Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 79100 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nathania Devina
"ABSTRAK
Jurnal ini membahas tentang ironi yang terdapat dalam cerpen bergaya realis Unsu Joheun Nal karya
Hyeon Jin Geon yang dibuat pada era 1920-an. Cerpen ini menceritakan tentang Bapak Kim, seorang
penarik bendi yang tinggal di Seoul dan memiliki seorang istri yang sedang sakit di rumah. Pada suatu
hari ia merasa bahwa hari itu adalah hari keberuntungannya karena ia mendapat banyak uang dari hasil
kerjanya. Ironisnya ia menemukan istrinya meninggal dunia ketika ia tiba di rumah. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui ironi-ironi yang terdapat di dalam cerpen Unsu Joheun Nal. Dalam
melakukan penelitian, penulis menggunakan metode close-reading untuk menganalisis ironi yang
terdapat cerpen tersebut. Penelitian dimulai dengan membaca teliti teks cerpen Unsu Joheun Nal dan
mengaitkannya dengan sumber-sumber lain yang terkait. Dengan begitu, penulis dapat memahami dan
menganalisis ironi apa saja yang terdapat di dalam cerpen tersebut. Melalui langkah tersebut, penulis
merumuskan kesimpulan bahwa cerpen Unsu Joheun Nal mengandung beberapa ironi situasional. Ironi
situasional tersebut tergambar dalam inti cerita cerpen dan beberapa situasi pada bagian-bagian kecil
cerpen.

ABSTRACT
This journal discussed about the irony portrayed in Unsu Joheun Nal, a realist short story written in
1920s era by Hyeon Jin Geon. This short story tells about Mr. Kim, a rickshaw-man living in Seoul and
a husband of a sick wife. One day, he knew that it was his lucky day because all of sudden, he got quite
a big amount of money from his work. Ironically, he found his wife has been dead when he reached
home. The purpose of this study was to determine the irony portrayed in the short story Unsu Joheun
Nal. In conducting the research, the writer used close-reading method to analyse the irony potrayed in
the short story. The research began with reading the short story text and other sources related. The writer
then understood and analysed the irony in the short story. Through these steps, the writer compose a
conclusion that the short story Unsu Joheun Nal portrayed some situational irony. Those situational
ironies portrayed in the main story and some situations in the small parts of the short story."
Depok: [Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, ], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nathania Devina
"ABSTRAK
Jurnal ini membahas tentang ironi yang terdapat dalam cerpen bergaya realis Unsu Joheun Nal karya Hyeon Jin Geon yang dibuat pada era 1920-an. Cerpen ini menceritakan tentang Bapak Kim, seorang penarik bendi yang tinggal di Seoul dan memiliki seorang istri yang sedang sakit di rumah. Pada suatu hari ia merasa bahwa hari itu adalah hari keberuntungannya karena ia mendapat banyak uang dari hasil kerjanya. Ironisnya ia menemukan istrinya meninggal dunia ketika ia tiba di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ironi-ironi yang terdapat di dalam cerpen Unsu Joheun Nal. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode close-reading untuk menganalisis ironi yang terdapat cerpen tersebut. Penelitian dimulai dengan membaca teliti teks cerpen Unsu Joheun Nal dan mengaitkannya dengan sumber-sumber lain yang terkait. Dengan begitu, penulis dapat memahami dan menganalisis ironi apa saja yang terdapat di dalam cerpen tersebut. Melalui langkah tersebut, penulis merumuskan kesimpulan bahwa cerpen Unsu Joheun Nal mengandung beberapa ironi situasional. Ironi situasional tersebut tergambar dalam inti cerita cerpen dan beberapa situasi pada bagian-bagian kecil cerpen.

