Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 22118 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sheila Yovita
"[ABSTRAK
Studi ini menguji empiris faktor risiko saham perbankan ASEAN-5
periode 2003 ? 2013. Faktor risiko yang diuji adalah faktor risiko pasar (market),
size dan value melalui model penilaian aset Capital Asset Pricing Model (CAPM)
dan model tiga faktor Fama dan French (1993). Selain tiga faktor standar tersebut
(Schuermann & Stiroh, 2006), faktor risiko tambahan yang diuji adalah faktor
risiko spesifik bank yaitu term structure.
Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko pasar, size dan value
menjelaskan excess return yang mengindikasikan terdapat premi risiko pasar, size
premium dan value premium pada saham perbankan ASEAN-5. Faktor risiko term
structure hanya signifikan pada portofolio saham small size-value stocks serta big
size?growth stocks. Nilai koefisien positif menandakan tingkat eksposur terhadap
perubahan tingkat suku bunga yang tidak diduga adalah positif dan
mengindikasikan minimnya penggunaan instrumen derivatif atau hedging dalam
aktifitas bank ASEAN-5.
Lebih lanjut, studi ini juga membandingkan model penilaian aset.
Menggunakan pedoman adjusted-R2, model tiga faktor Fama dan French memiliki
kemampuan lebih baik dalam menjelaskan excess return saham perbankan
ASEAN-5 dari model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Pada portofolio
small size?value stocks dan big size?growth stocks, penambahan faktor risiko
term structure tidak menjadikan model tiga faktor Fama dan French lebih baik
dalam menjelaskan excess return saham perbankan ASEAN-5. Hasil studi ini
serupa dengan penelitian Fama dan French bahwa faktor risiko term structure
tidak menjelaskan lebih baik saham perbankan dibandingkan dengan model tiga
faktor Fama dan French.;This study tested empirically risk factors on banking stocks in ASEAN-5.

ABSTRACT
The risk factors are market, size and value risk factors by using asset pricing
model of Capital Asset Pricing Model (CAPM) and three factor Fama and French
(1993) model. As additional risk factor is bank-specific risk factor, the term
structure.
The result showed market, size and value risk factors explain excess
return, indicating there are market risk premium, size and value premium on
banking stocks in ASEAN-5. Term structure factor is significant only on small
size-value stocks and big size-growth stocks portfolios. Positive factor loadings
on both portfolios showed banks? exposure level to the unexpected interest rate
changes is positive, indicating minimum use of derivative or hedging instruments.
This study also comparing asset pricing models. Based on adjusted-R2
score, three factor model of Fama and French explains better than Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Adding bank-specific risk factor, the term structure,
doesn?t help three factor Fama and French model explain better of excess return
on banking stocks in ASEAN-5 for portfolio of small size-value stocks and big
size-growth stocks. The result is similar to Fama and French?s that adding term
structure risk factor doesn?t help to explain excess return better than three factor
model of Fama and French, This study tested empirically risk factors on banking stocks in ASEAN-5.
The risk factors are market, size and value risk factors by using asset pricing
model of Capital Asset Pricing Model (CAPM) and three factor Fama and French
(1993) model. As additional risk factor is bank-specific risk factor, the term
structure.
The result showed market, size and value risk factors explain excess
return, indicating there are market risk premium, size and value premium on
banking stocks in ASEAN-5. Term structure factor is significant only on small
size-value stocks and big size-growth stocks portfolios. Positive factor loadings
on both portfolios showed banks’ exposure level to the unexpected interest rate
changes is positive, indicating minimum use of derivative or hedging instruments.
This study also comparing asset pricing models. Based on adjusted-R2
score, three factor model of Fama and French explains better than Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Adding bank-specific risk factor, the term structure,
doesn’t help three factor Fama and French model explain better of excess return
on banking stocks in ASEAN-5 for portfolio of small size-value stocks and big
size-growth stocks. The result is similar to Fama and French’s that adding term
structure risk factor doesn’t help to explain excess return better than three factor
model of Fama and French]"
2015
T27387
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tanesia Diva Hermastuti
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit dan risiko likuiditas terhadap profitabilitas pada sektor perbankan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fixed effect model. Data yang digunakan pada penilitian ini yaitu data panel yang diperoleh dari 45 perbankan ASEAN 5 dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. Hasil penelitian menujukkan bahwa risko kredit berupa Loan Loss Provision (LLP) memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadap profitabilitas (Return on Asset dan Return on Equity) sedangkan risiko kredit berupa Non Performing Loan (NPL) serta risiko likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.

