Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 141789 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Paulus Pirton Bertona Saraton
"Skripsi ini membahas pengujian konsumsi bahan bakar pada motor otto empat langkah menggunakan mekanisme fuel mixer yang mencampurkan bensin dan bioetanol dengan perbandingan terkontrol melalui bukaan valve. Pengujian ini merupakan uji jalan sepeda motor untuk dilihat nilai konsumsi bahan bakarnya. Uji jalan sepeda motor dilakukan sejauh 100km dengan kecepatan 30 km/jam. Variasi bahan bakar yang digunakan yaitu E0, E5, E10, E15. Hasil pengujian menjelaskan bahwa semakin tinggi kandungan etanol dalam campuran bahan bakar, maka akan meningkatkan efisiensi termal dan menghasilkan nilai fuel consumption yang rendah.

The focus of this study is testing fuel consumption in four stroke Otto engine using fuel mixer mechanism with mixed gasoline and bioethanol by controlled comparison with valve. The test is motorcycle road test to see the value of fuel consumption. Motorcycle road test was done for 100 km with speed 30 km/hour. The variance of the fuel being used is E0, E5, E10, E15. The result of the test explains that the higher ethanol contained in fuel mixture, the higher thermal efficiency and produce lower fuel consumption value.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64275
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azami Indarabbi Zulfan
"Saat ini, penggunaan bahan bakar fosil sudah menjadi kebutuhan bagi segala jenis motor dan sudah menjadi ketergantungan bagi motor tersebut. Terdapat beberapa bahan bakar alternative pengganti bahan bakar minyak, salah satunya ialah bioetanol. Pada kebanyakan kasus, bioetanol biasanya dipakai sebagai bahan bakar campuran bensin. Pemakaiannya memerlukan perbandingan tertentu. Bioetanol yang biasa dipakai adalah bioetanol anhidrat dengan kadar air 0,1%. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pemanfaatan gas buang sebagai alat destilasi bioetanol hidrat menjadi bioetanol anhidrat. Namun, hasil yang didapatkan hanya mampu mencapai kadar 96%. Akhirnya, penelitian berlanjut dengan melakukan perancangan mekanisme masukan bahan bakar campuran ke ruang bakar. Mekanisme fuel mixer tercipta. Dengan menggunakan mekanisme tersebut, penelitian berlanjut hingga menganalisa performa motor stastis menggunakan dynometer test.
Di sini, penulis melakukan penelitian mencari kestabilan konsumsi bahan bakar campuran bioetanol hidrat-bensin untuk menganalisa hasil konsumsi bahan bakar. Variasi campuran bahan bakar yang digunakan ialah E5, E10, dan E15 yang nantinya nilai konsumsi bahan bakar tersebut dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar bensin murni. Nilai konsumsi bahan bakar setiap variasi setiap percobaan dibandingkan dan didapatkan nilai konsumsi bahan bakar campuran stabil. Dari hasil penelitian, nilai konsumsi bahan bakar campuran lebih besar/boros jika dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar bensin murni. Semakin banyak kandungan bioetanol hidrat, maka akan membuat ketidakstabilan konsumsi bahan bakar bensin tetapi membuat stabil konsumsi bahan bakar bioetanol hidrat.

