Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 126349 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dewi Febriani
"Peningkatan kadar kolesterol dan lemak dalam darah yang menyebabkan penyempitan atau pengapuran pada pembuluh darah arteri merupakan penyebab utama dari penyakit kardiovaskular. Tingkat persaingan hidup yang tinggi kemungkinan berdampak pada munculnya aneka pergeseran gaya hidup, mulai dari perilaku makan, aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan pencentus hiperkolesterolemia di usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap hiperkolesterolemia di Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2016. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel penelitian 1090 orang peserta Posbindu Penyakit Tidak Menular di DKI Jakarta tahun 2015-2016.
Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara kebiasaan merokok dan aktivitas fisik terhadap hiperkolesterolemia, namun tidak untukkonsumsi sayur dan buah. Responden dengan aktivitas fisik kurang memiliki risiko 5,9 kali lebih tinggi (95% CI 4,0-8,4), sedangkan yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi (95% CI 1,3-1,6) menderita hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh tekanan darah dan status gizi. Promosi kesehatan sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi tentang hiperkolesterolemia dan msyarakat secara pro aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga memperkecil risiko terkena penyakit tidak menular.

Increased levels of cholesterol and fat in the blood that cause narrowing or calcification of the arteries are the main cause of cardiovascular disease. High levels of life competition may have an impact on the emergence of various lifestyle, ranging from eating behavior, physical activity, stress, smoking and alcohol consumption. Unhealthy lifestyle is a trigger Hypercholesterolemia in the productive age. The purpose of this study is to know the relationship between smoking habits and physical activity with hypercholesterolaemia in DKI Jakarta Province 2015-2016. The methods of this this study is cross-sectional with 1090 samples of participants of Non-Communicable Disease Posbindu in DKI Jakarta 2015-2016.
The results showed there was an influence between smoking and physical activity on hypercholesterolemia, but not for consumption of vegetables and fruits. Individuals with less physical activity 5.9 times higher (95% CI 4.0-8.8), whereas those with smoking habits 1.4 times higher (95% CI 1.3-1 , 6) suffers from hypercholesterolemia after being controlled by blood pressure and nutritional status. Health promotion is needed to convey information about hypercholesterolemia and the community pro-actively carry out routine health checks thereby minimizing the risk of non-communicable diseases.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2017
T47703
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pauline Endang Praptini
"Tujuan: Mengurangi risiko PKV di Indonesia dengan menurunkan kadar kolesterol dan apolipoprotein B melalui pemberian serat larut β-glukan Tempat: P.T. National Gobel, Bogor.
Bahan dan Cara: Penelitian eksperimental dengan disain pre dan post test, dengan subyek penelitian pria, usia > 40 tahun, kadar kolesterol total 220-300 mg/dL, tidak menderita hipotiroid, gangguan hati, sindroma nefrotik, diabetes melitus dan tidak mengkonsumsi obat penurun kolesterol. Subyek penelitian diberikan 75 g oatmeal yang mengandung 3,5 g serat larut β-glukan setiap hari selama 42 hari. Data yang dikumpulkan meliputi data sosiodemografi, pemeriksaan antropometri, data asupan makan sebelum dan selama penelitian, pola makan dan pemeriksaan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan apolipoprotein B plasma sebelum dan sesudah penelitian.
Hasil : Data sosiodemografi menunjukkan sebagian besar subyek mempunyai aktivitas ringan, berpendidikan sedang dan mempunyai penghasilan di atas garis kemiskinan. Data antropometri menunjukkan IMT dan rasio Lpe/Lpa sebelum dan sesudah penelitian tidak berbeda bermakna (p>0,05), sedangkan pada Lpe terjadi penurunan yang bermakna (p<0,05). Penilaian pola makan subyek penelitian menunjukkan sebagian besar subyek mempunyai pola makan yang cukup. Asupan energi dan zat gizi sebelum dan selama penelitian tidak berbeda bermakna (p>0,05), kecuali asupan serat yang meningkat bermakna (p<0,05) selama penelitian. Persentase asupan energi dan zat gizi bila dibandingkan dengan yang dianjurkan, antara lain didapatkan persentase asupan lemak jenuh lebih dari yang dianjurkan sedangkan asupan serat kurang dari yang dianjurkan. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan apolipoprotein B sesudah penelitian menunjukkan penurunan yang bermakna (p<0,01).