This study aims to analyze the effect of credit risk and liquidity risk on profitability in the banking sector. The method used in this research is fixed effect model. The data used in this study are panel data obtained from 45 ASEAN 5 banks from 2014 to 2018. The results show that credit risk in the form of Loan Loss Provision (LLP) has a significant negative effect on profitability (Return on Assets and Return on Equity) while credit risk in the form of Non Performing Loans (NPL) and liquidity risk does not significantly influence profitability."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ruth Esterina
"ABSTRAK
Penelitian meneliti pengaruh tiga jenis kepemilikan yaitu kepemilikan asing, keluarga dan pemerintah terhadap risiko bank. Penelitian ini menggunakan data dari 93 bank komersil yang terdapat di lina negara ASEAN pada kurun waktu 2010-2015. ROA, Loan Loss Provision dan Capital Adequacy Ratio CAR digunakan untuk mengukur risiko bank. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan pemerintah memiliki pengaruh positif terhadap risiko bank. Kepemilikan asing memiliki pengaruh negatif terhadap risiko bank dan kepemilikan keluarga memiliki pengaruh positif terhadap risiko bank.

ABSTRACT
This research investigate the impact of three type of ownership, family, foreign and state ownership on banking risk. This research uses 93 commercial bank in five ASEAN country during 2010 2015 period. Return on Asset, Loan Loss Provision and Capital Adequacy Ratio equation is used to measure the banking risk. These results indicate that state ownership have positive effect on bank risk. Foreign Ownership have negative effect on bank risk and Family Ownership have positive effect on bank risk."
2017
S67974
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fariz Rahmanto
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi sistem perbankan terhadap kemungkinan terjadinya penularan risiko likuiditas antar sistem perbankan pada periode 2000-2012. Dengan menggunakan metode regresi spasial untuk melihat pengaruh sistem perbankan di suatu wilayah terhadap sistem perbankan di wilayah lainnya, hasil penelitiian ini membuktikan bahwa probabilitas kebangkrutan suatu sistem perbankan secara signifikan berpengaruh positif terhadap probabilitas kebangkrutan sistem perbankan lain. Apabila terjadi kekurangan likuiditas pada salah satu sistem perbankan pada sistem yang terintegrasi maka hal tersebut dapat menyebabkan masalah likuiditas sistem lainnya. Selain itu penelitian ini juga membuktikan bahwa suatu sistem perbankandapat meningkatkan stabilitasnya apa bila ia dengan sistem perbankan yang lebih stabil.

This research aims to determine the effect of banking system integration against probability of liquidity risk transmission across banking systems during 2000-2012. By using Spatial Regression to see how a region's banking system might affect other regions' banking systems, this research has proven that a banking system's probability of bankruptcy significantly affects other banking systems' probability of bankruptcy. Liquidity shortage of a certain banking system that is integrated to other banking systems, can cause liquidity shortage to the other banking systems as well. In addition, this study has also proven that a banking system can increase its stability by being connected to a more stable banking system."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
S63347
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gamal Bachri Syamsul
"ABSTRAK
Dalam penelitian ini, penulis menganalisis hubungan antara dua jenis variabel yang terdiri dari variabel ekonomi makro dan variabel spesifik bank terhadap risiko kredit di ASEAN yang diwakili oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina, dalam lima periode mulai dari tahun 2010 sampai 2014. Motivasi studi ini adalah rencana Integrasi Keuangan ASEAN pada tahun 2020. Isu ini memiliki beberapa risiko terkait dengan risiko kredit yang akan dibahas dalam penelitian ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penentu risiko kredit sebagai sinyal yang dapat dibaca baik dari variabel ekonomi makro maupun variabel spesifik bank. Dengan menggunakan pendekatan data panel dinamis untuk kelima negara ASEAN ini, penulis menemukan bahwa risiko kredit dipengaruhi secara signifikan oleh variabel ekonomi makro dan variabel spesifik bank. Dilihat dari variabel ekonomi makro, penurunan tingkat inflasi dan penerapan sistem keuangan berbasis bank berkontribusi terhadap menurunnya kredit bermasalah. Sedangkan dari variabel spesifik bank, kenaikan provisi kerugian kredit dan profitabilitas serta penurunan ukuran bank mengindikasikan bahwa kredit bermasalah semakin meningkat. Menurut studi ini, baik perubahan tingkat inflasi yang merupakan variabel ekonomi makro maupun kebijakan provisi kerugian kredit sebagai variabel spesifik bank, keduanya merupakan indikator paling akurat untuk menilai kredit bermasalah, sebagai proksi dari risiko kredit.

