Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 176331 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Natasya Farisa Purwoko
"

Minyak bumi merupakan sumber energi terbesar di Indonesia. Sedangkan selama sepuluh tahun terakhir, produksi minyak bumi mengalami penurunan. Perlu dilakukan perubahan dengan beralih kepada energi terbarukan. Energi terbarukan adalah yang berasal dari alam dan non-fosil, sehingga tidak akan pernah habis. Salah satu energi alternatif pada mesin motor pembakaran dalam yang telah dikembangkan di Indonesia adalah Bioethanol (C2H5OH) yang umumnya terbuat dari bahan baku tanaman pati yaitu jagung, nira, singkong, umbi, dan tebu. Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No 1 Tahun 2006, disebutkan bahwa Presiden RI menginstruksikan untuk mengambil langkah percepatan penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bioetanol pada specific fuel consumption dan coefficient of variation (COV) motor makara dengan modifikasi penggunaan zat aditif Oxygynated Cyclooctanol. Digunakan engine dynamometer, tachometer dan fuel flow meter yang berfungsi untuk mengukur performa mesin. Campuran E10 dengan penambahan zat aditif Cyclooctanol 1.3% menghasilkan nilai specific fuel consumption paling irit dan nilai COV paling rendah jika dibandingkan dengan campuran E10 murni, E10 + 0,3% Cyclooctanol, dan E10 + 0,5% Cyclooctanol. Hal ini menunjukan bahwa penambahan zat aditif dapat memperbaiki performa motor yang menggunakan bahan bakar bioetanol.


The most significant energy source in Indonesia comes from petroleum. Whereas in the last ten years, oil production has decreased. Changes need to be made by switching to renewable energy. Renewable energy is non-fossil energy that comes from nature and will not run out. One alternative energy that can be used in internal combustion engine and have been developed in Indonesia is Bioethanol, which is generally made from raw materials of starch plants, namely corn, sap, cassava, tubers, and sugar cane. Based on the Presidential Instruction of the Republic of Indonesia No. 1 of 2006, it was stated that the President of Indonesia instructed to take steps to accelerate the supply and utilization of biofuels as alternative fuels. This study aims to determine the effect of Oxygenated Cyclooctanol additive on Bioethanol-Gasoline blends to the Motor Makara’s Specific Fuel Consumption (SFC) and Coefficient of Variation (COV). Tests are occurred using an engine dynamometer to measure engine performance. Based on results, E10 mixture with the addition of 1.3% Cyclooctanol additive produces the most economical specific fuel consumption value and the lowest COV value when compared with the pure E10 mixture, E10 + 0.3% Cyclooctanol, and E10 + 0.5% Cyclooctanol. The experimental test showed that the addition of additives to bioethanol fuel could improve Motor Makara’s performance.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Purnama Adrian
"Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 8,19% hingga tahun 2017. Meningkatnya jumlah kendaraan menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan ketersediaan bahan bakar yang banyak untuk memfasilitasi kegiatan sehari - hari. Tetapi, pertumbuhan jumlah kendaraan tidak diiringi dengan peningkatan produksi minyak dan juga menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap sumber energi tak terbarukan masih tinggi. Salah satu sumber energi yang berpotensi untuk dikembangkan dan dapat menjadi alternatif bahan bakar adalah bioetanol. Campuran bioetanol membuat bahan bakar lebih sulit terbakar dengan sendirinya sehingga tekanan yang dihasilkan akan lebih konsisten. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan campuran bahan bakar bioetanol E10 dengan modifikasi penggunaan zat aditif oxygynated cyclooctanol sebesar 0,3%; 0,5%; dan 1,3% terhadap produksi emisi gas buang yaitu nilai CO, CO2, HC, dan O2 serta kaitannya dengan Coefficient of Variations (COV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak persentase zat aditif oxygenated cyclooctanol menyebabkan nilai CO dan HC menurun sedangkan nilai CO2 dan O2 meningkat. Nilai COV terkecil diperoleh sebesar 5% juga dihasilkan oleh campuran E10+1,3% oxygenated cyclooctanol pada putaran 8500 rpm. Penambahan zat aditif oxygynated cyclooctanol memiliki pengaruh yang baik terhadap produksi emisi gas buang. Penurunan COV juga memberikan dampak yaitu membuat proses pembakaran yang lebih konsisten dan juga memiliki pengaruh yang baik terhadap emisi gas buang yang dihasilkan.

