Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 91927 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simbolon, Oky
"[Pemasok merupakan bagian dari suatu rantai pasok perusahaan. Pengukuran kinerja pemasok perlu dilakukan oleh perusahaan secara kontinyu karena berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Beberapa literatur telah menjabarkan pentingnya penilaian terhadap manajemen pemasok, namun belum membahas bagaimana proses perancangan kriteria penilaian pemasok dengan seksama dan menyeluruh. Penelitian ini menjelaskan perancangan kriteria kinerja pemasok berdasarkan
ISO/TS 16949 sehingga diharapkan dapat mempermudah perusahaan yang bergerak dalam industri otomotif dalam melakukan evaluasi terhadap pemasok mereka. ISO/TS 16949 adalah suatu Technical Specification yang bertujuan untuk meningkatkan produksi automobile parts dan jasa terkait serta memperkuat kompetisi internasional untuk industri otomotif dan para pemasoknya. Berdasarkan tinjauan literatur dan diskusi dengan para pakar maka ditentukan 5 dimensi kriteria
yaitu “Manajemen Pengembangan Proyek Baru”, “Biaya”, “Kinerja Pengiriman”, “Tanggung Jawab Manajemen”, dan “Manajemen Kualitas dan Perbaikan”. Hasil perancangan kriteria-kriteria penelitian ini adalah 27 kriteria yang memiliki ukuran, target, dan bobot. Proses pembobotan merupakan hasil dari Analytic Hierarchy Process;Suppliers are part of supply chain in a company. Supplier performance measurement needs to be done by the company continuously because it affects the performance of the company. Some literature has outlined the importance of an assessment of supplier management, but has not discussed how the design process supplier assessment criteria thoroughly. This study describes the design criteria for the performance of suppliers based on ISO / TS 16949 which is expected to facilitate a company engaged in the automotive industry in evaluating their suppliers. ISO / TS 16949 is a Technical Specification that aims to increase the production of automobile parts and related services, and
strengthen the international competition for the automotive industry and its suppliers. Based on the literature review and discussions with experts, the five dimensions criteria specified, as follows: "New Project Development Management", "Cost", "Delivery Performance", "Management Responsibility", and "Quality Management and Improvement". The results of the design criteria for this study were 27 criteria that have measurement units, targets, and weight. Weighting process is the result of the Analytic Hierarchy Process.;Suppliers are part of supply chain in a company. Supplier performance
measurement needs to be done by the company continuously because it affects the
performance of the company. Some literature has outlined the importance of an
assessment of supplier management, but has not discussed how the design process
supplier assessment criteria thoroughly.
This study describes the design criteria for the performance of suppliers based on
ISO / TS 16949 which is expected to facilitate a company engaged in the automotive
industry in evaluating their suppliers. ISO / TS 16949 is a Technical Specification
that aims to increase the production of automobile parts and related services, and
strengthen the international competition for the automotive industry and its
suppliers. Based on the literature review and discussions with experts, the five
dimensions criteria specified, as follows: "New Project Development
Management", "Cost", "Delivery Performance", "Management Responsibility",
and "Quality Management and Improvement". The results of the design criteria for
this study were 27 criteria that have measurement units, targets, and weight.
Weighting process is the result of the Analytic Hierarchy Process., Suppliers are part of supply chain in a company. Supplier performance
measurement needs to be done by the company continuously because it affects the
performance of the company. Some literature has outlined the importance of an
assessment of supplier management, but has not discussed how the design process
supplier assessment criteria thoroughly.
This study describes the design criteria for the performance of suppliers based on
ISO / TS 16949 which is expected to facilitate a company engaged in the automotive
industry in evaluating their suppliers. ISO / TS 16949 is a Technical Specification
that aims to increase the production of automobile parts and related services, and
strengthen the international competition for the automotive industry and its
suppliers. Based on the literature review and discussions with experts, the five
dimensions criteria specified, as follows: "New Project Development
Management", "Cost", "Delivery Performance", "Management Responsibility",
and "Quality Management and Improvement". The results of the design criteria for
this study were 27 criteria that have measurement units, targets, and weight.
Weighting process is the result of the Analytic Hierarchy Process.]"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T43949
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Tania Putri
"Penilaian kinerja karyawan sangat penting untuk melihat sejauh mana kinerja karyawan. Dalam menilai kinerja karyawan harus ditetapkan terlebih dahulu standar/kriteria kinerja yang akan diukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kriteria yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan di perusahaan otomotif pada tingkat leader dan group leader dengan metode Analytiv Hierarchy Process (AHP). Dengan AHP, kriteria dan sub kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja akan disusun dalam bentuk hirarki. Dari penelitian didapatkan enam kriteria yang akan dievaluasi yaitu Job Knowledge, Quality/Quantity of Work, Planning/Organization, Initiative/Commitment, Teamwork/Cooperation, dan Interpersonal and Communication. Model evaluasi ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan perusahaan dalam menilai kinerja karyawan.