ABSTRACT
In this study, the author analyzes the relationship between two kinds of variable that consist of macroeconomic and bank specific variables to credit risk in ASEAN which is represented by Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand and Philippines, during five periods start from 2010 until 2014. This study is motivated by the ASEAN Financial Integration in 2020. This issue has some risks related to credit risk which are discussed in this study. The main goals of this study is to find the determinants of credit risk as a signal which could be read from both macroeconomic and bank specific variables. Employing dynamic panel data approach to these five ASEAN countries, the author find that credit risk is significantly affected by both macroeconomic variables and bank specific variables. From the side of macroeconomic variables, the decreasing of inflation rate and bank based financial system implementation are contribute to the decreasing of non performing loan. While from the bank specific variables side, the increasing of loan loss provision, profitability and the decreasing of bank size indicate that the non performing loan is increasing. According to this study, either inflation rate change as macroeconomic variable or loan loss provision policy as bank specific variable, both are the most accurate indicators to assessing non performing loan, the credit risk proxy."
2017
S68602
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayunda Oktavia
"Penelitian ini membandingkan kebijakan leverage antara perusahaan multinasional dan domestik. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa perusahaan multinasional memiliki tingkat leverage yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan domestik dikarenakan perusahaan multinasional memiliki kemampuan lebih dalam mengakses pasar modal internasional. Selain itu, operasional perusahaan yang terdiversifikasi, secara industri maupun geografis, menurunkan risiko bisnis dan risiko keuangan perusahaan, sehingga cenderung akan menurunkan cost of debt. Penelitian ini menggunakan perusahaan non-finansial dan non-utilitas di kawasan regional ASEAN 5 selama periode 2007-2011 sebagai sampel penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa perusahaan multinasional memiliki tingkat leverage yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan domestik dengan mengontrol karakteristik perusahaan yang berhubungan erat dengan tingkat leverage. Selain itu, perusahaan multinasional dan domestik juga tidak berbeda secara signifikan dalam hal menyesuaikan tingkat leverage ke tingkat leverage optimal.

This study compared the leverage policy between multinational and domestic firms. Previous research stated that multinational firms have higher leverage levels than domestic firms because multinational firms have more ability to access international capital markets. Moreover, multinational firms have diversified operation industrially and geographically, which reduce its business and corporate finance risks, resulting the decrease in cost of debt. This research focused on nonfinancial and non-utilities firms in ASEAN 5 countries over the 2007-2011 period as the study sample.
This research found that, by controlling the characteristics of firms that are closely related to the level of leverage, multinational firms have higher leverage levels than domestic firms. This research also found that multinational and domestic firms do not differ significantly in terms of speed of leverage adjustment to optimal leverage level.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S53012
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Viny Pricilia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh non interest income terhadap kinerja sektor perbankan di negara-negara ASEAN 5 dengan proksi Return of Assets (ROA) dan juga Return of Equity (ROE). Teknik estimasi penelitian menggunakan fixed effect model. Dengan menggunakan sampel 68 bank listed di bursa-bursa negara anggota ASEAN 5, yaitu Bursa Efek Indonesia (IDX), Bursa Malaysia (KLSE), Singapore Exchange (SGX), Stock Exchange of Thailand (SET), dan Philippine Stock Exchange (PSE) pada periode 2008-2012, penulis menemukan bahwa kenaikan pada non interest income memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja sektor perbankan. Hal ini dikarenakan bank yang lebih fokus dengan non interest income justru membuat competitive performance dalam persaingan pasar kredit antar banknya melemah.

