Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 39970 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Halt, John
Bandung: Apollo, 1978
153.9 HAL b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jarot Wijanarko
Jakarta: Gramedia, 2005
155.4 JAR m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Herlina Limyati
"ABSTRAK
Bekal pendidikan perlu dimiliki oleh semua orang agar dapat bertahan
hidup di jaman modem ini. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang
sama untuk menempuh pendidikan, salah satunya adalah kelompok disadvantaged
children atau anak-anak yang kurang bemntung. Di Indonesia, pengertian
disadvantaged children dapat dilihat dengan kriteria keluarga pra sejahtera. Bekal
pendidikan sangat penting bagi anak-anak ini agar dapat bertahan hidup dan
memperbaiki taraf hidup mereka sehingga tidak hidup selamanya dalam
kemiskinan.
Dalam pendidikan, motivasi menjadi unsur yang penting untuk
dikembangkan karena dapat menolong siswa untuk terns bersemangat dalam
belajar. Siswa yang kurang bemntung pada dasamya memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi tertinggal dalam hal stimulasi pendidikan dan kondisi lain,
seperti kesehatan, nutrisi, perhatian dan sikap orang tua twhadap pendidikan.
Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai motivasi belajar
pada siswa yang kurang beruntung di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Daerah ini
merupakan salah satu daerah IDT. Alat ukur yang dipakai adalah skaia motivasi
belajar yang disusun berdasarkan karakteristik motivasi belajar dari Woolfolk
(1993). Jumlah sampel penelitian ini adalah 105 orang, terbagi dalam 3 kelompok
kelas dari kelas 4 sampai kelas 6 SD dengan usia antara 9-14 tahun. Rumus yang
digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas adalah rumus Pearson's Product
Moment dan koefisien alpha Cronbach. Metode pengolahan data dilakukan
dengan menggunakan rumus frekuensi, nilai rata-rata, dan one wayANOVA.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa taraf motivasi belajar pada
siswa kelompok ini berada antara - ISD sampai + 1 SD, atau bertaraf sedang.
Dilihat juga ada perbedaan nilai rata-rata skor motivasi belajar yang bermakna
pada perbandingan kelas 4, 5, dan 6. Pada uji perbedaan nilai rata-rata keenam
aspek motivasi belajar ditemukan bahwa ada lima aspek yang menunjukkan
perbedaan nilai rata-rata yang bermakna berbeda, sedangkan satu aspek, yaitu
aspek kebutuhan untuk berprestasi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna
dan aspek ini juga memiliki nilai rata-rata yang tertinggi. Saran untuk penelitian
selanjutnya adalah perbaikan alat ukur pemilihan sampel dengan kriteria v
lebih spesifik, penambahan jumlah sampel, dan perbandingan dengan kelompok
anak disadvantaged lainnya."
1999
S2374
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
White, Ellen G.
Bandung: Indonesia Publishing House, 2001
248.845 WHI ct (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Walker, Edward L.
Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia, 1973
154.4 WAL ct
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yulia Saraswati
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah menggambar dapat berperan sebagai strategi regulasi emosi anak Papua yang bersekolah di luar daerah, dengan melihat pengaruh menggambar sebagai distraksi dalam mengubah valensi emosi mereka, mempertimbangkan kelompok usia (middle childhood dan adolescence) dan preferensi menggambar. Sejumlah 45 anak Papua usia 10-15 tahun yang secara acak dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kondisi menggambar, yakni kelompok menggambar bebas (n = 23) dan mencontoh bentuk (n = 22), sebelumnya diberikan induksi emosi negatif dengan meminta mereka mengingat pengalaman negatif sebelum melakukan kegiatan menggambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan valensi emosi lebih besar secara signifikan pada kelompok menggambar bebas dibandingkan dengan kelompok mencontoh bentuk (F(1,43) = 6,237; p < 0,05; one-tailed). Kelompok usia ditemukan tidak memiliki efek pada perubahan valensi emosi (F(1,41) = 0,741; p > 0,05), begitu juga dengan preferensi menggambar (F(2,42) = 3,805; p > 0,05; R2 = 0,005). Dibandingkan dengan kelompok mencontoh bentuk, partisipan yang menggambar bebas mengalami peningkatan emosi positif lebih tinggi dan lebih menikmati kegiatan, karena kebebasan untuk berkarya mampu membuat emosi individu menjadi lebih positif, tanpa melihat kelompok usia maupun preferensi. Kemudian berdasarkan data yang terkumpul, didiskusikan pula pengelompokan tahap perkembangan artistik anak Papua dan tema yang muncul dalam cerita mereka.