The number of motorized vehicles in Indonesia experienced a growth of 8.19% until 2017. The increasing number of vehicles shows that Indonesia needs the availability to a lot of fuel to facilitate daily activities. However, the growth in the number of vehicles was not accompanied by an increase in oil production and this also showed a high dependence on non-renewable energy sources. One source of energy that has the potential to be developed and can be an alternative fuel is bioethanol. Bioethanol mixture will make the fuel more difficult to burn by itself so that the pressure generated in the combustion chamber will be more consistent. This research was conducted to analyze the effect of using a mixture of bioethanol E10 with the modification of using oxygynated cyclooctanol by 0.3%; 0.5%; and 1.3% to the fuel emissions released namely CO, CO2, HC, O2 and its relation to the Coefficient of Variations (COV). The results showed that the increasing percentage of oxygenated cyclooctanol additives caused CO and HC values ​​to decrease while CO2 and O2 values ​​increased. The smallest COV value that is 5% was also produced by a mixture of E10 + 1.3% oxygenated cyclooctanol at 8500 rpm. This shows that the addition of oxygynated cyclooctanol additive has a good effect on the production of exhaust emissions. The reduction in COV also has an impact of making the combustion process more consistent and has a good effect on the resulting emissions produced.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tara Vergita Rakhma
"Fasilitas produksi minyak di lapangan X beroperasi pada kapasitas produksi 800 BOPD. Perusahaan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 1100 BOPD dengan memproduksi sumur baru. Proses pemisahan pada separator bertekanan rendah beroperasi dengan pemisahan 3 tahap dengan penurunan tekanan pada setiap tahapnya mulai dari 35 psig sampai ke tekanan atmosfer. Sedangkan pemisahan pada separator bertekanan tinggi dilakukan dengan tekanan pada 335 psig. Kondisi operasi ini hanya memperoleh 39% peningkatan laju produksi minyak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan solusi inovatif untuk mengoperasikan fasilitas produksi minyak dalam peningkatan kapasitas produksi minyak dan mengatasi berbagai permasalahan dengan menyesuaikan kondisi operasi agar berjalan optimal. Dalam penelitian ini, fasilitas produksi telah dioptimalkan. Separator dan kompresor dipindahkan ke lokasi dimana sumur produksi berada untuk mengantisipasi penurunan laju produksi minyak dan penurunan tekanan yang begitu tinggi di pipa.
Tekanan optimal dari separator tahap pertama pada akhirnya adalah 110 psig, separator bertekanan tinggi adalah 320 psig disesuaikan dengan tekanan pelepasan kompresor. Keuntungan dari mengoptimalkan kondisi operasi tersebut adalah peningkatan produksi minyak menjadi 41% dan kapasitas gas yang dapat dihisap kompresor meningkat sebesar 30% yang menyebabkan kapasitas gas yang dibuang ke pembakaran berkurang sebesar 47%. Kondisi operasi yang telah optimal tersebut meningkatkan keuntungan sebesar 30 miliar rupiah.

The oil production facility in X field operates at capacity 800 BOPD and is aimed to increase its capacity up to 1100 BOPD by producing new well. The separation process operates with 3-stage separation from at 35 psig to atmospheric pressure and 2-stage high pressure separation at 335 psig. This operating condition was only gaining 39% of increasing oil production rate.
The aim of the study is to find the innovative solution to operate the oil production facility at increasing production capacity and to overcome the constraints by adjusting the operation condition. The separator and compressor are moved to wellhead location to anticipate declining oil production rate and deliver the liquid phase and gas phase to the plant. The chemical process of the production facility is simulated.
