Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 51349 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dian Purnamasari
"Velten dan Mota [1, 2], memperkenalkan suatu model ad-hoc untuk melukiskan massa dan radius bintang neutron yang dikenal sebagai parameterisasi Tolman-Oppenheimer-Volkoff (PTOV) dengan menambahkan lima parameter bebas pada persamaan TOV standar. Momen inersia tidak bisa dihitung dengan menggunakan model ini. Pada penelitian ini, kami memodelkan tensor energi-momentum sedemikian rupa, sehingga jika tensor energi-momentum itu digunakan untuk menyelesaikan persamaan medan Einstein dengan metrik Schwarzchild statik akan didapat persamaan PTOV. Karena mulainya dari persamaan Einstein, maka kami bisa menghitung momen inersia dengan metrik Schwarzchild berotasi lambat.
Pada penelitian ini, kami mencoba mengkonstrain parameter PTOV dengan batas massa M < 2.35MFF [3] - [5] dan radius 11.38 < R1:4MFF(km) < 13.77 [6, 7]. Kami dapatkan set 2 dan set 3 konsisten dengan data. Kami juga menganalisa prediksi momen inersia dari set 2 dan set 3. Karena pada model tensor energi-momentum yang kami ajukan mengandung faktor anisotropik pada tekanan, maka kami juga selidiki kemungkinan ketidakstabilan bintang terhadap "cracking" melalui analisa kondisi energi dan kecepatan suara.

Velten and Mota [1, 2], introduced an ad-hoc model to describe the mass and radius of a neutron star known as the parameterization Tolman-Oppenheimer-Volkoff (PTOV) by adding five free parameters to the standard TOV equation. The moment of inertia cannot be calculated using this model. In this research, we model the energy-momentum tensor in such a way that if the energy-momentum tensor is used to solve the Einstein field equation with a static Schwarzchild metric, the PTOV equation will be obtained. Since we started with Einstein`s equations, we can calculate the moment of inertia with the slow rotating Schwarzchild metric.
In this research, we tried to construct PTOV parameters with a mass limit of M < 2.35MFF [3] - [5] and a radius of 11.38 < R1:4MFF(km) < 13.77 [6, 7]. We get set 2 and set 3 consistent with the data. We also analyze the prediction of moment of inertia from set 2 and set 3. Because in the energy-momentum tensor model that we propose contains anisotropic factors at pressure, we also investigate the possible instability of stars to "cracking" through analysis of energy conditions and speed of sound.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2019
T55108
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Shiddiq Fizuhri
"Bintang neutron yang lazimnya dianggap tak bermuatan kini diberikan medan listrik dengan kerapatan muatan yang menaik ataupun menurun, serta membandingkan keduanya dengan yang tak bermuatan untuk dibandingkan kestabilannya. Kita mempelajari pengaruh medan listrik dalam kesetimbangan dan kestabilan bintang neutron, yang diselidiki melalui solusi numerik dari persamaan TOV dan persamaan osilasi radial, Kami menemukan bahwa tidak terdapat perubahan massa yang signifikan antara massa maksimum dengan massa eigen dasar. Namun kita temukan perubahan pada kerapatan dan jari-jari bintang. Dengan jari-jari bintang terkecil adalah 10.4633 km yang diberikan oleh ρch turun, serta jari-jari terbesar adalah 11.0522 km diberikan oleh ρch naik.

