Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 101954 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nasution, Mochammad Arfin Fardiansyah
"Kanker serviks menduduki peringkat kedua sebagai kanker yang paling mematikan pada wanita di seluruh dunia dan menjadi kanker yang paling mematikan pada wanita di negara berkembang. Namun saat ini masih belum terdapat metode pengobatan yang efektif untuk kanker serviks. Oleh karena itu penting dilakukan pencarian obat yang lebih baik dalam mengobati kanker serviks.
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini memiliki kemampuan untuk mengaktivasi jalur pensinyalan Hedgehog (Hh). Jalur ini berperan penting dalam mengatur proliferasi, ketahanan dan migrasi sel kanker serviks. Dalam penelitian ini, senyawa terbarukan dari turunan asam herbarat akan dirancang sebagai kandidat inhibitor untuk protein Sonic Hedgehog (Shh). Seluruh inhibitor yang berpotensial akan dianalisa dan dibandingkan dengan inhibitorinhibitor yang telah ada, seperti robotnikinin, melalui pendekatan penambatan dan dinamika molekul. Analisis QSAR (Quantitative structure-activity relationship) dan farmakologikal, analisis kemudahan sintesis dan sifat-sifat ADMET nya.
Penambatan molekul dari 6310 ligan dilakukan dengan menggunakan metode LibDock pada software Accelrys Discovery Studio 2.5, dan tahap produksi 5 ns simulasi dinamika molekul dilakukan dengan menggunakan forcefield GROMOS96 43a1 pada software GROMACS 4.6.5. Setelah dilakukan analisis interaksi kompleks dan simulasi dinamika molekul, diketahui bahwa ligan Sd32 merupakan ligan terbaik untuk menginhibisi protein Sonic Hedgehog.

Cervical cancer ranks second as the most common deadly cancer in women worldwide and ranks first in developing countries. However there is no effective treatment yet for this disease. Therefore it is necessary to find a better drug for the cervical cancer treatment.
Cervical cancer caused by human papillomavirus (HPV) infection. This virus has an ability to activate the Hedgehog (Hh) signaling pathway and regulate cervical cancer cells proliferation, survival and migration. In this study, a novel series of herbaric acid derivates were designed as the potential inhibitor candidates of the sonic hedgehog (Shh) signaling pathway. All of the potential inhibitors are going to be analyzed and compared with Shh available inhibitors, such as robotnikinin, through molecular docking and dynamics. QSAR (quantitative structure-activity relationship) and pharmacological analysis, synthetic accessibility analysis, and ADMET properties were also analyzed.
Molecular docking of these 6310 ligands was done through Accelrys Discovery Studio (DS) software by using LibDock method, and 5 ns production molecular dynamics simulation was completed with GROMOS96 43a1 forcefield using GROMACS 4.6.5 software. After the analysis of complex interaction and molecular dynamics simulation, it turns out that Sd32 ligand was the best ligand for inhibits sonic hedgehog protein.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S57225
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sambuaga, Maria Kristanti
"ABSTRAK
Karsinoma sel basal (KSB) merupakan salah satu tipe kanker kulit yang memiliki prevalensi yang tinggi di berbagai belahan dunia. Adapun disregulasi jalur sonic hedgehog agaknya memiliki peran krusial dalam patogenesis KSB, baik pada KSB herediter maupun sporadik. Meskipun sejauh ini banyak kasus KSB dapat ditangani melalui pendekatan terapi bedah maupun radioterapi, beberapa kasus agaknya bersifat resisten dengan pendekatan-pendekatan di atas. Berdasarkan investigasi kami sebelunya, ditemukan bahwa sebagian kasus, terutama subtipe yang tergolong agresif, memiki kecenderungan terjadinya kasus rekurensi yang lebih tinggi. Sesuai dengan panduan NCCN bagi KSB, kasus-kasus yang demikian agaknya memerlukan pendekatan lainnya; di sinilah peran dari preparat inhibitor jalur sonic hedgehog menjadi bermakna. Untuk menyelidiki lebih lanjut sejauh mana peran jalur sonic hedgehog dalam perkembangan kasus KSB di Indonesia, serta perannya dalam perkembangan pola pertumbuhan agresif yang ditemukan pada beberapa subtipe KSB, kami mengobservasi ekspresi faktor transkripsi GLI1 ? yang berperan sebagai marker dari jalur ini - pada sejumlah subtipe histologi KSB.