Now, the use of fossil fuels has been a need of for all kinds of vehicle and has become dependence for vehicle. There are several alternative fuel as a substitute for fuel oil, one of them is bioethanol. In most cases, bioethanol usually used as fuel mixture of gasoline. Bioethanol is used as a fuel, usually mixed with gasoline at a certain ratio. Bioethanol is used anhydrous ethanol with 0.1% water content. Previous studies has done the utilization of the exhaust gases as hydrous bioethanol distillation instrument become anhydrous bioethanol. However, the results achieved are only able to reach content of 95% or hydrous bioethanol. Research continues about a mechanism design of mixing hydrous bioethanol with gasoline. Fuel mixer mechanism is created.
By using this mechanism, writer conducting research looking for the stability of fuel consumption a mixture of hydrous bioethanol-gasoline to analyze the results of fuel consumption stability. Mixture variation of fuel that is used are E5, E10, and E15 which will value the consumption of the fuel compared to pure gasoline. Any variation and any attempt is compared, then the fuel consumption of each variation in every attempt can be said to be stable. The results show that the value of fuel consumption by mixture fuel is larger/wasteful compared with fuel consumption by pure gasoline except in E15h fuel mixture. The more bioetanol hydrate content, it will make instability consumption of fuel but make stable fuel consumption of bioetanol hydrate.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S62657
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arul Panji Abu Rochim
"Bioetanol saat ini banyak digunakan untuk menjadi bahan bakar alternatif pengganti bensin ( bahan bakar minyak) karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan juga mengurangi kadar emisi yang dihasilkan bahan bakar fosil seperti CO, CO2, HC, NOx. Bioetanol yang digunakan sebagai bahan bakar biasanya dicampur dengan bensin pada perbandingan tertentu. Di Indonesia penggunaannya masih sangat jarang. Kemudian bioetanol yang biasa digunakan ialah bioetanol anhidrat dengan kadar 99,5%. Maka dari itu, pada penilitian sebelumnya, dilakukan pemanfaatan gas buang untuk mendestilasi bietanol grade rendah menjadi high grade untuk mendapatkan etanol anhidrat. Namun hasilnya, hanya mampu mencapai kadar 95% atau bietanol hidrat.
Di sini penulis melakukan penelitian merancang suatu mekanisme pencampuran bietanol hidrat dengan bensin yaitu mekanisme fuel mixer untuk menganalisa hasil performa dan emisi dari motor bakar. Pencampuran dilakukan pada perbandingan E5h, E10h, dan E15h yang nantinya hasil performa dan emisi akan dibandingkan dengan bahan bakar bensin murni. Dari penelitian menunjukan bioetanol hidrat mampu digunakan sebagai bahan bakar dimana hasilnya dapat meningkatkan power dan torsi, masing-masing hingga 15% dan 11%, kemudian mengungari emisi CO hingga 40%.

Bioethanol is currently used to be an alternative to gasoline fuel (fuel oil) and can reduce dependence on fossil fuels and also reduce of emissions generated fossil fuels such as CO, CO2, HC, NOx. Bioethanol is used as a fuel, usually mixed with gasoline at a certain ratio. In Indonesia, the use of bioethanol fuel is still very rare. Then bioethanol is used anhydrous ethanol with 99.5% content. Therefore, the previous research, made use of exhaust gas for distilling bietanol low-grade to high-grade to obtain anhydrous ethanol. However, the results achieved are only able to reach content of 95% or hydrous bioethanol.
Here the authors conducted a study about a mechanism design of mixing hydrous bioethanol with gasoline by fuel mixer mechanism to analyze the results of the performance and emissions of combustion engine. The mixing is is at comparison E5h, E10h, and E15h, which the performance and emission results will be compared with pure gasoline. The result shows hydrous bioethanol can be used as fuel, where can increase power and torque, respectively - each up to 15% and 11%, then reduce CO emissions by 40%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58902
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rinaldy Suranta
"Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak menyebabkan penggunaan sistem transportasi menjadi suatu kebutuhan. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor maka meningkat pula jumlah penggunaan BBM. Melihat kondisi cadangan minyak bumi Indonesia yang menipis, maka salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan impor minyak bumi adalah dengan mengembangkan sumber bahan bakar alternatif yaitu Bioetanol. Sebelumnya telah dilakukan perancangan Compact Distilator untuk menghasilkan hydrous etanol (etanol dengan kadar air di atas 0,5%).
Pengembangan dilakukan dengan merancang mekanisme pencampuran etanol hasil dari distilasi dengan BBM. Penelitian ini membandingkan karakteristik performa mesin saat menggunakan gasohol E5, E10, E15, serta bensin murni. Data diambil dengan melihat torsi, daya, FC serta emisi gas buang pada tiap RPM. Dari mekanisme ini, didapatkan kualitas campuran bahan bakar yang maksimal.

