Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83313 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gumiwang Natrat Cekas
"

Peningkatan populasi manusia yang bertambah setiap tahunnya, maka kebutuhkan energi pun meningkat di seluruh dunia. Hal tersebut akan berdampak pada ketersediaan energi yang menurun, salah satunya adalah bahan bakar. Diperlukan bahan bakar alternatif sebagai solusi dari masalah tersebut. Pemerintah telah mendorong penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif dengan dikeluarkannya Peratunan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 12/2015. Pada tahun 2020, telah ditetapkan bahwa penggunaan Biodiesel 30% (B30) menjadi mandat dari konsumsi energi nasional pada semua sektor. Namun, penggunaan biodiesel masih memiliki masalah terhadap ketahanan degradasi oksidatif selama penyimpanan. Penyimpanan bahan bakar dalam waktu lama dapat menyebabkan degradasi sifat bahan bakar yang mempengaruhi kualitas biodiesel itu sendiri. Studi dilakukan untuk menganalisa pengaruh penyimpanan biodiesel B30 terhadap pembentukan deposit. Sampel bahan bakar pada penelitian ini disimpan dalam tangki berbahan stainless steel selama 3 bulan. Variasi Storage Condition adalah : (1) Relative Humidity (RH) Tinggi, (2) RH Sedang, (3) RH Rendah. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode tetes plat panas untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan deposit pada masing-masing variasi kondisi penyimpanan bahan bakar yang diukur setiap bulan. Penelitian dilakukan dengan proses deposisi bahan bakar Diesel yang dilakukan secara berulang pada sebuah pelat panas. Pelat dipanaskan dengan variasi temperatur di dalam ruang tertutup, sehingga kondisinya hampir menyerupai kondisi pada titik-titik penting dalam sebuah mesin pembakaran dalam pada umumnya. Hasil studi menunjukan dalam periode 3 bulan pada kondisi penyimpanan RH Tinggi mengalami peningkatan massa deposit, sedangkan pada kondisi penyimpanan RH Sedang dan RH Rendah mengalami penurunan massa deposit. Jumlah massa deposit dipengaruhi oleh asam organik yang dihasilkan dari proses oksidasi berdasarkan hasil uji FTIR.


As the human population increases each year, the need for energy increases throughout the world. This will have an impact on decreased energy reserves, one of which is fuel. Alternative fuels are needed as a solution to the problem. The government has launched the use of biodiesel as an alternative fuel by issuing Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 12/2015. In 2020, the use of Biodiesel 30% (B30) has been determined to be the mandate of national energy consumption for all sectors. However, the use of biodiesel still has problems with oxidative degradation resistance during storage. Storage of fuel for a long time can cause degradation of the nature of the fuel which affects the quality of biodiesel itself. A study was conducted to analyze the storage condition effect on B30 biodiesel deposit formation. Fuel samples in this study were stored in stainless steel tanks for 3 months. Storage Conditions Variations are: (1) Relative Humidity (RH) High, (2) Medium RH, (3) Low RH. This research was carried out with hot plate drop method to determine the characteristics of deposit growth in each variation of fuel storage, mass deposits data were collected every month. The study was conducted with the process of deposition of diesel fuel which is done repeatedly on a hot plate. Plates are heated with variations in temperature in a closed room, so that conditions are easier depending on the important temperature points in the manufacture of machines in general. The study results show that in a period of 3 months the storage conditions of High RH condition shows an increased deposit masses, whereas in storage conditions Medium RH and Low RH shows a decreased deposit masses. The amount of mass of the deposit is influenced by organic acids produced from the oxidation process based on the results of the FTIR test.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia , 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rafi Naufal Akbar
"