Metode penelitian menggunakan blok parafin sebagai sampel, yang diperoleh dari arsip Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), Indonesia, yang berasal dari jaringan KSB pasien yang berobat di RSKD sepanjang periode 2006-2010. Ekspresi GLI1 dievaluasi melalui teknik imunohistokimia. Dari hasil yang diperoleh, tidak diteukan korelasi yang kuat dan bermakna antara ekspresi GLI1 dengan agresifitas pola pertumbuhan subtipe histologi KSB.

ABSTRACT
Basal cell carcinoma (BCC) is one form of skin cancer that has high prevalence worldwide. It seems that the aberration of sonic hedgehog pathway plays pivotal roles in its pathogenesis, whether hereditary or sporadically. Though many cases of BCC can be treated by surgical procedures or radiotherapy, some cases seem to be resistant with the aforesaid approaches. In our previous investigation, we found that several cases, especially subtypes with aggressive growth pattern, have high tendency of recurrence. In accordance with NCCN Guidelines for BCC, such cases may need another approach; hence the use of the inhibitor of sonic hedgehog pathway (such as SMO-inhibitor), may be crucial. In order to further investigate the role of sonic hedgehog signaling pathway in the development of BCC cases in Indonesia, as well as its role in aggressive growth pattern of some BCC subtypes, we observe the expression of GLI1 transcription factor ? as the marker of the pathway ? in various histological subtypes of BCCs.
The method used paraffin blocks, as samples, collected from the archives of Department of Anatomical Pathology, Dharmais Cancer Hospital, Indonesia, which were originated from BCC patients of the hospital from the period of 2006 up to 2010. The expression of GLI1 was investigated by immunohistochemical technique. According to the result, there is no significant correlation between the expressions of GLI1 and the aggressiveness of the growth pattern of BCCs histological subtypes.
"
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Doso Sutiyono
"Kesehatan adalah hak fundamental setiap warga sehingga negara bertanggung jawab untuk mengaturnya. Pemerintah dengan program Jamkesmas menjamin pembiayaan masyarakat miskin dengan perhitungan biaya berdasar sistem pembiayaan INA-CBG. Kraniotomi termasuk 3 terbanyak tindakan medik operatif pasien Jamkesmas tahun 2011 di RSUP dr. Kariadi. Terdapat perbedaan pengelompokan dan perbedaan biaya kraniotomi berdasar INA - CBG dan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Clinical pathway kraniotomi belum ada di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Tujuan penelitian ini adalah menyusun clinical pathway dan menganalisa biaya kraniotomi berdasar tarif paket INA CBG di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2012. Data primer yang didapatkan meliputi : jumlah dan identitas pasien Jamkesmas yang menjalani tindakan kraniotomi pada tahun 2012, hasil wawancara dan wawancara mendalam, hasil wawancara dalam fokus grup diskusi, hasil pengamatan langsung pada saat kraniotomi dilakukan. Data sekunder didapatkan dari dokumen rekam medis pasien Jamkesmas yang menjalani tindakan kraniotom pada tahun 2012. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu formulir penelitian, pedoman wawancara, data biling tagihan keuangan pasien Jamkesmas yang menjalani kraniotomi, dan pedoman diskusi grup.