The population in Indonesia is very much led to the use of the transportation system and becomes a necessity. With the increasing use of vehicles, also increase the amount of fuel usage. Seeing the condition of Indonesia's oil reserves are starting to depleted, then one way to reduce dependence on oil imports is to develop alternative fuel sources, we call it Bioethanol. Compact design previously been done Destilator to produce hydrous ethanol (ethanol with water content above 0.5%).
Development is done by designing mechanisms result of the distillation of ethanol blending with fuel. This study compares the characteristics of engine performance while using gasohol E5, E10, E15, as well as pure gasoline. Data taken with the look of torque, power, FC and exhaust emissions at any RPM. From this mechanism, we obtained maximum quality.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58877
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fachry Husyaini
"Sampai saat ini penggunaan bahan bakar di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui sehingga Indonesia menjadi negara net importir bahan bakar minyak beberapa tahun terakhir ini. Salah satu bahan bakar alternatif yang sangat berpotensi untuk digunakan adalah bioetanol yang memiliki nilai oktan yang tinggi dan sifat anti knocking. Selain itu bioetanol yang berasal dari tanaman umbi yang dapat ditanam oleh masyarakat Indonesia membuatnya menjadi semakin berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Penelitian kali ini dilakukan dengan menggunakan 3 jenis campuran bahan bakar, yaitu E5, E10, dan E15 untuk dilakukan pengujian terhadap daya, torsi, emisi, dan fuel consumption. Penggunaan bahan bakar E5, E10, dan E15 secara umum dapat meningkatkan daya dan torsi, serta menurunkan tingkat CO dan menaikkan tingkat CO2 pada emisi, namun fuel consumption motor uji menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan saat mengggunakan bahan bakar bensin.

Until now the use of fuel in Indonesia is still very dependent on fossil fuels which cannot be renewed so that Indonesia becomes a net importer of fuel oil in the last few years. One of the alternative fuel that has the potential to be used are bioethanol which has a high octane rating and the anti-knocking properties. In addition bioethanol derived from plant tubers that can be planted by the people of Indonesia makes it more potential to be used as an alternative fuel.
The research was conducted using three types of fuel mixture, ie E5, E10, and E15 to be tested on the power, torque, emissions and fuel consumption. The use of fuel E5, E10, and E15 generally can increase power and torque, as well as lower the percentage of CO and raise the percentage of CO2 in emissions, but the fuel consumption of the testing motorcycle becomes higher than when using traditional gasoline fuel.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58829
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditia Aulia
"Jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jakarta mengalami peningkatan pada tiapmoda transportasi, dengan total prosentase peningkatan di atas 10%. Jumlahpeningkatan terbesar yang terjadi yaitu pada moda transportasi sepeda motordengan prosentase sebesar 13,11%. Peningkatan ini tidak berjalan lurus denganjumlah cadangan minyak bumi di Indonesia yang terus menurun. Maka dari itudibutuhkan bahan bakar alternatif. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki secara eksperimental performa dan Emisi mesin Otto empat langkah menggunakancampuran etanol anhidrat dan bensin pada berbagai rasio (E0, E5, E10, dan E15).
Dari studi ini didapatkan hasil penggunaan etanol pada berbagai rasio menyebabkan pengingkatan daya motor uji, tetapi membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Selain itu Penambahan etanol menyebabkan pembakaran pada ruang bakar lebih sempurna. Hal ini terbukti dengan kadar emisi CO yang berkurang dan kadar emisi CO2 yang menigkat setalah menggunakan etanol sebagai campuran bahan bakar.