Kesimpulan: Kadar kolesterol yang tinggi pada subyek penelitian kemungkinan disebabkan asupan lemak jenuh yang tinggi dan asupan serat yang rendah. Pemberian 75 g oatmeal selama 42 hari terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan apolipoprotein B.

SubjectsObjectives: To reduce CVD risks in Indonesia by reducing the elevated plasma cholesterol and apolipoprotien B level with β-glucan soluble fiber. Location: P.T. National Gabel, Bogor.
Material and Method: Experimental study with pre and post test design bad been carried out on male subjects age > 40 years, with total cholesterol concentration 220 to 300 mg/dl, not suffer from hypothyroid, liver disorder, nephritic syndrome, diabetes mellitus, and did not take any cholesterol reducing agents. Subjects were given 75 g of oatmeal (contain 3.5 g β-glucan soluble fiber) daily for 42 days. The data collected before and during the study were sociodemographic data, anthropometric and food intake. Eating pattern, total cholesterol, LDL cholesterol, and apolipoprotein B plasma level were also recorded before and after the study.
Result: Socio-demographic data showed that most of the subjects have light activities, moderate education and have monthly income per capita above the poverty line. Anthropometric data showed that BMI and WHR did not differ significantly before and after the study. Eating pattern assessment showed that most of the subjects had moderate eating pattern. Energy and nutrient intake before and after the study did not significantly different (p>0,05) except for fiber intake which increased significantly (p<0,05) during the study. Percentage of nutrient and energy intake compared with recommended showed that saturated fat intake is higher while fiber intake is lower. The study showed a significant decrease in the concentration of plasma total cholesterol, LDL-cholesterol and apolipoprotein B.
Conclusion: High cholesterol level in the subjects was likely brought about by high saturated fat and low fiber intakes consumption of 75 g oatmeal daily for 42 days showed to lower the concentration of the plasma total cholesterol, LDL cholesterol and apolipoprotein B.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2001
T5772
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dinarda Ulf Nadobudskaya
"Hiperlipidemia dan atherosklerosis berperan dalam patogenesis penyakit kardiovaskular, yang merupakan penyebab mortalitas tertinggi di Indonesia dalam kategori penyakit tidak menular (PTM). Pengobatan standar bagi hiperlipidemia, yaitu golongan statin dan fibrat, memiliki banyak efek samping. Ekstrak etanol akar Acalypha indica Linn. memiliki aktivitas antioksidan yang memiliki efek hipolipidemik namun belum diketahui efeknya pada jaringan adiposa. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan diteliti aktivitas hipolipidemik ekstrak etanol akar Acalypha indica Linn. pada jaringan adiposa viseral tikus jika dibandingkan dengan simvastatin dan gemfibrozil.
Penelitian ini memiliki desain studi eksperimental dengan membandingkan jaringan adiposa viseral tikus jantan Sprague-Dawley yang telah diinduksi diit tinggi kolesterol-fruktosa dan diberi terapi ekstrak, simvastatin, gemfibrozil, kombinasi ekstrak dan simvastatin, serta kombinasi ekstrak dan gemfibrozil selama 4 minggu. Penelitian dilakukan di Departemen Farmasi dan Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, pada Juli-November 2015. Selularitas jaringan adiposa yang diwarnai dengan Hematoxylin-Eosin (HE) dinilai dengan diameter reratanya menggunakan perangkat lunak Adiposoft®. Data yang diperoleh diuji dengan uji one-way ANOVA yang diikuti post-hoc atau uji Kruskal-Wallis. Tikus yang diberi terapi ekstrak memiliki berat lemak viseral dan diameter adiposit yang paling rendah serta jumlah sel/lapang pandang yang paling banyak. Namun secara statistik, tidak ada perbedaan bermakna antara terapi ekstrak, simvastatin dan gemfibrozil untuk menurunkan deposisi lemak pada jaringan adiposa viseral (p>0,05).