ABSTRACT
This journal discussed about the irony portrayed in Unsu Joheun Nal, a realist short story written in 1920s era by Hyeon Jin Geon. This short story tells about Mr. Kim, a rickshaw-man living in Seoul and a husband of a sick wife. One day, he knew that it was his lucky day because all of sudden, he got quite a big amount of money from his work. Ironically, he found his wife has been dead when he reached home. The purpose of this study was to determine the irony portrayed in the short story Unsu Joheun Nal. In conducting the research, the writer used close-reading method to analyse the irony potrayed in the short story. The research began with reading the short story text and other sources related. The writer then understood and analysed the irony in the short story. Through these steps, the writer compose a conclusion that the short story Unsu Joheun Nal portrayed some situational irony. Those situational ironies portrayed in the main story and some situations in the small parts of the short story."
[, ], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Jessica Haliem Permatasari
"[ABSTRAK
Jurnal ini membahas tentang kritik terhadap kolonialisasi Jepang di Korea dalam cerpen beraliran realisme tahun
1920-an karya Hyeon Jingeon yang berjudul Unsu Joheun Nal. Cerpen ini merupakan salah satu cerpen yang
menggambarkan kehidupan masyarakat Korea kelas bawah di perkotaan yang keras akibat dari adanya
penjajahan Jepang. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penggambaran dampak kolonialisasi Jepang di
Korea pada masa itu serta bentuk kritik terhadap kolonialisasi Jepang yang digambarkan dalam cerpen Unsu
Joheun Nal. Metode penelitian yang digunakan ialah metode close reading dengan melakukan analisis data
kualitatif yang terdapat dalam cerpen. Dilakukan juga studi kepustakaan untuk mencari data-data sejarah Korea
tahun 1920-an yang nantinya dikaitkan dengan cerpen Unsu Joheun Nal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa adanya kolonialisasi Jepang membuat kehidupan rakyat Korea, khususnya masyarakat kelas bawah di
perkotaan semakin miskin dan sengsara. Bentuk kritik tersebut digambarkan lewat kehidupan tokoh utama dari
cerpen ini, yakni Kim Cheomji yang setiap harinya harus bekerja keras agar dapat makan ABSTRACT This journal discusses the criticism of Japanese colonization in Korea based on 1920s realism short story entitled
Unsu Joheun Nal written by Hyeon Jingeon. This short story is the one that depicts the tough life of urban
Korean lower class society under Japanese colonization. This research is aim to know the impact of Japanese
colonization in Korea at that time and form of criticism towards Japanese colonization that was depicted in Unsu
Joheun Nal short story. This research applied close reading method by analizing qualitative data contained in the
short story. Literature study was also carried out to find the 1920s Korea history data that later associated with
Unsu Joheun Nal short story. Result of this research shows that Japanese colonization made Korean people poor
and miserable, especially urban lower class society. Form of criticism is illustrated through the life of the main
character of this story namely Kim Cheomji who must work hard everyday in order to eat.;This journal discusses the criticism of Japanese colonization in Korea based on 1920s realism short story entitled
Unsu Joheun Nal written by Hyeon Jingeon. This short story is the one that depicts the tough life of urban
Korean lower class society under Japanese colonization. This research is aim to know the impact of Japanese
colonization in Korea at that time and form of criticism towards Japanese colonization that was depicted in Unsu
Joheun Nal short story. This research applied close reading method by analizing qualitative data contained in the
short story. Literature study was also carried out to find the 1920s Korea history data that later associated with
Unsu Joheun Nal short story. Result of this research shows that Japanese colonization made Korean people poor
and miserable, especially urban lower class society. Form of criticism is illustrated through the life of the main
character of this story namely Kim Cheomji who must work hard everyday in order to eat.;This journal discusses the criticism of Japanese colonization in Korea based on 1920s realism short story entitled
Unsu Joheun Nal written by Hyeon Jingeon. This short story is the one that depicts the tough life of urban
Korean lower class society under Japanese colonization. This research is aim to know the impact of Japanese
colonization in Korea at that time and form of criticism towards Japanese colonization that was depicted in Unsu
Joheun Nal short story. This research applied close reading method by analizing qualitative data contained in the
short story. Literature study was also carried out to find the 1920s Korea history data that later associated with
Unsu Joheun Nal short story. Result of this research shows that Japanese colonization made Korean people poor
and miserable, especially urban lower class society. Form of criticism is illustrated through the life of the main
character of this story namely Kim Cheomji who must work hard everyday in order to eat., This journal discusses the criticism of Japanese colonization in Korea based on 1920s realism short story entitled
Unsu Joheun Nal written by Hyeon Jingeon. This short story is the one that depicts the tough life of urban
Korean lower class society under Japanese colonization. This research is aim to know the impact of Japanese
colonization in Korea at that time and form of criticism towards Japanese colonization that was depicted in Unsu
Joheun Nal short story. This research applied close reading method by analizing qualitative data contained in the
short story. Literature study was also carried out to find the 1920s Korea history data that later associated with
Unsu Joheun Nal short story. Result of this research shows that Japanese colonization made Korean people poor
and miserable, especially urban lower class society. Form of criticism is illustrated through the life of the main
character of this story namely Kim Cheomji who must work hard everyday in order to eat.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Dara Ayunda Hilman
"Penelitian ini mengkaji tema pada cerpen Korea yang berjudul Bincheo (My Poor Wife) karya Hyeon Jin Geon dengan menjelaskan gagasan-gagasan kecil pendukung tema yang terdapat dalam cerpen ini. Peneliti memilih Bincheo sebagai bahan penyusunan skripsi ini karena Bincheo merupakan salah satu karya sastra jenis cerpen modern pertama yang muncul pada tahun 1921 di Korea Selatan. Oleh karena itu, peneliti berpendapat bahwa Bincheo patut untuk diteliti lebih dalam. Pada masa penjajahan Jepang banyak penulis Korea Selatan pengusung aliran realisme yang membuat karya sastra yang berisikan tentang penderitaan dan kesedihan rakyat Korea. Bincheo merupakan salah satu dari karya sastra tersebut yang dapat dikatakan sebagai sastra realisme yang menonjol pada masanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode close reading dengan seluruh analisis yang merujuk pada teks. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tema dalam cerita pendek ini adalah makna sebuah kebahagiaan. Melalui Bincheo, Hyeon Jin Geon ingin memberikan pembelajaran kepada para pembacanya bahwa kebahagiaan tidak selalu didapatkan dengan materi semata, melainkan juga dengan cinta.