The number of vehicles in Jakarta has increased in each mode of transportationwith the total percentage increase above 10%. The largest amount ofenhancement occurring in the motorcycles transportation modes with apercentage of 13.11%. This increase does not run straight with the amount of oil reserves in Indonesia, which continues to decline. Therefore needed alternative fuels. The purpose of this study is to investigate experimentally the performance and emissions of four-stroke Otto engine using a mixture of anhydrous ethanol and gasoline in various ratios (E0, E5, E10, and E15).
This study showed the use of ethanol in various ratios lead enhancement in output power, but also lead to make more fuel consumption. Then, the addition of ethanol makes the combustion in the combustion chamber more perfect. This is proven by reduced levels emissions of CO and increasing CO2 emissions after the addition of ethanol.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S58904
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Alva Budi Wardhana
"ABSTRACT
Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya menyebabkan peningkatan polusi dan jumlah penggunaan energi. Sehingga sampai saat ini dilakukan berbagai penelitian untuk menemukan bahan bakar atau energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan minyak bumi. Salah satu energi terbarukan atau bahan bakar tersebut adalah bioetanol. Pemerintah sendiri sedang berusaha untuk menerapkan penggunaan campuran bioetanol pada bahan bakar yang ada di Indonesia dengan menerapkan Permen ESDM No. 12/th.2015. Pencampuran dari bioetanol sendiri diharapkan agar meningkatkan kandungan nilai oktan yang ada di bahan bakar. Seharusnya dengan penambahan bioetanol sendiri jika dilihat dari kenaikan nilai oktannya maka dapat meningkatkan performa mesin karena menghindarkan mesin dari kondisi knocking. Selain itu kandungan oksigen yang ada di bioetanol dapat mengurangi emisi dari gas buang kendaraan bermotor tersebut. Untuk itu penulis melakukan pengujian performa dan konsumsi bahan bakar spesifik menggunakan bahan bakar pertamax yang dicampurkan dengan bioetanol yaitu E0, E5, E10, E15 dan E20. Dari penelitian ini didapatkan hasil jika penambahan bioetanol menurunkan performa mesin dikarenakan peningkatan nilai oktan tidak sebanding dengan penurunan nilai kalornya.

ABSTRACT
In every year, the number of motor vehicles in Indonesia is increasing continuously which made the pollution and energy use are increasing as well. Recently, resesearchers are focusing their research to find renewable energy which more eco friendly to replace gasoline such as bioethanol. The government itself is trying to implement the use of bioethanol blends on existing fuels in Indonesia by applying ESDM No. 12 th.2015. The fuel blended with bioethanol is expected to have higher octane number. The used of fuel with higher octane number may improve of the engine performance since it will prevent the engine from knocking condition. In addition, the oxygen content in bioethanol can reduce emissions in the vehicle exhaust gas. Therefore, author is doing an experiment to prove the effect of fuel blended with bioethanol in term of engine performance and specific fuel consumption which using pertamax fuel mixed with bioethanol E0, E5, E10, E15 and E20. Based on the result of this experiment, the use of pertamax fuel mixed with bioethanol can increase the octane number, however it is followed by the decreasing of heating value which reduce the engine performance."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardi Zikra
"ABSTRACT
Penelitian ini berfokus pada Analisa pengaruh pencampuran bensin pertamax turbo dengan nilai oktan 98 dengan variasi bioetanol terhadap unjuk kerja performance dan specific fuel consumption pada mesin Otto empat langkah satu silinder bervolume 150cc berstandar pabrikan tanpa modifikasi. Mesin terpasang pada suatu kesatuan Dynoengine Test. Penelitian ini dilakukan pada beban konstan dengan perbedaan putaran mesin pada range 1000 hingga 2500 rpm. Campuran bioetanol yang ditambahkan pada bahan bakar base bernilai oktan 98 bervariasi dari volume 5 persen hingga 20 persen E0, E5, E10, E15 dan E20 . Torsi torque , daya power dan specific fuel consumption diukur pada masing-masing percobaan. Nilai RON Reasearch Octane Number dan MON Motor Octane Number meningkat sebanding dengan persentase nilai bioetanol yang dicampurkan. Kemudian emisi gas buang hasil pembakaran mesin juga turut dianalisa HC, CO, NOx, CO2 dan O2 .

