Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 76650 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adnan Isnain Nurussalam
"Penelitian ini ingin melihat seberapa jauh kontribusi resonansi hyperon dengan spin 5/2 pada energi tinggi dengan menggunakan model isobar untuk fotoproduksi kaon pada proton, γp → K+Λ. Resonansi hyperon yang dimasukkan adalah resonansi dengan spin 1/2 yang merupakan resonansi latar ditambah dengan resonansi berspin 5/2 yang tercatat pada Particle Data Group. Beberapa studi menyatakan bahwa resonansi hyperon ini berguna pada perhitungan sudut mundur pada fotoproduksi kaon. Perhitungan ini menggunakan nilai amplitudo hamburan yang diturunkan secara analitik dan dimasukkan ke dalam perhitungan numerik. Dalam mencari sejauh mana kontribusi hyperon dengan spin 5/2 ini, penelitian dilakukan dengan cara meminimalisasi nilai χ2/N serta melihat sejauh mana keselarasan model yang digunakan dengan data eksperimen, terutama pada penampang lintang dan observabel polarisasi.

This research is aimed to investigate the contribution of spin-5/2 hyperon resonances by using an isobar model for kaon photoproduction on the proton γp → K+Λ. Hyperon resonances with spin-1/2 and -5/2 listed by the Particle Data Group are included in the model. It is found in the literature that, the hyperon resonance contributes mostly in the backward angles of kaon photoproduction. For this purpose the amplitude is calculated analitically and the result is used in the numerically calculation. Contribution of spin-5/2 hyperon resonances is investigated by minimizing the χ2/N values and improving the consistency of the model with the experimental data, especially the crosssection and polarization observables.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S63070
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nofirwan
"Kami menggunakan suatu formalisme, berdasarkan pendekatan isobarik menggunakan diagram Feynman untuk menyelidiki elektroproduksi kaon yang melibatkan resonan nukleonik (spin 3/2 dan 5/2). Dengan memakai lagrangian medan bebas Rarita-Schwinger, bisa diekstrak suatu propagator yang digunakan pada model Pascalutsa. Kemudian kami menyusun amplitudo-amplitudo invarian Ai dan menganalisa penampang lintang total untuk proses °p ! K+¤.

We use a formalism, based on an isobaric approach using Feynman diagrammatic techniques, which includes the nucleonic (spin 3/2 and 5/2) resonances to investigate kaon electroproduction. By using the lagrangian of the free Rarita-Schwinger field, we can extract the propagator which useful in Pascalutsa model. We then construct the invariant amplitudes Ai and analyse the total cross section for the process °p ! K+¤."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
T21366
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wowo Diergo Suciawo
"Dalam fotoproduksi kaon, banyak data eksperimen yang telah didapatkan namun masih sedikit teori yang dapat menjelaskan hasil tersebut dengan baik. Dengan meneliti peran resonans hyperon dalam fotoproduksi kaon, diharapkan dapat memahami reaksi ini dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode Lagrangian efektif dengan interaksi yang lebih konsisten untuk mencari nilai amplitudo hamburan, kemudian parameter yang tidak diketahui dalam amplitudo hamburan dicocokkan dengan data eksperimen dengan meminimalisasikan nilai χ2/N. Data eksperimen yang digunakan ialah penampang lintang dan observabel polarisasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan nilai yang lebih sesuai dengan data eksperimen, terutama pada daerah sudut mundur.

Kaon photoproduction has been investigated and experimented but still few theories can explain it well. Investigating hyperon resonance in kaon photoproduction may provide a better explanation about this process. This study was conducted by using an effective Langrangian method with consistent interaction to calculate scattering amplitude, then the unknown parameters in scattering amplitude would be fitted with experimental data by minimizing χ2/N value. Experimental data which is used are cross-section and polarization observable. The results showed values more precise with the experimental data, especially at backward angle.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S62061
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Clymton, Samson
"Fotoproduksi kaon dengan resonans nukleon spin 5/2 memiliki kendala pada kekonsistenan interaksinya. Beberapa studi menyebutkan bahwa model dengan interaksi yang konsisten lebih cocok dengan data eksperimen. Dalam penelitian ini dibangun sebuah model dengan interaksi yang konsisten (model 2) dan model lama (model 1). Perhitungan amplitudo hamburan dilakukan secara analitik serta semua observabel secara numerik. Parameter yang tidak diketahui dari amplitudo hamburan didapat melalui fitting pada 7400 titik data eksperimen. Hal ini dilakukan dengan meminimalisasi nilai χ2/N . Ditemukan bahwa model 2 lebih cocok dengan data eksperimen dari model 1. Perbandingan dengan data eksperimen yang menunjukkan efek dari model 2 tersebut juga ditampilkan.

