Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 231904 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurul Fitriana Dewi
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kecemasan matematika dan penggunaan strategi metakognisi pada penyelesaian soal cerita matematika pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Depok, Jawa Barat. Hal ini didasarkan pada kondisi ketika individu mengalami kecemasan, maka ia akan mudah merasa tidak berdaya, sehingga menyebabkan tidak munculnya strategi metakognisi untuk menyelesaikan soal. Sebanyak 82 siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Depok, Jawa Barat turut serta dalam penelitian ini. Kecemasan matematika diukur menggunakan adaptasi alat ukur Math Anxiety Questionnaire MAQ dan strategi metakognisi diukur dengan teknik think aloud menggunakan protokol dua soal cerita matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang negatif dan signifikan antara kecemasan matematika dan penggunaan strategi metakognisi dalam penyelesaian soal cerita matematika pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar.
ABSTRAK

This research has a purpose to see the relationship between Mathematic Anxiety and Metacognitive Strategy on Completion Mathematic rsquo s Word Problem among 3rd Elementary Student in Depok, West Java. This research based on condition when students have anxiety, they will feel helpless and this feeling makes their metacognition stretegies doesn rsquo t exist, so they can rsquo t complete their problems. 82 3rd elementary students in Depok, West Java participated in this study. Math anxiety was measured by adaptation of Math Anxiety Questionnaire MAQ and metacognion strategy was measured by think aloud technique with two mathematic rsquo s world problem rsquo s protocols. The result of this study show the existence of negative and significant correlation between Mathematic Anxiety and Metacognitive Strategy on Completion Mathematic rsquo s Word Problem among 3rd Elementary Student."
2017
S67314
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ariyati
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sikap terhadap matematika dan strategi metakognisi dalam penyelesaian soal cerita matematika pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar SD. Pengukuran sikap terhadap matematika dilakukan menggunakan alat ukur Math and Me Survey M MS yang telah diadaptasi. Strategi metakognisi diukur menggunakan teknik think aloud menggunakan soal cerita matematika. Responden didapatkan dari dua Sekolah Dasar Depok berjumlah 89 responden dengan rentang usia 8 sampai 10 tahun yang berada pada tahap perkembangan operasi konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara sikap terhadap matematika dan strategi metakognisi r=0,229.

This research was conducted to find out whether there is a correlation between attitudes toward mathematics and metacognitive strategies in completion mathematics word problems among grade 3rd students of elementary school SD . Measurement of attitudes toward mathematics by using adapted Mathematics and Me Survey M MS tools. Metacognitive strategies use the technique of think aloud using mathematics word problems. Respondents were obtained from two Depok Primary Schools with 89 respondents with an age range of 8 to 10 years who were at the stage of developmental concrete operations. The results showed a significant positive relationship between attitudes toward mathematics and metacognitive strategies r 0.229, p."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S67483
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inggar Trihimastin Cahayasti
"ABSTRACT
Salah satu ilmu pengetahuan yang mendasar untuk dipelajari ialah matematika. Di Indonesia, matematika dipelajari dari pendidikan prasekolah hingga pendidikan tinggi. Walau demikian, prestasi matematika siswa Indonesia belum membanggakan karena berdasarkan studi internasional PISA dan TIMSS pada tahun 2015, Indonesia masih berada di peringkat bawah. Prestasi matematika berkaitan erat dengan domain kognitif yang mana tidak hanya membutuhkan kognisi, tetapi juga melibatkan metakognisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai hubungan antara penggunaan strategi metakognisi dalam penyelesaian soal cerita matematika dan prestasi matematika pada siswa kelas 3 Sekolah Dasar SD . Partisipan pada penelitian ini berjumlah 94 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara positif antara penggunaan strategi metakognisi dan prestasi matematika pada siswa kelas 3 SD r = 0,35, p < 0,01, 1-tailed . Hal tersebut membuktikkan bahwa siswa yang menggunakan strategi metakognisi dalam pembelajaran matematika menunjukkan prestasi matematika yang baik pula.