Hyperlipidemia and atherosclerosis have a role in pathogenesis of cardiovascular disease, the biggest non-communicable cause of mortality. Its standard therapy, statin and fibrate, have several side effects. Ethanolic root extract of Acalypha indica Linn. has antioxidant properties that can act as hypolipidemic agent. But then, its effect on visceral adipose tissue (VAT) is not known yet. Therefore, this research will seek the comparison of hypolipidemic activity between ethanolic root extract of Acalypha indica Linn., simvastatin and gemfibrozil towards fat deposit in VAT.
This research compares VAT in Sprague-Dawley male rat induced with high cholesterol-fructose diet and given 5 types of therapy (extract, simvastatin, gemfibrozil, extract + simvastatin, and extract + gemfibrozil). The research was conducted in Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta, on July- November 2015. Adipose is then stained with Hematoxylin-Eosin and its cellularity is measured digitally by using Adiposoft®. Data is analyzed with one-way ANOVA with post-hoc Tukey or Kruskal-Wallis test. Rats given with extract have the lowest fat mass, lowest adipocyte diameter, and highest number of cell/field of all therapy group. There is no significant difference in extract, simvastatin, and gemfibrozil therapy in minimising fat deposition in VAT (p>0.05).
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Destiana
"Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Diketahui bahwa nilai viskositas darah pada pasien stroke adalah diatas nilai normal. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan hiperkolesterolemia sebagai faktor risiko stroke dengan meningkatnya nilai viskositas darah. Pemeriksaan viskositas darah diukur menggunakan Mikrokapiler Digital®, yaitu suatu alat untuk mengetahui nilai viskositas darah yang mudah dilakukan dan tidak mengeluarkan biaya besar.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien Pos Binaan Terpadu (Posbindu) dan data subjek sehat dari penelitian sebelumnya oleh Al Rasyid dkk. Pasien dengan kolesterol tinggi dianggap sebagai subjek dengan hiperkolesterolemia dan pasien dengan kolesterol normal dianggap sebagai kontrol normal. Pada hasil analisis data diketahui proporsi pasien hiperkolesterolemia sebesar 51,3% (n=98) dan pasien hiperviskositas 88,5% (n=169).
Berdasarkan hasil analisis data didapatkan hasil perbedaan bermakna antara nilai viskositas darah dengan pasien hiperkolesterolemia dengan subjek sehat dan tidak didapatkan perbedaan secara statistik antara pasien hiperkolesterolemia dengan kontrol normal. Kolesterol merupakan faktor risiko terjadinya hiperviskositas. Kontrol yang dianggap normal dari Posbindu tidak dapat mewakili populasi.

Hypercholesterolemia is one of the factors causing Stroke. It is known that blood viscosity in stroke's patient is above the normal level. In this observation, the observer wants to know if there is a relationship between Hypercholesterolemia as the factor causing stroke with the increase on blood viscosity. The measurement of blood viscosity is measured by using Mikrokapiler Digital®, a tool used to know the level of blood viscosity in an easy and less costly way.
This observation uses the cross-sectional design. Data used in the observation is a secondary data, and it is gathered from the medical records of Pos Binaan Terpadu (Posbindu) and the the healthy subject data from the previous observation by Al Rasyid et al. Patients with high cholesterol are subjected to Hypercholesterolemia, and patients with normal level of cholesterol are subjected to normal control. On the result of the analysis, it is shown that the proportion of Hypercholesterolemia patient is at 51,3% (n=98) and Hyperviscocity patient at 88,5% (n=169).