ABSTRAK
This study aims to know whether drawing acts as emotion regulation strategy for Papuan children who are attending school away from home, by looking at the effect of drawing to distract in changing their emotional valence, considering their respective age groups and drawing preference. Forty children aged 10-15 randomly assigned to two groups, free-hand drawing (n=23) and copying shapes (n=22), were first given negative mood induction by asking them to recall a negative experience before completing drawing task. Results showed that emotional valence was changed significantly in the free-hand drawing group more than the copying shapes group (F(1,43) = 6,237; p < 0,05; one-tailed). Age group did not have an effect on the change (F(1,41) = 0,741; p > 0,05), so was drawing preference (F(2,42) = 3,805; p > 0,05; R2 = 0,005). Compared to the copying shapes group, emotional valence of the free-hand drawing group increased more and they also found more enjoyment in the task, for freedom to create is able to elevate individual?s emotional valence positively, without any differences found between age groups and level of drawing preference. Subsequently, based upon the collected data, the grouping of Papuan children?s artistic development and the themes found in their stories are discussed."
2016
S64256
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Slamet Riyadi
"ABSTRAK
Matematika mempakan mata pelajaran penting yang diberikan di sekolah baik di SD, SMP, SMU/SMK bahkan Perguruan Tinggi. Matematika memiliki fungsi memberi kemampuan berpikir logis, kritis dan sistematis. Matematika juga memiliki peran yang penting dalam kehidupan ini. Mengingat pentingnya peranan matematika, wajar bila matemaiika mendapatkan perhatian yang utama dibanding pelajaran yang lain dan tidak berlebihan bila diharapkan siswa menunjukkan prestasi belajar yang baik dalam pelajaran tersebut di sekolah. Namun pada kenyataannya banyak siswa yang prestasi belajar matematikanya rendah atau kurang memadai. Bahkan sampai sekarang matematika masih dianggap sebagai momok dalam pelajaran di sekolah.
Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika. Faktor-faktor tersebut dapat dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berhubungan dengan prestasi belajar matematika antara lain adalah self efficacy dan minat terhadap matematika. Setiap siswa memiliki kemampuan dalam mempelajari matematika namun seringkali mereka ragu apakah ia mampu atau tidak dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Siswa seringkali tidak bertingkah Iaku optimal meskipun tahu apa yang harus dilakukannya. Keyakinan seseorang akan kemampuannya inilah yang menurut Bandura (1986) dikenal sebagai self efficacy.
Penulis meneliti hubungan antara self efficacy dengan prestasi belajar matematika yang diduga memiliki hubungan yang bermakna. Di samping itu penulis juga meneliti hubungan minat terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika mengingat kurang minatnya siswa terhadap matematika karena ketika berhadapan dengan matematika siswa terlebih dahuiu menganggapnya sebagai suatu mata pelajaran yang sukar (Sinergi, Januari-Maret 1998). Tujuan penelitian adalah menguji apakah ada hubungan antara self efficacy dan minat terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika. Kemudian berapa besar sumbangan variabel tersebut terhadap prestasi belajar matematika.
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 8 Jakarta. Alasannya ialah subyek sudah dapat menilai dirinya sendiri secara cukup realistis dan subyek sudah mandiri dalam membentuk minat serta sudah sejak lama mengikuti pelajaran matematika. Subyek yang dijadikan sampel sebanyak 115 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. lnstrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala self efficacy dan kuesioner minat matematika. Data penelitian diolah menggunakan metode multiple regression.