A neutron star oftenly considered chargeless is now given a Electric field with a rising or falling charge densities, afterwards the two charges are compared with the chargeless neutron star to compare its stability. We study the effects of electric field in the equilibrity and stability of a neutron star through numerical solution of TOV equation and radial oscillation equation. We found that the difference between the maximum mass and ground eigenmass are negligible. However there are difference on the density and radius of the star. The smallest radius 10.4633 km was given by the decreasing ρch, whereas the largest radius 11.0522 km was given by the increasing ρch."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syadza Afifah
"Di alam semesta terdapat benda kompak yang merupakan sisa peluruhan dari evolusi bintang selama ratusan tahun. Salah satu benda kompak yang menarik untuk diteliti adalah bintang neutron. Karakteristik bintang neutron adalah ukurannya yang kecil dengan kerapatannya yang besar. Struktur bintang neutron didefinisikan dalam persamaan medan Einstein pada keadaan equilibrium yang disebut dengan persamaan Tolman,Oppenheimer dan Volkoff (TOV). Dalam keadaan isotropik, bintang neutron diasumsikan bersifat statis, bulat dan tidak berotasi. Penelitian mengenai bintang neutron dalam keadaan statik dan slow rotating sudah banyak dipelajari, namun penambahan efek konstanta kosmologi menjadi menarik untuk diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap sifat bintang neutron. Pada keadaan slow rotating persamaan keadaan Einstein memiliki suku tambahan yang mengandung ω(r). Penambahan konstanta kosmologi (Λ) pada persamaan keadaan akan otomatis mengubah sifat bintang neutron. Perubahan terhadap massa-radius, momen inersia dan crust menjadi fokus yang dipelajari dalam penelitian ini.

In the universe there are compact objects that are remnants of decay from the evolution of stars over hundreds of years. One compact object that is interesting to study is the neutron star. The characteristic of a neutron star is its small size and large density. The structure of a neutron star is defined in the Einstein field equation in a equilibrium state called the Tolman, Oppenheimer, and Volkoff (TOV) equation. In isotropic conditions, the neutron star is assumed to be static, spherical and not rotating. neutron star in static and slow rotating states have been widely studied, but the addition of the effects of cosmological constants is interesting to inverstigate how they affect the properties of neutron stars. In the slow rotating state, the Einstein state equation has an additional term containing ω(r). The addition of cosmological constants (Λ) to the state equation will automatically change the neutron stars nature. The changes of mass radius, moment of inertia and crust are the focus of this investigation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fera Gustina Purwati
"Kontribusi terbesar pada penentuan persamaan keadaan di lapisan kulit luar bintang neutron adalah kontribusi dari inti kisi dan elektron Kami mempelajari sifat sifat lapisan kulit luar bintang neutron dengan menggunakan toy model yang pertama kali diperkenalkan oleh Roca Maza Toy model menggunakan dua asumsi yaitu inti atom sebagai tetes cairan dan elektron sebagai gas Fermi relativistik Hasil perhitungan numerik toy model kami cocokkan dengan tabel massa milik Audi untuk mengetahui variasi unsur yang ada di lapisan ini Sedangkan untuk melihat keakuratan toy model kami bandingkan dengan hasil dari referensi pada kerapatan drip dari neutron Hasilnya toy model ini memperlihatkan prediksi kerapatan drip dari neutron pada nilai kerapatan jenuh neutron sekitar 0.26424 MeV fermi kubik dan cocok dengan unsur Zirkonium 109.

The main contributions for determining the equation of state of the outer crust of neutron star are from nuclear electronic and lattice We have already studied a toy model developing first time by Roca Maza that use two assumptions i e nucleus are liquid drop LDM and electrons are relativistic Fermi gas For knowing the variations of elements in the outer crust the parameters of the model are obtained by fitting to atomic nuclear mass tables by Audi Wapstra 2003 To show the accuracy of toy model rsquo s calculation we compare it with the result of the neutron drip in this region This result calculation of toy model successfully showing the neutron drip on the value of neutron drip densities about 0 26424 MeV fermi cubic and that corresponding to the 109 Zirkonium element.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S55267
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lim Suntar Jono
"ABSTRAK
Setelah teori relativitas ditemukan oleh Albert Einstein, maka pandangan para
ilmuwan mengenai dunia banyak berubah. Dengan adanya teori relativitas umum
yang diterapkan dalam teori gravitasi mengakibatkan penelitian mengenai
antariksa meningkat pesat. Khususnya bintang-bintang yang memiliki kepadatan
tinggi dimungkinkan untuk dipelajari sifat-sifatnya. Dalam penelitian ini akan
dipelajari hubungan antara massa dengan jari-jari dan hubungan momen inersia
dengan jari-jari pada bintang neutron khususnya untuk daerah crust. Untuk
mendapat hasil yang diinginkan, tesis ini akan menggunakan pendekatan medanrata-
rata relativistik dengan solusi akan didapatkan dari persamaan TOV. Program
Fortran akan digunakan untuk menghitung solusi persamaan TOV tersebut.