Based on the result of the analysis, there is a significant difference between the blood viscosity with patients adopting hypercholesterolemia with healthy subject, and there is no significant difference statistically between patients adopting Hypercholesterolemia with normal control. Cholesterol is one of the factors causing hyperviscocity. Control is considered normal from Posbindu and it doens represent population.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hardya Gustada Hikmahrachim
"ABSTRAK
Hiperkolesterolemia adalah kondisi gangguan metabolik yang sering dijumpai pada masyarakat dunia. Karena berkaitan erat dengan insidensi dislipidemia dan penyakit kardiovaskular, berbagai peneliti telah mencoba untuk menemukan terapi farmakologi terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol. Diantara beberapa obat pilihan utama adalah asam fibrat. Saat ini dikembangkan pengobatan dengan tanaman tradisional, salah satunya adalah Acalypha indica. Tanaman ini terbukti untuk penyembuhkan pneumonia, artritis, dan infeksi. Polifenol dan flavonoid yang terdapat dalam Acalypha indica diduga berperan penting dalam efek antihiperkolesterolemia yang dimilikinya. Diharapkan juga kandungan pada tanaman ini dapat menurunkan efek samping penggunaan obat konvensional. Uji preklinis ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperkolesterolemia dari ekstrak etanol akar Acalypha indica pada perlemakan hati, dibandingkan dengan terapi asam fibrat. Dua puluh dari dua puluh lima tikus Sprague-Dawley diinduki diit tinggi kolesterol-fruktosa selama empat minggu hingga mencapai kondisi tinggi kolesterol. Sampel dibagi menjadi lima grup berdasasrkan intervensinya, yakni kontrol positif, kontrol negatif, terapi gemfibrozil, terapi ekstrak Acalypha indica, dan terapi kombinasi gemfibrozil dan ekstrak Acalypha indica. Tikus kemudian diterminasi pada akhir periode intervensi. Hati tikus diambil dan diproses dengan blok parafin dan pewarnaan hematoksilin-eosin. Jaringan hati dinilai dengan kriteria Clinical Research Network Scoring untuk Steatohepatitis non alkoholik (NASH). Ekstrak Acalypha indica menurunkan deposisi lemak secara signifikan (p = 0,014), sama baiknya dengan terapi gemfibrozil (p = 0,003) dan terapi kombinasi (p = 0,003). Ekstrak etanol akar Acalypha indica merupakan agen antihiperkolesterolemia yang cukup menjanjikan untuk mengurangi deposisi lipid dan kejadian steatohepatitis non alkoholik pada jaringan hati tikus.

ABSTRACT
Hypercholesterolemia is a common metabolic disorder found worldwide. As it is highly associated with dyslipidemia and cardiovascular disease incidence, researchers have been trying to find the best pharmacological therapy to lower cholesterol level. Among the first line choices drugs are fibrate. Acalypha indica, known as ?Akar Kucing? in Indonesian language, is a traditional plant used as medicine in most Asia countries. Previously, it has been proved to help to cure pneumonia, arthritis, and infection. Polyphenol and flavonoid found in Acalypha indica are considered to play an important role in its antihypercholesterolemia effect. It is also expected to have lower side effect than conventional drugs. This preclinical trial was aimed to investigate antihypercholesterolemia effect of Acalypha indicaroot extract on fatty liver tissue, compared to fibrate treatment. Sixteen from twenty Sprague-Dawley rats were induced with high cholesterol-fructose diet for four weeks to reach fatty liver state. Samples were divided into four groups based on its intervention. Each group was processed with a four-week therapy with Acalypha indicaroot extract, gemfibrozil, combination of Acalypha indicaroot extract and gemfibrozil, and without any therapy, respectively. Rats were terminated at the end of intervention period. Liver were taken and processed with paraffin block and hematoxylin-eosin stain. Liver tissues were assessed using Clinical Research Network Scoring for Non Alcoholic Steatohepatitis (NASH). Result: Acalypha indicaroot extract significantly reduced lipid deposition in fatty liver tissue (p = 0,014), as good as fibrate therapy using gemfibrozil (p = 0,003) and fibrate-Acalypha indica therapy (p = 0,003). Acalypha indica root extract is promising for use as antihypercholesterolemia agent to reduce lipid deposition and Non Alcoholic Steatohepatitis incidence in fatty liver tissue.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Teguh Pribadi
"Latar belakang : Hiperkolesterolemia antara lain menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner dan komplikasinya dapat menyebabkan inkapasitasi pada pilot. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan kebiasaan makan lemak dan faktor lainnya terhadap risiko hiperkolesterolemia pada pilot sipil di Indonesia.