Hasil penelitian ini tidak mendukung teori Bandura(l986) yang mengatakan bahwa self efficacy berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini juga tidak mendukung penelitian Schunk (1982) yang menyatakan bahwa self efficacy berhubungan secara signifikan dengan prestasi belajar matematika. Hasil penelitian ini juga tidak mendukung penelitian Simanjuntak (1994) yang menyatakan ada hubungan yang signifikan antara minat dengan prestasi matematika siswa laki-laki dan perempuan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui self efficacy dan minat terhadap matematika secara bersama-sama tidak memberikan sumbangan yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika.
Tidak bemaknanya hubungan antara self efficacy dan minat terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika mungkin disebabkan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yang berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika seperli inteligensi, motivasi, kecemasan terhadap matematika dan skema tentang pemecahan masalah yang diajarkan sebelumnya. Faktor-faktor tersebut mungkin mempunyai peran yang lebih besar dalam mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa dibandingkan dengan self efficacy dan minat terhadap matematika. Tidak signifikannya hubungan antara self efficacy dan minat terhadap matematika dengan prestasi belajar matematika juga bisa disebabkan oleh instrumen-instrumen penelitian ini yang mungkin tidak valid secara eksternal, kecenderungan subyek penelitian untuk menjawab kuesioner secara social desirability dan variabilitas sampel penelitian yang rendah.
Saran untuk penelitian lanjutan yakni melakukan validasi eksternal terhadap instrumen-instrumen ini dengan cara mengkorelasikan skala self efficacy dan kuesioner minat terhadap matematika dengan alat-alat dan metode-metode lain yang valid secara internal maupun eksternal yang mengukur konstruk yang sama. Sebaiknya menggunakan sampel penelitian dan beberapa sekolah agar subyeknya heterogen dan menggunakan teknik pengambilan sampel secara random/acak. Membuat tes matematika yang standar agar valid dan reliabel. Perlu melibatkan valiabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti inteligensi (kecerdasan), motivasi, kecemasan terhadap matematika dan skema tentang pemecahan masalah yang diajarkan sebelumnya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1998
S2551
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wen, Xiaoping
Taibei shi: Peigen Wenhua Gongsi Chuban, 1993
SIN 155.413 WEN n
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dhifani Lutya Azzahra
"Skripsi ini ingin melihat pengaruh dari pendidikan orang tua yang berhenti sekolah yang dilihat melalui lama sekolah ayah dan ibu terhadap pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan data cross-section dengan analisis data sekunder menggunakan regresi logistik (firthlogit) dari Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga (SAKERTI) gelombang 4 (2007) dan gelombang 5 (2014). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa lama sekolah dari ayah dan ibu tidak memengaruhi pendidikan anak di setiap jenjang pendidikan. Selain itu, terdapat faktor lain yang juga memengaruhi pendidikan anak seperti faktor dari anak itu sendiri dan faktor lain dari orang tua.

This thesis wants to see the effect of the education of parents who quit school seen through the years of schooling, father and mother on children's education. This study uses cross-section data with secondary data analysis using logistic regression (firthlogit) of wave 4 (2007) and wave 5 (2014) of the Indonesian Family Life Survey (IFLS). The study found that the years of schooling of fathers and mothers did not affect the education of children at every level of education. Also, other factors influence children's education, such as factors from the child itself and the other factors from parents.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suyadi
"Buku ini menguraikan secara lengkap sisi kejiwaan (yang menjadi perhatian dari ilmu psikologi) anak usia dini. Selama ini, psikologi pendidikan hanya menggarap wilayah pendidikan tinggi dan menengah atau atas saja. PAUD, yang memeang baru berkembang, belum tersentuholeh ilmu jiwa atau psikolog ini. Buku ini hadir untuk melengkapi bagian-bagiab yang masih jarang disentuh tentang PAUD yang mulai tumbuh subur di negeri ini, dengan harapan psikologi mampu menjangkau perkembangan mental anak didik dengan lebih baik, buku ini juga mengupas pengertian psikologi pendidikan, tipe-tipe kepribadian anak, teori-teori kecerdasan, tipe-tipe belajar dan bermain anak, hingga teori-teori belajar era quantum, seperti active learning."
Yogyakarta: Pedagogia, 2010
155.4 SUY p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>