Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 179980 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Atika
"Penelitian ini menginvestigasi berbagai pendekatan untuk memodelkan risiko sistematis yang bervariasi waktu di negara Indonesia dan Thailand dengan menggunakan data time-series dari tahun 2009 hingga 2017. Penelitian ini meneliti model dinamis beta menggunakan GARCH (1,1), EGARCH, TARCH, Schwert-Seguin, dan kelompok Kalman-Filter untuk secara empiris menemukan model time-varying beta yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan model asset pricing Fama-French Five Factors untuk memasukkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi nilai risiko sistematis pada setiap portofolio di setiap negara. Dengan memasukkan estimasi volatilitas dan state space, penelitian ini membandingkan semua model yang diuji berdasarkan kriteria informasi (AIC, SIC, dan HIC). Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa GARCH(1,1) mengungguli model lainnya dalam menangkap risiko sistematis.

This study investigates the various approaches to model the time-varying systematic risk in Indonesia and Thailand by using time-series data from 2009 to 2017. This study examines dynamic model of beta using GARCH (1,1), EGARCH, TARCH, Schwert-Seguin, and Kalman-Filter group to empirically find the most optimal time-varying beta model. This study employs the Fama-French Five Factors asset pricing model to incorporate another factors which might influences value of systematic risk for each portfolio in every countries. By incorporating volatility and state space estimation, this study compares all tested models based on information criteria (AIC, SIC, and HIC). The result of this study proves that GARCH (1,1) outperforms the other models in capturing the systematic risk."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T52253
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cornelia Adhisty Ayu Pratiwi
"ASEAN akan segera melaksanakan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau AFTA. Dengan dilaksanakannya AFTA, arus investasi akan dengan cepat berpindah dari satu negara ke negara yang lain. Negara-negara emerging market dianggap sebagai primadona dalam bursa saham ASEAN. Pergerakan return saham dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan menggunakan metode regresi linear, diperoleh hasil bahwa size, value, profitability, dan investment memberikan pengaruh yang terhadap return saham di bursa efek Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand pada periode tahun 2009-2013.

ASEAN will implement the ASEAN Free Trade Area or AFTA soon. By implementing this policy, investment flows would move quickly from one country to the others. Emerging market countries have regarded as the best performance in ASEAN stock exchange. The movement of stock returns are influenced by various factors. By using linear regression, obtained that size, value, profitability, and investment have significant influence on stock return in Indonesia, Malaysia, Philippines, and Thailand stock exchange in the period 2009-2013.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Sutrisno
"Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi dan membandingkan performa model tiga faktor (FF3) dan lima faktor (FF5) Fama-French di Indonesia dan Singapura. Penelitian ini juga menguji apakah faktor book-to-market (HML) redundant dalam menjelaskan average returns dengan adanya faktor profitability dan investment di Indonesia dan Singapura. Penelitian ini menggunakan Ordinary Least Square (OLS) dengan data time series bulanan dari tahun 2000 sampai 2015.
Berdasarkan rata-rata adjusted R2 dari kedua model, FF5 lebih mampu menjelaskan variasi excess return portofolio daripada FF3 di Indonesia dan Singapura, walaupun faktor profitability dan investment hanya menunjukkan pengaruh yang lemah terhadap excess returns saham. Apabila kami mengacu pada kriteria zero intercept Merton (1973), kedua model tidak valid di Indonesia, namun kedua model masih valid di Singapura. Hasil penelitian juga menemukan bahwa HML redundant dalam menjelaskan variasi excess returns di Indonesia, namun HML tidak redundant di Singapura. Tes idiosyncratic risk menunjukkan bahwa portofolio pasar saham Indonesia tidak terdiversifikasi dengan baik, sementara portofolio pasar saham Singapura terdiversifikasi dengan baik. Uji beda intersep antara Indonesia dengan Singapura mengindikasikan bahwa pasar Singapura lebih efisien daripada pasar Indonesia.