Berdasar diagnosis utama, diagnosis penyerta dan penyulit, tingkat kesadaran, lokasi dan besar neplasma / perdarahan, tersusun 6 clinical pathway kraniotomi yaitu : kranitomi ringan trauma, kraniotomi ringan non trauma, kraniotomi sedang trauma, kraniotomi sedang non trauma, kraniotomi berat trauma, dan kraniotomi berat non trauma. Cost of treatment tindakan kraniotomi di RSUP Dr. Kariadi untuk kelompok kraniotomi ringan Rp. 22.627.449,00, kraniotomi sedang Rp. 27.589.090,00, dan kraniotomi berat Rp. 46.372.634,00. Terdapat selisih antara cost of treatment tindakan kraniotomi berdasar tarip INA CBG dan RSUP DR. Kariadi Semarang. Selisih biaya untuk kraniotomi ringan Rp. 18.715.922,80, kraniotomi sedang Rp. 22.066.987,50, dan untuk kraniotomi berat Rp. 39.827.762,99.

Right to health is a one of basic human rights, and it’s an obligation for the government that every citizens have it equally.The Indonesian government with its social program guarantee the cost of health expenditure for the poor named INA CBG payment scheme. One of the top 3 most performed medical surgery with the Jamkesmas social insurance payment at Kariadi hospital in 2011 was craniotomi. There’s differences in grouping and cost in craniotomi procedure if we compare between INA CBG medical expenditure plan with Kariadi hospital. Kariadi hospital don’t have clinical pathway on craniotomi.
The goal of this research is to make a clinical pathway on craniotomi and to analyze the craniotomi expenditure plan based on INA CBG for Kariadi hospital in 2012. The primary data will be patients with Jamkesmas social insurance that had craniiotomi procdure in 2012, deep and structured interviewed on focus group discussion, direct observation when craniotomi’s were performed. Secondary data was medical records on patients with jamkesmas social insurance that had craniotomi in 2012. The research instruments are research form, deep and structured interview guidance and discussion group protocol.
Based on primary diagnosis, complimentary diagnosis, the difficulty level, the degree of conciuosness, location and the degree of bleeding/ the size of the neoplasma, we managed to make 6 clinical pathway on craniotomi procedures which are mild trauma craniotomi, mild non trauma craniotomi, intermediate trauma craniotomi, intermediate non trauma craniotomi, severe trauma craniotomy, and severe non trauma craniotomy. The cost of treatment of mild craniotomi in Kariadi hospital was Rp. 22.627.449,00, intermediate craniotomi was Rp. 27.589.090,00, while severe craniotomy was Rp. 46.372.634,00. There were differences cost of treatments on craniotomy procedure between INA CBG and Kariadi hospital which were : for mild craniotomy Rp. 18.715.922,80, intermediate craniotomy Rp. 22.066.987,50, and severe craniotomi Rp. 39.827.762,99.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T41923
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldila Rosalina
"Biaya pengobatan semakin meningkat akibat inflasi dan teknologi yang semakin maju, maka clinical pathway adalah alat yang tepat sebagai kendali mutu dan biaya. Adanya clinical pathway seksio sesarea di RS Awal Bros Tangerang tetap menimbulkan variasi terapi yang berakibat pada variasi tagihan, oleh karena itu clinical pathway yang ada perlu direvisi.Tesis ini membahas faktor - faktor yang mempengaruhi variasi tagihan seksio sesarea selama bulan Desember 2013 - Februari 2014 di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang yang hasilnya digunakan untuk merevisi isi clinical pathway seksio sesarea yang sudah ada. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan pengambilan data secara crosseksional dengan metode kuantitatif dilanjutkan kualitatif. Hasil penelitian mendapatkan clinical pathway baru yang sesuai dengan bukti praktek klinis terbaik dengan biaya paling efisien. Diperlukan dukungan semua pihak terutama dokter spesialis untuk mematuhi clinical pathway yang baru . Variasi tagihan seksio sesarea dipengaruhi jenis pembiayaan, kelas perawatan, tindakan tambahan selain seksio sesarea.

