Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15875 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ruseno Arjanggi
"Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektifitas pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang diberikan melaluimetode
eksperimen untuk meningkatkan belajar berdasar regulasi diri pada mahasiswa serta prestasi belajar siswa. Skala
Belajar Berdasar Regulasi Diri dikembangkan oleh Pintrich et al. (1991) yang mengungkap profil pembelajar aktif.
Penelitian ini sangat penting untuk dikembangkan mengingat perubahan pola pembelajaran di pendidikan tinggi dari
pembelajarn berpusat pada Dosen ke pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student active learning). Subjek
penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama program diploma Fakultas Ilmu Keperawatan di Semarang yang terbagi
dalam dua kelompok yaitu kelompok Kontrol sejumlah 33 mahasiswa dan kelompok perlakuan sejumlah 34 mahasiswa.
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap belajar berdasar
regulasi diri, namun pengaruh padaregulasi strategi belajar tidak ditemukan.
The main purpose of this study was to examine effectiveness of cooperative learning type jigsaw to enhance self
regulated learning. Experiment design is used by implementing jigsaw classroom for improving self regulated learning.
Data were collected by self regulated learning scale adapted from MSLQ (developed by Pintrich et al., 1991) to know
the student’s profile of active learning. As known, the changes of paradigm in instruction from teacher or lecture center
to student active learning have many problems. One of the causes of this condition is most of lecture still use traditional
models of instruction that led lecture more active than students. Sixtyseven student from diploma degree in nurse
faculty of Sultan Agung Islamic University involved in this study. Then, subject divided equally into two groups, 33
student for control group and 34 student for experiment group. The result showed that cooperative learning type jigsaw
has significantly effect to self regulated learning. Jigsaw learning can improve student motivation significantly,
however, the effect on the regulation of learning strategies was not found."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ruseno Arjanggi
"Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektifitas pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang diberikan melaluimetode eksperimen untuk meningkatkan belajar berdasar regulasi diri pada mahasiswa serta prestasi belajar siswa. Skala Belajar Berdasar Regulasi Diri dikembangkan oleh Pintrich et al. (1991) yang mengungkap profil pembelajar aktif. Penelitian ini sangat penting untuk dikembangkan mengingat perubahan pola pembelajaran di pendidikan tinggi dari pembelajarn berpusat pada Dosen ke pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student active learning). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama program diploma Fakultas Ilmu Keperawatan di Semarang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok Kontrol sejumlah 33 mahasiswa dan kelompok perlakuan sejumlah 34 mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap belajar berdasar regulasi diri, namun pengaruh padaregulasi strategi belajar tidak ditemukan.

The main purpose of this study was to examine effectiveness of cooperative learning type jigsaw to enhance self regulated learning. Experiment design is used by implementing jigsaw classroom for improving self regulated learning. Data were collected by self regulated learning scale adapted from MSLQ (developed by Pintrich et al., 1991) to know the student?s profile of active learning. As known, the changes of paradigm in instruction from teacher or lecture center to student active learning have many problems. One of the causes of this condition is most of lecture still use traditional models of instruction that led lecture more active than students. Sixtyseven student from diploma degree in nurse faculty of Sultan Agung Islamic University involved in this study. Then, subject divided equally into two groups, 33 student for control group and 34 student for experiment group. The result showed that cooperative learning type jigsaw has significantly effect to self regulated learning. Jigsaw learning can improve student motivation significantly, however, the effect on the regulation of learning strategies was not found."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ruseno Arjanggi
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh metode tutor teman sebaya terhadap belajar berdasarkan regulasidiri.
Proses regulasi-diri seperti perencanaan, monitor diri dan kendali terhadap gangguan, model interaksi antara
lingkungan individu dan perilaku merupakan interaksi timbal balik yang saling menentukan. Melalui tutor teman sebaya
diharapkan akan terbangun perilaku potensial melalui pengorganisasian materi perkuliahan secara mandiri dalam
bentuk mencari pertolongan dan memberi pertolongan selama proses belajar berlangsung secara lebih intensif karena
adanya jarak psikologis yang minimal antara tutor dan tutee. Partisipan penelitian ini adalah 63 mahasiswa Fakultas
Psikologi Unissula Semarang yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
Kelompok perlakuan terdiri dari 9 kelompok tutorial yang masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan skala belajar berdasar regulasi-diri. Model statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis
penelitian ini adalah Anava satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh positif metode
pembelajaran tutor sebaya terhadap belajar berdasar regulasi-diri. Metode pembelajaran tutor teman sebaya mempunyai
kontribusi sebesar 17,4 persen dalam meningkatkan hasil belajar berdasar regulasi-diri pada mahasiswa. Penelitian ini
membuktikan bahwa pembelajaran aktif bisa dilakukan tanpa harus melibatkan banyak tenaga pengajar. Selain itu,
proses pembelajaran bisa dimaksimalkan dengan potensi yang ada, diantaranya melalui tutor teman sebaya.
The purpose of this study is to empirically examine the effectiveness of peer tutoring method on self-regulated learning.