This research aims to examine how an increase in non interest income affects a bank’s performance which is reflected in its Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE). Using 68 banks listed in ASEAN 5 countries’ stock exchanges which are Bursa Efek Indonesia (IDX), Bursa Malaysia (KLSE), Singapore Exchange (SGX), Stock Exchange of Thailand (SET), and Philippine Stock Exchange (PSE) for 2008-2012 as samples, it was discovered that an increase in non interest income negatively affects bank performance. Bank with a higher non interest income tends to be too focused in increasing its non interest income. Therefore, its competitive performance in credit market competition, which is its main source of revenues, weakens.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S58620
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arum Ismitastuti
"[Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan sistem deposit
insurance sebagai salah satu opsi financial safety net yang dilakukan pemerintah
terhadap tingkat stabilitas perbankan yang diukur dengan menggunakan pengambilan
risiko bank. Dengan menggunakan 48 sampel bank yang berada di negara ASEAN-5
(Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura), penulis menemukan bahwa
adanya sistem deposit insurance menurunkan tingkat pengambilan risiko yang
diambil oleh bank dan meningkatkan tingkat pengambilan risiko bank pada saat
terjadi krisis., The purpose of this study is to know the effect on deposit insurance system
implementation, as one of the financial safety net option by government, to the
banking stability which measured by the level of bank risk taking. Using 48 bank
sample in ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippine, and Singapore),
researcher find evidence that the deposit insurance system implementation decreased
the level of bank risk taking and increased the level of bank risk taking in crisis
period.]"
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S59915
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chajar Matari Fath Mala
"ABSTRAK
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) industri perbankan pada tahun 2020 mendatang akan menuntut bank-bank untuk bisa melakukan efisiensi agar bisa bersaing dalam pasar perbankan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis
hipotesis industri organisasi yang berlaku untuk melihat kesiapan MEA pada pasar
perbankan ASEAN dengan menggunakan 52 sampel bank terbesar dari masing-masing
bank di ASEAN. Untuk mengukur x-efficiency dan scale efficiency digunakan metode
nonparametrik Data Envelopment Analysis (DEA), kemudian untuk mengukur
konsentrasi digunakan indeks Lerner, setelah itu penentuan hipotesis dilakukan dengan
regresi panel. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis structure conduct performance
(SCP) berlaku pada bank-bank besar negara Indonesia, Thailand, dan Singapura.
Sementara itu hipotesis relative market power (RMP) berlaku pada bank-bank besar
negara Indonesia dan Filipina. Namun hipotesis efisiensi versi relative efficiency
structure (RES) maupun scale efficiency structure (SES) dan hipotesis quiet life (QL)
sama sekali tidak berlaku pada bank-bank negara ASEAN

ABSTRACT
ASEAN Economic Community (AEC) of the banking industry in 2020 will require
banks to be able to improve efficiency because the competition in banking market will
be going more intense. Therefore, this study aims to identify the type of hyphotesis of
industrial organization which exist in in ASEAN banks to investigate their readiness in
facing AEC. This research uses 52 samples of the largest banks of each country in
ASEAN. To measure x-efficiency and scale efficiency, this research uses Data
Envelopment Analysis (DEA). Meanwhile the concentration is measured by Lerner index. Then, the hypothesis is tested by using panel regression. The results showed that
structure conduct performance (SCP) hypothesis occurred in banking industry of
Indonesia, Thailand, and Singapore. Meanwhile relative market power (RMP)
hypotheses occurred in banking industry of Indonesia and the Philippines. However,
the efficiency structure in version relative efficiency structure (RES), scale efficiency
structure (SES), and the quiet life hypothesis (QL) did not occur in all ASEAN banks."
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Karina Kusumadewi Wibowo
"Skripsi ini bertujuan untuk menguji pengaruh dan signifikasi indeks saham regional Asia Tenggara, risiko spesifik negara, dan risiko idiosinkratik terhadap expected return saham. Negara yang diuji adalah ASEAN-5, mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. ASEAN Community yang akan dilaksanakan tahun depan menjadi dasar bertolaknya pengujian ini. Hasil regresi menyimpulkan bahwa risiko spesifik negara dan risiko indeks pasar saham regional Asia Tenggara berpengaruh signifikan terhadap expected return semua negara. Namun untuk risiko idiosinkratik, hanya signifikan terhadap tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sedangkan untuk Filipina dan Singapura tidak ditemukan signifikansi.

This undergraduate thesis tests the significance of South East Asia's region index, country specfic risk, and idiosyncratic risk towards expected return. Tested in this thesis are the ASEAN-5, including Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, and Thailand. The ASEAN Community set to be held next year became the base of why the test is conducted. The regression results indicate significance for both the country-specific risk and the regional index risk towards all five countries. As for the idiosyncratic risk, it is only significant for three countries, Indonesia, Malaysia and Thailand, where no significance was found for Singapore and Philippines.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S55905
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>