Increased cost of treatment due to inflation and increasingly advanced technology, the clinical pathways is an appropriate tool as a quality control and cost. The presence of clinical pathways Caesarean section in Awal Bros Hospital Tangerang still cause variations in treatment that result in variations in the bill, therefore existing clinical pathways need ti revised.Tesis discusses factors that affect variation in cesarean bill during December 2013-February 2014 in Awal Bros Hospital Tangerang the results are used to revise the content of clinical pathways existing Caesarean section. The design used in this study is observational data retrieval crossectional the continued qualitative quantitative methods. The results of the study to get a new clinical pathways according to the best evidence of clinical practice with the most efficient cost. Required the support of all multidisiciplin team, especially the obstetrician to comply with the new clinical pathway. Variation bill Caesarean section affected by types of patient financing, class of treatment, additional action other than section sesarea.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T41638
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Henik Saefulmilah
"Lama hari rawat (LHR) di RS adalah salah satu indikator efisiensi pemberian layanan kesehatan. Implementasi clinical pathway (CP) adalah rencana tatalaksana pasien berupa standarisasi langkah-langkah penanganan yang dikembangkan dengan tujuan mengurangi variasi pelayanan termasuk untuk mengontrol LHR di RS. RSPG sudah menerapkan CP dalam tatalaksana pasien rawat inap dengan TB Paru tetapi LHR pasien dengan TB Paru masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi CP terhadap LHR  pada pasien rawat inap dengan TB Paru di RSPG. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan data sekunder melalui telusur rekam medik (N= 456). Hasil menunjukkan rata-rata LHR adalah 6,13 dengan 54,8% pasien dengan LHR ≤ 5 hari. Kepatuhan implementasi baik 37,7%, proporsi LHR ≤5 hari pada CP baik 75,5% sedangkan pada CP tidak baik 42,3%. Implementasi CP berhubungan signifikan dengan LHR (P-value 0,0001), implementasi CP yang tidak baik memiliki risiko sebesar 4,91 kali lebih tinggi untuk terjadi LHR lebih lama dari standar (LHR > 5 hari) setelah dikontrol variabel kelas rawat dan tipe pasien. Implementasi CP, usia, pemeriksaan HIV dan penyakit DM berhubungan signifikan terhadap LHR setelah dikontrol variabel kelas rawat dan tipe pasien, variabel yang paling dominan mempengaruhi LHR adalah implementasi CP (OR 4,91).

Length of stay (LOS) is a key indicator of healthcare service efficiency. The implementation of clinical pathways (CP) is a standardized patient management plan designed to reduce service variations and control LOS. Despite the implementation of CP for inpatient management of pulmonary TB at RSPG, LOS for TB patients still varies. This study aims to analyze the relationship between CP implementation and LOS among inpatient pulmonary TB patients at RSPG. This study is quantitative with a cross-sectional design and used secondary data through medical record reviews (N=456). The result showed the average LOS was 6.13 days with 54.8% of patients with LOS ≤ 5 days. Good implementation compliance was 37.7%, the proportion of LOS ≤ 5 days with good CP compliance was 75.5%, while in poor CP compliance was 42.3%. CP implementation was significantly associated with LOS (P-value 0.0001), with poor CP implementation resulting in a 4.91 times higher risk of extended LOS after controlling for class of inpatient care and patient type. CP implementation, age, HIV testing, and diabetes mellitus are significantly associated with LOS after controlling for the variables class of inpatient care and patient type. The most dominant variable influencing LOS was the CP implementation (OR 4.91).
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfred Yunandro Markus
"Industri Pertambangan merupakan sebagian atau semua tahapan kegiatan dalam hal penelitian, pengelolaan dan pengkaryaan mineral atau batubara meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, pembangunan, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang komprehensif terutama untuk faktor desain/rekayasa serta teknis perawatan dalam Industri Pertambangan yang diaplikasikan pada program pencegahan fatalitas sebagai bentuk upaya yang sistematis dan komprehensif dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan yang menimbulkan fatalitas. Dalam upaya untuk mencegah kejadian fatalitas di area kerja PT X kedepannya perlu dilakukan analisis secara komperensif seperti yang sudah dilakukan di seluruh perusahaan pertambangan di Australia melalui penyebaran kuesioner, tinjauan dokumen, wawancara serta analisis data kecelakaan fatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor desain/rekayasa dan teknis perawatan yang ada di PT X terhadap upaya implementasi program pencegahan fatalitas. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian deskriptif dan analitik. Selain itu, penelitian ini akan menggunakan data kualitatif yang digunakan untuk memberikan gambaran hasil dari penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor desain/rekayasa serta teknis perawatan di PT X terhadap Program Pencegahan Fatalitas di PT.X. Perlu ada peran serta Manajemen, Tim Engineer, Tim Planner serta Tim Field Supervisor dan pihak terkait lainnya untuk dapat menciptakan program terintegrasi terkait keselamatan karyawan di PT X.