In self-regulated processes such as planning, self monitoring, and control of disturbances, the model of interaction
between personal environment and behavior is a reciprocal interaction. Peer tutoring is expected to raise the potential
behavior through an independent learning materials organization. Those behaviours include assistance-seeking behavior
and assistance-giving during a more intensive learning process resulted from nearer psychological distance between the
tutor and tutee. The subject of this research was 63 students of the Faculty of Psychology Unissula Semarang, which
was divided into two groups: 31 students in the control group and 32 students in the treatment group. The treatment
group consisted of nine tutorial groups in which each group consisted of 3-4 students. This research used a motivated
strategy for learning questionnaire. Analysis of variance is used to test the hypothesis. The result indicates that there is a
positive effect of peer tutoring learning methods on self-regulated learning. Peer tutoring learning method has
accounted for 17.4 per cent improvement learning based on student self regulation. This research proved that active
learning can be done without involving a lot of teachers. Besides, the learning process can be maximized with the
existing potentials by, among others, through peer tutoring."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2010
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"This study aims to identify the effectiveness of cooperative learning of Jigsaw and STAD models at elementary school students. Specifically this study aims to (I) identify the learning activities of students in Jigsaw and STAD model, and (ii) identify the effect of cooperative learning on student outomes, and (iii) identify the effects of cooperative learning on social skill on elementary school students. Subjects are fourth grade elementary school student of SD Sambungan 01 and 02 in Sub District of Undaan in Kudus Regency, was randomly selected through cluster sampling technique includes two experimental groups. It consists of 20 students for STAD model and 21 students for Jigsaw model. Collecting the data in the form of student learning outcomesn conducted during the 2009.1 academic year through tests and non test. Data was analyzed using ANOVA and testing requirements through the normality test and homogeneity of variance. Data processing activities and skills gained through observation and then be processed through descriptive analysis. Research results revealed that the implementation of cooperative learning model of Jigsaw and STAD model was capable to improve student learning activities. While the use of both models show that students only skillful in capturing the concept. The value of the influence of process skills with Jigsaw model is 59.6% and with the STAD model is 55.5%. Average yield study showed significance differences that Jigsaw model is better than STAD model. This means that the Jigsaw model is more able to improve student learning activity compared with STAD model. It is concluded that the Jigzaw model is better than STAD model. Teachers are advised to apply Jigsaw method of cooperative learning model as an alternative to teaching in the classroom."
JPUT 10:2 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nelfi
"Geography is one of the six important subjects learnt by social class. Students still find to hard to study.. Classically , it improved 100% . Therefor, the reasearcher found the students more active and motivated."
Padang Panjang: Dinas pendidikan kota Padangpanjang, 2014
370 JGR 11: 2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Artisipen
"Learning mathematic purposed to explore students sills to improve their ability to master some match concept and applied in their daily life."
Padang panjang: Dinas pendidikan Kota Padangpanjang, 2014
370 JGR 11 : 1 ( 2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki: (1) Apakah para siswa diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki prestasi matematika lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran tipe Jigsaw kooperatif dan model pembelajaran konvensional dan apakah siswa diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pencapaian matematika lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada subjek Dua Variabel Sistem Persamaan Linear, (2) Diantara model pembelajaran kooperatif jenis STAD, jenis Jigsaw dan model pembelajaran konvensional yang menghasilkan prestasi yang lebih baik belajar bila dilihat dari motivasi belajar siswa, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi-eksperimental. Populasi adalah semua siswa kelas VIII dari Sekolah SMP Negeri di Kota Surakarta pada tahun akademik 2010/2011. Sampel penelitian ini adalah 283 siswa dan diambil dengan teknik cluster sampling stratified random. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumentasi, angket, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis dua arah berbeda dengan sel tak sama, pra-syarat yang dianalisis menggunakan uji Liliefors untuk uji normalitas, uji homogenitas menggunakan uji Bartlett, pada tingkat signifikasi = 5%. kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Siswa diajarkan dengan pembelajaran STAD memiliki prestasi matematika yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan model jigsaw dan model pembelajaran konvensional dan siswa diajarkan dengan model Jigsaw pencapaian matematika yang sama dari siswa diajarkan dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memiliki prestasi matematika yang sama dari siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional."
JPUT 13:1 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"During three years latest, the achievement of non regular education students offering BB in Animal Development course relatively low, with average gain C+ (57,5-67,5) because of the learning method used could activate students not well. For surpass that condition, the learning innovation that can increase student’s activity were needed. This expansion purposed to increase motivation and achievement of the students offering BB in Animal Development course by applying of jigsaw’s cooperative learning . The design used in this expansion is classroom action research in two cycles that applied in five and six meeting time in even semester 2007/2008. The student’s motivation were observed by perceived their interest, activity, effort, concentration and efficiency working during the learning process. The results indicate the increasing of good category’s classical learning motivation from 60.74 at 1st cycle to 77.78 at the 2nd , and the classical achievement from 62.96% to 85.19%. Its can concluded that the applied of jigsaw’s cooperative learning can improve student’s motivation and achievement. "
2009
570 JPB 1:1 (2009) (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Safitri Jaya
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola kefektifan dari sebuah proses pembelajaran yang dilakuakan secara konvensional dan e-learning. Pola kefektifan dari proses pembelajaran dikaji melalui pendekatan terhadap faktor pemicu dan faktor interaksi pengguna. Pendekatan terhadap faktor pemicu dari proses pembelajaran baik yang berlangsung secara konvensional maupun e-learning diantaranya adalah motivasi, budaya belajar dan pengaruh lingkungan. Sedangkan pendekatan terhadap faktor interaksi pengguna dari proses pembelajaran konvensional maupun e-learning diantaranya adalah kemudahan akses dan komunikasi, yaitu jalinan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, antara sesama peserta didik dan antara pendidik maupun peserta didik dengan sumber belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah populasi sebanyak 400 orangb dan sampel sebanyak 196 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui metode Structural Equation Modelling (SEM) dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pemicu dan faktor interaksi pengguna berpengaruh positif terhadap pola kefektifan dari proses pembelajaran konvensional maupun e-learning."
Universitas Pembangunan Jaya, 2016
384 JPPKI 7:2 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>