Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 247170 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anisa Hayyu
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak market timing dimana market timing tersebut dibagi kedalam dua bentuk yaitu equity market timing dan debt market timing terhadap struktur modal yang diproksikan oleh book leverage dan market leverage, pada perusahaan yang bergerak di bidang properti, real estate dan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011 ndash; 2015. Penelitian ini menggunakan model regresi least square dengan fixed effect method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa market timing dalam hal ini equity market timing dan debt market timing memiliki dampak yang signifikan terhadap struktur modal baik yang di proksikan oleh book leverage maupun market leverage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak market timing dimana market timing tersebut dibagi kedalam dua bentuk yaitu equity market timing dan debt market timing terhadap struktur modal yang diproksikan oleh book leverage dan market leverage, pada perusahaan yang bergerak di bidang properti, real estate dan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011 ndash; 2015. Penelitian ini menggunakan model regresi least square dengan fixed effect method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa market timing dalam hal ini equity market timing dan debt market timing memiliki dampak yang signifikan terhadap struktur modal baik yang di proksikan oleh book leverage maupun market leverage.

This research is aimed to analyze the impact of market timing where market timing is divided into two forms, namely equity market timing and debt market timing on capital structure proxied by book leverage and market leverage, in companies engaged in property, real estate and construction listed in Indonesia Stock Exchange in the period 2011 2015. This research uses the least square regression model with fixed effect method. The results of this study indicate that market timing in this case equity market timing dan debt market timing has a significant impact on capital structure both proxied by book leverage and market leverage. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pratiwi Ningsih
"Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuktikan apakah capital structure di Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam sesuai dengan equity market timing hypothesis yang diajukan oleh Baker dan Wurgler (2002). Pada penelitian ini ditemukan bahwa efek dari perubahan leverage memang memiliki pengaruh melalui net equity issue pada Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam seperti yang diajukan oleh equity market timing. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian, ditemukan juga hasil yang negatif antara external financing weighted average market-to-book ratio sebagai proxy equity market timing dengan book leverage dan market leverage di Indonesia dan Malaysia. Pada Filipina, hubungan negatif hanya terdapat pada book leverage namun tidak pada market leverage. Sedangkan pada Vietnam, hubungan antara external financing weighted average dengan book leverage dan market leverage ditemukan positif yang berarti tidak ditemukannya efek equity market timing pada Vietnam dan lebih cenderung konsisten pada trade-off theory.

This research investigates the relevance of equity market timing hypothesis on capital structure decision in Indonesia, Malaysia, Philippines, and Vietnam listed firms as introduced by Baker and Wurgler (2002). This research found that the effect on leverage explained by the market-to-book ratio comes through net equity issue in Indonesia, Malaysia, Philippines, and Vietnam as equity market timing theory implies. Furthermore, this research use external financing weighted average market-to-book ratio as an equity market timing proxy. This research documented that there are negative relationship between external financing weighted average market-to-book ratio and book leverage and market leverage in Indonesia and Malaysia. In Philippines, the negative relationship just appeared for book leverage, but not for market leverage. In Vietnam, this research found that there is a positive relationship between external financing weighted average market-to-book ratio and both book leverage and market leverage. This finding is inconsistent with the market timing hypothesis and more in line with trade-off theory."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45847
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Wildan
"ABSTRACT
Skripsi ini menganalisis pengaruh market timing khusus terhadap struktur modal perusahaan yang tercatat pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dengan menggunakan factor market timing yaitu EFWAMTB dan EWAMTB, rata-rata perubahan permintaan yield, rasio market to book, profitabilitas, tangibilitas, size dan risk terhadap leverage baik book leverage maupun market leverage. Data variabel-variabel tersebut disusun menjadi data panel dan dilakukan analisis menggunakan metode OLS. Hasil penelitian ini menunjukkan proksi market timing memiliki hubungan negatif terhadap perubahan leverage sementara perubahan permintaan yield berhubungan posistif terhadap perubahan leverage. Hasil penelitian ini konsisten dengan apa yang telah diteliti oleh Baker dan Wurgler pada tahun 2002 yang mengukur proksi market timing dengan struktur modal pada waktu sebelum IPO, saat IPO dan setelah IPO.