Performance appraisal is an important thing to do in a organization to see wether the performance of the employees are good or bad. The first step in evaluate the employee performance appraisal is to determine the criteria and sub criteria for evaluation. This research's objective is to evaluate the criteria that used in performance evaluation in automotive company. The objects that evaluated are employees at level of leader and group leader using analytic hierarchy process. By using AHP, criteria and sub criteria that used in performance evaluation are arranged in hierarchical structure. From the research, six criterias are chosen: job knowledge, quality/quantity of work, planning/organization, initiative /commitment, teamwork/cooperation, and interpersonal and communication. This evaluation model can be used to be the base of performance evaluation in the organization."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S52754
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Sulistyarini
"[Saat ini perusahaan manufaktur sangat bergantung kepada supplier dalam menyediakan bahan-bahan dan komponen yang digunakan dalam produk jadinya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perancangan evaluasi kinerja yang mempertimbangkan segenap aspek kekinian untuk terciptanya hubungan jangka panjang yang baik. Metode AHP – TOPSIS diajukan sebagai salah satu metode pengukuran kinerja yang diharapkan dapat meneyelesaikan ketidakpastian yang disebabkan oleh
persepsi manusia Hasil dari penelitian ini adalah munculnya kriteria dan sub-sub kriteria evaluai kinerja supplier dengan prioritas berdasarkan perhitungan AHP. Dari prioritas masing-masing kriteria kemudian dijadikan menjadi acuan perhitungan dalam memberikan penilaian terhadap kinerja supplier;Nowadays manufacture company really rely on supplier in reserving parts and component that will be used in their finish product. Therefore, it required a design supplier performance evaluation which consider current aspects to have good long relationship. AHP – TOPSIS method proposed as one of assessment for performance evaluation that propose can cover uncertainty human perception. Result of this study are having criteria and sub criteria supplier performance evaluation with priority from AHP calculation. From this priority we can continue to measure supplier performance, Nowadays manufacture company really rely on supplier in reserving parts and
component that will be used in their finish product. Therefore, it required a design
supplier performance evaluation which consider current aspects to have good long
relationship.
AHP – TOPSIS method proposed as one of assessment for performance
evaluation that propose can cover uncertainty human perception.
Result of this study are having criteria and sub criteria supplier performance
evaluation with priority from AHP calculation. From this priority we can continue
to measure supplier performance]"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
T44543
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutagaol, Tumbur Agustin
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah ketersediaan barang yang dapat menimbulkan keluhan konsumen dengan menggunakan pendekatan Business Process Reengineering pada sebuah perusahaan perdagangan suku cadang otomotif. Dengan memetakan kembali proses bisnis yang terjadi di perusahaan dapat diperoleh sebuah pemahaman yang benar mengenai proses yang terjadi di perusahaan sehingga dapat dilakukan perbaikan. Pendekatan dalam merancang proses bisnis dapat menggunakan pendekatan secara sistematis dan pendekatan clean sheet (menggunakan metode idealisasi). Kedua pendekatan ini dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Perbandingan dari proses sekarang dan proses yang dirancang belum memberikan hasil yang maksimal hal ini terjadi karena adanya perbedaan aktivitas antara aktivitas saat ini dengan aktivitas yang dirancang. Perbedaan aktivitas ini menyebabkan perubahan budaya kerja dari budaya kerja administratif ke budaya kerja yang lebih terencana. Kesiapan dukungan sistem informasi sangat dibutuhkan untuk kelancaran implementasi proses bisnis yang baru.

