibuat digunakan sebagai master pola untuk membentuk kaviti dan inti injection mould. Cast resin alumunium filled epoxy (AFE) CW5156-1 diterapkan sebagai material kaviti dan inti. Hasil proses manufaktur dan percobaan yang dilakukan pada cetakan menunjukkan bahwa tooling yang dibuat dapat diterapkan sebagai plastic injection mould; ukuran part yang dicetak teliti, kestabilan ukuran pada cetakan tinggi serta biaya manufaktur jauh lebih rendah dibandingkan cara konvensional (CNC, EDM).

The advantage implementation of rapid tooling is the process can perform faster and cheaper, especially for the shape product/part with complicated surface contour and only manufactured through CNC or EDM machine. One of application of rapid tooling is soft injection mould, the tool for producing plastic product for low volume production. In this research part/product model was designed using CAD. CAD data geometry is then used for building the prototype of the model through Fused Deposition Modeling (FDM) rapid prototyping machine. Tooling manufacture method use indirect tooling, where the prototype was made is used as master pattern for cavity and core forming. Cast resin aluminum filled epoxy (AFE) CW5156-1 was implemented as the material of cavity and core injection mould. The result of manufacturing process and experiment indicated that the tool has been made could be implemented as plastic injection mould; the dimension of part was accurate, dimension stability of the mould was high and the cost of manufacturing was lower than conventional method (CNC, EDM)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16153
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jessica Sjah
"Beton merupakan material getas dan lemah terhadap tarik dibandingkan baja. Salah satu solusi untuk mengatasi kelemahan beton adalah penambahan serat plastic jenis polypropylene dalam bentuk kemasan air minum pada material beton. Berangkat dari keberhasilan fiber reinforced concrete, maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan cacahan limbah gelas plastik PP dalam meningkatkan kinerja beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efektifitas penggunaan cacahan limbah plastik PP terhadap peningkatan kuat tekan dan kuat geser beton dengan fc? = 25 MPa, di samping itu untuk mengurangi penumpukan limbah gelas plastik minuman yang terus meningkat setiap tahun.
Kadar cacahan polypropylene yang ditambahkan pada beton normal adalah 0,00 kg/m3 (0,00 %); 0,90 kg/m3 (0,10 %); 1,80 kg/m3 (0,20 %); 2,70 kg/m3 (0,30 %); 4,50 kg/m3 (0,50 %); 6,30 kg/m3 (0,70 %); 9,0 kg/m3 (1,00 %); 18,0 kg/m3 (2,00 %); 27,0 kg/m3 (3,00 %) untuk pengujian kuat tekan dengan umur benda uji 7 hari dan 28 hari, serta 0,00 kg/m3 (0,00 %); 0,90 kg/m3 (0,10 %); 1,80 kg/m3 (0,20 %); 2,70 kg/m3 (0,30 %); 4,50 kg/m3 (0,50 %); 6,30 kg/m3 (0,70 %); 9,0 kg/m3 (1,00 %) untuk pengujian kuat geser dengan umur benda uji 28 hari.
Percobaan pembebanan yang dilakukan meliputi pembebanan untuk uji tekan beton, uji geser beton dan uji modulus elastisitas beton. Benda uji percobaan uji tekan dan uji modulus elastisitas beton adalah silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Benda uji percobaan uji geser beton adalah balok double ? L dengan ukuran ( 5 , 7 30 20 × × ) cm⊃³;.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Material Departemen Sipil Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Hasil pengujian akan dibahas dengan analisa kuantitatif, analisa kualitatif dan analisa biaya. Metode pengujian untuk material dasar dan beton mengacu pada ASTM Standard, sedangkan untuk metode rancang campur beton berdasarkan U.S. Bureau of Reclamation.