ABSTRACT
This undergraduate thesis analyzes the influence of specific market timing on the companys capital structure recorded in the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) using a market timing factor EFWAMTB and EWAMTB, average yield demand changes, market to book ratio, profitability, tangibility, size and risk to leverage both book leverage and market leverage. The data of these variables are arranged into panel data and analyzed using the OLS method. The results of this study indicate that the market timing proxy has a negative relationship to leverage changes while changes in yield demand are positively related to changes in leverage. The results of this study are consistent with what was examined by Baker and Wurgler in 2002 who measured the proxy of market timing with the capital structure at the time before the IPO, during the IPO and after the IPO."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fargan Aji Permana
"Tesis ini membahas mengenai kinerja, konsistensi kinerja, kemampuan market timing, dan security selection dari reksadana saham di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel sepuluh reksadana saham yang pernah tercatat sebagai reksadana terbaik di Indonesia dengan periode pengukuran bulan Mei 2011 hingga Desember 2015. Pengukuran kinerja dan konsistensi kinerja reksadana menggunakan Sharpe Ratio dan Information Ratio, sedangkan pengukuran kemampuan market timing dan security selection menggunakan model Terynor-Mazuy, Henriksson-Merton dan Goetzmann- Ingersoll-Ivkovic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reksadana Schroder Dana Prestasi memiliki kinerja dan konsistensi kinerja terbaik. Di samping itu tidak terdapat reksadana yang memiliki kemampuan market timing dan security selection.

This thesis discusses the performance, consistency of performance, market timing and security selection ability of mutual funds in Indonesia. This research is a quantitative research using a sample of ten equity mutual funds were once listed as the best mutual funds in Indonesia. Measurement of performance and consistency using the Sharpe Ratio and Information Ratio, while the measurement of market timing and security selection using Treynor-Mazuy, Henriksson-Merton and Goetmann-Ingersoll-Ivkovic model. The result showed that Schroder Dana Prestasi have the best in performance and consistency of performance. Besides, there were no funds have the ability of market timing and security selection."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Natalia Dewi Sari
"Market timing dan dampalcnya terhadap stmktur modal telah berkembang menjadi topik yang kontroversial sernenjak penelitian Baker dan Wurgler (2002) dimana market timing mempengaruhi struktur modal secara persisten. Mereka mengcmukakan teori baru mengenai market timing yang menyatakan bahwa stmlctur modal perusahaan merupakan hasil kumulatif atas semua usaha dimasa lalu dalam upaya time to equigr marketf Hal ini bertentangan dengan teori sebelumnya tentang traditional static trade-of atau teori pecking order.
Tesis ini membahas apakah penerbitan saham pada sektor-sektor industri non keuangan digerakkan oleh mimrioing of equity, apakah upaya market timing IPO mempengaruhi perubahan struktur modal dan apakah perubahan stmktur modal yang disebabkan efek market timing [PO bcrsifat menetap/persisten. Penelitian ini mengambil sampel perusahaan-pemsahaan dalam industri non keuangan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2000-2002. Penelitian menggunakan data panel industri non keuangan pada satu tahun sebelum pelalcsanaan IPO sampai dengan tahun kelima setelah IPO. Analisis dilakukan dengan melakukan regresi panel atas rasio market to book, dan historis rasio market to book terhadap leverage perusahaan.
Hasil penelitian mcnunjukkan bahwa penerbitan ekuitas perusahaan digerakkan oleh adanya mispricing. Dibuktikan dcngan adanya periode overvaluation pada tahun IPO, dimana rasio market to book pada tahun tersebut bergerak lebih tinggi dibandingkan tahun sebelum pelaksanaan IPO. Rasio market to book saat ini berpengaruh negatif terhadap perubahan book leverage. Seperti dikemukakan oleh penelitian sebelumnya, penelitian ini menernukan bahwa leverage pemsahaan memiliki hubungan negatif dengan historis rasio market to book pada keselumhan industri. Namun, dampak equity market timing terhadap leverage hanya berlangsung dalam jangka pendek dan tidak menetap/tidak persisten
Market timing and its effect to capital structure has been developed as controversial issue since the research of Baker and Wurgler (2002) revealed that market timing persistently affects capital structure. The theory suggests that capital structure is the cumulative outcome of past attempts to time to equity market? This is contrary to previous studies either to traditional static trade-ot? or pecking order theory.
This thesis examines whether equity issuance in non-iinancial industrial sectors is driven by mispricing of equity, whether IPO market timing effort aE`ects the change of capital structure, and persistency on the change of capital structure. The sample is taken from non~iina.ncial industrial firms which going public through Initial Public Offering (IPO) in Indonesia Stock Exchange during 2000- 2002. Panel data of those Hrms will be taken from one year preceded the IPO to tive years after IPO. The analysis is executed through panel regression of market to book ratio, and historical of market to book ratio against leverage of the iimrs.
The result shows that equity issuance is driven by mispricing. It is proven by overvaluation period on IPO year, reflected by higher market to book ratio relative to preceded year. Current market to book ratio is negatively related to the change of book leverage. As claimed by previous studies, this observation finds that leverage of firms is negatively related to historical of market to book ratio in all non-financial industrial sectors. The effect of equity market timing to leverage of the firms is short-lived and not persistent.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Amalya Rachmanti
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur kepemilikan (institutional dan managerial ownership) dan corporate governance (board size dan non-executive directors) terhadap struktur modal. Menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2013, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hasil yang signifikan antara struktur kepemilikan dan corporate governance terhadap struktur modal. Return on asset (ROA) sebagai variabel kontrol juga mempunyai hasil yang signifikan dengan struktur modal namun firm size mempunyai hasil yang tidak signifikan terhadap struktur modal. Maka, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa struktur kepemilikan dan corporate governance mempunyai peran penting pada struktur modal perusahaan manufaktur.