ABSTRACT
This research aims to solve the problem of availability of goods which can lead to consumer complaints using Business Process Reengineering approach on an auto spare parts trading company. By mapping business processes that occurred back in the company can be obtained by a correct understanding of the processes occurring in the company so it can be repaired. Approach in designing business processes can use a systematic approach and a clean sheet approach (using the method of idealization). Both approaches are combined to obtain better results. Comparison of the current process and process designed yet provide maximum results this is the case because of the difference in activity between the current activity with the activities designed. These differences lead to changes in the activity of the working culture of administrative work culture to work culture more planned. Preparedness information system support is needed for the smooth implementation of new business processes."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35639
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhaina Farsya Urfarizqa
"Bahan berbahaya dan limbah B3 memiliki dampak negatif pada keselamatan, kesehatan manusia, dan lingkungan. PT. XYZ, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan dalam manajemen risiko limbah B3. Saat ini, standar manajemen risiko mereka belum mencakup semua aspek dan prioritas agen risiko terkait penyimpanan limbah B3 belum merinci. Penelitian ini bertujuan merancang strategi mitigasi risiko dengan metode House of Risk (HOR), yang terdiri dari dua tahap. HOR tahap 1 mengidentifikasi 20 kejadian risiko dan 35 agen risiko, dengan 19 di antaranya diprioritaskan berdasarkan analisis Pareto. Dalam HOR tahap 1, kelalaian pekerja (A8) teridentifikasi memiliki potensi risiko tertinggi berdasarkan nilai Aggegate Risk Potential (ARP). HOR tahap 2 menghasilkan 10 langkah preventif untuk mitigasi risiko prioritas. Hasil analisis HOR tahap 2 menunjukkan bahwa langkah preventif paling efektif adalah pemantauan dan inspeksi rutin terhadap keandalan serta keamanan wadah penyimpanan, dengan nilai ETDk sebesar 12177.0.

Hazardous substances and wastes have negative impacts on human safety, health, and the environment. PT. XYZ, one of Indonesia's largest automotive company, faces challenges in managing hazardous waste risks. Currently, their risk management standards do not encompass all aspects, and priorities related to hazardous waste storage risk agents are not detailed. This research aims to design risk mitigation strategies using the House of Risk (HOR) method, which consists of two stages. HOR stage 1 identifies 20 risk events and 35 risk agents, with 19 prioritized based on Pareto analysis. In HOR stage 1, employee negligence (A8) is identified as having the highest risk potential based on Aggregate Risk Potential (ARP). HOR stage 2 generates 10 preventive measures for prioritized risk mitigation. The analysis from HOR stage 2 shows that the most effective preventive measure involves routine monitoring and inspection of the reliability and security of storage containers, with an ETDk value of 12177.0."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Manto
"Skripsi ini membahas bagaimana  permasalahan perusahaan minyak dan gas sejak era gross split dalam melakukan efesiensi terhadap proses pengadaan barang dengan ruang lingkup peralatan pipa tubing dan casing yang menjadi salah satu barang pendukung utama produksi minyak.
Sistem pengadaan barang dan jasa dengan CIVD sangat membantu staff pengadaan untuk mencari dan menyeleksi pemasok pemasok yang terdaftar di dalam sistem secara administratif, adapun sistem KPI pemasok masih sedang di kembangkan di PT XYZ sehingga peneliti mencoba membantu mengembangkan sistem seleksi pemasok  dengan metode AHP-Promethee dimana pembobotan dan peringkat pemasok yg terbangun berdasarkan proses yang objektif dan di kemudian hari dapat terhubung dengan sistem ERP sehingga database KPI pemasok dapat di bentuk untuk tujuan lebih lanjut yaitu program rasionalisasi pemasok.

This thesis discusses the problems of oil and gas companies since the Gross-Split era in making the efficiency of the procurement process of goods with the scope of tubing and casing pipe equipment which is one of the main supporting goods for oil production.
The procurement system of goods and services with CIVD is very helpful for procurement staff to find and select suppliers suppliers registered in the system administratively, while supplier KPI systems are still being developed at PT XYZ so researchers try to help develop supplier selection systems using the AHP-Promethee method where weighting and rating of suppliers that are built based on an objective process and can later be connected to an ERP system so that the supplier KPI database can be formed for further purposes, namely the supplier rationalization program.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khalisha Rahma Dwiputri
"Kompetisi industri FMCG yang sangat tinggi mendorong perusahaan-perusahaan FMCG di Indonesia untuk melakukan manajemen rantai pasoknya dengan semakin baik. Salah satu pihak yang berperan penting dalam manajemen rantai pasok adalah pemasok. Maka dari itu, evaluasi pemasok diperlukan untuk memastikan input diterima oleh perusahaan sesuai dengan persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan evaluasi kinerja pemasok beserta kriteria dan subkriteria yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan FMCG. Penelitian ini menggunakan metode ANP dan TOPSIS. Penelitian dimulai dengan melakukan pengumpulan kriteria dan subkriteria dari studi literatur dan braintroming dengan responden yang merupakan ahli pada perusahaan FMCG. Pengolahan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner I kepada responden untuk menentukan kriteria dan subkriteria yang digunakan dalam penelitian. Kemudian, kuesioner II digunakan untuk mengidentifikasi hubungan keterkaitan. Lalu, kuesioner III disebarkan untuk melakukan perbandingan berpasangan. Setelah itu, spreadsheet evaluasi kinerja pemasok dibuat dengan menggunakan Ms. Excel agar hasil penelitian dapat digunakan oleh perusahaan FMCG untuk waktu yang panjang. Terakhir, penilaian untuk tiap pemasok dilakukan pada spreadsheet berdasarkan kriteria dan subkriteria yang sudah memiliki nilai bobot. Hasil dari penelitian ini adalah kriteria dengan kepentingan tertinggi yakni pelayanan (38,8%), hubungan (16,8%) dan kapabilitas (14,2%) serta dengan kepentingan tertinggi adalah subkriteria komunikasi (16,9%), penyelesaian masalah (13,2%) dan kepercayaan terhadap pemasok (13,2%).