The optimum pressure of the first-stage separator is 110 psig & high pressure separator is 300 psig adjusted to compressor discharge pressure. The gain from optimized operating condition of the separator & compressor are from 39% to 41% increasing oil production rate and 30% increasing gas capacity that is processed by compressor therefore 47% gas was recovered from flaring. This optimized operating condition of production facility raised the profit by 30 billion rupiahs.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S54821
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bram Avianto
"ABSTRAK
Eugenol merupakan kandungan utama dari minyak ccngkch schcsar S0-88 % [2]. Sedangkan komponen Iainnya yang relatif besar adalah eugcnol asetat, iso-eugenol, metil eugenol, metil salisilat [6]. Proses pengambilan cugenol dari minyak cengkeh dapal dilakukan secara fisik dan kimiawi. Proses secara lisika seperti distilasi atmospherik alaupun distilasi vakum. Proses secara kimia dapat disebut juga sebagai Isolasi [7]. Meskipun proses secara kimia ini merupakan proses yang memakan waktu dan bahan kimia yang banyak akan tetapi merupakan proses dengan hasil yang paling tinggi. Tingkal kemurnian yang dapal dicapai sebesar 98%.
Proses secara kimia ini sesungguhnya hanya menggnakan pemisahan antara larutan polar dan larutan polar. Tahapan pertama dengan mereaksikan suatu minyak dengan NaOH sehingga terjadi penyabunan dan komponen non-eugenol yang tidak bereaksi akan lidak melarut dengan NaOH dan air sebab campuran Eugenol - NaOH merupakan senyawa Polar (anorganik) akan telapi non - Eugenol mempakan senyawa Non - Polar (organik) sehingga tercipta larutan 2 (dua) fasa. Kedua setelah dipisahkan larutan NaOH -Eugenol dicuci dengan larulan eter sehingga Non Eguenol yang tersisa dalam larulan itu ikut melarut dalam eter.
Pengambilan eter dilakukan secepatnya agar larutan eter tidak menguap. Ketiga, mereaksikan NaOH -Eugenol dan HCI yang akan membentuk larutan garam NaCl dan Eugenol, dua lapisan tersebut dipisahkan. Keempat untuk menarik sisa air dalam eugenol maka digunakan Na2S2O3 pentahidrat.
Pada penelitian yang bertujuan untuk mengisolasi Eugenol dari minyak cengkeh ini, didapat perbandingan optimum antara minyak cengkeh dan NaOH sebesar 1 : 7. Perbandingan antara larutan NaOH 3 % berat dan minyak daun cengkeh secara stokiometri adalah 1 ; 6.8. Yield proses rata-rata yang didapat sebesar 68 %.
"
2000
S50838
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ruli Endepe Al Faizin
"ABSTRAK
Minyak bumi memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, namun selama beberapa tahun terakhir produksi minyak Indonesia menunjukkan pola negatif bahkan sejak tahun 2009 Indonesia telah menjadi negara importir minyak mentah. Studi ini membahas mengenai hubungan antara cadangan terbukti minyak, harga minyak dunia, serta kebijakan cost recovery yang khas dimiliki kontrak bagi hasil Indonesia terhadap tingkat produksi minyak Indonesia.
Teori yang yang digunakan sebagai landasan pemikiran dalam studi adalah teori ekonomi permiyakan dan teori produksi. Secara metodologis, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data deret waktu selama kurun waktu 1960-2013 yang diolah menggunakan metode OLS serta diperkaya dengan wawancara mendalam.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan korelasi positif dan signifikan antara tingkat cadangan terbukti minyak, harga minyak dunia, serta kebijakan cost recovery terhadap tingkat produksi minyak Indonesia. Ditemukan nilai elastisitas produksi atas cadangan sebesar 0,65 selama periode 1961-1989 dan 2,40 selama periode 1990-2013, sementara itu meskipun memiliki korelasi positif, tingkat produksi minyak menunjukkan perilaku inert terhadap pertumbuhan harga minyak dunia. Penelitian ini juga menemukan kondisi pemberian cost recovery tanpa batas atas dapat mendorong tingkat produksi lebih tinggi dibanding rezim cost recovery lain.