The main purpose of this study is to evaluate and compare the performances of the Fama-French three- (FF3) and five-factor (FF5) models in Indonesia and Singapore. This study also examines whether the book-to-market factor (HML) is redundant in describing average returns in the presence of the profitability and investment factors in Indonesia and Singapore. This study employs Ordinary Least Square (OLS) with monthly time series data from 2000 to 2015.
Based on the average adjusted R2 from the two models, FF5 explains portfolio excess return variations better than FF3 in Indonesia and Singapore, although the profitability and investment factors only display weak effect on stock excess returns. If we refer to Merton?s (1973) zerointercept criterion, both models are not valid in Indonesia, but they are still valid in Singapore.
The results also find that HML is redundant in explaining variation of excess returns in Indonesia, but it is not redundant in Singapore. The tests of idiosyncratic risk show that Indonesia stock market portfolios are not welldiversified, while Singapore stock market portfolios are well-diversified. The test of intercept difference between Indonesia and Singapore indicates that Singapore market is more efficient than Indonesia market.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T45573
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Effendi
"Penelitian ini menguji kekuatan model Asset Pricing: Model Lima Faktor Fama-French dan Momentum, Model Lima Faktor Fama-French, dan Capital Asset Pricing Model serta untuk menjelaskan variabilitas pengembalian saham di Bursa Efek Indonesia. Untuk menguji kekuatan model Asset Pricing, penulis menetapkan perkiraan in-sample dan out-sample untuk portofolionya. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam menjelaskan variabilitas pengembalian saham di Bursa Efek Indonesia Model Lima Faktor Fama-French dan Momentum lebih baik dalam uji data in-sample dibanding dua model lainnya. Namun pada uji data out-sample Model Lima Faktor Fama-French lebih unggul dibandingkan dua model lainnya.

This research examines the power of the Asset Pricing models: Five Factor Fama-French Model and Momentum, Five Factor Fama-French Model as well as Capital Asset Pricing Model, to explain stock return variability in Indonesian Stock Exchange. To test the power of the Asset Pricing models, author set in-sample and out-of-sample forecast for the portfolios. The results show that in explaining the variability of stock returns on the Indonesia Stock Exchange, the Five Factors Fama-French and Momentum model is better in testing the in-sample data than the other two models. However, in the out-sample data test the Fama-French Five-Factor Model is superior than other two models.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andrianto Pujihantoro
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan model lima faktor dengan faktor profitabiltias berbasis kas dan varian model lima faktor dengan komponen besar dan kecil dari Fama dan French 2016a dalam menjelaskan imbal hasil saham di pasar modal Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah spanning regression dan regresi Ordinary Least Square terhadap portfolio test asset. Berbeda dengan penelitian sebelumnya oleh Sutrisno 2016, secara keseluruhan model faktor ganda Fama dan French termasuk diantaranya adalah model tiga faktor dapat menjelaskan imbal hasil portfolio sampel penelitian ini dengan cukup baik walaupun tidak secara sempurna. Namun hasil penelitian cenderung berpihak kepada model lima faktor dengan faktor profitabiltias berbasis kas.

This study aims to test ability of the five factor model that has been modified with cash based profitability, and it rsquo s big and small components variants from Fama and French 2016a in explaining stock returns in Indonesia rsquo s capital market. The method used in this study is spanning regression and Ordinary Least Square regression of test asset portfolios. Contrary with previous finding by Sutrisno 2016, in general this study found that Fama and French rsquo s multifactor model including the three factor model, although not perfect, can explain the returns of the sample portfolio that is used in this study quite well. Despite that fact the result of this study tend to side with the five factor model with cash based profitability."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T47430
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rian Munanjar
"[Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji empiris model lima faktor Fama dan French di Indonesia. Dengan menggunakan metode value weighted, market risk premium positif mempengaruhi average stock return. Small firm memberikan average return yang positif dan big firm memberikan average return yang lebih rendah dari small firm. Average return meningkat seiring dengan meningkatnya rasio book to market. Operating profitability dan investasi memiliki hubungan yang kecil terhadap average stock return. Metode equally weighted memberikan hasil yang berbeda. Dimana average stock return meningkat seiring dengan meningkatnya operating profitability serta berhubungan negatif dengan investasi. Uji beda excess return di Amerika Serikat dan Indonesia menunjukkan bahwa model lima faktor Fama dan French berlaku secara umum di Indonesia yang merupakan development market. Akan tetapi, perbedaan hasil dari metode value weighted dan equally weighted mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang dapat menjelaskan average stock return di Indonesia.