High competitiveness of the FMCG industry in Indonesia has encourages FMCG companies in Indonesia to apply ways to improve their supply chain management. One of the parties that plays an important role in SCM is supplier. Therefore, supplier evaluation is needed to ensure that all the input that are received by the company meet the requirements. This research aims to design supplier performance evaluation along with the criteria and sub-criteria that are suitable for the needs of FMCG companies using the ANP and TOPSIS methods. The research begins by collecting criteria and sub-criteria from the literature study and brainstorming with respondents who are experts in a FMCG company. Data processing was done by distributing questionnaire I to three respondents to determine the criteria and sub-criteria for the research, questionnaire II to identify the relationship and questionnaire III to do pairwise comparisons. Then, supplier performance evaluation tool was made using Ms. Excel so the FMCG company can adopt the results of this research for long-term purpose. Finally, the assessment for each supplier was done on the spreadsheet based on the weighted criteria and sub-criteria. The results are the criteria with the highest importance, namely service (38.8%), relationships (16.8%) and capabilities (14.2%) and the sub-criteria with the highest importance are communication (16.9%), problem solving (13.2%) and trust in suppliers (13.2%)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhinta Dwimar Dhanti
"Masyarakat Indonesia merupakan pengonsumsi susu terendah di Asia Tenggara. Dengan peluang pasar ini, perusahaan susu di Indonesia perlu meningkatkan keunggulan kompetitifnya agar tidak kalah bersaing dengan perusahaan lain dan salah satu caranya adalah pengelolaan hubungan dan pengembangan supplier yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang strategi hubungan dan pengembangan supplier yang melihat dari segmen supplier serta prioritas dari sub-variabel Capability maupun Willingness. Dalam penelitian ini, digunakan metode Delphi untuk memilih variabel dengan memberikan kuesioner kepada 4 orang Expert, lalu digunakan Best Worst Method (BWM) dengan bantuan 3 Expert untuk mencari bobot dari masing-masing sub-variabel hingga pada akhirnya dilakukan segmentasi supplier. Dari segmentasi supplier didapatkan bahwa terdapat delapan supplier dengan nilai Capability serta Willingness yang tinggi, satu supplier yang memiliki nilai Capability tinggi namun Willingness rendah , dan terdapat empat supplier yang memiliki nilai Capability rendah namun Willingness tinggi. Strategi untuk masing-masing supplier dibuat dalam matriks strategi supplier.

Indonesia's milk consumption level is the lowest in Southeast Asia. With this market opportunity, milk based companies in Indonesia need to have competitive advantage and one of the options is to have good management of supplier's relationship and development. The aim of this research is to design supplier's relationship and development strategies that focus on supplier?s segment and priority of Capability and Willingness sub-variabel. In this research, Delphi Method was used to obtain variables by giving out questionnaires to 4 Experts, then Best Worst Method was used with the help of 3 Experts to find weight of each sub-variabel and to segment suppliers. From supplier segmentation, there are 8 supplier which have high Capability and Willingness, 1 supplier has high Capability and low Willingness, and 4 suppliers which have low Capability and high Willingness. The strategy for each supplier then was made by using strategy matrix."