Kebutuhan energi dunia yang meningkat setiap tahunnya dan persediaan bahan bakar fosil yang semakin menipis membuat kebutuhan akan bahan bakar alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan energi tersebut. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri telah menetapkan penggunaan biofuel di Indonesia sebagai campuran bahan bakar minyak. Tingkat campuran Biodiesel (B100) sebagai campuran bahan bakar minyak yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 15 persen untuk tahun 2015, 20 persen untuk tahun 2016, dan 30 persen untuk tahun 2020. Salah satu permasalahan utama yang terjadi dalam penggunaan biodiesel adalah kestabilan kualitas bahan bakar selama masa penyimpanan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kualitas biodiesel selama masa penyimpanan adalah kondisi penyimpanan dan waktu penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi penyimpanan terhadap karakteristik bahan bakar yang terkait dengan kestabilan kualitasnya selama periode penyimpanan yang ditetapkan. Kondisi penyimpanan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah penyimpanan di dalam tangki berbahan stainless steel. Variasi kondisi penyimpanan adalah: (1) Relative Humidity (RH) Rendah, (2) RH Sedang, dan (3) RH Tinggi. Karakteristik yang diamati adalah angka asam (TAN), kadar air, dan stabilitas oksidasi yang diukur setiap 1 bulan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam waktu 3 bulan terjadi penurunan stabilitas oksidasi pada ketiga variasi yang disertai dengan kenaikan angka asam dan kadar air yang disebabkan oleh pengaruh temperatur.


The world's energy needs are increasing every year and the stock of fossil fuels is increasingly depleting making the need for alternative fuels to fulfill those energy needs. The government of Indonesia through a Ministerial Regulation that regulates the use of biofuels in Indonesia as a mixture of fuel oil. The Biodiesel blend level (B100) as a fuel oil mixture set by the government is 15 percent for 2015, 20 percent for 2016, and 30 percent for 2020. One of the main problem associated with the use of biodiesel is the stability of the quality of the fuel during storage period. Several factors that has an effect to the quality of biodiesel during the storage period are storage condition and storage time. The purpose of this research is to study the effect of storage condition on fuel properties related to the stability of its quality during the specified storage period. Storage used in this study is storage in tanks made of stainless steel. Storage conditions variations are: (1) Relative Humidity (RH) Low, (2) Medium RH, and (3) High RH. The properties observed were total acid number (TAN), water content, and oxidation stability that were tested every 1 month. The results obtained indicate that within 3 months there was a decrease in oxidation stability for every variations that followerd with an increase in total acid number and water content caused by the influence of temperature.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rho Asa Geo
"

Pada penelitian yang dilakukan ini, massa deposit yang terbentuk berasal dari beberapa variasi bahan bakar B30 yang berbeda. Bahan bakar yang digunakan yaitu; B30 FAME dengan grade SNI, dan B30 FAME dengan grade Export. Pengujian ini dilakukan dengan metode tetes plat panas untuk mengetahui mekanisme pembentukan deposit pada masing-masing bahan bakar yang digunakan. Pelat yang digunakan akan dipanaskan di dalam sebuah hot temperature test rig yang masing masing temperaturnya bervariasi. Variasi ini dimaksudkan untuk melambangkan variasi temperature di beberapa titik penting pada engine sehingga mendekati kondisi riil. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dan mekanisme pertumbukan deposit agar selanjutnya dapat dikendalikan.


In this study, the deposits formed came from several variations of B30 fuel. The fuel used are; B30 FAME with SNI grade, and B30 FAME with Export grade. This test is carried out by a hot plate droplets method to determine the mechanism of deposit formation in each fuel used. The plate used will be heated in a hot temperature test rig which varies in temperature. This variation is intended to symbolize temperature variations at several important points on the engine so that it approaches the real conditions. This study aims to find the characteristics and mechanism of deposit collisions so that they can be controlled further.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Rifai
"Energi adalah aspek terpenting dalam hidup manusia. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan populasi, kebutuhan energi akan meningkat secara eksponensial. Menurut International Energy Agency (IEA) terjadi pertumbuhan kebutuhan energy yang dihasilkan dari bahan bakar fossil sebesar 45% atau 1,6% per tahun. Hal ini menjadi permasalahan dikarenakan bahan bakar fossil merupakan energi yang tidak terbarukan dan kebutuhan akan energi terus meningkat. Untuk mengatasi krisis energi tersebut, dibutuhkan energi terbarukan seperti biodiesel B-30. Namun, permasalahannya adalah biodiesel memiliki kecenderungan mengalami degradasi kualitas dan memiliki efek terhadap proses pembakaran mesin. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui pengaruh temperatur penyimpanan biodiesel sehingga dapat mengetahui kondisi ideal untuk meminimalisir terjadinya deposit. Hal ini dilakukan dengan melakukan uji penyimpanan yang dikondisikan selama 3 bulan, kemudian melakukan uji tetes menggunakan Hot Chamber Test Rig untuk mensimulasikan ruang katup, ruang pembakaran, dan ring piston serta mengetahui jumlah deposit yang terbentuk dari pengondisian biodiesel. Berdasarkan studi ini, ditemukan adanya hubungan temperatur penyimpanan dengan pertumbuhan deposit biodiesel, semakin rendah temperature penyimpanan akan mengakibatkan deposit yang terbentuk semakin banyak.