ABSTRACT
One of the fundamental science to be learned is mathematics. In Indonesia, mathematics is learned from preschool to higher education. Nevertheless, based on the international study, PISA and TIMSS in 2015, mathematics achievement of Indonesian students is still ranked at the bottom. Mathematics achievement is closely related to the cognitive domain which not only requires cognition, but also involves metacognition. This study aims to further examine about the relationship between the use of metacognitive strategy on completion mathematics word problem and mathematics achievement among 3rd elementary students. Participants in this study amounted to 94 people from several elementary schools. The results of this study indicate that there is a positively significant relationship between the use of metacognitive strategy and mathematics achievement among 3rd elementary students r 0,35, p 0,01, 1 tailed . It proves that students who use metacognition strategy in mathematics learning show good mathematics achievement as well. "
2017
S67316
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stephanie Yuanita Indrasari
"ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk melihat adanya hubungan antara keyakinan matematika dan penggunaan strategi metakognisi dalam penyelesaian soal cerita matematika pada siswa/i kelas 3 SD. Hal ini didasari teori bahwa kedua variabel tersebut memengaruhi dalam penyelesaian soal matematika. Penelitian ini melibatkan 96 siswa/i kelas 3 SD di daerah Depok, Jawa Barat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Knowledge Measurement Assessment KMA untuk mengukur keyakinan matematika dan teknik think-aloud dengan protokol 2 soal cerita matematika untuk mengukur penggunaan strategi metakognisi. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara keyakinan matematika dan penggunaan strategi metakognisi pada penyelesaian soal cerita matematika r = 0,30, p < 0,01, 1-tailed . Hal itu membuktikan bahwa semakin besar keyakinan siswa/i akan kemampuan matematikanya, maka akan semakin baik penggunaan strategi metakognisinya.

ABSTRACT
This research is purposed to see the relationship between mathematics belief and metacognitive strategy use in completion of arithmetics word problem among 3rd elementary school students. It is based on theory that these two variables have impact to mathematics completion process. 96 3rd grade elementary school students in Depok, West Java participated in this study. Instruments used in this research are KMA to measure mathematics belief and think aloud technique with two arithmetic word problem rsquo s protocols to measure metacognitive strategy. The result show the existence of positive and significant relationship between mathematics belief and metacognition strategy r 0,30, p 0,01, one tailed . This result proves that students who have better belief in mathematics, will use their metacognition strategies better. "
2017
S67162
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rani Aprilia
"Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana peran pengetahuan metakognitif dalam memediasi pengaruh dari minat matematika terhadap kecemasan matematika yang dialami oleh siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Data penelitian berasal dari 366 siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Jakarta Selatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari alat ukur Modified Abbreviated Math Anxiety Scale, subskala interest value dari Subjective Task Value Scale, dan Metacognitive Knowledge in Mathematics Questionnaire. Berdasarkan hasil analisis, minat matematika berpengaruh secara signifikan terhadap kecemasan matematika. Selain itu, pengaruh dari minat matematika juga dimediasi oleh tiap-tiap dimensi dari pengetahuan metakognitif, yaitu self (a1b1 = -0,48, BCa CI [-0,71, -0,26]), task (a2b2 = -0,29, BCa CI [-0,49, -0,08]), dan strategy (a3b3 = -0,06, BCa CI [-0,14, -0,02]). Namun, total direct effect dari minat matematika terhadap kecemasan matematika ternyata lebih besar dibandingkan total indirect effect-nya, yaitu sebesar -0,974 dengan rentang confidence interval -1,258 sampai -0,690. Artinya, pengetahuan metakognitif hanya memediasi pengaruh antara minat matematika dengan kecemasan matematika secara partial, atau dengan kata lain pengaruh minat matematika secara langsung terhadap kecemasan matematika lebih besar dibandingkan dengan pengaruh minat matematika terhadap kecemasan matematika melalui pengetahuan metakognitif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar peneliti juga memeriksa regulasi metakognitif dari siswa serta melakukan penelitian di wilayah selain Jakarta Selatan.