The Mining Industry encompasses some or all stages of activities in terms of research, management, and utilization of minerals or coal, including general investigation, exploration, feasibility studies, development, mining, processing and refining, transportation and sales, as well as post-mining activities. Therefore, a comprehensive analysis is necessary, particularly regarding design/engineering and maintenance technical factors in the Mining Industry, which are applied to the fatality prevention program as a systematic and comprehensive effort to prevent accidents causing fatalities. To prevent fatalities in the work area of PT X in the future, a comprehensive analysis needs to be conducted as has been done in all mining companies in Australia through the distribution of questionnaires, document reviews, interviews, and fatal accident data analysis. This study aims to analyze the design/engineering and maintenance technical factors present at PT X in the effort to implement the fatality prevention program. This research will use descriptive and analytical research methods. In addition, this study will use qualitative data to provide an overview of the results of quantitative research. The results of the study explain that there is a significant relationship between design/engineering and maintenance technical factors at PT X and the Fatality Prevention Program at PT X. The participation of Management, the Engineering Team, the Planning Team, the Field Supervisor Team, and other related parties is necessary to create an integrated program related to employee safety at PT X.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S38692
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendra Gunawan
"ABSTRAK
Makalah Tesis ini bertujuan untuk memberikan solusi pengendalian signaling storm pada jaringan seluler yang disebabkan oleh efek permintaan koneksi berulang karena gagal melakukan koneksi. Dari hasil pengukuran didapatkan 1% pelanggan dengan low balance telah menyebabkan 65% beban signaling di network. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan analisis statistic CDR dan performance counter dari network. Makalah Tesis ini menjelaskan mengenai bagaimana cara mengukur dampak dari signaling, parameter performance counter yang relevan, analisis signaling flow PDP context, dan GTP-C plane. Kemudian dibuat suatu solusi dengan menjebak traffic setelah melewati ambang batas kegagalan koneksi.

ABSTRACT
This thesis is aimed to provide simple yet usefull solution in order to manage signaling storm casued by repeated abnormal signaling due to balance insuffeciency. Meauserement proves 1% of low balance subscriber is causing 65% signaling load in network. Data collection is done by analyzing statistics of CDR (Call Data Record) and performance counters from network. The thesis is describing how to measure the impact from abnormal signaling, elaborating relevant performance counters, analyzing signaling flow of PDP context creation, analyzing GTP-C plane. The information hence is formulated to provide a solution by trapping the traffic after breaching connection failure attempt threshold.