This study examined the ideas of South Korea short stories titled Bincheo (My Poor Wife) by Hyeon Jin Geon along with explanations of small ideas that supporting the ideas which is contained in this short story. Researchers chose Bincheo as script materials because Bincheo is one of the literary works of the modern short story first appeared in 1921 in South Korea. Therefore, the researchers suggest that Bincheo deserves to be studied further in. During the Japanese occupation in South Korea, many of authors who used realism as foundation to make literary works which contains about Korean people_s suffering and sorrow. Bincheo is one of those works of literature that can be said as a prominent literary realism in that time. The methods used in this study is close reading method that analysis the entire text that contained in Bincheo. This study revealed that themes in this short story are the meaning of happiness. Through Bincheo, Hyeon Jin Geon wants to give its readers a learning that happiness is not always obtained with materials, but also with love."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S15967
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jasmine Pramitha Ramadhanty
"Banyaknya kasus penganiayaan anak yang terkuak dewasa ini di Korea Selatan membuat permasalahan seputar anak pun menangkap perhatian masyarakat. Karya sastra sebagai hasil budaya manusia dapat membantu dalam memandang problematika sosial yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati penggambaran penelantaran anak dalam cerita pendek Balance Game (2021). Penelitian ini mengkaji penelantaran anak yang digambarkan melalui tokoh Yun dan Geonhee dengan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dalam pelaksanaan penelitian. Dalam Balance Game, penelantaran emosional menjadi bentuk penelantaran yang paling dominan. Perilaku penelantaran oleh tokoh Yun dapat disimpulkan merupakan akibat dari beberapa faktor, yakni kondisi sosioekonomi dan kondisi personal individu dalam keluarga. Ketiadaan perhatian dari lingkungan sekitar juga memperkecil kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Namun, melihat dari perkembangan kebijakan terhadap anak yang terjadi dewasa ini, kesadaran masyarakat telah membuka peluang untuk mengkaji berbagai permasalahan terhadap anak secara serius. Dengan demikian, kesadaran merupakan pemicu kemajuan dalam penanganan masalah dan representasi dapat menjadi penting untuk membangun kesadaran atas permasalahan-permasalahan yang ada dalam masyarakat.

Child maltreatment cases that has been brought to light recently in South Korea caught public's attention by storm. Literature as a result of human cultural process could help in understanding current existing problems in society. This research intends to observe how child neglect is depicted in the short story Balance Game (2021). This research studies child neglect represented through the character Yun with qualitative descriptive analysis methode and literature study approach in the process. In Balance Game, emotional neglect became the most prevalent type of neglect. Yun's neglect could be perceived as a result of several factors that is socioeconomic status and condition of each individuals in the family. The lack of care shown by the family's surroundings also reduced the chance to improve the situation at hand. However, if observed through the current child policy developments, public awareness has opened the opportunity to study social issues affecting children in a more serious manner. Thus, awareness is a key trigger in solving problems and representation could have an important role to build awareness on current existing social issues."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Carlo Alfred Karuwal
"Cerpen Anak Besi merupakan salah satu cerpen yang terdapat di dalam kumpulan cerpen berjudul The Sin (2002) karya Mo Yan. Cerpen Anak Besi menceritakan tentang tokoh Gou Sheng yang mengalami kehidupan masa kecil di Komune Rakyat dan kemudian bertemu dengan tokoh “Anak Besi”. Penelitian ini menekankan pentingnya unsur intrinsik cerita, terutama pada tokoh dan latar untuk mengungkap kondisi sosial ketika masa Lompatan Jauh ke Depan pada tahun 1958-1962. Tokoh Gou Sheng merupakan tokoh kunci untuk mengungkap berbagai hal yang digambarkan melalui cerpen. Ia tidak hanya menjadi representasi kehidupan anak-anak, namun sekaligus mengungkap kondisi sosial yang terekam dalam cerpen berkaitan dengan kehidupan pada masa Lompatan Jauh ke Depan. Cerpen Anak Besi menggambarkan dampak psikologis dan fisik dari kebijakan pemerintah terhadap keluarga dan masyarakat. Cerpen ini juga membuktikan ketajaman Mo Yan sebagai pengarang dalam melihat kondisi sosial di Cina ketika masa Lompatan Jauh ke Depan khususnya lewat sudut pandang kehidupan yang dijalani anak kecil bernama Gou Sheng. Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang sejarah Cina, tetapi juga memperluas potensi studi sastra sebagai sumber alternatif dalam penelitian sejarah.