Metode : Penelitian menggunakan metode potong lintang dengan sampel purposif pada pilot sipil di Balai Kesehatan Penerbangan Jakarta tanggal 18-29 Mei 2015. Karakteristik demografi, pekerjaan, kebiasaan diperoleh melalui wawancara. Data kolesterol total diperoleh dari laboratorium yang telah dikalibrasi. Kategori kolesterol total dibagi dua yaitu hiperkolesterolemia ( ≥ 240 mg/dl) dan normal (< 200 mg/dl). Analisis menggunakan risiko relatif yaitu regresi Cox dengan waktu konstan.
Hasil : Di antara 690 pilot yang melakukan pemeriksaan medis, 428 subjek bersedia mengikuti penelitian. Subjek yang diikutsertakan dalam analisis sebanyak 327 pilot, 12,3% memiliki hiperkolesterolemia dan 87,7% memiliki kadar kolesterol normal. Subjek dengan kebiasaan makan lemak hampir setiap hari dibandingkan hampir tidak pernah berisiko 3,8 kali lipat lebih besar hiperkolesterolemia [risiko relatif suaian (RRa)=3,78; p=0,223]. Subjek dengan usia 50-65 tahun dibandingkan dengan 19-34 tahun berisiko 1,8 kali lipat lebih besar hiperkolesterolemia (RRa=1,82; p=0,103). Selanjutnya subjek dengan riwayat hiperkolesterolemia dibandingkan tanpa riwayat hiperkolesterolemia berisiko 2,1 kali lipat lebih besar hiperkolesterolemia (RRa=2,13; p=0,118).
Simpulan : Kebiasaan makan lemak hampir tiap hari, usia 50 tahun atau lebih, riwayat keluarga hiperkolesterolemia dalam keluarga meninggikan risiko hiperkolesterolemia di antara pilot sipil di Indonesia.

Background : Hypercholesterolemia becoming one of a risk factor for coronary heart disease and complications may cause the pilots incapacitation. The purpose of this study was to identify eating fatty food habits and other factors and the risk of hypercholesterolemia in civilian pilots in Indonesia.
Methods : A cross sectional study with purposive sampling was conducted in civilian pilots at Indonesian Aviation Medical Center in Jakarta from 18-29 May, 2015. Demogrhapic characteristics, employment, habits was obtained through interviews. Total cholesterol data obtained from laboratory test had been calibrated. Category of cholesterol total was divided into hypercholesterolemia (≥ 240 mg/dl) and normal (<200 mg/dl). Analysis using risk relative by Cox regression with a constant time.
Result : Among the 690 pilots who conducted medical examination, 428 subjects agree to join the study. This analysis included 327 pilots, 12.3% had hypercholesterolemia, and 87.7% normal cholesterol levels. The subjects who had eating fatty food habits almost every day compared to almost never, had 3.8 fold higher risk to be hypercholesterolemia [adjusted relative risk (RRa)=3.78; p=0.223]. The subject aged of 50-65 years compared to 19-34 years, had 1.8 fold higher risk to be hypercholesterolemia (RRa=1.82; p=0.103). Furthermore, subjects with a family history of hypercholesterolemia compared with no family history, had 2.1 fold higher risk to be hypercholesterolemia (RRa=2.13; p=0.118).
Conclusions : Having eating fatty food habits almost every day, age 50 and over, history of hypercholesterolemia elevate the risk of hypercholesterolemia.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Grace Santhy Sasnan
"ABSTRAK
Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah diatas nilai
normal. Angka kejadian hiperkolesterolemia akan terus bertambah seiring dengan
meningkatnya pola hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok, obesitas, kurang
berolahraga, dan asupan makanan tinggi lemak. Tanaman mengkudu (Morinda
citrifolia L.) adalah salah satu tanaman yang buahnya dapat menurunkan kadar
kolesterol total dan kolesterol LDL melalui penghambatan aktivitas HMG Co-A
reductase yang sudah diteliti pada tikus.