2016
S62076
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kemas Zaky Zamzamy
"Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada perusahaan manufaktur kendaraan komersial di Indonesia, untuk dapat merancang strategi yang dapat meningkatkan kinerja rantai pasok mereka. Metode yang digunakan adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR) sebagai kerangka pengukuran kinerja rantai pasok perusahaan. Pengukuran kinerja rantai pasok perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi rantai pasok dari suatu perusahaan, yang menjadi titik awal dilakukannya perbaikan. Perbaikan yang dilakukan pada penelitian ini berkaitan dengan permasalahan daya saing perusahaan dan juga permasalahan di lapangan produksi. Tingkat kepentingan atribut kinerja diukur berdasar pembobotan dengan kuesioner oleh beberapa expert. Terdapat 29 indikator kinerja (KPI) yang diukur dan terbagi ke dalam perspektif model SCOR untuk tiap levelnya. Dari hasil pengukuran didapatkan kinerja rantai pasok perusahaan pada tahun 2019 sebesar 81,47% yang menunjukkan kinerja perusahaan berada pada kategori baik dengan warna hijau. Setelah itu setiap KPI dipetakan ke dalam kuadran Importance Performance Analysis (IPA), untuk mendapatkan KPI yang sekiranya memiliki Performance yang belum baik dan memilih Importance yang cukup besar untuk diperbaiki atau di tingkatkan. Dengan menggunakan kuadran IPA didapatkan lima KPI pada rantai pasok perusahaan yang kinerjanya perlu ditingkatkan, maka dari itu diperlukan strategi untuk dapat memperbaiki kinerja tersebut. Dengan dibantu Prioritization Matrix, didapatkan sepuluh strategi yang dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok mereka.

This research was conducted to measure supply chain performance in commercial vehicle manufacturing companies in Indonesia. The method used in this research are Supply Chain Operations Reference (SCOR) as a performance measurement framework, and Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the weight for each performance indicators. The objective of this research is to measure the supply chain performance from the company in 2019 and obtain improvement strategies to improve the overall supply chain performance of the company. There are 29 performance indicators that are measured and divided into SCOR model’s perspectives for each level. The result of the measurement indicates that the performance of supply chain in 2019 is 81,47% which shows the company's performance is in good category. Then, each KPI will be mapped to the Importance Performance Analysis (IPA) quadrant to get which indicators that need to be improved. The proposed strategy is analyzed using prioritization matrix tools. There are ten proposed action plan strategies chosen to improve five KPI based on the Importance Performance Analysis (IPA) which expected to give good impact on the company’s overall supply chain performance improvement.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joanne Felicia Caroline
"Industri makanan dan minuman merupakan industri manufaktur yang memiliki peranan krusial dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, baik dari segi kontribusi terhadap PDB Indonesia maupun penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan ini membawa tantangan lain karena berdampak terhadap lingkungan dan sosial sehingga menuntut industri untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial ke dalam manajemen rantai pasok. Salah satunya dengan memiliki pemasok yang menerapkan aspek keberlanjutan karena pemasok memiliki peran yang sangat penting sebagai dalam rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja pemasok pada salah satu perusahaan makanan dan minuman di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk memperoleh bobot kriteria penilaian pemasok berkelanjutan, dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk memperoleh nilai kinerja setiap pemasok perusahaan. Kemudian Importance-Performance Analysis digunakan untuk mengelompokkan kriteria penilaian pemasok berdasarkan hasil bobot kepentingan kriteria yang tinggi dan nilai kinerja pemasok yang tinggi, untuk memilih pemasok-pemasok potensial dalam mengimplemenasi praktik keberlanjutan. Pengelompokan kriteria penilaian pemasok ini akan menjadi dasar dalam merancang strategi untuk meningkatkan kinerja penerapan keberlanjutan pemasok. Hasil dari penelitian ini menunjukan perusahaan memiliki lima pemasok yang berpotensial untuk menerapkan keberlanjutan dan rekomendasi strategi penerapan keberlanjutan terhadap ke-lima pemasok perusahaan dengan nilai kinerja pemasok yang tinggi, sebagai panduan untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi pemasok dalam menerapkan aspek keberlanjutan.

Food and beverage industry is a manufacturing industry that plays a crucial role in economic growth in Indonesia, in terms of contribution to Indonesia's GDP and job creation. This growth brings another challenge because it impacts on the environment and social, thus requires the industry to integrate environmental and social aspects into the supply chain management. One of them is by having sustainable suppliers, because suppliers have a very important role in the supply chain. This study aims to assess the performance of suppliers in a food and beverage company in Indonesia. The method used in this research is Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) to obtain the weighting criteria for continuous supplier assessment, and Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to obtain the performance value of each company's suppliers. Then, the Importance-Performance Analysis is used to classify supplier selection criteria based on the results of the high importance weight of criteria and high supplier performance score, to select potential suppliers to implement sustainability practices. This grouping of supplier selection criteria will be the basis for designing a supplier sustainability implementation strategy. The results of this study indicate that the company has five suppliers that potentially would implement sustainable practice and recommendations for implementing sustainability strategies for five suppliers of companies with high supplier performance values, as a guide to develop and enhance suppliers' potential to apply sustainability aspects."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>