ABSTRACT
After Albert Einstein established his theory of relativity, a lot of scientist views of
the world were changed. With the existence of the general theory of relativity that
is applied in the theory of gravity, there is a rapid increase in research concerning
the outer space. Moreover, the researches concerning the characteristics of high
density stars are now possible to be conducted. In this thesis, I will describe the
relations between the mass and the moment of inertia of a neutron star with its
radius especially in the crust area. To achieve the aim of this thesis, I will use
relativistic mean-field approach with solution acquired from TOV equation. The
TOV equation’s solution will be calculated by the Fortran Program.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T41964
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riza Ibnu Adam
"[ABSTRAK
Di permukaan bintang neutron, perubahan kerapatan partikel yang signi kan dapat
menghasilkan separasi muatan dalam bentuk lapisan dipol listrik. Pada penelitian
ini dipelajari efek medan listrik akibat lapisan tersebut terhadap properti dari bintang
neutron. Untuk memodelkan kerapatan lapisan dipol listrik, kami menggunakan
dua fungsi Gaussian. Pada perhitungan ini kami gunakan dua model dengan
asumsi berbeda, yakni: model dengan asumsi bahwa bintang neutron hanya tersusun
atas p, n, e dan  serta model dengan asumsi bintang neutron tersusun dari p, n, e,
 dan hyperon. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa massa maksimum tidak
sensitif terhadap medan listrik di permukaan, tetapi radius bintang dengan massa
kanonik 1:4Mb cukup sensitif terhadap medan listrik. Bintang neutron dengan
hyperon bersifat lebih soft dibandingkan bintang neutron tanpa hyperon

ABSTRACT
On the surface of a neutron star, a signi cant particle density changes can produce
charge separation in the form electric dipole layer. This research studied electric
eld e ect from the dipole layer on the properties of neutron star. For modeling
electric dipole layer density, we use two Gaussian functions. We use two models
with di erent assumptions: namely a model which assumes the neutron star is only
composed of p, n, e and  and a model which assumes the neutron star is composed of
p, n, e,  and hyperon. The result showes that the maximum mass is not sensitive to
the electric elds on the surface, but the radius of star with canonical mass 1:4Mb
is quite sensitive to electric elds. The neutron star with hyperon is softer than
without hyperon;On the surface of a neutron star, a signi cant particle density changes can produce
charge separation in the form electric dipole layer. This research studied electric
eld e ect from the dipole layer on the properties of neutron star. For modeling
electric dipole layer density, we use two Gaussian functions. We use two models
with di erent assumptions: namely a model which assumes the neutron star is only
composed of p, n, e and  and a model which assumes the neutron star is composed of
p, n, e,  and hyperon. The result showes that the maximum mass is not sensitive to
the electric elds on the surface, but the radius of star with canonical mass 1:4Mb
is quite sensitive to electric elds. The neutron star with hyperon is softer than
without hyperon, On the surface of a neutron star, a signi cant particle density changes can produce
charge separation in the form electric dipole layer. This research studied electric
eld e ect from the dipole layer on the properties of neutron star. For modeling
electric dipole layer density, we use two Gaussian functions. We use two models
with di erent assumptions: namely a model which assumes the neutron star is only
composed of p, n, e and  and a model which assumes the neutron star is composed of
p, n, e,  and hyperon. The result showes that the maximum mass is not sensitive to
the electric elds on the surface, but the radius of star with canonical mass 1:4Mb
is quite sensitive to electric elds. The neutron star with hyperon is softer than
without hyperon]
"
2015
T43805
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suparti
"ABSTRAK
Parameter isoskalar SNM dan parameter isovektor PNM dari berbagai nilai radius
nukleon serta efek fitting pada prediksi daerah medium density dan low density
PNM, dengan menggunakan nilai b = 0:0005 dan b = 0:01 serta radius nukleon
0, 0.66 fm, 0.76 fm, 0.83 fm, dan 0.99 fm telah berhasil diperoleh. Parameter
isoskalar hasil fit menghasilkan nilai yang cocok dengan perhitungan DBHF
untuk semua radius nukleon yang digunakan, kecuali untuk radius 0.99 fm yang
tidak memenuhi prediksi EOS SNM, menurut hasil eksperimen tumbukan ion
berat. Sementara itu, efek fitting untuk parameter-parameter di luar daerah fitting
window tidak sesuai dengan jangkauan eksperimen dari Danielewicz, dkk. Hal
ini kemungkinan diakibatkan oleh keterbatasan jangkauan parameter, nilai b, dan
radius nukleon yang digunakan.

