Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 143494 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Diah Arum Witasari Humani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan empat aspek kunci interaksi untuk mengembangkan interaksi antara ibu dan anak usia kanak-kanak awal melalui kegiatan bermain studi pada anak usia 3-6- tahun. Empat aspek kunci dalam interaksi ibu-anak tersebut meliputi, affection, responsiveness, encouragement, dan teaching Roggman, dkk., 2013. Penelitian ini menggunakan reversal design, merupakan penelitian experimental satu-subjek kelompok dengan jumlah partisipan 11 pasangan ibu-anak. Pelatihan diberikan kepada ibu dengan total jumlah waktu 15 jam dan diselenggarakan selama empat hari berturut-turut. Materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup, karakteristik anak usia kanak-kanak awal, bermain, dan interaksi ibu-anak.
Analisis data yang digunakan merupakan gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan t-test. Interaksi ibu-anak diobservasi dan diukur menggunakan Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes PICCOLO , untuk mengidentifikasi aspek-aspek kunci interaksi orang tua-anak Roggman, dkk., 2013. Hasil perhitungan statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor interaksi ibu-anak yang diukur menggunakan PICCOLO melalui aktivitas bermain ibu-anak antara sebelum dan sesudah pemberian pelatihan empat aspek kunci interaksi ibu-anak pada ibu t = -3.339, p = 0,008 le; 0,05 , artinya pelatihan empat aspek kunci interaksi efektif mengembangkan interaksi ibu dan anak usia kanak-kanak awal.

The aim of this research is to understand the effectiveness of training on four interaction's key aspects to develop interaction between mother and early childhood children through playing study on children with 3 6 years of age. The four key aspects of mother children interaction are affection, responsiveness, encouragement, and teaching Roggman, et.all, 2013. This research using reversal design, a single subject experimental research with number of participants 11 couples mother and child. The 4 days training with total 15 hours is given to mother. The training materials covers characteristic of early childhood children, play, and mother child interaction.
The data analysis used is a combination of qualitative and quantitative methods, using t test statistics. The mother child interaction is observed and measured using Parenting Interactions with Children Checklist of Observations Linked to Outcomes PICCOLO Roggman, et.all, 2013. The statistical result demonstrates that there is a significant difference between mother child interaction score before and after the training on four interaction's key aspects t 3.339, p 0,008 le 0,05. It means that the training on four interaction's key aspects is effectively develop interaction between mother and early childhood children.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2017
T48803
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sholihatul Amaliya
"Perawatan Metode Kanguru PMK telah terbukti secara klinis memberikan efek positif pada ibu dan bayi. Salah satu hambatan dalam pelaksanaan PMK di rumah adalah tidak adanya gendongan khusus PMK di rumah. Gendongan yang banyak digunakan di Indonesia untuk melakukan PMK adalah model Kantong, Thari dan Kain Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbandingan kenyamanan ibu saat melakukan PMK dengan tiga jenis gendongan PMK dan perbandingan persepsi ibu tentang ketiga gendongan PMK tersebut.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah crossover yang melibatkan 20 responden ibu dan BBLR dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kenyamanan ibu, persepsi ibu, kecemasan ibu dan lembar observasi PMK.
Hasil analisis Repeated Anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna kenyamanan ibu saat melakukan PMK dengan tiga jenis gendongan dan persepsi ibu tentang tiga jenis gendongan PMK tersebut kenyamanan ibu p=0,366, ?=0,05; persepsi ibu p=0,504, ?=0,05. Oleh karena itu pelaksanaan PMK dapat menggunakan ketiga jenis gendongan tersebut yaitu model kantong, thari dan kain panjang.