ABSTRACT
Crude oil holds an important role on Indonesian economics for years, but for the last two decades crude oil production shows negative trends; Indonesia even has became a net oil importer since 2009. This study discussed the correlation between the proven reserves, world crude oil price, and cost recovery policy which is unique on Indonesia's oil exploration and exploitation contracts with oil production level.
The petroleum economics theory and production theory were used as the theoretical base on this study. This study used quantitative analysis using time series regression from 1961-2013 and is enriched by in-depth-interview.
This research found that there are positive correlation between proven reserves, the growth of international oil price, and cost recovery policy with oil production in Indonesia. It is found that the production elasticity of reserves from 1961-1989 is 0,65 and is valued 2,40 for 1990-2013. On the other side, although they are positively correlated, the oil production level are relatively inert with the growth of oil price's movement. This study also found that cost recovery policy without upper limit could boost production level higher than any cost recovery regimes."
2014
S59975
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lutfy Faluthi Firdaus
"ABSTRAK
Peralatan penukar panas tipe shell and tube merupakan peralatan yang berfungsi untuk mentransfer panas di antara dua atau lebih fluida. Di industri pengolahan minyak, peran peralatan ini sangatlah penting. Kegagalan pada alat penukar panas akan berdampak terhadap keandalan, ketersediaan, dan keamanan peralatan secara keseluruhan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian finansial. Oleh karena itu, penyelidikan perlu dilakukan untuk mengetahui akar penyebab kegagalan tabung penukar panas, sehingga kegagalan yang serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Penyelidikan dilakukan pada bagian shell dan tube yang meliputi pengamatan lapangan, pengukuran dimensi, pengamatan visual, serta melakukan pengujian tidak merusak menggunakan die penetran.
Dari pengamatan pada bagian shell, tidak tampak ada tanda kerusakan pada bagian luar maupun dalam, sedangkan pengamatan pada bagian tube tampak tanda kerusakan sehingga dilakukan pengujian metalografi dengan mikroskop optik dan pemindaian mikroskop elektron, dan analisis komposisi kimia.
Hasil analisis menyimpulkan bahwa akar penyebab kegagalan pada tube adalah karena retak korosi retak tegang (stress corrosion cracking), yang disebabkan oleh kombinasi dari lingkungan kerja asam dan tegangan tarik.

ABSTRACT
Shell and tube type heat exchanger is the equipment that functioned to transfer heat between two or more fluids. In the oil processing industry, the role of this equipment is very important. Failure of the heat exchanger will have an impact on the overall reliability, availability and safety of the equipment, which in turn can cause financial losses. Therefore, an investigation needs to be carried out to find out the root cause of the failure of the heat exchanger tube, so that similar failures do not recur in the future. Investigations were carried out on the shell and tube sections which included field observations, dimensional measurements, visual observations, as well as non-destructive testing using die penetrants.
From observations on the shell, there were no visible signs of damage either on the outside or inside, while observations on the tube showed signs of damage so metallographic testing with optical microscop and scanning electron microscop, and chemical composition analysis were carried out.