Energy is the most important aspect in human life. With the population growth, the need of energy will exponentially increasing. According to International Energy Agency (IEA) there’s a 45% growth or 1,6% growth per year and 80% of the energy generated by fossil based fuel. This become a problem because the fossil based fuel is non-renewable energy and the demand of energy is keep on increasing. The world needs renewable based fuel to overcome this problem such as Biodiesel B-30. The only problem is, the biodiesel prone to degradation of its quality and have combustion effect to the engine. The purpose of this study was to determine the temperature effect of biodiesel storage to determine what’s the best condition to store biodiesel to minimize deposit. The methodology used was conditioning the biodiesel for 3 months, and using Hot Chamber Test Rig to simulate valve, combustion chamber, and piston’s ring, also to determine the deposit formed from conditioning the biodiesel. Based on this test, there’s a correlation between temperature and deposit growth on biodiesel, the lower the temperature will create more deposit on biodiesel storage."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Akhmad Fajar Khozali
"Dengan meningkatnya populasi di dunia maka kebutuhan energi akan meningkat pula. Energi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari biasanya akan menyangkut dengan bahan bakar fosil. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus maka akan berdampak pada keberadaan bahan bakar tersebut. Diperlukan bahan bakar alternatif sebagai solusi dari masalah tersebut. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 12/2015 untuk mendorong penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif. Kebijakan ini dapat mengatur untuk penggunaan biofuel (bioetanol dan biodiesel) di Indonesia. Pada tahun 2020 telah ditetapkan bahwa penggunaan Biodiesel 30% (B30) menjadi mandat dari konsumsi energi nasional pada semua sektor. Namun, penggunaan Biodiesel tersebut masih memeiliki masalah pada ketahanannya terhadap degredasi oksidatif selama penyimpanan. Ikatan rangkap dalam molekul Biodiesel menghasilkan tingkat reaktivitas yang tinggi dengan oksigen, terutama pada saat ditempatkan dalam kontak dengan udara. Akibat dari penyimpanan tersebut dalam waktu lama dapat menyebabkan degradasi sifat bahan bakar yang mempengaruhi kualitas Biodiesel itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu dengan kondisi penyimpanan dalam tangki berbahan stainless steel seperti pada tangki penyimpanan bahan bakar yang umum digunakan. Variasi untuk kondisi penyimpanan adalah: (1) penyimpanan di dalam ruangan pada temperatur lingkungan (ambient), (2) tangki disimpan di kapal dengan kondisi udara pantai/laut dengan sirkulasi udara langsung ke dalam tangki, (3) tangki disimpan di kapal dengan kondisi udara pantai/laut dengan filter udara pada tangki. Parameter kritikal yang diamati adalah angka asam (TAN), viskositas kinematis, stabilitas oksidasi metode Rancimat, Densitas, FTIR, kadar air, serta kelembaban. Lalu, dilakukan pengujian deposit dengan menggunakan Hot Chamber Deposition Test Rig dengan Variasi suhu plat dan ruang chamber yang digunakan mendekati dengan kondisi aktual pada mesin untuk mengamati karakteristik pembentukan deposit bahan bakar Biodiesel B30 pada setiap komponen di ruang bakar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam periode 3 bulan terdapat peningkatan jumlah senyawa pendukung pertumbuhan deposit. Pada kondisi RH Rendah dan RH Sedang tren grafik cukup mirip dengan penurunan dari awal bulan sampai bulan ke 3 penyimpanan. Pada kondisi awal bulan terdapat peak di daerah gugus fungsi senyawa asam karboksilat dan asam aldehid dengan delta transmitansi 9,48% di awal bulan lalu menurun hingga ke 9,4% di bulan ketiga untuk RH Rendah, sedangkan untuk RH Tinggi terdapat peak dengan delta transmitansi 10,91% di awal bulan lalu menurun hingga ke 9,48% di bulan ketiga. Namun, pada kondisi RH Tinggi terdapat kenaikan delta transmitansi yang cukup signifikan. Terdapat peak pada gugus fungsi senyawa asam karboksilat dengan delta transmitansi sebesar 17,57% di awal bulan lalu meningkat hingga 31,3% di bulan ketiga. Begitu juga dengan pertumbuhan senyawa asam aldehid dimana pada awal bulan penyimpanan memiliki peak dengan delta transmitansi sebesar 9,37% dan meningkat pada bulan ketiga sebesar 17,48%.