Kangaroo Mother Care KMC is an evidence based approach to give positive effects for mother and baby. One of the barrier of the implementation KMC in home is lack of KMC carriers. The most widely used KMC carrier in Indonesia are kangaroo bag, Thari and traditional sling kain panjang. This study aims to compare maternal comfort when performing KMC with these KMC carriers and compare of the mother's perception about these KMC carriers.
This study used crossover design with 20 mothers and low birth weight babies using consecutive sampling. Data collection using mother comfort questionnaire, mother perception questionnaire, mother's anxiety questionnaire and KMC observation sheet.
The results Repeated Anova showed that there was no significant difference in maternal comfort when performing KMC with these KMC carriers and mother's perception about these KMC carriers maternal comfort p 0,389, 0,05 mother's perception p 0,504, 0,05. Therefore, the implementation of KMC can use these kind of KMC carriers kangaroo bag, thari and traditional sling kain panjang .
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
T47616
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Very Dwi Vasianti
"ABSTRAK
Anak prasekolah rentan mengalami peningkatan reaksi persaingan saudara kandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas kelekatan ibu-anak dengan tingkat reaksi persaingan saudara kandung. Penelitian ini bersifat cross sectional pada 102 responden dengan menggunakan teknik cluster sampling dan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kelekatan aman (r= -0.252) dengan tingkat reaksi persaingan saudara kandung, namun terdapat hubungan positif antara kelekatan resistan (r= 0.309) dan menghindar (r= 0.196) dengan tingkat reaksi persaingan saudara kandung. Orang tua perlu meminimalkan tingkat reaksi persaingan saudara kandung dengan mengontrol jenis kualitas kelekatan antara ibu dan anak.

ABSTRACT
Preschool children are at risk of having increased levels of sibling rivalry. This study aimed to know the correlation between mother-child attachment style and the level of sibling rivalry. This study used cross-sectional design with 102 respondents which were collected with cluster sampling technique and questionnaire as data collection tool. The result of Spearman?s Correlation test showed that there were negative correlation between secure attachment (r= -0.252) with the level of sibling rivalry, however there were positive correlation between resistant attachment (r= 0.309) and avoidant attachment (r= 0.196) with the level of sibling rivalry. Parents need to minimize the level of sibling rivalry by controlling the attachment style between mother and children"
2016
S63747
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Destha Andila Novyan
"Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai hubungan antara self esteem ibu dan interaksi ibu-anak usia toddler pada keluarga miskin. Self esteem ibu diukur menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasi oleh Sarandria (2012) dan interaksi ibu-anak diukur menggunakan Parenting Interaction with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes (PICCOLO). Penelitian ini dilakukan pada 71 pasang partisipan, yaitu ibu dan anak usia toddler yang berasal dari keluarga miskin. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik statistik Pearson Product Moment Correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self esteem ibu dan interaksi ibu-anak usia toddler pada keluarga miskin (r = -0,234, p = 0,049, signifikan pada LoS 0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan intervensi kepada ibu dari keluarga miskin berupa pemberian pengetahuan mengenai perkembangan anak dan cara mengasuh serta berkomunikasi yang baik kepada anak.

This study is conducted to find the relationship between mother`s self esteem and mother-toddler interaction in poverty family. Self esteem is measured using Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) which was adapted by Sarandria (2012) and mother-child interaction is measured using Parenting Interaction with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes (PICCOLO). The participant in this research are 71 pairs of mother and toddler from poverty family. Data was analyzed using Pearson Product Moment Correlation technique. The result showed that there is a significant correlation between mother`s self esteem and mother-toddler interaction in poverty family (r = -0,234, p = 0,049, significant at LoS 0,05). The result suggest an intervention for mother in poverty family like giving knowledge about children development, child rearing, and interaction with children.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
S59009
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Amanda Dwyniaputeri
"Penelitian ini ingin melihat perbedaan perilaku afeksi ibu dalam interaksi ibu dan anak usia prasekolah ketika bermain menggunakan media permainan elektronik dan non-elektronik. Penelitian ini dilakukan pada 61 pasang ibu dan anak prasekolah yang berusia dari 3 sampai dengan 6 tahun. Data tentang perilaku afeksi ibu pada anak diukur dengan Skala PICCOLO (Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes) melalui metode observasi. Sebagai data tambahan, kuesioner yang berisi pertanyaan seputar kegiatan bermain anak dan alat permainan yang dimiliki, diberikan kepada Ibu untuk mengetahui gambaran kegiatan bermain anak baik dengan media elektronik maupun non-elektronik.
Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat perbedaan perilaku afeksi ibu dalam interaksi ibu dan anak usia prasekolah ketika bermain menggunakan media permainan elektronik dan non-elektronik. Afeksi Ibu saat bermain dengan media permainan elektronik lebih rendah dibandingkan saat bermain dengan media permainan non-elektronik.