Kaon photoproduction with spin 5/2 nucleon resonances is plagued with the interaction consistency. A number of studies predicted that a model with a consistent interaction leads to a better agreement with data. In this study a model with consistent interaction (model 2) and an old model (model 1) are compared to experimental data. The unknown parameters in scattering amplitude are extracted from fitting to 7400 experimental data point. This is performed by minimizing χ2/N value. It is found that model 2 is more suitable for explaining experimental data than model 1. Some plot showing these effects are also displayed.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S59542
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Veryanta
"ABSTRACT
Penulis menggabungkan model Isobar dan model Regge untuk menjelaskan proses fotoproduksi Kaon dari energi ambang ke energi tinggi. Pada daerah transisi, saat energi diantara 2.5 le; W le; 3.0 GeV digunakan metode khusus untuk menggabungkan kedua model. Untuk daerah energi rendah, penulis menggunakan model Isobar dari hasil studi yang dilakukan Samson C yang berhasil mencocokan perhitungan teori dan data eksperimen hingga energi W = 2.8 GeV. Di daerah energi tinggi, penulis menggunakan trajektori Regge dan melakukan pencocokan data hingga energi W 5.5 GeV. Hasilnya dibandingkan dengan studi awal yang dilakukan M. guidal dkk.

ABSTRACT
We combine the isobar and Regge models to explain kaon photoproduction process from its threshold to high energy region. To this end, a transition regime at energies between the one that used by the conventional isobar model and the Regge approach, i.e., 2.5 le W le 3.0 GeV, is constructed. For the isobar model we use the previous result of Samson Clymton et al., that fits experimental data from threshold up to W 2.8 GeV. In the high energy region we use the Regge trajectories and fit the experimental data up to W 5.5 GeV. The result is compared with previous studies of Tan and Mart, as well as of M. Guidal et. al. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ryky Nelson
"Telah dibuat model ponelsial kaon-nukleon (KK), Potensial ini diturunkan dari diagram Feynman, berdasarkan reaksi pertukaran hyperon untuk orde terendah. Potensial yang dihasilkan difit terhadap data cross section total sehingga diperoleh nilai konstanta kopling.