"
2013
T38611
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niluh Putu Indi Dharmayanti
"ABSTRAK
Penelitian ini meneliti pengaruh dari pengiriman sinyal dan identitas sosial yang melekat pada pemilik proyek dalam menentukan keberhasilan pendanaan proyek melalui skema crowdfunding. Penelitian diuji dengan menggunakan data dari 580 proyek-proyek yang penyelenggaraannya terdapat di negara Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan yang tergabung dalam BRICS selama periode 2012 sampai dengan awal tahun 2019. Dengan menggunakan teknis analisis data ordinary least square (OLS), ditemukan bahwa pengiriman sinyal atau signaling effect yang dijelaskan melalui komentar dan update memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dalam mendukung keberhasilan pendanaan. Signaling merupakan langkah yang digunakan untuk mengeliminasi ketimpangan informasi pada transaksi online termasuk pada kasus crowdfunding. Identitas sosial atau social identity effect pada crowdfunding juga menunjukkan hasil yang positif dan signifikan dalam mempengaruhi kesuksesan pendanaaan yang dijelaskan melalui publikasi proyek di media sosial Facebook. Publikasi proyek melalui media Facebook shares merupakan salah satu kampanye word-of-mouth secara elektronik yang dipercaya mampu membantu publikasi proyek yang berujung pada peningkatan probabilitas pendanaan. Di sisi lain, pengaruh identitas sosial yang dijelaskan oleh jaringan pertemanan fundraisers di media sosial Facebook tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan crowdfunding di negara-negara BRICS. Jaringan pertemanan di Facebook memang telah banyak diasosiakan dengan sentimen identitas sosial yang dipercaya mampu membantu proses pendanaan crowdfunding. Namun pada penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang membuat jaringan pertemanan tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

ABSTRACT
This study examines the effect of signaling and the social identity inherent in the project owner in determining the success of project funding in crowdfunding. The study is tested using 580 data from projects in Brazil, Russia, India, China, and South Africa (BRICS countries) during the period of 2012 to the beginning of 2019. Using ordinary least square (OLS) as analysis techniques, it is found that the signaling effect that is explained through comments and updates has a positive and significant influence in supporting funding success. Signaling is an ultimate way to eliminate asymmetric information in online transaction including in crowdfunding. Social identity effects on crowdfunding also show positive and significant results in influencing the success of funding explained through the number of project publications on Facebook. Project publications on Facebook is one of the examples of electronic word-of-mouth that has been proven to have significant impact in crowdfunding campaign. On the other hand, it is not proven that the social identity effect explained by the number of friends on Facebook has a significant influence on the success of crowdfunding in the BRICS countries. Number of Facebook friends is long associated with identity sentiment that result in higher funding during project campaign. However, this research shows no evidence due to some limitations regarding Facebook friend data."
2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisma Maulani
"Dalam skripsi ini dirancang dan dibuat sebuah sistem pensinyalan pada bagian pelanggan untuk menerima nomor telepon yang dipanggil menyesuaikan dengan nomor telepon yang bersangkutan. Selanjutnya jika sama maka mikrokontroler pada pelanggan yang dipanggil menghubungkan bel sebagai tanda bahwa line tersambung, kemudian telepon diangkat maka bel akan berhenti berbunyi. Sistem pensinyalan pelanggan ini diterapkan pada teknologi Power Line Communication, yang memanfaatkan aliran listrik sebagai media transmisi sinyal suara dimana carrier yang digunakan 300 - 400 KHz.
Power Line Communication (PLC). Sistem pensinyalan ini menggunakan mikrokontroler sebagai pengontrol penerimaan panggilan telepon. Di dalam sistem ini, mikrokontroler mengatur beberapa tugas diantaranya adalah menganalisis panggilan apakah sudah sesuai dengan nomor pelanggan yang dipanggil dan sama dengan bit-bit pada DIP switch, memberi tanda bahwa ada pelanggan lain yang melakukan panggilan, mengatur nada pada saat kondisi offhook dan on hook, maupun nada dialling pelanggan lain dan diterima dalam kondisi di matikan. Keluaran dari system ini akan disimulasikan oleh bunyi pada Buzzer, Tampilan pada LCD dan LEDsebagai indicator. Hasil akhir dari pembuatan alat ini sesuai dengan yang diinginkan.

This final Project has designed a signaling for subscriber to receiver called on Power Line Communication. System of subscriber signaling is a system can followed information who need a subscriber for connected to the other.This Sytem used on Power Line communication, which the carrier 300 - 400 KHz.
This system used microcontroller as controller for called incoming in the subscriber.The microcontroller managed many tasks namely to analisys called the number phone subscriber and called phone number that has correct with dipswitch , controller for condition is Off Hook or On Hook, checking the frequency channel of every electrical phase which is called. This system simulated by buzzer and LED as signal was connect or not the telephone subscriber on the Power Line Communication.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S51027
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>