The objective of this research is to find the differences of maternal affection in interaction between mother and preschool children when playing with electronic toys and non-electronic toys. This research was conducted to 61 pairs of mother and preschool children, whose ages are between three to six years. The affection was measured by PICCOLO (Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes) scale with observation method. To support the research, questionnaire about children’s playing activities were given to the mothers to get the description of the media which children play, whether the children playing with electronic media or not.
The result of the study showed that there is a significant differences of maternal affection in interaction between mother and prsechool children when they were playing together with electronic and non-electronic toys. Mother’s affection when they were playing with their children, using electronic toys is less significantly than when they were playing with a non-electronic one.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
S46882
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Fitriani
"Sarapan merupakan asupan makanan pertama dan terpenting dalam sehari. Kebiasaan sarapan penting bagi anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan ibu mengenai kebiasaan dan sikap sarapan anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik stratified random sampling digunakan untuk pengumpulan data pada 106 responden. Penelitian menggunakan kuesioner untuk kemudian dianalisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan 64,2% ibu mengetahui frekuensi sarapan anak setiap hari dan 50,94% ibu memiliki pengetahuan baik mengenai sikap sarapan anak. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan kebiasaan sarapan anak dengan mengoptimalkan pengetahuan ibu mengenai manfaat sarapan bagi anak usia sekolah.

Breakfast is the first and the most important meal of the day. Eating breakfast is beneficial for school-age children. The aim of the study is to describe mother’s knowledge about breakfast habits and attitudes of their children. This study design was quantiative descriptive. Stratified random sampling technique on 106 respondents was used to collect data. This study used questionnaire in purpose analyzed by univariate analysis.
The results showed 64,2% mothers knew that children eat breakfast everyday and 50,94% mothers had good knowledge about children breakfast attitudes. Optimazing mother’s knowledge was needed to improve breakfast habits of school-age children.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S47172
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Natasya Yustilira
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara parenting self-efficacy dan interaksi ibu-anak toddler pada ibu dari keluarga miskin. Pengukuran interaksi ibu-anak menggunakan alat ukur Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes (PICCOLO) (Roggman, Cook, Innocenti, Norman, Christiansen, dan Anderson, 2013). Pengukuran parenting self-efficacy menggunakan alat ukur Self-Efficacy Parenting for Tasks Index- Toddler Scale Short Form (SEPTI-TS SF) (Van Rijen, Gasanova, Boonstra, dan Huijding, 2014). Partisipan penelitian ini berjumlah 71 pasang ibu dan anaknya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi ibu-anak dan parenting self-efficacy pada ibu dengan keluarga miskin (0.012 pada L.o.S 0.05 ). Domain terendah parenting self-efficacy adalah domain discipline, sedangkan domain tertingginya adalah domain nurturance. Domain terendah interaksi ibu-anak adalah domain teaching, sedangkan domain tertinggi adalah responsiveness.