ABSTRAK
The isoscalar parameter of SNM and isovector parameter of PNM from various
nucleon size as well as the effects of fitting on medium density and low density
prediction area of PNM have been investigated. To this end, we have chosen cutoff
parameter b = 0:0005 and b = 0:01, with the nucleon radius of 0, 0.66, 0.76,
0.83, and 0.99 fm. The obtained isoscalar parameters lead to a good agreement with
the result of the DBHF calculation for all nucleon radii used, except for rN = 0:99
fm, which does not fulfill the SNM EOS prediction based on the results of heavy
ion collision. On the other hands, the effect of fitting by means of the parameters
outside the upper and lower bounds does not agree with the experimental result of
Danielwicz et al. It is suspected that this could happen due to the limitation of the
parameter range, b, as well as the nucleon radius us"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T41640
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kasmudin
"Dipelajari sifat-sifat bintang neutron statik dan berotasi dengan menggunakan pendekatan medan rata-rata relativistik dengan menggunakan parameter set NL3, TM1, FSUGold, FSUGZ03, dan FSUGZ06. Tekanan materi nuklir pada kerapatan tinggi yang diperoleh dengan menggunakan parameter set NL3 bersifat paling stiff sedangkan FSUGZ06 bersifat paling soft. Relasi massa dan jari-jari bintang neutron diperoleh dengan menyelesaikan persamaan Tollman-Oppenheimer-Volkoff (TOV) dengan input persamaan keadaan, baik dengan atau tanpa crust. Prediksi sifat-sifat bintang neutron statik berdasarkan model medan rata-rata relativistik menghasilkan massa maksimum berkisar antara 1,720 M⊙ -2,771 M⊙, sedangkan jari-jari antara 10,963 km - 13,356 km, juga kerapatan jumlah barion pada titik saturasi antara 0,145 fm−3 - 0,151 fm−3. Kerapatan jumlah barion di pusat bintang neutron pada saat massanya maksimum berkisar antara 0,668 fm−3 - 1,181 fm−3 dan kerapatan jumlah barion di daerah transisi dari materi homogen ke materi inhomogen antara 0,049 fm−3 - 0,074 fm−3, sedangkan tekanan materi nuklir pada daerah transisi tersebut berkisar antara 0,177 MeV fm−3 - 0,368 MeV fm−3. Prediksi momen inersia, momen kuadrupol, eliptisitas equator, dan amplitudo regangan gelombang gravitasi juga dipelajari.

Static and rotating neutron star properties prediction based on relativistic mean-field (RMF) approximation using NL3, TM1, FSUGold, FSUGZ03, and FSUGZ06 parameter sets have been studied. Pressure of nuclear matter at high densities predicted by NL3 parameter set is the stiffest, but FSUGZ06 is the softest. The mass and radius relation of neutron stars are obtained by solving Tollman-Oppenheimer-Volkoff (TOV) equation where the input is equation of state of neutron star matter and with or without taking into account the neutron star crust. RMF parameter sets predict the value of maximum mass between 1,720 M⊙ - 2,771 M⊙, while the radius between 10,963 km - 13,356 km, as well as the value of barion number density at saturation point between 0,145 fm−3 -0,151 fm−3. The value of barion number density at central of neutron star with maximum mass is between 0,668 fm−3 - 1,181 fm−3 and the barion number density at transition region from core to crust is between 0,049 fm−3 - 0,074 fm−3, while the corresponding pressure is between 0,177 MeV fm−3 - 0,368 MeV fm−3. The neutron stars inertia moment, quadrupole moment, equatorial ellipticity, and gravitational-wave strain amplitude predicted by RMF model also have been discussed.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
T21581
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Muhammad Luniara
"Metode kendali vektor telah menjadi alternatif utama dalam pengendalian motor induksi tiga fasa. Salah satu metode kendali vektor yang sering digunakan adalah metode kendali torsi langsung. Namun sistem ini memiliki kekurangan dengan adanya riak pada torsi yang besar. Penambahan duty ratio berbasis logika Fuzzy dapat memberikan unjuk kerja yang lebih baik bila dibandingkan dengan metode kendali torsi langsung konvensional. Dengan melakukan pengujian sistem kendali torsi langsung dan duty ratio dengan motor induksi tiga fasa kapasitas kecil, sedang dan besar, dapat dilihat pengaruh dari momen inersia terhadap putaran rotor. Pada tesis ini digunakan MATLAB SIMULINK untuk simulasi dengan tiga tipe motor, yaitu 1 HP, 10 HP dan 50 HP. Dengan parameter yang sama, dapat terlihat motor dengan nilai momen inersia besar memiliki putaran lebih stabil bila dibandingkan dengan motor yang memiliki momen inersia kecil.