A Potential model is made for kaon-nucleon (KN) interaction. This Potential is derived from Feynman diagram for hyperon exchange reaction of lowest order. This potential is fitted to total cross section to get the copling constant."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S28910
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mart, Terry
"During the first and second year of the research activities, the following progress has been achieved:
1. Investigation of the Response Functions. All possible Response Functions in photo- and electroproduction of kaons on the nucleon have been investigated in the framework of an isobaric model. We found that some Response Functions are sensitive to the choice of the strange hadron form factors. Meanwhile, we have also improved the elementary model for kaon photoproduction by using a certain method to maintain gauge invariance of the amplitude. We have published the results in Ref. [1, 2, 3] (see attachments).
2. Some Phenomenological Aspects in Kaon Photoproduction. The elementary operator can be used to study some interesting aspects in kaon photoproduction, i.e. the Gerasimov-Drell-Hearn sum-rule and the missing resonance in kaon photoproduction. We have published the results in Ref. [4, 5]
3. Photoproduction of Kaon off a Deuteron. Using an established and consistent model for kaon photoproduction on the nucleon, we have calculated photoproduction of kaons on the deuteron in the frame-work of the nucleon spectator model. We have compared the result with the previous study by Xiaodong Li et. al. [6] in Ref. [7]
4. Photoproduction of Kaon off a Deuteron with Final State Interactions. The previous work has been extended by including the effects from final state inter-actions (FSI). To achieve this, we used the formalism of three-body wave functions developed by the Okayama-Bochum group. The results have been published in Ref. [8].
5. Electroproduction of Kaon off a Deuteron with Final State Interactions.
As the final work of this project, we have finished the fortran code for calculating kaon electroproduction of a deuteron. This part became a collaborated work with the Okayama-Bochum group."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Suharyo Sumowidagdo
"Sebuah model fenomenologis sederhana untuk reaksi fotoproduksi kaon yang bekerja dari energi ambang hingga energi tinggi dipelajari dan dikembangkan dalam penelitian ini. Model ini merupakan kombinasi antara model isobarik; yang bekerja pada energi menengah, dan model Regge; yang bekerja pada energi tinggi. Kombinasi dicapai dengan menggunakan formalisme Regge pada amplitudo kanal resonansi t dengan partikel pertukaran K* dan K1. Pada daerah energi menengah, diperoleh efek redaman amplitudo yang lebih baik dibandingkan penggunaan faktor bentuk hadronik. Pada daerah energi tinggi, diperoleh deskripsi yang baik untuk sudut hamburan kecil namun belum diperoleh hasil yang baik untuk sudut sangat kecil, 0.9 ≤ Cos θ ≤ 1.0. Penggunaan model ini untuk integrasi GDH sum rule memberikan kontribusi yang konvergen pada kanal reaksi fotoproduksi kaon.

Kaon Photo production in the High-Energy RegionA simple phenomenological model for kaon photo production which works from thresh-old up to the high energy region is studied and developed in this work. The model is a combination of isobaric model; which works in the intermediate energy region, and Regge model; which works in the high energy model. The combination is achieved by using Regge formalism for the t-channel resonance amplitude with exchange particles K* and K1. In the intermediate energy region, we obtain better cut-off effect compared to the use of hadronic form factors. In he high energy region, we obtain good results for small scattering angle, but the model still unable to describe the experimental data at very forward angles, 0.9 ≤ Cos θ ≤ 1.0. Integration of the GDH sum rule with this model gives a convergent result for the contributions of kaon photo production to the GDH sum rule."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T8137
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Rusli
"ABSTRAK
Produksi K+Λ diteliti pada daerah energi ambang (threshold) hingga 2 GeV. Amplitudo latarnya dikonstruksi dari diagram Feynman, sedangkan amplitudo resonansnya menggunakan formalisme multipol. Sementara, produksi K0Λ merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya dengan mengubah kopling helisitas foton pada nukleon dan mengganti proton menjadi netron. Observables yang diukur adalah penampang lintang dan polarisasi. Hasil yang didapat pada kanal K+Λ menunjukkan kesesuaian dengan data penelitian. Sedangkan, prediksi pada kanal K0Λ memperlihatkan hasil yang berbeda dengan data perhitungan teoretis Kaon-Maid.

ABSTRACT
Photoproduction of K+Λ has been investigated in the energy range from threshold up to 2 GeV. The background amplitude is constructed from Feynman diagrams, whilst the resonance terms extracted from the multipole formalism. The K0Λ photoproduction model is obtained by extending the model for K+Λ channel and replacing proton with neutron. The observables calculated in this investigation are cross-section and polarization observables. In the K+Λ channel the agreement with the experiment data is obtained. In the case of K0Λ channel, the predicted observables differ significantly from those of Kaon-Maid."
2016
S63414
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirait, Evi Damaiyanti
"Suatu formalisme yang didasari oleh pendekatan isobarik dengan menggunakan teknik diagram Feynman, termasuk nukleonik (spin 6 5/2), hyperionik (spin 1/2), dan resonansi kaonik telah dibangun. Dengan menggunakan formalisme ini perhitungan spin 5/2 pada elektroproduksi kaon eN - eKY telah dilakukan.

A formalism, based on an isobaric approach using Feynman digrammatic technique, which includes the nucleonic (spin 6 5/2), hyperonic (spin 1/2), and koanic resonances, is developed. Using this formalism, a calculation of spin 5/2 resonance for kaon electroproduction eN - eKY has been performed.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
T20840
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>