With increasing population in the world, energy needs will also increase. The energy used in everyday life will usually be related to fossil fuels. If this is allowed to continue it will have an impact on the existence of these fuels. Alternative fuels are needed as a solution to the problem. The government has issued Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 12/2015 to encourage the use of biodiesel as an alternative fuel. This policy can regulate the use of biofuels (bioethanol and biodiesel) in Indonesia. In 2020 it was determined that the use of Biodiesel 30% (B30) became the mandate of national energy consumption in all sectors. However, the use of Biodiesel still has problems in its resistance to oxidative degredation during storage. The double bonds in the Biodiesel molecule produce a high level of reactivity with oxygen, especially when placed in contact with air. As a result of long-term storage can cause degradation of fuel properties that affect the quality of Biodiesel itself. This research was carried out for 12 weeks with storage conditions in stainless steel tanks such as in fuel storage tanks that are commonly used. Variations for storage conditions are: (1) storage indoors at ambient temperature, (2) tanks stored in ships with coastal / marine air conditions with direct air circulation into the tank, (3) tanks stored on ships with conditions beach / sea air with air filters on the tank. Critical parameters observed were acid number (TAN), kinematic viscosity, oxidation stability of the Rancimat method, Density, FTIR, moisture content, and humidity. Then, a deposit test is carried out using a Hot Chamber Deposition Test Rig with variations in plate temperature and chamber chamber that are used close to the actual conditions on the engine to observe the characteristics of the formation of Biodiesel B30 fuel deposits on each component in the combustion chamber. The results obtained indicate that within a period of 3 months there was an increase in the number of deposit growth supporting compounds. In the Low RH and Medium RH conditions the graph trend is quite similar to the decline from the beginning of the month to the 3rd month of storage. At the beginning of the month there was a peak in the functional groups of carboxylic acid compounds and aldehyde acids with a delta transmittance of 9.48% at the beginning of last month, down to 9.4% in the third month for Low RH, whereas for High RH there was a peak with a delta transmittance 10.91% at the beginning of last month decreased to 9.48% in the third month. However, in the High RH condition there is a significant increase in the transmittance delta. There was a peak in the functional group of carboxylic acid compounds with a delta transmittance of 17.57% at the beginning of last month, increasing to 31.3% in the third month. Likewise with the growth of aldehyde acid compounds where at the beginning of the month of storage has a peak with a transmittance delta of 9.37% and an increase in the third month of 17.48%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jajang Amir Hidayat
"ABSTRAK
Salah satu permasalahan utama yang terjadi dalam penggunaan biodiesel adalah stabilitas bahan bakar. Beberapa sifat fisik biodiesel umumnya berubah selama storage. Perubahan sifat fisika dan kimia sangat berkorelasi dengan stabilitas bahan bakar dan pembentukan deposit. Studi ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh storage biodiesel B30 terhadap pembentukan deposit dan perubahan karakteristik biodiesel. Storage Condition dilakukan selama 3 bulan di dalam tangki berbahan stainless steel. Variasi Storage Condition adalah: (1) Relatif Humidity (RH) Tinggi , (2) RH sedang, (3) RH Rendah. Parameter kritikal yang diamati adalah angka asam (TAN), viskositas kinematic, stabilitas oksidasi metode Rancimat, Density, FTIR, Kadar air, dan titik nyala yang diukur setiap 1 bulan. Selain itu untuk mengamati karakteristik dari pembentukan deposit bahan bakar biodiesel B30 pada setiap komponen di ruang bakar, dilakukan pengujian deposit dengan menggunakan Hot Chamber Deposition Test Rig dengan variasi suhu plat dan ruang chamber yang digunakan mendekati dengan kondisi engine aktual. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam periode 3 bulan terjadi peningkatan massa deposit bahan bakar dengan storage condition RH Tinggi, sedangkan pada storage condition RH Rendah dan RH sedang mengalami penurunan massa deposit. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya oksidasi yang ditunjukan dengan adanya pertumbuhan asam organik berdasarkan hasil uji FTIR. Sedangkan pada sampel dengan RH sedang dan Rh rendah belum munculnya asam organic. Hasil TAN, Densitas,Viscositas, dan nilai kalor menunjukkan kecenderungan yang sama, yaitu terjadi kenaikan walaupun tidak terlalu besar. Stabilitas Oksidasi terjadi penurunan di bulan ketiga pada masing-masing storage condition sampel.