Dari hasil penelitian beton, dapat disimpulkan dengan bertambahnya kadar cacahan, cenderung adanya penurunan slump pada penambahan kadar cacahan lebih besar dari 0,30%. Dari hasil pengujian, pada penambahan kadar cacahan polypropylene 1,00% terjadi peningkatan kuat tekan 7 hari sebesar 5,000%. Sedangkan tidak ada peningkatan kuat tekan yang signifikan pada kuat tekan 28 hari. Pada penambahan kadar 0,50% peningkatan kuat geser 28 hari sebesar 42,647%.

Concrete as construction material is known brittle material and has weak tensile strength, compared to steel material. Therefore, need an alternative solution to improve characteristics of the concrete. One of the alternative solution is by adding fiber polypropylene plastic waste on normal concrete.
Based on the successful of fiber reinforced concrete, this research is done by adding crushed polypropylene plastic waste to improve characteristics of the concrete material. The object of this research is to learn the effect of usage polypropylene plastic waste in compressive and shear strength with fc? = 25 MPa, besides to decrease urban waste problem.
The proportion of crushed polypropylene added to normal concrete are 0,00 kg/m3 (0,00 %); 0,90 kg/m3 (0,10 %); 1,80 kg/m3 (0,20 %); 2,70 kg/m3 (0,30 %); 4,50 kg/m3 (0,50 %); 6,30 kg/m3 (0,70 %); 9,0 kg/m3 (1,00 %); 18,0 kg/m3 (2,00 %); 27,0 kg/m3 (3,00 %) for compressive strength test on 7 days and 28 days, also 0,00 kg/m3 (0,00 %); 0,90 kg/m3 (0,10 %); 1,80 kg/m3 (0,20 %); 2,70 kg/m3 (0,30 %); 4,50 kg/m3 (0,50 %); 6,30 kg/m3 (0,70 %); 9,0 kg/m3 (1,00 %) for shear strength test on 28 days.
The tests consist of compressive test, shear test and modulus of elasticity test. The specimen for compressive and modulus of elasticity test is cylinder with 15 cm diameter and 30 cm height. The specimen for shear test is double ? L beam with sizing ( 5 , 7 30 20 × × ) cm³.
The research is done at Structure and Material Laboratory Civil Engineering Department, University of Indonesia. This research used experimental method. The result of experiment will analyze by quantitative analysis, qualitative analysis and cost analysis. Standard test method for raw material and concrete is based on ASTM Standard. Mix design method is based on U.S. Bureau of Reclamation. The result for slump test remain stable by adding crushed polypropylene plastic waste until 0,30%. After proportion of crushed polypropylene is higher than 0,30% added on normal concrete, slump value will decrease.
From the compressive test on 7 days, there is 5,00% of compressive strength improvement by adding 1,00% of crushed polypropylene plastic waste on normal concrete. From the compressive test on 28 days, there is no significant result of compressive strength improvement. From the shear test on 28 days, there is 42,65% of shear strength improvement by adding 0,50% of crushed polypropylene plastic waste on normal concrete"
2008
S35280
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Plastic limit is an important property of fine-grained soils. The standard thread-rolling method for determining the plastic limit has long been criticized for requiring considerable judgments from the operator. This study was conducted to seek for a new method on the determination of the plastic limit in a way to overcome the inconsistence result produce by using the standard thread-rolling method. Four different methods were tested. The first method was the modified fall cone method, a method commonly used to obtain a liquid limit. The second method was the rolling device method which is previously proposed by Bobrowski and Griekspoor (1992). The third method was proposed by Wood and Wroth (1978) using a heavier cone. The fourth method was the one proposed by Tao-Wei Feng (2004) which made use of a small soil container. Eight soil samples representing plasticity index (PI) ranging from 15 to 42% were tested. The results indicated that the correlation factor between the standard methods and the suggested methods were in the range 0.72 and 0.99. Regarding to the regression analysis result, the first method is more comparable to the standard thread method"
620 MJCE 20:2 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Raech, Harry
New York: Reinhold , 1965
668.422 RAE a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>