The short story Iron Child is one of the short stories in Mo Yan's The Sin (2002). The short story Iron Child tells about the character Gou Sheng who experiences childhood life in the People's Commune and then meets the character "Iron Child". This study emphasizes the importance of the intrinsic elements of the story, especially the characters and setting, to reveal the social conditions during the Great Leap Forward period of 1958-1962. The character of Gou Sheng is a key character to reveal various things depicted through the short story. He not only represents the life of children, but also reveals the social conditions recorded in the short story related to life during the Great Leap Forward. Anak Besi depicts the psychological and physical impact of government policies on families and communities. This short story also proves Mo Yan's sharpness as an author in seeing the social conditions in China during the Great Leap Forward, especially through the perspective of the life lived by a child named Gou Sheng. This research not only enriches the understanding of Chinese history, but also expands the potential of literary studies as an alternative source in historical research."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ariando Alfariz
"Cerita pendek Akik adalah cerita pendek yang dibuat oleh Nardi dalam buku kumpulan cerkak dan geguritan Menyok lan Bothekan pada halaman 23 – 26 tahun 2016 . Penelitian yang dilakukan pada cerita pendek Akik didasarkan pada analisis struktural yang meliputi analisis alur, tokoh dan penokohan, latar, tema dan amanat. Cerita pendek Akik berisi tentang nilai-nilai moral yang ada dalam setiap tokoh dalam cerita pendek Akik

The short story of Akik is a short story created by Nardi in a book on collection cerkak and geguritan Menyok lan Bothekan on pages 23 – 26 of 2016 . Research carried out on short story of Akik is based on structural analysis which includes analysis of flow, characters and characterizations, settings, themes and mandates. Akik short stories contain moral values that exist in every character in the Akik short stories."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firdanisa Ayu Ferdyadhani
"Skripsi ini membahas tentang inferioritas yang dialami tokoh utama pada cerpen /Damskij Master/Penata Rambut Wanita dan cerpen ldquo;rdquo;/ ldquo;Skripka Rot il rsquo;da rdquo;/ ldquo;Biola Rothschild rdquo; karya Irina Grekova. Tokohnya adalah Vitaliy Plavnikov dan Nikolay Ivanovich. Irina Grekova, melalui karyanya, memperlihatkan bahwa pria juga dapat mengalami inferioritas. Penulis menggunakan metode analisis deskriptif dan pendekatan intrinsik-ekstrinsik. Inferioritas pertama kali diperkenalkan oleh Psikolog dari Austria bernama Alfred Adler. Adler memberi gagasan, agar manusia tidak merasakan inferioritas, perlu melakukan kompensasi. Hasil penelitian ini merepresentasikan inferioritas yang dialami kedua tokoh tersebut dan bagaimana cara mereka melakukan kompensasi agar tidak merasakan inferioritas. Selain itu, latar kisah yang digambarkan pengarang tidak berbeda jauh dari masanya yakni pada masa Soviet.