ABSTRACT
One of the main problems that occur in the use of biodiesel is fuel stability. Some physical properties of biodiesel generally change during storage. Changes in physical and chemical properties are highly correlated with fuel stability and deposit formation. This study was conducted to analyze the effect of B30 biodiesel storage on deposit formation and changes in biodiesel characteristics. Storage Condition is carried out for 3 months in a stainless steel tank. Storage Condition variations are: (1) High Relative Humidity (RH), (2) Medium RH, (3) Low RH. Critical parameters observed were acid number (TAN), kinematic viscosity, oxidation stability of the Ranchimat method, Density, FTIR, moisture content, and flash point measured every 1 month. In addition to observing the characteristics of the formation of biodiesel B30 fuel deposits on each component in the combustion chamber, deposit tests were carried out using the Hot Chamber Deposition Test Rig with variations in plate temperature and chamber chamber used close to the actual engine conditions. The results obtained show that in a period of 3 months there was an increase in mass of fuel deposits with high RH storage conditions, whereas in storage conditions RH Low and RH were experiencing a decrease in mass deposit. This is due to the oxidation which is indicated by the growth of organic acids based on the results of the FTIR test. Whereas in samples with moderate RH and low Rh organic acids have not yet emerged. The results of TAN, Density, Viscosity, and heating value showed the same tendency, namely an increase though not too large. Oxidation stability decreased in the third month of each sample storage condition."
2020
T55302
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irfan Nafis
"Ketergantungan yang tinggi pada sumber energi fossil, masih menjadi permasalahan utama penyediaan energi nasional. Penyediaan energi primer nasional dipenuhi dari batubara, minyak bumi dan gas bumi, dan sektor transportasi merupakan pengguna energi energi bahan bakar minyak (BBM) terbesar di Indonesia. Guna mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mendorong diversifikasi bahan bakar di sektor transportasi, antara lain dengan penggunaan bahan bakar nabati (BBN). Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi dan menggantikan penggunaan bahan bakar fosil adalah biodiesel. Sebagai bahan bakar alternatif, biodiesel masih memiliki kendala dalam pemanfaatannya. Biodiesel sangat rentan terhadap oksidasi dan juga memiliki ikatan asam lemak jenuh yang sangat rentan terhadap pembekuan kristal dalam suhu kamar. Oksidasi ini akan menyebabkan terjadinya pembentukan gum, deposit, dan sedimen yang dapat meningkatkan viskositas dan menyebabkan penurunan kualitas bahan bakar. Biodiesel lebih sensitif dibandingkan dengan minyak solar terhadap temperatur rendah yang dimana lebih mudah membeku atau pembentukan kristal yang dapat membuat filter tersumbat. Kegagalan fungsi utama filter tersebut merupakan suatu akibat dari adanya kontaminan dan komponen penyumbat filter seperti kelompok glycerin (monoglycerin, diglycerin, trigliceryn), air, sodium/soap, polimer, dan mikroba. Oleh karena itu, diperlukan studi untuk mengetahui pertumbuhan kontaminan dan pengaruhnya terhadap karakterisktik campuran biodiesel di dalam tangki. Uji presipitasi dilakukan pada campuran biodiesel B30 pada tangki kapal selama 30 hari dengan pengambilan sampel tiap dua hari sekali. Densitas, viskositas kinematik, cleanliness, dan water content juga diujikan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji presipitasi, didapatkan adanya peningkatan kontaminan sebesar 382% selama 30 hari penyimpanan. Hasil uji cleanliness menunjukan bahwa bahan bakar tersebut tidak memenuhi standar Worldwide Fuels Charter. Hasil pengujian densitas cenderung konstan pada angka 835 gr/cm3 dan viskositas kinematik pada angka 3,35 mm2/s. Nilai water content juga masih berada di bawah ambang batas. Pengujian menunjukan bahwa waktu penyimpanan tidak berpengaruh pada karaktersitik bahan bakar seperti denistas, viskositas kinematik, dan water content.