This study conducted to see how the role of metacognitive knowledge in mediating the influence of math interest on math anxiety experienced by grade 5 elementary school students. The research data came from 366 grade 5 elementary school students in South Jakarta. Data collection was carried out using a questionnaire consisting of the Modified Abbreviated Math Anxiety Scale, the interest value subscale of the Subjective Task Value Scale, and the Metacognitive Knowledge in Mathematics Questionnaire. Based on the results of the analysis, math interest significantly influences math anxiety. In addition, the influence of math interest is also mediated by each dimension of metacognitive knowledge, namely self (a1b1 = -0,48, BCa CI [-0,71, -0,26]), task (a2b2 = -0,29, BCa CI [-0,49, -0,08]), and strategy (a3b3 = -0,06, BCa CI [-0,14, -0,02]). However, the total direct effect of math interest on math anxiety turns out to be greater than the total indirect effect, which is -0.974 (BCa CI [-1.258 to -0.690]). That is, metacognitive knowledge only mediates the influence between math interest and math anxiety partially, or in other words the direct effect of math interest on math anxiety is greater than the indirect effect of math interest on math anxiety through metacognitive knowledge. For further research, it is recommended that researchers also examine the metacognitive regulation of students and conduct research in areas other than South Jakarta."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Primalita Putri Distina
"Pada proses belajar mengajar di sekolah, siswa diharapkan mampu berhasil secara akademis, tak terkecuali siswa Sekolah Dasar. Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan yang membuat siswa memiliki pencapaian akademis rendah di sekolah, yang salah satunya adalah kesulitan belajar Westwood, 2008; Commodari, 2012. Salah satu penyebab dari kesulitan belajar adalah atensi yang buruk Westwood, 2008. Siswa tidak akan bisa mencapai keberhasilan secara akademis tanpa fokus dan terikat pada tugas-tugas yang diberikan saat belajar di kelas York, Gibson, Rankin, 2015. Perilaku fokus dan terikat pada tugas ini disebut sebagai perilaku berorientasi tugas. Perilaku berorientasi tugas pun menjadi salah satu faktor penting dari performa akademis di kelas, termasuk dalam pelajaran matematika King, 2012. Performa akademis matematika dilihat dari produktivitas subjek mengerjakan soal-soal yang diberikan dan ketepatan subjek dalam menjawab soal-soal tersebut dengan benar Reid, dalam Rafferty Raimondi, 2009. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program intervensi self-monitoring dalam meningkatkan perilaku berorientasi tugas dan performa akademis matematika pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar dengan kesulitan belajar. Penelitian ini menggunakan desain single-subject, tipe desain A-B dengan tahap tindak lanjut. Alur program terdiri dari tahap baseline, pengajaran self-monitoring, pelaksanaan intervensi, dan satu minggu kemudian mendapatkan pengukuran kembali pada tahap tindak lanjut. Efektivitas program intervensi dilihat dengan menggunakan percentage of non-overlapping data PND dan analisis visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program intervensi self-monitoring efektif untuk meningkatkan perilaku berorientasi tugas dan produktivitas pengerjaan tugas pada subjek, tetapi tidak pada ketepatan menjawab soal dengan benar. Hasil pengukuran pada tahap tindak lanjut menunjukkan kemampuan subjek mempertahankan perilaku berorientasi tugas, produktivitas, dan ketepatan dalam menjawab soal.