, This research has purpose to do empirical test of Fama and French Five Factor Model in Indonesia. By using value weighted method, market risk premium is strongly positive for all stock and SMB’s slopes are strongly positive for small stock and slightly negative for big stock. Average stock returns increase with the book to market ratio and show little relation to profitability and investment. By using equally weighted, average stock returns increase with operating profitability and are negatively related to investment. The difference of excess return in USA and Indonesia show that Fama and French five factor model is effective as general in Indonesia, which is known as development market. But, the difference result from value weighted and equally weighted indicates that there is another factor which is able to explain average stock return better in Indonesia.]"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S61571
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sensony Dwi Purwahyu
"Upaya mengembangkan model dengan faktor yang lebih efisien dibanding FF6 factors model sangat berarti untuk strategi berinvestasi di pasar Eropa. Faktor-faktor dieliminasi dengan metode spanning test dan uji significance of intercepts model pada 75 portfolio dengan metrics GRS, A|?i|, SE|?i|, Sharpe ratio, Average Distance, dan NPSI. Dengan confidence level 95%, faktor QMJ dapat menjadi subtitusi faktor RMW, CMA, dan UMD, sedangkan faktor BAB tereliminasi, Hal ini dimungkinkan karena faktor QMJ dibentuk oleh profitability, growth, safety, and payout. Model kombinasi 4 faktor (MKT-SMB-HML- QMJ) menjadi model yang lebih efisien dan sebanding dengan FF6 factors model untuk pasar Eropa.

Developing a parsimony model than the FF6 factors model is meaningful for investing strategy in the European market. Factors were eliminated by spanning test method and significance of intercepts test using GRS statistic, A|?i|, SE|?i|, Sharpe ratio, Average Distance, and NPSI metrics on 75 portfolios. With a confidence level of 95%, QMJ factor can subtitute RMW, CMA, and UMD factors, while BAB factor is eliminated, it can be explained that QMJ factor is formed by profitability, growth, safety, and pay-out. The combination model result (MKT-SMB-HML-QMJ) is more parsimonous and comparable to the FF6 factors model for the European market"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Clarissa Hapsari
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan portofolio dengan menggunakan model Fama-French Lima Faktor dengan modifikasi pada variabel profitabilitas. Pembentukan portofolio yang berbeda akan dilakukan untuk tiga macam variabel, yaitu berdasarkan laba operasional tahunan per total ekuitas RMW, laba operasional bulanan per total ekuitas ROE, dan laba operasional tahunan per total aset ROA. Portofolio jenis pertama ditujukan untuk variabel RMW, portofolio jenis kedua untuk variabel ROE, dan jenis ketiga untuk variabel ROA. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berbasiskan model Fama-French Lima Faktor 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan pembentukan portofolio untuk variabel RMW memiliki pengaruh yang paling tinggi terhadap return saham. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Fama-French 2015.