ABSTRACT
This thesis investigates the effect of using gasoline ethanol GE blends on performance and specific fuel consumption of a four stroke 150 cc single cylinder spark ignition SI engine, without any modifications. Experiments were conducted at constant load and different engine speeds ranging from 1000 to 2500 rpm. Bioethanol content was varied from 5 percentage to 20 percentage by volume and four different blends E0, E5, E10, E15 and E20 were tested. Torque, power, specific fuel consumption and exhaust emissions were measured during each experiment. Research Octane Number RON and Motor Octane Number MON increased with bioethanol percentage in the blend. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nico Ivander
"Dilatarbelakangi oleh ketergantungan masyarakat akan BBM ditengah menurunnya persediaan cadangan minyak di Indonesia, membutuhkan solusi berupa pemakaian bahan bakar terbarukan seperti fuel grade bioethanol. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah data unjuk kerja mesin (torsi, daya, dan specific fuel consumption) serta emisi yang dihasilkan (HC, CO2, dan CO) dari penggunaan bahan bakar RON 92 dengan campuran berkadar 40% (E40), 50% (E50), dan 60% (E60), dimana pada masing-masing campuran, akan ada variabel bebas berupa pengaturan  ignition timing dan injection duration. Dari data tersebut, dicarilah pengaturan serta campuran bahan bakar yang optimal untuk setiap kategori unjuk kerja mesin dan emisinya. Pengambilan data diawali dengan melakukan uji karakterisasi Research Octane Number (RON) dan densitas berdasarkan standar ASTM D 2699 dan ASTM D 4052. Pengujian unjuk kerja dalam penelitian menggunakan alat AVL Engine Dynamometer untuk mendapatkan besarnya torsi, daya, dan Specific Fuel Consumption. Pengujian lain yang diambil adalah emisi dengan memakai AVL Compact Diagnostic.

Dari hasil penelitian ditarik kesimpulan pada data pertama dan kedua, bahwa torsi dan daya terbesar didapat sebesar 39,72 Nm dan 10,4 kW, didapat pada campuran bahan bakar E50 dengan pengaturan ignition timing +8 obTDC dan injection duration -10%. Data ketiga yang didapat yaitu Specific Fuel Consumption terhemat didapat pada campuran bahan bakar E60, dengan pengaturan pengaturan ignition timing +6 obTDC dan injection duration -10%, yaitu sebesar 329,15 g/kWh. Data keempat yang didapat adalah emisi HC dimana diperoleh emisi terkecil diproduksi pada bahan bakar campuran E40 dengan pengaturan ignition timing +8 obTDC dan injection duration -10%, yaitu sebesar 79,75 ppm. Data kelima yang didapat adalah emisi CO2 dimana produksi terkecil didapat saat bahan bakar campuran E40 dengan pengaturan ignition timing kondisi base dan injection duration kondisi base, yaitu 11,72%. Data keenam yang didapat adalah emisi CO dimana produksi terkecil didapat saat bahan bakar campuran E60 dengan pengaturan ignition timing +8 obTDC dan injection duration -15%, yaitu sebesar 0,13. Data terakhir yang didapat adalah NOx dengan produksi terkecil didapat pada bahan bakar campuran E40 dengan pengaturan ignition timing kondisi base dan injection duration kondisi base, yaitu sebesar 488,77 ppm.