The results of the analysis concluded that the root cause of failure in the tube is due to stress corrosion cracking, which is caused by a combination of acid working environment and tensile stress."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naufal Abi Nubli
Pengaruh Pemanfaatan Low-Grade Bioethanol dan Aditif Oxygenated Cyclooctanol Terhadap Daya, Torsi, dan Coefficient of Variation Pada Motor Honda Supra 125 cc = Indonesia’s consumption of oil energy for transportation sector in in 2018 as much as 40% of total energy consumption in Indonesia, which is the largest energy consumption in Indonesia compared to other sectors. However, the high needs of oil energy in Indonesia is not balanced with it’s production. For the last 10 years, the production of oil energy became decline. In 2009, Indonesia produced a total of 346 million barrels of oil, while in 2018 it fell to 283 million barrels of oil. So, to fulfill the needs of oil energy in Indonesia, the government have to import oil as much as 35% mainly from Middle Eastern countries. Therefore, the needs of alternative fuel energy as bioethanol and the addition of additives to make the property of fuel become better, so that the government can reduce imports of oil from other countries and the need of oil energy can be fulfilled. This research was conducted to analyze the effect of COV’s value change from each fuel variable to the power and torque that produced from the engine. The fuel variable used is E10, E10 + 0.3% cyclooctanol, E10 + 0.5% cyclooctanol, and E10 + 1, 3% cyclooctanol. The results of this research are E10 with the addition of 1,3% concentration of oxygenated cyclooctanol addtitive resulted in the smallest value of COV is 5% at 8500 rpm and the largest value of COV is 10,1%, obtained by E10 fuel without additives at 4000 rpm. With the addition of the concentration of cyclooctanol additive to E10, it can make the value of COV become smaller, so the combustion process becomes better and more stable. This is proved by the increased power and torque that generated by the engine with the addition of the concentration of the oxygenated cyclooctanol additive to E10
"Konsumsi energi minyak bumi pada sektor transportasi di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 40% dari total keseluruhan konsumsi energi di Indonesia, dimana trasnportasi merupakan konsumsi energi minyak bumi terbesar di Indonesia dibandingkan dengan sektor – sektor lainnya. Akan tetapi, dengan banyaknya kebutuhan energi minyak bumi di Indonesia, produksi minyak bumi yang dihasilkan pada 10 tahun terakhir menjadi penurunan. Pada tahun 2009, Indonesia memproduksi minyak bumi sebanyak 346 juta barel, sedangkan pada tahun 2018 turun menjadi 283 juta barel minyak bumi. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, Indonesia harus mengimpor minyak bumi sebanyak 35% terutama dari negara timur tengah. Oleh karena itu dibutuhkannya energi bahan bakar alternatif seperti bioetanol dan penambahan zat aditif untuk membuat properties dari bahan bakar menjadi lebih baik, sehingga pemerintah dapat mengurangi impor minyak bumi dari negara lain dan kebutuhan energi minyak bumi dapat dipenuhi dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh perubahan nilai COV dari masing – masing variabel bahan bakar terhadap daya dan torsi yang dihasilkan. Variabel bahan bakar yang digunakan yaitu E10, E10+0,3% cyclooctanol, E10+0,5% cyclooctanol, dan E10+1,3% cyclooctanol. Hasil penilitan ini menunjukkan bahwa E10 dengan penambahan konsentrasi zat aditif sebanyak 1,3% menghasilkan nilai COV yang terkecil yaitu 5% pada putaran mesin 8500 rpm, sedangkan COV yang terbesar diperoleh pada bahan bakar E10 tanpa zat aditif sebesar 10,1% pada putaran 4000 rpm. Dengan adanya penambahan konsentrasi zat aditif cyclooctanol kepada E10, dapat memberikan nilai COV yang semakin kecil, sehingga proses pembakaran menjadi lebih baik dan lebih stabil. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya daya dan torsi yang dihasilkan dengan penambahan konsentrasi zat aditif oxygenated cyclooctanol kepada E10.