This study is conducted to obtain the description between of parenting self-efficacy and mother-toddler interaction on poor family. Parenting self-efficacy measurement using Self-Efficacy Parenting for Tasks Index- Toddler Scale Short Form (SEPTI-TS SF) (Van Rijen, Gasanova, Boonstra, dan Huijding, 2014). Mother-child measurement using Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes (PICCOLO) (Roggman, Cook, Innocenti, Norman, Christiansen, dan Anderson, 2013). Total participants of this research were 71 couples mother and child in a toddler ages.
The result shows that there's significant relationship between parenting self-efficacy and mother-child interaction on mother in a poor family (0.012 pada L.o.S 0.05). The lowest parenting self-efficacy domain is discipline, meanwhile the highest is nurturance. The lowest mother-child interaction domain is teaching, and the highest is responsiveness.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
S59003
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afiyana Eka Nurilla
"Depresi merupakan kondisi psikologis yang paling umum terjadi dan banyak memengaruhi wanita, terutama seorang ibu. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menggali dampak kondisi depresi ibu pada fungsi kognisi anak. Namun demikian, hasil penelitian mengenai dampak simtom depresi ibu dalam kaitannya dengan peran figur ayah dalam pengasuhan dan fungsi kognitif anak, khususnya Executive Function (EF), masih ditemukan inkonsistensi. Penelitian ini ditujukan untuk melihat kontribusi simtom depresi ibu dan keterlibatan ayah dalam memprediksi EF anak di usia dini. Sekitar 101 anak usia 4-6 tahun beserta kedua orang tuanya diikutsertakan dalam penelitian ini. Beberapa tes EF diberikan pada anak dan kuesioner simtom depresi ibu dan keterlibatan ayah diberikan masing-masing pada ibu dan ayah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya simtom depresi ibu yang berkontribusi secara signifikan untuk memprediksi EF anak setelah dilakukan pengontrolan pada jenis kelamin dan usia anak, status bekerja ibu, dan SES. Penelitian ini menggagas pentingnya memperhatikan kondisi psikologis ibu saat akan melakukan intervensi untuk mengoptimalkan EF anak di usia dini.

Depression is most common psychological condition and affects largely in women, particularly in mothers. Numerous studies have been conducted to specify the impact of maternal depressive symptoms on preschool children cognitive functioning. Nonetheless, the result of the studies regarding maternal depressive symptoms in relation to the role of father figure in parenting and children cognition, especially in Executive Function (EF) have found inconsistency. This study aimed to assess the contribution of maternal depressive symptoms and father involvement in predicting children EF. About 101 preschool children aged 4-6 and their parents were involved in this study. Several EF tests were delivered to children, while maternal depressive symptoms and father involvement questionnaire were given to mother and father respectively.
Result found that only maternal depressive symptoms predicted EF performance on children above and beyond the influences of child gender and age, maternal work status, and family socioeconomic level. This study points out the importance to consider maternal psychological condition while targeting intervention for promoting EF in preschool.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
S63121
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alyssa Quinta Salsabila
"Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran kualitas hubungan ibu dan anak terhadap regulasi emosi anak usia dini, serta melihat peran dari setiap dimensi kualitas hubungan ibu dan anak terhadap regulasi emosi anak usia dini. Dalam penelitian ini, alat ukur Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes (PICCOLO) dan Emotion Regulation Checklist (ERC) diadministrasikan pada 32 partisipan ibu dan anak yang berusia 24-47 bulan melalui metode observasi dan pengisian kuesioner. Hasil analisis utama dengan menggunakan regresi menunjukkan bahwa kualitas hubungan ibu dan anak tidak berperan secaraa signifikan terhadap regulasi emosi anak usia dini (F = 0,179, p < 0,05).

This study aims to find out about the role of the quality of the mother-child relationship on children’s emotion regulation in early childhood, and also to know how the role of each dimension of the quality of the mother-child relationship on the children’s emotion regulation in early childhood. In this study, measuring instruments such as Parenting Interactions with Children: Checklist of Observations Linked to Outcomes (PICCOLO) and Emotion Regulation Checklist (ERC) were administered to 32 participants, mothers and children aged 24-47 months through observation and filling out questionnaires. The results of the main analysis using regression showed that the quality of the mother-child relationship did not play a significant role in the children’s emotion regulation in early childhood (F = 0.179, p < 0.05)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>