Penelitian bertujuan untuk membuktikan efek menurunkan kadar kolesterol total dan
kolesterol LDL pada pasien hiperkolesterolemia. Metode penelitian menggunakan
desain double blind randomized controlled trial pada 60 pasien. Pasien dibagi dua
kelompok sama banyak menjadi kelompok perlakuan (kapsul ekstrak buah M. citrifolia)
dan kelompok kontrol (plasebo) serta mendapat 3x2 kapsul sehari selama 21 hari. Hasil
penelitian menunjukkan kapsul ekstrak buah M. citrifolia pada kelompok perlakuan
secara bermakna menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (p<0,05) dalam
waktu dua minggu dibandingkan kelompok kontrol. Faktor umur, indeks massa tubuh,
olahraga, pola makan, dan kebiasaan merokok pada pasien kelompok perlakuan secara
bermakna (p<0,05) bermanfaat dalam penurunan kadar kolesterol total. Kapsul ekstrak
buah M. citrifolia memiliki efek menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL
pada pasien hiperkolesterolemia.

ABSTRACT
Hypercholestrolemia is characterized by elevated blood cholesterol level above normal
values. The incidence of hypercholesterolemia will continue to grow unanymous as the
unhealthy lifestyle such as smoking, obesity, lack of exercise, and high fat diet increased.
Morinda citrifolia L. is one of many kind of plant which its fruit could decrease total
cholesterol and LDL-cholesterol by detaining cholesterol biosynthesis through the
activity of HMG Co-A reductase which has been studied in mouse.
This study has a purpose to prove the reducing effect in total cholesterol and
LDL-cholesterol in hypercholesterolemia patients. This study design used double blind
randomized controlled trial of 60 patients. Patients were divided into same number,
including the intervention group (M. Citrifolia fruit extract capsule) and the control
group (placebo) that received 2 capsules 3 times daily for 21 days. The result showed the
M. citrifolia fruit extract capsule in the intervention group significantly could decrease
total cholesterol and LDL-cholesterol (p<0,05) in two weeks compared to the control
group. The age, body mass index, exercise, diet, and smoking habits of patients in
intervention group has significant effect in decreasing total cholesterol. M. citrifolia fruit
extract capsules has the reducing effect in total cholesterol and LDL-cholesterol in
hypercholesterolemia patients."
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
T32755
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astiti Dwi Arumbakti
"Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dengan prevalensi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Aterosklerosis merupakan penyebab utama dari penyakit kardiovaskular, dapat dideteksi dini dengan pemeriksaan ultrasonografi ketebalan intima-media KIM karotis. Salah satu faktor risiko aterosklerosis yang dapat dimodifikasi adalah dislipidemia, dapat dipengaruhi dari asupan makanan antara lain diet tinggi fruktosa. Fruktosa selain dalam bentuk alami juga banyak digunakan secara komersial sebagai pemanis makanan/minuman. Penelitian dengan desain potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui korelasi asupan fruktosa dengan KIM karotis pada laki-laki hiperkolesterolemia usia 19 ??49 tahun. Dari 47 subjek yang merupakan karyawan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, didapatkan nilai tengah usia subjek 41 33 ??45 tahun. Sebanyak 57,4 subjek memiliki kadar low density lipoprotein LDL tinggi dan sangat tinggi, 29,8 kadar high density lipoprotein HDL rendah dan 27,6 kadar trigliserida tinggi dan sangat tinggi. Sebagian besar subjek memiliki tekanan darah sistolik dan diastolik normal. Sebanyak 72,3 subjek tergolong obesitas dan 66,0 tergolong obesitas sentral. Sebagian besar subjek merupakan perokok ringan dan sebanyak 48,9 subjek beraktivitas ringan. Pada pemeriksaan KIM karotis didapatkan nilai tengah 1 0,8 ??1,4 mm dengan 63,8 subjek terdapat penebalan. Nilai tengah asupan energi total 1209 1020 ??1645 kkal/hari, asupan karbohidrat, protein, lemak sebagian besar tergolong cukup, asupan serat 100 tergolong kurang dan rerata asupan fruktosa 31,97 ? 15,48 gram/hari. Hasil analisis bivariat tidak terdapat korelasi antara asupan fruktosa dengan KIM karotis namun terdapat korelasi positif bermakna antara lingkar pinggang dan asupan lemak dengan KIM karotis. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa asupan lemak mempunyai hubungan bermakna dengan KIM karotis.