Indonesia’s consumption of oil energy for transportation sector in in 2018 as much as 40% of total energy consumption in Indonesia, which is the largest energy consumption in Indonesia compared to other sectors. However, the high needs of oil energy in Indonesia is not balanced with it’s production. For the last 10 years, the production of oil energy became decline. In 2009, Indonesia produced a total of 346 million barrels of oil, while in 2018 it fell to 283 million barrels of oil. So, to fulfill the needs of oil energy in Indonesia, the government have to import oil as much as 35% mainly from Middle Eastern countries. Therefore, the needs of alternative fuel energy as bioethanol and the addition of additives to make the property of fuel become better, so that the government can reduce imports of oil from other countries and the need of oil energy can be fulfilled. This research was conducted to analyze the effect of COV’s value change from each fuel variable to the power and torque that produced from the engine. The fuel variable used is E10, E10 + 0.3% cyclooctanol, E10 + 0.5% cyclooctanol, and E10 + 1, 3% cyclooctanol. The results of this research are E10 with the addition of 1,3% concentration of oxygenated cyclooctanol addtitive resulted in the smallest value of COV is 5% at 8500 rpm and the largest value of COV is 10,1%, obtained by E10 fuel without additives at 4000 rpm. With the addition of the concentration of cyclooctanol additive to E10, it can make the value of COV become smaller, so the combustion process becomes better and more stable. This is proved by the increased power and torque that generated by the engine with the addition of the concentration of the oxygenated cyclooctanol additive to E10"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dika Auliady
"Kualitas udara di Indonesia semakin buruk setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan kendaraan bermotor yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Jumlah kendaraan bermotor semakin meningkat setiap tahunnya sekitar 5% dari tahun sebelumnya. Penggunaan bahan bakar fosil pun semakin meningkat, dimana hasil pembakaran dari bahan bakar fosil ini mengandung CO, CO2, dan HCyang berbahaya untuk lingkungan dan pernapasan manusia. Untuk Indonesia, kondisinya saat ini sudah cukup berbahaya karena sudah melewati batas jumlah partikulat yang dianjurkan WHO. Akibat berkurangnya jumlah cadangan minyak bumi dan rusaknya udara lingkungan, Pemerintah Indonesia dan negara lain pun berupaya untuk mencari bahan bakar alternatif dari bahan bakar fosil. Bioetanol merupakan salah satu potensi bahan bakar alternatif yang bisa didapatkan dari tanaman melalui proses fermentasi. Mengingat Indonesia cukup mudah untuk menemukan tanaman-tanaman ini, maka sumber bahan baku ini relatif mudah didapat, dan bersifat terbarukan. Bioetanol sudah digunakan dalam bentuk campuran dengan bahan bakar fosil, namun karena perbedaan polar dan non-polar dari campuran ini menyebabkan campuran tidak menyatu sepenuhnya. Maka diperlukan suatu aditif yang dapat berperan sebagai pelarut untuk membuat campuran menjadi homogen. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk melihat penggunaan bahan bakar campuran bensin – bioethanol yang ditambahi zat aditif pada mesin spark ignition (SI). Zat aditif yang digunakan yaitu cyclohexanol dengan volume yang divariasikan. Kemudian dilakukan analisis terhadap hasil emisi gas buang dan coefficient of variation (COV). Dari hasil pengujian, pencampuran zat aditif cyclohexanol dapat memperbaiki COV dan semakin memperbaiki kualitas emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran.

Air quality in Indonesia is getting worse every year. One of the causes is the use of motor vehicles that still use fossil fuels. The number of vehicles increases annually by about 5% from the previous year. The use of fossil fuels is also increasing, where the combustion products of these fossil fuels contain CO, CO2, HC, O2 which are dangerous to the environment and human respiration. In Indonesia, the current condition is quite dangerous because it exceeds the limit for the number of particulates recommended by WHO. Due to the lack of oil reserves and environmental air damage, the Government of Indonesia and other countries are trying to find alternative fuels from fossil fuels. Bioethanol is one of the potential alternative fuels that can be obtained from plants such as cassava, rice, and others through the fermentation process. Considering that Indonesia is a country that is quite easy to find these such plants, the sources of these raw materials are relatively easy to obtain, and renewable. Bioethanol has been used in the form of a mixture with fossil fuels, but because of the polar and non-polar properties in this mixture, the mixture does not blend completely. Therefore, we need an additive that can act as a solvent to make the mixture homogeneous. In this research was conducted to see the use of gasoline-bioethanol mixture fuel added with additives in spark ignition (SI) engines. The additive used is cyclohexanol with varied volumes. Then an analysis of exhaust gas emissions and coefficient of variation (COV) of the combustion is carried out. From the test results, mixing cyclohexanol additives can improve COV and improve the quality of exhaust emissions resulting from combustion of the mixtures."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhimas Andianto