This study discussing about inferiority experienced by main character in short story Damskij Master Ladies Hairdresser and short story ldquo rdquo ldquo Skripka Rot il rsquo da rdquo ldquo Rothschild rsquo s Violin rdquo by Irina Grekova. The characters are Vitaliy Plavnikov and Nikolay Ivanovich. Irina Grekova, through her story, shows that men can feel inferiority. The writer is using analytic descriptive and intrinsic extrinsic approach. Inferiority, for the first time, introduced by Austrian psychologist named Alfred Adler. Adler gave advice, in order to not feeling inferiority, human need to do compensation. This research represented inferiority felt by those two characters and how they do compensation so they don rsquo t feel inferiority. Besides, the story background that portrayed by author wasn rsquo t that far from her era, which is Soviet era. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Febriyanti Alya Rahman
"Tulisan ini membahas tentang karya Ding Ling yang berjudul Ketika Aku di Desa Xia (1941). Cerpen ini mengangkat kisah tentang tokoh “Aku” yang ditugaskan oleh partai untuk istirahat memulihkan kesehatan di sebuah desa, bernama Desa Xia. Di sanalah ia mendapati bahwa desa yang didatanginya ternyata menyimpan persoalan tentang seorang gadis muda bernama Zhenzhen. Niat semula untuk beristirahat kemudian menjadi diisi dengan keinginan mencari tahu tentang Zhenzhen. Zhenzhen ditugaskan oleh partai untuk memata-matai tentara Jepang. Seperti apa tugasnya, tanggapan penduduk desa kepada Zhenzhen dan bagaimana penyelesaian atas persoalan yang dihadapi, dihadirkan semua oleh tokoh “Aku” yang menjadikan tokoh Zhenzhen dan persoalannya sebagai pokok narasi. Kajian-kajian terdahulu pada umumnya membahas tokoh Zhenzhen sebagai kajian, sementara penelitian ini akan mengungkap peran tokoh “Aku” yang bertindak sebagai narator, dalam mengangkat permasalahan Zhenzhen. Hasil penelitian menyatakan bahwa tokoh “Aku” adalah tokoh yang berperan penting dalam mengungkap permasalahan Zhenzhen, menghadirkan pendapat orang desa terhadap tokoh Zhenzhen, dan menghadirkan penyelesaian masalah dalam cerpen.

This paper examines Ding Ling’s works entitled “When I Was in Xia Village” (1941). This short story tells the story of “I” character who is assigned by the party to rest and recovering health in a village called Xia Village. There she found out that the village she visited had a problem about a young girl named Zhenzhen. Her first intention to rest later became filled with the desire to find out about Zhenzhen. Zhenzhen was assigned by the party to spy on the Japanese army. What her duties are, the response of the villagers to Zhenzhen and how the ending of the story’s problem, all of those are presented by the "I" character who makes Zhenzhen's character and the problem as the main narrative. Previous studies generally discussed the character of Zhenzhen as a study, while this study will reveal the role of the "I" character who acts as the narrator in raising the issue of Zhenzhen. The study shows that "I" is a character who plays an important role in revealing Zhenzhen's problems, projecting the villagers comments about Zhenzhen's character, and presenting the solution to the story’s problem to the readers."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Deandra Asyifa
"ABSTRAK
Cerpen Hati Seorang Budak (奴隶的心Nuli de Xin) adalah karya yang ditulis oleh Ba Jin pada tahun
1931. Hati Seorang Budak mengambil perbudakan sebagai latar sosial cerpen. Cerpen ini menceritakan
pertemanan antara Peng dan Zheng yang berbeda latar belakang keluarga. Peng adalah anak dari keluarga budak,
sedangkan Zheng adalah anak dari keluarga pemilik budak. Latar belakang keluarga dan kondisi hidup yang
bertolak belakang mempengaruhi karakter, sikap, cara hidup dan pandangan mereka terhadap perbudakan. Halhal
tersebut hadir melalui dialog-dialog kedua tokoh, hampir di seluruh teks, yang dideskripsikan oleh Zheng
sebagai narator cerita. Bagaimana pandangan kedua tokoh terhadap perbudakan, dan bagaimana sikap mereka
dalam menghadapi perbudakan tersebut akan menjadi materi yang akan diulas dalam artikel ini. Melalui analisis
tokoh dan penokohan Peng dan Zheng, dan mengupas pandangan masing-masing tokoh tentang lawan bicaranya,
akan terlihat bahwa Peng sangat membenci kaum pemilik budak dan berambisi menjadi revolusioner untuk
menghilangkan perbudakan, sedangkan Zheng menganggap menjadi pemilik budak adalah hal membanggakan.

ABSTRACT
The Heart of A Slave short story is the work of Ba Jin in 1931. The Heart of a Slave takes slavery as a
storys social background. This story tells about a friendship between Peng and Zheng with different family
backgrounds. Peng is a child of a slave family, while Zheng is a child of a family of slave owners.The difference
of backgrounds and social conditions of Peng and Zheng affect their characters, attitude, the way of living, and
views towards slavery. These things are present through the dialogues of the two characters, almost throughout
the text,described by Zheng as the narrator of the story. How the two characters see slavery, and how they
attitude facing slavery will be the focus of this article. Analyze the characterization of Peng and Zheng, and
explore the views of each character about his interlocutor, will explain that Peng hates slave owners and has
ambition to be a revolutionary to eliminate slavery, while Zheng assume being a slave owner is a proud thing."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>