Cardiovascular disease is the number one cause of death worldwide with an increasing prevelance annually. Atherosclerosis is the main cause of cardiovascular disease that is detectable early by ultrasound examination of the intima media thickness IMT of the carotid artery. One of the modifiable risk factors for developing atherosclerosis is dyslipidemia, that can be affected by food intake among them is high fructose diet. Apart from naturally occurring, fructose is largely used commercially as food beverage sweetener. This cross sectional study was conducted to investigate the correlation between fructose intake and IMT in male subjects with hypercholesterolemia aged 19 49 years old. Of 47 subjects who are Harapan Kita National Cardiovascular Center Hospital s employee, median age was 41 33 45 years old. In 57.4 subjects, low density lipoprotein LDL was found high and very high, 29.8 subjects have low high density lipoprotein HDL levels, and 27.6 subjects have high and very high triglycerides levels. Most subjects have normal systolic and diastolic blood pressure. Around 72.3 subjects were classified as obesity and 66.0 were classified as having central obesity. Majority of subjects were light smoker and 49.8 of them performed light activity. In carotid IMT examination, median of 1 0.8 1.4 mm was found with 63.8 subjects developed thickness. Median total energy intake was 1209 1020 1645 Kcal day, mostly with adequate carbohydrate, protein, and fat, fiber intake was inadequate in 100 subjects, and mean fructose intake of 31,97 15,48 gram day. Bivariate analysis did not demonstrate any correlation between fructose intake and carotid IMT however there was positive correlation between waist circumference and fat intake with carotid IMT. Multivariate analysis showed that fat intake has a significant correlation with carotid IMT."
Depok: Universitas Indonesia, 2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asti Shafira
"Hiperkolesterolemia merupakan salah satu prediktor kuat berbagai penyait jantung yang merupakan penyebab utama kematian di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan berbagai faktor yang berkaitan dengan kejadian hiperkolesterolemia pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pasar Minggu pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel sebesar 126 responden menggunakan consecutive sampling. Variabel penelitian yang diteliti adalah kejadian hiperkolesterolemia, jenis kelamin, lama menderita diabetes melitus, riwayat DM keluarga, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, tingkat stress, persen lemak tubuh dan asupan lemak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kejadian hiperkolesterolemia pada penderita DM adalah 56,3% dengan 37,1% pada pria dan 63,7% pada wanita. Dari seluruh variabel independent yang diteliti, perbedaan yang bermakna dengan hasil uji chi square terdapat pada variabel jenis kelamin (OR = 2,947; CI = 1,326-6,672), riwayat keluarga (OR = 0,443; CI = 0,209-0,895) dan kebiasaan merokok (OR = 1,233; CI = 0,990-11,898). Sementara itu, tidak terdapat perbedaan bermakna kejadian hiperkolesterolemia berdasarkan lama menderita DM, aktivitas fisik, tingkat stress, antropometri dan asupan lemak karena p > 0,05. Untuk menyimpukan, terdapat perbedaan yang signifikan pada jenis kelamin, riwayat DM keluarga dan kebiasaan merokok dengan kejadian hiperkolesterolemia, dengan peningkatan risiko hiperkolesterolemia sejalan dengan jenis kelamin perempuan, adanya riwayat DM keluarga dan kebiasaan aktif merokok