This research aims to analyze the effect of ownership structure (institutional and managerial ownership) and corporate governance (board size and non-executive directors) on capital structure. By using listed manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange for the period of 2008-2013 as a sample, results reveal that ownership structure and corporate governance are significantly correlated with capital structure. Return on asset as control variable has significant correlation with capital structure, but as for firm size has insignificant correlation with capital structure. Therefore, results suggest that ownership structure and corporate governance play important roles in a firm's capital structure."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratu Hasanah Semarini
"Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memberikan bukti empiris pengaruh tata kelola perusahaan terhadap struktur modal dengan market timing sebagai moderasi. Unsur tata kelola perusahaan yang diteliti adalah efektifitas dewan komisaris, efektifitas anggota direksi, kepemilikan keluarga, dan kepemilikan institusional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan observasi sebanyak 1,012 perusahaan non keuangan pada tahun 2012-2014. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh signifikan negatif terhadap leverage (struktur modal). Kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap leverage. Efektifitas dewan komisaris dan direksi tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage. Struktur kepemilikan keluarga yang dimoderasi dengan variabel market timing hot memperkuat pengaruh negatif terhadap leverage, begitu juga yang terjadi dengan kepemilikan institusional yang berinteraksi dengan market timing hot. Kepemilikan keluarga yang di moderasi dengan market timing cold memperkuat pengaruh negatif terhadap leverage. Struktur kepemilikan institusional yang dimoderasi oleh market timing cold secara tidak signifikan akan memperlemah pengaruh negatif kepemilikan institusional terhadap leverage.

The purpose of this study is to analyze and to provide empirical evidence on the effects of corporate governace on capital structure and market timing as moderator. Elements of corporate governace used are board of commissioner effectivity, board of director effectivity, family ownership, and institusional ownership. The method used in this research in regression using panel datawith 1,012 observation of non financial industries. For periode 2012-2014. The results of this study show that family ownership has significant negative effect on leverage (capital structure). Institutional ownership has significant negative effect on leverage. Board of commissioners’ and directors’ effectiveness has no significant effect on leverage. Family ownership moderated by hot market timing strengthen the negative effect on leverage. Family ownership moderated by cold market timing strengthen the negative effect on leverage. Institutional ownership moderated by hot market timing strengthens the negative effect on leverage. Institutional ownership moderated by cold market timing weakens the negative effect on leverage."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firda Amelia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlangsungan survivability status listing perusahaan setelah melakukan aksi korporasi reverse stock split. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2000 ndash; 2015. Keberlangsungan survivability status listing perusahaan dilihat dari pengaruh variabel total asset, ROA, volatilitas pasar, kenaikan harga saham yang dilihat dari return mingguan, periode perdagangan, ex-date return, dan leverage. Metode analisis yang digunakan adalah logistic regression model dengan data cross section.
Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari total asset, ROA, volatilitas pasar, kenaikan harga saham, periode perdagangan, ex-date return, dan leverage terhadap keberlangsungan survivability status listing perusahaan setelah melakukan reverse stock split. Pengaruh yang tidak signifikan dari variabel tersebut kemungkinan disebabkan oleh regulasi dan bentuk pasar efisien. Regulasi dan bentuk pasar efisien menyebabkan perbedaan pandangan mengenai penting atau tidaknya reverse stock split bagi perusahaan untuk menghindari kemungkinan delisting dari Bursa.