"

Dewasa ini seluruh dunia sedang berlomba untuk mencari sumber energi terbarukan untuk menggantikan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. Namun, bahan bakar fosil sendiri masih sangat dibutuhkan karena sudah banyak sektor memilki ketergantungan terhadap sumber energi tersebut. Salah satu manfaatnya adalah sebagai bahan bakar kendaraan bermotor yang umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini ialah bahan bakar jenis baru yaitu bioetanol. Bioetanol memiliki nilai oktan lebih tinggi daripada bahan bakar konvensional sehingga dapat membantu performa mesin menjadi lebih baik. Selain itu gas buang hasil pembakarannya relatif ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Bioetanol digunakan sebagai zat campuran terhadap bahan bakar konvensional agar dapat digunakan pada berbagai jenis mesin yang telah diproduksi sebelumnya dan dipergunakan secara luas. Penelitian ini menggunakan bioetanol fuel grade yang memiliki kadar air dibawah 0,1%. Pada penelitian ini dibahas mengenai pengaruh coefficient of variation (COV) terhadap nilai specific fuel consumption (SFC) pada mesin uji berupa motor bakar 125 cc berbasis bahan bakar gasoline. Pengujian dilakukan menggunakan engine dynamometer untuk mengukur performa mesin serta exhaust gas analyzer untuk mengukur kadar emisi pada gas buang yang dihasilkan mesin uji. Penambahan etanol sebanyak 5% dari volume bahan bakar menghasilkan nilai COV paling rendah sehingga performa pembakaran di dalam mesin adalah yang paling baik serta memiliki nilai SFC paling rendah daripada campuran bahan bakar bioetanol lainnya.


Today the whole world is looking for renewable energy sources to obtain fossil fuels that are not environmentally friendly. However, fossil fuels are still very much needed because many sectors have the need for these energy sources. One of the benefits is as a vehicle fuel used by people throughout the world. One solution offered to overcome this problem is a new type of fuel, bioethanol. Bioethanol has a higher octane value compared gasoline so that it can help improve engine performance. In addition, the exhaust gas produced are relatively environmentally friendly compared to the one that fossil fuels produced. Bioethanol is used asa mixture for conventional fuels to be used in various types of machines that have been previously approved and are widely used. This study uses bioethanol fuel which has air content below 0.1%. In this study we discussed the effect of variant coefficient (COV) on the value of specific fuel consumption (SFC) on a test engine consisting of a 125 cc fuel-based gasoline engine. Tests were carried out using an engine dynamometer to measure engine performance, as well as a gas analyzer to measure emission levels in the exhaust gas produced by the test engine. Addition of bioethanol as much as 5% of the volume of fuel produces the lowest COV value which improves the combustion performance and the lowest SFC value compared to the other bioethanol fuel mixtures.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M.A. Andromedae
"Kontrak terintegrasi untuk pengadaan barang dan jasa pada mulanya diharapkan dapat mempersingkat proses pengadaan barang & jasa sehingga kegiatan kerja ulang dapat lebih cepat dieksekusi di lapangan, ternyata dalam beberapa kasus tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini membuat K3S sebagai pengguna jasa mengalami penundaan realisasi produksi minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan antara penerapan kontrak terintegrasi dan kontrak tidak terintegrasi, faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan vendor dalam memasok barang / jasa yang dibutuhkan pada kegiatan kerja ulang sumur, penundaan realisasi produksi minyak bumi terhadap penerimaan negara, dan memberikan rekomendasi bentuk kontrak pengadaan barang / jasa untuk kegiatan kerja ulang sumur.

Integrated contract of goods and service fulfillment for Work Over activity of oil well which is initially expected to shorten the process of fulfillment in order to put execution faster on site, in some cases gave the opposite result that is delay in the oil production delay which was experienced by K3S as a user of this contract. This thesis aims to analyze the advantage(s) and disadvantage(s) of the application integrated contract compared to non integrated contract, the root cause which generated the delay of good / services to be delivered for work over activity on time, the impact which is generated from the delay of oil production to host country, and to propose recommendation regarding form of work over good /services contract."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T30807
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>