Hypercholesterolemia is the leading predictor of various cardiac disease (CVD) which is the leading cause of death in the world. This study aims to determine whether there are any differences the incidence of hypercholesterolemia based on factors related to it in people with diabetes mellitus at Pasar Minggu Primary Health Care in 2018. This study used a cross-sectional method with a sample size of 126 respondents using consecutive sampling. Research variables studied were incidence of hypercholesterolemia, sex, duration of diabetes mellitus, family history of diabetes mellitus, smoking habit, physical activity, stress level, body fat percentage and fat intake. The results of this study showed that the prevalence of hypercholesterolemia incidence in DM patients was 56.3% with 37.1% in men and 63.7% in women. Of all independent variables studied, significant differences with statistical analysis were in sex (OR = 2.947, p = 0.009), family history (OR = 0.443, p = 0.018) and smoking habits (OR = 1,233; p = 0.038). Meanwhile, there was no significant the incidence of hypercholesterolemia differences based on duration of diabetes mellitus, physical activity, stress level, anthropometry and fat intake due to p > 0.05. To conclude, there were significant differences in sex, family history of diabetes mellitus and smoking habits with hypercholesterolaemia incidence, with an increased risk of hypercholesterolemia in line with female sex, family history of DM and active smoking habits."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Henny Kurniati
"Penelitian dengan rancangan pre-post test mengambil subyek dengan riwayat hiperkolesterolemia (yang satu tahun lalu mendapat konseling gizi sebanyak lima kali selama enam minggu). Pada subyek dilakukan wawancara satu kali mengenai asupan status gizi ; nutrisi dan aktivitas fisik, pemeriksaan status gizi (IMT, lingkar pinggang) serta kadar kolesterol LDL serum. Data yang didapat dibandingkan dengan data subyek satu tahun yang lalu. Wawancara asupan nutrisi menggunakan metode food recall 1 x 24 jam dan zat gizi yang dinilai meliputi kalori, protein, karbohidrat, lemak, kolesterol, serat dan fitosterol. Uji statistik yang digunakan adalah uji t berpasangan jika data berdistribusi normal dan Wilcoxon, jika data berdistribusi tidak normal. Tingkat kemaknaan yang digunakan p < 0, 05. 0,26 g menjadi 0,21 ± 0,18 g. Aktivitas fisikjuga meningkat. Dari rata-rata 7, 15 ± 1, 30 menjadi 8, 11 ± 1, 0. Peningkatan total indeks aktivitas fisik ini diduga menyebabkan menjadi tidak signifikan peningkatan nilai rerata IMT,yaitu dari rata-rata 26, 21 ± 4, 34 kg/m menjadi 26, 57± 4, 56 kg/m. Sedangkan pada lingkar pinggang terjadi peningkatan yang bermakna dari rata-rata 85, 37 ± 7, 61 em menjadi 89, 16 ± 6, 68 em. Peningkatan asupan kalori, lemak dan kolesterol menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL subyek penelitian sebesar 7,31 %. Dari rata-rata 151, 53 ± 24,81 mg/dl, menjadi 160,45 ± 27, 01 mg/dl. Tapi peningkatan ini tidak signifikan.

Pre-post test design study to subjects with history of hypercholesterolemia. Subjects was exposed to nutrition counseling for six weeks a year ago. The subject was interviewed one time concerning nutrition intake and physical activity, examination to nutritional status and serum cholesterol LDL JeveL The result is comparing to the subject data one year ago. Interview of nutrient intake using 1x24 hours food recall method, and the nutrient which are significant but increase in carbohydrate> protein, fat, cholesterol and fiber were significant. Phitosteroi is decrease significantly from median 0,26 g to 0.21 ± 0.18 g. Unexpected increase occurred in subjects' total index of physical activity. From average of7.!5 ± 1.30 to 8.11 ± 1.0. This increase in physical activity total index assumed to have been the cause of ineensement IMT average rate to be insignificant, that is from average of26.21 ± 4.34 kg/m to 26.57 ± 4.56 kg!m While on subjects'waist circumference, there was significant increase from average 85.37 ± 7.61 em to 89.16 ± 6.68 em. The increase in calorie, fat, and cholesterol intakes have caused an increase in subjects' LDL cholesterol level 7.21 % from average 15!.53 ± 24.81 mg/d1 to 160.45 ± 27.01 mg/dl. But this increase was not significant."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2009
T29136
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>