Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 49593 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Mohamad Fiqri
"ABSTRAK
Interkoneksi merupakan hal yang sangat mendasar ketika industri
telekomunikasi bertransformasi dari struktur industri monopolistik menjadi
kompetisi sehingga harus diatur dalam undang - undang. Terdapat kelemahan
dalam peraturan di Indonesia, yaitu belum adanya peraturan yang mengatur tentang
interkoneksi pada sistem IP (Internet Protocol). Sementara itu, Indonesia terus
mengalami pertumbuhan kenaikan penggunaan data internet. Untuk itu, regulasi
yang mengatur tentang interkoneksi Ip sangatlah penting untuk dibuat dan
diaplikasikan.
Adanya penataan jaringan secara nasional dalam rangka mendapatkan
kualitas jaringan yang memadai sangatlah penting untuk menerapkan sistem
interkoneksi berbasis IP di Indonesia. Pada penelitian ini dibuat model jaringan
nasional yang terdiri dari NIX, NetCo dan OpCo. NIX adalah gabungan dari fungsi
IX (Internet Exchange) dan NAP (Netwotk Access Point). Model jaringan ini
dibuat dengan melakukan pembagian zona, peletakan NIX di tiap ? tiap zona dan
pembuatan NetCo yang memiliki fungsi untuk mengatur jaringan backbone
nasional. Dengan adanya pembagian kerja yang spesifik pada elemen jaringan
nasional, maka akan menghasilkan kinerja jaringan yang lebih baik
Selain itu dilakukan kajian kelayakan ekonomi terkait pengadaan NIX di
beberapa titik, hasilnya didapatkan bahwa investasi tersebut tidak layak dijalankan
sehingga membutuhkan peran pemerintah dalam hal pengadaan NIX di beberapa
daerah.

ABSTRACT
Interconnection is a very fundamental thing when telecommunication
industry transforms from monopolistic industrial structure into a competition
structure. There is a weakness in the regulations in Indonesia, which is the lack of
regulations governing in the IP system interconnect. Meanwhile, Indonesia will
continue to experience growth increased in the use of internet data. To that end,
the regulations governing in the IP-based interconnection system is important to be
made and applied
Structuring the national networks in order to obtain an adequate network
quality is important to implement an IP-based interconnection system in Indonesia.
In this study, a national IP-based interconnection network model consisting of NIX,
NetCo and OpCo is proposed. NIX is a combination of IX (Internet Exchange) and
NAP (netwotk Access Point). This network model developed by creating zones,
allocating NIX in each zone and creating NetCo which has the function to regulate
the national backbone network. With the specific division on a national network
element, it will produce better network performance
Additionally, we also conducted economic feasibility studies related to the
procurement NIX at some point, the results showed that the investment is not
feasible and thus require the government's subsidy in the procurement of NIX in
certain areas."
2016
T45415
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Herdian Kameswara Bernadata
"Pasar telekomunikasi saat ini sedang mengalami evolusi kearah jaringan berbasis protokol internet (IP), pita lebar, teknologi nirkabel, dan menuju konvergensi teknologi informasi dan komunikasi. Di sisi lain, pemerintah Indonesia mempunyai komitmen dan target yang ambisius dalam pengembangan dan pemerataan akses broadband dimana infrastruktur backhaul mobile broadband merupakan faktor utama untuk tujuan tersebut. Layanan bistream access berbasis ip merupakan komponen terpenting dalam solusi penyediaan infrastruktur backhaul mobile broadband yang efektif dan efisien. Di negara Inggris, Selandia baru, dan Australia secara umum mempunyai kemiripan dalam hal technological development, intekoneksi, interoperability, kualitas layanan dan model layanan untuk bit streams access berbasis ethernet. Pemisahan fungsional (functional separation) untuk operator dominan sangat diperlukan di Indonesia untuk meminimalisasi adanya diskriminas dalam penyediaan backhaul mobile broadband di Indonesia. Model investasi yang sesuai dengan kondisi kompetisi dan regulasi di Indonesia adalah membentuk perusahaan baru yang khusus menangani backbone (core network) dengan inisiasi pendanaan oleh pemerintah dan privatisasi setelah proses roll out selesai.

Current telecommunication market has ben evolution toward internet protocol network (IP), broadband, wireless technology, dan moving to information and communication technology convergence. In other hand, Indonesian government have a commitment and ambitious target in the development and equitable access to broadband where mobile broadband backhaul infrastructure is a major factor for such purposes. Ip-based bistream access service is the most important component in the solution of an effective and efficient mobile broadband backhaul infrastructure provision. In United Kingdom, New Zealand, and Australia in general has some similarities in terms of technological development, interconnection, interoperability, quality of service and service model for the thernet-based bit streams access. Functional separation for the dominant operator is needed in Indonesia to minimize the discrimination in the provision of mobile broadband backhaul in Indonesia. Investment model in accordance with the conditions of competition and regulation in Indonesia is to form a new company that focuses on the backbone (core network) with the initiation of funding by the government and the privatization after the roll-out is complete."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
T28359
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Wulan Seizarwati
"Kebutuhan air baku di wilayah DKI Jakarta yang terus meningkat telah menyebabkan pengambilan air tanah yang berlebihan. Hal ini berdampak pada turunnya Muka Air Tanah (MAT) hingga level tertentu dan memunculkan kerucut penurunan MAT di sejumlah wilayah. Pengelolaan air tanah sebagai upaya memulihkan level MAT membutuhkan suatu sistem pemantauan air tanah yang terpadu. Pada saat ini
terdapat sekitar 161 sumur pantau air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta. Sumur-sumur tersebut pada umumnya dikategorikan sebagai jaringan sekunder, karena ditentukan berdasarkan aktivitas pengambilan air tanah. Sementara itu, jaringan primer yang representatif untuk memantau kondisi alamiah air tanah di tiap lapisan akuifer belum tersedia secara lengkap. Metode estimasi spasial Inverse Distance Weighting (IDW) diterapkan untuk menentukan jumlah dan distribusi sumur pantau primer berdasarkan geometri akuifer menggunakan perangkat lunak Groundwater Modeling System (GMS). Berdasarkan geometri akuifer yang dihasilkan dapat disusun zona-zona pemantauan dan jumlah sumur pantau di tiap zona. Terdapat 9 zona pemantauan di CAT Jakarta yang terdiri dari 1 zona dengan 1 sumur pantau, 2 zona dengan 2 sumur pantau, 3 zona dengan 3 sumur pantau, dan 3 zona dengan 4 sumur pantau, sehingga total sumur pantau primer untuk memantau kondisi alamiah air tanah CAT Jakarta adalah 26 sumur pantau. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemangku kepentingan untuk menentukan jaringan sumur pantau yang representatif berdasarkan geometri akuifer dalam pengelolaan air tanah secara berkelanjutan. "
Bandung : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2019
551 JSDA 15:2 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ameylia Tristiasti
Depok: Universitas Indonesia, 2004
S30211
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>