In the process of teaching and learning in school, students are expected to be able to succeed academically, no exception for Elementary School students. However, there are some obstacles that make students have low academic achievement in school, and one of them is learning difficulty Westwood, 2008, Commodari, 2012. One of the causes of learning difficulties is poor attention Westwood, 2008. Students will not be able to achieve academic success without being focused and attached to the tasks while studying in the classroom York, Gibson, Rankin, 2015. The focus and attach on the tasks behavior is called on task behavior. On task behavior becomes one of the important factors of academic performance in the classroom, including in mathematic subject King, 2012. Mathematic academic performance could be seen from student productivity working on assignment and student accuracy in answering the task correctly Reid, in Rafferty Raimondi, 2009. This study aims to examine the effectiveness of self monitoring intervention program in enhancing on task behavior and mathematic academic performance for 5th grade Elementary School student with learning difficulty. This study used a single subject design, type A B design with follow up phase. The program consisted of the baseline stage, self monitoring training, the intervention phase and the follow up stage a week later. The effectiveness of intervention program was measured using percentage of non overlapping data PND and visual inspection. The results indicated that self monitoring intervention program was effective to improve on task behavior and productivity, but not accuracy. Measurement in follow up stage showed students 39 ability to maintain on task behavior, productivity, and accuracy. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2017
T49179
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Mitra Rachmawati
"Tanggung jawab siswa berkaitan dengan pencapaian prestasi akademiknya. Prestasi ini juga didukung oleh guru, terutama melalui efektivitas mengajar guru selama di kelas. Pada penelitian ini akan diketahui hubungan antara tanggung jawab siswa dalam lingkup pendidikan dengan persepsi siswa terhadap efektivitas mengajar guru, khususnya mata ajar matematika, pada siswa kelas 2 SMA. Tanggung jawab dalam lingkup pendidikan dilihat melalui enam faktor yaitu hasil kerja yang bermutu, kesediaan menanggung resiko, pengikatan diri pada tugas, memiliki prinsip hidup, kemandirian, dan keterikatan sosial (Sukiat, 1993).
Persepsi efektivitas mengajar guru dilihat melalui persepsi siswa dalam area perencaan, pengajaran, penilaian, dan manajemen kelas (Hubbard, 2001). Partisipan dalam penelitian ini berasal dari satu sekolah negeri dan satu sekolah swasta di Depok. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tanggung jawab siswa dengan persepsi efektivitas mengajar guru pada mata ajar matematika. Selain itu, diketahui juga beberapa karakteristik guru yang dianggap efektif oleh siswa.

Students' responsibility has a correlation in their academic achievements. This academic achievements also supported by teachers, especially in teachers' effectiveness during the class. This study will find out the correlation between students' academic responsibility in educational context and students' perception of effective teaching, especially in mathematic, among students at second grade in senior high school. Responsibility in educational context was seen through six factors, sterling result, willingness to take a risk, task fulfillment, having a life principle, self-autonomous, and social bonding (Sukiat, 1993).
Perception of effective teaching was seen through students? perception in four areas namely, planning, instruction, grading, and classroom management (Hubbard, 2001). Participants of this study derive from derive from one public high school and one private high school located in Depok. Result indicated that there was a significant correlation between students' responsibility and students? perception of effective teaching in mathematic. Beside this result, study also showed some teachers' characteristics that students repute as effective.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aga Komara Lourantini
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemantauan pengetahuan dan motivated strategies for learning memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan pemahaman bacaan pada siswa kelas 5 sekolah dasar di Depok. Kemampuan pemahaman bacaan adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk memperoleh informasi, menemukan konteks dan membangun makna dari bahan bacaan. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner, knowledge monitoring assessment dan alat tes kemampuan pemahaman bacaan pada 88 siswa kelas 5 yang berasal dari 3 sekolah dasar yang berbeda. Dari hasil analisis korelasi bivariat ditemukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara pemantauan pengetahuan dan motivated strategies for learning dengan kemampuan pemahaman bacaan. Siginifikansi hubungan pemantauan pengetahuan dan kemampuan pemahaman bacaan ditunjukkan dengan korelasi Pearson sebesar 0,377, dan nilai korelasi Pearson untuk signifikansi hubungan motivated strategies for learning dan pemantauan pengetahuan adalah 0,232. Semakin tinggi pemantauan pengetahuan dan motivated strategies for learning maka semakin tinggi kemampuan pemahaman bacaan siswa, begitu pula sebaliknya. Diskusi dan saran diberikan sehubungan dengan hasil penelitian tersebut.