Against a backdrop of public dependence on fuel in the midst of declining oil reserves in Indonesia, requiring solutions in the form of the use of renewable fuels such as fuel grade bioethanol. The research was conducted with the intention of helping to reduce people's dependence on non-renewable fuels, by using fuel grade bioethanol as a mixture, so that the use of non-renewable fuels can be suppressed. The research objectives to be achieved are engine performance data (torque, power, and specific fuel consumption) and the resulting emissions (HC, CO2, and CO) from the use of RON 92 fuel with a mixture of 40% (E40), 50% (E50)), and 60% (E60), where in each mixture, there will be an independent variable in the form of ignition timing and injection duration settings. From these data, the optimum fuel mix and fuel settings are searched for each engine performance and emissions category. The research begin with conducting a characterization test, such as Research Octane Number (RON) and density based on ASTM D 2699 and ASTM D 4052. The performance result achieved  in this study by using AVL Engine Dynamometer to get the amount of torque, power, and Specific Fuel Consumption. Another test taken is emission by using AVL Compact Diagnostic.

From the results of this study concluded that on the first and second obtained data,  the greatest torque and power obtained by 39.72 Nm and 10.4 kW, obtained in the E50 fuel mixture with ignition timing settings +8 obTDC and injection duration -10%, and prove that the setting caused combustion timing happens when piston near to Top Dead Center (TDC) condition. The third obtained data are the Specific Fuel Consumption saved in the E60 fuel mixture, with ignition timing settings +6 obTDC and injection duration -10%, which is 329.15 g/kWh. The  fourth obtained data is the HC emission which is the smallest emission produced on the E40 mixture fuel with ignition timing +8 obTDC and injection duration of -10%, which is 79.75 ppm. The fifth obtained data is CO2 emissions where the smallest production is obtained when the E40 fuel mixture with ignition timing base and injection duration base settings, which is 11.72%, proves that this setting produces more incomplete combustion. The sixth obtained data is CO emission where the smallest production is obtained when the E60 mixture fuel with ignition timing +8 obTDC and injection duration -15%, which is equal to 0.13%, proves that this setting produces more complete combustion. The last obtained data is NOx with the smallest production obtained on the E40 mixture fuel with ignition timing conditions in base condition and injection duration in  base conditions, which is 488.77 ppm."

Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fikri Nur Nafi
"Terus meningkatnya angka konsumsi bahan bakar oleh masyarakat Indonesia dalam kurun waktu tahun 2008-2011 patut dikhawatirkan mengingat tingginya ketergantungan ketahanan energi Indonesia pada bahan bakar minyak dan gas bumi. Dari sektor minyak bumi saja, sejak tahun 2008, kuantitas produksinya justru makin menurun dari tahun ke tahun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, salah satu langkah solusinya adalah memanfatkan bioethanol sebagai sumber energi alternatif. Pemanfaatan bioethanol pada motor bakar 4 langkah berfokus pada pencampuran bensin dan bioethanol dengan sistem yang sederhana namun memungkinkan kontrol volume sebagai variabel penelitian. Desain penelitian ini memanfaatkan pencampuran bioethanol dengan bensin yang langsung dilakukan pada saat pengkabutan di ruang venturi karburator. Tujuan dari perancangan sistem pencampuran bahan bakar ini nantinya akan digunakan pada penelitian mengenai pengaruh pencampuran bahan bakar bioethanol pada emisi gas buang serta konsumsi bahan bakar dengan variabel berupa kontrol volume bioethanol (7%, 10%, 13%,16%, 20%).

Ever-increasing fuel consumption in Indonesia in span of 2008-2011 should be worried about, considering the high dependency of Indonesian energy sustainability in oil and gas energy. Since 2008, the production quantity in petrolyum sector continue to decline. In anticipation of that, one of the solutions is to utilize bioethanol as a source of alternative energy. The utilization in a 4-stroke engine is to focus on mixing gasoline and bioethanol using a simple system but allowing control volume as research variables. This particular research design utilize the mixing of bioethanol and gasoline which performed directly at the carburateor ventury chamber. This fuel mixer will eventually be used in the correlated research about the effect of controlled-volume bioethanol mix with gasoline towards the engine exhaust gas emission and specific fuel consumption, which varies between 7%, 10%, 13%,16%, 20%. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44648
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>