High dependence on fossil energy sources is still a major problem in national energy supply. National primary energy supply is met from coal, oil and natural gas, and the transportation sector is the largest user of energy from fuel oil (BBM) in Indonesia. In order to overcome these problems, the government is encouraging diversification of fuels in the transportation sector, including the use of biofuels (BBN). One alternative fuel that can be used to reduce and replace the use of fossil fuels is biodiesel. As an alternative fuel, biodiesel still has problems in its utilization. Biodiesel is very susceptible to oxidation and also has saturated fatty acid bonds which are very susceptible to freezing crystals at room temperature. This oxidation will cause the formation of gums, deposits, and sediments which can increase the viscosity and cause a decrease in fuel quality. Biodiesel is more sensitive than diesel oil to low temperatures where it freezes more easily or crystals form which can clog filters. The main function failure of the filter is a result of the presence of contaminants and filter plug components such as glycerin groups (monoglycerin, diglycerin, triglyceryn), water, sodium/soap, polymers, and microbes. Therefore, a study is needed to determine the growth of contaminants and their effect on the characteristics of the biodiesel mixture in the tank. The precipitation test was carried out on the B30 biodiesel mixture in the ship's tank for 30 days with sampling every other day. Density, kinematic viscosity, cleanliness, and water content were also tested in this study. Based on the results of the precipitation test, it was found that there was an increase in contaminants of 382% during 30 days of storage. The cleanliness test results show that the fuel does not meet the Worldwide Fuels Charter standards. Density test results tend to be constant at 835 gr/cm3 and kinematic viscosity at 3.35 mm2/s. The water content value is still below the threshold. Tests show that storage time has no effect on fuel characteristics such as density, kinematic viscosity, and water content.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tezar Pratama
"ABSTRAK
Pada penelitian ini, pembentukan deposit dari biodiesel dengan variasi berbeda, yaitu B100-NA, B100 BHT dan B100 PG dilakukan dengan metode tetes plat panas untuk mengetahui karakteristik dan mekanisme pembentukan deposit pada masing-masing variasi bahan bakar. Penelitikan dilakukan dengan proses deposisi dan evaporasi bahan bakar Diesel yang dilakukan secara berulang pada sebuah pelat panas. Pelat dipanaskan dengan variasi temperatur di dalam ruang tertutup sehingga kondisinya mendekati kondisi riil pada engine. Pengujian ini menggunakan hot room temperature test rig. Penggunan antioksidan dalam menghambat oksidasi pada biodiesel diharapkan dapat menjaga bilangan asam agar tetap rendah dan meningkatkan stabilitas oksidasi, dimana akan membantu dalam terjadinya pembentukan deposit yang berlebih didalam ruang bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan temperatur yang optimal agar pertumbuhan deposit dapat dikendalikan.

ABSTRACT
This study, forming of deposits from biodiesel with different variation, that are B100 NA, B100 BHT, and B100 PG will be observed with hot surface plate methode to find their characteristics and growth mechanisms of deposits from every biodiesel variation. Repetitive process of diesel fuel deposition and evaporation on hot plate are done in this study. The plate was heated at various temperature in closed systems for approaching the real engine condition. This process was done in hot room temperature test rig. The addition of antioxidant in biodiesel to be expected for slowing the biodiesel from oxidation, so the acid number of biodiesel doesn rsquo t increase and increase oxidation stability, and it will be help for deposit for not over growing inside of combustion chamber. This research program was created to finding the optimum temperatur in order to decrease of deposits in combustion chamber. "
2017
S67296
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ary Budi Mulyono
"

Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk minyak sawit olahan, terutama biodiesel. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 12/2015 untuk mendorong penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif. Peraturan ini mengatur penggunaan biofuel (bioetanol dan biodiesel) di Indonesia. Untuk Biodiesel 30 (B30) adalah mandat dari konsumsi energi nasional yang ditetapkan untuk tahun 2020. Namun penggunaan Biodiesel 30 dalam mesin diesel masih menyisakan beberapa masalah dengan penurunan kualitas bahan bakar biodiesel dan pembentukan endapan di ruang bakar dan injektor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan bahan bakar biodiesel (B30) Standar Nasional Indonesia (SNI), bahan bakar biodiesel (B30) kelas ekspor, dan bahan bakar biodiesel (B30) hydrotreated vegetable oil menggunakan metode tetesan bahan bakar (hot chamber deposition test rig) untuk mengamati karakteristik dari pembentukan deposit setiap bahan bakar biodiesel pada setiap komponen di ruang bakar. Variasi suhu pelat dan ruang yang digunakan dalam Hot Chamber Deposition Test Rig mendekati dengan kondisi engine aktual. Bahan bakar biodiesel (B30) hydrotreated vegetable oil memiliki viskositas yang lebih rendah daripada bahan bakar biodiesel SNI, bahan bakar biodiesel kelas ekspor sehingga karakteristik dari bahan bakar biodiesel hydrotreated vegetable oil akan lebih baik dan mengurangi pembentukan endapan dalam mesin.

 


Indonesia has great potential in developing refined palm oil products, especially biodiesel. The government has issued Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources No. 12/2015 concerning National Energy Policy to encourage the use of biodiesel as an alternative fuel. This regulation regulates the use of biofuels (bioethanol and biodiesel) in Indonesia. For Biodiesel 30 (B30) is the mandate of national energy consumption set for 2025. But the usage of Biodiesel 30 in diesel engines still leaves some problems with the decline of biodiesel fuel quality and the formation of deposits in combustion chamber and injectors. The purpose of this study is to compare Indonesian National Standard (SNI) biodiesel fuel (B30), export grade biodiesel fuel (B30), and hydrotreated biodiesel fuel (B30) using fuel droplet method (hot chamber deposition test rig) to observe the characteristic of deposit formation of each biodiesel fuel on each component in the combustion chamber. Variation of plate and chamber temperature used in the hot chamber deposition test rig are close to the actual engine conditions. Hydrotreated biodiesel has lower viscosity than SNI biodiesel fuel and export grade biodiesel  so that the characteristics of the fuel hydrotreated biodiesel fuel will be better and reduce the formation of deposits in engine.

 

"
2019
T52914
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afif Irfin
"Pada penelitian ini, pengukuran waktu evaporasi dari biodiesel B30 FAME grade Export dan FAME grade SNI dilakukan dengan metode tetes plat panas untuk mengetahui karakteristik dan waktu evaporasi pada masing-masing variasi bahan bakar. Penelitian dilakukan dengan proses deposisi dan evaporasi bahan bakar Diesel yang dilakukan secara berulang pada sebuah pelat panas. Pelat dipanaskan dengan variasi temperatur di dalam ruang tertutup, sehingga kondisinya hampir menyerupai kondisi pada titik-titik penting dalam sebuah mesin pembakaran dalam pada umumnya.
Pengujian ini menggunakan hot temperature test rig yang masing masing variasi memiliki temperatur berbeda. Penggunaan bahan bakar jenis dengan komposisi bahan bakar diesel 70% dan komponen biokimia 30% ini sebagai riset yang mendukung permintaan pemerintah dalam Peraturan Menteri Energi dan SDM mengenai kebijakan membentuk biofuel 30% dalam mandat konsumsi energi nasional pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu evaporasi dari variasi bahan bakar dan temperatur yang optimal agar proses pelepasan deposit dapat dipercepat.

In this study, the measurement of evaporation time from biodiesel B30 FAME with Export grade and FAME with SNI grade was carried out using the hot plate drop method to determine the characteristics and timing of evaporation in each variation of fuel. The research was done by Diesel fuel deposition and evaporation process that had been done repeatedly on a hot plate. The plate is heated with temperature variations in a closed space, simulating the condition to the condition of a common internal combustion engines crucial spot.
This test used a hot chamber test rig which variations used different temperature. The use of type fuel with a composition of 70% diesel fuel and 30% biochemical component is a research that supports the government's request in the Minister of Energy and Human Resources Regulation regarding policies to set up 30% biofuel in the mandate of national energy consumption by 2025. This study aims to determine the time evaporation from the fuel variations and optimal temperature so that the deposit release process can be accelerated.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>