The aim of this research is to find the relationship of knowledge monitoring and motivated strategies for learning with reading comprehension in Depok 5th-grade student. Reading comprehension defined as an ability to obtain information, find context and constructing meaning from the context of reading. Data were collected through self-report questionnaire, knowledge monitoring assessment and reading comprehension test filled by 88 of 5th-grade elementary school students from three public elementary schools in Depok. The result of correlation analyses showed that knowledge monitoring and motivated strategies for learning significantly correlated with reading comprehension. The significance of monitoring the knowledge and ability of reading comprehension shown by Pearson correlation (r) of 0.377, and the value of Pearson's correlation significance of the relationship motivated strategies for learning and monitoring of knowledge is 0.232. The relationship of these variables is positive, the higher knowledge monitoring and motivated strategies for learning, the higher reading comprehension. Discussion and further refinement for future research in this area are given."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
T45187
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Uzlifatil Jannah
"Remaja yang sering menggunakan internet melalui media sosial akan lebih rentan terhadap cyberbullying daripada remaja yang tidak memiliki kemampuan untuk mengakses internet. Salah satu tantangan yang perlu dihadapi remaja di internet tersebut yakni rentan menjadi korban cyberbullying (perundungan maya). Cyberbullying sangat berdampak terhadap korban karena dampak yang ditimbulkan memengaruhi keadaan psikologis dan mental korban, salah satunya self-esteem (harga diri). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan self-esteem pada remaja di Kota Depok, Jawa Barat. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menerapkan desain analitik korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah anak usia remaja (11-20 tahun) yang berjumlah 348 responden dan diambil menggunakan multistage cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah Revised Cyber Bullying Inventory (RCBI) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan 53,4% responden berada pada kategori keterlibatan berat sebagai korban cyberbullying serta 70,4% responden memiliki self-esteem tinggi. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cyberbullying dengan self-esteem pada remaja di Kota Depok, Jawa Barat (p-value = 0,005; α = 0,05). Peneliti merekomendasikan pada penelitian ini adalah perawat mencegah dampak dari cyberbullying melalui program pendidikan kesehatan tentang dampak negatif cyberbullying pada remaja, sehingga dapat berfokus pada tugas-tugas perkembangan masa remaja.

Adolescents who frequently use the internet through social media will be more vulnerable to cyberbullying than teenagers who do not have the ability to access the internet. One of the challenges that teenagers need to face on the internet is that they are vulnerable to becoming victims of cyberbullying. Cyberbullying is very impactful on victims because the impact caused affects the psychological and mental state of the victim, one of which is self-esteem. This study aims to determine the relationship between cyberbullying and self-esteem in adolescents in Depok City, West Java. The research design used quantitative methods by applying a correlation analytic design using a cross-sectional approach. The samples used in this study were teenagers (11-20 years old) totaling 348 respondents and were taken using multistage cluster sampling. The instruments used were the Revised Cyber Bullying Inventory (RCBI) and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). The results showed that 53.4% of respondents were in the category of heavy involvement as victims of cyberbullying and 70.4% of respondents had high self-esteem. Chi Square test results show that there is a significant relationship between cyberbullying and self-esteem in adolescents in Depok City, West Java (p-value = 0,005; α = 0,05). The researcher recommends that nurses prevent the impact of cyberbullying through health education programs on the negative impact of cyberbullying on adolescents, so that it can focus on the developmental tasks of adolescents."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amanda Selandia
"Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan apakah prinsip Pajares yang terdiri dari pemberian modeling, attributional feedback dan goal setting dapat meningkatkan self-efficacy subyek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain subyek tunggal pada siswa middle childhood. Program diberikan selama 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan self-efficacy matematika pada subyek setelah program diberikan. Program pemberian modeling, attributional feedback dan goal setting mampu meningkatkan self-efficacy matematika pada subyek.

The objective of this research is to examine whether Pajares Principal which consist of modeling, atributional feedback and goal setting methods can increase the subject's mathematic self-efficacy in this research. This research is conducted using single subject design on middle childhood student. The program was administered for 6 days and the result of this research shows that by providing methods such as modeling, atributional feedback and goal setting can increase the subject's math self-efficacy."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
T45432
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>