The objective of this study is to examine the listing survivability of firms after reverse stock split. This study is using data of listed firms in Indonesian Stock Exchange for the period 2000 ndash 2015. The listing survivability of firms associated with total asset, ROA, market volatility, stock price run up, trading period, ex date return, and leverage. The analysis method used in this study is logistic regression model with cross section data.
This study found that total asset, ROA, market volatility, stock price run up, trading period, ex date return, and leverage doesn rsquo t have a significant effect with survivability of firms after reverse stock split. The regulation and form of market efficiency cause a difference of view about the importance of reverse stock split for a firm to avoid the probability of delisting from stock exchange."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S66544
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adzhani Aprilla
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adakah perilaku Myopic Loss Aversion pada Pasar Modal di Indonesia periode 2016-2017. Proksi yang digunakan untuk mengukur periode evaluasi adalah meanreturndaily dan meanreturnweekly dari marketbenchmark dan industrybenchmark, sedangkan untuk penghindaran kerugian, proksi yang digunakan adalah meanreturn volatitily, nilai regresi dan nilai residual dari marketbenchmark dan industrybenchmark. Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan yang melakukan perilaku Myopic Loss Aversion karena dipengaruhi oleh periode evaluasi memiliki nilai meanreturndaily yang lebih besar dibandingkan nilai meanreturnweekly dari harga penutupan saham perusahaan. Hasil dari penelitian ini juga menemukan bahwa perilaku Myopic Loss Aversion juga terjadi karena dipengaruhi oleh penghindaran kerugian, hal tersebut terlihat pada nilai meanreturnvolatility, nilai regresi, dan nilai residual daily yang lebih besar dibandingkan nilai dari weekly ketiga mean tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa terdapat perilaku Myopic Loss Aversionyang dipengaruhi oleh periode evaluasi dan penghindaran kerugian yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan perlu memperhatikan kondisi internal perusahaan dan peristiwa ekonomi relevan yang terjadi.

ABSTRACT
This study aims to analyze whether there is a behavior of Myopic Loss Aversion in the Capital Market in Indonesia for the period 2016-2017. The proxy used to measure the evaluation period is the mean return daily and weekly from the market benchmark and industry benchmark, while for loss aversion, the proxy used is the mean return volatitily, the regression value and the residual value from the market benchmark and the industry benchmark. This study found that companies that conduct Myopic Loss Aversion behavior because it is influenced by the evaluation period has a mean return daily value that is greater than the mean return weekly value of the closing price of the company's stock. The results of this study also found that the behavior of Myopic Loss Aversion also occurs because it is influenced by loss aversion, it can be seen in the mean return volatility, regression value, and residual daily value that is greater than the value of the third mean weekly. This condition indicates that there is a behavior of Myopic Loss Aversion which is influenced by periods of evaluation and avoidance of losses carried out by the company. Thus, the company needs to pay attention to the internal conditions of the company and relevant economic events that occur."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sahala, Johannes Marthin
"ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba dan market timing pada saat Seasoned Equity Offerings (SEO) dengan informasi asimetri sebagai variabel moderasi. Ukuran perusahan diukur dengan logaritma natural dari total aset. Informasi asimetri diukur dengan bid-ask spread. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dan regresi logistik dengan sampel 126 right issue yang dilakukan oleh 92 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2002-2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba yang dilakukan perusahaan pada saat SEO. Informasi asimetri akan memperkuat pengaruh negatif tersebut. Hal ini mengindikasikan manajemen laba lebih banyak dilakukan oleh perusahaan kecil. Ukuran perusahaan tidak mempengaruhi probabilita perusahaan dalam melakukan market timing pada saat SEO. Informasi asimetri tidak memperkuat atau memperlemah probabilita tersebut. Hal ini mengindikasikan probabilita perusahaan melakukan market timing pada saat SEO, tidak dipengaruhi oleh ukuran perusahaan.


ABSTRACT

This research aimed to know the influences of firm size on earning management and market timing at Seasoned Equity Offerings (SEO) with asymmetry information as moderating variabel. Firm size is assesed by natulral logarithm of total asset. Asymmetric information assesed by bid-ask spread. Hypothesis-testing used double linear and logistic regression, with sample 126 right issues from 92 emittens, that are traded at Indonesia Stock Exchange in 2002 until 2012. The results of this research represent that the firm size has a negative influences on earning management at SEO. The existence of asymmetry information can increase the negative influences of firm size on earning management. This gives evidence that in SEO earning management is more likely to be done by small firms. Next result, probability of a firm to do market timing doesn’t affected by firm size at SEO. The existence of asymmetry information doesn’t increase or decrease the probability of a firm to do market timing. This gives evidence that in SEO market timing doesn’t affected by firm size.

"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S56592
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>