Vector control has become the first alternative in control of three phase inductionmotor. One of the vector control method which is commonly used is a direct torque control method. However, this system has drawback as the existence of ripples at torque. The addition of duty ratio control base on Fuzzy logic can give better performance when compared to conventional direct torque control. By doing an examination on direct torque control and duty ratio with small, medium and big capacities of three phase induction motors can be shown the influence from moment inertia to rotor rotation. This thesis uses MATLAB SIMULINK for the simulation study with three types of motors, for example 1 HP, 10 HP and 50 HP. It is shown that using the same parameters, a motor with a larger moment inertia gives a better performance in comparison to a motor with smaller moment inertia."
2008
T26220
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mutoharoh
"[ABSTRAK
Telah dipelajari dan dikembangkan sebuah model sederhana untuk reaksi fotoproduksi
kaon pada neutron dari deuteron yaitu model isobar dengan menggunakan
pendekatan impuls. Nilai yang dicari adalah nilai penampang lintang diferensial
dengan variasi energi foton dimulai dari 1,15 GeV-3,55 GeV. Hasil penelitian ini
menunjukkan reaksi
+ n ! K++􀀀 dapat diektraksi dari reaksi
+ d ! K++􀀀
+ p. Selain itu dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian antara data teori dengan
data eksperimen berbeda jauh, data teori melampaui jauh diatas nilai data eksperimen.
Salah satu faktor yang menyebabkan hasil data teori dengan eksperimen
jauh berbeda disebabkan oleh elemen operator dimana nilai elemen operator yang
digunakan memiliki nilai maksimum 2 GeV sedangkan data ekperimen hingga mencapai
nilai 3 GeV. Hal inilah yang menyebabkan data teori dengan menggunakan
model missing resonans harus dikalikan dengan faktor pengali agar t dengan hasil
eksperimen.

ABSTRACT
Has been studied and developed A simple model for reaction of positive kaon on
neutron from deuteron in a isobaric model using impulse approximation. The calculation
covered di erential cross section. The value is analyzed with energy range
start from 1.15-3.55 GeV. The result show that the cross section for
+ n! K++􀀀
can be extracted from the reaction
+ d ! K+ + 􀀀 + p. The research can be
concluded that the result of theory is over predicted and the one of this factor is
operator elementary that the maximum value we used is 2 GeV, whereas the result
of experiment until 3 GeV. This is make me the theory data using missing resonance
must be times with a times factor to t with the experiment result, Has been studied and developed A simple model for reaction of positive kaon on
neutron from deuteron in a isobaric model using impulse approximation. The calculation
covered di erential cross section. The value is analyzed with energy range
start from 1.15-3.55 GeV. The result show that the cross section for
+ n! K++􀀀
can be extracted from the reaction
+ d ! K+ + 􀀀 + p. The research can be
concluded that the result of theory is over predicted and the one of this factor is
operator elementary that the maximum value we used is 2 GeV, whereas the result
of experiment until 3 GeV. This is make me the theory data using missing resonance
must be times with a times factor to t with the experiment result]"
2015
T43804
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>