This study aims to analyze the portfolio formations using Fama French five factors model with modification on profitability variable. Different portfolio formations are performed for three kinds of profitability variables, which are annual operating profit per total equity RMW, monthly operating profit per total equity ROE, and annual operating profit per total assets ROA. The first portfolio formation type is for RMW variable, the second portfolio formation type is for ROE variable, and the third portfolio type is for ROA variable. The method used in this study is based on the Fama French Five Factor Model 2015. The result shows portfolio formation for RMW variable has the highest impact on stock return. This result is consistent with the results of the Fama French 2015. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sitanggang, Okta Martua
"Volatilitas Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat signifikan pada periode pandemi Covid-19. Pada periode ini return predictability dan volatilitas harga pada index saham mengalami single structural break. Terdapat kekhawatiran pada kalangan investor dan akademisi bahwa model pendekatan dari asset pricing yang selama ini secara empiris diterima, tidak mampu menjelaskan return maupun excess return dari suatu aset atau investasi pada periode pandemi Covid-19. Penelitian ini menguji signifikansi faktor size (market capitalization),  profitability, value (book-to-market), investment, dan market risk premium (Rm-Rf) terhadap excess return portofolio saham pada Bursa Efek Indonesia selama periode pandemi Covid-19. Studi awal menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 mempengaruhi sentimen investor, menyebabkan para investor panik serta pesimis terhadap investasinya. Selain itu, terdapat deviasi dari efficient market hypothesis selama beberapa periode pandemi di beberapa negara sehingga harga saham tidak sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia. Setelah dilakukan pengujian, ditemukan bahwa faktor size (market capitalization),  profitability, value (book-to-market), investment, dan market risk premium (Rm-Rf) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap excess return portofolio saham pada Bursa Efek Indonesia selama periode pandemi Covid-19.

The volatility of the Indonesia Stock Exchange (IDX) increased significantly during the Covid-19 pandemic. During this period, return predictability and price volatility on the stock index experienced a single structural break. There is concern among investors and academics that the asset pricing model that has been empirically accepted is not able to explain the return or excess return of an asset or investment during the Covid-19 pandemic. This study examines the significance of factor size (market capitalization), profitability, value (book-to-market), investment, and market risk premium (Rm-Rf) for the excess return of stock portfolios on the Indonesia Stock Exchange during the Covid-19 pandemic period. Preliminary studies show that the Covid-19 pandemic has affected investor sentiment, causing investors to panic and be pessimistic about their investments. In addition, there were deviations from the efficient market hypothesis during several pandemic periods in several countries so that stock prices did not fully reflect the available information. After testing, it is found that the factor size (market capitalization), profitability, value (book-to-market), investment, and market risk premium (Rm-Rf) did not have a significant effect on the excess return on stock portfolios on the Indonesia Stock Exchange during the pandemic Covid-19 period."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutia Syahlena
"ABSTRAK
Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk menganalisis keberadaan anomali Monday effect di Bursa Efek Indonesia. Kedua, untuk membuktikan bahwa anomali Monday effect secara signifikan dapat dijelaskan dengan menggunakan model tiga faktor Fama-French. Variabel dependen dari penelitian ini adalah excess return harian serta memasukkan variabel dummy dan conditional variance sebagai variabel independen dalam regresi nya. Untuk memenuhi tujuan penelitian kedua, faktor risiko yaitu return pasar dan size premium dimasukkan ke dalam model regresi. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur volatilitas return adalah metode autoregressive conditional heteroskedasticity ARCH dan generalized autoregressive conditional heteroskedasticity GARCH . Hasil penelitian menemukan bahwa adanya anomali Monday effect di Bursa Efek Indonesia. Anomali Monday effect tersebut dapat dijelaskan oleh faktor risiko yaitu return pasar dan ukuran perusahaan.

ABSTRACT
There are two purposes in this study. First to analyze whether anomaly of Monday effect exist in Indonesia Stock Exchange. Second, to examine whether Monday effect can be explained by Fama French rsquo s three factor model. Dependent variable of this study is daily axcess return which includes dummy variable and conditional variance as independent variables in its regression. To fulfil the second purposes, market return and size premium are included in the regression model. Autoregressive conditional heteroskedasticity ARCH and generalized autoregressive conditional heteroskedasticity GARCH were used as analytical methods to measure return volatility. The results in the study show that anomaly of Monday effect exist in Indonseia Stock Exchange. Furthermore, anomaly of Monday effect are explained by market return and the size of the firms.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
S67673
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>